Battle Music!

.

Disclaimer : all characters in this story aren't mine. Vocaloid, © Yamaha and crypton future media inc. ^^ but this story is originaly MINE! Don't you dare to copy this, okay? :) . . . HEY, I'M SERIOUS

.

Warning : OOC(maybe), some typo, bahasa sehari-hari, GJ, ini bakal panjang sepertinya?, dll~

.

A/N : minna~ maaf lama update. Hontou ni gomennasai~ liburan sekarang di cepetin deh :D. no BA no COT langsung aja ya~

.

Don't like? Don't read :)

.

Like? Review~ ;D

.

.

Chapter 12

.

.

"..Oliver." gumam Len.

"loh? Oliver? Ada apa?" tanya Rin dengan senyum yang terlihat kebingungan itu.

"um.. ga apa-apa. Aku cuma mau ngomong aja sama kamu." Jawab Oliver.

'ngapain sih anak ini. Pake senyum segala lagi. ga biasanya dia senyum kayak begitu ke orang lain.' Pikir Len sambil cemberut dan masih memegangi tangan Rin.

"eh? ngomong apa?"

"aku pengin ngomong berdua aja sama kamu." Ucap Oliver dengan menekankan dua kata itu.

Len yang merasa tersingkir langsung angkat bicara,

"tuan Oliver yang terhormat, jika anda tidak keberatan, saya sedang bicara dengan Rin di sini." Ucap Len dengan sedikit menyindir Oliver.

"maaf kalau mengganggu ya. tapi ini penting. Jadi kalau tidak keberatan, saya pinjam dulu Rin nya. Permisi." Oliver pun langsung menarik Rin pergi.

'ugh. Apaan sih anak itu. seenaknya aja. Gue kan cuma ma—' Len yang sedang berkutat dengan pikirannya sendiri itu tiba-tiba dikejutkan dari belakang.

"waa!" Len kaget dan segera menengok kebelakang untuk melihat siapa yang barusan menepuk pundaknya itu.

"Meiko… ternyata kau.." ucap Len sambil menghela nafas lega.

Meiko yang tadi sempat kaget juga karena Len yang berteriak, kini dia pun langsung tersadar lagi.

"Len, tadi ngapain kamu sama si Rin?" tanya Meiko dengan muka jahilnya.

"eh? ngapain apanya?"

"aww ga usah ngelak lagi. Kelihatan kali. Tadi kamu mau ngomong daisuki ke Rin kan? Cieeciee~" ucap Meiko sambil menyenggol-nyenggol Len.

"a-apaan sih. Ngga! Meiko sotoy deh."

"lah masa sih. Orang tadi aja udah megang tangannya, terus kamu udah ngomong 'lo harus tau Rin, kalo gue itu s-s-s-' s-s-s- apa itu~? ahahahaaa~" Meiko tertawa puas saat melihat wajah Len yang mulai memerah.

"ngga! Denger dulu! Gue ga suka sama Rin kok!" Len berusaha ngebela dirinya sendiri.

"iya, Len ga suka sama Rin. Tapi Len cinta sama Rin. Ahahahaaa!" Meiko lagi-lagi tertawa puas saat melihat wajah Len yang kini semakin memerah.

"MEIKO! AKU NGGA SUKA SAMA DIA!" Len mulai kesal dan berteriak dengan mukanya yang semerah tomat.

"oh. Terus? Tadi mau ngapain dong?" tanya Meiko yang kini udah kalem(selo).

"aku cuma mau ngomong kalo aku itu sakit. Gitu aja.." jawab Len sambil mengarahkan pandangannya ke laut.

Sementara Meiko hanya menatap Len sambil ber-oh-ria.

"bukan mau ngomong suka! Tapi sakit!" lanjut Len sambil menjulurkan lidahnya pada Meiko.

"ya ya ya. emang lu sakit kenapa?" tanya Meiko dengan polosnya.

"sakit h—"

'eeh ni anak sengaja ato engga sih. Kayaknya dia pengen tau tentang gue ke Rin deh. Ah! mending gua kabur aja.' Pikir Len.

"Mei, tau ga. Tadi aku liat si Kaito lagi berduaan sama si Miku loh! Cepetan sono lu liat! Gua cabut dulu ya! bye!" Len pun langsung pergi meninggalkan Meiko yang cengo sendiri di pinggir pantai itu.

