PERINGATAN!
BAGI READERS DIBAWAH 17 TAHUN, JIKA MENEMUKAN ADEGAN KISSING HARAP DILEWATI SAJA.
BAGI READERS DIBAWAH 21 TAHUN, JIKA MENEMUKAN ADEGAN MELEBIHI KISSING DAN MENJURUS KE HAL YANG HIL HARAP SEGERA MELEWATINYA SAJA.
BAGI READERS YANG BANDEL TETEP KEKEH MAU BACA AJA PADAHAL UDAH DI INGETIN, TANGGUNG SENDIRI AKIBATNYA! -_-
.
Biar aman, Rate : T to M
.
.
Balasan Review
Aqila K : Iya, niat awalnya dia ingin memutuskan hubungan dengan Kyungsoo sebelum kembali ke seoul. Eh tapi malah ketemu Boa, jadi dia tahu kisahnya Kyungsoo itu seperti apa. Kan kasihan kalo Kaisoo kalo gak sama-sama tahu penderitaan masing-masing.
Rossadilla 17 : iya dia ketemu lagi sama eommanya meski Cuma sebentar, disini eommanya gak tahu si kalo kyungsoo denger apa yag dia omongin pas berantem sama kangta. Jadi begitu pasang wajah innocent ya meski sebentar disini eommanya berperan banget ya? Huhu
JonginDo : wkwk ini udah update kok, syukurlah kalo makin keren aja –kaya si abang Jongin yang makin keren aja -_-
Brigitta bukan brigittiw : wkwk, mundur teratur? Gak tau gimana nih reaksi Kyungsoo kalo tahu kangta jahat sama siwon, gak tega sebenernya tapi mau gimana saya pinginnya mereka berpisah wkwk -evil banget authornya wkwk
: iyaa ini udah update kok, wowowo gomawo hehe
Cicifu : iya aku repostnya sama TT sudah aku benahi kok xD
Guest : wkkw udah baca lanjutannya kan? Wah, pokoknya selamat menikmati aja deh xD
Guest 2 : Iya jongin si kayanya bukan tipe pemarah tapi pendendam wkwk buktinya mau balas dendam tapi tenang dia sudah memantapkan hatinya untuk Kyungsoo kok xD
Meca : iya barusan aku datang dari Surabaya tadi jam 19.40 dan ini special buat para readers dan reviewers sekalian. Selamat menikmati xD
Lady soojong : aku balas disini, hoho memang pendek tapi aku kasih part II nya gak lama setelahnya kan? Okeoke selamat menikmati lanjutan kisahnya. Ini aku buat special untuk kalian yang menunggu cerita ini.
Zoldyk : Hehe setujupokoknya Kaisoo ^^
Humaira9394 : Jongin belum yakin sama perasaannya biasa anak masih labil si Jongin jadi galau deh, hayo dibaca lagi coba.. nanti bisa tahu ayah Jongin di apain sama ayah Kyungsoo.
Guest 3 : Haha, gimana gimananya baca aja langsung chapter dibawah ini xD
Wyda88 : cemburu? Wkwk gimana ya? Liat aja nanti gimana adegannya jadinya xD
^^ Happy Reading ^^
Special untuk kalian setelah aku datang dari Surabaya tadi jam 19.40, soalnya aku udah lama disana dan meninggalkan segala aktivitas menulis FF. Maaf kalo pendek, gaje dan kurang puas. wkwk
Chapter 11 Part II
Seorang gadis sedang duduk dikamarnya memandang sebuah foto berbingkai. Di dalam foto itu terlihat seorang namja memeluk seorang gadis dari belakang disebuah pantai, begitu posesif dan mereka terlihat sangat bahagia. Sudah 4 tahun berlalu sejak foto itu diambil.
Gadis itu menangis tersedu mengingat segalanya, kisah kasihnya bersama sang namja. Namja didalam foto itu sungguh berkharisma, rambut hitam yang menawan, senyuman yang mempesona para yeoja, dan kulit tan yang terlihat sexy. Kim Jongin. Itulah nama namja yang sedang memeluka seorang gadis di pantai.
