Battle Music!

.

Disclaimer : all characters in this story aren't mine. Vocaloid, © Yamaha and crypton future media inc. ^^ but this story is originaly MINE! Don't you dare to copy this, okay? :) . . . HEY, I'M SERIOUS

.

Warning : OOC(maybe), some typo, bahasa sehari-hari, GJ, ini bakal panjang sepertinya?, dll~

.

A/N : maaf telat update! itu aja sih. maaf banget! maaf pake banget! tau kan aku sibuk.. serius ini ga bohong. yaudah langsung aja

.

Don't like? Don't read :)

.

Like? Review~ ;D

.

.

Chapter 13

.

.


"Menunggu sesuatu yang sangat menyebalkan bagiku~ saat ku harus bersabar dan trus bersabar~ menantikan kehadiran dirimu~ entah sampai kapan aku harus menunggu~ sesuatu yang sangat sulit tuk kujalani~ hidup dalam kesendirian sepi tanpamu~ kadang kuberpikir cari penggantimu~ saat kau jauh disana~"

Orang-orang di sekitarnya sudah mulai menatap dia dengan tatapan seolah menyiratkan 'kau masih waras kan?'

"walau raga kita terpisah jauh~ namun hati kita selalu dekat~ bila kau rindu pejamkan matamu~ dan rasakan a-a-a-aku~ kekuatan cinta kita takkan pernah rapuh~ terhapus ruang dan waktu~ percayakan kesetiaan ini~ akan tulus a-a-ai-aishiteru~"

Sementara si orang yang di tatap tidak menyadarinya dan tetap melanjutkan menyanyi.

"Ted. Lo kalo kangen si Teto, telpon aja." Usul Lily.

"iya. daripada nyanyi-nyanyi gaje begitu sambil mandangin foto si Teto." Tambah Leon.

"hm.. ga ah. pulsa gue abis." Jawab Ted dengan entengnya, sementara semua yang mendengar itu seolah terpeleset.

"gue pengin si Teto pulang." Gumam Ted.

"sama. Gue juga kangen Teto." Ucap Lily sambil duduk di sebelah Ted dan meminum secangkir teh.

"sabar aja. Dia tuh lagi mengejar impiannya di sana. Ntar juga dia pulang lagi." Ucap Leon sambil masih sibuk menulis sesuatu.

"gua ga bisa sabar. Gue pengin Teto pulang secepatnya." Ted pun masuk ke kamarnya meninggalkan kedua sahabatnya itu.


"Gelisah sesaat saja tiada kabarmu kucuriga~ entah penantianku takkan sia-sia~ dan berikan satu jawaban pasti~ entah sampai kapan aku harus bertahan~ saat kau jauh disana rasa cemburu~ merasuk kedalam pikiranku melayang~ tak tentu arah tentang dirimu~ apakah sama yang kau rasakan~"

"Teto, udah cukup. Suara mu bagus kok. Aku tau itu.." ucap Miku yang sedang duduk di depan Teto sambil mengaduk-aduk segelas jus pesanannya dengan wajah galau.

"ehehe.. maaf Miku. Habisnya, Teto galau.." Teto mulai mau curcol.

"sama. Gue juga galau denger lagu itu. jadi please berenti nyanyi lagu Zivillia itu." ucap Miku.

"okay..."

Setelah beberapa detik hening,

"Miku galau mikirin Mikuo-san ya?" ucap Teto tiba-tiba, sontak membuat Miku menyemburkan jus negi pesanannya itu.

"t-tau darimana kau soal si Mikuo? !" Miku terlihat kaget.

"ehehe.. si Rin cerita." Teto cengengesan.

"si Rin cerita apaan?"

"um, dia bilang—"

Belum sempat Teto cerita, orang yang sedang mereka bicarakan itu datang.

"helo helo~" sapa Rin sambil duduk di sebelah Teto.

"nah. Ini orangnya. Tanya aja langsung." Ucap Teto sambil menunjuk Rin yang duduk di sebelahnya itu.

"hah? Apaan?" Rin bingung.

"Rin. Lo cerita apaan soal si Mikuo sama gue ke Teto?" tanya Miku.

