My Lovely Bodyguard
Author : BunnyLeeie12 (real author : Evi Rianti)
Cast : Vkook, Yoonmin. Namjin, Hopezi, Hanseok
Genre : Crime, Mysteri, Romance

.

.

.

Happy Reading

.

.

Part 2

.

.

Jungkook dan Taehyung duduk saling berhadapan sambil menatap satu sama lain. Woo Bin yang melihat mereka langsung mencairkan suasana dengan berbicara.

"Ehem… begini Tae kakek bermaksud merekrut Jungkook ini sebagai bodyguardmu yang baru. Kakek harap kau dapat bersikap ramah dengan Jungkook" ucap Woo Bin mencairkan suasana.

"Kakek ini bercanda. Mana mungkin namja seperti ini bisa menjadi bodyguardku. Pokoknya aku tidak setuju" tolak Taehyung mentah-mentah.

"Taehyung, Jangan memandang Jungkook ini dari luar. Kau belum lihat saat ia menyelamatkan kakek dari pria berbahaya yang membawa pisau. Seharusnya, kau bersyukur karena dapat bodyguard yang bisa menjagamu saat di sekolah" ucap Woo Bin.

"Mwooo? Sekolah? Maksud kakek ini dia akan satu sekolah denganku?" tanya Taehyung.

"Iya, itu benar. Akan jauh lebih aman jika Jungkook satu sekolah denganmu" jawab Woo Bin.

"Aaarrrgghhh… aku tak habis pikir dengan pikiran kakek ini" teriak Taehyung emosi sambil pergi ke kamarnya.

Jungkook yang menatap kepergian Taehyung hanya geleng-geleng kepala dan tak habis pikir ada orang yang mau mencelakai orang sepertinya.

"Jungkook, kau maukan bersekolah dengan Taehyung?" tanya Woo Bin.

"Ahhh, baiklah. Itu lebih baik daripada aku tidak sekolah" jawab Jungkook.

"Kakek benar-benar merekrutku untuk jadi bodyguard Taehyung?" tanya Woo Bin.

"Tentu saja kakek benar-benar merekrutmu. Kau ini jauh lebih lihai daripada bodyguard yang pernah kakek suruh untuk menjaga Taehyung. Kakek merasa Taehyung akan aman jika ia berada dekat denganmu" ucap Woo Bin.

"Hahaha.. iya, kau benar dia akan aman dekat denganku" ucap Jungkook sambil tertawa simpul. "Justru aku akan selalu dalam bahaya jika dekat dengannya" ucap Jungkook dalam hati.

"Baiklah, kalau begitu. Pak Han akan segera mengurus pendaftaranmu di sekolah Seoul school" ujar Woo Bin.

"E…eeenggg kalau begitu aku kembali ke kamarku dulu" pamit Jungkook.

Woo Bin menatap kepergian Jungkook dengan tersenyum senang. Setidaknya, perasaannya akan selalu tenang jika Jungkook dekat dengan Taehyung.

Saat, Jungkook hendak masuk kamarnya ia melihat Taehyung berdiri di depan pintu kamarnya. *Jungkook udah gk tersesat lagi*

"Kau? Mau apa lagi? Masih mau meneriakiku maling atau tukang ngintip lagi?" tanya Jungkook ketus.

"Tidak. Aku ke sini hanya untuk memperingatkanmu" ucap Taehyung dingin.

Tiba-tiba, Taehyung mendekat kepada Jungkook. Jungkook jadi salah tingkah saat Taehyung mendekat kepadanya.

"Jangan kau pikir dirimu itu hebat hanya karena kakek mempercayaimu. Kau ingat itu!" ucap Taehyung sambil menatap tajam mata Jungkook.

Lalu, Taehyung pergi. Sementara, Jungkook hanya diam dan kesal karena belum pernah ia bertemu dengan laki-laki arogan seperti Taehyung.

Keesokan paginya, Pak Han memberi informasi tentang pendaftaran Jungkook di sekolah Taehyung telah selesai diurus.

"Karena pendaftaran Jungkook sudah selesai, besok kau bisa bersekolah bersama Taehyung. bagaimana kau senangkan Jungkook?" tanya Woo Bin.

"Heh. I-iya" jawab Jungkook.

"Aku ingin pergi main dengan temanku, kek" ucap Taehyung.

