PERINGATAN!
BAGI READERS DIBAWAH 18 TAHUN, JIKA MENEMUKAN ADEGAN KISSING HARAP DILEWATI SAJA.
BAGI READERS DIBAWAH 21 TAHUN, JIKA MENEMUKAN ADEGAN MELEBIHI KISSING DAN MENJURUS KE HAL YANG INTIM HARAP SEGERA MELEWATINYA SAJA.
BAGI READERS YANG BANDEL TETEP KEKEH MAU BACA PADAHAL MASIH DIBAWAH UMUR, TOLONG JANGAN ABAIKAN PERINGATAN SAYA!
READERS DIBAWAH UMUR SEBAIKNYA MENCARI FF DENGAN RATE-AMAN!
.
Rate : T
.
.
Mian lama menghilang. Sedikit curhat, sebenernya perasaan author sama pairing kaiso itu udah –ralat- hampir hilang karena sesuatu. Jadi mian buat ceritanya yang makin gaje atau kesannya dipaksain. Thanks
^^ Happy Reading ^^
Chapter 13
"Okay aku langsung saja. Apa kau tahu masalah appamu dan appaku di masa lalu?"
Pertanyaan Jongin bagaikan petir yang menyambar Kyungsoo, tanpa persiapan apapun tanpa peduli bagaimana kondisi Kyungsoo sekarang, petir itu menyambarnya begitu saja.
Kyungsoo mencoba untuk menenangkan dirinya, mungkin hal itu hanya berhasil beberapa persen tapi setidaknya dia harus menutupi kenyataan bahwa dia mengetahui kejadiaan di masa lalu.
"Apa Maksudmu Jongin?" Dia berpura-pura untuk tegar.
"Aaah! Kau rupanya tahu." Jongin menatap Kyungsoo lekat-lekat
Kyungsoo mengerjapkan matanya "Apa maksud ucapanmu?"
"Lihat sayang, kau berkata seolah tidak mengerti apa yang aku bicarakan tapi matamu menggambarkan bahwa kau tahu segalanya dan entah darimana kau bisa mengetahui hal itu tanpa mengatakannya padaku dimasa lalu." Ucap Jongin lantang dan tegas, cukup lama dia memendam segalanya, cukup lama dia menjadi seorang Jongin yang pendiam dan baik hati.
Ya, Jongin selalu bersikap baik dan mencoba mendahalukan perasaan Kyungsoo. Dia selalu bersikap lembut pada Kyungsoo, berusaha mengalah diatas semua kegundahan hati ketika mengetahui bahwa ayah kekasihnya adalah pelaku utama hancurnya keluarganya.
Keluarga satu-satunya yang begitu dia rindukan, dia ingin bersikap manis pada Kyungsoo tapi tidak sekarang, saat ini dia harus tegas jika ingin semua kesalahpahaman ini menjadi jelas.
Kyungsoo semakin gugup, jantungnya berdetak lebih cepat. Dia bagaikan tikus yang terpojok di sudut ruangan dan Jongin adalah seekor kucing yang akan memangsanya dengan lahap.
"Aku tidak tahu apa arti kata-katamu, Jongin."
"Sudahlah, aku bertemu ibumu di Amerika dan dia menceritakan segalanya padaku." Jongin tidak tahu apa yang ingin dikatakan Kyungsoo, tapi dia memang sengaja melakukan hal itu pada Kyungsoo.
Ya, SENGAJA. Bukan dia sengaja melakukan ini pada Kyungsoo karena balas dendam. Demi celana dalam DO EXO yang dicuri sasaeng, Jongin masih mencintai mantan kekasihnya itu tidak hanya mencintai bahkan sangat mencintai, sangat dan sangat sampai rasanya tidak bisa bernafas ketika dia harus mengakhiri hubungannya dengan Kyungsoo.
"Kau, bertemu ummaku?" Kyungsoo terkejut bagaimana bisa Jongin mengenal ibunya.
Bahkan saat ini Kyungsoo lupa Jongin pernah bertemu ummanya saat mereka liburan ke Hawaii. Disamping itu mereka sama-sama tinggal di Amerika, tentu kemungkinan untuk bertemu dan saling mencari informasi itu bisa saja terjadi. Pabbo!