"oh itu. Cuma cerita kalo Mikuo itu bahan rebutannya Miku dan Lenka. taunya si Mikuo itu lebih milih Miku daripada Lenka. intinya Miku dan Mikuo itu saling suka. Gitu.." jelas Rin.

Sementara Miku hanya diam dengan mukanya yang memerah.

"tapi itu dulu. Sekarang ngga. Ahaha." Rin menjulurkan lidahnya pada Miku.

"maksudnya?" tanya Teto dengan wajah polosnya pada Rin.

"maksudny—hmmp!" Rin yang mau menjelaskan soal Miku yang udah berpaling pada Kaito itu langsung di sumpel oleh segelas jus pesannan Miku itu.

"MIKU! HOEK! JUS APAAAN INIIII! GA ENAK BANGEEETTT! HOEK!" Rin mengeluarkan semua isi jus dari mulutnya itu.

"jus negi. Makan tuh. Enak kan. Ahaha!" Miku tertawa puas.

Sementara Teto kebingungan. Dan langsung melanjutkan menyanyi,

"walau raga kita terpisah jauh~ namun hati kita selalu dekat~ bila kau rindu pejamkan matamu~ dan rasakan a-a-a-aku~ kekuatan cinta kita takkan pernah rapuh~ terhapus ruang dan waktu~ percayakan kesetiaan ini~ akan tulus a-a-ai-WAA!" Teto kaget saat Rin melempar Teto dengan bungkus jus negi Miku.

"berisik. Mau ngamen jangan disini. Ga ada uang receh."

"LIKE BANGET RIN! WAHAHAA!" Miku lagi-lagi tertawa puas, sementara Teto cemberut.

"hey hey, ayo cepetan. Bentar lagi pengumuman yang lolos ke stage dua nih." Lui tiba-tiba datang entah darimana yang jelas mereka bertiga juga kaget saat Lui sudah ada di sebelah Miku.

"WADAW! MIKU! SAKIT! JANGAN CUBIT GUEE!" rengek Lui sambil memegang tangannya yang baru saja di cubit oleh Miku itu.

"oh Lui asli ya. di kira hantu. Oke, ayo ke sana." Ajak Miku dan yang lainnya pun mengikuti.

"dasar.. masa gue yang ganteng ini di kira hantu sih." Omel Lui.

"jadi lo gak suka? HA?" Miku pun membalikkan badannya menghadap Lui dengan muka mengerikannya.

"eh.. s-suka deh.. suka.." Lui pun pasrah.

Saat Miku membalikkan badannya lagi ke depan, dia mendengar Lui ngomel-ngomel lagi.

"daripada gua mati.."

"GRR! APA LO BILAAANGGG!"

"KYAAA~ KABUURRR~"

Dan Lui Miku pun kejar-kejaran, atau bisa disebut seperti lomba lari. Siapa yang lebih cepat sampai ke aula utama.


Di aula utama, mereka berempat heran dengan suasana aula yang sudah di penuhi isak tangis. Tak salah lagi, mereka terlambat dan pengumuman kelompok yang tereleminasi sudah di bacakan.

Karena penasaran, Teto pun bertanya,

"um, kenapa ya? kok pada nangis?" tanya Teto pada Kiyoteru.

"kalian terlambat ya. pantas tidak tahu."

"ya. maafkan kami. Emangnya ada apa ini? Pengumuman kelompok yang tereleminasi sudah di bacakan?" tanya Rin.

Sementara Kiyoteru hanya mengangguk.

"siapaa?" tanya Teto dan Rin bersamaan. Sementara Miku masih sibuk mengejar Lui.

"…" Kiyoteru hanya diam dan memberikan mereka selembar kertas hasil penilaian.

Langsung saja mereka menyambar kertas itu dan membacanya dengan perasaan tegang.

"nilai tertinggi pertama kelompok C, SeeU, Ring, Mayu, Zatsune, Piko. Kedua, kelompok B, Miki, IA, Prima, Oliver. Ketiga, kelompok A, Meiko, Kaito, Len, Gumi. Keempat, kelompok H, Rinto, Lenka, Rei, Rui. Kelima, kelompok G, Miku, Rin, Teto, Lui~! Kita masih di urutan kelima~! Kita ga keluaaar yeeei~!" sementara Teto loncat-loncat kegirangan setelah membaca kertas itu, Rin masih melanjutkan membaca.