"Baiklah, kau boleh pergi asalkan, Jungkook ikut denganmu" ujar Woo Bin.

"Kakek ini. Untuk apa aku membawanya. Akukan pergi dengan temanku. Untuk apa aku membawanya" ucap Taehyung.

"Kakek kan sudah bilang padamu Jungkook ini sekarang adalah bodyguardmu. Kemana kau pergi dia juga harus ikut denganmu" ucap Woo Bin.

"Kek, temanku Kim Namjoon jago bela diri. Kakek tidak lupakan siapa yang suka menolongku kalau aku dalam bahaya. Bocah ini kalah jauh dibandingkan dengan kehebatan Namjoon" ucap Taehyung membanggakan Namjoon sekaligus merendahkan Jungkook.

Jungkook hanya menatap kesal kearah Taehyung. Sebaliknya, Taehyung menatap kearah Jungkook dengan tatapan merendahkan.

"Belum pernah kau merasakan tendanganku. Kapan-kapan aku akan memberikanmu pelajaran" ucap Jungkook dalam hati.

"Kakek, tidak mau tahu. Pokoknya Jungkook harus ikut denganmu" ucap Woo Bin.

"Cih, terserah kakek saja" ujar Taehyung menyudahi sarapannya dan pergi.

"Dasar anak nakal. Jungkook, maafkan sikap Taehyung ya. Dia itu memang anak yang cuek dengan orang baru" ujar Woo Bin.

"Ahh, tak apa-apa kok, kek. Aku memakluminya" ucap Jungkook sambil tersenyum.

Sementara itu, Taehyung berniat pergi dengan teman-temannya diam-diam agar Jungkook tak ikut dengannya. Taehyung langsung duduk dan siap-siap menyetir, ia sangat senang karena bisa pergi tanpa penjagaan Jungkook.

"Kita akan kemana?" tanya Jungkook.

"Yak! Kau? Kapan duduk disini?" tanya Taehyung kaget karena tidak menyadari saat Jungkook sudah duduk dimobilnya.

"Baru saja. Kita akan kemana?" tanya Jungkook dingin.

"Cih, kau akan lihat nanti" ucap Taehyung sambil menjalankan mobilnya kencang-kencang.

Taehyung mengajak Jungkook ke arena pacuan kuda di mana tempat teman-teman Taehyung berkumpul.

"Hey, aku sudah datang. Kita langsung mulai saja" ucap Taehyung ke arah teman-temannya.

"Datang juga. Kupikir kakekmu melarangmu pergi" ucap Yoongi. "Heh, siapa namja manis di belakangmu itu, Tae?" tanya Yoongi menegok ke belakang punggung Taehyung.

"Perkenalkan, namaku Jeon Jungkook. Kalian bisa memanggilku Jungkook. Mulai sekarang kalian akan terus bertemu denganku dilain tempat" ucap Jungkook memperkenalkan dirinya.

"Wah, Taehyung darimana kau dapatkan namja semanis ini?" tanya Namjoon.

"Mana mungkin aku bisa dapat namja seperti ini. Kakekku yang menemukannya. Entah di mana kakek menemukan orang sepertinya" sindir Taehyung.

Jungkook terlihat kesal akan sindiran Taehyung.

"Hay, Jungkook. Perkenalkan namaku Jung Hoseok. Kau bisa panggil aku Hoseok. Orang yang bertubuh tinggi dan berambut mint itu namanya Kim Namjoon, kalau orang yang berkulit pucat dan surai silver itu namanya Min Yoongi" ucap Hoseok memperkenalkan diri dan teman-temannya.

"salam kenal semuanya" ucap Jungkook.

"Sudah cukup acara perkenalannya. Kita langsung naik kudanya saja" ucap Taehyung. Saat, Taehyung berjalan Jungkook mengikutinya, Taehyung jadi risih dan kesal. Teman-temannya yang lain hanya menatap aneh melihat Jungkook mengikuti Taehyung kemana dia berjalan.

"YA… berhenti mengikutiku. Sebaiknya, kau duduk saja" omel Taehyung.

"Aku tak mau. Aku sudah berjanji sama kakek kalau aku akan menjagamu kemana kau pergi" ucap Jungkook.

"Menjaga Taehyung?" gumam Hoseok.

