Battle Music!
.
Disclaimer : all characters in this story aren't mine. Vocaloid, © Yamaha and crypton future media inc. ^^ but this story is originaly MINE! Don't you dare to copy this, okay? :) . . . HEY, I'M SERIOUS
.
Warning : OOC(maybe), some typo, bahasa sehari-hari, GJ, ini bakal panjang sepertinya?, dll~
.
A/N : minna m(_ _)m maaf banget lama update. masalah soal kegiatan sekolah dan lain-lain sih. maaf ya. ini sih kebeneran aja aku libur sendiri(?) jadi aku update wkwk. si chapter ini bisa di bilang cuma chapter plus plus doang hehe. cuma sisipan aja. okay langsung aja ya. minta maaf juga, kalo misalnya buat chapter depan lama update lagi.
.
Don't like? Don't read :)
.
Like? Review~ ;D
.
.
Chapter 11
.
.
Ga setiap hari mereka selalu sibuk. Seperti di hari ini. Mereka memiliki satu hari tanpa kegiatan satupun. Dan ini harus di manfaatkan sebaik-baiknya tentunya. Untuk beristirahat.
Kita lihat kamar nomer 7~
Sudah tak ada penghuninya..
Penghuni nya yang dulu Mizki dan Miriam sudah keluar dari Yamaha. Masih inget kan?
Kamar nomer 6~
Semua masih tidur. Tidak seperti biasanya. Hari kosong ini mereka jadi bangun siang.
Momo yang tertidur dengan manisnya sambil memeluk bantalnya.
Ya, bantal nya di peluk, jadi dia tidur ga pake bantal di kepala. Aneh.
Di sebelah Momo ada Iroha yang dengan manisnya tidur sambil meluk Aoki yang juga lagi tidur.
Ngeri ya. kayak yu— ah lupakan.
Di kasur yang satunya lagi ada Neru yang tidur sambil megang handphone nya dan ngomong-ngomong ga jelas. Ngigo kayaknya.
"hnn.. hape gue manaah.. zz." Begitulah yang di ucapkan Neru dengan matanya yang masih tertutup.
Aneh. Jelas-jelas tuh hape ditangan dia. Ckckck.
Tapi seaneh-anehnya Neru, ada lagi yang lebih aneh di kamar itu. Author baru tau kalo ada ya yang bisa tidur dengan posisi kayak lagi olahraga planking. Tau planking kan? Olahraga yang memposisikan badan dengan tegak lurus secara horizontal kayak ngejaga keseimbangan.
Ya, si Haku tidur kayak gitu di atas botol sakenya.
Satu kata. Aneh.
Kalian ga usah cape-cape mikir gimana caranya tuh anak bisa tidur kayak begitu. Mending kita lanjut ke kamar berikutnya.
Kamar nomer 5~
Di depan pintu kamarnya tertempel sebuah kertas bertuliskan,
'Kamarnya anak-anak cowok. Jangan masuk! Kecuali kalau kalian bernama PikoUtatane, GachapoidRyuuto, RintoKagamine, ReiKagene, LuiHibiki.'
Kalau ada juri yang lihat kertas ini, habislah mereka.
Walaupun kamar anak cowok, tapi kamar mereka ini rapi selayaknya kamar anak cewek.
Oke, kamar boleh rapi, tapi tidur tetep ga rapi.
Ryuuto yang tidur tengkurap di atas Piko dengan nyenyaknya, tangan Rei yang menutupi wajah Rinto dan memonopoli wilayah kasur mereka, sementara Lui yang terjatuh dari kasurnya tapi tetap tertidur di lantai dengan posisi yang ga elit.
Kamar nomer 4~
Di sini tempat nya anak-anak cewek yang kece-kece.
SeeU, Ring, Mayu, Zatsune, dan Miki.
Semua cewek di kamar itu pake baju tidur yang mini. Kecuali Miki yang masih memakai baju tidur biasa.
Miki emang anak alim yang manis. Ga kalah sama empat cewek lainnya.
Beeh cowok-cowok betah deh kayaknya kalo author ngebahas soal kamar ini. (author minta di lempar ya?)
Okay lanjut~
Kamar nomer 3~
Kamar ini juga kamar nya anak cewek yang ga kalah kece nya kok. Di kamar ini ada tiga kasur. Satu kasur terbesar yang cukup untuk tiga orang, di sebelahnya ada satu kasur sedang untuk dua orang, sementara satu kasur lagi jaraknya tidak berdekatan dengan kedua kasur itu, untuk satu orang.
