Jimin menutup pintu mobil Suga dengan hati-hati. Lalu mulai melangkah pelan menuju gerbang kampusnya. Ada rasa sedih yang ia pendam.

Segini sajakah ?

Setelah kurang lebih sebulan tak bertemu, hanya seginikah waktu yang ia punya dengan tunangannya? cuma terjadi obrolan dan kecupan singkat saja (itupun Suga seperti terpaksa melakukannya). Dan juga, sepenggal kalimat terakhir namja bermarga Min yang masih terngiang ditelinganya.

Tolong , jangan pernah membahas hal itu lagi. Aku tak mau sampai ada wartawan atau fans yang mendengarnya. Kau mengerti?!

Aku mengerti. Tapi. . .Wajarkah ini ?

Dengan status bertunangan-selama satu tahun lebih- , wajarkah interaksi kaku semacam ini terjadi? Jarang bertemu, jarang mengobrol, jarang bersama. Wajarkah ini ?!

Tentu saja tid-

"Wajar saja..." Gumam Jimin pelan, manakala mobil Suga melaju mendahuluinya , lalu disambut teriakan antusias dari penggemarnya disana. Sampai mobil itu memasuki area kampus pun penggemar yang rata-rata seorang gadis itu masih saja berteriak memanggil-manggil 'SUGA! SUGA OPPA! YOONGI OPPA!'. Mereka mungkin bisa saja menerobos masuk jika tak ada pihak keamanan yang berjaga.

Kembali ke pertanyaan tadi, wajarkah ini ? Dan jawaban Jimin yang menyatakan jika ini wajar terjadi.

Jimin bukan orang jahat yang tak tahu diri. Jimin bukan orang bodoh yang tak tahu situasi. Park Jimin cukup pandai memposisikan diri. Siapa dia, siapa tunangannya.

Jelas, dia hanya mahasiswa biasa. Sedangkan Suga, Yoongi hyungnya itu adalah seorang idola.

Jadi, wajar bila keadaan seperti ini terjadi. Jarang bertemu, jarang mengobrol, jarang bersama. Karena dia dan Suga, tak seperti pasangan lain yang bebas melenggang pergi kencan kemanapun atau dimanapun mereka suka. Tidak. Dia dan Suga tidak bisa begitu. Karena-

"Whoa! Tadi itu Suga oppa keren sekali kan?"

"Yep! Bukan hanya saat bermain gitar, menyetir pun ternyata dia tetap mempesonaaaa~ YaTuhaaan, aku jatuh cinta~"

"Hey! Dia oppaku tahu!"

"Ya ya ya~~ dia milik semua penggemarnya , selama dia belum punya kekasih.

Hahaha~"

...penggemar.

Dimana-mana penggemar. Kesana kemari diikuti penggemar. Suga benar-benar sudah menjadi seorang idola sekarang. Dia benar-benar ada dipuncak. Dia berhasil menggapai apa yang ia impikan.

Dan Jimin, tak boleh kesal akan hal itu. Dia sendiri yang dulu mengatakan akan mendukung Suga. Jadi, apapun yang terjadi sekarang, Jimin harus memahami dan menerima.

"OI! Jimin! PARK JIMIN!"

Jimin tersentak dari lamunannya. Menghentikan langkahnya, lalu menoleh mencari sumber suara. Dia baru sadar sudah berada didalam area kampus. Lamunannya terlalu dalam ternyata.

"Jiminiii~~"

Dapat ia lihat dua orang sedang berlari tergopoh-gopoh kearahnya. Dua orang yang amat ia kenali.

"Yatuhan aku lelah sekali!" keluh satu dari mereka yang bersurai blonde dengan panjang sebahu. meski penampilannya sama cantik dengan gadis kebanyakan, dia punya jakun di lehernya. jadi dia lelaki.

"Ish! kau ini kenapa? Kami panggil berkali-kali tak menoleh juga!" kali ini protes dilayangkan oleh namja lain yang berambut lebih pendek, seperti namja pada umumnya. keduanya sibuk mengatur nafas mereka. Sepertinya mereka berlari cukup jauh untuk menyusul Jimin.

Dua namja itu, Jeonghan dan Seungcheol. sahabat Jimin.

"Jangankan menoleh, dia berhenti saja tidak. Oh, aku bahkan ragu bocah ini mendengar panggilan kita, Seungcheol-ah, huh!" Jeonghan menggerutu seraya mengibaskan telapak tangan didepan wajahnya.

Jimin menggaruk tengkuknya yang tak gatal. "Aaah- maaf. Maaf, Jeonghan-a, Seungcheol-a. Aku benar-benar-"

"Ah, sudahlah." Seungcheol memotongnya "...Lupakan saja Jimin-a. Tak apa, hitung-hitung olahraga haha." Ujarnya diiringi tawa singkat.