Gadis itu –Do Kyungsoo kembali mengusap-usap foto wajah Jongin. Dia sudah lama berpisah dengan Jongin tapi entah mengapa lukanya masih begitu terasa seakan baru kemarin luka itu tertoreh dihatinya.
Tepat 2 bulan setelah perayaan Setahun hari jadi mereka, Kyungsoo mengetahui segalanya. Kenyataan bahwa appanya dulu telah merebut perusahaan milik appa Jongin dan secara kebetulan saat itu juga Jongin menerima beasiswa untuk melanjutkan studinya di Amerika.
Saat itu, Kyungsoo mengerti apa yang akan Jongin katakan ketika mereka berdua berada dipantai. Dia juga menyayangi Jongin tapi perasaan bersalah selalu menghantuinya.
Ketika Jongin melanjutkan studinya di Amerika, Kyungsoo menggunakan kesempatan itu untuk menjauh dari Jongin secara perlahan. Hingga akhirnya Kyungsoo memutuskan untuk berpisah dengan Jongin dengan alasan tidak sanggup menjalani long distance relationship -LDR.
Setelah Kyungsoo menyelesaikan urusannya dengan Jongin, dia memutuskan untuk keluar dari rumah dan hidup mandiri –Memisahkan diri. Appanya yang sibuk tidak begitu mempermasalahkan jika Kyungsoo ingin hidup mandiri disebuah apartemen.
Tanpa terasa waktu berjalan begitu cepat, sudah 4 tahun mereka berpisah. Kini Kyungsoo sudah bekerja di perusahaan milik keluarganya Do Corp. Dia memang disiapkan untuk menjadi penerus perusahaan yang dicuri appanya dari appa Jongin.
Kangta belum mengetahui bahwa Kyungsoo tahu bagaimana dirinya membangun Do Corp. Sungguh memilukan dia bisa terjebak dalam konflik yang sungguh pelik.
Flashback On
" Oppa, ayolah berkencanlah denganku. Ne?" rayu seorang gadis pada namja di depanya.
Sang namja menolak dengan halus " Aku tidak mau, aku sibuk."
Gadis itu mempoutkan bibirnya " Ayolah oppa, kenapa kau selalu mengacuhkanku? OPPA!" gadis itu berteriak pada namja yang masih sibuk dengan dokumen-dokumennya di tangannya.
" Boa-shi, kau tau bukan aku sudah memiliki tunangan. Kau tak perlu berusaha keras untuk mendekatiku. Minggu depan aku akan menikah" Ucap namja itu lantang pada si gadis.
" Oppa. . " panggil gadis bernama Boa itu " Aku mencintaimu oppa, kau tahu bukan aku benar-benar mencintaimu." Rengeknya.
" Mianhae Boa, aku tidak bisa menerimamu. Aku benar-benar mencintai tunanganku bahkan aku tak bisa hidup tanpanya. Aku yakin kau akan menemukan namja yang lebih baik dariku." Ucap namja itu tenang
" Oppa, jebal terima aku oppa . .terima aku . .kumohon oppa, aku bersedia menjadi selirmu sekalipun. Aku bersedia kau jadikan apapun asal aku tetap di sisimu. . oppa!" Boa berlutut dihadapan namja itu.
Dia tidak memperdulikan harga dirinya akan jatuh atau reputasinya akan hancur sekalipun, dia tak peduli. Dia hanya menginginkan namja dihadapannya itu menjadi miliknya, meski dia tidak bisa memiliki namja itu untuk dirinya seorang.
Namja itu mendekati Boa yang sedang berlutut, memegang kedua pundak gadis yang tengah terisak dalam tangisnya.
" Mianhae Boa, kau harus merelakanku. Di luar sana banyak namja yang mencintaimu daripada aku yang hanya sunbaemu ini. Percayalah, kau akan mendapatkan kebahagiaanmu sendiri nanti. Lupakanlah aku dan carilah namja baik-baik yang benar-benar mencintaimu."
" Tapi oppa, aku tak bisa jika itu bukan kau oppa. . Aku hanya menginginkanmu Hiks . ." Cairan bening mulai membasahi pipi Boa.
