Battle Music!

.

Disclaimer : all characters in this story aren't mine. Vocaloid, © Yamaha and crypton future media inc. ^^ but this story is originaly MINE! Don't you dare to copy this, okay? :) . . . HEY, I'M SERIOUS

.

Warning : OOC(maybe), some typo, bahasa sehari-hari, GJ, ini bakal panjang sepertinya?, dll~

.

Don't like? Don't read :)

.

Like? Review~ ;D

.

.

Chapter 6

.

.

Rin yang sedang memasukkan barang-barangnya ke dalam mobil barang itu tiba-tiba dikejutkan oleh Miku dari belakang.

"RIIINNN~!" Miku langsung memeluk Rin dengan erat.

"KYAA! MIKU!" Rin kaget.

"hehhe.. tau ga?"

"ngga."

"tadi, Mikuo…" Miku membisikkan sesuatu pada Rin.

"s-serius?" tanya Rin ga percaya.

"sepuluh rius! Dia cium aku beneran! Kyaa~ senangnya~"

"cieee~" Lui yang sedari tadi nguping itu langsung menyoraki.

"ehehehe~" Miku hanya cengengesan.

"APAAA! MIKU DI CIUM SIAPA!" Lenka tiba-tiba teriak sontak Lui, Rin, dan Miku menutup telinganya.

"heheh.. Mikuo. Mau apa lo?" Miku mulai ngajak ribut kalo dilihat dari nada dia bicara.

"lu di cium Mikuo? Bohong!" elak Lenka.

"gue ga bohong ya. Emangnya elo yang suka bohong." Miku menjulurkan lidahnya.

Dari mata mereka mulai menunjukkan sinyal-sinyal adanya perang. Tiba-tiba..

"hay semua~!" sapa seseorang yang sepertinya sudah Rin kenal dengan baik.

"ah! Teto~ hai!" Rin tersenyum sangat manis dan melambaikan tangannya pada Teto yang baru datang.

Zreshhh

Lui mimisan lagi.

'salah ya gue liat Rin senyum gitu langsung mimisan mulu..' pikir Lui.

"Teto ikut perginya bareng kita?" tanya Lui yang sudah selesai mimisan.

"iya. Kita kan satu grup. Hehe." Ucap Rin.

Miku memutar balik glarenya yang tadi di tujukan pada Lenka, kini di tujukan pada Teto. Lenka yang ngerasa ga di waro, langsung memegang kepala Miku dan mengarahkannya ke wajah Lenka.

"heh! Lawan lo itu gue! Bukan cewe itu!" ucap Lenka.

"suka-suka gue dong!"

Mereka hampir berantem lagi.

untunglah kepala sekolah sudah menyuruh kita untuk berangkat, hingga akhirnya mereka pun tidak jadi perang dan masuk ke mobil.

Selama perjalanan, Miku dan Lenka terus adu mulut, kasihan Lui yang berada di antara mereka berdua jadi pusing gara-gara harus dengerin ocehan mereka itu. sementara Teto dan Rin yang asyik main pictochat di Nds berdua, Rinto yang tertidur dengan headphonenya, Rei yang mendengarkan lagu sambil membaca buku dan Rui yang terus melihat Rei sambil makan.

Tak terasa berjam-jam perjalanan sudah mereka tempuh, akhirnya saat mereka terbangun dari tidur mereka kecuali Lenka dan Miku yang tidak tidur, mereka sudah sampai di tempat tujuan mereka.

"kyaa~ sampai juga~ perjalanan yang melelahkan~" Teto turun dari mobil dan meregangkan otot-ototnya. Yang lain pun turun dari mobil.

"semuanya sukses ya! Jangan menyerah! Dadah~" kepala sekolah pun pulang lagi.

Saat turun dari mobil pun Lenka dan Miku masih adu mulut.

"masih ga percaya gue kalo lo di cium Mikuo~" Lenka masih aja ngejek Miku.

"lu kaga percaya ya udah sepele aja~"

"halah~ mana mungkin cewe ndeso kayak lo di cium Mikuo?" Lenka mulai menunjukkan sinyal-sinyal perang.

