Ansatsu Kyoushitsu

By:

Yuusei Matsui

It's Time

By:

Amaya Kuruta.

OOC, Horor, Typo bertebaran dan mengandung racun tikus XD

Chapter: 16

Asano melirik jam tangan hitam dipergelangan tangannya. Masih kurang 15 menit dari waktu yang dijanjikan. Ia memilih mengeluarkan buku kecil berisi kupulan rumus-rumus yang harus ia hafalkan untuk ujian nanti. Baru saja dia menghafal 5 rumus, ia melihat Nagisa yang tengah berlari kearahnya. Ia tersenyum tipis sejenak sebelum akhirnya memakai kembali wajah datarnya. Ia memasukkan buku rumus itu kedalam kantong kemejanya.

"Maaf, Asano-kun.. apa aku.. terlambat?" Tanya Nagisa. Asano kembali melirik jamnya.

"Tidak." Jawabnya singkat. Nagisa menghela nafas lega. Asano melihat penampilan Nagisa dari atas sampai bawah. Rambut biru yang terkuncir seperti biasanya, jaket putih yang sedikit kebesaran untuknya, jam tangan berwarna merah dan celana panjang. Dalam hati dia sedikit kecewa. Kenapa Nagisa tidak berdandan seperti saat ia pergi berjalan-jalan dengan teman-temannya tempo hari?

"Ng, Asano-kun ada apa?" Tanya Nagisa bingung. Asano mengerjap kemudian berbalik.

"Kita pergi sekarang." ujarnya. Nagisa menatap punggung Asano heran kemudian ia mengangguk.

"Um." Ia segera mengikuti langkah Asano Gakushuu. Sebuah kilatan nampak sekilas dari arah atap gedung utama sekolah.

"Mereka mulai bergerak! Kami akan pindah ke tempat selanjutnya." Mimura melaporkan.

"Bagus! Itona, pastikan kau mengintai mereka secara berkala."

"Um. Sudah kuikuti mereka. Hei Nakamura, beritahu Sugaya untuk bersiap-siap. Kami mungkin membutuhkan spraynya nanti." Ujarnya.

"Ok~"

"Hei, Nakamura.. apa aku tidak mendapat peran lagi kali ini?" Tanya itoa datar. Diujung sana Nakamura menatap mic kecil ditangannya datar. Para lelaki jika sudah bersangkutan dengan Nagisa, semua jadi seperti ini!

Ansatsu Kyoushitsu

"Kita akan.. kesini?" Tanya Nagisa bingung. Ia sudah membayangkan ia akan pergi ketempat penuh buku atau ketoko buku sekalian. Kemudian ia akan menjadi bagian pengangkut semua buku yang dibeli oleh Asano Gakushuu. Tapi kenyataannya?

"Um. Sebenarnya rencananya aku dan ayahku yang akan ketempat ini. Sayangnya beliau sibuk hari ini. dank au datang disaat aku bingung hendak memberikan tiket ini kepada siapa. Jadi..ya.." Asano tidak melanjutkan kalimatnya. Disampingnya Nagisa tertawa kecil.

"apa?" Tanya Asano tak mengerti.

"Kalian ternyata bisa sedekat itu ya?" Tanya Nagisa. Asano mengerjapkan matanya kemudian sedikit menunduk ia menggumam.

"Tidak juga." Nagisa tersenyum.

"Baiklah, kita akan melihat film disini kan? ayo!" Nagisa berjalan mendahului Asano. Asano tersenyum dan mengikuti langkah kecil Nagisa. sebelum memasuki ruangan gelap itu, Asano dan Nagisa membeli popcorn dan soda. Kemudian keduanya berlalu. Gadis penjual popcorn itu tersenyum manis saat Nagisa dan Asano mengucapkan terimakasih. Dan setelah memastikan keduanya tak lagi kembali, ia mengangkat mic kecil yang tersambung dengan topinya.

"Nakamura-san, mereka memilih film _."

"Baiklah, Hinata-chan. Kau bisa menggantikan penjual popcorn itu setidaknya sampai dia sadar bukan?"

"Ugh.. tapi sampai kapan?" Tanya Hinata Okano. Diseberang sana Nakamura meringis.

"Etto.. Okuda bilang efeknya hanya setengah jam saja." Jawabnya. Hinata Okano menghela nafas.