Dengan air mata yang terus mengalir dan nafas yang terputus-putus dia berteriak sekencang-kencangnya " AKU HANYA MENGINGINKANMU SIWON OPPA."
Namja yang bernama Siwon itu tak memberikan respon atas teriakan Boa " Oppa, jebal terimalah aku. ." Siwon masih terdiam, seakan dia tahu 'percuma saja membujuk Boa yang keras kepala'.
Sudah cukup lama Boa menangis, sejak dirinya berteriak Siwon tak mengatakan apapun dia masih diam duduk dihadapannya. " Oppa. ." panggil Boa " Iya? Ap . ." kalimat Siwon terpotong.
" Apakah aku benar-benar tidak bisa memilikimu?" tanya Boa, dia tidak ingin mendengar perkataan atau ceramah Siwon yang panjang lebar. Hari ini dia hanya butuh kepastian dari namja itu, sudah lama dia memendam rasa pada sunbaenya itu.
Siwon mengelengkan kepalanya, "Sekali lagi mianhae Boa-ah, aku benar-benar tidak bisa bersamamu."
Mendengar jawaban dari Siwon, dia segera bangkit dari posisi bersimpuhnya lalu berdiri menatap Siwon. " Geurae oppa, aku menerima jawabanmu. Gomawo oppa, aku senang kau baik padaku."
Boa meninggalkan apartement Siwon, setelah keluar dari apartement itu dia berjanji dalam hatinya untuk menghancurkan Siwon bagaimana pun caranya. Dia tidak terima penolakan dari sunbaenya itu. Dia berubah membenci Siwon sangat membenci namja itu meski dulunya dia mencintai dan menginginkan namja itu.
Boa mulai mendekati teman dekat Siwon, mereka sama-sama merintis perusahaan otomotif itu bersama. Do Kangta. Namja itulah yang sedang Boa dekati untuk membantu rencananya, tapi tanpa Boa sangka namja itu malah benar-benar mencintainya dan perkiraannya jauh meleset. Dia tidak berpikir akan menikah dengan Kangta bahkan memiliki anak dengan Kangta itu bukanlah idenya. Dia hanya ingin menghancurkan Kim Siwon, itulah rencananya tapi dia harus terjebak dalam masalah dengan Kangta dan keluarganya.
Setelah cukup lama disibukkan dengan keluarga barunya dengan Kangta. Boa mulai mengacaukan kehidupan Siwon namun sayang rencananya selalu gagal. Hingga akhirnya dia memiliki sebuah ide yang gila, dia ingin mencelakai Siwon namun hal itu malah membuat namja itu meninggal dunia karena kecelakaan yang tidak disengaja. Padahal saat itu kondisi perusahaan Siwon sedang dalam keadaan kritis.
Semenjak menikah Kangta sudah tidak lagi bekerjasama dengan Siwon di satu perusahaan. Dia sudah memiliki perusahaannya sendiri. Kangta mengetahui bahwa perusahaan Siwon sedang kritis dan Siwon sepakat jika perusahaannya sudah benar-benar kritis dia akan menjual perusahaan itu pada Kangta tapi Kangta menolak, dia menawarkan pinjaman tanpa syarat dan Siwon menyetujuinya.
Namun sayangnya takdir berkata lain saat Siwon pulang dari pembicaraan mengenai pinjamannya dia mengalami kecelakaan yang merenggut nyawanya. Siwon tak sempat memberitahu apapun mengenai keluarganya. Dalam batas kesadarannya dia mencoba untuk menghubungi keluarganya dan Kangta namun nihil.
Setelah meninggalnya Siwon secara otomatis perusahaan itu menjadi milik Kangta, karena Siwon berjanji jika dia tidak mampu membayar hutangnya maka perusahaannya akan dijual kepada Kangta.
Secara kebetulan saat Siwon meninggal Kangta sedang berada di China mengurus cabang baru perusahaannya selama 6 bulan tanpa kembali ke Korea. Begitu dia kembali ke Korea dia begitu terkejut jika Siwon memberinya surat dan mengatakan dia tidak mampu melunasi hutang perusahaannya sehingga perusahaannya kini menjadi milik Kangta.
