Battle Music!

.

Disclaimer : all characters in this story aren't mine. Vocaloid, © Yamaha and crypton future media inc. ^^ but this story is originaly MINE! Don't you dare to copy this, okay? :) . . . HEY, I'M SERIOUS

.

Warning : OOC(maybe), some typo, bahasa sehari-hari, GJ, ini bakal panjang sepertinya?, dll~

.

A/N : GOMENASAIIII! GOMEN! GOMEN GOMENNN! *bows* mungkin di chapter ini aku update dikit dulu aja ya. ini cuma selingan. aku udah lama ga update nih.. langsung aja deh.

.

Don't like? Don't read :)

.

Like? Review~ ;D

.

.

Chapter 17

.

.


"HAH? KENAPAAA?" tanya semua peserta dengan serempak saat mendengar pernyataan dari para juri kalau mereka hari ini tidak akan ada latihan.

"ya.. karena aku pikir kalian pasti butuh istirahat 'kan? setelah berminggu-minggu ini latihan, apalagi baru kemarin kita melaksanakan seleksi." ucap Luka.

"iya juga sih." ucap Teto.

"terus kalau ngga ada latihan, kita ngapain dong?" tanya Kaito.

"ah, Kaito sok alim. padahal seneng tuh kalo ga latihan." ejek Meiko.

"makan~" celetuk Rui.

"main psp~" tambah Rei.

"ke salon~" ucap SeeU yang ga mau kalah.

"ke salon apa lu?" tanya Ring ke SeeU.

"ke salon kucing~ mau ikut?" jawab SeeU, sementara Ring cuma (-_-)

"mau tidur aja hahaha~" tambah Piko.

"bisa PDKT sama my prince Kaito dums(?)~" ucap Miku sambil tersipu dengan bahasa alay terselip disitu.

"ngga. hari ini memang ga ada latihan tapi bukan berarti kalian bebas melakukan apa saja disini." ucap Gakupo.

? ? ? ?

semua kebingungan.

"hari ini kita akan pergi rekreasi bersama." jelas Luka pada mereka semua yang tampaknya kebingungan dengan ucapan Gakupo.

"oh ya? asikk~ kemana nih Luka-nee?" tanya Miku yang sepertinya seneng banget dengernya.

"yah kita ga bisa jalan-jalan ke tempat yang jauh-jauh dulu saat ini." ucap Luka sambil masih berpikir tempat apa yang cocok.

"loh? sebelumnya belom direncana-in nih?" tanya Rin.

"belum. ini mendadak." ucap Luka.

"iya, ini ide kita berdua aja. gara-gara Defoko-san lagi pergi ada urusan dan Sweet Ann mengantarnya pergi." Gakupo cekikikan.

"ide kita bertiga." sela Kiyoteru yang tiba-tiba ada di sebelah Gakupo.

"WHAAA? S-SEJAK KAPAN KAU DISITUUU?" Gakupo hampir meloncat kaget.

"sejak tadi. kau tidak menganggap ku ada, heh?" tanya Kiyoteru.

"bukan begitu. jangan tersinggung dong." ucap Gakupo.

'ya, begitulah kira-kira. ihihihi~ memangnya untuk apa ku anggap kau ada, dasar pengganggu Luka-chan-ku. huh~' pikir Gakupo.

"j-jadi ini tanpa sepengetahuan mereka berdua dong?" tanya Mayu sedikit panik.

"iya. tak apa 'kan? kalian mau 'kan merahasiakan ini dari Defoko-san dan Ann-chan?" tanya Luka.

tik tok tik tok tik tok

hening~~

"hm.. hehehee~" tiba-tiba para peserta pun mengeluarkan smirk mereka pada Luka dan Gakupo.

"eh?" Luka dan Gakupo mulai khawatir.

"boleh saja sih kita rahasiakan.." ucap Rin dengan aura darknya.

"tapi..." sambung Miku dengan aura darknya juga.

"ga ada yang cuma-cuma di dunia ini.." tambah Lenka juga.

"jadi..." ucap mereka semua masih dengan aura menyeramkan itu.

"perasaan ku ga enak nih.." gumam Gakupo yang disertai anggukkan Luka.


later~

setelah musyawarah dan hasil suara terbanyak meminta jalan-jalan ke mall, jadilah mereka pergi ke mall terdekat.

"iih! lihat itu!" teriak Ring kegirangan sambil menunjuk ke salah satu pertokoan.

"apaan?" SeeU celingak-celinguk kebingungan apaan yang si Ring maksud barusan.

"iih~ apaan lagi itu!" teriak Ring lagi sambil menunjuk ke arah lain.

"apaan sih?" SeeU semakin bingung.

"iihhhh~ itu apaaaa!" teriak Ring sambil berlari ke salah satu toko di mall itu.

"geez.. dasar. dari tadi yang dia tunjuk toko baju mulu." ucap Zatsune sambil memutar matanya malas.

"ih! liat tuh! salon~" kini giliran SeeU yang heboh.

"mana? mana?" Mayu udah semangat denger kata salon.

"itu tuh~ asikk~" SeeU pun langsung ngacir ke salon hewan, sementara Mayu cuma (-_-)

"Rinny~ Miku mau itu dong~" Miku menarik-narik tangan Rin.

"ya beli aja, apa susahnya sih, Mik? 'kan ada.." Rin melirik pada Luka dan Gakupo dengan smirknya.

