Battle Music!
.
Disclaimer : all characters in this story aren't mine. Vocaloid, © Yamaha and crypton future media inc. ^^ but this story is originaly MINE! Don't you dare to copy this, okay? :) . . . HEY, I'M SERIOUS
.
Warning : OOC(maybe), some typo, bahasa sehari-hari, GJ, ini bakal panjang sepertinya?, dll~
.
Don't like? Don't read :)
.
Like? Review~ ;D
.
.
Chapter 3
.
.
"hei, bagaimana tadi kontes nya? Sukses?" tanya Luka pada Miku, Rin, dan Lui yang baru saja datang ke apartemennya.
"sukses! Kita semua lanjut ke babak selanjutnya! Woohoo!" kelihatannya Lui sangat senang.
"bagus deh. Terus.. itu… kenapa?" tanya Luka heran sambil menunjuk Miku yang mukanya terlihat kesal dan Rin yang mukanya terlihat frustasi.
"oh. Itu… punya masalah masing-masing.."
"pokoknya kita harus berlatih lebih giat lagi!" ucap Miku dan Rin bersamaan dengan mata berapi-api. Terlihat sangat semangat.
"i-iya.. tenanglah.. kita masih punya waktu 3 minggu untuk latihan sebelum kontes melawan pemenang dari sekolah Utau itu kan." Ucap Lui.
"iya. Jadi untuk hari ini istirahat saja dulu." Ucap Luka.
"GUE GA MAU!" ucap Miku dan Rin bersamaan.
"GUE GA MAU KALAH DARI RINTO!"
"GUE GA MAU KALAH DARI LENKA!"
"iya..iya.. gua mengerti.. tapi, istirahat itu juga penting loh.. gue cape.." ucap Lui.
"begini deh, besok libur kan? Besok jam 5 pagi kalian ke sini." Ucap Luka.
"apa? Jam 5? Pagi banget! Kalo libur kan pengennya bangun siang~" ucap Rin.
"ngapain jam 5?" tanya Lui.
"pokoknya jam 5 ya jam 5 kalo tidak tak ada latihan!"
"gue mau! gue mau! jam 5!" Miku terlihat sangat semangat.
"o-okelah.. gua ikut aja! Yang penting latihan!" Rin setuju.
"2 suara, Lui kalah. Dan artinya kita latihan jam 5."
"OKAAAY!" Rin dan Miku terlihat semangat sekali.
"aah… terserah deh.." Lui pun pasrah.
"oh ya, pakai baju olahraga ya. Jangan lupa!" ucap Luka.
"hah? Ngapain? Emang mau olahraga?" tanya Miku.
"apa? Olahraga? YEEII~~" Rin terlihat senang.
"apa? Olahraga? TIDAK! TIDAK! gua ga mau olahraga! Emang apa hubungannya sama nyanyi coba?" Lui memang tak menyukai pelajaran olahraga, berbeda dengan Rin.
"sudah jangan membantah. Pokoknya jam 5 kesini pakai baju olahraga."
Sementara itu~
Rinto, Lenka, Rui, dan Rei sedang berjalan-jalan di sebuah taman.
"waa~ senangnya kita bisa lanjut ke tahap berikutnyaa~!" ucap Lenka dengan senangnya.
"iya haha." Rui hanya tertawa kecil melihat Lenka yang terlihat sangat senang itu.
"lebay ah si Lenka mah. Gitu aja sampe nari muter-muter gitu. Huu~" Rei ngejek Lenka.
"biarain ah~ wleee~" Lenka menjulurkan lidahnya pada Rei.
"kita ga boleh puas dulu dengan ini. Kita harus tetap berlatih dan memenangkan kontes ini." Ucap Rinto.
"um.. memangnya kenapa sih lu mau banget kalo kita menangin kontes ini? Sampe lu maksa-maksa kita buat ikutan kontes ini? Kenapa sih?" tanya Rei.
"iya ya.. gue juga masih bingung kenapa lu mau banget kita ikutan kontes ini. Emangnya kenapa?" tanya Lenka.
"hmph.. sebenernya, ini berkaitan dengan mimpi gue."
"mimpi? Mimpi apa lu? Mimpi basah ya jangan-jangan?" tanya Rei.
PLAK.
"mimpi? Maksudmu cita-cita?" tanya Lenka.
Rinto hanya mengagguk.