Selama Kangta tidak berada di Korea, perusahaan peninggalan Siwon di urus oleh istrinya, Kwon Boa. Istrinya itu menutupi kenyataan bahwa istri dan anak Siwon tidak mampu melunasi hutang perusahaan.
Saat Kangta bertanya dimana mereka tinggal, saat itu Boa hanya mengatakan tidak mengetahui keberadaan mereka setelah kepindahan mereka dan sialnya Kangta mempercayai hal itu.
Kangta sempat mencari kembali keluarga Siwon setelah perpisahannya dengan Boa, namun sayang hasilnya nihil dia tidak tahu wajah bahkan nama dari istri temannya itu. Boa begitu sempurna menutupinya.
.
.
ICBI
.
.
Setelah mendengar ucapan Jongin dipantai, Kyungsoo mencoba mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi namun sayang dia tidak menemukan apapun. Hingga suatu hari Tuhan menuntunnya untuk mendengar sebuah perbincangan yang dilakukan oleh sahabatnya.
Saat itu Luhan dan Sehun sedang membicarakan siapa appa Kyungsoo sebenarnya. Sehun menceritakan segala masa lalu yang didengarnya dari appanya.
Kyungsoo terkejut bukan kepalang mendengar cerita Sehun. Dia tidak tahu jika appanya sejahat itu, yang dia tahu selama ini hanyalah kebaikan appanya. Dia tidak tahu jika appanya juga bisa melakukan hal sekejam itu.
Pada akhirnya rasa bersalah terus menghantui Kyungsoo, dia sempat berpikir untuk menanyakan pada Jongin, Apa yang dia ketahui mengenai appanya. Akan tetapi setiap Kyungsoo mencoba untuk menanyakan segalanya pada Jongin, lidahnya kelu tidak dapat mengatakan sepatah katapun. Dia tidak tahu harus bersikap seperti apa pada Jongin.
Saat kebingungan mulai melandanya, dia mendengar kabar Jongin mendapat beasiswa untuk melanjutkan studinya di Amerika. Melihat itu bisa menjadi sebuah kesempatan untuknya berpisah dari Jongin, sengaja dia tidak melarang Jongin untuk melanjutkan studinya di negeri paman Sam itu.
Butuh waktu lama untuk Kyungsoo berpisah dari Jongin 2 tahun 3 bulan (nyadar gak? Ini waktu yang TVXQ (Homin) habiskan selama hiatus setelah kejadian yang memisahkan mereka berlima TT sedih ingetnya, because YunJae is My inspiration for all of my FF) menjalani LDR cukup bagi Kyungsoo untuk sebuah alasan berpisah dengan Jongin. Namja itu sempat menolak dan beberapa kali membujuk Kyungsoo tapi hasilnya nihil, Jongin tidak bisa berbuat apa-apa melihat kegigihan Kyungsoo untuk berpisah dengannya.
Meski dia masih menyukai Kyungsoo tapi dia tidak bisa memaksa jika Kyungsoo sudah tidak mencintainya lagi. Sakit. Itu yang Jongin rasakan begitu pula Kyungsoo. Mereka saling mencintai tapi kenapa takdir begitu kejam pada mereka.
Setelah Kyungsoo berpisah dengan Jongin dia mengetahui segalanya dari appanya. Kyungsoo sempat bertanya pada appanya, apakah appanya pernah memiliki teman bernama Kim Siwon dan appanya mulai menceritakan segalanya kisah mengenai dirinya, eommanya, dan Siwon.
Terlambat, begitu pikir Kyungsoo. Sudah terlambat untuk menjelaskan segalanya pada Jongin, dia sudah berpisah dengan namja tan itu.
Akhir cerita yang begitu memilukan, mereka tak sempat berbicara satu sama lain.
.
.
ICBI
.
.
Ting tong. . ting tong
" Sebentar. . siapa yang bertamu jam 9 malam?"
Klik –intercom tersambung
" Nuguya?"
" I'm come back . ." jawab seseorang di luar sana " Omona. ."