"Memangnya kau ini siapanya Taehyung, Jungkook?" tanya Namjoon.

"Ahh, iya aku lupa memperkenalkan diri lebih jelas. Sekarang, aku bodyguard barunya KIM TAEHYUNG" ucap Jungkook sambil menatap mengejek kearah Taehyung.

"Bodyguard?" ucap teman-teman Taehyung serentak.

"YA.. kalian tidak usah sampai kompak seperti itu. Nanti aku akan ceritakan langsung pada kalian. Ayo, kita segera naik" ajak Taehyung. "dan kau, JEON JUNGKOOK. Aku minta kau duduk dan mengawasiku dari sana saja" sahut Taehyung sambil menunjuk tempat duduk untuk Jungkook.

"Baiklah. Tapi, ingat mataku akan terus mengawasimu" ucap Jungkook sambil menunjuk mata Taehyung kematanya.

Saat, Taehyung dan teman-temannya menunggangi kuda, Jungkook terus memerhatikan dengan teliti jika ada keJanggalan. Tapi, untuk saat ini belum ada yang terlihat aneh. Jungkook jadi bosan memerhatikan orang yang menunggangi kuda.

"Hoaammm.. aku jadi mengantuk melihat mereka bersenang-senang seperti itu. Dasar permainan orang kaya memang aneh-aneh" gumam Jungkook.

Selama 2 jam Jungkook terus mengawasi Taehyung bermain dengan teman-temannya sampai pulang.

"Kau lihatkan tidak ada yang berusaha menculikku?" tanya Taehyung.

"Ya, untuk saat ini memang belum. Tapi, masih ada kemungkinan kan" ucap Jungkook.

"Tenagamu sama sekali tidak dibutuhkan saat ini" ejek Taehyung.

"Hey, kalian sehabis ini mau kemana? Aku dan yang lainnya berniat pergi ke cafe. Kalian mau ikut tidak?" ajak Yoongi.

"Tidak. Aku dan bocah ini akan langsung pulang. Kakek pasti sudah menantiku di rumah" ujar Taehyung.

"Yasudah, kalau begitu aku dan lainnya pergi dulu" ujar Yoongi lalu pergi.

Saat perjalanan pulang, Taehyung mampir ke pom bensin. Setelah, mengisi bensin tiba-tiba Taehyung ingin pergi ke toilet jadinya, Jungkook menunggu di dalam mobil karena Taehyung tidak mau Jungkook mengikutinya sampai ketoilet segala.

"Sudah 10 menit dia pergi. Kenapa tidak balik juga? Apakah dia sakit perut" gerutu Jungkook. "sebaiknya, aku memeriksanya ke toilet" ucap Jungkook.

Saat sedang menuju ke arah toilet pria, Jungkook melihat Taehyung dikelilingi empat pria bertopeng.

"Siapa kalian? Siapa yang menyuruh kalian?" tanya Taehyung.

"Hahaha… kau tidak perlu tahu siapa yag menyuruh kami. Kami hanya mendapat perintah untuk menghabisimu" ucap salah satu pria bertopeng itu.

Taehyung terdesak diantara pria itu, ia ingin melarikan diri tapi, ia melihat salah satu dari keempat pria itu membawa senjata tajam.

"Hey, kalian…" teriak Jungkook.

Taehyung kaget melihat Jungkook berteriak kearah empat pria itu.

"Dasar bodoh, untuk apa dia ke sini" ucap Taehyung.

"Kau bocah kecil. Jangan mencampuri urusan kami dengan pria muda ini" ucap salah satu pria itu. Taehyung langsung mencari celah dan menendang salah satu keempat pria itu, ia langsung lari kearah Jungkook dan menariknya untuk pergi. Tapi, Jungkook hanya diam saja sambil tersenyum kearah keempat pria itu.

"Hey, kau cari mati. Ayo, kita pergi" ajak Taehyung sambil menarik paksa Jungkook.

"Urusanku belum selesai dengan keempat pria jelek ini" teriak Jungkook.

"Siapa yang kau bilang jelek, anak muda?" tanya pria itu sambil melangkah maju mendekati Jungkook.

"Tentu saja kalian" ejek Jungkook.

