Battle Music!
.
A/N : aduh maaf kalo kelamaan oke deh langsung saja~
Disclaimer : all characters in this story aren't mine. Vocaloid, © Yamaha and crypton future media inc. ^^ but this story is originaly MINE! Don't you dare to copy this, okay? :) . . . HEY, I'M SERIOUS
.
Warning : OOC(maybe), some typo, bahasa sehari-hari, GJ, ini bakal panjang sepertinya?, dll~
.
Don't like? Don't read :)
.
Like? Review~ ;D
.
.
Chapter 2
.
.
"kontes? Lu ikut kontes apa?"
Rinto terdiam sebentar lalu,
"… kontes pencarian grup musik oleh perusahaan rekaman Yamaha itu."
'apa..? Rinto akan jadi lawan kami nanti?' pikir Rin.
"sampai ketemu disana… Rinnot." Rinto tersenyum licik dan yang pergi bersama yang lainnya.
Rin terdiam di tempatnya.
'tau darimana dia kalo gue juga bakal ikut?' pikir Rin.
"sialan! Apa banget tuh cewe! Ngaku-ngaku si Mikuo punya dia, Mikuo itu milik gue! Huh!" Miku membetulkan penampilannya yang kini sudah tak karuan.
"cih.. pergi lu sono, Rei! Yang jauh!" Lui masih kesal.
"kita.. kita harus nemuin satu personil lagi! Secepatnya!" ucap Rin.
"lu semangat amat. Kenapa?" tanya Miku yang masih sibuk benerin tatanan rambutnya.
"lawan kita itu salah satunya si Rinto! Rinto! Rinto! Rinto!" Rin sengaja mengulang supaya makin tegang.
"lalu?" tanya Miku yang masih sibuk sama rambutnya.
"lu gatau ya? Si Rinto itu jago banget soal musik! Apalagi kalo udah bareng Lenka, Rei sama Rui tadi. Kita bisa kalah kalo gini!"
"tenang aja Rin. Kita pasti bisa kalahin mereka! Kita bisa! Pasti!" Lui memberi semangat.
"iya! Gue ga mau kalah dari si Lenka nyebelin itu! Kita harus menang!" ucap Miku yang kini bersemangat.
"i-iya! Gue juga ga mau kalah dari si Rinto! Kita pasti menang!" Rin pun kini bersemangat.
"nah gitu dong! Kita kan kalo menang dari kontes ini, bisa jadi artis! Cie elah~! Pasti keren bangettt! Kita bakal jadi terkenal! Yeee~" Lui mulai berkhayal.
"haduh haduh khayalan mu itu nak.." Miku menggeleng-gelengkan kepalanya. Sementara Lui hanya cengengesan.
"kalo gitu tunggu apa lagi? Ayo!" Rin mulai berlari pergi. Tapi Miku menghentikannya.
"eh? Rin! Mau kemana?"
Rin berhenti dan membalikkan tubuhnya ke belakang dengan muka imutnya,
"hm? Ke Luka-senpai dong."
"langsung aja nih?" tanya Lui.
"ya, mau kapan lagi? Waktunya mepet loh. Cuma ada seminggu buat latihan. Jadi, kita harus mulai dari sekarang."
"S-SEMINGGU? !" Miku dan Lui kaget.
"iya, ayo!" merekapun pergi menuju rumah Luka.
Sesampainya di apartemen Luka-senpai~
"loh? Rin, Lui, Miku? Ada apa kesini? Tumben sekali. ayo silakan masuk dulu." Luka pun mempersilakan mereka untuk masuk. Merekapun masuk dan duduk di ruang tamu.
"hehe.. Luka-nee terlihat lebih cantik ya sekarang.." ucap Rin yang berniat untuk ngerayu.
"iya.. jadi lebih.. um.. tak bisa di deskripsikan dengan kata-kata! Pokoknya cantik beuud deh!" Lui ikut-ikutan.
Sementara Miku hanya terdiam.
'hello~ sekarang kalian yang mempermalukan ku di depan Luka-senpai.. saudara ku.' Pikir Miku.
"ehm.. to the point aja deh. Mik, kalo temen-temen mu udah ngerayu-rayu gini tuh pasti ada maunya deh. Bilang aja langsung." Ucap Luka yang sudah tau sifat mereka itu.
"hehe.. ya, begini Luka-nee, kita ini berniat untuk mengikuti kontes pencarian grup musik oleh perusahaan rekaman Yamaha itu. tapi sayang seribu sayang, aku ini lupa cara bermain drum, sedangkan Luka-nee kan jago bermain drum toh. Jadi.. ya… tau kan?" ucap Rin sambil memberi kode mata sedangkan Lui dan Miku memohon dengan puppy eyes nya.
'ah.. mereka ini.. ku bantu tidak ya? Miku kan saudara ku, jadi.. tak ada salahnya lah berbagi ilmu pada adik kelas ku. temannya si Miku ini.' Pikir Luka.
Baru saja saat Luka membuka mulutnya untuk mengatakan persetujuan, datanglah sesosok kakak kelas Rin, Miku, dan Lui yang seangkatan sama Luka-senpai ke dalam apartemennya Luka.