Siapa yang berani tidur di kasur kecil yang untuk satu orang dengan letak yang tidak berdekatan dengan kedua kasur lainnya?
Si Meiko tentunya. Dia emang cewek manis yang pemberani. Mungkin agak berbeda dengan kekasihnya, Kaito yang agak penakut. Agak loh ya, agak.
Di kasur yang muat untuk dua orang itu, pasti udah tau lah siapa yang sobat banget kemana-mana selalu berdua, apa-apa selalu berdua.
Ya, si IA dan Prima. Mereka tidur di kasur itu berdua. Mereka emang agak tertutup dengan anggota lainnya. Bahkan dengan teman sekamarnya sekali pun. Biasanya kalo dengan teman sekamar suka curhat-curhat, tapi mereka lebih suka nyimpen sendiri. Aneh.
Dan di kasur terbesar itu, hanya di tempati dua orang sebenernya.
Teto, Rui, plus boneka beruang super gede punya Teto.
Kalau di tanya kenapa Meiko ga gabung sama Teto dan Rui, itu gampang. Karena Teto yang penakut ga mau ada satupun kasur yang kosong di kamar mereka itu. jadi lah Meiko tidur disitu. Kasian.
Lanjut~
Kamar nomer 2~
Kamar nomer dua yang letaknya mojok bareng kamar nomer satu ini kamarnya anak cewek lagi. Kayaknya pesertanya emang dominan cewek ya. walaupun kamar anak cewek, tapi kamar nya acak-acakan. Ga kayak cewek biasanya.
Seberapa pun rajinnya si Gumi dan Yuki ngebersihin kamar mereka, tetep aja selalu kotor lagi. Ya kalo ga gara-gara Rin yang makan jeruk belepotan, Miku yang emang selalu nyampah, dan Lenka yang emang susah buat hidup rapi.
Beruntung mereka punya Gumi dan Yuki yang selalu sedia di repotkan buat rapihin kamar mereka itu.
Sama dengan kamar nomer tiga, di sini juga ada tiga kasur.
Kasur untuk tiga orang di tempati oleh Miku dan Lenka. mereka emang pengen di kasur yang paling gede.
Kasur untuk dua orang di tempati oleh Rin dan Gumi.
Sisanya milik Yuki.
Kamar nomer 1~
Kamar yang berhadap-hadapan dengan kamar nomer dua ini kamarnya anak cowok.
Awalnya penghuni kamar ini lima cowok. Kini Yuuma sudah keluar, jadi tinggalah Oliver, Kaito, Len, dan Gumiya.
Kamar anak cowok ini emang berantakan. Namanya juga cowok.
Di sini juga ada tiga kasur seperti kamar-kamar sebelumnya.
Satu kasur terbesar di tempati oleh Kaito sendirian. Serakah. Ga sih, awalnya berdua sama Yuuma.
Kasur untuk dua orang di tempati oleh Len dan Gumiya.
Sisanya oleh Oliver sendiri. Dia emang suka menyendiri.
Sampe jam delapan pagi ini, belum terlihat satupun mata yang terbuka dari para peserta.
Sampai akhirnya,
"TIDAAAAAAKKKKK!" teriakan di kamar nomer dua itu membangunkan semua penghuni di situ.
"hnn.. ada apa ini? Apanya yang tidak?" tanya Lenka dengan setengah sadar.
"aduh.. ada apa teriak-teriak?" Gumi pun bangun terduduk.
"kak Miku mimpi buruk?" tanya Yuki sambil duduk di pinggir kasurnya berusaha mengumpulkan nyawa.
"aku.. ga mimpi buruk." Jawab Miku masih dengan muka yang shock.
"terus? Kenapa teriak dong?" tanya Gumi.
"iya ih. bangunin orang aja." Ucap Lenka yang sepertinya kesal.
"aku ga mimpi buruk. Tapi, mimpi sangat amat buruk pake sekali plus bangeT BONUS PISAN!" ucap Miku dengan 10 vol tepat di depan muka Lenka.
Langsung saja Lenka reflek menamparnya.
"muka gue buka microfon tempat lo bisa mangap-mangap sesuka lo dengan volume sebesar apapun tau!" ucap Lenka.
"oke maaf. Aku terbawa suasana." Ucap Miku dengan watadosnya.