Pria itu langsung habis kesabaran dan berniat menampar Jungkook. Jungkook langsung menepis tangan pria itu dan menghajarnya sampai terjatuh, ketiga pria itu yang melihat temannya dipukuli langsung turun tangan, Jungkook dengan gesit langsung menghajar ketiga pria itu sampai terkapar.

"Fiuh, selesai. Ayo, kita pergi" ajak Jungkook.

Taehyung hanya diam dan tidak percaya melihat Jungkook menghabisi keempat pria itu sendirian.

"I..iya" jawab Taehyung. Namun, salah satu dari pria yang membawa senjata tajam itu bangun dan berniat menusuk Jungkook. Taehyung yang melihatnya langsung menendang tangan si pria itu, Jungkook langsung menghajarnya lagi sampai pingsan.

"Terima kasih, Taehyung" ucap Jungkook senang.

"Untuk apa kau berterima kasih padaku?" tanya Taehyung.

"Karena kau sudah menolongku saat pria itu ingin menusukku" jawab Jungkook.

"Jangan ge'er. Pria itu berniat menusukku tapi, karena aku cukup lihai makanya aku langsung menendangnya" ujar Taehyung bangga. Padahal, ia tahu kalau pria itu berniat menusuk Jungkook tapi, ia mengelaknya.

"Dasar kau ini. Yasudah, sebaiknya kita segera pulang pasti kakek memcemaskan kita" ucap Jungkook.

Mereka pun pergi ke dalam mobil dan segera pulang meninggalkan keempat pria yang babak belur itu terkapar dijalanan.

Sesampainya, di rumah Woo Bin langsung menghampiri Taehyung dan Jungkook begitu mereka masuk kedalam rumah.

"Bagaimana acara main dengan teman-temanmu Taehyung?" tanya Woo Bin.

"Menyenangkan" jawab Taehyung datar.

"Baguslah. Ah, Jungkook apakah terjadi sesuatu?" tanya Woo Bin.

"Ya, kek. Tapi, aku dan Taehyung sudah membereskannya dengan baik" ucap Jungkook.

"Hoho… kalau begitu kau segera pergi ke kamarmu Jungkook. Kau kan besok memulai hari pertamamu disekolah jadi, sekarang kau istirahatlah sana" ujar Woo Bin.

"Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu" ucap Jungkook sambil pergi menuju kamarnya.

"Taehyung, bagaimana Jungkook? kau sudah melihat aksinya saat menghajarkan?" tanya Woo Bin penasaran.

"Yah, kakek benar. Dia cukup hebat dan aneh" aku Taehyung sambil pergi ke kamarnya.

Woo Bin yang mendengar ucapan Taehyung terlihat senang karena ia tidak salah pilih orang untuk menjaga Taehyung.

Pagi harinya…

Jungkook terlihat senang saat bersiap-siap pergi kesekolah barunya. Ia menatap seragamnya yang baru, ia sangat suka dengan seragam sekolah yang baru dibandingkan dengan seragam sekolah lamanya.

"Apa kau sudah siap pergi ke sekolah barumu Jungkook?" tanya Woo Bin saat sarapan.

"Ne.. aku sudah siap kek" jawab Jungkook senang.

"Kakek senang mendengarnya. Oiya, Jangan lupakan tugasmu untu terus menjaga Taehyung" ucap Woo Bin mengingatkan Jungkook.

"Tenang saja, kek. Aku tidak akan lupa dengan tugas yang sudah kau berikan" ucap Jungkook.

"Kakek ini terlalu berlebihan, sekolah itukan ramai dan banyak orang kemungkinan kecil kalau ada yang mau mencelakaiku" ujar Taehyung.

"Kau ini selalu saja meremehkan. Selalu ada celah untuk mereka-mereka yang ingin mencelakaimu. Ingat itu, sudah sana berangkat sekolah, kakek tidak ingin Jungkook telat dihari pertamanya" ucap Woo Bin.

Sesampainya, di seoul school…

Taehyung dan Jungkook langsung pergi ke kelas, di kelas banyak orang yang memerhatikan Jungkook. Sedangkan, teman-teman Taehyung yang sedang mengobrol kaget melihat Jungkook dan Taehyung datang bersama.

"Jungkook, kau sekolah disini juga?" tanya Namjoon.

"Ne.. kakek menyuruhku bersekolah di sini agar bisa menjaga Taehyung" jawab Jungkook.

