Battle Music!

.

Disclaimer : all characters in this story aren't mine. Vocaloid, © Yamaha and crypton future media inc. ^^ but this story is originaly MINE! Don't you dare to copy this, okay? :) . . . HEY, I'M SERIOUS

.

Warning : OOC(maybe), some typo, bahasa sehari-hari, GJ, ini bakal panjang sepertinya?, dll~

.

A/N : update nih update. Nyahahaa~ XD sipp lah. Ga usah bilang wow sih. Hahaa. Maap sebelumnya kalo chapter ini agak.. um.. ya gitu deh. Ahahaaa~ Langsung aja. (gaje)

.

Don't like? Don't read :)

.

Like? Review~ ;D

.

.

Chapter 15

.

.


'hibiku kaatenkooru yamanai kassai~ motto motto hibikasete?~ kaien buzaa maku ga agatta~ wan, tsuu, surii de—' bunyi alarm dari handphone tersebut mungkin hampir sukses membangunkan Miku dari mimpinya. Tapi Rin segera menghentikan bunyi berisik itu.

(pasti udah pada tau lah itu lirik lagu apa. Crazy night.)

"ungh?" Miku sedikit membuka matanya.

"hoaam~" Rin terlihat masih sangat mengantuk.

"loh? Rin? Lu yang matiin alarmnya? Tumben. Biasanya lu ga pernah ke bangunin sama alarm itu." ucap Lenka yang sedang duduk di pinggir kasurnya sambil mengumpulkan nyawa.

"grr.. gimana gue ga kebangunin sih! Ini hape kenapa di simpen di dalem bantal gue!" Rin ngambek.

"ooh~ berarti lain kali kalo mau ngebangunin Rin pake alarm, alarmnya itu harus di simpen di dalem bajunya Rin kali ya? biar bangun! Wahahaha!" Lenka tertawa sangat puas, sepertinya semua kantuknya langsung hilang karena menertawakan Rin.

"wahahaaa! Wahahaaa! Wahaha—AW!" Lenka yang sedang tertawa puas itu terhentikan karena Rin yang melempar hape pengganggu tidurnya itu ke arah Lenka.

"iiih! Rin!" Lenka ngambek. Sementara Rin kembali tidur.

"e-eh! kok Rin tidur lagi sih!" ucap Gumi yang baru saja selesai mandi.

"gatau dah. dia ngelempar hape mu nih." ucap Lenka sambil menunjukkan hapenya pada Gumi.

Tapi Gumi tak mengindahkannya.

"ih! gue kan sengaja nyimpen hape itu di bantalnya supaya dia langsung bangun!" ucap Gumi kesal.

"OH! JADI LU YANG UDAH NYIMPEN HAPE BERISIK ITU DI BANTAL GUE!" Rin langsung bangun sambil nunjuk ke arah Gumi.

Sementara Gumi dan Lenka seperti merasakan waktu berhenti satu per-sejuta detik sambil menatap Rin dengan wajah kaget. Dan langsung tersadarkan lagi.

"GUE SENGAJA! BIAR LU LANGSUNG BANGUN!" jawab Gumi.

Kini Lenka yang kaget sendiri sambil natap Gumi yang nyeremin.

"berisik tau. Ganggu tidur aja." Rin pun kembali tidur.

"grrr.. Rin! Bangun!" teriak Gumi.

". . ."

"RIN!"

". . ."

"jangan sampe gue yang kesana dan bangunin lo!" ancam Gumi.

". . ."

"pfft— kayanya si Rin ga ada takut-takutnya tuh sama lu." Lenka menahan tawanya. Sementara Gumi mendengus kesal dan berjalan menuju kasur Rin.

"RIN BANGUN! CEP—WA!" Gumi terpeleset dan jatuh menimpah Rin yang tidur itu.

Lenka cengo, begitu pula Miku yang baru bangun.

Dan disaat yang bersamaan terdengar ketukkan pintu yang langsung di susul dengan pintu terbuka,

"Rin! Gue mau—" Len yang baru masuk itu tercengang karena kaget dengan apa yang di lihatnya.

"Gumi~" Gumiya yang baru saja mau ikut masuk, langsung di tarik keluar oleh Len.

"M-MAAAAF~!" teriak Len seraya menutup pintu lagi.

"s-sial! Si pisang tadi pasti mikir yang engga-engga! Lu sih pake nubruk-nubruk gue segala! Pake baju dulu napa sih!" omel Rin.

"y-ya.. maaf." Ucap Gumi seraya bangun dari kasur. Masalahnya Gumi cuma pake handuk aja, dan dia barusan nubruk Rin yang lagi tidur di kasur.

"Rin takut kalo Len mikir yang engga-engga? Ehmm… cieee~ berarti Rin takut Len cemburu yaah~" goda Miku.

"ih! ga gitu!" bantah Rin.

"RIN~ GUE CUMA MAU NGASIH TAU, KALO HARI INI SELEKSI LAGI! LU JANGAN SAMPE TELAT, RIN~!" teriak Len di luar pintu.

"apa peduli lo?" gumam Rin.