"ah~ siapa yang peduli? Kaito ga mungkin suka sama orang lain kok. Dia kan sukanya cuma sama aku." Ucap Meiko sambil mengangkat kedua bahunya dan berjalan-jalan lagi di pinggir pantai itu.

.

"Ring-san?"

Ring yang sedang duduk manis sambil meminum segelas milkshake di café itu segera menengok ketika mendengar namanya di panggil.

"ah. L-Lui-kun.." muka Ring sontak memerah dan segera membalikkan badannya lagi ke depan.

"um.. aku boleh duduk ya?" tanya Lui.

"ah.. iya. silahkan." Ring mempersilakan Lui untuk duduk di kursi yang berhadapan dengannya.

Setelah beberapa hening, Lui pun berbicara.

"eh.. Ring-san.. tadi kau memanggilku kemari?" tanya Lui.

"huh? Memanggilmu? Tidak." ucap Ring dengan wajah kebingungannya.

'manggil dia? Kapan?' pikir Ring.

"eh? tapi tadi kata L—" Lui pun teringat sesuatu.

'ah! jangan-jangan Len ngebohongin gue.. sial. Gue ketipu.' Pikir Lui sambil cemberut.

"kata siapa?" tanya Ring.

"ah.. ngga ngga.. ehhehe." Lui pun tertawa gaje.

Sementara Ring meminum milkshake nya lagi.

'Lui aneh. kenapa sih dia.' Pikir Ring.

"kamu sendiri aja, Ring-san?" tanya Lui.

"iya. hehe. Panggil aja aku Ring, ya Lui." Ucap Ring sambil tersneyum manis pada Lui.

"ah.. baiklah, Ring.." Lui pun balas senyum pada Ring.

'huh.. senyumnya emang ga nahan deh.. gue deg-deg-an mulu..' pikir Ring.

.

"kamu kenapa sih ngikut-ngikut gue mulu daritadi!" Rinto membalikkan tubuhnya kebelakang menghadap Teto dengan kesalnya.

"abisnya.. Teto ga ada temen.." Teto cemberut.

"grr.. cari dong!" Rinto pun membalikkan tubuhnya lagi ke depan tapi,

"GYAAA!" teriak seseorang.

Rinto pun tiba-tiba dihujani dengan beberapa barang.

Rinto yang kaget hanya bisa pasrah diam dengan barang-barang yang berjatuhan padanya. Sementara Teto sweatdrop.

"eh.. Rinto. Ehehe. Maaf. Kukira apaan. Hehe, ngagetin aja."

"Lenka. lain kali, kalo kaget, jangan teriak-teriak dengan volume seperti itu dan jangan melempari ku dengan barang-barang mu." Ucap Rinto dengan nada kesal yang ditahan dan berusaha sabar.

"eh.. iya..iya.. itu kan aku spontan. Maaf. Namanya juga kaget." Ucap Lenka sambil mengambil barang-barangnya lagi.

Saat Lenka membungkukkan badannya untuk mengambil barangnya, tanpa sengaja Rinto melihat rok pendek Lenka yang mengangkat. Sontak muka Rinto memerah dan mengalihkan pandangannya ke arah lain.

'dasar cowok. Liat begitu pasti langsung aja.' Pikir Teto sambil membentuk muka (=_=)

"sekali lagi maaf ya." Lenka membungkukkan badannya ke arah Rinto untuk meminta maaf. Tanpa sengaja lagi, Rinto melihat daleman Lenka.

'eh b*set! Kalo gue lama-lama di sini, bisa-bisa gue kehabisan darah gara-gara nosebleed!' pikir Rinto sambil segera berlari pergi dari tempat itu. tinggallah Lenka dan Teto yang cengo kebingungan liat Rinto.

"uh.. Rinto marah ya. aku kan ga sengaja.." gumam Lenka dengan sedihnya.

Sementara Teto hanya bisa nahan tawa.

.

"eh? apa artinya itu Gumiya?" tanya Gumi kebingungan sambil memperhatikan goresan-goresan yang baru saja dibuat oleh Gumiya di pasir pantai itu.

"um.. emangnya kamu ga ngerti ya?" tanya Gumiya dengan mukanya yang mulai memerah.

Sementara dengan polosnya Gumi hanya menggeleng.

Gumiya pun menghela nafas.

"oke.. aku jelasin.."

Gumi pun diam menunggu Gumiya menjelaskan apa arti dari goresan-goresan itu.