"Wah, Taehyung kau benar-benar beruntung bisa dijaga oleh Jungkook" goda Namjoon.

"Apa-apaan kalian ini. Apanya yang menguntungkan justru ini merugikan" gumam Taehyung.

"Yoongi…" teriak seorang namja manis bermata sipit memanggil nama Yoongi.

"Jimin, kau sudah datang rupanya" ucap Yoongi.

"Ah, Jimin perkenalkan ini Jungkook murid baru di sekolah kita. Jungkook ini Jimin" ucap ki Tae meperkenalkan Jimin ke Jungkook.

"Salam kenal, namaku Jeon Jungkook" ucap Jungkook.

"Wah, kau benar-benar namja yang manis. Namaku Jimin. Salam kenal juga" ucap Jimin ramah.

"Taehyung, yuhuuuu…." teriak seorang namja yang menghampiri Taehyung.

"YA.. Seokmin, bisa tidak kau tidak usah meneriaki namaku pagi-pagi" omel Taehyung.

"Kau galak sekali. Akukan rindu denganmu, kau tahu kemarin aku pulang dari Amerika dan membawakanmu oleh-oleh" ucap Seokmin.

"Siapa namja pirang ini. Genit sekali ia dengan Taehyung" gumam Jungkook pelan.

"Ah, sepertinya aku tidak pernah bertemu kau sebelumnya. Kau ini orang baru ya?" tanya Seokmin sambil menunjuk Jungkook.

"Seokmin, ini Lkook. Mulai hari ini dia murid di sekolah kita" ujar Yoongi. Seokmin hanya menatap Jungkook dari atas ke bawah dan dari bawah ke atas.

"Ah, aku hampir saja lupa memberikan oleh-oleh untukmu, Tae. Hey, Jihoon cepat ambilkan oleh-oleh untuk Taehyung" teriak Seokmin.

Jungkook menoleh ke namja mungil yang membawakan oleh-oleh untuk Taehyung yang diperintahkan Seokmin.

"Ini Seokmin" ucap Jihoon sambil memberikan oleh-oleh Taehyung.

"Jihoon, kenalkan ini Jungkook" ucap Yoongi.

"Hay, perkenalkan namaku Jeon Jungkook" ucap Jungkook memperkenalkan diri.

"Salam kenal, namaku Lee Jihoon" ucap Jihoon tersenyum simpul.

Jungkook melihat Jihoon, Jungkook berfikir kalau Jihoon adalah namja yang cukup manis tapi, ekspresi wajahnya terlihat sedih sekali. Jungkook juga memerhatikan tatapan Hoseok ke arah Jihoon sangat berbeda.

"Yasudah, cepat sana kau pergi" usir Seokmin.

"Jungkook, sebaiknya kita mengobrol saja di luar" ucap Jimin menarik Jungkook keluar.

"Jimin, ada yang ingin kutanyakan" ucap Jungkook.

"Tanyakan saja" ujar Jimin.

"Kenapa Seokmin besikap buruk terhadap Jihoon? Aku tak tega melihatnya" tanya Jungkook.

"Sudah kuduga kau akan bertanya seperti itu. Yang aku tahu Jihoon itu saudara tiri dengan Seokmin, ia diadopsi oleh keluarga Seokmin. Meskipun marga mereka sama" jelas Jimin.

"Benarkah itu? tapi, mengapa Seokmin seperti itu dengan Jihoon?" tanya Jungkook lagi.

"Entahlah, watak Seokmin itu sangat jelek. Ia sangat sombong dan kerjaannya hanya menyuruh-nyuruh Jihoon saja" ujar Jimin.

"Oh, begitu" gumam Jungkook pelan.

"Kau pindahan dari mana?" tanya Jimin.

"Ah, aku baru pindah dari Busan beberapa hari yang lalu" jawab Jungkook.

"Hheemmm… begitu, jadi kau masih baru di Seoul?" tanya Jimin.

"Ne.. aku belum begitu mengenal kota seoul" jawab Jungkook tersenyum.

Tiba-tiba, ada seorang laki-laki cantik yang berlari-lari di koridor sekolah. Jungkook kaget melihatnya, bukan hanya berlari saja tapi, laki-laki itu juga berteriak memanggil nama Kim Namjoon

"KIM NAMJOON… Keluar kau sekarang" teriak namja itu.