"mimpi apa emang?" tanya Yuki.
"kayaknya buruk banget ya?" Gumi terlihat penasaran.
"cerita aja ka Miku. Biar lebih enakan." Ucap Yuki.
"tapi kalo aku cerita, jangan ada yang ngetawain ya." Miku menudingkan jarinya menunjuk ke mereka semua.
"halah, Miku aja mimpi buruk~" Lenka terlihat tak percaya.
"tuh kan! DIA GA PERCAYA!" Miku kesel sambil nudingkan jarinya ke Lenka.
"udah udah. Kita percaya kok." Ucap Gumi.
"percaya gitu? Aku kan belom cerita." Miku menunjukkan wajah jahilnya.
Sementara Gumi dan Yuki hanya pasang wajah (-_-)
"oke, makanya sekarang cerita." Ucap Yuki.
"jadi gini, ada orang yang buang negi-negi ku ke kolam! Aku kan ga bisa berenang! Jadi pas aku nekat loncat ke kolamnya, aku kelelep dehh…" cerita Miku.
Hening~
Hening~
Hening~
Hening~
"kok hening sih. Ga ada yang nanggepin nih.." Miku menggembungkan pipinya.
Hening~
Hening~
Hening~
Tiba-tiba,
"HUAHAHAHAAAHAHA! MIKU GAK BISA BERENANG! AHAHAHAAA!" tawa Lenka langsung meledak sambil menunjuk-nunjuk Miku dan memegangi perutnya dengan setitik air mata di ujung matanya.
"IIIH! KAN GUE UDAH BILANG JANGAN KETAWAAAAA!" Miku teriak dengan kesalnya tapi Lenka malah ROTFL.
Hal itu ngebuat Miku makin kesel.
"GUE BISA BERENANG! KATA SIAPA GA BISA? HA!" Miku mulai mencoba mempertahankan harga dirinya dengan muka yang memerah karena malu di ejek ga bisa berenang.
Tapi Lenka masih ketawa guling-gulingan di lantai.
Miku pun habis kesabaran.
"LO YANG MINTA YA!" Miku pun langsung menyerang Lenka.
Sementara Yuki sweatdrop ngeliat Miku dan Lenka berantem guling-gulingan, Gumi memikirkan sesuatu.
"ah! benar juga!" ucap Gumi dengan wajah berseri-seri sambil memetik jarinya.
"benar apanya?" Yuki pun menoleh pada Gumi.
"RIN! RIN! BANGUN RIN!" Gumi mengguncang-guncangkan tubuh Rin berharap Rin akan bangun.
Tapi ternyata Rin tetap diam tidak bergeming sedikit pun.
Gumi pun menaikkan kecepatan guncangannya pada Rin. Dan menaikkan volume teriakkannya.
Tapi kini Rin hanya menarik selimutnya dan membalikkan badannya ke arah lain.
Gumi jadi kesal.
"sini ku bantu." Yuki datang dengan segelas air dan membanjurkannya pada Rin.
Tapi Rin hanya melek sebentar lalu tidur lagi.
Gumi habis kesabaran dan teriak pake toa di depan muka Rin.
"RIIINNN! BANGUNNNNNN!"
Yuki dan yang lainnya tutup telinga.
"AH! IYA! IYA! AKU BANGUN! AKU BANGUN! Aku ba…ngu..nn.. zz.." Rin pun tertidur lagi.
"si Rin nyebelin bangetttt! RIINNN!" Gumi pun menarik selimut Rin dan Rin langsung terjatuh ke bawah.
DUAK!
"aduh.. sakit.. apa-apaan sih kalian. Ganggu banget deh." Rin mengucek-ngucek matanya kayaknya masih ngantuk.
"kamu ini susah banget di banguninnya." Gumi menggerutu kesal.
"hehe maaf~" Rin hanya cengengesan. "lagian ini kan hari bebas. hari kosong. Biar dong bangun siang juga." Rin menggembungkan pipinya.
"nah! Itu yang mau ku bicarakan. Daripada hari kosong ini berlalu begitu saja. Lebih baik kan kita manfaatkan." Ucap Gumi.
"aku barusan memanfaatkannya untuk tidur dan kalian menghancurkannya." Ucap Rin dengan watadosnya.
Kalau saja Gumi orang yang ga sabaran, mungkin Rin sudah mental keluar.