"eh? kenapa?" tanya Luka kebingungan.

"mau itu!" Miku menunjuk ke salah satu baju yang ada di situ.

Luka pun melihat harga baju itu.

'ebuset.. ini sih...' pikir Luka yang langsung mukanya berubah jadi nyesek.

"i-ini sih Gakupo aja yang bayar!" Luka langsung menunjuk Gakupo.

"HE? kok aku?" tanya Gakupo.

"ya, pokoknya kamu aja!" Luka ngotot.

"pleaseeee, senpai pleaseee~ Miku suka banget baju ituuu~" Miku memohon dengan puppy eyesnya pada Gakupo.

"oke oke, apa sih yang ngga buat ipar ku~" Gakupo langsung berjalan dengan PDnya untuk melihat harga baju itu.

"Asikkk~ Gakupo senpai baik deeehhhh~ Miku sukaaa~ tapi lebih suka ke Kaito-kun dumss(?)~" ucap Miku dengan senangnya.

"iya dong~ cocok 'kan dengan kakakmu Luka-chan-ku itu?" ucap Gakupo disertai anggukkan kecil Miku sementara Luka hanya mengabaikannya.

dan saat Gakupo melihat harga baju itu, ekspresi wajahnya pun berubah seketika.

DOEENGGG~

...

..

'i-ini sih...' pikir Gakupo.

'hehehe~ baru tau dia harga itu baju berapa.' Luka tertawa puas dalam hati.

"eh? ada apa, senpai? ada masalah?" tanya Miku.

"...t-tidak.. hanya saja.." Gakupo yang ingin menolak langsung di serobot ngomong sama Miku.

"J-Jadi.. jadi.. jadi.. jadi.. jadi Gaku-senpai ga mau beliin buat Miku~?" ucap Miku dengan tampang memelas imutnya.

"E-EH? B-bukan begitu!"

"lalu~?" tanya Miku dengan so imutnya sambil mainin jarinya ala Hinata(?)

"a-aku beliin deh..." ucap Gakupo dengan lemasnya.

"HORAAAAY!" Miku pun langsung meloncat senang, sementara Gakupo dengan facepalmnya berjalan ke kasir dengan baju yang diinginkan Miku.

'nekat..!' pikir Rin dan Luka sambil cengo bersama.

.

"wah~ liat itu, Rui!" Rei menunjuk ke salah satu pet shop sambil menggandeng tangan Rui.

"apa?" Rui menoleh ke arah yang ditunjukkan Rei.

"lucunya~" Rei mendekat ke jendela pet shop itu untuk melihat lebih jelas.

"iya sih, lucu.." dari nada bicaranya sepertinya Rui tidak se-antusias Rei.

"waaa~" Rei pun menempelkan kedua telapak tangannya pada jendela itu.

"ya ampun.." Rui memutar kedua bola matanya dengan malas.

"manisnyaaa~" ucap Rei yang kini menempelkan wajahnya juga pada jendela itu dengan puppy eyesnya.

"E-EHH?" sementara si pegawai toko itu terkejut karena melihat wajah Rei yang terlihat idiot dari dalam toko.

"IHH! REI! APA-APAAN SIH LU!" Rui pun menarik Rei yang sedang menempel di jendela pet shop itu.

"m-maaf~ abisnya imut~" ucap Rei.

"Rui?"

Rui pun menoleh pada yang memanggilnya itu.

"ah, Lenka."

"kalian berdua aja?" tanya Lenka.

sementara Rui mengangguk.

"lu sendiri, cuma bertiga aja?" tanya Rui balik.

"b-bertiga?" Lenka kebingungan lalu menoleh kebelakangnya.

di dapatinya Rinto dengan wajah kagetnya karena ketahuan lagi ngikutin Lenka.

"l-loh? ngapain lu?" tanya Lenka pada Rinto.

"y-ya.. s-suka-suka gue dong!" ucap Rinto sambil langsung melipat kedua tangannya dengan gaya sok cool nya untuk menutupi saltingnya. tapi tetep aja keliatan buat Rui dan Rei.

'itu tidak mempan..' pikir Rui dan Rei dengan wajah ("== )

'R-Rinto.. kereenn!' pikir Lenka yang mulai blushing.

'itu mempan...' pikir Rui dan Rei setelah melirik ke wajah Lenka yang blushing.

"eh, kalian bilang tadi kita bertiga? sama siapa lagi?" tanya Rinto kebingungan.

"eh? kan kalau ada cowo dan cewe berduaan, satunya lagi itu kan setan. hehehe~" jelas Rei dengan gaya nge-sok nya, dan langsung mendapat benjolan besar di kepalanya oleh Rinto.

"i-ittai..." ringis Rei dengan wajah lebaynya, sementara Rinto dengan wajah puasnya dan Lenka Rui cuma cengo.

.

sementara itu, di cafe, Piko diam-diam mengamati Miki yang sedang duduk manis sendirian sambil menikmati kue ceri nya.

"ah~ Miki-chan manis banget! pokoknya, hari ini, gue bakal bilang sama Miki!" Piko pun berjalan menuju meja Miki.

"Mik-" baru saja Piko akan menyapa Miki, sesuatu tak terdua pun datang.

"Picchan~" Mayu tiba-tiba memeluk Piko dari belakang.

"E-EHH?" Piko terkejut.

"ah, hai Piko-kun, Mayu-chan." sapa Miki dengan senyum manisnya.