"sialan lo! Lo tuh yang kamseupay! Iyuuh~" Miku terbawa.

"HEH! LO NGOMONG APA TADI!" Lenka mulai panas.

"LO BIASA AJA JANGAN NYOLOT!" Miku mendorong Lenka pelan.

"LO JUGA GA USAH NGEJEK!" Lenka balas mendorong Miku.

Akhirnya mereka pun dorong-dorongan. Sayangnya, saat Lenka balas mendorong Miku, dia kelabasan akhirnya Miku menyenggol Rin, dan Rin menabrak orang hingga jatuh menimpah orang itu dengan tidak elitnya.

"kyaa!"

"Rin!" Lenka, Miku, dan Lui kaget.

"Rin-chan!" begitu juga Teto.

"a-aduh.. ittai.." Rin masih tertidur di atas orang itu.

"heh. Kalo jalan liat-liat dong." Ucap orang yang tanpa sengaja di tabrak oleh Rin itu, yang ternyata adalah cowok.

"g-gomen… maaf banget.. gue ga sengaja.. eh!" Rin kaget saat melihat wajah cowok itu mirip sekali dengannya.

"..loh? lu kok?" Rin berusaha bertanya.

"aduh. Bangun deh. Ga enak ya di liat orang-orang kalo posisi kita kayak gini." Ucap cowok itu yang menyadarkan Rin.

Rin dan cowok itu pun bangun dari posisinya tadi.

"Len! lu di cariin dari tadi! kemana aja sih!" seorang cowok berambut biru menghampiri cowok yang tadi di tabrak Rin itu, rupanya namanya Len.

"sori, insiden dikit." Jawab Len singkat.

"kalo gitu, ayo. Kita udah di tungguin Meiko nih!" ucap cowok rambut biru itu.

'perasaan gue aja ato si Miku emang liatin tuh cowok biru mulu?' pikir Lenka.

"kalo jalan, pake mata lain kali." Ucap Len sekali lagi.

"maaf.. gue kan ga sengaja." Rin menggembungkan pipinya membuatnya jadi semakin imut.

"… cium kaki gue baru gue maafin."

"eh?" Rin kaget.

's-sialan.. apa banget nih cowo! Songong..' pikir Rin.

"gue kan udah bilang ga sengaja dan gue udah minta maaf! Itu kan cukup! Ga usah pake cium kaki segala kan!" Rin jadi emosi.

"kalo lu ga mau cium kaki gue, terus lu mau cium apa? Alas sepatu gue?" tanya Len.

'astagaaa! Sumpah ni cowok nyebelin banget!' pikir Rin.

"kalo lu ga maafin gue juga, ga masalah di gue nya kok! Songong!" ucap Rin.

"whatever.. lain kali, jalan yang bener. Kalo belom bisa jalan, ga usah jalan dulu. Jadi ga nabrak dan ga nyusahin orang." Len pun pergi.

"e-eh! tunggu! Cowok biru! Namamu siapa!" teriak Miku pada cowok biru itu.

"eh? Kaito.." ucap cowok itu.

"oh.. aku Miku! Salam kenal ya~~"

Kaito hanya tersenyum lalu pergi berlalu bersama Len.

"sialan! Tuh cowok songong banget sih. Sebel da gue." Rin masih ngomel-ngomel sementara Miku terus menatap Kaito dengan wajah bling-blingnya.

'j-jadi.. Miku sepertinya menyukai Kaito-san ya? Bagus! Mikuo milik gue! Cha!' pikir Lenka.

"sabar Rin-chan.." Teto memeluk Rin dari belakang.

'Rin..Rin..' Lui menggeleng-gelengkan kepalanya.

"hei, kalian. Ayo kita harus masuk ke dalam." Ucap Rinto sambil berlalu bersama Rui dan Rei. Diikuti yang lainnya.

Di dalam, bangunannya memang sangat megah dan luas.

"jadi ini.. perusahaan rekaman Yamaha itu.." gumam Lui.

