Title : Psychic Detective
.
Genre :
Mystery, Horror
.
Main Cast :
Jung Daehyun
Choi Junhong
Xi Luhan
Bang Yongguk
Kris
.
Rating : PG-15
.
Other Cast :
B.A.P and EXO Members
.
.
.
'Pergilah temui ayah Han Minkyung, dan dengarkan cerita tentang kejadian itu'
Junhong menatap secarik kertas yang bertuliskan alamat orang tua Han Minkyung, dia menghela nafas. Padahal yang akan dia lakukan hanya bertemu dengan orang tua korban, tapi entah mengapa rasanya begitu berat.
"Setidaknya aku harus membantu menyelesaikan masalah ini" Junhong berucap pelan. Langkahnya terhenti saat ia sudah tiba di tempat tujuan, sebuah rumah kecil dipinggiran kota Seoul. Terlihat seperti tidak pernah di urus. "Semangat Choi Junhong" Junhong berucap untuk menyemangati dirinya sendiri.
Ting Tong..
"Iya tunggu sebentar"
Junhong mengambil nafas panjang untuk menetralkan detak jantungnya.
"Siapa?"
"Aku Choi Junhong, teman Minkyung-ssi" Junhong menunduk sopan.
Wanita dengan garis keriput yang begitu kentara diwajahnya terdiam sesaat. Dia membuka pintunya lebar, mempersilahkan Junhong masuk kedalam rumahnya. "Kau tunggulah disini, aku akan membuatkan minuman"
Junhong mengangguk mengiyakan. Dia duduk disebuah sofa tua yang berada diruang tengah di rumah sederhana ini. Matanya mengedar, dan dia akhirnya menemukan sebuah foto gadis cantik dengan senyuman lebar yang terpajang disudut ruangan.
'Itu pasti Han Minkyung, jadi seperti inilah wajahnya' Junhong menutup matanya sesaat. Menahan sesak didadanya saat dia harus dihadapkan dengan kenyataan bahwa gadis itu mati karena bunuh diri.
"Kau bukan temannya Minkyung kan? Mau apa kau kemari?"
Junhong tersentak kaget, dia menatap lekat kearah wanita tua yang kini sudah duduk di hadapannya.
"Kau masih terlalu muda untuk menjadi teman Minkyung, Junhong-ssi"
Junhong menunduk dalam. 'Aku bahkan sudah ketahuan, padahal belum sepuluh menit aku disini. Bagaimana ini Daehyun' Junhong akhirnya memberanikan diri mendongak, membalas tatapan wanita didepannya. "Kalau begitu, kenapa anda membiarkan aku masuk? Padahal anda tahu aku bukan teman Minkyung-ssi"
Wanita itu mengalihkan tatapannya. "Hanya firasat. Aku merasa kalau Minkyung menyuruhku untuk membiarkanmu masuk" ucapnya pelan.
"Aku benar-benar minta maaf karena sudah membohongi anda" Junhong meremas celana kain yang tengah ia gunakan. "Sebenarnya aku belum pernah bertatap muka secara langsung dengan Minkyung-ssi. Apa yang akan ku ceritakan ini, terlepas dari percaya atau tidak, kuharap anda mau mendengarkannya sampai selesai"
Wanita itu terdiam. Dia mengangguk. "Silahkan bercerita"
"Sebenarnya.. arwah Han Minkyung masih bergentayangan di dunia ini. Kalau bisa, aku ingin membebaskan Minkyung-ssi, tapi untuk itu aku harus bisa memastikan apa alasan dibalik kematiannya" Jeda sebentar. "Misalnya, sesuatu yang ditinggalkan Minkyung-ssi sebelum dia meninggal. Apa saja boleh. Aku ingin melihatnya"
"Anakku sudah meninggal"
Junhong menatap lurus kedepan. Seolah melihat sosok Minkyung yang kini tengah tersenyum sedih. "Orang yang sudah meninggal memang tidak mungkin bisa kembali lagi.. tapi apa anda tidak ingin tahu apa yang dirasakan Minkyung-ssi disaat-saat terakhirnya?"
Junhong bisa melihat ada gurat kesedihan di wajah wanita itu. "Mungkin saja kematian Minkyung-ssi bukan disebabkan karena bunuh diri atau ada alasan lain yang menyebabkan kematiannya"
…..
…..
Junhong menggenggam dengan erat sebuah buku yang kini berada ditangannya, dia menunduk. Buku ini adalah buku harian milik Han Minkyung.