"Baiklah.." Jawabnya pasrah.

"Ok.. Maehara, Hazama, kalian ikuti mereka sampai kedalam!" Intruksi Nakamura. Maehara menghela nafas.

"Kenapa diantara semuanya harus denganmu?" Tanyanya frustasi.

"Karena yang lain tidak mau menjadi korbanmu, Maehara." Jawab Hazama masih tetap membaca novel ditangannya. Maehara mengangkat alisnya.

"Jadi kau mau bilang kau mau menjadi korbanku?" Tanyanya heran. Hazama mengangkat bahunya.

"Tidak juga. Mereka bilang aku bisa dengan bebas mencoba beberapa kutukanku padamu jika kau berniat macam-macam." Jawabnya. Maehara sweatdrop.

"Ka-kalau begitu, sebaiknya kita segera sudahi ini." ujarnya pelan. Hazama mengangguk dan berjalan mengikuti Maehara.

Ansatsu Kyoushitsu

Nagisa memperhatikan layar besar didepannya dengan tatapan bosan. Film yang berisi tentang sejarah itu tidak terlalu menarik perhatiannya. Asano melirik gadis disampingnya.

"Apa gadis ini bosan?" Asano kembali melihat pada layar didepannya. ia memilih tak berkomentar. Sebenarnya ia hanya bingung apa yang harus ia bicarakan dengan Nagisa? akhirnya setelah 60 menit berlalu, tanda kredit film muncul dilayar besar itu. pertanda bahwa film sudah usai. Asano hendak bangkit saat ia merasakan beban di bahunya. Ia menoleh dan mendapati surai biru didepan matanya.

"Shiota?" panggilnya pelan. Nagisa tak merespon. Asano menghela nafas dan tersenyum geli. Gadis itu tertidur! Mungkin efek samping dari rasa bosan. Asano mengangkat tangannya. Hendak merasakan bagaimana lembutnya surai biru cerah didepan hidungnya itu. ia bisa mencium aroma rambut Nagisa. dan tepat saat jarinya sudah akan menyentuh helai biru itu, sebuah dorongan dari arah belakang membuat jemarinya gagal mendarat diatas kepala Nagisa. jemarinya hanya menyentuh angin. Asano menoleh.

"Ah, maaf.. laki-laki ini hanya terlalu terharu dengan film tadi. Jadi, dia sedang tidak focus." Jawab wanita bersurai hitam dibelakangnya. Asano mengernyit. Entah mengapa ia merasa pernah melihat wajah wanita itu. kemudian ia mendengar suara lenguhan. Ia menoleh dan mendapati Nagisa tengah mengerjapkan matanya bingung. Wanita berambut hitam yang diketahui adalah Hazama Kirara segera menarik Maehara dan berjalan menjauh.

"Hm? Apa filmnya sudah selesai, Asano-kun?" Tanya Nagisa. Asano menatap Nagisa datar kemudian tersenyum kecil.

"Ya. Baru saja." Nagisa mengangguk-angguk. "kalau begitu ayo keluar dari sini." Nagisa berdiri dan menatap Asano. Asano hanya mengangguk dan ikut bangkit dari bangkunya. Diluar ruangan, Hazama dan Maehara mengintip dari balik stand penjual popcorn.

"Ugh.. kau mendorongku terlalu keras, Hazama-san!" Protes Maehara sambil memegang tengkuknya.

"Mau bagaimana lagi? Sebenarnya aku ingin menggunakan kutukan baru yang kupelajari tadi malam. Hanya saja disana gelap. Aku lupa membawa persediaan lilin. Berhubung kau ada didepanku dan Asano sepertinya akan melakukan sesuatu pada Nagisa, jadi apa boleh buat." Jawab Hazama. Maehara hanya menatap Hazama sweatdrop. Kemudian ia menghela nafas lelah dan meraih mic kecil dikerah jaketnya.

"Mereka berjalan keluar ruangan dan entah sekarang mau kemana."

"Hmm.. kalau begitu nyalakan alat milikku, Maehara." Suara Itona terdengar. Maehara mengeluarkan benda kecil berbentuk serangga dari saku jaketnya. Kemudian ia menekan tombol on dan membiarkannya terbang.

"Sudah. Bagaimana?"Tanyanya.