"sebenarnya ini sebuah pesan. Kalau kamu baca langsung begini ya ga akan ngerti artinya." Jelas Gumiya.

"terus? Gimana cara bacanya dong?" tanya Gumi.

"Tulisan ini belum selesai. Biar kamu yang menyelesaikan tulisan ini."

"eh? kok aku?"

Gumiya mengambil tangan Gumi.

"eh?" Gumi kaget dan mukanya pun memerah.

"biar aku yang mengarahkannya, kau hanya perlu mengikutiku." Gumiya memegang tangan Gumi dan mengarahkannya ke atas dan ke bawah, membentuk beberapa garis vertikal di setiap goresan yang telah dibuat Gumiya tadi.

Pada awalnya Gumi tidak mengerti, tapi pada saat goresan yang terakhir,

'apa sih ini maksudnya? G – U – M – I – Y – A – s – A – Y – A – N – G – G – U – M - eh? jangan-jangan..' Gumi kaget mukanya memerah dan spontan dia pun melepaskan pegangan tangan Gumiya.

'g-ga mungkin.. Gumiya ternyata memiliki rasa yang sama dengan ku?' pikir Gumi.

Sementara Gumiya hanya memamerkan senyum boyishnya.

"sepertinya, kau sudah tau ya."

Gumi pun menoleh ke arah Gumiya.

"a-apa maksudmu?"

"kau masih belum mengerti? Padahal tadi kita sudah menuliskannya dengan jelas kan?"

Gumi terdiam. Mukanya memanas, jantungnya pun berdegup dengan kencang.

"aku sayang sama kamu, Gum." Ucap Gumiya sambil menundukkan mukanya.

"aku bingung harus seperti apa aku mengatakannya padamu. Tapi.. kurasa begini yang ku bisa. Aku cuma pengin kamu tau aja." Lanjut Gumiya.

Gumi terdiam. Tak lama setelah itu, Gumi pun memeluk Gumiya.

"aku juga. Aku sayang Gumiya.." ucap Gumi sambil menyembunyikan mukanya di bahu Gumiya.

Sementara Gumiya hanya tersenyum sambil membalas pelukkannya.

.

Setelah berjam-jam mereka sibuk menghabiskan waktunya masing-masing di pantai itu. tiba saatnya mereka berkumpul bersama di pinggir pantai sambil menunggu sunset.

"untunglah.. aku bisa lepas juga dari pelukan mautnya.." Kaito menghela nafas lega setelah Miku melepaskan pelukkannya.

"eh, ada yang liat Rin ga?" tanya Miku pada Neru dan Lenka yang sedang sibuk ngotak-ngatik hape.

"ngga." Jawab Neru dan Lenka bersamaan.

"heh! Hape gue! Balikkin!" Miku pun merebut kembali handphonenya dari tangan Lenka.

"eh! t-tapi.. wah.. gawat.." gumam Lenka.

"APAAA! LENKA! PULSA GUE LU KEMANAIN!" Miku sweatdrop saat melihat pulsanya yang menurun drastis kayak roket di luar angkasa yang terjun nyemplung ke palung laut.

"ehehe.. maaf. Lagian kan masih bisa buat sms tuh Mik." Lenka nyengir-nyengir gaje sambil mengangkat kedua jarinya membentuk peace.

"GRRR! PULSA GUE TERAKHIR GUE CEK MASIH 47850! SEKARANG KENAPA TINGGAL 1540! HA!" Miku kesal.

"ehehe.. bagaimana ya?"

"GRRR! LENKAAAAA!"

"eh! ampuuunnn! LIAT! ITU ADA RIN!" Lenka menunjuk ke sesuatu.

"eh? mana?" Miku menoleh dan dilihatnya Gumi, Gumiya, Oliver, dan Rin.

"RIIINNN!" Miku pun langsung berlari ke arah Rin dan melempar hape sekarat pulsa nya entah kemana.

BLETAK!

"e kampret! Liat-liat dong kalo mau lempar hape! Kena gue kan jadinya!" gerutu Len sambil mengelus-elus kepalanya dan menoleh ke arah Miku. Tanpa sengaja Len melihat Rin yang berjalan bersama Oliver.

'hhh.. makin sakit gue.' Pikir Len.

"ciee~ Rinny~ pantes ga liat kau hari ini. jalan-jalan sama Oliver-san nih ceritanya?" Miku menyenggol-nyenggol Rin.

"apa sih.." gumam Rin.