"seleksi lagi?" gumam Lenka.

"SALAM BUAT GUMI YAH~" teriak Gumiya.

"GUA DULUAN YAH! JANGAN TELAT~!" teriak Len lagi sambil berjalan pergi bersama Gumiya.

Hening~

Hening~

Hening~

BRAK

Lenka, Miku, dan Rin langsung menoleh pada pintu wc yang barusan di dobrak oleh Gumi itu.

"Gumiya nitip salam~?" tanya Gumi dengan wajah bling-blingnya.

"err.. iyah." Jawab Lenka.

GUBRAK!

Gumi pun pingsan dengan senyum lebar bahagia terlukis di situ.

"sial. Sekarang dia ngerusak pintu wc nya. Gimana kita bisa mandi kalo pintunya ga bisa di tutup?" tanya Rin.

Sementara Miku dan Lenka pun tampak kebingungan.


Di kantin,

Ryuuto hanya berjalan melewati meja makan kelompoknya.

"e-eh? loh? Ryuuto! Mau kemana?" tanya Aoki yang kebingungan pada Ryuuto yang terus jalan dan ga noleh sedikit pun sama kelompoknya.

Ryuuto pun berhenti dan menoleh ke arah kelompoknya.

"aku? Mau pergi. Cari makan." Jawab Ryuuto dengan nada yang lesu.

"cari makan? Ngapain? Ini kan makanan." Ucap Iroha yang baru saja datang sambil menunjukkan makanan yang baru saja di ambilnya dari dapur.

'apaan tuh? Ijo-ijo keluar dari penutup makanan? Perasaan ga enak nih.' pikir Ryuuto.

"…kamu tau? Hari ini kayaknya aku ga akan makan makanan itu." ucap Ryuuto.

"hm? Kenapa?" tanya Iroha kebingungan.

"coba deh liat sendiri makanannya." Ucap Ryuuto.

Iroha dan Aoki pun penasaran lalu melihat apa makanan yang ada di balik penutupnya itu.

Jeng jeng

"iyuuw~ apa ini?" tanya Aoki setelah melihat apa yang di bawa Iroha.

"eh? kayanya aku salah ambil yah? Hehehe~" Iroha cengengesan.

"ga kok. Lu ga salah ambil."

Iroha, Ryuuto dan Aoki pun menoleh ke arah suara.

"Gumiya? Teto? Kok kalian barengan?" tanya Iroha.

"loh? Ada Gumiya?" tanya Teto sambil menoleh kebelakangnya. Teto sepertinya baru menyadari kehadiran Gumiya yang sedari tadi ada di belakangnya.

"ya suka-suka orang lah." Ucap Gumiya dengan muka datarnya.

"Teto juga makanannya begini?" tanya Iroha sambil menunjukkan makanan yang di bawanya.

"iyah. Apa banget sih. Masa makanannya kayak begini? Rumput?" protes Teto sambil menunjukkan makanannya juga.

"emang kita kambing? Walopun gue suka warna ijo, tetep gue ga suka makan rumput." ucap Ryuuto.

Semua pun mengangguk dengan semangat tanda setuju.

Gumiya yang penasaran pun melihat makanan apa yang mereka bicarakan.

"yang kayak begini kalian sebut rumput?" tanya Gumiya.

"terus apa lagi kalo bukan rumput? Warnanya ijo." Ucap Aoki.

"ini salad, baka." Ucap Gumiya sementara yang lain hanya ber-oh-ria.

.

"eh, Ohayou, Rin~!" sapa Lui yang sedari tadi sudah duduk menunggu di meja makan mereka.

"ohayou mo, Lui." Sapa Rin balik dengan senyum manisnya.

'pengin banget gue dapet senyuman gitu dari Ri—ajkfhgas! Mikir apaan sih gue!' Len pun segera mengusir pikirannya itu.

"Miku mana?" tanya Lui.

"lagi ke wc. Dia aneh, belom juga makan, udah 'transfer' aja." Jawab Rin.

"ahaha."

"Teto mana?" tanya Rin balik.

"dia lagi ngambil makan." Jawab Lui dengan senyumnya.

"oh~"

.

"ohayou~" sapa Kaito pada Len.

Tapi Len sepertinya tak mendengarnya.

Kaito bingung dan dia pun melihat ke arah apa yang dilihat oleh Len karena penasaran.

'ah.. pantes. Liatin pujaan hatinya sih emang ga ada bosen-bosennya. Gue kerjain aja nih~!' pikir Kaito yang mulai punya niat jahil.

Kaito pun melempar remasan kertas pada Len lalu berteriak.

"AWAS ADA BOM! DUARRR! JDEERRR! DUAR! DOORRRR! UWAAA~ MEOOOW~(?)" teriak Kaito dengan hebohnya.

Krik..

Tapi Len tetap saja diam.

"ih kok diem aja sih! Gue kan jadi malu gara-gara heboh sendiri." gumam Kaito.

"lu terlalu lebay Kaito. Kenapa bunyi bom ada 'meow' segala coba?" tanya Len yang kini menoleh ke arah Kaito.