Mereka bertiga pun berjalan beriringan.

"Ohya, ngomong-ngomong didepan itu ada apa? Kenapa banyak sekali gadis-gadis cantik ya? Waaah aku jadi ingin meminta nomor tel-"

"Ekhm!"

Choi Seungcheol meringis kecil mendapat tatapan tajam dari Yoon Jeonghan. sedangkan Park Jimin hanya tertawa kecil melihatnya.

"Tidak. Aku bercanda Jeonghoney." Jeonghani. ah, panggilan yang manis. setahu Jimin kedua namja itu memang dekat. tapi belum ada status yang jelas. mungkin bisa disebut PDKT? entahlah.

"Tapi aku serius, didepan itu ada apa? Apa ada demo?" Seungcheol kembali menanyakan hal tadi.

"Ish! Kau ini norak, tuli, atau bagaimana sih? Sudah jelas mereka ada disana karena Min Suga. Memangnya kau tak dengar mereka terus membicarakan tentang leader ROCKMANTIC Band itu?" Jeonghan menanggapi pertanyaan itu. Sedangkan Jimin hanya terdiam, menyimak.

"Min Sug-? Lead-oh! Si MUTASI itu?"

"Ha?" Jeonghan menaikkan satu alisnya "...apa? MUTASI apa sih maksudmu?"

"Iya, MUTASI. Muka Tanpa Ekspresi !?"

Jimin meringis pelan mendengar ucapan Seungcheol. Bagaimanapun oknum yang disebut 'mutasi' itu adalah tunangannya.

"Hmffffft~" Jeonghan yang tengah mengikat rambut ke belakang itu terlihat menahan tawa "...kau ada-ada saja Seungcheol-a. Tapi, kuberi tahu ya, kau tak pantas menghina Min Suga sementara kau tak lebih tampan dan keren darinya!" Ucap Jeonghan, meledek. Seungcheol pun berdecak.

"Ck, hey! Apa gunanya berwajah tampan dan keren jika tak pernah tersenyum? Cih, berekspesi pun jarang. Apa dia bahkan manusia?" Balasnya sarkasme, membuat Jeonghan tak tahan untuk menoyor pelan kepala temannya itu. Sedikit kesulitan karena Jimin berjalan ditengah mereka.

"Terserahmulah! Tapi, tumben sekali ya Min Suga kuliah? padahal jadwalnya pasti sedang padat. Waaah~ dia itu sudah tampan, berbakat, rajin pula. Bahagia sekali ya kalau jadi kekasihnya ?" Jeonghan membayang-bayang. Sementara Seungcheol hanya memutar bola matanya, malas. dan Jimin lagi-lagi hanya diam.

"Tak ada yang mau dengan lelaki macam dia. Percaya padaku! Pacarnya takkan bahagia karena akan selalu tersisihkan oleh karir. Belum lagi, fans-fansnya yang membludak dan fanatik itu. Kalau Min Suga ketahuan punya pacar, aku yakin mereka akan-"

"Hey! Hey! Seungcheol-a, Jeonghan-a!" kali ini Jimin membuka suara, menyela perbincangan dua sahabatnya "...Apa kalian berdua sudah sarapan? Aku belum. Mau menemaniku?"

Dan keduanya serempak mengangguk.

Akhirnya...acara menggosipkan Min Suga selesai juga.


myfiancé


Suga segera keluar begitu dosen menuntaskan materi kuliahnya untuk hari ini. Ia harus segera mengejar waktu menuju studio tempat ia dan bandnya biasa berlatih. Malam nanti, mereka akan tampil disebuah acara musik off air. Manager dan teman temannya pasti sudah menunggu disana.

Dia membalas setiap sapa dari mahasiswa dengan senyum tipisnya, dan memilih tak menghiraukan setiap bisik dari mereka yang mungkin tak menyukainya karena Suga jarang masuk kuliah.

Biarlah. Anggap saja mereka sirik padanya yang sekarang tengah mereguk kesuksesan.

Ponsel di saku jeansnya bergetar, tanda pesan masuk.

From: Kwonmina

gula, kau sudah selesai kuliah?

Suga tersenyum saat mengetahui salah satu teman sepekerjaannya itu yang mengirim pesan. Lalu ia mulai mengetik jawaban pada touchscreennya sambil tetap berjalan menyusuri tangga dan koridor kampus ini.

To: Kwonmina

Sudah, baru saja. apa semuanya sudah datang?

From: Kwonmina

Oh, baru ada aku dan Wheein. Dowoon sedang dalam perjalanan. kau cepatlah datang, gula!

To: Kwonmina

Aku mengerti. sebentar lagi aku sampai.

