PERINGATAN!

BAGI READERS DIBAWAH 17 TAHUN, JIKA MENEMUKAN ADEGAN KISSING HARAP DILEWATI SAJA.

BAGI READERS DIBAWAH 21 TAHUN, JIKA MENEMUKAN ADEGAN MELEBIHI KISSING DAN MENJURUS KE HAL YANG HIL HARAP SEGERA MELEWATINYA SAJA.

BAGI READERS YANG BANDEL TETEP KEKEH MAU BACA AJA PADAHAL UDAH DI INGETIN, TANGGUNG SENDIRI AKIBATNYA! -_-

.

Biar aman, Rate : T to M

.

.

^^ Happy Reading ^^

Chapter 11

Jongin sudah duduk di sebuah bangku restoran di pinggir pantai bersama Kyungsoo. Matahari kian terbenam serasa lelah seharian berada di peraduan. Dua insane itu masih terduduk diam, Kyungsoo belum mengeluarkan sepatah katapun setelah Jongin menceritakan mengenai dirinya.

Jongin bercerita bagaimana dia merasa tidak asing dengan kalung key milik Kyungsoo. Jongin yang bertemu dengan gadis kecil yang sedang menangis di sebuah taman, dia yang sedang menangis karena ibunya datang mengatakan tidak menyayanginya. Itu semua bagaikan sebuah petir terdahsyat Dewa Zeus yang datang menyambarnya, menyambar tepat dibagian hatinya.

Kyungsoo ingin menceritakan kenapa dia bisa menangis di sebuah taman tanpa ditemani siapapun, Jongin memang mempertanyakan hal itu tapi dia tidak memaksa. Kyungsoo benar-benar merasa nyaman dengan Jongin, dia senang bahwa Jonginlah yang menolongnya saat itu. Bantuaan Jongin saat itu sedikit membantunya dan Jongin senang kekasihnya memiliki perasaan senang sama seperti dirinya.

Dapatkah Jongin percaya bahwa mereka benar-benar berjodoh? Jongin tak dapat memungkiri bahwa dirinya memang mencintai gadis bermarga Do itu, tapi mengetahui kenyataan siapa sebenarnya gadis itu membuat hatinya terluka. Entah bagaimana Jongin dapat mengatasi perasaannya, meski Jongin mengingat benar apa yang Bethany katakan tapi itu tidak cukup untuk menghapuskan rasa bencinya pada wanita bermarga Do itu.

" Jongin, kenapa kau tidak memakan makananmu? Apakah itu tidak enak?" Jongin tersadar dari pikirannya. " Anni, ini enak sekali hanya saja aku sedang tidak bernafsu."

Kyungsoo tampak khawatir, " Makanlah semampumu, kau akan membuat ahjumma khwatir jika makanmu tidak teratur." Jongin mengangguk " Hn."

Setelah menu utama mereka habiskan kini makanan penutup pun menemani akhir makan malam mereka. Mereka begitu menikmati dessert mereka masing-masing.

Tanpa perbincangan apapun, mereka terdiam dalam pikiran masing-masing hingga sebuah suara memecah keheningan yang mereka bangun.

Seorang wanita menyebut nama Kyungsoo " Kyungsoo?"

.

.

ICBI

.

.

Seorang wanita sedang memperhatikan sepasang muda-mudi yang sedang menikmati makan malam mereka di pinggir pantai. Wanita itu memperhatikan gadis muda itu, terasa tidak asing dan begitu mirip dengan seseorang yang dia kenal. Semakin wanita itu memperhatikan wajah si gadis semakin wanita itu tersadar akan sesuatu.

Mungkinkah itu dia?

Kulit seputih susu, hidung lancip, bibir kissable berwarna cherry, rambut coklat almond, kedua mata doe yang tidak dapat dia lupakan. Begitu mirip dan terlihat nyata dihadapannya, dia benar-benar yakin dengan apa yang di ingatnya dia begitu yakin siapa gadis itu.

Aku yakin dia adalah Kyungsoo.