"eh? denger toh. Hehe~ meow kan kalo di film-film gitu suka ada bunyi kucing mati ato apalah gara-gara orang ngelempar barang gitu. Ahaha~" jawab Kaito sambil ketawa-ketawa gaje.

"lu harus kurangin dosis nonton film ya. ahaha~" canda Len.

"yeeh~ lu harus kurangin dosis cinta lu sama dia~ wahaha~" balas Kaito.

"cinta? Apaan? Sama siapa?" tanya Len.

"Rin~" bisik Kaito pada Len.

"apa? Ng—" Len yang mau membantah itu terpotong oleh teriakkan Gumi.

"APA? LEN CINTA SAMA RIN?" teriak Gumi.

Spontan semua yang di kantin itupun menoleh ke arah mereka bertiga. Gumi, Len, dan Kaito.

Hening~

Hening~

Hening~

"a-apa..?" tanya IA.

"Gumi!" Len terlihat kesal pada Gumi yang berteriak sembarangan itu.

"ups.. maaf. Gumi kan nanya." Ucap Gumi sambil menutup mulutnya.

Len langsung melirik ke arah Rin dengan sedikit rasa takut.

Rin memberikkan tatapan tajam pada Len, lalu langsung memalingkan wajahnya dari Len.

"aah! Bagus banget!" gumam Len sambil menepuk jidatnya sendiri.

"ke-kenapa Len?" tanya Kaito khawatir.

"sekarang, dia makin benci sama gue!" jawab Len.

"ma-maaf, Len.." ucap Gumi sambil menundukkan kepalanya.

'sebenernya gue bukan suka sama Rin. Gua cuma pengin dapet senyuman dari dia aja, pengin di perlakukan dengan ramah aja sama dia. Gitu aja sih. Tapi, kenapa rasanya pas liat Rin natap nusuk gue kayak tadi gitu, serasa dunia kiamat. Hati gue sakit sesakit-sakitnya sakit. Mungkin emang salah gue juga sih.. di awal kita ketemu itu gue emang ga bersikap baik sama dia.. huh… gue nyesel.' Pikir Len.

Tiba-tiba, Gakupo pun datang ke kantin dan memberi pengumuman.

"HEEY~ semuanya~ ayo cepet makannya! Udah ini langsung kumpul di aula yah! Mau ada pengumuman." Ucap Gakupo dan diikuti anggukkan peserta lain.

Gakupo yang baru saja mau pergi berlalu dari situ menghentikkan langkahnya karena melihat Rin.

Rin yang merasa diliatin pun akhirnya melihat ke arah Gakupo.

"apa sih, senpai?" tanya Rin.

"mm.. ngga apa-apa. Mana ipar ku?" tanya Gakupo sambil mengedipkan sebelah matanya.

"hah? Ipar? Siapa? Oh, Miku? Lagi 'transfer'." jawab Rin dengan nada datar.

Gakupo terlihat seperti memproses kata-kata Rin barusan. Lui dan Rin hanya memperhatikan wajah Gakupo-senpai yang sedang menunjukkan tablo(tampang bloon)nya. diam-diam Lui pun memfoto Gakupo yang sedang tablo itu.

"heh! Apaan barusan!" Gakupo pun tersadar dari 'dunianya' sepertinya.

"err.. petir! Tuh!" bohong Lui sambil menunjuk ke luar jendela.

"ooh. Ya udah. Ayo, cepet ke aula. Ngapain masih disini?" ajak Gakupo.

"kan belom makan." Jawab Rin.

"oh belom? Kirain udah. Ya udah, cepetan yah." Gakupo pun pergi berlalu.

"cepet-cepet kalo keselek senpai mau tanggung jawab?" gumam Rin.

"Rin~ liat deh~" Lui menunjukkan foto Gakupo yang sedang tablo barusan.

"pfft— ngakak banget! Buat apa tapi lu simpen foto ginian? Buat penambah stres?" tanya Rin.

"ga lah~ aku yakin aja mungkin suatu saat nanti foto ini bakal berguna buat kita. Wehehee~" Lui tersenyum jahil.

"wahaha~ Lui pinter!" Rin pun ikut tertawa setelah mengerti apa maksud Lui.

"apaan?" tanya Miku yang baru saja datang.

"ciee yang abis 'transfer'. Ahaha~" ejek Lui.

"ah diem lah. Sial banget gue barusan." Omel Miku.

"kenapa? Sini dong duduk." Ajak Rin sambil menepuk kursi kosong di sebelah kursi Rin.

"ih gimana bisa duduk coba? Orang baju aku belakangnya basah gini. Nih!" Miku pun memutar badannya untuk memperlihatkan belakang bajunya yang basah pada Rin dan Lui.

"hah? Kok bisa basah gitu sih? Lu mandi lagi?" tanya Rin.

"ngga! Sial banget! Gue gatau cara pake kloset baru itu! gue cari tempat keluar airnya dimana, taunya langsung nyembur ke belakang baju coba. Ckckck." Cerita Miku.

"pfttt—" Rin dan Lui menahan tawa.