Suga kembali memasukkan ponsel kedalam saku jeansnya. Lalu membelokkan langkah menuju tempat parkir. Namun langkahnya menjadi pelan manakala ia tak sengaja melihat tiga orang yang sedang asyik mengobrol di taman samping kampus ini.

Tanpa diketahui dua temannya, salah seorang itu menoleh pada Suga, lalu tersenyum hingga menampakkan eyesmilenya. Suga hanya tak berkedip sepersekian detik, tanpa membalas senyuman itu. Lantas kembali melanjutkan langkahnya. Ponselnya kembali bergetar, tepat saat namja bersurai blonde itu membuka pintu mobilnya.

Pasti Mina membalas pesannya lagi, pikir Suga.

Jadi ia buru buru merogoh sakunya, sambil berdiri didepan pintu yang terbuka. Namun raut wajahnya seketika berubah tak bersahabat saat menatap layar ponsel itu. Ia pun melempar ponselnya kedalam mobil, tanpa berniat membalas pesan itu.

Selanjutnya, Suga ikut masuk ke bangku pengemudi. Sebelum benar-benar pergi, ia menoleh pada ponsel yang tergeletak disampingnya.

From: pjm

Kelihatannya kau buru buru sekali, hyung? jadwal hari ini pasti padat. jangan terlalu lelah. Semangat Yoongi hyung!


myfiancé


ROCKMANTIC.

Siapa yang tak tahu mereka? Grup band beraliran Poprock yang tengah meniti karir selama satu setengah tahun belakangan ini. Meskipun baru, namun ROCKMANTIC terbilang cukup sukses. 3 mini album telah diluncurkan dan laku keras dipasar musik, secara digital, pun pisikal. baik di negeri sendiri, maupun mancanegara. Berbagai penghargaan sebagai pendatang baru pun tak luput mereka raih. Sebagai pembuktian, bahwa mereka diakui. Bermusik sebagai grup band ditengah menjamurnya boygrup girlgrup bukanlah hal mudah. Mereka tak mengandalkan tarian energik, tapi real bermain alat musik. Selain itu dalam grup mereka terdapat anggota lelaki sekaligus perempuan.

Min Suga dengan gitarnya. Dia mampu melakukan rap juga.

Yoon Dowoon dengan Drumnya.

Kwon Mina dengan Bassnya.

Dan Jung Wheein dengan suara khasnya.

Rencananya, tahun ini ROCKMANTIC akan meluncurkan sebuah full album yang lebih memukau. album pertama mereka. dan juga, konser tunggal yang sudah dinanti banyak penggemar diluar sana. Ini tahun yang sibuk.

"Yoon Dowoon!"

Seseorang yang dipanggil Yoon Dowoon itu menoleh dan tersenyum lebar mendapati sang Leader sedang berlari menyusulnya.

"Oh? Suga hyung?! Kau baru datang juga?"

Suga mengangguk, lalu keduanya memasukki lift yang akan membawa mereka ke lantai 5 bersama.

"Suga hyung," anggota termuda itu membuka percakapan.

"Hn?" Suga menoleh, namun hanya menjawab dengan gumaman.

"Kau sudah membuka sosmed hari ini?" Tanya Dowoon hati-hati

Suga menggelengkan kepalanya. ia memang belum sempat membuka akun jejaring sosial apapun hari ini.

"Kenapa memangnya?" Suga bertanya balik.

"Wah! Kau harus membukanya segera, kalau tidak semua akunmu itu akan meledak! Duarrrr!" Ujar Dowoon dengan berlebihannya. Tak pelak membuat Suga mengerutkan dahi.

"Memangnya kenapa akunku bisa meledak? dasar berlebihan!" Ujarnya sambil menoyor pelan kepala temannya itu. Dowoon sontak memprotes.

"hey hyung! aku serius. akunku saja sudah kena imbasnya. nanti di twittermu pasti akan banyak mention. atau komentar Instagrammu pun pasti membludak. mereka sedang heboh dengan rumor tentangmu!" Jelasnya.

Suga berdecak sebal. kenapa setiap idol selalu saja terbebani oleh rumor? tidak bisakah ia bermusik dengan tenang? kali ini apa lagi ?

"Ck, rumor lagi. bosan aku. hey, jangan mengingatkanku pada rumor kau dan aku berkencan dulu. Ew! Kkk~" Suga terkikik pelan, membuat Dowoon memutar bola matanya.

Ia jadi ingat rumor beberapa bulan lalu. Saat ia dan leadernya pergi ke cafe berdua malam hari, lalu rumor dia dan Suga berkencan tiba-tiba merebak. Memang apa salahnya, menyisihkan waktu dengan leadermu sendiri? mereka hanya berbicara masalah musik saja, tak lebih.

"Aish! siapa suruh kau masih mengingat itu? Lupakan! yang ini lebih WOW hyung!"

Suga menaikkan satu alisnya "apa sih? aku jadi penas-"

"Mereka bilang, kau telah bertunangan!"