"hai, miki-chan!" sapa Mayu balik sambil masih memeluk Piko.

"hai juga, Micchan.." sapa Piko balik dengan muka nya yang memerah karena melihat senyum Miki.

tiba-tiba,

"minggir kau!"

BLETAK!

SeeU menyingkirkan Mayu dari Piko dengan sok make jurus bela diri apaan dan langsung memeluk tangan Piko.

"Picchi~"

"EHH! APA-APAAN KAU, KUCING!" teriak Mayu pada SeeU.

"mengambil Picchi-ku kembali~" ucap SeeU.

"GRRRR! PERGI! KOREK DULU TUH TELINGA KUCING LO ITU!" usir Mayu.

"yee~ sirik~ ga punya telinga kucing~ pake telinga kodok dong~" ejek SeeU.

"IIHHH!"

"a-ano.. maaf, aku permisi dulu, ya. sampai nanti." Miki pun pergi berlalu dengan senyum manisnya.

"M-Micchaaan.." sementara Piko cuma bisa diem dengan tangannya yang terulur pada Miki yang pergi dan muka lebaynya.

.

sementara itu, di salah satu petokoan lain,

Ring sedang mengamati Lui yang membaca-baca sebuah buku.

"Lui itu imut sekali yaaa.." ucap Ring sambil memeluk sebuah boneka di toko itu.

"huh?" seorang anak kecil kebingungan ngeliat boneka yang dipeluk Ring.

"boneta(boneka) golila(gorila) itu ga ada imut-imutnya cama(sama) cekali(sekali), onee-chan.." ucap anak kecil itu pada Ring dengan imutnya.

"B-BUKAN GORILANYA YANG IMUT! !" teriak Ring dengan galaknya pada anak manis nan polos itu.

"..h-h-h-hiks.. H-HUWAAAA MAMI GOLILA(gorila) NYA NGAMBEK!" anak kecil itu langsung lari sambil nangis.

"APA? ! GUE BUKAN MAMI GORILA!" Ring kesal sambil gigitin boneka gorila itu.

"Ring-chan?"

Ring pun menoleh pada sumber suara, ternyata Lui sudah berada di sebelahnya sambil menatapnya.

"..." Ring masih terdiam sambil masih menggigit boneka itu.

"eh.." Lui kebingungan sambil menunjuk boneka yang sedang digigit oleh Ring itu.

hening~

hening~

hening~

"itu.. kenapa?"

"EH? APA? OH INI? I-INI UNTUKMU!" Ring langsung saja memberikan boneka itu pada Lui sambil menundukkan kepalanya karena malu.

sementara Lui terlihat seperti sedang memproses apa yang sedang terjadi.

'L-Lui ambil aja! gue malu nihhh!' pikir Ring.

"mm.. makasih, tapi.. kenapa harus boneka? dan.. boneka gorila?" tanya Lui.

"e-eh? i-itu.. etto.. k-kenapa ya? ehehe~" Ring jadi salting.

'kuso. gue lupa mikirin alasannya apa!' pikir Ring.

"udah, daripada beli boneka itu buat aku, mending uangnya kamu simpen kan?" ucap Lui sambil tersenyum lembut pada Ring, membuat muka Ring jadi memerah.

'omaigat! cowo ini bener-bener harus jadi milik gue!' pikir Ring dengan api membara dalam hatinya.

"ehm.. duaan aja~"

mereka berdua pun menoleh pada sumber suara.

"e-eh, hai Rin!" sapa Lui.

sementara Ring cuek saja.

"Miku ga di sapa nih~ buuu.." Miku cemberut.

"hoi hoi, senpai juga disini loh~" Gakupo melambai-lambaikan tangannya dari balik sebuah patung besar.

"mana bisa kau dilihat mereka dari balik patung itu, baka!" ucap Luka sambil memukul kepala Gakupo hingga benjol.

"ittai..."

"hai semua." sapa Lui dengan senyumnya.

sementara Rin berjalan menjauh dari mereka.

'dia kenapa sih?' pikir Miku.

"hoi!" sapa Rei yang baru datang bersama Rui, Lenka, dan Rinto.

"hola!" sapa Lui balik.

"Teto mana? kok daritadi gue ga liat?" tanya Lenka.

"iya juga ya, gue juga ga liat tuh daritadi." ucap Ring.

.

"kita nyasar ya? kok daritadi ga ketemu sama yang lain sih?" ucap Len.

"lu sih pake ke wc dulu, minta di tungguin segala lagi." Meiko memarahi Kaito.

"eehehe~ maaf~" Kaito cengengesan.

"lu juga kenapa lagi. ngucek-ngucek mata mulu." Meiko kebingungan ngeliat Len.

"itu.. mirip Gumi ya? atau gue salah liat?" tanya Len.

"mana?" tanya Kaito.

"itu emang Gumi!" Len kaget.

"ngapain dia disini?" Meiko kebingungan.

Meiko, Kaito, dan Len pun berjalan mendekat ke arah cewek yang mereka bicarakan itu sambil melihatnya seperti seorang detektif.

tiba-tiba saja Gumi melihat kebelakangnya, dan tepat dibelakangnya ada Len, Meiko, dan Kaito yang sedang mengamatinya dari dekat.

Gumi diem. Len, Kaito, Meiko juga diem dan bingung. mereka saling bertatap-tatapan,

hening~

hening~

hening~

"AAAAAAAA?" dan mereka berempat pun akhirnya berteriak bersamaan.