"besar sekali ya.." ucap Rei sambil berjalan ke sebelah Lui.

'Rei sekarang sepertinya sudah bisa melupakan Rin ya..' pikir Lui.

"di sini banyak sekali orangnya sih?" omel Miku.

"iya. Sepertinya mereka itu mengantar para kontestan yang lainnya." Jawab Lenka. Tumben akur.

"gue penasaran.. berapa kelompok yang berhasil lolos dan ikut di karantina di sini.." ucap Rin.

"entahlah. Yang ku tau pasti sih ada kelompok mu, kelompok ku, dan kelompok cowok blonde dan biru tadi itu." ucap Rinto.

"itu siapa?" Teto menunjuk seorang cewek dengan rambut pink yang panjangnya sepinggul.

"i-itu Luka-nee!" Lui kaget.

"mana?" Miku celingukan.

"Luka..-nee..? itu senpai kita kan?" tanya Lenka.

"iya. Saudaranya Miku." Jawab Rinto sementara Lenka hanya manggut-manggut.

"LUKA-NEE~!" Rin, Miku, dan Lui berlari ke arah Luka.

"huh? Miku, Rin, Lui!" Luka kaget karena mereka bertiga langsung memeluknya.

"Luka-nee~! Kita kangen!"

"ahaha. Halo. Onee-chan juga." Luka hanya tersenyum sambil mengelus kepala mereka.

"Luka-senpai?" sapa Lenka sambil tersenyum dan menghampirinya bersama yang lain.

"hai! Lenka, Rinto, Rei. Rui masih pendiam seperti dulu ya." Luka tersenyum manis pada mereka semua.

"loh? Luka-senpai kok di sini?" tanya Rei.

"Luka-senpai mau mendukung Miku disini?" tanya Rinto.

"ah. tidak juga ahaha. Aku sekarang di jadikan juri kontes ini." Jawaban Luka sukses membuat mereka terbelalak kaget. Kecuali Miku, Rin, dan Lui yang sudah lama mengetahui hal ini.

"APA?" tanya mereka tak percaya.

"ah.. aku sudah di panggil. Aku harus cepat-cepat ke sana. Kalian bersiap-siap lah. Lima menit lagi, semua harus berkumpul di aula utama. Sampai nanti!" Luka pun pergi bersama rekan kerja nya yang tadi memanggilnya.

"hei. Emang boleh ya saudara mu juri, lalu kau menjadi kontestannya? Nanti gimana kalo Luka-senpai berusaha membuat mu menjadi pemenangnya?" tanya Lenka.

"ah.. Luka-nee tidak bisa di andalkan.. dia tak akan mau membuat ku jadi pemenangnya. Dia selalu bersikap jujur.. huh." Miku sedih.

"sekarang masih ada lima menit, kita mau ngapain nih?" tanya Rinto.

"kita jalan-jalan aja yuk? Keliling-keliling~" usul Teto.

"boleh juga. Ayo~" Rin setuju.

"kita cari tempat makan yuk? Aku lapar." Ucap Rui.

"R-Rui.. kamu kan daritadi selama perjalanan udah makan terus.. masa masih lapar sih?" tanya Rei.

"eh!" muka Rui memerah.

'Rei memperhatikan ku..' pikir Rui.

"ya udah kita makan yuk. Gue juga laper." Ucap Lui.

Merekapun berjalan mengelilingi perusahaan rekaman Yamaha yang besar itu, mencari kantin.

Sesampainya di kantin, mereka pun duduk bersama di satu meja makan.

"hm.. sepi.." Miku melihat ke sekeliling.

"mau rame? Kita berantem yuk?" ajak Lenka.

"diem lo. Jangan bikin malu gue." Ucap Miku.

"si Rin mana?" tanya Lui yang baru menyadari kalo Rin dan Teto ga ada.

"tadi mereka pergi ke wc. Aku beli makanan dulu ya. Ada yang mau nitip?" tanya Rinto.

"aku ikut!" ucap Rei.

"ga ada yang mau makan nih? jadi yang makan cuma aku, Rei, Rui, sama Miku aja?" tanya Rinto sekali lagi.