'Kau yang pertama kali bilang kematian Minkyung bukan disebabkan oleh kasus pemerkosaan itu. Minkyung adalah anak yang kuat, aku masih ingat saat dia dengan berani melaporkan kasusnya kepada pihak kepolisian padahal rasa malu yang harus dia tanggung akan begitu berat saat kasusnya mencuat dihadapan publik'
Masih teringat jelas olehnya kata demi kata yang keluar dari bibir ibu Minkyung. Sosok rapuh itu menangis sembari menceritakan putri semata wayangnya. Bagaimanapun rasa sakit di tinggal oleh orang terkasih tidak akan bisa hilang dengan cepat.
"Kau akan terjatuh kalau kau berjalan dengan cara seperti itu"
Junhong tersentak kaget. "D-Daehyun? Kenapa kau disini?"
"Urusanku dengan Yongguk hyung sudah selesai. Aku cukup lama mengenalmu, kau adalah orang ceroboh yang selalu terkena masalah, jadi aku kesini untuk melihatmu"
"Begitu ya.." Junhong bergumam lirih.
Daehyun menaikan sebelah alisnya bingung. "Jangan bilang kalau kau langsung diusir keluar? Atau jangan-jangan kau tidak dibukakan pintu?"
Junhong tidak membalas perkataan Daehyun. Dia mengulurkan lengannya. "Ini buku harian Minkyung-ssi"
Daehyun mengambil buku itu. Dia terdiam saat melihat ekspresi Junhong yang terlihat begitu sedih.
"Ibu Minkyung-ssi terlihat begitu sedih, dia bilang putrinya adalah orang yang kuat dan menduga ada orang lain dibalik kasus bunuh diri anaknya–" Junhong tercekat. Bayangan demi bayangan saat ibunya menangis, menangisi kepergian anak sulungnya, kakak dari Junhong.
Sampai sekarang ibu masih belum bisa merelakan kepergian kakak. Bukan hanya ibunya, tetapi seluruh keluarganya termasuk Junhong. Mereka akan tetap memikul derita itu seumur hidup.
"Daehyun hyung.. Aku juga ingin berfikir kalau kematian Minkyung-ssi bukan karena kasus pemerkosaan itu. Aku ingin mengatakan hal itu pada ibunya Minkyung. Aku tahu rasanya hidup dengan perasaan seperti itu.. perasaan tidak rela di tinggalkan oleh orang yang kita cintai" Setetes kristal bening jatuh membasahi pipi Junhong. "Pasti sakit sekali.."
Daehyun maju mendekati Junhong. dengan satu tarikan kini Junhong sudah berada didalam pelukannya. Daehyun menatap lurus kedepan, tangan kanannya menggenggam jemari Junhong, sedangkan tangan kirinya mengelus kepala Junhong dengan lembut.
"Maaf.. sudah melibatkanmu dan membuatmu menangis"
…..
…..
"Cih merepotkan saja"
Pemuda dengan kulit gelap itu bergumam kesal, tangannya mengelap meja bar dengan perasaan tidak rela. Padahal dulu dia tidak usah susah-susah melakukan hal ini, karena ada banyak pelayan yang akan membantunya.
Tapi sekarang apa? setelah ayahnya bangkrut kemudian meninggal dunia, dia tidak pernah sanggup untuk menggaji pelayan baru yang bekerja dibar miliknya, alhasil mulai saat itu dialah yang harus turun tangan untuk mengurusi hal-hal semacam itu.
"Tapi setidaknya masih ada bar ini, aku masih bisa menghasilkan uang untuk hidup"
PRANG
Pemuda itu sontak menegakan tubuhnya, matanya mengedar kesetiap sudut ruangan. "Suara apa itu?" gumamnya. Dengan langkah yang penuh kehati-hatian, pemuda itu berjalan menuju kamar mandi. Perlahan tangannya mendorong pintu kamar mandi hingga terbuka.
"MATI!"
"AAAAAA"
Pemuda itu jatuh terduduk. Matanya terbelalak kaget. Dihadapannya kini ada sosok perempuan berambut panjang dengan darah yang menetes keluar dari kepalanya. "J-Jangan mendekat"
"KAI.. MATI!"
…
…
Junhong menghembuskan nafasnya perlahan untuk kemudian dia keluarkan. Matanya sedikit mengintip keluar, tepat kearah ruang tamu, dimana ada seorang pemuda yang kini tengah duduk tenang disana sembari membaca sebuah buku.
"Kenapa aku harus gugup? Ais.." Junhong merutuk dirinya sendiri, kemudian mulai berjalan keluar dengan wajah yang dibuat sebiasa mungkin. "Maaf menunggu"
Daehyun menoleh sebentar dan dia mengangguk. Junhong meletakan minuman yang tadi dia bawa diatas meja, dan dia duduk disebelah Daehyun. Kepalanya menoleh kesamping, memperhatikan raut wajah Daehyun yang terlihat begitu serius.