"Um. Sudah terlihat dilayar remoteku."Jawab Itona dari entah dimana.

"Bagus. Maehara, Hazama.. kalian bisa pergi sekarang. terimakasih untuk kerja kerasnya!~" Maehara mendelik kearah mic. ia bersumpah akan membalas Nakamura Rio suatu saat nanti.

Ansatsu Kyoushitsu

Asano berjalan dibelakang Nagisa. memperhatikan gadis yang sekarang nampak sibuk mengamati sekitarnya. Ia melihat tangan Nagisa nampak menggantung bebas. Ia mengulurkan tangannya untuk mencoba memastikan pemikirannya. Apakah tangan Nagisa akan terasa pas ditangannya?

"Oh, Nagisa!" Asano menghentikan gerakannya. Nagisa menoleh dan melihat Isogai tengah melambaikan tangannya.

"Ah, Isogai!" Nagisa tersenyum dan berjalan kearah Isogai dengan langkah cepat.

"Sedang apa disini?" Tanya Nagisa.

"Ah, aku sedang membeli beberapa perlengkapan untuk rencana pembunuhan Koro sensei." Jawabnya. Nagisa mengernyit.

"Huh? Bukankah harusnya pembunuhan diadakan hari ini?" Tanya Nagisa bingung. Isogai menggeleng.

"Tidak.. karena ternyata ada banyak hal yang dibutuhkan, jadi kami menundanya. Lagipula, dengan begini kau tetap bisa ikut kan?" Isogai mengedipkan matanya tampan. Nagisa tersenyum senang. Imajinya berkaca dan sudah memuji keikemenan ketua kelasnya itu.

"Jadi, kau sendirian?" tanya Nagisa. Isogai menggeleng.

"Tidak. Kataoka bersamaku. Dia masih..entah kemana sekarang." Ujar Isogai. Nagisa tertawa kecil.

"Nah, bagaimana kencanmu?" Ganti Isogai yang bertanya. Nagisa tertawa datar.

"isogai, ini bukan kencan. Aku hanya membayar hutang padanya." Jawab Nagisa. Isogai tertawa.

"Sebaiknya kau kembali padanya, Nagisa. dia bisa saja mengira kau selingkuh, kau tau?" bisik Isogai. Wajah Nagisa memerah.

"A-apa maksudmu, Isogai? Sudah kubilang kalau ini bukan kencan!" Protes Nagisa. Isogai tertawa kemudian ia menepuk bahu Nagisa.

"Nah, pergilah! Aku akan mencari Kataoka." Ujarnya. Nagisa tersenyum dan mengangguk.

"Ok! Jaa!" Nagisa berlari meninggalkan Isogai sambil melambaikan tangannya. Isogai balas melambaikan tagannya dan tersenyum kearah Asano. Kemudian saat melihat keduanya berbalik arah, Isogai menghela nafas.

"Misi sukses. Hhh.. aku merasa buruk, kau tau?"

"Ahahahahaha… maaf, Isogai.. tapi kita harus melindungi property kita dari tangan iblis kan?" Suara nakamura terdengar ringan. Isogai tertawa datar.

Ansatsu Kyoushitsu

"Ano.. Asano-kun, kita meu kemana sekarang?" tanya Nagisa. Asano mengusap dagunya.

"Sepertinya sekarang waktunya makan siang. Jadi bagaimana jika kita makan siang saja?" ajak Asano. Nagisa mengerjapkan matanya.

"Kau.. yakin?" tanya Nagisa. Asano menoleh dan mengangkat alisnya heran.

"Tentu saja. Kenapa?" tanya Asano. Nagisa menggelengkan kepalanya dan tersenyum gugup.

"Tidak.. tidak apa-apa. Kalau begitu, kita akan makan siang dimana?" Tanya Nagisa. Asano tersenyum.

"Ikut saja denganku." Jawabnya sambil menarik tangan Nagisa.

"ah, Asano-kun tunggu!" Nagisa tertarik dan berusaha menyeimbangkan langkahnya. Asano tersenyum. Akhirnya ia bisa merasakannya. Kehangatan tangan Nagisa. tanpa mereka tau, berpasang-pasang mata tengah melempar tatapan membunuh pada sosok Asano Gakushuu.