"diem lah! Ga usah ngomong! Tau gua juga kalian mau ngomong apa." Ucap Miku dengan kesalnya.

"eh, ayo langsung ke aula!" ajak Teto yang baru datang.

"loh? Makanannya?" tanya Lui kebingungan.

"udahlah ga usah bahas makanan! Enek gue nginget menu pagi ini. Mau namanya rumput, mau namanya salad, sama-sama ga enak! Hayo buruan!" ajak Teto sambil berlalu pergi diikuti yang lain.


Suasana di aula itu sudah mulai ramai. Semua pun langsung menduduki tempat masing-masing.

"ehm.. test. Satu dua satu." Gakupo meng-cek mikrofonnya.

"satu dua datu? Ga bisa ngitung yah?" ejek Miku.

"oke, sudah hadir semua yah? Sekarang kita akan mengumumkan kelompok untuk babak selanjutnya." Ucap Gakupo.

"catet ga nih?" tanya Lenka pada Rei.

"gatau. ga usah lah. Dengerin aja. Males catet-catet lah." Jawab Rei.

"jadi dari enam kelompok yang yang ada disini.. eh? enam yah? Enam kan? Iya enam." Gakupo monolog dengan gajenya.

"dih? Gaje.." komentar SeeU.

"jadi enam kelompok ini akan di buat jadi tiga kelompok. Dengar kan baik-baik yah kelompoknya. kelompok A sama kelompok G di gabung jadi kelompok AG. Kelompok C sama kelompok D di gabung jadi kelompok CD. Kelompok B sama kelompok H di gabung jadi kelompok BH. ..eh?" Gakupo sepertinya teringat sesuatu.

Hening~

Hening~

Hening~

Hening~

Hening~

"pfftt— kelompok apa? B apa? Aduh, Ngakak, bos!" celetuk Rei sambil tertawa terpingkal-pingkal disusul tawa anak-anak lain.

"sudahlah. Lupakan. Khusus kelompok mu ku ganti jadi kelompok HB. Jadi nanti kita akan—" Gakupo yang baru saja akan menjelaskan cara penyeleksian ini terpotong lagi.

"bagaimana dengan kelompok kami?" tanya Aoki.

"kelompok mu kenapa?" tanya Gakupo.

"masa' namanya CD?" tanya Aoki.

Hening~

Hening~

Hening~

Hening~

Hening~

Dan tawa anak-anak di situ pun meledak seketika memenuhi aula.

"grr.. dasar omes semua." Omel Gakupo.

"kan kayak jurinya~" ucap Rei.

"juri siapa?" tanya Gakupo.

"Gakupo-senpai! Wahaha~" jawab Rei diikuti tawa anak-anak lain.

"grr.. sudah lah! Lupakan! Aku jadi malas ngomong di depan mikrofon! Apalagi ngomong ke kalian! Luka~ gantiin aku dong~!" Gakupo pun menyerahkan tugasnya pada Luka.

"jiah, ada yang pundung tuh! ahahaa!" anak-anak itu masih aja bully Gakupo.

Luka pun tak ada pilihan lain dan langsung naik ke atas panggung untuk menjelaskan.

"jadi maksud kami membuat tiga kelompok ini adalah untuk menyeleksi mana yang terbaik dari kelompok kalian itu. penyeleksian hari ini akan dibagi dua babak. kelompok yang barusan dibacakan Gakupo-senpai adalah kelompok sementara untuk tahap seleksi hari ini saja. babak pertama akan dinilai kekompakkan masing-masing kelompok barusan. Jadi, kelompok AG, CD, dan HB itu bersaing. Kelompok C harus bisa bekerjasama dengan kelompok D untuk menjatuhkan kelompok lainnya. begitu juga yang lainnya. Bisa dimengerti?" tanya Luka.

Dan semua pun mengangguk mengerti.

"kalau begitu kita mulai saja langsung babak pertamanya. Babak pertama akan di nilai oleh Kiyoteru dan Sweet Ann. Silahkan Ann-san sebagai juri babak pertama yang menjelaskan caranya." Luka pun menyerahkan mikrofon pada Sweet Ann sambil nyengir lebar.

Sementara Sweet Ann terlihat terpaksa melakukannya. Dia menerima mikrofon dengan wajah (-,-)

'sigh.. Luka-chan pasti tidak mau menjelaskannya. Dasar malas.. huhh..' pikir Sweet Ann.

"jadi, di babak pertama ini, kalian harus bekerjasama antar tim! Kalian harus menampilkan sebuah drama musiccal! Tau drama musiccal kan? Tau kan? Bagus! durasi minimal tiga menit, maksimal enam menit per kelompok. Kalian harus bisa mendapat poin sebesar-besarnya untuk bisa menang di babak kedua. Mengerti? Bagus! Kalo gitu, ayo lets go! Kita pindah ke halaman belakang~" Sweet Ann menjelaskan dengan cepat tanpa titik koma sehingga semua anak hanya bisa cengo.


D halaman belakang itu, semua kelompok sedang berdiskusi.