"heh. Kalian itu bisa tidak sih, memberi orang sedikiiiiiiiit saja ketenangan untuk tidur di hari merdeka ini." Ucap Piko yang entah sejak kapan sudah berada di depan pintu kamar mereka yang terbuka.
"hari merdeka?" tanya Rei yang ada di sebelah Piko sambil mengucek-ngucek matanya.
"hari merdeka.. BUAT AKU! Ahahaaa~" Piko pun LOL. Sementara yang lain cuma cengo.
"kebeneran kalian juga di sini. Jadi kalian bisa denger rencana bagus ku ini!" ucap Gumi.
"rencana apa?" tanya Rinto yang ada di sebelah Rei.
"e-eh? ada Rinto! ..Minggir kau! Menjauh dariku!" Lenka pun mendorong Miku dan langsung berdiri tegak.
'dasar. Situ suka Rinto apa Mikuo sih?' pikir Miku.
"jadi gini, gimana kalo kita…. LIBURAN!" usul Gumi dengan senyum semangat di wajahnya.
Hening~
"..liburan?" tanya Rei dengan wajah yang masih ngantuk. Sementara Gumi mengangguk semangat.
"liburan gimana? Kita kan cuma punya satu hari kosong." Ucap Miku.
"ya, ga liburan sih. Maksudnya, kita main kek. Jalan-jalan bareng sama anak-anak peserta lain. Kan pasti rame~ ya ga ya ga?" Gumi menyenggol-nyenggol Yuki.
"boleh juga sih. Daripada cuma diem dan molor doang. Mending kita jalan-jalan bareng aja." Ucap Rin.
"tepat sekali! Rin emang pengertian! Jadi yang lain gimana? Setuju ga nih?" tanya Gumi.
"jalan-jalan kemana dulu." Tanya Piko.
"ke Itali!" teriak Miku dengan semangatnya.
"heh. Lu yang bayar kali ya." jawab Rinto.
"ga lah. Masa ke Itali sih. Yang simpel aja. Yang deket." Ucap Gumi sambil mikir tempat apa yang cocok.
"oh. Aku usul! Gimana kalo kita berenang?" usul Lenka dengan smirk yang di tujukan pada Miku. Sementara Miku mulai pucat.
"ah! iya! Yuki suka berenang!" Yuki terlihat senang.
"boleh! boleh! aku mau ikut!" ucap Piko.
"aku juga!" ucap Rin.
"oke, semua yang di sini setuju? Kita berenang aja?" tanya Gumi.
Semua terlihat setuju kecuali Miku.
"eh.. um.. bisa ga, kalo kita jalan-jalan aja? Ga pake berenang berenang segala.." ucap Miku dengan sedikit ketakutan.
"oh tidak bisa! Keputusan tak bisa di ganggu gugat!" ucap Lenka.
"tapi, aku ga setuju.."
"halah. Bilang aja lu ga bisa berenang! Ya kan?" Lenka mulai menyeringai.
'kuso!' pikir Miku.
"oke, kasih tau yang lain ya! jam 8 tepat kita kumpul di depan buat berangkat bareng-bareng!" ucap Gumi.
"jam 8? Sekarang aja jam setengah 9." Rei kebingungan.
"itu peribahasa, Rei! Artinya secepat mungkin kita harus kumpul!" Gumi maksain peribahasa.
'emang ada ya peribahasa begituan?' Rei bingung.
Singkat kata singkat cerita~ *lagu Budi doremi*
Di pantai terdekat dengan tempat karantina Yamaha~
Miku memakai baju tanpa lengan yang bergaris-garis horizontal putih dan biru tua dengan celana pendek berwarna coklat tua dan kacamata hitam dipakainya. Begitu Miku melepas kacamata nya itu, angin langsung menerpa mengibaskan rambut-rambut Miku. Keren.
Tapi tiba-tiba Lenka menepuk pundak Miku dari belakang sehingga membuat Miku terjatuh terperusuk dan muka Miku mencium pasir pantai itu. Kasian.
"ups. Maaf~" Lenka memakai tanktop kuning dan rok yang warnanya senada.
"grr. Apa sih." Miku pun berdiri lagi sambil menepuk-nepuk bajunya yang kotor kena pasir pantai.
Di sebelah nya, Rin memakai baju tanpa lengan berwarna biru muda dengan celana pendek berwarna putih hanya bisa menahan tawa melihat Miku.
"hei, ga main? Cuma di pinggir aja nih?" tanya Teto yang memakai kaos putih dengan rok polkadot putih pink.