"G-GUMI?" teriak Meiko, Kaito, dan Len bersamaan sambil menunjuk Gumi.

"M-MEIKO? LEN? BAKA-KUN?" teriak Gumi yang juga kaget sambil menunjuk mereka bertiga.

"APA? !" Kaito ngambek sepertinya gara-gara di sebut 'baka-kun'.

"BAKA-KUN DESU KA?" teriak Gumi lagi pada Kaito untuk meyakinkan.

"BAKA DESU!" teriak Kaito spontan sambil hormat ala jendral dan kemudian tersadar lalu langsung menutup mulutnya.

sepertinya Kaito tanpa sadar menyadari kalau dirinya... baka.

"Gumi, kangen!" sepertinya Meiko senang bisa bertemu lagi dengan mantan teman sekelompoknya itu.

"by the way, ngapain lu disini?" tanya Meiko.

"G-Gumi janjian sama Rinny disini. Rin bilang kalau kalian semua lagi jalan-jalan bareng ya?" tanya Gumi.

"iya." jawab Meiko.

"eh? lu mau ketemu sama si Rin?" tanya Len.

sementara Gumi hanya mengangguk.

'ada bagusnya kalau gue jalan bareng aja sama Gumi, hehehe~' pikir Len.

'pasti ada sesuatunya..' pikir Meiko ngeliat Len yang lagi mikir.

"ayo gue anterin!" ucap Len dengan semangatnya.

"eh? ga usah. ga apa-apa kok, Len. Gumi bisa sendiri kok." Gumi menolak.

"udah ga usah nolak. ntar lu nyasar loh."

"Gumi udah sering ke mall ini kok. lagian Gumi juga udah tau mau ketemu Rin dimana."

"ya, justru itu! makanya gue harus ikut!" paksa Len.

sementara semua kebingungan.

'rasanya tadi Gumi bilang kalau Gumi udah sering ke sini dan udah tau mau ketemuan dimana, kenapa dia malah bilang karena itu dia harus ikut? Gumi ga akan nyasar loh.' pikir Gumi kebingungan.

'ya justru daripada gue puter-puter gaje sama dua orang ini, ntar nyasar. lagian kalau ikut dia kan ketemu sama Rin~' pikir Len.

"ayo buruan." Len menarik Gumi.

"eh?" Gumi kebingungan.

sementara Meiko dan Kaito buru-buru ngikutin mereka.

.

sementara itu, di tempat lain di mall itu, terlihat seorang cewek yang sedang kebingungan mondar-mandir di situ sambil menatap cemas layar handphone nya.

'mana dia..'

tiba-tiba,

"Teto?"

Teto pun menoleh kebelakangnya,

"Ted!" Teto terkejut.

"ada apa kau menyuruhku kemari?" tanya Ted langsung to the point.

Teto yang baru saja ingin memeluk Ted untuk melepaskan rasa rindunya itu, terhenti, dia terkejut dengan ucapan Ted tadi. dari nada bicaranya sepertinya Ted sudah tak merindukannya lagi.

"T-Ted.." mata Teto berkaca-kaca.

sementara Ted diam, menunggu ucapan Teto selanjutnya.

"k-kau tidak merindukan ku?" tanya Teto penuh harap.

sementara Ted hanya terdiam.

's-sepertinya.. Ted melupakanku..' pikir Teto sambil menundukkan kepalanya, berusaha menahan air matanya.

"... aku kangen kok."

"Eh?" Teto terkejut mendengar ucapan Ted barusan, dia pun langsung mengangkat kepalanya lagi, menatap Ted.

"a-apa? Ted merindukan ku?" tanya Teto memastikan.

"aku sangat merindukanmu." ucap Ted sambil menyembunyikan wajahnya.

sementara Teto tersenyum senang.

't-ternyata Ted tidak melupakan ku..' pikir Teto senang.

"makanya, aku akan segera membuat mu pulang!" ucapan Ted itu membuat Teto kaget.

"eh?"

"bagaimana pun caranya, aku akan membuatmu segera pulang!" lanjut Ted.

.

'kalau kita cuma diem disini aja, mau kapan beresnya?' tanya Oliver pada IA dan Prima melalui telepati.

mereka bertiga pun berkomunikasi melalui telepati.

'kita ga diem kok. gue kan lagi di keramasin.' ucap IA yang sedang di keramasi oleh petugas salon di situ.

'gue juga lagi di creambath~' sahut Prima yang sedang menikmati pijatan si petugas salon itu.

'hhh.. katanya ini kesempatan bagus buat nyusun rencana?' Oliver mulai kesal menunggu mereka selesai.

'iya, di sini aja susun rencananya.' jawab IA.

'petugas salon ga akan comel kok~ mereka kan ga tau apa yang kita omongin. kita kan telepati-an~' tambah Prima.

'sigh.. jangan paksa gue nyeret kalian berdua dari sini!' balas Oliver.

Prima terlihat cemas dengan ucapan Oliver tadi, sementara IA cuek-cuek saja.

melihat itu, Oliver pun kesal, diapun diam-diam mengarahkan jari telunjuknya ke cermin hingga cermin itu pun pecah dan menjadi pusat perhatian orang-orang di salon itu.

IA pun langsung mengglare Oliver karena dia tahu pasti cermin itu pecah karena perbuatan Oliver.

'apa-apaan dia!' pikir IA dengan kesalnya.