"yoohooo~ kelompok BH~ harus kompak! yeeey~" teriak Rei.

"namanya kelompok HB tau!" protes Lenka.

"iya iya apapun itu, gue lebih suka kelompok BH~ wahahaa~" Rei tertawa dan langsung mendapat jitakkan dari Lenka.

"Rei omes.." gumam Rui.

"eh? m-maaf Rui! Rui ga suka cowo omes yah? M-maaaaf!" Rei langsung minta maaf pada Rui dengan lebaynya.

"ada aja cowo yang lebaynya selangit." Gumam Lenka.

"demiapa gue sekelompok sama kelompok idiot ini." Gumam Oliver.

"sigh.. ini kan target kita selanjutnya. Kenapa harus bekerjasama dengan ini." Gumam IA.

"sudahlah tak apa. Sekarang kita kerjasama dulu saja supaya dapat nilai tinggi. Soal itu urusan nan—GYAAA!" Prima yang sedang bisik-bisik pada IA dan Oliver itu dikejutkan oleh pegangan tangan Rinto.

"ups. Maaf. Aku mengagetkan mu ya?" tanya Rinto dengan senyumnya yang bisa membuat cewe mana pun meleleh.

"L-Lain kali jangan mengejutkan orang seperti itu dong!" Prima melepaskan pegangan Rinto dengan kesalnya dan mukanya yang memerah.

Sepertinya senyuman Rinto barusan berhasil menghipnotis Prima, bonus IA yang ikutan blushing barusan.

'dasar playboy!' pikir Lenka yang sepertinya jealous.

'Lenka suka Rinto atau Mikuo sih? Kok ngeliatin Rinto sama Prima segitunya?' pikir Rui.

'uuhh! Pokoknya kelompok H harus segera disingkirkaaaaannn! Rese nih si Rinto!' pikir Prima.

"sudah sudah, ayo kita mulai diskusi saja." Ucap Miki menengahi.

Yang lain pun mengangguk setuju dan mereka mulai berdiskusi.

.

"eh, jadinya ini kelompok apa sih? CD? DC?" tanya Aoki.

"gatau tuh~." Jawab Iroha dengan manisnya sambil memainkan kucing liar yang ada disitu.

"udahlah, ngapain mikirin nama sih. Langsung aja diskusi. Mau nampilin drama apa nih." ucap Gumiya.

"iyuw~ jauhkan kucing itu!" ucap Ring yang alergi pada kucing.

"ih jangan! Gue juga suka kucing!" ucap SeeU sambil berjalan mendekati Iroha dan mereka pun bermain kucing bersama.

"aaah! Jauhkaaaan!" teriak Ring.

Iroha pun smirk, SeeU kebingungan ngeliat Iroha, sementara Ring mulai punya perasaan ga enak.

"wahahaa~" Iroha pun mendekatkan kucing itu pada Ring.

"G-GYAAA! JANGANNN!" Ring pun berlari.

Iroha dan SeeU pun mengejar-ngejar Ring sambil membawa kucing tersebut.

"sst! Berisik Ring! Jangan teriak-teriak! Iya kan Piko?" ucap Mayu.

"eh? kok jadi gue?" tanya Piko kebingungan.

"uuh! Iya aja gitu napa sih!" Mayu pun kesal.

Gumiya nepuk jidatnya sendiri. Kelompoknya bener-bener ngeselin. Sibuk sendiri semuanya. SeeU, Iroha, Ring ngeributin soal kucing, Mayu pdkt mulu sama Piko, Aoki bingung mikirin nama kelompok, yang satu lagi, Ryuuto sibuk ngabisin tissue mulu dari kemaren gara-gara Yuki yang pergi.

.

"Mik, gue mau traktir lu ice cream negi hari ini." Bisik Rin.

"YANG BENER~?" tanya Miku dengan semangatnya.

"bener. Tapi, syaratnya~ untuk hari ini aja, selama seleksi ini, lu jangan deket-deket sama Kaito. Bisa kan?" bisik Rin.

"hah? Kenapa?" Miku yang tadi bersemangat kini langsung lemas.

"udah ikutin aja! Lu mau gue traktir kaga!" bentak Rin.

"i-iya deeeh~ jarang-jarang Miku di traktir Rin~" Miku pun mengangguk.

'bagus deh. Kalo gini kan harga diri Miku aman. Kalo sampe si Miku deket-deket Kaito di depan pacarnya, Meiko, mau gimana coba? Mending gue keluar uang aja deh buat traktir dia. Toh cuma ice cream kan? Ga bakal makan banyak duit.' Pikir Rin.

'muehehe~ Rin bakal traktir gue! Gue bakal pesen ice cream yang enaaaaaakk banget, dan banyaaaaak banget!' pikir Miku sambil senyum-senyum sendiri.

Well, mengingat Miku yang udah berniat gitu, ancaman buat dompet Rin.

'si negi itu ngapain senyum-senyum sendiri? Gue jadi takut. Semoga dia ga deket-deket gue lah!' pikir Kaito.

'Rin masih marah ga ya soal tadi?' pikir Len sambil melihat ke arah Rin.