"Entah kenyataan yang seperti apa yang kau ketahui. Aku mulai curiga saat kau memutuskan untuk mengakhiri hubungan kita dengan alasanmu yang menyebalkan itu Kyung, jadi tidak ada salahnya aku menjalin hubungan baik dengan calon ibu mertuaku bukan?" Jongin mengatakan semuanya dengan begitu saja tanpa memikirkan bagaimana perasaan Kyungsoo saat ini. Tentu saja rencananya harus berjalan dengan baik.
"Tunggu! Kenyataan apa Jongin, aku tak tahu kemana arah pembicaraan kita." Kyunngsoo mencoba untuk mengelak. Dia lelah jika harus berdebat dengan Jongin di hari pertama mereka bertemu.
"Aku tetap akan mengatakan apa yang ingin aku katakan, aku tidak peduli bagaimana kondisimu saat ini."
Kyungsoo mulai geram dengan tingkah Jongin, hampir saja dia melemparkan pukulan ke kepala namja menyebalkan itu tapi dia urungkan meski tidak ada jarum dan selang ditangannya. Dia hanya pingsan karena shock tapi Jongin malah membuatnya dirawat inap dirumah sakit ini.
"Teserah kau saja, aku tak peduli. Lebih cepat kau bicara akan lebih cepat untukku pulang."
"Okay baby, dengarkan baik-baik dan jawab pertanyaanku dengan jujur jika aku bertanya. Setuju?" Jongin mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Kyungsoo.
Kyungsoo balas mengulurkan tangannya, mereka berjabat tangan –cukup lama. Ketika Kyungsoo akan melepaskan tangannya, Jongin menarik tangannya dalam sekali tarikan.
Cup
"Kecupan di awal cerita sayang." Kyungsoo menatap Jongin tajam "Apa-apaan kau ini!"
"Kau ingin ciumanku lagi?" jawab Jongin enteng.
"CIh! Dalam mimpimu!"
Jongin tertawa, "Baiklah awal yang baik. Kita masuk ke intinya saja oke sayang?"
"Kau ini sebenarnya ingin merayuku atau bercerita?" ucap Kyungsoo sebal, kedua tangannya sudah dilipat di depan dada.
Jongin tersenyum "Aku tidak suka suasana tegang Kyung, aku hanya ingin bercerita padamu dengan caraku sendiri."
'Cih! Caramu sendiri? Dengan merayuku? Sejak kapan kau menjadi parayu ulung? Apakah di Amerika kau selalu merayu wanita-wanita pirang? Menjijikkan!' umpat Kyungsoo dalam hati.
Melihat Kyungsoo tidak memberikan tanggapan apapun akhirnya Jongin angkat bicara.
"Ku anggap diammu sebagai tanda setuju. Ah satu hal, jangan berpikiran negative tentangku, aku tidak memiliki waktu untuk merayu wanita-wanita pirang, Kyung."
'OMO! Dia tahu yang aku pikirkan? Oh! Apalagi ini? Apakah dia memiliki kekuatan supranatural?'
Jongin tertawa "Kau pikir aku manusia supranatural yang bisa membaca pikiran orang? Kau terlalu memperlihatkan apa yang ada di pikiranmu, sudah kukatakan bukan? Mata doemu mengatakan segalanya."
"Bohong! Mana mungkin kau bisa membaca apa yang ku pikirkan melalui mataku." Kyungsoo melayangkan protesnya.
Jongin terkekeh "Aku mempelajarinya Kyung. Sudahlah, kau ingin kita melanjutkan perdebatan ini atau mendengarkan ceritaku mengenai orangtua kita dimasa lalu?"
Kyungsoo mendengus sebal "aku pilih yang kedua."
"Baiklah, aku mulai ceritanya .." Jongin menarik nafas kemudian dia mulai berkata lagi "Di Amerika aku bertemu ibumu….."
Jongin menceritakan segalanya, segala yang terjadi di antara appa kita di masa lalu. Semua fakta yang yang diketahuinya dari umma Kyungsoo. Jongin memiliki kecurigaan ketika dia mendengar bahwa appa Kyungsoo merebut perusahaan appanya.
Seingat Jongin pada suatu malam dia pernah melihat appanya pernah mengeluhkan masalah perusahaannya yang terancam bangkrut pada eommanya.