"iyaa~"

Ketika mereka semua sedang makan, datanglah Rin dan Teto.

"haa~ aku ga dapet tempat duduk yaa.." Rin mengembungkan pipinya.

"aku juga.." ucap Teto.

"sori Rin.. udah penuh.. kamu duduk di sini aja." Miku menunjuk ke satu meja dengan empat kursi yang ada di sebelah meja mereka. Kini kantin mulai penuh, tinggal meja itu yang tersisa.

Rin dan Teto pun duduk di situ sambil makan makanan yang sudah di pesannya.

"Len, Gumi. Sori masalahnya kan kita kira kalian ga mau makan. Jadi kita ambil meja yang dua kursi." Ucap Kaito yang sedang makan bersama Meiko, pacarnya itu.

"ya udah, kalian duduk di situ aja. Kebeneran itu dua kursi kosong tuh. Bilang aja permisi sama merekanya." Meiko menunjuk meja yang disitu ada Rin dan Teto yang sedang makan disana.

'cewek itu..' pikir Len.

"mm.. oke deh~!" Gumi pun langsung pergi menuju meja itu. sementara Len hanya diam.

"kenapa, Len? tuh si Gumi udah ke sana." Tanya Kaito.

"gue ga jadi makan deh." Len pun pergi.

Sementara Kaito dan Meiko hanya kebingungan.

"hay~!"

"uhuk! uhuk!" Rin tersedak karena dikagetkan oleh kehadiran cewek ijo itu.

"ups. Maaf. Aku mengagetkanmu?" tanyanya.

"ng-ngga.. ga apa-apa.." ucap Rin yang kini sedikit lebih tenang.

"boleh aku ikut makan di sini?" tanyanya.

"tentu~" ucap Teto.

"perkenalkan, aku Gumi."

"hai Gumi! Aku Teto, ini teman ku Rin." Ucap Teto.

"hai Rin~!" sapa Gumi.

Sementara Rin hanya tersenyum padanya.

"aku mau cuci tangan ya." Rinto pergi ke wc.

"aku ikut!" ucap Rei.

"si Rei ngikut-ngikut Rinto mulu." Ucap Miku.

"yaa.. ekornya Rinto kali." Ucap Lenka.

Tiba-tiba tanpa sengaja Rinto bertabrakan dengan seorang cewek yang kira-kira seumuran dengannya. Berambut ungu pendek, dan terlihat manis.

"ups. Maaf!" ucap Rinto.

"aduh.. hati-hati dong.." ucap cewek itu.

'eh? siapa tuh?' pikir Rei yang melihat Rinto sedang memegang tangan cewek itu dari kejauhan.

"sakit tau." Ucap cewek itu dengan dinginnya.

"ya maaf. Ga sengaja.."

'cewek ini siapa? Mukanya manis juga..' pikir Rinto.

"mm.. nama mu siapa?" tanya Rinto.

"maaf aku masih banyak urusan. Sampai nanti." Cewek itu pun langsung meninggalkan Rinto.

"ahahaha! Rinto..Rinto.. mau nyari pacar baru lagi? Ahahaha!" Rei tertawa sambil memeluk leher Rinto.

"geez.. diem lo."

Tak terasa lima menit pun berlalu, semua kini berkumpul aula utama.

Terlihat di depan sana seorang wanita berparas cantik dengan rambut blondenya yang keriting melebihi bahunya.

"semuanya selamat ya~ kalian sudah bisa sampai ke tahap ini. Perkenalkan, aku Sweet Ann. Aku akan menjadi juri di sini. Dan teman-teman juri ku yang lain ada Hiyama Kiyoteru, Megurine Luka, dan Gakupo.."

"APA? GAKUPO-SENPAI?" teriak Miku, Rin, dan Lui.

"..dan yang terakhir, ketua kami, Defoko akan membuka acara ini." Sweet Ann membungkukan badannya lalu menyerahkan microfonnya pada Defoko.