"Seokjin, kau ini kenapa? Pagi-pagi sudah berteriak. Menyeramkan sekali" tanya Jimin.

"Mana Namjoon? Aku ingin bertemu dengannya" ucap Seokjin sambil marah-marah.

"Kau mencariku, Seokjin?" tanya Namjoon keluar kelas.

"Keluar juga kau akhirnya. YA… apa maksudmu menulis di blog kalau aku ini pacarmu, heh? Kau in ngelindur saat menulisnya?" omel Seokjin.

"OMG… eennngg… Seokjin aku bisa jelaskan padamu. Aku hanya iseng-iseng saja kok" ucap Namjoon.

"Kau bilang iseng. Kau tahu anak-anak di kelasku menggosipiku. Mau taruh di mana mukaku ini?" omel Seokjin.

"Iyiy, nanti aku akan menyelesaikannya. Sekarang, Jangan marah-marah dong. Mukamu jadi tua kalau kau marah-marah seperti itu" goda Namjoon.

"Cuih, dasar buaya darat kau" bentak Seokjin. Seokjin pergi kembali ke kelasnya tapi, ia menoleh kearah Jungkook dan memerhatikannya.

"Hey, Jimin. Aku belum pernah bertemu dengan namja ini. Apa dia murid baru?" tanya Seokjin penasaran.

"Ahh, salam kenal. Namaku Jeon Jungkook" ucap Jungkook memperkenalkan diri.

"Kim Seokjin. Kau bisa panggil aku Seokjin. Aku anak kelas 11 – 4" ujar Seokjin.

"Yasudah, kalau begitu aku pergi dulu ke kelas" pamit Seokjin.

"Jimin, kau tahu ada hubungan apa Seokjin itu dengan Namjoon? Kenapa dia mengomel-ngomel seperti itu?" tanya Jungkook.

"Hahahaha… Seokjin itu teman SMP nya Namjoon dulu. Ia adalah namja yang galak dan tidak suka dengan pria gombal seperti Namjoon itu" jelas Jimin.

"Oh, begitu. Tapi, sepertinya Namjoon menyukainya" ujar Jungkook.

"Ya, kau benar. Aku juga memikirkan seperti itu" ujar Jimin.

Setelah, bel berbunyi menandakan sudah masuk, Jungkook memulai aktivitasnya sebagai pelajar. Jungkook mengejar ketinggalan pelajaran di sekolah Taehyung dengan baik karena memang dasarnya Jungkook adalah murid yang cukup pintar di sekolah lamanya. Makanya, ia tidak begitu kesulitan beradaptasi dengan pelajaran di sekolah barunya.

Saat tengah istirahat, Jungkook menjalankan tugasnya mengawasi Taehyung. murud-murid di sekolahnya hanya memandangi Jungkook yang selalu berjalan di belakang Taehyung.

"YA.. Jungkook. apa kau juga harus mengawasiku saat aku ingin ke toilet?" tanya Taehyung.

"Tentu saja aku akan mengawasimu. Aku sudah berjanji kepada kakek untuk mengawasimu" ucap Jungkook.

" Heh, merepotkan sekali. Yasudah kau menunggu di depan sini saja" ucap Taehyung.

"Baiklah" ucap Jungkook.

Dari kejauhan, Seokmin memandang kesal ke arah Jungkook. Ia tak habis pikir kenapa murid baru itu sering sekali dekat-dekat dengan Taehyung.

"Cih, apa-apaan Jungkook itu. mengapa ia mesti menunggu Taehyung dari toilet?" tanya Seokmin kesal.

"Seokmin, ini minuman yang kau pesan" ucap Jihoon.

"Ahh, kau lama sekali membelinya. Sudah sana pergi" omel Seokmin sambil mendorong Jihoon hingga Jihoon menabrak Hoseok. Jihoon terkejut karena ia menabrak Hoseok.

"Kalau jalan hati-hati" omel Hoseok.

"Ma.. maaf. Lain kali aku akan berhati-hati" ujar Jihoon pergi.

Jungkook yang melihat kejadian itu, hanya geleng-geleng melihat perilaku Seokmin terhadap saudara tirinya.

"Jahat sekali. Dasar tak berkeprimanusiaan" ujar Jungkook kesal.