"ya, gue pengen banget nunjukkin ke orang tua gue kalo gue itu juga bisa lebih baik dari kakak gue. Mereka itu selalu lebih memperhatikan kakak gue. Makanya, mungkin dengan cara memenangkan kontes ini, gue bisa di anggap dan di sayang sama orangtua gue." Jelas Rinto.
Lenka, Rei, dan Rui terdiam.
Lenka menepuk pundak Rinto.
"kita bakal terus dukung lo." Lenka tersenyum pada Rinto.
"gue juga! Gue pasti berusaha yang terbaik buat mimpi lo itu!" ucap Rei dengan semangat.
"a-aku juga mau bantu." Ucap Rui.
Rinto tersenyum.
"terimakasih banyak teman-teman.. tanpa kalian, gue ga punya siapa-siapa di dunia ini…"
Keesokan paginya di rumah Hibiki Lui~
"Luiii~! Bangun! Ada temen-temen mu tuh~" teriak mama Lui dari lantai bawah.
Baru saja Lui bangun terduduk di kasurnya untuk mengumpulkan nyawa, teman-temannya itu sudah masuk ke kamarnya.
"Lui~" panggil seorang cewe yang memakai jacket berwarna biru muda dengan strip putih dan celana pendek berwarna biru langit, memakai sepatu kats putih dengan strip biru. Rambut honeyblonde nya diikat kesamping dengan pita putih menghiasinya.
Lui mengedip-ngedipkan matanya.
"…Rin?"
"hello~~ gue juga disini~" ucap seorang cewe yang memakai kaos tanpa lengan warna hijau muda dengan celana abu sepanjang lututnya dan sepatu kats warna putih strip hijau. Rambut tosca nya diikat satu kebelakang.
Lui menggosok-gosok matanya.
"….Miku?"
"Lui, ayo bangun. Kita harus latihan!" ucap Luka.
Lui cengo ngeliat kakak kelasnya si Luka yang memakai tengtop warna putih polos dan celana pink yang panjangnya 5cm di atas lutut dengan sepatu kats berwarna putih strip pink. Rambut pinknya diikat satu kebelakang membuatnya semakin cantik.
"waa.. bangun tidur langsung cuci mata ya?" suara Miku pun membangunkan Lui dari pikirannya yang ngelayang-layang bersama layang-layang tetangga (?).
"k-kenapa kalian kesini?" tanya Lui.
"loh? Kita kan mau latihan! Tapi kita yakin, lu pasti ga datang soalnya lu ga suka OR, jadi kita jemput kesini." Jelas Miku.
Lui bengong.
Hening~
Hening~
Hening~
Hening~
Hening~
Hening~
Karena kelamaan hening dan Rin sudah habis kesabaran, diapun langsung menarik selimut yang sedang dipakai Lui dan membuat Lui terjatuh ke lantai.
BRUK
"UWAA! ITTAI!" Lui mengelus-elus kepalanya yang sakit.
"CEPETAN GANTI BAJU LO! KITA GA PUNYA WAKTU!" Rin membentak Lui.
"i-iya!" Lui yang hampir saja membuka bajunya untuk ganti baju itu langsung dihadiahi pukulan oleh Miku dan Rin.
"LUIII! TUNGGU KITA KELUAR DULUUUU!" teriak Miku dan Rin dengan muka yang memerah.
-skip-
Sesampainya di sebuah taman, terlihat banyak orang-orang yang sedang jogging di daerah itu.
"um.. jadi?" tanya Rin pada Luka.
"kita akan jogging juga?" tanya Miku pada Luka.
"ahahaha! jogging sih gampang~" Lui mulai songong.
"tidak. kata siapa kita akan jogging?"
"terus? Kita ngapain? Makanin rumput-rumput di taman ini?" tanya Rin.
Plok
Miku memukul pipi Rin pelan.
"emangnya kita kambing, makan rumput?"
"kita tidak akan jogging apalagi makan rumput."
"terus?" tanya ketiganya pada Luka.
"kalian akan berlari menaikki tangga itu!" Luka menunjuk kesebuah tangga yang jumlah anak tangganya sangat banyak.
Hening~
hening~
hening~
hening~
hening~
hening~
"APAAAAA?" teriak ketiganya.
"Luka-nee pasti bercanda!" Miku ga percaya.
"YANG BENAR SAJAA?" Rin ga percaya.
"AKU GA MAUUU!" Lui ngerengek.