Klik pintu terbuka
" Eommaaaa. . " Seorang namja berhambur memeluk yeoja paruh baya yang berada tak jauh dari pintu " Jonginnie, umma benar-benar merindukanmu. . hiks TT" Jaejoong meneteskan air mata, pasalnya dia begitu terkejut dengan kehadiran putra angkatnya yang mendadak.
" Umma. . Uljima. ."
" YA! KIM JONGIN kenapa kau baru pulang huh! Kau sudah lupa dengan keluarga ini hah!" Sehun memaki-maki saudara angkatnya itu, sejak Jongin memutuskan untuk melanjutkan studinya ke Amerika, belum pernah sekalipun dia pulang ke Korea meski liburan sekalipun.
" Kau ini, bukankah aku sudah bilang. Aku akan pulang ketika studiku sudah selesai. Pabbo!"
" Sudah. .sudah kalian tidak boleh ribut. Hunnie, Jonginnie baru saja tiba, kau jangan menganggunya." Potong Jaejoong sebelum keributan yang mereka buat menjadi besar.
" Baiklah umma, aku akan menuruti permintaanmu. ." jawab Sehun pasrah
" Kajja Jonginnie, umma akan memanaskan makan malam untukmu. Umma ingin mendengar semua ceritamu secara langsung tidak lewat telpon seperti biasanya. .ne?" Jaejoong menggandeng lengan Jongin.
Jongin menahan langkah Jaejoong saat wanita itu akan membawanya kedalam " Sebentar umma, aku akan memasukkan barang-barangku kedalam kamar, aku juga ingin mandi umma. .rasanya sungguh tidak nyaman. .bolehkan umma?" tanya Jongin
" Geure geure, kau benar. . baiklah umma akan menyiapkan makan malammu. . Hunnie, bantu Jongin bawa barang-barangnya ne." Jaejoong memberi titah pada Sehun " Ne umma."
Jongin benar-benar merindukan masakan Jae umma, rasanya yang tidak pernah dia temukan selama tinggal di Amerika. Jaejoong dan Sehun ikut menemani Jongin yang sedang menikmati makan malamnya dengan khusyuk.
Jaejoong menyeduh tehnya, " Jadi kau sudah menyelesaikan segala urusanmu di Amerika nak?" tanya Jaejoong. " fhudah ummha (sudah umma). ." jawabnya, mulutnya penuh makanan, menyusahkannya untuk berbicara. " Jongin telan dulu makananmu baru bicara." Jaejoong mengingatkan.
Jongin menelan makanannya kasar " Sudah umma, minggu depan wisudaku baru diadakan maka dari itu aku pulang untuk memberi kabar pada kalian semua." Jawab Jongin lancar
" Lantas kau menerima tawaran pekerjaan di perusahaan itu?" tanya Sehun hati-hati " tawaran pekerjaan?" potong Jaejoong " Kenapa umma tidak tahu kau mendapat tawaran pekerjaan Jonginnie?"
" Ah, umma itu hanya tawaran pekerjaan biasa, tenang saja aku tak mengambil tawaran itu umma."
Geure Wolf naega wolf auuuuu. . . . Saranghaeyo
" Ah, changkaman Jonginnie appa menelpon. . Yeoboseo chagi?"
" . . . ."
" Iya yeobo, kau sungguh tak percaya?
END
.
.
.
.
Maksudnya FLASHBACKnya yang END, hehe
.
.
ICBI
.
.
Gimana chapter 11 part II? Apakah seru?Terlalu pendek?
Chapter depan mereka sudah dewasa lhoo xD mereka bakal ketemu gak ya? Kan beda tuh rasanya ketika mereka ketemu pas udah dewasa, apakah chapter depan akan ada sesuatu yang terjadi pada Kaisoo? Perlukah merubah rate ff ini jadi M? banyak sekali pertanyaan dari author -_-
Oke see you next year, wkwk
becanda yang pasti author baru balik dari Surabaya dan disana gak sempet sama sekali nulis FF.
Mianhae kalo isi FF nya semakin gaje dan pendek
Salam Hug and Kiss
-Kisaragi-
Mind To Reviews?