"Olie!" bentak Prima dengan wajah marahnya yang terkesan imut.

"APA? I-ITU.. ITU OLIVER PESERTA SELEKSI GRUP MUSIK YAMAHA ITU KAN?" teriak salah satu wanita di salon itu.

Oliver pun kini menjadi pusat perhatian.

'kuso!' pikir Oliver dengan kesalnya.

"O-OLIVER-SAN! KYAA~ AKU PENGGEMAR MU~" teriak wanita lainnya.

"LIHAT! ITU PRIMA DAN IA KAN? TEMAN SE-GRUPNYA? KYAAA~"

"IA-SAN! PRIMA-SAN! KYAAA~"

Oliver pun memberi kode mata pada IA dan Prima untuk segera kabur menggunakan teknik sihir, IA langsung mengerti maksud dari kode mata itu. sedangkan Prima panik dan tidak mengerti maksud dari kode Oliver itu.

"G-GYAAAA!" Prima pun langsung lari keluar dari salon dan wanita-wanita yang lain mengejarnya.

"gawat!" ucap IA.

wanita yang lainnya pun mendekat ke arah IA dan Oliver.

IA dan Oliver pun kabur keluar dari salon diikuti para fan-nya.

.

sementara itu,

"Rin." Miku mendekati Rin yang sengaja memisahkan diri dari yang lainnya.

"hm?" Rin masih fokus pada buku yang di bacanya.

"oi, jangan pura-pura baca gitu ah."

"hah, oke, kenapa?" Rin pun menutup buku itu.

"lu kenapa?" tanya Miku.

"kenapa apanya?" Rin nanya balik.

"ya, tadi. emangnya gue ga tau. lu ngehindar dari Lui sama Ring kan? gara-gara yang tadi itu?"

Rin pun hanya terdiam.

"kamu suka sama Lui ya?" tebak Miku.

BRAK

Rin dan Miku pun menoleh ke sumber suara.

"Gumi?" Miku heran melihat Gumi berada di belakang mereka dengan buku yang berhamburan di belakangnya.

"Gumi!" Rin terlihat sangat senang lalu berlari memeluk Gumi.

"Rinny~" Gumi memeluk Rin balik.

"kangen~!" Miku ikutan meluk Gumi.

"Gumi juga kangen!" Gumi tersenyum manis pada mereka berdua.

.

di sisi lain dari toko itu, yang lainnya sedang bersenda gurau bersama, sampai Len kembali menghampiri mereka dengan lesu.

"aahahahaa!"

"ahaha- eh, loh? Len? kenapa?" tanya Meiko yang heran melihat Len lemas seperti itu.

"kok gitu sih mukanya? ketemu sama Rin 'kan?" tanya Kaito.

hening~

hening~

hening~

"Len?" panggil Meiko sekali lagi.

"eh? oh? iya! iya ketemu kok! he-he-hee." jawab Len dengan cepat.

"kok mukanya gitu sih?" tanya Kaito.

"emang muka gue kenapa?" tanya Len.

"di tekuk-tekuk gitu, kusut, asem, begitu." jelas Piko.

semua kaget dan langsung melihat ke arah Piko.

"kenapa?" tanya Piko dengan polosnya pada semua yang menatap heran padanya.

masalahnya, sejak kapan Piko ada disitu.

"ah, ngga lah! ga mungkin. ha-ha-haa.." Len tertawa garing.

"Piko, sejak kapan lu disini?" tanya Ring.

"um, sejak kapan ya? sejak mereka datang kesini." Piko menunjuk Miki, Mayu, dan SeeU.

"kapan mereka datang? kok gue baru nyadar?" tanya Ring lagi.

"gue juga baru nyadar." tambah Rei.

"sejak dia datang." Mayu menunjuk Zatsune yang tak jauh dari mereka sedang melihat-lihat buku disitu.

"heee?" mereka semua tambah bingung.

Zatsune pun melihat ke arah mereka semua.

mereka pun terkejut.

hening

hening

hening

"kenapa tatap-tatapan gini sih jadinya?" tanya Lui.

"entahlah.." jawab Kaito dan Rinto yang masih menatap Zatsune dengan tatapan terpesona.

Meiko pun langsung memukul Kaito.

dan Lenka langsung menginjak kaki Rinto.

"ouch!" teriak Rinto dan Kaito bersamaan.

"KOK GUE DI PUKUL SIH!" bentak Kaito pada Meiko.

"LO PACAR GUE, BAKA!" bentak Meiko balik.

"oh ya, hehehee.." Kaito cengengesan.

"KOK GUE DI INJEK SIH!" bentak Rinto pada Lenka.

"ya, maaf, ke injek." jawab Lenka dengan dinginnya.

'gue yakin, yang tadi itu pasti sengaja.' pikir Rui.

"huh, Kaito baka sih. masa lupa sama pacar sendiri. wooo." canda Len pada Kaito.

"apa sih Len~ mentang-mentang jomblo~" canda Kaito balik.

"heheheee~" Len cengengesan.

'Len pasti lagi nutupin sesuatu.' pikir Meiko.

.

"pulang? tentu saja. aku pasti akan pulang, Ted." Teto berusaha menenangkan Ted yang sepertinya agak kesal itu.

"tidak! aku tak bisa menunggu lama-lama lagi!"

"bersabarlah sedikit, Ted."

"tidak! kau harus segera pulang! aku akan membuat kelompokmu kalah, kalau perlu."