Dan raut wajah Suga berubah lagi seperti saat ia membuka pesan singkat dari Jimin tadi.


myfiancé


BRAK!

Pintu studio latihan terbuka secara kasar, membuat Mina dan Wheein yang sedang berdiskusi didalam terlonjak kaget. Namun melihat siapa pelaku nya, mereka tak berani memprotes.

Jelas, karena dia Min Suga.

Leader yang mereka hormati, datang dengan wajah nampak tak bisa dibilang baik. Dibelakangnya, Dowoon menyusul sambil memanggil-manggil nama Leadernya itu.

"Hyung! Suga hyung! Aish- kau ini kenapa?!"

Sejak sang drummer memberi tahu pasal rumor di lift tadi, Suga langsung diam dan tak mengatakan sepatah kalimat pun. Kini ia duduk disalah satu kursi sambil mengecek ponselnya.

"Ada apa ini, Dowoon-a?" Tanya Wheein akhirnya. Dowoon malah mengangkat bahu, lalu duduk ditempat biasa, kursi drum.

"Tak tahu. Aku hanya bertanya saja, Suga hyung tiba-tiba seperti itu."Jawabnya sambil memutar-mutar stick drum ditangan.

Wheein mengernyitkan dahinya, "Memangnya kau bertanya apa? aaa~ apa tentang-"

"DEMI TUHAN! siapa yang membuat rumor murahan seperti ini?!"

Ketiganya terlonjak kaget mendengar Suga berteriak dan berdesis geram. Mina memandang Wheein, dan hanya dijawab dengan gelengan kepala. Dia kemudian beranjak untuk menenangkan leadernya itu.

"Ekhm, Yoongi-a, tenanglah dulu." Ucapnya sambil menepuk pelan bahu Suga. Panggilan manisnya, gula, ia tanggalkan dulu jika situasi sedang tak manis begini.

"Bagaimana aku bisa tenang, Mina-ya? semakin kesini rumor yang tersebar semakin menggangguku!" ujar Suga dengan kesalnya. Mina mengangguk paham.

"Tapi menurutku, harusnya kau tak usah terlalu menghiraukan rumor ini jika memang tak benar."

"Mina eonni benar, oppa! Reaksimu yang seperti ini malah seperti seseorang yang tertangkap basah." Sambung Wheein membuat Suga seketika menatapnya was-was

"Apa maksudmu, Wheein-a? kau juga termakan rumor sialan itu?"Tanyanya berang.

Wheein hendak menjawab sebelum Mina diam-diam memelototinya, menyuruhnya diam daripada keadaan semakin panas. sang vokalis pun terpaksa bungkam seraya memandang sang drummer. melihat itu Dowoon ikut berseru dari sudut sana.

"Hyung, aku bukan bermaksud menyudutkanmu. Tapi memang ucapan Wheein ada benarnya."

"Diam Yoon Dowoon!" Desis Suga menahan emosinya.

"Nah! Reaksimu justru membuat kami yang melihatnya curiga, jika memang ada sesuatu yang kau sembunyikan dan coba kau sangkal disini. jangan-jangan benar, kau telah-"

"YOON! KUBILANG DI-"

"-bertunangan?"

Teriakkan Suga terpotong oleh suara seseorang, tidak, sebenarnya ada dua orang diambang pintu. Keempatnya sontak menoleh dan terkejut mendapati manager mereka berdiri dibelakang CEO management ini. Dan suara tadi adalah milik Lee JaeHwan, CEO LJH Entertainment.

"Sajangnim..."

Saat itu juga keempatnya berdiri lalu membungkuk hormat pada Jaehwan yang mereka panggil Sajangnim. Tentu, seorang CEO datang ke tempat latihan sangat jarang terjadi.

"Ya..." Jaehwan tersenyum singkat.

Namun siapapun tahu, senyuman itu berarti lain. "Min Suga, mari ke ruanganku!" Lalu pergi begitu saja.

Itu bukan ajakan. jelas, itu perintah. Dan Suga hanya bisa mengangguk pasrah.

"Saya mengerti, Sajangnim." jawabnya pelan, lalu pergi mengekor sang CEO. Meninggalkan Mina, Wheein, dan Dowoon, serta Kim Namjoon, manager mereka yang menatap Suga dengan was-was.

"Whoaa- semoga dia selamat~" harap Namjoon sambil masuk ke ruang latihan dan duduk disamping Mina, yang diam-diam juga menggumam sesuatu dalam hatinya.

"Semoga ini benar-benar hanya rumor..."


myfiancé


"Oh, kau sudah pulang? Kenapa tak minta dijemput?!"

Seokjin mengalihkan perhatiannya dari acara televisi saat ia melihat Jimin pulang dan sedang berjalan kearahnya.