"harus mau! ini bagus untuk melatih pernafasan kalian saat bernyanyi! Sekarang hitungan ketiga mulai menaikki tangga! atau tidak akan ada sarapan pagi ini!" jelas Luka tanpa titik ataupun koma.
"AAAA! KEJAMM!"
"satu! Dua! Tiga! MULAI!" Luka memberi aba-aba tanpa titik koma.
Tanpa basa-basi lagi Rin, Miku, dan Lui langsung menaikki tangga itu dengan kecepatan tinggi karena takut tak di beri sarapan.
Setelah kira-kira Rin, Miku, dan Lui berlari naik-turun tangga itu sebanyak 5 kali, mereka mulai kecapean.
"hosh… hosh… sudah lima.." Miku terlihat sudah sangat kecapean dan akhirnya terduduk lemas.
"tinggal 5 kali lagi… semangaaat…" Lui yang lemas langsung terjatuh di sebelah Miku yang terduduk lemas.
"uff… uff… c-capee…" Rin merebahkan dirinya didekat Miku dan Lui.
"oke deh. Hari ini latihannya cukup." Ucap Luka dengan santainya yang sedari tadi hanya nonton mereka sambil makan dan minum.
"gila! Cape tauuu! Luka-nee menyiksa kami yaa.."
Tiba-tiba datanglah sesosok kakak kelas mereka dengan 2 orang cowo yang tak mereka kenal. Dengan rambut ungunya yang diikat jadi twintail dan memakai baju yang terkesan loli dan sangat imut.
"baby I love you~ love you~ love you so much~ since I found out love is youu~" Gakupo dan 2 orang teman cowonya yang juga memakai gaun pink itu menari berputar-putar di depan Luka, Miku, Rin, dan Lui dengan gaya cherrybelle.
"cinta satu kata penuh makna~ cinta bawa hati bahagia~ dari sekian juta keindahan dunia~ dimata hatiku kaulah keindahan hidupku~" mereka bertiga masih menyanyikan lagu itu dengan gaya cherrybelle yang chibi-chibi.
Sementara Miku, Rin, dan Lui tercengang melihat kakak kelas nya yang sebegini bakanya.
"Luka I love you~ love you~ love you so much~ and I miss you~ miss you when you're gone~ Luka I need you~ need you~ need you so much~! Since I found out love is you~~"
"grr… hey, kalian ingat perjanjian kita kan?" Luka mulai menunjukkan aura hitamnya sambil bertanya pada Miku, Rin, dan Lui yang terlihat ketakutan pada Luka.
"i-iya.. PASUKAN SIAAAP!" Lui memberi aba-aba.
"PASUKAN PEMBASMI HAMA GAKUPO-SENPAI~!" Miku, Rin, dan Lui pun mulai mendorong Gakupo dan 3 orang temannya itu menjauh dari Luka.
"aaaa~ Lukaa~" Gakupo dengan lebaynya mengulurkan tangannya ke arah Luka berada seolah tak mau di pisahkan dari Luka. Apapun itu, Lui tetap mendorongnya menjauh dari Luka, begitu juga Rin dan Miku yang mendorong kedua teman Gakupo.
Hari-hari berlalu, setiap hari mereka selalu berlatih musik, olahraga, dan juga membasmi hama Gakupo-senpai mereka itu. hingga akhirnya, hari yang ditunggu-tunggu pun tiba.
Kini Miku, Rin, dan Lui sudah sampai di tempat kontes itu dimana mereka akan tampil melawan pemenang dari sekolah Utau itu.
"eh, eh! itu ya lawan kita?" bisik Rin pada Miku dan Lui.
"s-sepertinya sih.."
Orang-orang itu pun menghampiri mereka.
"hai. Salam kenal ya. Gue Leon, ini Lily, Teto, dan Ted." Ucap anak bernama Leon itu.
"oh iya.. gue Miku, ini Rin dan Lui. Salam kenal juga." Ucap Miku.
"kalian cuma bertiga?" tanya seorang anak cewe yang katanya bernama Teto itu.
"i-iya.."
"hehehe. Kalo gitu, selamat berjuang melawan kami ya! Kami ini yang akan menjadi lawan kalian hari ini. Kami dari sekolah Utau." Ucap seorang cewe lagi yang bernama Lily.
"oh. Kalo gitu hari ini kita berjuang bersama-sama ya. Kita bersaing dengan sehat." Ucap Lui.
"tentu saja. Kalo gitu, sampai nanti." Leon, Ted, dan Lily pergi.