'Len ngeliatin Rin terus, apa jangan-jangan ucapan Gumi yang tadi itu pas di kantin bener yah?' pikir Lui.

'aih.. gue ngerasa bersalah banget kalo udah gini. Len jadi di benci Rin. Gimana nih..' pikir Gumi.

'kok semuanya hening gini yah? Ga ada yang ngomong satu pun. Jadi awkward banget nih.' pikir Teto.

"hey hey hey. Kalian kenapa sih kok diem-dieman gini? Ayo dong kita diskusiin." Ajak Meiko.

Dan sepertinya semua pun tersadar dari pikirannya masing-masing. Dan mulai berdiskusi.


Sampai saat penampilan drama musiccal pun telah tiba, semua diminta untuk berkumpul lagi di aula. Disana mereka menampilkan drama dan perpaduan musik dengan baik.

Kelompok AG tampil pertama, mereka membawakan drama yang berjudul 'cinta patah-patah'.

Ceritanya, Kaito seorang lelaki tampan yang di perebutkan oleh semua cewe, yaitu Miku, Meiko, Rin, Gumi, dan Teto. Semua cewe itu bersaing demi mendapatkan cinta Kaito sambil menyanyikan lagu 'yovie and nuno – dia milikku'. Ide ini dari Rin, Miku, dan Lui.

Mengingat mereka pernah mengalami dan melihat langsung yang seperti ini. (chapter 1 –waktu Lenka dan Miku memperebutkan Mikuo.)

tapi sayang seribu sayang, Kaito sang idola itu ternyata seorang shonen-ai yang jatuh cinta pada Lui. Tapi saat Kaito akan menyatakan cintanya pada Lui, Len mencegahnya. Karena Len juga menyukai Lui. Kaito dan Len pun memperebutkan Lui. Kaito, Len, dan Lui pun menyanyikan lagu 'darling – Rin Len Rinto'. Akhirnya Lui pun mendapat dua kekasih. Sedangkan cewe-cewe manis itu dibiarkan begitu saja.

Dan di akhir cerita di tutup dengan cewe-cewe yang menyanyikan lagu 'hajimete no koi ga owaru toki – Miku'.

.

Penampilan selanjutnya adalah kelompok CD. Mereka membawakan drama dengan judul 'patah-patah cinta'.

Ide ini dari Gumiya, yang melihat karakter kelompok mereka tadi. Ditambah ide Ryuuto yang emang lagi patah hati.

Ceritanya, SeeU sangat menyukai kucing. Akhirnya SeeU pun jatuh cinta pada Iroha yang mirip sekali dengan kucing.

Tapi sayang SeeU harus mengalami patah hati karena Iroha menyukai Aoki, sahabat dekatnya.

Tapi sayang lagi, Iroha harus patah hati karena Aoki menyukai Piko.

Tapi sayang lagi, Aoki juga harus patah hati karena Piko menyukai Mayu.

Tapi sayang Piko harus patah hati karena Mayu menyukai Gumiya.

Tapi sayang Mayu harus patah hati karena Gumiya menyukai Zatsune.

Tapi sayang Gumiya harus patah hati karena Zatsune menyukai Ring.

Tapi sayang Zatsune harus patah hati karena Ring menyukai Ryuuto.

Tapi sayang Ring harus patah hati karena Ryuuto menyukai SeeU.

Demikianlah mereka yang saling mematah-matahkan hati dan cinta, di akhir cerita ditutup dengan mereka yang bernyanyi lagu 'SHE – apalah arti cinta' sambil nari goyang patah-patah(?).

.

Terakhir adalah penampilan grup HB. Mereka membawakan drama berjudul 'patah cinta patah'.

Ide cerita nya dari Lenka, yang disetujui oleh Rei dan Rui. Maka yang lain pun tak ada pillihan.

Ceritanya, Rinto seorang playboy yang sudah berhasil mematahkan hati IA, Prima, Miki, dan Rui. Termasuk Oliver dan Rei yang sudah di rebut pacarnya oleh Rinto lalu dengan seenaknya Rinto memutuskannya. Mereka semua kecuali Rinto dan Lenka menyanyikan lagu 'hancur hatiku –Olga'.

Maka Lenka pun ingin memberi pelajaran pada Rinto. Lenka membuat Rinto jatuh cinta padanya lalu memutuskannya seenaknya saja seperti yang Rinto lakukan pada yang lainnya. Kini giliran Rinto yang bernyanyi lagu 'hancur hatiku – Olga'.

Diakhir cerita mereka menari 'gangnam style – PSY' bersama-sama(?). benar-benar sangat 'nyambung' sekali.


Kiyoteru dan Sweet Ann sebagai juri babak pertama pun mendiskusikan hasilnya.

Mereka setuju untuk memberikan poin maksimal, 50, bagi kelompok CD dan BH.

Tapi untuk kelompok AG, Kiyoteru hanya memberikan nilai 30.

"kenapa kau memberi kelompok itu nilai 30? Menurutku penampilannya sama bagusnya dengan kelompok lain." Tanya Sweet Ann.