BRAK!
"G-Gakupo..senpai.."
Dia datang dengan menendang pintu itu. dan dengan polosnya dan muka bling-blingnya langsung memainkan gitarnya dan bernyanyi,
"ku nafas di jiwa mu~ kau pantai di lautku~ terpaut hati ini cinta yang suci~ niatku sampai matimu~ mencinta hanya dirimu~ haus jiwaku padamu ku cinta~" Gakupo memainkan gitarnya sambil menyanyikan lagu Anang Ashanti - jodohku.
Dia langsung berlutut dan memegang tangan Luka.
"jodohku~~ maunya ku dirimu~ hingga mati ku ingin bersamamu~ ini ikrarku~" Gakupo masih melanjutkan nyanyiannya dengan lebainya.
Sementara Rin, Lui, dan Miku sweatdrop and facepalm. Luka terlihat… um.. seperti yang gereget?
"jodohku~~ maunya ku dirimu~ satu cinta hingga ajal memisah~ aku dan kamu satu~ saling mencinta~" Gakupo pun menyelesaikan lagunya.
"Luka.. maukah kau tuk menjadi pilihanku~?" tanya Gakupo dengan nada dari salah satu lagu.
"aku.. AKU TAK MAU! PERGILAH KAUUU!" Luka dengan muka menyeramkan penuh amarahnya langsung melempar Gakupo keluar apartemennya.. dan menghilang dari pandangan mereka.
"ciee~" goda mereka pada Luka yang terlihat masih penuh amarah.
Luka menoleh pada mereka dengan aura dark nya. Rin, Lui, dan Miku langsung mengalihkan pandangannya sambil siul-siul pura-pura gatau apa-apa.
"oke, aku akan mengajari mu, Rin. Kalian akan ku ajari menjadi grup musik yang baik. Tapi.." Luka menggantungkan ucapannya.
"tapi..?" tanya mereka.
"tapi, dengan syarat. Kalian harus menjauhkan makhluk ungu tadi dari ku! MENGERTI?"
Miku, Rin, dan Lui hanya mengangguk karena takut dengan muka menyeramkan Luka.
"bagus kalau begitu. Latihan kita mulai besok. Kita akan berlatih setiap hari. Mengingat waktu yang tinggal seminggu lagi, kita harus giat berlatih, okay?"
"okay!"
Keesokan harinya~
Sepulang sekolah, Rin sedang tidur-tiduran di sofa sambil makan permen karet dan memainkan Nds nya. Tiba-tiba dia dikejutkan dengan bunyi bel rumahnya.
"geez.. siapa sih ganggu aja.." Rin dengan malasnya membukakan pintu rumahnya.
"hey, Rinnot." Sapa orang itu.
"Rinto? Ngapain ke sini?" tanya Rin dengan acuh tak acuhnya.
"ga apa-apa. Cuma mau nemenin lu aja. Lu sendirian kan di rumah?"
'tau darimana ni anak?' pikir Rin sambil menatap Rinto SEDIKIT tajam.
"haha.. lu pasti sekarang lagi mikir, gue tau darimana, kan? Ya iyalah gue tau. Orang ortu(ORang TUa) lu perginya sama ortu gue. Haha.."
"O pake H. terus ngapain lu nemenin gue disini? Peduli?"
"ga ada salahnya kan gue nemenin saudara gue sendiri?"
Rin hanya diam dan masuk ke dalam rumahnya, diikuti Rinto.
"hei Rinnot."
"gue Rin. Bukan Rinnot."
"iya iya, Cuma mau tanya aja, soal.. gimana latihan grup lu?"
"grup? Grup musik buat ntar ke Yamaha?"
"iya. Gimana tuh?"
"oke oke aja sih. Emang ngapain lu tanya-tanya."
"ya.. kan pengen tau doang. Katanya baru bertiga? Bukannya harus berempat ya?"
Rin terdiam.
'iya juga yah.. gue kan belom dapet satu orang lagi..' pikir Rin.
"hayoo~ gimana yaaa~?" tanya Rinto.
"diem ah lo. Urusan gue itu!"
"weleh weleh~ ngambek ni ye~" Rinto mencubit Rin.
"iih! Apaan sih pegang-pegang."
"ku hanya ingin tau~ tapi terjadi lagi~ eh, eh kok gitu sih~ loh kok marah~ jangan gitu sayang~ jangan gitu, sayang~" Rinto menyanyikan bagian dari sebuah lagu sambil mencubit pipi Rin.
"hello~ 'sayang'? sori ya, ga mau gue jadi 'sayang'nya lu." Rin menjulurkan lidahnya pada Rinto.
"ye~ gini-gini juga saudara lu ini keren tau~ masa' ga mau sih?" Rinto menjaili Rin.
"GA MAU! LU NYA PLAYBOY!"
"nyehehe~ kita taruhan deh. Kalau grup gue menang kontes tingkat sekolah ini, lu harus mau jadi salahsatu dari pacar-pacar gue." Tantang Rinto.