Ansatsu Kyoushitsu

Karma memainkan pisau lipat ditangannya dengan gesit. Ia melirik bosan kearah Nakamura yang nampak kesal setengah mati. Kemudian matanya menangkap sosok Nagisa dan Asano yang tengah berjalan dengan tangan yang terhubung ( lebih tepatnya Asano yang memegang tangan Nagisa.).

"Ne, sepertinya kau sangat terganggu, Nakamura-san." Ujar Karma. Tentu saja dengan senyuman santainya yang selalu terpampang tanpa mengenal situasi itu. Nakamura menoleh dan mendelik kesal kearah Karma. Maksudnya, ayolah! Misi ini jelas untuk membantunya! Bagaimana jika Asano berhasil mencuri hati Nagisa?

"Hei, Akabane Karma!" Nakamura menghela nafas kemudian melihat lurus kemata Karma.

"Ini adalah hal yang wajar untukku. Tapi jelas tidak wajar untukmu!" ujarnya. Karma mengangkat alisnya

"Hee~, kau bilang marah dan membuntuti kegiatan seseorang itu wajar?" tanya Karma. Nakamura mengerutkan alisnya.

"Karma, kau tau kan kenapa aku melakukannya?" Tanya Nakamura. Karma menatap malas kemudian ia menegakkan punggungnya.

"untuk?" tanyanya. Nakamura menatap Karma tak percaya.

"Astaga, Karma! Tentu saja untuk membantumu!" jawab Nakamura. Karma terdiam kemudian menghela nafas.

"Ok, tapi aku tidak merasa ini semua membantuku." Jawab Karma frontal.

"Tentu saja ini membantu, bodoh! Kalau tidak, Nagisa bisa-bisa terjatuh pada pesona Asano-sama!" ujar Nakamura. Karma menatap Nakamura tajam.

"Kau tidak mengerti, Nakamura!" ujarnya dingin. Karma menatap gelas didepannya diam. Baginya, apa yang Asano lakukan itu tidak penting sekarang. Karma bukan tidak terganggu dengan semua ini. tentu saja ia merasa tidak senang saat tau rencana Nagisa untuk pergi dengan Asano. Tapi ada satu hal lain yang lebih mengganggunya. Ia tak tau bagaimana perasaan Nagisa padanya. Dia tak pernah tau selama ini. dan Karma tidak ingin memaksa jika ternyata Nagisa tidak memiliki perasaan khusus untuknya. Semua pengintaian ini jelas tidak membantunya mengungkap bagaimana perasaan Nagisa kepada Karma. Didepannya, Nakamura memperhatikan wajah Karma yang menatap gelas bening didepannya datar. Tapi Nakamura rio mengerti bahwa pemuda berambut merah didepannya jelas tengah memikirkan sesuatu. Sesuatu yang tidak dimengerti oleh Nakamura. Nakamura menghela nafas.

"Nah, kalau menurutmu aku tidak mengerti apapun, kenapa kau tak menjelaskan saja padaku apa yang mengganggumu? Mungkin apa yang kami lakukan tak membantu meredakan kegelisahanmu, Karma. Tapi percayalah, dari diri kami sendiri, kami memang ingin mengawasinya. Yah, kau taulah bagaimana para murid lelaki bersemangat dalam hal ini." jelas Nakamura. Karma mengangkat pandangannya. Tapi mulutnya masih enggan terbuka. Nakamura menahan diri untuk tidak berteriak didepan Karma.

"Baiklah begini saja. Aku tetap akan menjalankan misi ini. toh dalam misi ini kita semua tetap mendapatkan keuntungan. Kita juga menjalankannya sambil membeli beberapa perlengkapan untuk membunuh sensei." Ujar Nakamura sambil mengambil handphonenya. "Lagipula, kenapa tidak kau cari tahu saja apa yang mengganggumu? Berdiam diri tak akan menyelesaikan masalah, Karma!" lanjutnya. Karma terdiam. Mencari tahu sendiri? Kemudian otak jeniusnya tiba-tiba berfungsi dengan sangat baik. Ia mengeluarkan seringaian iblisnya dan menatap Nakamura. Nakamura yang melihat itu –tidak mau mengakuinya didepan Karma- merinding.

"Apa?" Tanyanya bingung.

"Bisa kau panggilkan Kayano-chan dan beritahu aku dimana posisi Nagisa sekarang?"