Wanita itu semakin mendekati gadis muda itu, mendekat, dan semakin dekat hingga jarak mereka begitu dekat wanita itu dengan berani memanggil nama si gadis muda, " Kyungsoo?"

.

.

ICBI

.

.

Kyungsoo dan Jongin tampak terkejut, seorang wanita memanggil Kyungsoo bahkan menggunakan bahasa korea. Bukankah mereka masih di Hawaii? Lantas siapakah yang mengenal mereka –ah Kyungsoo hanya Kyungsoo, di Negara asing ini.

Kyungsoo tampak terkejut seseorang menyapanya, dia menoleh pada sumber suara dan mendapati seorang wanita telah berdiri disamping Jongin, wanita itu sedang menatap dirinya penuh cemas.

Wanita itu, wajahnya, suaranya, Kyungsoo sempat melupakannya bagaimana sosok sebenarnya wanita itu, wanita yang pernah melukainya dimasa lalu. Wanita yang sudah dia lupakan pernah menjadi ibunya dulu, dulu sekali.

BoA, seorang penyanyi solo asal Korea Selatan yang cukup terkenal di beberapa Negara –meski tidak seterkenal TVXQ dan EXO. Seorang wanita yang menikah dengan seorang pengusaha otomotif –Do Corp, di usia muda. Meninggalkan suami dan anak semata wayangnya hanya demi karier yang cemerlang.

" Eo. .Eomma?" ucap Kyungsoo terkejut tak kalah terkejutnya dengan Jongin yang mendengar panggilan itu. " Ne Kyungie, ini eomma. ." Boa memeluk Kyungsoo, pelukan eratnya tak dibalas apa-apa oleh anaknya.

" Bogoshippo Kyungie-ah. ."

Deg

Kenapa eommanya harus mengatakan kata rindu setelah eommanya meninggalkannya selama ini. Kehilangan kasih sayang seorang ibu dan harus merasakan kepahitan hidup setelah mendenagr eommanya mengatakan bahwa dia bukanlah anak kesayangan eommanya.

Boa melepas pelukannya, " apa yang kau lakukan disini Kyungie?" Kyungsoo masih terkejut dengan semua kejadiaan ini, pikirannya tidak dapat berpikir jernih dia masih terdiam.

" Permisi. ." ucap Jongin memecah acara rindu merindu antara ibu dan anaknya –begitu yang dilihat Jongin. " apakah anda eommnya Kyungsoo?"

Boa menatap namja tan yang duduk di depan putrinya, bukan menatap tidak suka melainkan tatapan bingung yang di tunjukkan. " Benar aku adalah eomma Kyungsoo, siapa kau?"

Jongin berdiri dan membungkuk, " Perkenalkan saya Kim Jongin, saya adalah kekasih dari putri anda."

Boa terkejut bukan kepalang, pemuda dihadapannya ini bernama Kim Jongin dan statusnya adalah kekasih putrinya.

.

.

ICBI

.

.

Setelah eommanya menyapanya beberapa saat yang lalu dan menanyakan kabarnya, Kyungsoo segera meminta Jongin untuk meninggalkan resotran itu. Dia meminta Jongin untuk membawanya ke pinggir pantai dimana angin banyak berhembus.

Jongin membawa Kyungsoo ke sisi selatan pantai Waikiki, disana angin bertiup cukup kencang deru ombak terdengar cukup kencang. Jongin melihat keanehan pada diri Kyungsoo semenjak gadis itu bertegur sapa dengan eommanya.

" Apakah kau baik-baik saja?" tanya Jongin pada gadisnya " Gwenchana" jawab Kyungsoo datar

Kyungsoo menyilangkan kedua tangannya didada seraya membekap dirinya agar menjadi lebih hangat, angin malam yang dingin cukup menembus kulitnya yang hanya tertutupi dress tipis selutut.

Jongin yang melihat Kyungsoo kedinginan segera berlari menuju mobil dan mengambil sebuah kain lebar cukup tebal –atau kita sebut saja selimut, kemudian dia kembali ke sisi Kyungsoo yang sedang duduk di pinggir pantai.