"itu… cewek yang tadi kan, Rinto?" Rei menyenggol-nyenggol Rinto sambil masih menatap Defoko dengan tatapan tidak percaya.

Sementara Rinto hanya melongo saja.

"cewek itu menjadi ketua juri?" tanya Lenka tak percaya.

"umurnya paling seumuran sama kita loh?" Teto juga tak percaya.

Sementara Rui hanya diam dan memakan keripik kentangnya.

"aku Defoko. Salam kenal. Aku di sini menjabat sebagai ketua, jadi.. jangan lah macam-macam dengan ku!"

DEG

"gawat.. Rinto! Kau kan tadi…" ucap Rei

"sst! Diam! Itu kan ga sengaja!" ucap Rinto.

"kalian disini tidak boleh seenaknya saja! Di sini terdapat tata tertib yang harus kalian taati! Jangan membuang sampah sembarangan, tidak boleh berkelian di luar kamar lewat dari jam 12 malam, bersikaplah sopan pada kami, dan selalu mengikuti latihan-latihan yang kami adakan disini dengan tepat waktu. Kalian bisa melihat tata tertib itu terpasang dimana-mana."

"..di jidat ku tak ada.." ucap seorang anak cowok dengan pakaiannya yang serba hijau.

Mendengar ucapan anak itu spontan semua tertawa.

"hey kau! Seenaknya saja menyela. Siapa nama mu?" tanya Defoko.

"Gachapoid Ryuto. Kenapa memang? Kakak Defoko tertarik padaku ya?"

"waw.. berani sekali anak kecil itu.." ucap Lui.

Sementara Defoko mengabaikannya.

"aku hanya ingin memberitahukan nama-nama kelompok yang berhasil lolos ke tahap ini. Ada 8 kelompok. Bagi kelompok yang di sebutkan namanya, harap berdiri. Kelompok A, Meiko, Shion Kaito, Kagamine Len, dan Gumi.

"oh. Nama keluarga cowok menyebalkan itu ternyata sama dengan ku ya. Menyebalkan." Gumam Rin.

"kelompok B, Furukawa Miki, AI, Prima, dan Oliver."

'hm.. Furukawa Miki..' pikir Piko.

"kelompok C, Seiyu Seeu, Suzune Ring, Mayu, dan Zatsune Miku."

"hm? Kelihatannya mereka.. mm.. gimana ya.." Miku kebingungan.

"terlihat hebat.." lanjut Rin.

"cantik semua.." ucap Rinto.

'dasar Playboy..' pikir Rin sambil meng-glare Rinto.

"kelompok D, Gumiya, Nekomura Iroha, Aoki Lapis, dan Gachapoid Ryuto."

"mm? Gumi? Kenapa kamu ngeliatin Gumiya-san segitunya banget?" tanya Meiko sambil melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Gumi yang menatap kosong Gumiya.

"ah? ng-ngga.." Gumi pun tersadar dan gelagapan.

"kelompok E, Akita Neru, Yowane Haku, Momo Momone, dan Yuki Kaai."

"hei? Hello~? Ryuto? Kok liatin Yuki-san segitunya sih? Suka yaa~?" goda Iroha pada Gachapoid yang sedari tadi melihat ke arah Yuki terus.

"apa sih." Jawab Gachapoid dingin.

"kelompok F, Utatane Piko, Miriam, Yuuma, Mizki."

'entah hanya perasaanku atau apa, tapi si Miki kok mandangin cowok itu segitunya banget ya?' pikir Prima.

"kelompok G, Hatsune Miku, Kagamine Rin, Kasane Teto, dan Hibiki Lui."

'hm? Cewek itu.. Rin ya..' pikir Len.

'hm.. Hibiki Lui? Boleh juga..' pikir Ring.

"aku punya firasat buruk pada anak bernama Kasane Teto itu." bisik AI pada Prima.

"k-kenapa?" Tanya Prima.

"kalau begitu, kita jangan terlalu dekat dengannya. Ini bisa membahayakan rahasia kita." Ucap Oliver.

'hm.. Hatsune Miku.. ku dengar dia itu saudara dari Megurine Luka, salah satu juri di sini ya? Fufufu..' pikir Meiko.