"Hm." Jimin mengangguk dan duduk disamping hyungnya. "...kau juga tumben sudah ada dirumah, hyung? apa Hoseok hyung juga sudah pulang?"tanyanya kemudian.

"Belum. dia masih dikantor. ada beberapa klien lagi yang harus dia temui. Maklumlah dia kan Direktur utama. Beda denganku. pekerjaanku hari ini sedikit, jadi bisa pulang cepat." Jelas Seokjin.

Jimin mengangguk paham.

"Hm, pasti Hosiki hyung kelelahan. Sejak kakek dan nenek kembali ke Amerika, semua tugas jadi jatuh padanya."

Seokjin tersenyum mendengar Jimin mengkhawatirkan Hoseok. "Tak apa, Hoseok sudah dilatih ini untuk waktu yang lama. Dia sudah terbiasa." ujarnya "Ohya, apa kau pulang dengan Yoongi?" Seokjin mengalihkan pembicaraan.

Jimin menggelengkan kepalanya "Tidak. aku naik bis tadi." jawabnya.

"Eh? kenapa tidak menelponku? kan aku bisa menjemputmu!"

"Ck, kau sudah lelah bekerja, mana aku tega?"

"Setidaknya hubungilah Kang ahjussi! Dia pasti bersedia menjemputmu."

Jimin tertawa kecil "Hey, Jin hyung pikir aku ini anak kecil? aku sudah mahasiswa. apa kata teman-temanku kalau aku masih diantar jemput supir? Ck" Ujar Jimin sambil menyandarkan kepalanya pada kursi. Ia hendak menutup matanya sebelum Seokjin berkata;

"Tapi, aku hanya takut kau kenapa-napa Jimini, kau tahu kan kondisi kesé-"

"Seokjin hyung!" Jimin menatap hyungnya itu dengan tajam, kemudian benar-benar menutup mata.

Seokjin hanya menatap adiknya itu dengan kasihan "Lagipula kenapa tunanganmu itu membiarkanmu pulang sendiri, huh? kukira setelah lama tak bertemu, anak itu akan mengajakmu kencan dulu?!"

Jimin terdiam beberapa detik, lantas menjawab "Dia ada schedule." Dan dia yakin, pasti Seokjin sedang memutar bola mata mendengar jawabannya itu.

"Schedule lagi?! Astaga. aku bosan sekali mendengarnya."

"Mau bagaimana lagi? Itukan memang pekerjaannya." ucap Jimin masih dalam pejamnya.

Seokjin pun membuang nafasnya "Aku tahu. tunanganmu itu artis, sedang naik daun dan jadwalnya padat. Tapi Jimini, tidakkah ini keterlaluan? kau selalu ditinggalkan hanya karena pekerjaan. Kapan kalian menghabiskan waktu berdua? kuperhatikan jarang sekali. kalian bahkan bukan lagi hanya sepasang kekasih, tapi sudah bertunangan." Tutur Seokjin panjang.

Sementara Jimin tak langsung menanggapi, membuat Seokjin mengerutkan dahi.

"Jimini," panggilnya pelan "...Yoongi memperlakukanmu dengan baik, kan? dia sungguh-sungguh menerima pertunangan ini, kan ?" Lanjutnya bertanya dengan hati-hati

Hening.

Jimin lagi-lagi tak langsung menjawab. Dia masih setia memejamkan matanya. tapi Seokjin tahu anak itu tidaklah tidur.

"Jim-"

"Dia baik, hyung..."

si sulung mengerjapkan matanya. si bungsu menjawab, namun tetap terpejam.

"...Yoongi hyung baiiiik sekali. dia tak bertemu denganku bukannya tidak mau. Tapi, memang itu konsekuensi pekerjaannya. aku yang dulu mengizinkan Yoongi hyung melanjutkan impiannya. aku juga yang menentang kakek memberikan pekerjaan di kantor padanya. Jadi, kenapa aku harus kesal jika sekarang dia sesibuk ini? Lagipula..." Jimin berhenti sekian detik. menarik nafasnya pelan. mempersiapkan lagi kata-kata penuh dusta, yang selama ini selalu jadi angan-angannya. yang selalu ia harapkan Yoongi akan benar melakukan nya.

"...walaupun tak bertemu, dia membalas pesanku setiap waktu. dia menelponku setiap dia mampu. dia selalu mengucapkan selamat tidur padaku dengan lagu. lalu paginya dia akan membangunkanku. dan juga,"

Lagi, Jimin menjeda ucapannya. menarik nafas kembali, menghalau segala perasaan sesak yang tiba-tiba memenuhi hatinya.

"...dia sudah- menerima...pertunangan ini. Yoongi hyung bahagia terikat denganku. Aku bahagia terikat dengannya. aku bangga bisa memilikinya. Uh, kakek dan nenek memang pandai memilihkanku calon pendamping seperti Yoongi hyung. iyakan, Jin hyung?"