"ciee~ ini juga duaan aja~ pegangan tangan segala lagi~ ciee~" Miku menyenggol-nyenggol Gumi yang sedang berpegangan tangan dengan Gumiya.

Sementara Gumi dan Gumiya hanya blushing.

'eh? Gumi Gumiya udah jadian ya jangan-jangan?' pikir Aoki.

"CIEE! ITU JUGA! RYUUTO SAMA YUKI! PIKO SAMA MIKI! LUI DAN RING! CIEE~ PJ WOI!" teriak Miku dengan histerisnya.

"GANDENG MIK!" teriak Lenka.

"biarin. Daripada lu gue suruh gantiin pulsa gue sok!"

Lenka pun terdiam. Sementara Miku tersenyum penuh kemenangan.

'eh? Lui sama Ring? Kenapa rasanya aku ga rela gitu ya..' pikir Rin sambil melihat Lui dan Ring yang duduk berdua.

"enak yaa.. semua pada punya pacar. Lah gue? Ga ada… mungkin gue emang jelek ya. hiks." Haku ngomong sendiri. Semua pun menoleh ke arah Haku.

"jangan ngomong gitu dong. Kamu ga jelek kok! Kata siapa?" Miku memarahi Haku.

"kata aku.." ucap Haku dengan muka galaunya. Sementara semua cengo.

Hening~

"I wouldn't wanna be anybody else, hey~ You made me insecure, to me I wasn't good enough~ But who are you to judge~ When you're a diamond in the rough~" Rin mulai menyanyikan sebuah lagu.

"Selena Gomez, Who Says." Tebak Miku sambil tersenyum.. gimana gitu.

"right." Jawab Rin.

"I'm sure you got some things~ You'd like to change about yourself ~" lanjut Teto.

"But when it comes to me~ I wouldn't want to be anybody else ~" lanjut Miki.

"na na na na na na na na na na na na na~ na na na na na na na na na na na na na~"

"I'm no beauty queen~ I'm just beautiful me~" lanjut Miku sambi ngibasin rambut panjangnya kayak iklan shampoo.

"na na na na na na na na na na na na na~ na na na na na na na na na na na na na~"

"You got every right to a beautiful life~ come on~" lanjut Iroha dan Aoki.

"Who says, who says you're not perfect~ Who says you're not worth it~ Who says you're the only one that's hurting~" mereka semua pun bernyanyi bersama sambil jalan-jalan ngelilingin Haku yang duduk di bawah.

"Trust me that's the price of beauty~ Who says you're not pretty~ Who says you're not beautiful, who says?~" mereka nari-nari gaje di depan Haku.

"Who says you're not star potential~" Teto menepuk pundak Haku.

" Who says you're not presidential~" Miki mengelus rambut Haku.

"Who says you can't be in movies~" lanjut Rin sambil duduk di depan Haku dan tersenyum manis.

"Listen to me~ listen to me~" Miku menjewer Haku.

"eh! kampret!" Haku melempar Miku dengan pasir pantai basah.

Tapi Miku menghindar.

"ciee yang ngelempar tapi ga kena ciee~" Miku menjulurkan lidahnya sementara Haku hanya diam.

"Who says you don't pass the test~" Iroha mencubit pipi Haku.

"Who says you can't be the best~" Aoki menarik rambut Haku.

"penghiburan atau penyiksaan sih ini.." gumam Haku.

"who says~ who says~ could you tell me who says that~!" lanjut Rin.

"who says!" Miku berteriak selayaknya konser rock.

"ciee konser?" tanya Lenka.

Lenka yang ga mau kalah juga, langsung ikutan menyemangati Haku bersama Meiko, Gumi, Rui, dan Momo.

"don't cry~ don't be shy~ kamu cantik apa adanya~" Lenka mulai menyanyikan lagu Cherrybelle.

"nyah! Dasar twibi." Ucap Miku sambil membentuk muka (-_-)

"sadari~ syukuri~ dirimu sempurna~" lanjut Gumi.

"jangan dengarkan~ kata mereka~" lanjut Rui.

"dirimu indah~ pancarkan~ sinarmu~ ooh~" lanjut Momo.

"you are beautifull~ beautifull~ beautifull~" mereka pun mulai nyanyi dengan gaya Cherybelle.

"kamu cantik~ cantik~ dari hatimuuu~"

"tau kah dirimu berbeda~ istimewaaa~ aa~ aaa~" lanjut Meiko.