" Ini pakailah. ." Jongin meletakkan selimut itu menutupi tubuh Kyungsoo " Gomawo."

Mereka kembali terdiam menatap laut malam, banyak bintang-bintang bertebaran di langit yang mereka lihat, begitu indah dan menakjubkan.

" Jongin, bukankah kau ingin mengatakan sesuatu padaku. .sebenarnya. ." Kyungsoo memotong ucapannya " sebenarnya . ." Jongin masih menunggu kata-kata Kyungsoo selesai " Aku juga ingin mengatakan sesuatu padamu. ."

Jongin menatap Kyungsoo, " Katakan saja yang ingin kau katakana, aku akan mengatakan apa yang ingin aku katakana setelah mengatakan apa yang ingin kau katakan. ."

Kyungsoo menatap Jongin, mata mereka bertemu " Baiklah. ." Jongin menunggu Kyungsoo " Kau sudah melihat ibuku bukan?" tanya Kyungsoo " Iya, bukankah tadi ibumu?"

Kyungsoo mengangguk " Ne, dia ibu kandungku dan sudah lama sekali dia pergi meninggalkanku."

Dari situ Kyungsoo menceritakan segalanya pada Jongin, dia sedikit terkejut dengan apa yang Kyungsoo katakan. Jika dia ingat bukankah kejadian yang dialami Kyungsoo tepat setelah ayahnya meninggal? Setelah perusahaan ayahnya direbut oleh ayah Kyungsoo.

Jongin kalut oleh semua pikirannya, mala mini dia memutuskan untuk berpisah dengan Kyungsoo tapi mendengar semua cerita memilukan yang Kyungsoo simpan selama bertahun-tahun cukup mebuatnya ikut merasakan luka itu.

Disaat Jongin kehilangan ibunya gadisnya lah yang berada disisinya dengan setia, sekarang saatnya Jongin membalas utang budinya pada Kyungsoo, setidaknya jika nanti dia dapat berpisah dengan Kyungsoo rasa bersalah takkan menyelimutinya.

Dia belum memastikan perasaannya sepenuhnya, dia menyukai Kyungsoo sejak pertama bertemu tapi mengetahui Keluarga Kyungsoo dia menjadi ragu untuk lebih menyayangi dan mencintai Kyungsoo.

.

.

ICBI

.

.

Di tempat lain Sehun dan Luhan sedang bertengkar hanya karena masalah yang sepele. Sejak tadi banyak sekali para yeoja yang menggoda Sehun, mereka kini sedang berada di sebuah pesta lampion yang diadakan desa sebelah.

Sehun yang memang berparas tampan terima-terima saja ketika para yeoja memujinya, belum lagi sifat perhatiaannya itu membuat Luhan gerap melihat namjachingunya.

" Hannie, kau masih marah padaku? Ayolah Baby Hannie, mereka hanya memujiku baby~" Sehun sedang membujuk Luhan yang marah padanya sejak pulang dari acara lampion.

" Bagaimana aku tidak kesal, mereka menyentuhmu seenaknya. Bahkan beberapa dari mereka berani sekali memelukmu! Membuatku sakit mata melihatnya."

OMO! Baby ku sedang cemburu rupanya. .

Luhan mempoutkan bibirnya kesal dan itu membuat Sehun menatapnya dengan penuh gairah. " Baby, aku tidak akan berpaling darimu. Percayalah." Ucap Sehun menenangkan

Luhan masih kesal lagi-lagi dia mempoutkan bibir cherrynya dan itu terlihat menggoda bagi Sehun, dengan cepat Sehun menarik Luhan kedalam pelukannya " Jangan menggodaku baby~!"

Tanpa memberi kesempatan Luhan untuk menjawab Sehun sudah mencium Luhan dengan kasar, dia sudah sangat bergairah. Luhan memberontak mendapat serangan dadakan dari Sehun dia mencoba meloloskan diri dari pelukan Sehun tapi hasilnya nihil tubuhnya terkunci.