"ayo ayo~ kita main yu~ cari si Gumi~" Rin dan Teto pun pergi.
"hm, gue pinjem hape lu dong Mik~" pinta Lenka, dan Miku pun memberikan hapenya pada Lenka dengan sedikit rasa curiga.
"tenang tenang~ gue cuma mau sms si Mikuo doang hahaha~" ucap Lenka seperti dia bisa membaca pikiran Miku, dia pun pergi dan duduk di sebelah Neru yang juga sedang main hp.
'untung aja.. kalo gini, gue ga usah berenang kan jadinya..' pikir Miku sambil menghela nafas lega.
Kemudian kedua mata Miku menangkap sesosok pria pujaan hatinya, Kaito.
"Kaitoooo~" Miku pun berlari slow motion dengan muka bling-blingnya menuju Kaito.
Satu kata. Alay.
Kaito dan Len yang sedang enjoy ngobrol berdua sambil berjalan nyusurin pinggir laut itu tiba-tiba di kejutkan oleh teriakan Miku itu.
"Len.. tolongin gue.." ucap Kaito sambil menatap Miku yang berlari ke arahnya.
"um.. mudah-mudahan, ya." jawab Len dengan santainya.
Dan,
"KAITOOO~"
BRUK!
Miku pun memeluk Kaito sampai terjatuh.
"LEPASKAN AKUUU!" Kaito berusaha melepaskan deathhug Miku.
"KAITO-KUN~" Miku masih saja memeluk Kaito.
"um.. aku harus pergi.. jaa!" Len pun langsung pergi meninggalkan mereka berdua.
"NOO! LEENNNN KEMBALIIII!" Kaito berteriak berharap Len kembali.
Tapi Len tetap pergi menyusuri pinggir laut sendirian.
Di sisi pantai lain, Miki sedang minum ice sendirian. Tiba-tiba Piko menghampirinya.
"hai Miki-chan~" sapa Piko sambil duduk di sebelahnya.
"uh.. hai." Sapa Miki dengan agak grogi.
"sendiri aja?" tanya Piko.
"um, IA dan Prima sedang pergi sebentar. Tadi di sini." Jawab Miki yang tidak berani melihat Piko langsung.
"oh gitu ya. aku temenin ya." Piko tersenyum hangat pada Miki membuat muka Miki memerah.
Sementara mereka tak menyadari bahwa sedari tadi SeeU dan Mayu mengamati mereka dengan jealousnya.
"Rin!"
Sontak yang dipanggil pun menoleh ke arah yang manggil.
"eh, Lui. Kenapa?" tanya Rin dengan senyumnya.
"ah.. ga apa-apa. Cuma—" sebelum Lui menyelesaikan kalimatnya, Teto dan Gumi memotongnya.
"eh, kalo gitu kita pergi duluan ya! aku mau ke Rui. Jaa~" Teto pergi.
"aku juga! Aku mau ke Gumiy— eh.. ya pokoknya pergi. Ga ganggu kalian. Jaaa~" Gumi pun pergi.
Tinggalah Rin yang kebingungan dan Lui yang mukanya mulai memerah.
Sementara itu, IA , Prima dan Oliver berada di sisi lain pantai yang sepi.
"denger ya, si Teto itu kemarin udah tau kalo kita ngefitnah Rin sama Len." ucap Oliver.
"ya. kayaknya harus kita kasih pelajaran!" ucap IA dengan semangat.
"ga. Ga usah. Aku tau cara terbaik buat bikin si Teto ga berani bocorin rahasia kita lagi." Ucap Oliver dengan senyum liciknya.
"bagaimana?" tanya IA dan Prima.
Sementara Oliver hanya tersenyum penuh kelicikkan.
Sementara, Rinto sedang kebingungan mencari Rei.
"si Rei mana ya? eh!" Rinto menghentikan langkahnya saat melihat Rei yang sedang berduaan sama Rui.
"RUIII! KAU DIMANA? RUIII! YUHUUU~ RU—" Teto yang berteriak-teriak mencari Rui langsung ditutup mulutnya oleh Rinto.
"sst! Jangan di ganggu Rui nya!" ucap Rinto sambil menunjuk ke arah Rui dan Rei.
"oow~ so sweet~ Teto mauuu~" ucap Teto dengan sikap childish nya. Sementara Rinto sweatdrop.