Ansatsu Kyoushitsu

"Nah, kau bisa mencari kursi sementara aku memesankan makanan?" tanya asano. Nagisa mengangguk. Kemudian ia mencari bangku kosong disekitar sana dan menemukan satu. Ia berjalan kearah bangku kosong tersebut dan duduk disana. Nagisa menghela nafas. Pada akhirnya, ini benar-benar menjadi acara jalan-jalan. Syukurlah teman-teman wanitanya tidak ikut campur kali ini. jika tidak, pasti sekarang Nagisa sudah didandani habis-habisan. Dan ditambah jika mereka tau bahwa dugaan Nagisa salah, mereka akan menggodanya habis-habisan. Pasti! Kemudian ia tersenyum. Kira-kira apa yang dilakukan Karma sekarang? saat Nagisa meninggalkannya tadi, karma sedang bermalas-malasan didepan televisi dengan Sebastian. Kucing hitam itu kini sukses menjadi peliharaan Karma. Selalu mengikuti Karma kemanapun didalam rumah. Mungkin siang ini mereka berdua malah asyik menghabiskan pizza sambil bermain game? Meskipun Nagisa tau Sebastian hanya akan mengeong atau malah tidur dipangkuan Karma. Nagisa menghela nafas dan melihat sekitarnya. Saat itulah ia melihat sekelebat warna merah dan hijau yang sangat familiar dimatanya. Ia melihat Karma dan Kayano tengah berjalan sambil mengobrol. Sesekali keduanya tertawa. Nagisa memicingkan matanya. Sejak kapan keduanya keluar bersama? Atau jangan-jangan mereka berdua.. berkencan? Nagisa mencoba memperjelas penglihatannya. Ia tak salah lihat kan? itu Karma dan kayano? Hanya berdua saja? Apa yang mereka lakukan? Seketika dada Nagisa merasa panas. Berbagai hal berkecamuk dikepalanya. Apa yang terjadi dengannya? Kenapa melihat keduanya rasanya.. panas sekali? Dan tanpa ia sadari, ia bangkit dari duduknya dan berjalan kearah keduanya.

Ansatsu Kyoushitsu

"Hah? Kayano? Untuk apa?" Nakamura bertanya bingung. Karma mendecak kesal.

"Sudahlah, lakukan saja!" ujar Karma tak sabar. Nakamura akhirnya meraih mic kecilnya dan memanggil Kayano yang ternyata tak jauh dari tempat mereka berdua duduk.

"Eh? Karma, ada apa?" tanya Kayano. Karma tersenyum kemudian berjalan kearah Kayano.

"Ne, Kayano-chan~.." Karma merangkul Kayano. Nakamura mengangkat alisnya. Apa teman merahnya ini sudah gila karena melihat Asano menggandeng Nagisa?

"A.. ada apa, Karma?" Tanya Kayano lagi. Kali ini disertai suara tertawa gugupnya.

"Kau berbakat dalam acting bukan?" Tanya Karma. Tidak, nada bicaranya benar-benar untuk memastikan.

"a.. aku tidak tau tapi, mungkin bisa kucoba." Jawab Kayano. Karma tersenyum puas. Kemudian ia menoleh kearah Nakamura.

"Ne, Nakamura.. hentikan pergerakanmu. Maksudku, jangan ada satupun yang mengganggu kami." Ujar Karma.

"Kau mau apa?" Tanya Nakamura. Karma tersenyum misterius.

"Hanya ingin memastikan sesuatu." Jawabnya. Nakamura mengerjapkan matanya sementara Karma menggeret Kayano dilengannya dengan paksa. Kemudian ia melebarkan matanya.

"AA!" teriaknya. Ia tau apa maksud iblis merah itu. kemudian ia tersenyum mengejek.

"Dasar! Aku tidak tau kau sangat bodoh. Sudah sejelas itu perasaan Nagisa padanya dan dia masih tidak mengerti? Kurang salah tingkah seperti apa Nagisa didepannya?" gumam Nakamura. Kemudian ia menyeringai.

"Ne, Itona! Kirimkan pasukan 'seranggamu' kearah Nagisa…. tidak.. tidak… fokuskan saja pada nagisa!"