Seokjin tak segera menyahuti. Matanya menatap lurus pada seseorang yang berdiri tak jauh dari mereka. sosok itu ada disana sejak Jimin mulai menjabarkan segala tentang tunangannya. dia disana memperhatikan dan mendengar obrolan saudaranya dengan wajah sulit terbaca.

Dia, adik Kim Seokjin yang lain.

Jung Hoseok.

"Hyung..."

Seokjin kembali mengalihkan pandangannya pada adik termuda.

"Ya, Jimini?"

"Aku mencintai Yoongi hyung." ungkapnya "..dan Yoongi hyung juga...mencintaiku, kan?"

"Ya..." Seokjin tak tahu kenapa ia hanya mampu berbisik "...dia mencintaimu, Jimini."

Jimin tersenyum. dan entah kenapa Seokjin merasa sedih melihat senyuman itu. Kembali, ia melemparkan pandangan pada Hoseok yang masih mematung ditempatnya. raut wajahnya semakin sulit Seokjin baca.

si nomor dua itu seperti sedih, kesal, marah, lelah, dan juga,

...cemburu ?

"Jimini,"

Hening.

"Park Jimin?"

Masih hening.

Yang terdengar hanya hembusan nafas teratur dari oknum yang ia panggil. Seokjin menoleh, dan mendapati si bungsu sudah benar-benar tertidur kini.

"Kau pasti lelah, kan? Ya, tidurlah Chim..."

Seokjin pun membenarkan posisi tidur Jimin. dengan perlahan, ia rebahkan kepala sang adik pada bantal sofa, lalu ia angkat kedua kaki Jimin agar seluruh tubuh itu terlentang seutuhnya. Tak lupa melepas sepatu yang masih dikenakan. setelahnya, ia meraih jas kerja yang masih terletak di kursi yang lain. Seokjin selimuti bagian atas tubuh adiknya. Samar-samar ia mendengar derap langkah Hoseok menaikki tangga.

Dengan itu, Seokjin segera berlari menyusulnya.


myfiancé


Suga memasuki ruangan Lee Jaehwan dengan perasaan berdebar. Sama seperti dulu saat ia dipanggil untuk dipersiapkan debut. Jaehwan lebih dulu duduk di sofa ruangannya. Sementara Suga masih mematung setelah menutup pintu.

"Kemarilah Suga," Masih dengan senyumannya, Jaehwan memerintahkan sang artis duduk disampingnya. Dan Suga menurut walau tetap merasa gugup.

"Wah~ cuaca hari ini panas sekali bukan? atau hanya dikantorku saja?"

"Ekhm. memang sedikit panas, Sajangnim. mungkin anda lupa menghidupkan AC ruangan ini?" Suga mengikuti basa-basi CEOnya ini.

"Aaah~ benar, aku lupa. tolong nyalakan ACnya. remotenya ada didekatmu."

Suga mengangguk paham, lantas menyalakan AC ruangan ini.

"Terimakasih. Tapi aku menyuruhmu kemari bukan hanya untuk mendinginkan ruanganku. Tapi juga-"

"Saya mengerti, Sajangnim. anda pasti berbicara tentang rumor itu. Demi Tuhan, semua yang mereka sebutkan itu...tidak benar. saya- saya sama sekali belum terikat pertunangan dengan siapapun. itu benar-benar hanya-"

"Hey Hey Hey, ada apa denganmu? Kenapa gelagapan begini, seperti maling tertangkap basah? kau mencurigakan~"

Suga membelalakan matanya. Lagi-lagi dia memberikan reaksi yang malah menimbulkan kecurigaan. Demi Tuhan, dia benar-benar takut jika ini terbongkar.

"S-Sajangnim,"

"Min Suga,"

"Ya?"

Jaehwan menepuk pundak Suga untuk kemudian meremasnya dengan sedikit keras. "Kenapa seorang Min Suga, pemimpin yang biasanya tenang, menjadi resah begini hanya karena rumor yang bahkan baru beredar kurang dari dua puluh empat jam? Hm? ada sesuatu yang kau sembunyikan?"

Suga cepat-cepat menggelengkan kepalanya. "T-Tidak! Tentu saja tidak ada, Sajangnim."

Sial! Kenapa suaranya bergetar begini? Apa suhu ACnya terlalu dingin? bisa ia rasa, remasan dibahunya bertambah keras sedikit demi sedikit.

"Benar. Min Suga ini artisku yang paling penurut, kan? Dia tidak mungkin berbohong. Kau... tak mungkin menyembunyikan hal besar begini selama bertahun-tahun. Iya kan?"

Suga mengangguk, "Ya, Sajangnim."