Tinggal di Amerika merupakan kesempatan baginya untuk mencari kejelasan dari kisah orang tuanya di masa lalu, karena Jongin tahu umma Kyungsoo mengenal appanya.
Tidak mudah untuk mendapatkan informasi dari umma Kyungsoo, apalagi kejadian itu sudah terjadi bertahun-tahun yang lalu. Jongin berusaha sangat keras untuk mendapatkan cerita langsung dari seorang Kwon BoA.
Jongin sempat memberikan ancaman yang cukup mengerikan pada BoA hanya demi sebuah fakta di masa lalu.
"Sekarang aku bertanya padamu apa kau mengetahui kejadiaan itu?."
Kyungsoo tampak pucat, dia memang mengetahui kejadiaan itu tapi dia sempat mendengar sebuah kabar bahwa semua kejadiaan yang terjadi di masa lalu adalah perbuatan ibunya. Kwon BoA
"Entahlah, aku hanya tahu bahwa appaku mencuri perusahaan appamu." Jawab Kyungsoo tenang, lebih tepatnya dia mencoba untuk tenang.
Kyungsoo tidak ingin terlihat lemah di hadapan Jongin, dia sudah bertekad ingin melupakan Jongin dan memulai kehidupannya yang baru. Tidak mudah untuk melupakan cinta pertamanya itu.
Ada sebuah pepatah mengatakan, meski kau telah bertahun-tahun tidak bertemu dan berkomunikasi dengan cinta pertamamu tapi setelah sekian lamanya kalian bertemu kembali, pasti debaran-debaran itu akan muncul kembali.
Mungkin benar apa yang di katakan pepatah itu, meski Kyungsoo sudah berpisah dengan Jongin selama 2 tahun. Tetapi saat hari ini dia bertemu dengan Jongin debaran di hatinya tiba-tiba muncul bahkan membuatnya pingsan.
"Kau tahu fakta dibalik semua itu?" ucap Jongin mantap "Fakta?" sahut Kyungsoo "Fakta apa Jongin?"
Kyungsoo menggantungkan kalimatnya, lantas melanjutkannya kembali "Eo-Eomma yang. . melakukan itu semua. .benar Jongie?" Kyungsoo memegang tangan Jongin, meminta Jongin agar segera memberikan jawaban.
Jongin mengangguk, "Benar, eommamu sudah mengakuinya pa.. ."
"OMO! Eomma? Eomma yang melakukannya? Atas dasar apa eomma melakukan itu semua? Tidak, tidak! Itu semua pasti salah Jongin, tidak mungkin eomma begitu." Ucap Kyungsoo tak percaya.
Terlalu mengejutkan, dia tahu eommanya adalah orang yang jahat. Dia tega meninggalkannya dan berkata pada appanya bahwa dia hanya memanfaatkan appanya. Bukankah jelas dia adalah orang jahat. Tetapi menggunakan nama suaminya untuk merebut perusahaan orang lain? Apa untungnya untuk eommanya?
Banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang mengelilingi kepala Kyungsoo. Dia tak tahu apa yang sebenarnya terjadi diantara orang tuanya dan Jongin.
Apakah mereka memang bermusuhan sejak lama? Tetapi kenapa appanya tidak mengenali Jongin, tentu berita tentang musuh akan selalu dicari tahu. Jadi apa yang sebenarnya terjadi?
"Tenanglah sayang, aku akan menceritakan segalanya padamu. Menceritakan setiap detail yang kudengar dan kubaca. Apakah kau sanggup mendengar ceritaku sekarang, sayang?"
Jongin menceritakannya semuanya, semua fakta yang terjadi. Dia tidak ingin ada kesalahan pahaman lagi, cukup baginya kehilangan kedua orangtuanya karena kematian yang tidak dapat dielakkan. Dia tidak ingin kehilangan gadis bermata doe yang sudah mengisi hatinya yang terdalam, gadis yang sedikit bisa mengobati lukanya meski jalan mereka lalui untuknya tidak semudah yang dia pikirkan.
Kyungsoo tak dapat membendung air matanya lagi, cairan bening itu lolos begitu saja tanpa aba-aba. Dia tidak dapat berkata apa-apa, suaranya tercekat ditenggorokan. Tubuhnya juga gemetar menahan kepedihan yang mendalam mendengar penjelasan Jongin.