Sementara itu, setelah Teto dan Rinto pergi, datanglah Iroha dan Aoki.
"huuh! Kemana sih si Gumiya sama si Ryuuto! Ga kompak banget deh! Kita kan satu kelompok! Mainnya bareng-bareng do—" Aoki yang sedang ngambek-ngambek itu langsung di tutup mulutnya sama Iroha.
"sst! A-Aoki, liat tuh!" bisik Iroha sambil masih menutup mulut Aoki dengan arah pandangan yang ditujukan pada Rei dan Rui.
"hmmp.. hmph?" Aoki berusaha ngomong saat mulutnya masih ditutup Iroha.
"kamu tau kan apa yang aku pikirin?" ucap Iroha sambil tersenyum licik pada Aoki.
Sementara Aoki nge-heng sebentar, dan setelah itu, dia pun mengerti apa yang dimaksud si Iroha lalu balas smirk.
Rui dan Rei hanya diam sambil memandang laut biru di depan mereka.
'astaga… aku deg-deg-an mulu deh kalo deket si Rei!' pikir Rui sambil menyembunyikan mukanya yang memerah.
'geez.. kenapa gue jadi keabisan topik bicara gini ya? ga biasanya deh, kenapa aku jadi grogi gini ya?' pikir Rei.
'aah.. walaupun hanya diam dalam keheningan.. yang penting gue berduaan sama Rei..' pikir Rui.
'g-gue ga bisa kalo diem terus begini. Harus cari topik bicara! Gue grogi ih..' pikir Rei.
Tiba-tiba terdengar sebuah intro dari salah satu lagu.
Rei dan Rui celingak-celinguk kebingungan.
"Rui, kamu denger ga?" tanya Rei.
"iya! aku denger. Lagu darimana ini?" Rui kebingungan.
"ini.. ini kan lagu nya Zigaz.." gumam Rei sambil agak sweatdrop
mereka pun memutuskan untuk tidak mencari asal lagu itu dan malah terdiam sambil mendengarkan lagu itu.
"bukan terdampar di pelataran~ hati yang temaram~ matamu juga mata mataku~ ada hasrat yang mungkin terlarang~"
Rui pun sedikit melirik ke arah Rei.
'lagu ini.. sama dengan apa yang ku rasakan saat ini.. apa hasrat ini terlarang?' pikir Rui.
"satu kata yang sulit terucap~ hingga batin ku tersiksa~ Tuhan tolong aku jelaskan lah perasaanku berubah jadi cinta~"
'apa.. aku memang udah suka sama si Rui ya?' pikir Rei sambil menatap laut biru di depannya.
"tak bisa hatiku menapikan cinta~ karena cinta tersirat bukan tersurat~ meski bibir ku terus berkata tidak~ mata ku terus pancarkan sinarnya~"
Rui melirik ke arah Rei.
'eeh.. gila siapa ini yang puter lagu nyaaa? Gue malu asli. Ini lagu emang gue banget.' Pikir Rui.
"ku dapati diri makin tersesat saat kita bersama~ desah nafas yang tak bisa rusak~ persahabatan berubah jadi cinta~"
'eeh.. aku emang sahabat Rui. Tapi kenapa aku jadi ngerasain ini yaa..' pikir Rei dengan mukanya yang mulai memerah.
"tak bisa hatiku menapikan cinta~ karena cinta tersirat bukan tersurat~ meski bibir ku terus berkata tidak~ mata ku terus pancarkan sinarnya~"
Tepat saat itu Rui dan Rei sama-sama nengok dan mereka pun bertemu pandang.
"apa yang kita kini tengah rasakan~ mengapa tak kita coba tuk persatukan~"
'um.. iya kenapa engga sih?' pikir Rei.
"mungkin cobaan untuk persahabatan~"
'uh.. iya ya, ini cobaan doang kali ya?' pikir Rui.
"atau mungkin sebuah takdir Tuhan~"
Rui dan Rei saling melihat satu sama lain.
"R-Rui, muka mu merah tuh." Ucap Rei sambil memalingkan wajahnya dari Rui dengan muka jutek dan sedikit semburat merah di pipinya.
"eh! m-masa sih.. muka mu juga kok.." ucap Rui sambil menunduk malu-malu.
'eh! a-aku juga gitu? Uwaaa ketauwan ga yaaa? Gawat kalo ketauan…' pikir Rei.