'Kejadian yang tadi.. apa Daehyun hyung tidak merasakan sesuatu ya? Padahal biasanya dia selalu jahat kepadaku' Junhong memajukan bibirnya. Benar, Daehyun selalu sukses membuatnya ingin marah-marah seharian.
"Tidak pernah melihat orang tampan sebelumnya ya?"
Junhong melotot mendengar penuturan Daehyun, dia mengalihkan tatapannya kesembarangan arah. "Setiap hari aku selalu melihat orang tampan tepat saat aku berkaca" ucapnya ketus.
Daehyun menoleh. "Menurutku kau tidak tampan"
"Apa?!" Junhong mendelik kesal.
"Tapi kau manis"
Junhong yang baru saja akan mengeluarkan kata-kata ketusnya mendadak menelan suaranya. Apa tadi dia tidak salah dengar? Daehyun mengatakan dia manis? Walaupun Daehyun tidak mengatakannya dengan keras, tapi mau bagaimanapun Junhong masih bisa mendengarnya.
Ya Tuhan, tolong bangunkan Junhong dari mimpi!
"Kau lihat gambar ini?"
Junhong merengut, pemuda itu selalu saja mengalihkan pembicaraan mereka secepat kilat! "Gambar apa?"
"Salib dengan ular" Daehyun menunjuk gambar yang tergambar pada buku harian Minkyung.
"Apa ada hubungannya dengan kematian Minkyung-ssi?" Junhong bertanya penasaran tanpa mengalihkan tatapannya pada gambar salib yang dilingkari ular.
"Lihat tanggalnya, ini ditulis pada hari setelah peristiwa itu" Daehyun mencoba membalik lembar berikutnya, namun kosong.
"Kenapa halaman ini dirobek?" Junhong merengut. "Apa dia sengaja merobeknya?"
Daehyun menutup buku ditangannya dan menghela nafas. "Bisa aku minta tolong lagi padamu?"
"Kalau hal yang sulit aku tidak mau" Junhong menggeleng tidak setuju. Bagaimanapun bertemu dengan orang tua korban adalah hal yang sangat sulit baginya.
"Ini tidak akan sulit, hanya hal sederhana yang agak merepotkan karena butuh waktu"
…..
…..
"Himchan-ssi?"
Himchan menoleh dan dia merengut bingung saat matanya menangkap sosok pemuda manis yang kini berdiri tepat di hadapannya. "Siapa?"
Pemuda manis itu tersenyum sekilas sebelum membungkuk sopan. "Aku Yoo Youngjae, sepupu Xi Luhan" ucapnya.
"Ah, maaf karena tidak mengenalimu Youngjae-ssi" Himchan menggaruk kepala belakangnya canggung. "Ada apa malam-malam begini menemuiku?"
Youngjae menggigit bibir bawahnya ragu. "Um.. Maaf kalau aku mengganggu. Tapi ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu. Ini masalah pribadi"
Himchan berfikir sebentar sebelum dia mengangguk setuju. "Baiklah, kita bicarakan didalam mobilku saja"
…..
"Hari ini aku bertemu seorang paranormal yang mengaku-ngaku bisa melihat arwah. Dia datang keapartemen karena Luhan hyung yang meneleponnya" Youngjae melihat keluar jendela dan menghela nafas. "Paranormal itu bilang arwah yang menghantui Luhan hyung tidak akan bisa menyakiti manusia, dan semuanya akan baik-baik saja"
Himchan menoleh. "Apa kau yakin dia seorang paranormal yang asli? Maksudku, dia benar-benar bisa melihat yang seperti itu"
"Entahlah" Youngjae mengangkat bahunya. "Himchan-ssi, bagaimana menurutmu?"
"Aku sendiri tidak tahu" Himchan menghela nafas. "Selama ini aku tidak pernah berurusan dengan hal yang seperti itu. Daehyun lah yang selalu turun tangan untuk menangani semuanya" Jelasnya.
"Tapi entah kenapa aku merasakan firasat yang buruk"
"Tenanglah" Himchan tersenyum kearah Youngjae. "Aku yakin semuanya pasti akan baik-baik saja Youngjae-ssi, kau tidak perlu terlalu khawatir"
Youngjae membalas senyuman Himchan. "Terimakasih, aku permisi–"
"Tetaplah dimobil, aku akan mengantarkanmu pulang"
…..
…..
"Kris-ssi?"
Youngjae berjalan sedikit terburu-buru untuk menghampiri sosok Kris yang berdiri didepan pintu depan gedung apartemen. "Maaf, tapi kenapa anda disini?"
"Aku mendapatkan telepon dari Luhan-ssi, dia menyuruhku untuk datang secepatnya"
Youngjae merengut bingung. Untuk apa Luhan hyung menyuruh seorang paranormal datang malam-malam begini?