Awalnya Luhan tidak membalas ciuman Sehun namun tak berlangsung lama Luhan pun membalas ciumannya tak ingin menyia-nyia kan kesempatan Sehun mencoba untuk memperdalam ciumannya, alhasil mereka berciuman panas cukup lama.

.

.

ICBI

.

.

Kyungsoo menangis terseduh dalam pelukan Jongin, mengingat kembali kisahnya yang sudah lama terpendam cukup untuk membuka kembali luka di hatinya. Begitu sakit dan menyesakkan, tapi hari ini berbeda, Jongin berada disisinya dan hal itu mampu mengurangi rasa sakit yang sudah lama bersarang di hatinya. Sentuhan-sentuhan hangat Jongin bagai obat tak kasat mata yang menyembuhkan lukanya sedikit demi sedkiti.

Nafas Kyungsoo sudah mulai teratur, sudah sejam Kyungsoo menangis dalam pelukannya. Jongin tidak tahu harus berbuat apa ketika melihat gadisnya menangis, yang ada dalam pikirannya adalah membuat gadis itu berhenti menangis dan menenangkannya. Pelukan itulah cara yang diambil Jongin untuk menenangkan gadisnya.
Kaos tipisnya basah dibagian dada dan itu membuat Jongin merasa tidak nyaman tapi gadis dipelukannya itu sudah terlelap dalam tidurnya. Jongin ingin menganti bajunya disamping itu angin dipantai ini semakin menusuk kulit tannya, dia juga sudah sedikit lelah harus menopang tubuh Kyungsoo dan tubuhnya dengan satu tangan –bisa bayangin gak? Jadi Jongin duduk dengan satu tangan nopang tubuhnya soalnya kan gak ada sadaran dipantai terus satu tangannya membekap Kyungsoo dalam pelukannya.

Badan Kyungsoo terasa semakin berat, dengan perlahan Jongin mencoba untuk memindahkan tubuh Kyungsoo sepelan mungkin agar yeoja itu tidak terbangun, melatakknya di pasir putih.

Jongin merasa lega saat tubuh Kyungsoo tidak lagi berada di dadanya, dia melihat jam tangannya sudah tengah malam dan Kyungsoo sudah tertidur di pantai. Jongin bingung apakah dia harus membangunkan Kyungsoo dan kembali ke resort tapi melihat Kyungsoo yang begitu terlelap dalam tidurnya dia urungkan untuk membangunkan si putri tidur.

Jongin melihat kondisi sekitar pantai, pantai itu cukup aman karena dekat dengan rumah warga tapi tak mungkin mereka akan menghabiskan malam yang dingin di pinggir pantai, tapi mau bagaimana lagi Jongin putuskan untuk menunggu Kyungsoo terbangun dan pergi setelahnya.

Jongin kembali ke mobil mengambil sebuah jaket untuk menghangatkan dirinya. Dia duduk di samping Kyungsoo yang masih tertidur lelap, untung saja selimut itu membungkus tubuh Kyungsoo jadi gadisnya itu takkan merasakan dinginnya malam yang sangat menusuk.

Jongin menatap dengan lekat wajah gadisnya yang seputih susu, hidung runcingnya, mata doe nya yang kini tertutup, pipi chubby nya dan bibir kissable. Jongin mengangumi keindahan dalam yang terpampang dihadapannya.

" Kyung, aku mungkin merasa terluka atas perbuatan appamu dulu tapi aku yakin aku benar-benar menyayangimu. Mulai saat ini aku akan melindungimu."

Setelah menyatakan keyakinannya atas perasaannya dan membuat janji akan melindungi Kyungsoo. Jongin mendekatkan wajahnya pada wajah Kyungsoo, mempertemukan bibir mereka dengan sangat lembut dan penuh cinta. Jongin ingin memberitahu Kyungsoo lewat ciumannya bahwa dia begitu menyayangi gadis itu, meski appanya berbuat jahat pada appanya tapi Kyungsoo tidak bersalah. Dia menyukai Kyungsoo bahkan sebelum dia tahu siapa gadis itu sebenarnya.