"kau bisa membuat mereka~ jatuh cintaa~ a~ aa~ aa~" lanjut Lenka.

"AAAAA~" Lenka menjerit dengan suara melengkingnya. Semua yang disitu hanya menutup telinganya.

"you are beautifull~ beautifull~ beautifull~ kamu cantik~ cantik~ dari hatimuuuu~"

"you are beautifull~ beautifull~ beautifull~ kamu cantik~ cantik~ dari hatimuuuu~"

"you are beautifull~" Lenka pun mengakhiri nyanyian mereka.

Sementara Haku sepertinya terharu pada semua teman cewe nya yang sudah menghibur dia dengan tarian-tarian aneh itu.

"ide bagus tuh! Mending sambil nunggu sunset, kita nyanyi-nyanyi aja~" usul Kaito.

"KYYAAH~! Kaito benaaar~ selalu benaaar~" ucap Miku dengan lebaynya.

Sementara Kaito merinding.

"Yuki, nyanyi bareng yuk!" ajak Ryuuto.

"eh? tapi.. e-eh!" belum sempat Yuki menolak, Yuki keburu di tarik ke depan teman-teman sama si Ryuuto.

"yeee~ duo cilik mau nyanyi~ yeeei~" sorak Teto sambil bertepuk tangan.

"dengarkanlah wanita pujaanku~ malam ini akan ku sampaikan~" Ryuuto mulai bernyanyi.

"eh? lagu ini.. lagu youvie and nuno. Janji suci kan?" gumam Rin.

"jangan bilang kalo Ryuuto mau nikahin Yuki?!" Aoki histeris. Sementara Iroha yang di sebelahnya hanya bisa menepuk-nepuk pundak Aoki.

"gimana nasib kelompok kitaaa?" ucap Aoki sambil orz.

"hasrat suci kepadamu dewiku~ dengarkanlah kesungguhan ini~"

"e-eh.. Ryuuto.." Yuki merasa risih.

"aku ingin mempersuntingmu~ 'tuk yang pertama dan terakhir~" Ryuuto berlutut dan memegang tangan Yuki.

"uwooo~ co cweeettt~" teriak semua serempak dengan lebaynya.

"jangan kau tolak dan buatku hancur~ ku takkan mengulang 'tuk meminta~ satu keyakinan hatiku ini~ akulah yang terbaik untukmu~"

"R-Ryuuto.." muka Yuki sudah memerah.

"cieee~ jawab dong Yuki~!" teriak Rei. Di susul sorakan dari anak-anak lain.

Sementara Yuki hanya diam sambil menundukkan kepalanya.

"eh? Y-Yuki?"

Yuki hanya diam dan menundukkan kepalanya.

Hening~

Hening~

"Yuki? Kalau kamu ga mau juga ga ap—" sebelum Ryuuto menyelesaikan kalimatnya, Yuki langsung menyanyi,

"Kau Diam Tanpa Kata~ Kau Seolah Jenuh Padaku~ Ku Ingin Kau Bicara~ Katakan Saja Apa Salahku~" Yuki pun langsung menyanyikan lagu D'massiv.

Semua cengo. Apa ga kebalik ya? bukannya harusnya Ryuuto yang nyanyi bait itu? kalau di lihat dari kejadian tadi.

"Sungguh Aku Tak Mengerti~ Apa Yang Telah Terjadi Dan~ Ku Tak Ingin Kau Pergi Jauh Dari Hidupku~" Yuki menggenggam tangan Ryuuto.

"Kau Takkan Pernah Sadari~ Betapaku Mencintaimu~ Kau Yang Selalu Aku Banggakan~" lanjut Yuki.

Sementara yang lain mulai ikut joget-joget(?)

"Lihat Aku Coba Kau Mengerti~ Ini Semua Bisa Teratasi~ Resapilah Semua Yang Pernah Kita Lakukan~"

"Kau Takkan Pernah Sadari~ Betapaku Mencintaimu~ Kau Yang Selalu Aku Banggakan~" semua pun ikut bernyanyi sambil melambai-lambaikan tangannya.

"Kau Takkan Pernah Mengerti~ Betapaku Menyayangimu~ Kau Yang Selalu Aku Inginkan~" Yuki dan Ryuuto pun membungkukkan badannya mengakhiri nyanyian mereka.

Semua bersorak dan bertepuk tangan.