"Siapa yang tak berkeprimanusiaan?" tanya Taehyung.

"Tidak. Bukan siapa-siapa" jawab Jungkook.

"Dasar orang aneh" gumam Taehyung. "hey, Hoseok.." panggil Taehyung.

"Taehyung, aku mencarimu. Aku ingin mengajakmu ke lab komputer. Ada program baru yang ingin aku kenalkan denganmu" ajak Hoseok.

"Baiklah, aku ikut denganmu" ujar Taehyung senang.

"Ahh, aku ikut denganmu juga ya, Tae" ucap Seokmin merangkul tangan Taehyung.

"Lepaskan aku" omel Taehyung. "hey, Jungkook. Aku akan pergi dengan Hoseok dulu. Kau berkeliling saja melihat sekolah ini" ujar Taehyung.

"Baiklah" ujar Jungkook. Ia membiarkan Taehyung pergi karena ia merasa aman kalau Taehyung hanya pergi ke lab komputer saja. Saat, sedang berkeliling di taman tanpa sengaja Jungkook melihat Jihoon sedang duduk di bangku taman. Jungkook segera menghampiri Jihoon.

"Jihoon, apa yang sedang kau lakukan?" tanya Jungkook.

"Jungkook. Aku hanya duduk disini saja" jawab Jihoon.

"Mmm… kenapa kau terlihat sedih?" tanya Jungkook.

"Benarkah? Sepertinya, memang wajahku tidak ditakdirkan untuk senang" ujar Jihoon lirih.

"Kenapa kau bica begitu. Kau ini maniis jika kau bisa tersenyum" puji Jungkook tidak bohong.

"Terima kasih atas pujiannya. Seandainya, aja aku bisa tersenyum lepas sepertimu. Tapi, sayang sekali aku tidak bisa" ucap Jihoon.

"Kalau begitu kau harus membiasakan diri untuk terus tersenyum" ucap Jungkook. "ahh, sebentar lagi istirahat selesai. Ayo, kita masuk kelas" ajak Jungkook.

"Kau duluan saja, aku akan menyusulmu" ucap Jihoon.

Jungkook pun pergi duluan ke dalam kelas. Setelah, Jungkook pergi Jihoon kembali merenungi nasibnya dengan wajah murung.

Tanpa, ia sadari Hoseok memerhatikannya dari jendela ruang lab komputer.

"Hey, Hoseok ayo kita pergi ke kelas" ajak Taehyung.

"Ya, aku akan menyusul" ujar Hoseok kemudia menatap ketaman kearah Jihoon. Ia masih melihat raut muka Jihoon yang murung.

"Kenapa kau mengingatkanku dengan namja 11 tahun yang lalu? Hanya saja namja itu tidak pemurung sepertimu" gumam Hoseok pelan memerhatikan Jihoon.

Jihoon yang ingin kembali ke kelas tanpa sengaja melihat Hoseok memerhatikannya dari atas. Hoseok yang sadar Jihoon menyadari tatapannya langsung menutup jendela dan bergegas ke kelas. Sementara, itu Jihoon yang melihat Hoseok langsung menutup jendela hanya tersenyum pahit.

Saat pulang sekolah, Seokmin terus dekat-dekat dengan Taehyung. Walaupun, Taehyung risih tapi Seokmin tidak peduli dan tetap merangkul Taehyung. Sementara itu, Jungkook hanya melihat kegenitan Seokmin dengan Taehyung dari belakang.

"Seokmin, memang seperti itu. maklumi saja" ucap Jihoon yang berjalan disamping Jungkook.

"Hahaha.. iyaiya, aku memakluminya kok" ujar Jungkook.

"Ahh, aku sudah dijemput. Taehyung aku pulang dulu ya" pamit Seokmin sok cute.

"Hey, Jihoon kau ingin ditinggal. Kau ini benar-benar lelet" omel Seokmin.

Seokmin dan Jihoon segera jalan menuju mobil yang menjemput mereka. Jungkook lagsung jalan disamping Taehyung.

"Aku tak habis pikir dengannya itu. sepertinya, dia benar-benar tergila-gila denganmu ya?" ucap Jungkook.

"Aku tak peduli" ujar Taehyung dingin sambil masuk ke dalam mobil.