"eh? apa-apaan kau!"

"kenapa kau begitu ambisi sih!"

"ini impianku, Ted! mengerti lah!"

"kau meninggalkan ku!"

"kau? memangnya kita ini apa? kau itu siapanya aku sih!" bentak Teto yang sepertinya sudah kesal.

hening..

hening..

"...kau tak menganggap ku, ya?" gumam Ted.

"menganggap mu? sebagai apa? ! memangnya kau sendiri menganggap ku? ?"

"...aku peduli padamu."

"tidak! kau tak peduli padaku! kau hanya peduli pada dirimu sendiri! kalau kau peduli pada ku, kau akan membiarkanku disini dengan tenang."

"aku mempedulikan kita.."

"uh! terserah apa katamu!" Teto pun pergi meninggalkan Ted sendirian disitu.

Ted menundukkan kepalanya dan mengepalkan kedua tangannya dengan kesalnya.

.

sementara itu,

'mereka sudah pergi kan?' Oliver bertanya pada IA melalui telepati.

'sepertinya begitu.' jawab IA.

'kalau begitu, kita bisa menampakkan diri lagi kan sekarang?' tanya Prima pada mereka bertiga melalui telepati.

"iya, gue capek." IA pun langsung menampakkan dirinya yang tadi tak telihat, dan sudah tak berbicara melalui telepati lagi.

"hah, tenaga kita berkurang banyak saat kita menggunakan teknik tadi. di tambah telepati tiga orang." ucap Prima yang kini juga sudah menampakkan dirinya lagi.

"tapi kalau kita tak menggunakan teknik menghilang itu, kita bisa habis di kerumuni fans." jawab Oliver.

"jadi orang terkenal itu merepotkan juga ya? ahaha~" Prima tertawa seperti seorang anak kecil.

"sigh.." Oliver hanya menatap Prima dengan tatapan (==)

"kalau begitu, kita bisa mulai sekarang?" tanya IA.

"loh? langsung? gue capek nih. emangnya kalian ga capek?" omel Prima yang memang agak kekanak-kanakan itu.

"capek sih. tapi kita harus segera bergerak selagi ada waktu." ucap IA.

"kalau begitu, ayo." ajak Oliver yang lalu di jawab dengan anggukan Prima dan IA.

.

Rin, Gumi, dan Miku pun kembali ke depan toko di mana semuanya berada sekarang, kecuali Prima, IA, dan Oliver.

pandangan Rin dan Len bertemu sesaat,

tapi Len langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain.

'Len kenapa, ya..?' pikir Rin.

"Gumii~" Meiko memeluk Gumi.

"Meiko kangen ya? eheheh~" Gumi menggoda Meiko.

"Kaitoo~ disini ada Miku looh~" Miku sepertinya ingin seperti Gumi, keluar dari toko langsung di sambut pelukan dari Meiko.

"oh, hai, Miku-chan." Kaito hanya tersenyum sambil melambaikan tangannya pada Miku.

sementara Miku cuma mengendus kesal sambil menggembungkan kedua pipinya, yang membuatnya jadi terkesan imut.

dan Lenka yang sepertinya puas menertawakan Miku.

.

mereka pun mengendap-endap menuju ke tempat yang lainnya berada sekarang. mereka takut kalau nanti bertemu dengan orang-orang yang tadi mengejar mereka, fans mereka.

Prima bisa mengetahui lokasi mereka sekarang, karena mereka melacaknya dengan kemampuan sihir mereka.

dan, tak jauh dari mereka,

"ah, itu mereka! target di temukan!" ucap Prima dengan gaya ala jendral. "...terus mau diapain?" tanya Prima dengan wajahnya bakanya.

"hm.. katanya selama di mall ini kita harus menjaga nama baik Yamaha 'kan?" ucap IA.

"iya, terus?" tanya Prima.

sementara Oliver dan IA saling melempar smirk.

"ayo kita mulai." ucap Oliver.

.

"apa lo ngetawain gue!" Miku pun meng-glare Lenka yang sedang tertawa puas itu.

"ahahaahaa- aduh, Mik..Mik.. lu tuh bisa aja bikin gue ketawa puas kayak begini! ahahahaaa!" Lenka masih tertawa dengan setitik air mata di ujung matanya.

"GA LUCU YA!" Miku langsung meloncat menyerang Lenka.

"EHH?" beberapa dari mereka yang melihat berusaha memisahkan Miku dan Lenka yang mulai berantem itu.

.

"loh? belom di mulai kok mereka udah bikin kegaduhan sendiri?" Oliver kebingungan.

"ah, I see! kalau gitu, gue tau harus gimana!" ucap Prima yang langsung mengarahkan jarinya ke rak buku di toko itu yang dekat dengan posisi Miku dan Lenka sekarang.

"eh? Prima!" IA baru saja mau mencegah Prima untuk tidak bertindak gegabah, tapi terlambat.

rak buku itu pun sudah bergoyang dan akan jatuh.

sementara itu, tak jauh dari posisi mereka, Teto sedang berjalan sendirian.

'aku ga ngerti! kenapa Ted berpikiran seperti itu! dia-' Teto yang sedang bergulat dengan pikirannya itu kaget karena melihat Oliver, Prima, dan IA.

"P-PRIMA-SAN? IA-SAN? OLIVER-SAN?" Teto spontan berteriak, dia melihat tak jauh dari mereka berempat ada Miku dan yang lainnya.