KRING KRING
Youngjae tersentak kaget saat ponselnya berbunyi, dengan gerakan cepat dia merogoh ponsel yang ada disaku celana dan mengangkat teleponnya. "Luhan hyung? Ada apa? Sekarang aku sudah ada du elevator"
"T-Tolong.."
"H-Hyung.." Youngjae berdiri kaku. Suara Luhan terdengar bergetar. "H-Hyung kau–"
"KYAAAAAAA"
Sambungan tiba-tiba terputus sesaat setelah bunyi teriakan milik Luhan.
"Sepertinya ada yang sedang mengganggunya. Kita harus cepat!" Saat pintu elevator terbuka, Kris dengan cepat segera berlari menyusuri lorong menuju apartement milik Luhan.
Himchan yang sedari tadi hanya diam kini ikut berlari dibelakang Kris dan Youngjae. "Kenapa lorongnya sempit sekali, aku tidak bisa melihat apa yang ada didepan sana!" Himchan menggerutu kesal.
"LUHAN!" Kris berteriak kencang sembari mencoba membuka pintu. "Percuma saja! Pintunya terkunci"
Youngjae menekan tombol diponselnya, berusaha untuk menghubungi Luhan didalam sana. "Bodohnya aku karena tidak membawa kunci cadangan" Youngjae hampir menangis saat ini. Dia merutuk dalam hati karena kecerobohannya. "Kenapa tidak diangkat?"
"Youngjae-ssi! Aku meminjam kunci cadangan dari pengurus apartemen!" Himchan segera membuka pintu itu.
Kosong..
Youngjae berlari masuk. Kepalanya mengedar untuk menemukan sosok Luhan yang mungkin saja bersembunyi disuatu ruangan.
DEG
"I-Itu.."
"Luhan-ssi tidak ada di toilet, dia juga tidak ada–" Perkataan Himchan terhenti saat matanya menangkap suatu benda yang tergeletak dilantai. "B-Bukankah itu ponsel? Dan.. Darah?"
"Luhan hyung.. Menghilang?" Youngjae menutup mulutnya tidak percaya. "Bagaimana bisa?"
…..
…..
"Oh Sehun"
Sehun menoleh, menatap dingin suho yang kini sudah duduk dihadapannya. "Ada apa?" ucapnya malas.
"Ku dengar kau kabur dari rumah, kenapa bisa?" Suho meniup pelan secangkir coklat panas yang ada ditangannya. "dan sampai kapan kau akan menetap dirumah ku? Ini sudah hampir seminggu"
Sehun berdecih. "Kenapa? Kalau kau tidak suka aku tinggal disini aku akan keluar"
"Aiss kau ini emosional sekali!" Suho berdecak sebal. "Aku kan hanya bertanya. Lagi pula selama Luhan hyung belum sembuh total kau boleh tinggal disini, letak apartemenku lumayan dekat dengan apartemen Luhan hyung" ucapnya.
Sehun hanya mendengung sebentar sebagai balasan atas perkataan Suho.
"Ngomong-ngomong kau belum menjawab pertanyaanku"
"Pertanyaan apa?"
"Kenapa kau bisa kabur dari rumah?" Suho kembali mengulang pertanyaannya.
"Karena aku malas bertemu ayahku" Sehun menjawab sekenanya.
KLIK!
Mata Suho mengerjab bingung saat tiba-tiba lambu diapartemennya tiba-tiba padam. "Apa ada pemadaman listrik?" tanyanya pada diri sendiri. "Kau tunggu disini, aku akan pergi keluar seben–"
Tubuh Sehun dan Suho sontak menegang. Mata mereka melotot tepat kearah jendela apartemen yang menampakan sosok wanita berambut panjang dengan darah yang merembes dikepalanya.
"Kalian juga harus mati!"
.
.
.
TBC
.
.
.
Yeay, akhirnya chapter ini selesai juga.
Kalau ada yang masih bingung dengan ceritanya silahkan baca ulang dan perhatikan setiap detailnya baik-baik. Disana ada beberapa petunjuk yang nantinya akan bisa dipakai untuk menebak siapa dalang dibalik semua ini. Kalau gak teliti, pasti kalian bakal bingung diakhir wkwk Oh ya ada pemain tambahan yaitu… KAI Jeng Jeng Jeng! Chapter depan dia bakal muncul lebih banyak.
Tanggal 28 Desember nanti akan ada update ff masal oleh beberapa author di bapyaoifanfiction . wordpress . com (hilangkan tanda spasi) saya akan mengupdate sekitar 3 ff sekaligus termasuk ff Reincarnation. jadi, tanggal 28 nanti jangan lupa berkunjung ke wordpress oke? ^^ yang suka ff B.A.P harus berkunjung kesana.
Akhir kata..
Review Please? ^^