"Tapi...keadaan diluar lebih panas dari ruanganku. Jadi, bisakah kau mendinginkannya juga ?"

"Anda tenang saja, Sajangnim. saya akan memberi klarifikasi pada semuanya."

"Tentang apa?"

"Tentang..." Suga menghembuskan nafasnya pelan "...tentang status saya. bahwa saya belum bertunangan dengan siapapun." Tegasnya.

Jaehwan tersenyum puas. Lalu ia melonggarkan remasannya, dan menepuk-nepuk bahu itu. "Bagus. Min Suga yang seperti inilah yang aku harapkan. Jadi, kapan kau akan mengklarifikasinya ?" Tanyanya kemudian.

Suga nampak berfikir "Malam ini." putusnya "Malam ini, setelah ROCKMANTIC tampil off air. saya...akan segera mengklarifikasinya. Pasti banyak wartawan disana. bagaimana menurut anda?" Suga melemparkan pertanyaan lagi.

"Tidak buruk. kau pintar memilih waktu."

Suga menghembuskan nafas lega mendengar jawaban Jaehwan.

"Sebelum kau pergi, aku ingin membicarakan satu hal lagi padamu."

"Apa itu, Sajangnim ?"

"Ekhm. Selama kau masih berstatus Min Suga, dan belum menghasilkan satu full album serta konser tunggal, kau ku larang dengan tegas memiliki hubungan apapun dengan siapapun. Ini berlaku untuk semua artisku. Jadi, klarifikasimu nanti, kuharap benar pernyataan jujurmu, bukan sekedar penyangkalan atas kebohonganmu. kau mengerti maksudku?"

Suga diam sejenak mencerna kalimat Jaehwan, sebelum akhirnya mengangguk paham.

"Saya mengerti, Sajangnim."

Dan senyum puas Jaehwan terkembang untuk kesekian kali. "Bagus. Kau boleh pergi. Semoga acaramu nanti lancar."

"Terimakasih Sajangnim. Saya permisi keluar."

"Ya."

Suga pun beranjak pergi. Sementara Jaehwan beranjak dari duduknya, untuk kemudian duduk di kursi utamanya. Ia mengambil secarik kertas, lalu tersenyum dengan anehnya.

"Kebohongan apa lagi yang kau sembunyikan, setelah hubunganmu dengan Jung Hoseok, Min Yoongi...?"

Kemudian ia menulis beberapa kata -nama- pada kertas itu .

Jung Hoseok (x)

Min Yoongi (?)


myfiancé


"Hoseok!"

Hoseok terus berjalan cepat tanpa menghiraukan panggilan hyungnya itu.

"Jung Hoseok, berhenti!"

Seokjin tak kalah cepat menaikki setiap anak tangga hingga akhirnya bisa menggapai bahu Hoseok dan menghentikan langkahnya.

"Lepaskan, hyung. Aku lelah."

"Sampai kapan kau mau begini?"

"..."

"Sampai kapan, Ha?! Kau sudah kelewatan, Jung Hoseok!"Tegur Seokjin, membuat Hoseok menatapnya tajam dan mendesis.

"apa maksudmu? aku baru pulang dan kelelahan, lalu kau seenaknya menghardikku? penyambutan macam apa itu?"

Namun Seokjin sama sekali tak takut dengan tatapan itu "Kau tahu betul apa yang kumaksud,"

tak ada jawaban, maka Seokjin melanjutkan "sampai kapan kau akan memperlakukan adikmu seperti itu? tak memperdulikannya, mendiamkannya, bersikap seolah-olah dia tak ada, mau sampai kapan kau begitu pada adikmu sendiri?!"

"Dia bukan adikku."

Seokjin membulatkan mata "A-apa ?"

"Aku tak menyukainya. dia bukan adikku."

"Jaga ucapanmu, Jung-"

"Apa?!" Hoseok menentang "...kenapa kau selalu membela anak pembawa sial itu? kenapa kau tak pernah berpihak padaku?! dia sudah merebut segalanya dariku! Aku membencinya!" Tegas Hoseok masih dengan tatapan tajamnya, "lepas!" lalu melepaskan tangan Seokjin dari bahunya dengan kasar.

Si sulung mengusap wajahnya frustasi.

"Demi Tuhan, berhenti bersikap seperti anak kecil, Hoseok-a. ini bahkan sudah lebih dari satu tahun! kenapa kau terus mempermasalahkannya?!"

"..."

"kau pikir cuma kau yang kehilangan disini? memangnya dirimu anak ayah satu-satunya?! kau bersikap begini, membuatku merasa gagal menjalankan amanat dari ayah Park, Hoseok-a." Seokjin berseru, menekan setiap kalimatnya.

Tapi adiknya tak menjawab, hanya mengepalkan tangannya. nampak menahan segala emosi.