"tunggu! Nama mu… Rin ya?" tanya Teto.
"hm? gue? Iya. Gue Rin. Kenapa?" tanya Rin.
"ga apa-apa hehehe~ kita berteman ya!" ucap Teto sambil tertawa cengengesan.
"hah? Kita kan.."
"sampai nanti, Rin!" Teto melambaikan tangannya dan pergi menyusul teman-temannya.
Sementara Rin cengo, Miku dan Lui heran.
"baru ketemu langsung akrab aja dia. SKSD(So' Kenal So' Deket) deh." Ucap Miku yang takut kalau Teto ngerebut sahabatnya itu.
"padahal rival, tapi dia mau temenan sama si Rin. Ckckck." Lui menggeleng-gelengkan kepalanya.
"sudahlah. Itu bagus loh. Orangnya friendly. Ayo kita masuk! Udah mau mulai tuh!" ajak Rin dan yang lainnya pun ikut masuk.
Di dalam kontes pun berlangsung. Grup dari sekolah Utau itu tak bisa di remehkan juga. Mereka itu hebat sekali dalam musik. Tapi bukan berarti Miku, Rin, dan Lui akan kalah. Mereka juga akan menunjukkan hasil kerja keras mereka selama ini.
"kerja keras membasmi hama Gakupo-senpai.. itulah kerja keras kami."
"ditambah lagi olahraga lari naik-turun tangga dan lain-lain."
"maka dari itu, kita harus memenangkan kontes ini! Ayo!" merekapun naik ke panggung karena sudah giliran mereka.
Setelah semua selesai, para juri sedang mendiskusikan hasilnya.
"Rin, kita beli ice cream dulu yuk~ nanti kita ke sini lagi. Ayo~~" pinta Miku pada Rin dengan gaya childish nya.
"iya iya.." Rin pasrah dan ikut membeli ice cream.
Saat membayar ice cream,
"e-eh! u-uang gue mana siah!" Rin panik mencari uangnya.
"hm? Lu ga bawa duit?" Miku asyik memakan ice cream negi nya.
"gua tadi bawa! Tadi di sini! Tapi gatau kemana!" Rin masih sibuk mencari uangnya di saku-saku bajunya.
"hm.. gimana dong ya?" Miku kelihatan bingung.
Tiba-tiba,
"Rin? Lu kenapa?" tanya seseorang yang suaranya pernah di dengar mereka.
"eh? Teto-san. Halo." Rin hanya sekedar menyapa sambil masih sibuk mencari uangnya.
Sedangkan Miku cuek-cuek saja dengan kehadiran anak sekolah Utau itu.
"lu cari apa?" tanya Teto yang kepo-an.
"ahahaha. bukan apa-apa kok." Rin masih sibuk merogoh kantongnya.
"ya sudah. Nih." Teto memberikan sejumlah uang pada Rin.
"eh?" Rin kebingungan.
"ambil aja. Buat lu. Ngeliat muka lu yang panik dan muka si tukang es yang ga sabaran itu, Kayaknya lu nyari uang ya? Pake yang gue aja, ga apa-apa kok." Ucap Teto sambil tersenyum manis.
"eh.. m-makasih Teto-san.." Rin ga punya pilihan lain, dia pun menerimanya.
"Teto aja panggilnya, Rin. Ga usah –san –san segala ah. ahahaha."
"i-iya.. a-ha-ha.." Rin tertawa agak canggung.
Sementara Miku cuek aja.
"eh. ayo ah balik yu, Rin. Bentar lagi di umumin pemenangnya." Miku langsung menarik Rin hingga terjatuh.
"UWAA!"
BRUK
"i-ittai…" Rin mengelus kepalanya yang sakit.
"WAAA! Maaf Rin! Maaf! Hontou ni gomennasaii!(maaf banget!)" Miku meminta maaf karena dia ga sengaja narik Rin sampe jatoh. Untungnya masih dengan posisi yang elit.
"rhh.. iya iya. Duluan ya, Teto-san! Eh, Teto maksudnya." Rin dan Miku pun masuk lagi ke dalam.
Di dalam, pengumuman sudah hampir di bacakan.
"dan berdasarkan hasil dari diskusi para juri yang tak bisa di ganggu gugat ini, kami memutuskan.."
"ayo ayo! Siapa!" teriak Miku dengan suara 2 volume.
"kelompok yang menjadi pemenangnya adalah…"
Jeng jeng
TBC~
Review please? :D