"kelompok H, Kagamine Rinto, Kagamine Lenka, Kagene Rei, dan Kagene Rui."

'hah? C-cowok itu kan.. yang tadi..' pikir Defoko.

"oke, sekarang kalian bisa pergi membereskan barang-barang kalian terlebih dahulu di kamar kalian masing-masing. Setelah itu bersiap-siap lah. Jam enam sore nanti, kita akan kumpul lagi disini. Satu hal, selamat datang di perusahaan rekaman Yamaha." Defoko membungkukkan badannya.

Semua langsung mencari kamar mereka masing-masing,

"kamar nomer 6, Neru, Haku, Momo, Iroha, Aoki. Enak ya cewek semua!" ucap Miku yang baru saja membaca kertas yang tertempel di pintu kamar nomer 6.

"ya emang cewek semua lah pastinya. Kalau cowok, ya cowok semua!" ucap Teto.

"kok kamar nomer 7 cuma berdua ya? Miriam dan Mizki." Rin bingung saat membaca kertas di pintu kamar nomer 7.

"sudahlah, ayo cari nama kita!" Miku menarik Rin dan Teto.

"kamar nomer 5, Rinto, Piko, Rei, Gachapoid, Lui. Lui! Kau masuk sini!" ucap Rin.

"Rin.." panggil Lui.

"ya, Lui?" Rin pun menoleh dengan muka imutnya.

"mm.. kamar kita jauh ya.."

"huh.. iya sih. Kayaknya. Tapi tenang aja, di situ kamu sekamar sama Rei dan Rinto kan?" ucap Rin sambil menyentuh bahu Lui.

"hm.. iya."

"kalau gitu, sampai nanti ya!" Rin pun melambaikan tangannya dan pergi bersama Miku dan Teto.

"huh.. Rin.." Lui menunduk lemas.

"kamar nomer 4, SeeU, Ring, Mayu, Zatsune, Miki. Ini kan.. mereka sekelompok semua? Enak banget." Ucap Teto.

"ngga. Miki bukan kelompok mereka." Ucap Rin. Sementara Teto hanya ber oh ria.

"nomer 3, AI, Prima, Meiko, Rui, Teto! Teto! Teto! Teto! Aku disini! Sama Rui-chan~" Teto langsung menarik Rui.

"ckckck. Ya sudah ayo cari kamar kita." Ucap Miku.

"kamar nomer 1 dan 2 di pojok sini ya? berhadap-hadapan." Lenka dan Rin pun mencari nama mereka di pintu kamar nomer satu dan dua.

"nomer satu, Oliver, Kaito, Len, Gumiya, Yuuma.. akh! Ini mah cowok semua! Kita ga bakal ada di sini!" ucap Rin.

"nomer dua, Gumi, Lenka, Yuki, Rin, Miku." Miku membaca kertas di pintu kamar nomer dua itu.

"APA? GUE SEKAMAR SAMA SI IJO KUNYUK INI? IYUUH~" Lenka mulai ngajak berantem.

"hey jangan berantem ada anak kecil nih." Rin menunjuk Yuki.

"HELLO~? LU PIKIR GUE MAU SEKAMAR SAMA LU, SI KUNING MENYEBALKAN INI!" Miku balik ngejek Lenka.

"helow? Jika kau ingat, gue juga kuning." Ucap Rin.

"tapi kau kuning yang imut. Kalo si Lenka kuning yang menyebalkan." Ucap Miku.

"APA KAU BILANG!"

"udah..udah.. abaikan saja mereka. Ayo kita masuk kamar saja. Gumi-san buka kunci pintunya." Ucap Rin.

"oke~" Gumi pun memasukkan kunci itu ke dalam lubang pintunya.

"huh? Pintunya ga di kunci, Rin-chan.." ucap Gumi.

"kalo gitu kita masuk aja." Rin pun langsung membuka pintunya.

Betapa terkejutnya mereka saat memasuki kamar itu.

"AAAAAAAAA? !"

TBC~

Review please? :D