"Jimin tak tahu apa-apa, Hoseok. Tak sepantasnya kau begini. ini bukan kemauannya. tak ada yang mau ini terjadi. kau, aku, Jimin, kakek, nenek, SEMUANYA! TAK ADA YANG MAU AYAH MENYUSUL IBU SECEPAT INI!"

Pecah sudah emosi Kim Seokjin. selama ini, dia berusaha diam melihat perlakuan dingin Hoseok terhadap Jimin. Dia memahami Hoseok yang terguncang karena kehilangan ayah mereka. tapi semakin kesini, sikap anak itu bukannya berubah, malah semakin menjadi-jadi.

"Tolong- tolonglah Hoseok-a. ikhlaskan saja kepergian ayah dan ibu tanpa harus menyalahkan siapapun. terlebih Park Jimin. ku peringatkan kau agar tak menyesal, Hos-"

"Ku peringatkan kau, hyung. Didunia ini ada banyak masalah yang tak kau ketahui. karena iya, kekesalanku padanya pun lebih dari yang kau tahu. jadi jangan coba menghentikan seperti apapun sikapku padanya. sebab asal kau tahu, sikapmu yang membelanya berlebihan seperti ini justru membuatku semakin muak dan sulit untuk memaafkannya. cukup diam saja seperti selama ini aku mendiamkannya. aku memperingatkanmu, Kim Seokjin!" setelah menuturkan itu, Hoseok melanjutkan lagi langkahnya.

Meninggalkan Seokjin yang masih mematung, mencerna setiap kalimat adiknya barusan.

Lebih dari yang kau tahu...

Lebih dari yang kutahu...? Ada hal lain yang membuatnya membenci Jimin?

Apa? apa yang tak ia ketahui disini ?


myfiancé


Malam harinya.

Begitu selesai tampil disalah satu acara musik Off Air, dengan dikawal beberapa bodyguard, ROCKMANTIC serta manager segera keluar dari gedung tempat berlangsungnya acara.

Benar perkiraan Suga,

Selain fans, disana telah banyak wartawan yang menunggunya. Tanpa basa-basi, mereka segera menyerbu Suga dengan banyak pertanyaan. Satu intinya, tentang pertunangan. Suasana didepan gedung mendadak riuh, blitz kamera sedikit membuat Suga dan kawan-kawannya pusing. Karena itu Suga harus sedikit berteriak untuk membuat mereka tenang dan ia bisa membuat klarifikasi dengan segera.

"Bisa kalian tenang sebentar, teman-teman? kami lelah, kalian juga pasti sama. Aku pasti akan memberi keterangan, tapi mohon untuk tenang karena aku hanya akan menjelaskannya satu kali. Please."

Suasana pun sekejap menjadi sedikit lebih tenang dari sebelumnya. Suga menghela nafasnya pelan. Di sebelah kanan dan kirinya ada Mina dan Wheein. Sementara dibelakangnya berdiri Dowoon dan Kim Namjoon.

Pertanyaan-pertanyaan yang mengandung inti sama itu dengan sabar Suga jawab 'tidak'. tidak ada pertunangan. kalau boleh jujur, ada sekelebat perasaan asing dihatinya. ada sebuah nama yang melintas dipikirannya.

Benarkah yang ia lakukan ini? apa pemilik nama itu takkan tersakiti?

Semua berkecamuk di pikirannya. disadari atau tidak, ada sedikit rasa bersalah menghinggapinya. akan tetapi, perasaan bersalah yang amat tipis itu seketika sirna manakala-

"Suga, rumor ini berasal dari seseorang yang mengaku keluarga dari tunanganmu. Dia berkata di sosial medianya, jika kau dan tunanganmu ini sudah terikat bahkan sebelum ROCKMANTIC debut. Bagaimana tanggapanmu? apa itu benar?"

-pertanyaan itu muncul dari seorang reporter wanita.

Saat itu juga, Suga merasa emosinya secepat kilat mencuat. Jadi, dalang dibalik semua kekacauan ini...

...keluarga orang itu?

Orang yang sejak tadi terfikirkan namanya.

Park Jimin.

Brengsek! Orang itu pasti sengaja memerintah salah satu kerabatnya untuk menyebarkan hal seperti ini. Dia pasti ingin menghancurkan karir Suga.

Dengan segala emosi yang memenuhi dirinya, Suga langsung berkata dengan tegas;

"Ini untuk yang terakhir kalinya aku menegaskan. Sampai saat ini, aku belum pernah terikat hubungan apapun dengan siapapun. jadi semua rumor yang beredar, murni kebohongan oknum yang tak bertanggung jawab. Ku tegaskan sekali lagi, bahwa aku,"

hening sejenak

"...Aku, Leader ROCKMANTIC Band, Min Suga, belum memiliki tunangan."

.

.

.

.

.

tobecontinued