"hm.. menarik. Tapi kalo grup gue yang menang, lu harus putusin semua pacar-pacar lu dan janji ga bakal jadi playboy lagi! Gimana?" tantang Rin.
"oke! Deal?" Rinto mengulurkan tangannya mengajak Rin untuk bersalaman.
"super deal!" Rin menjabat tangan Rinto tanda setuju.
Hari-haripun berlalu, grup Rin, Rinto, dan yang lainnya berlatih keras untuk memenangkan kontes tingkat sekolah ini. Mungkin untuk grup Miku itu ekstra, sambil melaksanakan syarat yang di berikan Luka-senpai pada mereka, mereka pun berusaha membasmi hama Gakupo itu agar menjauh dari Luka, tapi tetap saja ga kapok-kapok dia. Tapi sampai hari kontes tingkat sekolah ini tiba, kelompok Miku, Rin, dan Lui masih kekurangan satu orang.
"kita masih kekurangan satu orang nih! Gimana nih, Rin!" tanya Miku dengan paniknya.
"ga tau gue juga."
"gimana nih, Lui!"
"ga tau gue juga."
"aaah!" Miku terlihat sangat panik.
"Mik, lu ga usah sekhawatir itu napa? Kita juga bisa kali kalo cuma bertiga. Kita minta si kepala sekolah buat sabar aja nunggu kita punya satu personil lagi." Rin berusaha menenangkan Miku.
Hingga kontes pun berlangsung. Kelompok lain memiliki 4 sampai 6 orang dalam grup nya. Mereka semua tampil dengan baik. Hingga akhirnya kelompok Rinto, Lenka, Rui, dan Rei.
"heheh. Miku, kita lihat saja siapa yang lebih baik. Mikuo pasti akan memilih ku yang jelas lebih jago dari mu." Ucap Lenka saat akan naik ke panggung.
"BERISIK! Gue ga lebih jelek dari lo!" Miku ngambek.
"Lui, aku akan memenangkan kontes tingkat sekolah ini dan mengambil Rin dari kelompok mu, hehe~" bisik Rei pada Lui.
"kalo bisa coba saja." Gumam Lui.
Sementara Rinto hanya memberi isyarat mata pada Rin. Rin yang mengerti maksudnya hanya tersenyum masam.
'heh.. kau pikir aku akan kalah dari mu dan menjadi salah satu dari pacar-pacar mu itu? haha! Impossible!' pikir Rin.
Kelompok Rinto, Lenka, Rei, dan Rui menampilkan penampilan yang terbaik daripada grup-grup yang sebelumnya. Hal ini tak membuat Miku, Rin, dan Lui takut kalah, melainkan semakin semangat.
Hingga tiba saat nya, kelompok Miku, Rin, dan Lui.
"ayo! Kita tunjukkan pada mereka hasil latihan kita selama ini!" ucap Miku.
"iya!" Rin dan Lui mengangguk semangat dan menuju panggung bersiap menunjukkan hasil mereka selama ini.
Setelah semua kelompok tampil, kepala sekolah pun membacakan grup-grup mana saja yang lolos tingkat sekolah ini.
"ya.. karena saya malas membacakan nama-nama grup yang lolos, jadi saya tempel saja nama-namanya di papan pengumuman sebelah sana, silakan dibaca sendiri." Ucap kepala sekolah itu.
"huuuu~ huuuu~!" penonton kecewa dan melempari kepala sekolah dengan kursi-kursi. *fiksi!
Sementara yang lainnya langsung mengecek nama-nama grup yang lolos ke tingkat selanjutnya.
"eh, aduh.. penuh sekali disana. Gue jadi males ngeliatnya." Ucap Rin.
"iya.. gue juga." Miku jadi malas karena ngeliat banyak orang yang lagi ngerumunin papan pengumuman.
Tiba-tiba Rinto datang sambil tersenyum.
"hehehe! Rinnot~ selamat ya~" ucap Rinto.
"eh? selamat? Maksud lo?" tanya Rin yang tak mengerti dengan ucapan saudaranya itu.
"ya.. selamat. Karena grup lu lolos dan akan bertanding melawan pemenang dari sekolah Utau." Ucap Rinto.
"eh! b-benarkah? Grup kita lolos? YEEEIII!" Miku loncat-loncat seneng.
"dasar lebay lu. Gue pasti yang bakal dapetin hati Mikuo. wlee~" Lenka menjulurkan lidahnya pada Miku.
"prett ah~" Miku mulai membuat suasana antar mereka memanas.
"hm.. berarti.. gue ga jadi pacar lu dong ya? Hahaha." Rin senang.
"ya, lu ga akan jadi pacar gue. Tapi, gua juga ga akan putusin pacar-pacar gue."
"hah? Kok gitu?"
"karena grup gue juga menang! Dan akan melawan grup yang menang di sekolah Loid."
"apa..?"
"ya. Nanti, yang menang akan langsung di daftarkan ke perusahaan rekaman Yamaha itu. jadi, sampai ketemu nanti di karantina Yamaha ya! Hahaha." Rinto pergi sambil melambaikan tangannya.
"aaaa! Tidaaaak!"
TBC~