"err.. karena menurutku idenya pasaran dan kurang menghibur. Sudahlah, itu kan keputusan ku! Hargai dong." Ucap Kiyoteru yang cari alasan.

Sebenarnya Kiyoteru sengaja memberi poin kecil untuk kelompok AG dengan niat mengalahkan grup G. sesuai perintah Ted padanya waktu itu.

Sweet Ann pun hanya diam dan setuju-setuju saja. Akhirnya penilaian pun di bacakan dan seleksi pun dilanjut ke babak dua.

'sial. Kiyoteru pasti sengaja memberi kelompok G nilai kecil. Aku harus membantu kelompok G di babak dua. Supaya Luka senang karena Miku dan kelompoknya tetap ada di sini.' Pikir Gakupo.

"huh.. padahal kita sudah berusaha. Tapi nilainya tetap saja kecil." Ucap Teto kecewa.

"aah.. kita harus kejar poin di babak kedua nih!" ucap Rin.

"iyah.. padahal kita kan sudah tak sekelompok dengan Lenka yah? Kenapa kesialan masih ada di kita?" celetuk Miku.

"APA LO BILANG!" bentak Lenka.

"sudah-sudah.. kalian kan sudah berusaha yang terbaik. Yang penting sekarang adalah bukan menyesali yang sudah terjadi, tapi berusaha untuk babak selanjutnya. Oke?" Luka memberi semangat pada mereka.

"iya!" jawab Miku, Rin, Lui, dan Teto dengan semangat.

"bagus, itu baru semangat! Jangan kecewakan nee-chan, Miku!" ucap Luka sambil berpesan pada Miku dan segera berlalu.

"siappp bos." Ucap Miku.


"babak kedua. Pelaksanaan babak kedua akan berbeda dengan babak pertama. misalnya, kelompok AG, bukan berarti kelompok AG bersatu untuk melawan kelompok lainnya seperti pada babak pertama. Tapi kelompok AG kini dibentuk untuk saling melawan. Dengan kata lain, kelompok kalian sekarang ini bukan kelompok, melainkan musuh yang harus kalian hadapi! Jadi kelompok A akan bersaing dengan kelompok G. kelompok yang kalah akan bersaing dengan kelompok yang kalah lainnya. Mengerti?" jelas Luka dengan panjang lebarnya.

Sementara semua anak disitu mengangguk mengerti.

"bagus kalau begitu, Gakupo-senpai akan membacakan cara seleksi babak kedua ini." Ucap Luka sambil menyerahkan mikrofon pada Gakupo.

"jadi di babak kedua ini, aku dan Luka-chan-ku yang akan jadi juri!" ucap Gakupo dengan senangnya.

"'Luka-chan-ku'?" Teto kebingungan.

"aw, abaikan!" geram Luka.

"babak kedua ini, kalian harus saling melawan. Kalian harus menampilkan tarian yang terbaik. Biar kami yang akan menyediakan lagunya. Yang harus kalian lakukan hanya menari saja bersama grup pasangan kalian itu. misalnya, grup CD. Grup C nanti akan sepanggung dengan grup D. mereka akan menari berganti-gantian dan akan dinilai mana yang terbaik di antara mereka berdua. Yang kalah, akan di pertimbangkan dengan grup yang kalah lainnya. Maka yang kalah dari grup-grup yang kalah itu akan di keluarkan. Mengerti?" jelas Gakupo.

Dan semua mengangguk mengerti.

"bagus, kami beri waktu dua jam untuk persiapan. Setelah itu, langsung mulai!" ucap Gakupo.

Tanpa basa-basi semua pun berkumpul dengan kelompoknya lagi untuk langsung memilih lagu dan gerakan.

Saat Rin akan berkumpul dengan kelompoknya, Len menghentikkannya.

Rin pun menoleh untuk melihat siapa yang memegang tangannya itu.

"mau apa?" tanya Rin dengan dinginnya.

"Cuma mau bilang, maaf.." ucap Len tanpa melepaskan pegangannya pada Rin.

"oh, lu bisa minta maaf juga yah? Haha. Gue harus bilang wow pake toa nih." Rin tertawa garing.

"serius, Rin. Gue minta maaf."

"kayanya lu minta maaf bukan di saat yang tepat deh. Lain kali aja yah. Dah~" Rin pun melepaskan pegangan Len dan pergi berlalu.

"lain kali kapan? Nunggu gue punya 12 cucu dulu?" ucap Len kesal.

Semua terus berlatih selama dua jam itu. sampai akhirnya tiba babak kedua akan dimulai.

Yang pertama bertanding kelompok AG. Mereka menari dan bernyanyi berganti-gantian dengan lagu 'night fever'. Latihan selama dua jam memang benar-benar mereka manfaatkan dengan baik. Akhirnya mereka bisa menampilkan yang terbaik.

Langsung di susul kelompok ke dua, kelompok CD. Mereka juga menari dan bernyanyi berganti-gantian seperti kelompok sebelumnya. Menggunakan lagu 'chaining intention'. Mereka juga menampilkan penampilan yang baik. Tapi sayang saat tampil, sepertinya kelompok D ada yang kelupaan koreo-nya. Bakal pengaruhin nilai tuh. Di tambah lagi kelompok C yang koreo-nya bagus bangettt.