Jongin yang melihat keadaan Kyunngsoo memeluknya tanpa malu-malu lagi, tangannya membelai rambut Kyungsoo yang lembut. Dia mencoba untuk menenangkan gadis kecil yang membutuhkan perlindungannya itu.
"Mi. . .anhae. ." isak Kyungsoo "Ssstt, tenanglah sayang. ." Jongin masih membelai Kyungsoo, memberikan sentuhan hangat bagi gadis dipelukannya agar lebih tenang. MODUS!
"Menangislah jika itu membuatmu lebih baik. ." Ucapnya lagi.
Bukannya berhenti, tangis Kyungsoo semakin pecah. "Menangislah sayang. ."
"Hik. . ikk. .Mian . .Mianhae Jongin. ." kepala Kyngsoo semakin tertunduk dalam di dada namja tan itu, air mata sudah membasahi kemeja Jongin, kedua tangannya pun sudah mencengkram dengan erat kemeja dibagian dada.
Jongin sakit melihat Kyungsoo seperti itu, padahal Kyungsoo begitu juga karenanya. Kim pabbo!
Lama Kyungsoo terisak dalam tangisnya dia hampir lelah menangis dan rasa lelah itu segera mengantarnya ke alam mimpi, namun disela-sela rasa lelah dan kantuknya dia sempat menggumamkan sesuatu yang membuat Jongin terkejut.
"Mianhae . . .Sarang..hae Jongin. ."
.
.
ICBI
.
.
Matahari pagi menembus celah-celah tirai jendela yang sedikit terbuka tidak juga mengganggu dua anak manusia yang sedang tertidur pulas sambil berpelukan. Entah apa yang terjadi semalam sehingga mereka berdua tidur dalam posisi saling memeluk satu sama lain, si namja terlihat begitu merengkuh si yeoja dalam dekapan posesifnya dan si yeoja terlihat nyaman dan aman dalam dekapan hangat si namja.
Ckelerrk
Pintu kamar dengan nomor 1288 itu terbuka, menampilkan seorang perawat yang membawa note kecil ditangan kirinya sedangkan kotak kecil berisi obat pasien ditangannya yang lain.
"OMO!" perawat itu terlihat terkejut suaranya sedikit terdengar seperti sebuah teriakkan hingga beberapa detik kemudian salah satu anak manusia yang sedang tertidur itu terganggu dengan pekikan si perawat paruh baya.
"Ngghhh. . ." Jongin berusaha membuka matanya agar menyesuaikan dengan keadaan saat ini. Dia mengucek matanya dan beberapa kali menguap dengan nyamannya tanpa tahu seorang perawat melihat adegan bangun tidurnya itu yang sedikit menggoda namun sayangnya perawat sudah berumur itu tidak tergoda.
"Ehem. ." perawat berumur itu dengan sengaja menarik Jongin dari zona nyamannya setelah bangun tidur. Jongin sedikit terkejut kemudian menoleh kea rah pintu dan menemukan seorang wanita atau lebih tepatnya perawat yang tidak bisa dibilang muda.
Sebelum Jongin mengeluarkan suaranya, "Maaf telah menganggu waktu istirahat anda tuan, saya hanya ingin mengantarkan obat untuk Nona Do dan memberi kabar pada nona Do jika hari ini dia bisa pulang kerumah setelah mengurus segala administrasi rumah sakit."
"Ah. .ne terimakasih. ." ucap Jongin "ne tuan, obatnya saya letakkan disini. Saya permisi dulu."
Jongin melepaskan dirinya dari Kyungsoo (Gak kebalik noh bang?) Dia segera menuju kekamar mandi membersihkan wajahnya agar terlihat lebih segar. Ketika keluar dari kamar mandi Jongin menatap gadis yang semalam sempat mengatakan sesuatu yang membuat Jongin terkejut, namun sayang dia tak kuasa untuk meminta penjelasan si pelaku dan hari ini Jongin berniat untuk memastikannya langsung kepada gadis bermata doe yang sedang bermimpi indah dalam tidurya.
TBC
#dibakar readers
Pendek banget? Mian sengaja stop disini, wkwk
Hug and Kiss
Kisaragi ^^
Mind to Reviews?