"Rui apaan sih. Muka ku ga merah kok. Mungkin ini gara-gara panas doang." Rei berusaha mengelak dan memasang muka sejutek mungkin pada Rui.
Sementara Rui hanya menatap Rei dengan muka polosnya.
'ih! si Rui kok malah natap gue begitu? Gue jadi grogi!' pikir Rei.
"oke oke! Aku nyerah! Aku juga blushing kok! Aku suka sama kamu!" ucap Rei dengan nada seperti orang marah dan muka nya yang memerah diapun langsung duduk membelakangi Rui.
"eh! apa..?" tanya Rui.
'kuso! Gue ngomong apaan tadi!' pikir Rei.
"ng-ngga. Aku ga ngomong apa-apa kok. Aku mau pergi dulu. Dah!" Rei pun pergi dengan perasaan deg-deg-an meninggalkan Rui sendiri di situ dengan muka yang memerah.
Sementara Aoki dan Iroha ketawa cekikikan karena rencana mereka buat bikin Rui dan Rei jadian hampir berhasil.
"um.. Rin.." akhirnya setelah beberapa hening, Lui pun berani mengawali pembicaraan.
"ya?" Rin menoleh pada Lui.
"um.. etto.. apa Rin menyukai seseorang?" tanya Lui dengan muka yang memerah.
"eh? k-kenapa nanya begitu?" Rin kaget dan mulai blushing.
"..c-cuma nanya kok.. aku mau tau aja.." Lui menunduk menyembunyikan mukanya yang memerah.
"eh… aku.."
'kenapa aku jadi deg-deg-an begini ya?' pikir Rin.
Sementara itu, tak jauh dari situ Len tanpa sengaja melihat Rin dan Lui yang sedang berdua.
"aku suka sama seseorang sih.." ucap Rin sambil blushing.
"eh! siapa?" tanya Lui.
"um.. itu.. orang yang ku sukai itu adalah.."
"Lui."
Lui dan Rin menoleh pada sumber suara.
"Len?" Rin bingung.
"Lui, gue cariin lo kemana-mana." Ucap Len sambil menepuk pundak Lui.
"eh? kenapa?" tanya Lui.
"lu di cariin si Ring tuh daritadi. Dia ada di café deket sono." ucap Len.
"oh.. gitu ya.. Makasih ya, Len." Lui pun pergi menuju café.
"Len! hobi banget sih ganggu orang bicara?" ucap Rin dengan kesalnya.
"kenapa? Aku ganggu? Emang lagi ngomongin apa sih?" tanya Len dengan muka jahilnya.
"bukan urusan lu." Jawab Rin dengan jutek nya.
"jutek banget sih?"
"biarin. Gue sebel sama lo."
"eits, sebel ntar bisa jadi suka looh~ hati-hati ya~" goda Len.
"apaan sih. Gue ga mungkin suka sama lu ya. gue udah suka sama orang lain."
Jleb.
'kenapa rasanya jleb banget ya pas Rin bilang kalo dia udah suka sama orang lain.' Pikir Len.
'eh? kenapa ni anak? Tumben cuma nundukkin kepala doang. Biasanya ngejek.' Pikir Rin yang kebingungan melihat Len hanya diam.
"Len?" panggil Rin.
Tapi Len hanya diam.
"Len? hoi?" Rin memanggil Len lagi.
Tapi Len tetep diam.
"Len!" panggil Rin lagi.
Len cuma diem dan ga naggepin Rin sama sekali.
"Len! ih Len nyebelin ih!" Rin pun mulai kesal.
Tiba-tiba Len memegang tangan Rin.
"eh! Len?"
Len cuma natap Rin dengan tatapan yang seolah ngomong 'gue sakit banget Rinnn.. lo harus ngerti itu.'
'si Len kenapa ya?' pikir Rin.
"aku.." akhirnya Len pun mulai bicara.
Sementara Rin hanya diam menunggu kelanjutannya.
"lo harus tau Rin. Kalau gue.."
'si Len kayak mau nyatain cinta aja deh?' pikir Rin.
"gue itu s-s-s.." Len mempererat genggaman tangannya pada Rin.
"hn?" Rin kebingungan.
"gue s—"
Len yang mau ngomong itu kepotong gara-gara ada yang megang tangan Rin yang satunya lagi.
Rin kaget dan nengok buat liat siapa yang megang tangannya, begitu juga dengan Len.
"..Oliver." gumam Len.
TBC~
Review please :D