"cieeee Yuki dan Ryuuto~ cieee~" teriak Miku di susul sorakan anak-anak lain.

Sementara muka Ryuuto memerah dan Yuki dengan polosnya hanya menjawab,

"itu kan cuma nyanyi. Apanya yang istimewa." Jawaban Yuki seakan merobek hati semua orang yang mendengarnya. Semua cengo.

"eh! ngapain pada cengo sih! Itu tuh si Gumi Gumiya yang baru jadian, harus pj tuh!" teriakan Rei membangunkan semua orang yang tadi pada cengo kini langsung mengarahkan pandangan kearah Gumi dan Gumiya.

"t-tau darimana, kau?" tanya Gumiya dengan mukanya yang mulai memerah.

"cieee~ ternyata bener ya? tadinya aku cuma iseng nebak doang loh! Eh ternyata emang bener ya~ cieeee~!" teriak Rei di susul yang lainnya meminta pj.

"kalo ga ada pj, kalian sekarang harus nyanyi di depan kayak kita, Ryuuto dan Yuki, tadi." Ucap Rin dengan smirknya.

"ahaha! Iya tuh bener! Harus senempel Anang Syahrini yaaa!" teriak Miku.

TAK

Lenka menjitak Miku.

"sekarang Anang udah nikah sama Ashanti kale. Dasar ketinggalan jaman." Ejek Lenka.

"ya ya maap. Tukang gossip." Gerutu Miku sambil mengelus-elus kepalanya.

"Dia memang hanya dia~ Ku selalu memikirkannya~ Tak pernah ada habisnya~" Gumiya mulai menyanyikan lagu Geisha.

"Benar dia, benar hanya dia~ Ku selalu menginginkannya~ Belaian dari tangannya~" lanjut Gumi.

"Mungkin hanya dia~ Harta yang paling terindah~ Di perjalanan hidupku~ Sejak derap denyut nadiku~" Gumiya menlanjutkan.

"Mungkin hanya dia~ Indahnya sangat berbeda~ Ku haus merindukannya~ ooh~" lanjut Gumi.

"Ku ingin kau tahu isi hatiku~ Kaulah yang terakhir dalam hidupku~ Tak ada yang lain hanya kamu~ Tak pernah ada~ Takkan pernah ada~" Gumi dan Gumiya pun menyelesaikan nyanyian mereka.

Semua pun bertepuk tangan.

"bagus. Tinggal tunggu undangannya aja." Ucap Len bercanda.

"iih Len! apasih." Muka Gumiya pun memerah. Sementara Len cuma nyengir.

"Lui, nyanyi yuk!" ajak Ring.

"eh? b-boleh deh.." Lui pun di tarik Ring ke depan teman-teman.

"ehem ehem.. yang baru kena virus cinta nih~" ucap Lenka di susul sorakkan yang lainnya.

Sementara muka Ring memerah, dan Lui terlihat malu-malu.

'ah.. kenapa sih gue! Lui kan cuma nyanyi sama Ring doang! Kenapa begini sih!' pikir Rin.

"waw. Ring bisa juga langsung nempel sama Lui." Gumam Mayu. Disusul anggukkan dari SeeU.

"kau lewat di depan kelas ku~ mata ini tertuju kepada dirimu~ dan ternyata matamu tertuju padaku~ aku malu~ bingung~ salting~ oh Tuhan~" Ring mulai menyanyikan lagu Vierra.

"jantungku berdetak~ berdetak dengan kencang~" Lui melanjutkan.

'si Rin kok keliatan bête gitu sih?' Len melirik ke arah Rin.

"senyumanmu~ buat aku deg-deg-an~" lanjut Ring sambil melihat ke arah Lui.

"tatapan mu~ buat ku jadi deg-deg-an~ woo~ oooh~" lanjut Lui.

"aku bingung~" Lui dan Ring pun mengakhiri nyanyian singkatnya.

Semua bertepuk tangan.

"sst Len! daritadi lu ngelirik si Rin mulu. Kalo mau ngajak nyanyi, langsung aja!" bisik Kaito.

"apa sih. Ngga." Jawab Len dengan dinginnya.

"Rin, kamu mau nyanyi juga?" tanya Oliver yang duduk di sebelah Rin.

"eh? um.." Rin terlihat sedang berpikir.

"udah! Langsung aja! ayo!" Oliver pun menarik Rin.

"e-eh.."

"hah? Si Rinnot sama Oliver-san ngapain? Sejak kapan mereka deket gitu?" gumam Rinto.