"M-MIKU AWAS!" Teto segera berlari dan menarik Miku saat melihat lemari besar itu sudah bergoyang hendak jatuh menimpa Miku. (wah, bergoyang? lemari dangdutan~~ /slap)

buku-buku di rak itupun berjatuhan, untunglah tak ada yang tertindih oleh buku-buku tebal itu.

"Teto-chan..." Miku menatap Teto dengan puppy eyesnya.

"eh? apa?" Teto keheranan.

"kau pahlawanku~~" Miku mulai lebay dan langsung memeluk Teto.

sementara semua cuma facepalm.

'sial!' pikir Oliver.

"KYAAA~ ITU DIA OLIVER-SAN, IA-SAN, DAN PRIMA-SAN!" teriak fans-fans yang tadi mengejar-ngejar mereka.

"LIHAT! DISANA JUGA ADA MIKI-CHAN!" teriak yang lainnya sambil menunjuk ke arah Miki, sementara Miki hanya tersenyum lembut sambil melambaikan tangannya.

"KYAAA~ ADA MIKU-CHAN, RIN-CHAN, TETO-CHAN DAN YANG LAINNYA!"

"ITU ADA LEN-KUNNN!"

"KAITO-KUNN~!"

"IDOLA GUEEE! SEMUANYA ADA DISINIII!"

"ADA GUMI-CHANNNN!"

"KYAAA~" dan fans-fans mereka itupun mengejar mereka.

"LARIIIII!" teriak Kaito yang lari duluan sambil narik Meiko.

"EH? KAITO-KUN~ TUNGGU~!" Miku mengejar Kaito.

"GYAAAA!" yang lainpun berlari, mereka semua berpencar.

berlari tanpa arah yang penting tidak di kerumuni fans yang banyak dan gila itu (?)

"KYAAA! GUE GA SUKA! GUE GA SUKAAAA!" teriak Rei yang sepertinya mau menangis itu sambil tetap berlari dan menarik Rui.

"baka.." gumam Rui saat melihat Rei yang mulai cengeng itu.

"bukannya lu suka kalo punya banyak fans?" tanya Lenka yang lari di sebelah Rei.

"gue sukanya kalo punya banyak fans, bukan di kejar banyak fans gini! AHHHH!"

sementara semuanya berpencar dan beberapa dari mereka ada yang bersembunyi.

'kuso. gue harus kemana ini. tenaga gue udah abis.' pikir IA yang sekarang mendapati jalan buntu.

tiba-tiba lift terbuka,

"ah-!" IA sudah setengah melompat karena kaget dan takut kalau yang keluar dari lift itu fansnya.

ternyata,

"IA-san! ayo cepet ke sini!" Rin menarik tangan IA.

lalu lift pun tertutup setelah fans-fans IA datang.

"huff.. untung saja." IA menghela nafas.

sementara itu Rin menatap IA.

"n-nande?" tanya IA yang sepertinya gugup karena di tatap Rin begitu.

"nande mo nai." jawab Rin sambil memalingkan wajahnya.

. . .

"ah, arigatou, Rin-san." ucap IA yang sepertinya baru ingat.

"em.. douitaaa!" Rin langsung memalingkan wajahnya ke IA dengan wajah cerianya.

IA sedikit melompat ke belakang karena kaget.

"kau ini.. random.."

"hehehe~" kini Rin tertawa dengan smirk nya.

. . .

TUK

"otak lu rusak ya-" IA menggetok kepala Rin.

"ouch.. ittai desu!" Rin mengelus kepalanya.

"lagian, kenapa lu bisa dateng di saat yang tepat tadi?" tanya IA.

"entahlah. mungkin sudah seharusnya begitu."

"lu sengaja?"

"apanya?"

"sengaja nyelamatin gue?"

"nggak sih." jawab Rin dengan polosnya.

sementara IA cuma mojok. /?

'loh? apakah Rin sudah menghancurkan hatinya?' pikir Rin sambil natap IA yang mojok di pojokkan lift.

sementara itu,

"kemana lagi nih? HUWAAAA~" Teto mulai nangis.

"sebenernya kenapa kita harus lari?" tanya Miki.

"lu mau desak-desakkan di situ? di kerumunin? panas! sempit! sesak!" ucap Rei.

sementara Miki hanya menggeleng.

"makanya." ucap Rei.

"eh! mereka datang!" teriak Piko.

"gawat!"

mereka pun sudah bersiap untuk menakol(?) fans mereka dengan sapu dll. /kok jahat/

"satu..."

"dua..."

"tiga!"

"HYAAA!"

mereka pun berhenti, ternyata yang datang adalah Kaito dan Meiko yang diikuti oleh Miku di belakangnya.

"Huuuuu! kirain fans!" teriak mereka bersamaan pada mereka bertiga.

"hehehe~ maaf~" ucap Kaito.

"EH! ITU! ITU! CEPET SERANG!" Miku menunjuk ke arah lain.

mereka pun bersembunyi bersiap menyerang.

"satu.."

"dua..."

"tiga!"

"HYAAA!"

dan mereka semua pun berhenti lagi, ternyata itu adalah Lui.

"yehhhhhhh." mereka semua kesal.

sementara Lui hanya cengengesan.

"sekali lagi! jangan sampai tertipu! dengar! ada suara langkah kaki kemari!" ucap Kaito.

mereka semua hening, berusaha mendengar langkah kaki yang dimaksud.