Setelah itu, kelompok HB yang terakhir. Mereka juga sama seperti kelompok lainnya. Bernyanyi dan menari berganti-gantian. Mereka memilih lagu 'two faced lovers'. Meskipun lagunya cepet, tapi mereka bisa menampilkan yang terbaik.


Gakupo dan Luka pun mendiskusikan hasilnya.

"kita langsung umumkan saja siapa yang tereleminasi kali ini." Ucap Luka pada Gakupo.

"hmm.. iya. biar cepet. Jadi, siapa yang nilainya terendah? Kelompok mana?" tanya Gakupo penasaran pada Luka yang sedang memandangi kertas hasil penilaian babak kedua.

"mm.. poin babak kedua ini di gabung dengan poin yang babak pertama kan?" tanya Luka tanpa mengalihkan pandangannya sedikit pun dari kertas tersebut.

"uh-huh." Gakupo hanya mengangguk sebagai jawabannya.

Luka sepertinya sedang berpikir sambil memandangi kertas-kertas hasil penilaian.

'semoga kelompok G bisa mendapat nilai cukup agar bisa tetap bertahan..' pikir Gakupo cemas.

"aku tau siapa yang tereleminasi kali ini." Ucap Luka.

"s-siapa?" tanya Gakupo.

.

"uuh.. gue khawatir banget! Kelompok mana yang kali ini akan tereleminasi?" Lenka mondar-mandir terus dari tadi.

"lu masih bisa makan, Rui? Gue sih udah ga bisa dah kalo begini. Tegang banget!" ucap Rinto pada Rui yang sedang enjoy makan.

"udah dong. Suka-suka Rui lah." Rei membela Rui, sementara Rinto hanya cemberut dan Rui keliatannya bahagia banget.

"gue khawatir banget. Masalahnya kelompok kita dapet poin kecil pas babak pertama.." gumam Rin.

"b-bener tuh. Gue takut banget!" Teto menambahi.

"Miku tumben diem.." Lui bingung melihat Miku yang sedari tadi diam dengan muka tegangnya.

"tapi, kelompok D di babak dua tadi, kacau banget koreo nya. Mungkin kita bisa sedikit tenang.. sedikit." Teto berusaha menenangkan kelompoknya.

"hah.. ya, sedikit.." Rin menghela nafas. Sepertinya ucapan Teto tak berhasil mengusir kecemasan Rin.

Rin sedikit di kejutkan karena ada seseorang yang memegang kedua bahunya dari belakang.

Rin pun menoleh ke balakang.

"tenanglah Rin. Kau pasti bisa." Ucap nya dengan senyum manisnya.

"t-terimakasih, Oliver-kun.."

'apaan sih si Oliver.' Pikir Lui yang jealous.

Semua aktifitas di situ pun terhentikan karena juri-juri itu masuk ke dalam aula.

Gakupo menaikki panggung dan bersiap membacakan hasil.

"ehm.. berdasarkan hasil penilaian, penjumlahan poin babak pertama dan kedua hari ini, sudah diputuskan. Yang tereleminasi hari ini adalah.." Gakupo berhenti sejenak untuk membuat suasana menjadi tegang.

's-siapa? Siapa yang tereleminasi? Kelompok siapa?' pikir Ring penasaran.

'Kami-sama tolong kelompok kami..' Gumi berdoa dalam hati.

'walaupun koreo kacau di babak kedua, pasti masih ada kemungkinan untuk menang! Lagipula kelompok G dan A mendapat poin terkecil di babak pertama.' Aoki berusaha berfikir positif.

'terong-senpai kelamaan nih! deg-deg-an tau! Cepeeet!' pikir Miku yang sudah tidak sabar.

'ya ampun.. gue kebelet pipis nih.. cepetan dong!' pikir Lenka.

Sementara Oliver, IA, dan Prima hanya tersenyum tenang saja. Karena mereka sudah mengetahui hasilnya. Mereka penyihir, ingat?

Luka memandang kelompok Miku, Rin, Lui, dan Teto sebentar dengan tatapan sendu.

Deg

'a-apa maksud tatapan Luka-senpai barusan?' pikir Teto cemas.

"hah.. langsung bacakan saja, Gakupo. tak perlu seperti itu." ucap Luka pada Gakupo.

Gakupo pun menghela nafas dan,

"yang tereleminasi hari ini adalah kelompok.."


TBC

A/N: hiyaaa! Ahahaaa! Aku suka banget bikin kalian kepo! Wahahaaa~ oke oke, jangan nikahi(?) aku. aku belajar dari review-review kalian kemaren. Katanya kurang panjang yah? Sipp lah, aku panjangin nih XD udah cukup? Ato masih kurang? Ato kepanjangan? ._. yah, silahkan di review aja deh hehee~ makasih udah Read yah. Seperti biasa, kalo udah read ga boleh ga review~ :p (pemaksaaan -_-v)