"cieee cieee Rinny!" Miku teriak histeris.

"grrr! Ada yang punya panci ga buat meredam suara anak ini!" Lenka kesal sambil menutup telinganya.

"suruh siapa lu duduk di situ." Miku menjulurkan lidah nya pada Lenka.

"ye suka-suka gue." Lenka balas menjulurkan lidahnya pada Miku.

"pajak lu duduk disitu!" Miku menjulurkan lidahnya lagi pada Lenka.

"matre." Lenka balas lagi.

Mereka saling melempar ejekan. Sementara Teto yang duduk di antara mereka berdua hanya sweatdrop.

"Rin, kamu tau lagu Budi Doremi kan? Asmara nusantara." Bisik Oliver sambil tersenyum hangat.

"uh.. iya." Rin mengangguk.

'apaan sih! Kenapa gue rasanya sakit lagi sih! Gue ga cemburu! Ga boleh! ga mungkin! Aaa!' pikir Len.

"waktu itu kamu pakai baju merah~ yang ku tahu aku pakai baju putih~" Oliver mulai menyanyikan lagunya.

'perlu di ketahui, Oliver-san emang pake baju putih. Tapi Rin pake baju biru tuh.' Pikir Lui berusaha menghilangkan rasa jealousnya.

"kita bergandengan menyusuri kota~ dan cinta kita seperti Indonesia~" Oliver menggandeng tangan Rin.

"eh?" terlihat semburat merah di pipi Rin.

"walau kini kau ada di wakatobi~ yang jelas-jelas aku di raja ampat~" Rin melanjutkan.

"luasnya lautan memisahkan kita~ oh indahnya bercinta di nusantara~" Oliver melanjutkan.

'sigh. Gue lautan yang bakal misahin lo! … EH! KENAPA GUE MIKIR BEGITU!' pikir Len.

"kita sepakat bila rasa yang sesungguhnya tak mudah di dapat~ perlu ada pengorbanan~ perlu ada perjuangan~ seperti pahlawan~" lanjut Oliver sambil tersenyum manis pada Rin. Sementara Rin hanya mengalihkan pandangannya ke arah lain.

"kita tulis cerita yang takkan kita lupa~ bersama di bawah langit senja~ kita nyatakan saja pada mereka~ lewat sebuah lagu~ asmara kau dan aku~ di bumi yang indah di khatulistiwa~" lanjut Oliver.

Sementara semua mulai kebawa alunan lagu ini.

"kita sepakat bila rasa yang sesungguhnya tak mudah di dapat~ perlu ada pengorbanan~ perlu ada perjuangan~ seperti pahlawan~" lanjut Rin.

"kita tulis cerita yang takkan kita lupa~ bersama di bawah langit senja~ kita nyatakan saja pada mereka~ lewat sebuah lagu~" semua ikut bernyanyi sambil melambai-lambaikan tangannya dengan lebaynya. Minus Len, Lui, Rinto, IA, dan Prima pastinya.

"kita tulis cerita yang takkan kita lupa~ bersama di bawah langit senja~" lanjut Rin.

"dimana~ kita nyatakan saja pada mereka~ lewat sebuah lagu~ asmara kau dan aku~ di bumi yang indah~ di khatulistiwaa~ ooh~" mereka berdua pun mengakhiri lagunya.

Tepat saat mereka selesai bernyanyi, sunset pun muncul dengan warna jingga nya yang indah mewarnai kanvas langit sore itu.

"uwooo~ so sweeet~" gumam Miku.

Sementara Len yang ada di sebelah kanan Miku cuma cemberut.

'Len ga mungkin suka sama Rin!' pikir Len dengan jantungnya yang malah berdegup kencang.

'uuh.. harusnya gue yang nyanyi lagu itu sama Rin.' Pikir Lui.

Anti klimaks..

"Oliver udah memulai rencana ini dengan baik.." gumam Prima dengan smirk di wajahnya.

Mereka pun kembali ke karantina bersama-sama. Menunggu hari besok yang akan kembali sibuk seperti hari-hari biasanya.

TBC~

Review please :D

Bales review buat guest : iya makasih udah RnR :D lain kali login ya review nyaa.. biar gampang aku balesinnya hehe~ oh ya? geming apa artinya? Aku baru tau ._. kirain artinya bergerak tuh. Oke oke, makasih sekali lagi. Keep RnR jaa~ ^^