"iya! bener! ayo cepet ambil posisi!" perintah Miku.

mereka pun bersiap lagi.

"satu..."

"dua..."

"tiga!"

"HYAAAA!"

dan, ketiga kalinya, mereka pun berhenti lagi.

ternyata itu Len.

"HUUUUUUUU!" dan akhirnya Len tetap saja di takol pake sapu sama mereka.

"i-ittai desu..." rengek Len. sementara mereka yang sepertiny sudah kesal cuma diem aja merasa puas sudah menakol orang hari itu. /?

"hey, hey."

semua pun menoleh ke sumber suara.

"KYAAAAAA! DEFOKO-SANNNN!" teriak mereka semua.

"helo? aku juga disini~" Ann muncul dari belakang Defoko sambil melambaikan tangannya.

"ANN-SENPAI!" teriak mereka lagi.

"sedang apa kalian semua disini?" tanya Defoko.

"E-ETTO.. ETTO.. ITU... ANO.. EH-" mereka semua gelagapan.

tiba-tiba,

"yo-hoo~ semua selamat? EH-" Gakupo yang datang dengan santainya itu kaget saat melihat ada Defoko dan Ann disitu.

"e.. hai!" Gakupo hanya 'tersenyum' sambil melambaikan tangannya berusaha menutupi kepanikkannya.

"bisa di jelaskan yang sedang terjadi disini, Gakupo-san?" tanya Defoko dengan aura darknya.

"ehh... ini ide Luka-chan!" Gakupo langsung menunjuk Luka yang baru datang itu.

"HE?!" Luka kaget.

"jadi?" tanya Defoko sekali lagi dengan aura darknya.

"etto.. eh.. bagaimana ya?" Luka tersenyum dengan bingungnya.

Defoko maju satu langkah, mereka semua mundur satu langkah.

Defoko maju satu langkah lagi, mereka semua mundur dua langkah.

Defoko maju satu langkah lagi, mereka semua mundur sampe nyentuh tembok. /?

"jangan mundur-mundur terus!" Defoko memarahi mereka.

"A-AMPUNNNNNNN!" teriak mereka semua.

tiba-tiba,

lift pun terbuka dan mereka semua yang tadi mundur-mundur sampe nyentuh tembok alias pintu lift itu pun terjatuh kebelakang.

BRAKKKK!

"aduhhhh..." teriak mereka semua serempak.

"eh?" Rin dan IA yang ada di lift itupun kebingungan ngeliat mereka semua jatoh sampe tiduran ke belakang gitu ke dalem lift.

"kalian ngapain?" Rin kebingungan.

sementara IA langsung menutup roknya. takut-takut ada yang cari kesempatan di saat itu. (if you know what I mean.)

mereka semua serempak menunjuk ke arah Defoko.

IA dan Rin ikutan kaget /?

"kenapa ini!" Defoko sepertinya semakin kesal.

"KYAAAAA!" mereka semua ketakutan.

"sebenernya, hari ini kita cuma jalan-jalan aja. refreshing gitu." ucap Kiyoteru dari belakang Ann.

dan Ann pun meloncat kaget.

"S-SEJAK KAPAN LU DISITU!" teriak Ann.

"tak penting." ucap Kiyoteru sambil membetulkan posisi kacamatanya.

/uwooooo/ /?

"NAH! IDE DIA TUH! TUH! TUH!" Gakupo langsung menunjuk Kiyoteru.

"HE?" Kiyoteru kaget saat Defoko berbalik melihat Kiyoteru dengan aura darknya.

"ide mu?" tanya Defoko dengan seramnya. /?

"B-B-BUKANNNN! INI KESEPAKATAN BERSAMAAA! LAGI PULA KETUPLAK NYA KAN DIAAAA!" Kiyoteru menunjuk balik Gakupo.

"ketuplak?" Ann kebingungan.

"KETUa PeLAKsana." jawab Kiyoteru.

"GRRR! KALIAN KAN HARUSNYA LATIHAN!" Defoko marah.

"AMPUNNNNNN!" teriak mereka semua.

"kalau begitu... KALIAN AKAN KUHUKUM SELAMA SEMINGGUUUUU!" teriak Defoko.

"TIIIIIDDDDDDAAAAAAAAAAAKKKKK KKKKKKKK!" teriak mereka bersamaan sampe akhirnya pintu lift itu menutup dan mereka semua kejepit disitu.

"EKH- TOLONG-! KEJEPIT-"

Kiyoteru pun buru-buru menolong mereka.

"hmph. cepat. ku tunggu di karantina untuk mulai penghukuman!" Defoko dan Ann cuek saja dan berjalan pulang.

"hah? ah! kalo gitu ga usah cepat-cepat saja! biar ga cepet dihukum." ucap Kiyoteru yang lalu berhenti menolong mereka.

"JANGAN BAKA!" Gakupo menjenggut Kiyoteru.

"NTAR KITA MATII!" teriak Kaito.

"NOOO~" teriak Miku.

"Gumi gak di hukum kan...?" ucap Gumi.

dan akhirnya Kiyoteru pun menolong mereka membukakan pintu lift.

(kenapa Rin dan IA ga mencet tombolnya aja dari dalem?)


.

.

TBC

.

.

A/N: (gomen lama update *cium readers satu-satu* /ditabok /? ya.. maaf banget deh.. bingung mau ngomong apa... hehehee.. jaa)