"keenam, kelompok D, Gumiya, Iroha, Aoki, Gachapoid. Itu artinya.. yang keluar.. kelompok E..? Neru, Haku, Momo, dan Yuki.."

"hah?" Teto terdiam.

'astaga.. baru saja malam kemarin kita semua nari-nari di atas balkon cuma buat balikin semangat mereka. Ternyata akhirnya.. begini.' Pikir Rin sedih.

Semua yang disitu pun merasa sedih, kehilangan teman mereka di kelompok E. sore itu juga, Neru, Haku, Momo, dan Yuki harus pulang ke tempat mereka lagi.


Di halaman depan tempat karantina Yamaha, angin sore itu bertiup pelan, dengan warna langit sore yang menawan. Terdiam sendiri Yuki di situ dengan semua barang bawaannya. Menunggu bus untuk pulang bersama Neru, Haku, dan Momo.

"Yuki!"

Yuki pun menoleh pada yang memanggil namanya itu. di dapatinya Ryuuto yang sedang berlari menghampirinya.

"Ryuuto-kun, ada apa?"

Ryuuto membungkukkan badannya dengan kedua tangannya memegang kedua lututnya dan mengatur nafas karena kecape-an habis lari-lari mencari Yuki ke seluruh gedung Yamaha.

"Kamu kenapa, Ryuuto? Kenapa lari-lari gitu? Kok buru-buru banget?" tanya Yuki.

Ryuuto pun berdiri tegak.

Yuki menatap Ryuuto,

'haah.. jujur. Aku sedih banget harus pisah sama kamu, Ryuuto. Rasanya.. rasanya seperti.. kehilangan separuh jiwa.' Pikir Yuki.

"eh?" Yuki kaget karena Ryuuto tiba-tiba memeluknya.

"R-Ryuuto?"

"Yuki.. jujur. Jujur aku sedih banget harus pisah sama kamu! Rasanya.. rasanya seperti.. kehilangan separuh jiwa!" Ryuuto menahan airmatanya yang sudah di ujung matanya.

'eh? kata-katanya.. sama persis.' Muka Yuki pun memerah.

"Aku ga mau pisah sama kamu Yuki.. hiks."

"aku juga, Ryuuto. Aku ga mau pisah sama kamu. Tapi ini harus.."

Ryuuto melepaskan pelukkannya dan memegang kedua tangan Yuki.

"aku.. harus bilang. Kalau aku suka sama kamu."

"EH?"

"Aku suka sama kamu, Yuki.. aku tau kita emang masih kecil, dan ga seharusnya kita pacaran. Tapi—"

"aku juga suka Ryuuto." Yuki memotong omongan Ryuuto.

Mereka pun terdiam, saling menatap satu sama lain dan tersenyum.

Lega rasanya bila perasaan terbalas.

"kita hanya perlu menunggu waktu untuk dewasa saja kan, Yuki?"

"iya. kalau kau masih menyukai ku.."

"aku pasti. Aku akan setia. Aku akan tetap menyukai mu sampai waktunya tiba." Ryuuto tersenyum mantap pada Yuki, membuat Yuki percaya akan janjinya.

Tiba-tiba, anak-anak karantina yang lainnya berdatangan.

"YUKIIII~~"

Mereka memeluk Yuki dan menangis.

"sampai nanti ya Yuki." Rin menangis.

"jaga kesehatan ya!" Miku menangis.

"jangan lupakan aku ya!" ucap Gumi sambil menangis.

"Yukii.. hiks.." Lenka menangis dan sesekali menarik ingus.

Miku menjitak Lenka.

"ga usah bonus ingus." Ejek Miku.

"kalian ini.." Gumi menggubris Miku dan Lenka yang mulai bersiap saling melempar ejekkan.

"tak apa. Aku kangen.. aku akan selalu mengingat semuanya.." Yuki tersenyum.

Semua pun menangis.

Tiba-tiba, bus yang ditunggu-tunggu pun datang. Di situ sudah ada Neru, Haku, dan Momo.

"aku harus pergi.. sampai nanti." Yuki pun pergi berjalan menuju bus.