Kyungsoo mendengar apa yang dikatakan Jongin " Kyung, aku mungkin merasa terluka atas perbuatan appamu dulu tapi aku yakin aku benar-benar menyayangimu. Mulai saat ini aku akan melindungimu."

Terluka? Perbuatan appa? Apa yang sudah appa lakukan pada appa Jongin?

Dia begitu terkejut ketika sesuatu menempel di bagian bibirnya sesuatu yang lembut dan kenyal. Kyungsoo sedikit membuka matanya, ciuman. Jongin mencuri ciumannya ketika dia tertidur, dia bingung harus melakukan apa, apa dia harus berpura-pura tidur. Dia tadi terbangun karena merasa dinginnya malam mulai menyusup kedalam selimutnya yang hangat tapi waktu bangunnya rasanya tidak pas.

Jongin mencium Kyungsoo semakin dalam, awalnya dia hanya ingin memberi kecupan singkat pada bibir kissable Kyungsoo tapi entah mengapa dia terdorong untuk memperdalam ciumannya.

" Ngghh .." terdengar lenguhan entah dari mana, Jongin sempat terkejut darimana asal suara itu. Dia membuka matanya dan begitu terkejutnya dia irisnya bertemu dengan iris Kyungsoo.

Kyungsoo terbangun? Bodohnya dia mencuri ciuman dari seorang gadis yang sedang tidur. Sungguh namja yang pengecut. Kim Jongin pabbo!

Ingatkan Jongin untuk membenturkan kepalanya ke tembok.

Jongin menatap Kyungsoo, ciuman mereka sudah terlepas. Jongin hampir salah tingkah namun cepat-cepat dia kuasai dirinya, " Kau bangun Kyung?"

Kyungsoo menundukkan kepalanya, dia sama terkejutnya dengan Jongin kenapa dia mengeluarkan suara yang merusak sandiwaranya " Iya, aku cukup . ."

" Ah mian, aku menciummu ketika kau tertidur. Mianhae." Jongin memotong ucapan Kyungsoo, dia sudah merasa malu saat ini."

.

.

ICBI

.

.

Di resort semuanya tampak khawatir, mereka sibuk menghubungi sepasang kekasih yang belum kembali juga padahal jam sudah menunjukkan pukul 12 malam.

" Kemana mereka ini huh?" tanya Jongdae " Ponsel Kyungie tidak dapat dihubungi oppa." Ucap Xiumin " Jongin juga" tambah Sehun

" Ah, apa mereka tidak memberitahu kalian kemana mereka akan pergi?" Chanyeol bertanya pada para yeoja. Mereka mengelengkan kepala " Anni oppa, Kyungie hanya mengatakan dia akan pergi makan malam bersama Jongin." Baekhyun menjelaskan.

" Lantas bagaimana ini oppa, aku takut terjadi apa-apa pada Kyungie. ." Luhan tampak khawatir, Sehun yang melihat kekasihnya sepertinya segera memeluknya dan menenangkannya " Tenang saja Hannie, Kyungsoo pasti baik-baik saja. Jongin namja yang kuat lagipula dia pandai Taekwondo."

" Tapi ini di Negara orang Hunnie, mereka tidak tahu kondisi disini." Protes Luhan " Benar Hun, aku juga ikut khawatir sesuatu terjadi pada mereka." Tambah Chen.

" Yeoboseo?! YA KIM JONGIN DIMANA KAU? KENAPA PONSELMU SUSAH SEKALI DIHUBUNGI HAH?!" mereka semua menoleh pada Chanyeol yang tengah berteriak di telepon.

" Kami baik-baik saja hyung, mungkin aku kembali besok. Batreku habis hyung, mianhae kalian ti. . tut tut tut"

" YA! KIM JONGIN! HALLO JONGIN! JONGIN!" Chanyeol menatap layar ponselnya " Aishh, sambungannya terputus."

.

.

ICBI

.

.

To Be Continue

Maaf gak bales reviews, terimakasih dukungan dan doanya ^^

Terimakasih reviewers, readers, and silence readers.

Salam hug and Kiss

Kisaragi ^^

Mind to Reviews?