Tanpa, mereka sadari ada pria yang mengamati Jungkook dan Taehyung. Wajahnya sangat terkejut saat melihat wajah Jungkook. ternyata, pria itu adalah pria yang sama yang mengikuti Jungkook dan ibunya di Busan waktu itu.

"Hey, cepat bukakan pintu untukku. Kau ingin dipecat ya" omel Seokmin ke pria yang memandangi Jungkook itu.

"Baik, nona" ujar pria itu sambil membukakan pintu mobil untuk Seokmin dan Jihoon. *pria itu ternyata supir Seokmin dan Jihoon*

Sesampainya, dirumah Seokmin dan Jihoon…

"Jihoon, bawakan tasku ke dalam" ucap Seokmin.

"Baik.." ucap Jihoon. "pak Jang, terima kasih" ujar Jihoon.

"Ahh, sama-sama tuan muda Jihoon" ujar pria itu yang bernama pak Jang.

Pak Jang segera menelfon seseorang.

"Bos, ada masalah gawat" ucap pak Jang ditelfon.

"masalah apa lagi?" tanya bos pak Jang ditelfon.

"Putra dari detektif Jeon ternyata masih hidup tadi saya melihatnya saat sedang menjemput tuan muda Seokmin dan Jihoon" ucap pak Jang.

"Apa? Bagaiman bisa anak laki-laki itu masih hidup. Bukankah kau sudah merusak rem bus yang mereka tumpangi?" tanya bos itu kaget ditelfon.

"Saya juga tak mengerti, bos. Nanti saya akan menyelidikinya lagi" ucap pak Jang sambil mengakhiri pembicaraan dengan bosnya.

Sementara itu, bos yang ditelfon pak Jang terlihat kesal saat ada di kantornya.

"Sialan, bagaiman bisa anak laki-laki itu masih hidup" ucap bos pak Jang itu sambil mengepalkan tangannya.

"Lee sangJangnim, sudah saatnya ada pergi rapat" ucap sekeretarisnya.

"Aku akan segera pergi ke ruang rapat, segera" ucap tuan Lee.

Saat makan malam dirumah Taehyung, Woo Bin banyak bertanya kepada Jungkook tentang hari pertamanya. Jungkook menjawab dengan antusias, ia juga mengatakan bahwa ia senang dengan sekolah dan teman-teman barunya disana.

"Kakek senang mendengar kau menyukai sekolah barumu. Oh ya, apakah terjadi sesuatu yang aneh?" tanay Woo Bin.

"Tidak, kek. Hari ini aman-aman saja" ucap Jungkook

"Syukurlah, kalau begitu" ucap Woo Bin lega.

Di rumah Seokmin..

"Appa, aku senang kau sudah pulang" ucap Seokmin manja dengan ayahnya.

"Appa juga senang" ucap ayah Seokmin yang ternyata adalah tuan Lee. "Appa, ingin ke ruangan yah dulu,Seokmin-ah. Nanti panggilkan appa begitu makan malam sudah disiapkan" ujar Lee.

"Baik, appa" ucap Seokmin.

Lee segera masuk ke dalam ruang kerjanya. Ia segera memnaggil pak Jang untuk menemuinya segera,

"Bos, mencari saya?" tanya pak Jang.

"Ya, saya mencarimu. Aku ingin kau segera menyelidiki kenapa putra dari detektif Jeonitu masih hidup" suruh Lee.

"Baik, tuan" ucap pak Jang.

"Aku tak habis pikir bagaimana putra dari pasangan detektif itu masih hidup" geram Lee.

"Saya juga tak mengerti bos. Sepertinya, anak itu berhasil selamat dari kecelakaan" ujar pak Jang.

"Sialan. Pokoknya kali ini tidak akan biarkan anak itu hidup dengan bahagia. Kalau perlu aku yang akan membunuhnya dengan tanganku sendiri" ucap Lee emosi.

Tanpa mereka sadari, Jihoon mendengar percakapan antara Lee dan pak Jang. Wajahnya sangat shock saat mendengar percakapan mereka.

"Membunuh?" ucap Jihoon pelan.

.

.

Guys ...

Hello Bunny balik again ...
buat kalian yang heran karena nggakada yang manggil hyung sama Jin, Namjoon, Suga maklumin yah soalnya aki buat mereka seumuran gitu.

Last review juseyo

-bersambung-