Ryuuto memegang tangan Yuki, menyelipkan secarik kertas di tangan Yuki.

"eh?" Yuki bingung.

"Yuki, ayo!" ajak Neru.

"sampai nanti semua!" ucap kelompok E bersamaan.

"sampai nanti! Jangan lupakan kami yaa!" teriak semua.

Dan mereka pun berpisah.

'sampai waktunya tiba, aku akan selalu setia. Cinta ku padamu tak akan berkurang sedikit pun.. aku akan sabar menanti hari itu, hari dimana kita bisa menyatukan cinta kita dengan sungguh-sungguh.. kita pasti akan bertemu lagi.' Yuki terharu membaca secarik kertas yang diberikan Ryuuto tadi.


"hueeeee hiks hiks.. Neru my darling~ huaaa~" Rinto nangis sambil meluk Rei. Rei ngerasa risih di peluk si Rinto.

"iih! Lepasin! Gue Rei! Bukan Neru!" Rei berusaha melepaskan pelukan Rinto sambil sesekali melirik ke arah Rui.

Rin mengglare Rinto.

"udah Prima, sekarang Neru. siapa lagi nanti yang punya gelar 'my darling' nya lu? Ha?"

Rinto pun melepaskan pelukkannya pada Rei.

'thanks God.. thanks too Rin..' pikir Rei lega.

"jadi, lu cemburu?" Rinto mendekati Rin.

Rin mundur.

"ngga ih! siapa bilang!"

"fufufu. Tenang aja, nanti juga kamu bakal dapet gelar itu kok calon darling ku~"

Rin mengglare Rinto.

"dadaaaah~ dadah Yuki~ dadaaaahh~ hiks.. dadah semuanyaa!" Miku masih menangis dan melambai-lambaikan saputangannya.

"udah pergi woi. Masih aja lu dadah-dadah-in." Lenka menjitak Miku, balas yang tadi.

"biarin dong. Suka-suka gue." Miku menjulurkan lidahnya pada Lenka.

"e-eh! itu sapatungan gua kaaan! Iyuuuh! Miku masa lu ngelap ingus lu di saputangan gue sih!" Lenka ngambek dan ngerebut saputangannya.

"terus dimana dong..?"

"ya gatau! dimana aja kek! Yang penting jangan di saputangan gue!" Lenka jadi jutek.

"oh. Yaudah di rambut lu aja ya." ucap Miku sambil nyengir dan sukses dapet tabokkan dari Lenka.

"ga gitu juga!"

Sementara Miku cuma nyengir.


Sementara yang lain masih diwarnai dengan isak tangis kepergian kelompok E, di salah satu lorong Yamaha, Kiyoteru lagi-lagi mendapat telpon dari Ted.

"kenapa kau begitu menekanku?" tanya Kiyoteru.

"kalau kau mengalahkan kelompok G di babak selanjutnya, aku tak akan mengganggu mu lagi!" balas Ted di seberang sana.

Kiyoteru pun terdiam.

"jadi?" tanya Ted.

"oke, kita deal. Aku akan mengalahkan kelompok G, dank au tak akan mengganggu ku lagi." Ucap Kiyoteru.

"heh. Bagus." Ted smirk dan memutuskan telponnya.

Tanpa Kiyoteru sadari, sedari tadi Gakupo menguping.

'ternyata Kiyoteru akan berbuat licik! Dia akan mengalahkan kelompok G di babak selanjutnya! Aku harus mencegah nya! Demi Luka! Karena jika kelompok Miku kalah, dia pasti sedih..' pikir Gakupo.


TBC

Review please? :D


A/N : maaf atas keterlambatan update nya! Glori akhir-akhir ini bener-bener disibukkin banget sama tugas-tugas sekolah danlainlain. Estrakurikuler Seni, karate, JapaneseClub, PR ini, PR itu, tugas kelompok, tugas presentasi, ulangan, danlainlain. Sekali lagi maaf! Ini juga baru selesai ngetik banget nih. kayanya lebih sedikit dari kemaren-kemaren yah? ya udah deh, nanti ku lanjut lagi ya! :D jaa nee~ Jangan jadi silent readers please :( review yaaa mwah:D *dor