Ansatsu Kyoushitsu

Karma menoleh kekiri dan kekanan dan ia menemukannya. Itu dia! Nagisa dan Asano memasuki salah satu tempat makanan cepat saji. Dan dia bisa melihat Nagisa berjalan sendirian. Sepertinya Asano memintanya mencari temt selagi dia memesan makanan. Karma tersenyum kemudian menoleh kearah Kayano.

"Nah, Kayano-chan~ mohon batuannya.. ok?" Kayano tersenyum gugup.

"Tapi.. apa yang harus kulakukan?" Tanya Kayano. Karma mengusap dagunya.

"Saa… anggap saja kita sedang berkencan!" jawab Karma enteng. Kayano sendiri memerah. Kemudian ia menarik nafas dalam dan menghembuskannya.

"Baiklah.. sekarang kita akan kemana, Karma?" Tanya Kayano dengan wajah yang terlihat sumringah. Karma mengangkat alisnya. Ia tak tau Kayano memang sangat berbakat dalam acting.

"Bagaimana jika kita kearah sana?" Usul Karma sambil menunjuk salah satu stand accessoris.

"Kau.. yakin?" Tanya Kayano. Karma mengangguk dan menarik Kayano. Di seberang sana, Nakamura dan beberapa orang – yang ia panggil mendadak- melihat dari layar remote control milik Itona. Mereka tidak mengerti dengan rencana Karma. Nagisa jelas berada didalam restoran makanan cepat saji. Jadi kenapa mereka justru pergi ke stand accesoris? Bagaimana Nagisa bisa tau niat-busuk- karma?

"Nah, aku berani bertaruh kau akan menyadari keberadaan kami dalam sepuluh detik, shiota Nagisa~" Karma melirik gadis biru yang nampak tersenyum dan mulai memperhatikan sekelilingnya.

"7..6..5..4..3..2…1..gotcha!" Karma tersenyum puas saat Nagisa nampak menoleh kearahnya. Dengan cepat Karma menarik Kayano dan membuat Kayano menoleh.

"Nah, Kayano-chan.. sebaiknya kau memilih hadiah yang bagus untuk kejutan koro sensei disini." Ujar Karma sambil tersenyum ikemen. Kayano sebenarnya mendapat serangan mendadak dengan senyuman ikemen Karma. Bukan.. Karma memang terlihat tampan dengan senyuman macam itu. kalau saja Kayano tidak mengenal Karma hampir setengah tahun ini, ia pasti sudah jatuh. Tapi ia mengenalnya. Dan seorang Akabane Karma tersenyum macam itu berarti ada satu hal yang akan terjadi: bencana!

"A.. um.." kayano menjawab terbata. Dalam hati dia bingung. Apa yang bisa dilakukan accessoris ini untuk membunuh Koro sensei? Karma sudah akan menoleh untuk melihat dimana dan apa yang dilakukan Nagisa saat ia merasakan sebuah tangan menggenggam pergelangan tangannya. Ia menoleh dan melihat Nagisa disana tengah menatapnya dingin. Kemudian Karma harus terpaksa melangkah saat Nagisa menariknya menjauh dari Kayano. Karma menoleh kearah Kayano dan mengangkat jempolnya. Kayano hanya bisa tertawa sweatdrop melihat kedua temannya itu. kemudian ia meraih mic kecil miliknya.

"Nakamura san? Sepertinya rencana Karma – atau rencanamu?- sukses." Lapornya. Diujung sana Terdengar tawa ala nenek sihir menggema. Sepertinya Nakamura Rio terlalu senang melihat kedua 'calon mainannya' berhasil diresmikan!

Ansatsu Kyoushitsu

Karma hanya diam dan tak berkomentar saat Nagisa –yang dengan terburu- membawanya keluar dari mall itu. ia tak protes sedikitpun saat Nagisa membawanya kearah taman didekat sana. Ia tersenyum melihat helai biru yang diikat dua itu bergerak setiap kali Nagisa melangkah. Keduanya sampai ditengah taman dan Nagisa baru menghentikan langkahnya. Karma memilih tetap diam dan melangkah kearah bangku didepannya. ia duduk dan menunggu apa yang akan dikatakan atau dilakukan Nagisa. namun Nagisa tak bergeming. Ia hanya menunduk. Karma mengangkat alisnya.

"Ne~ Nagisa.. kau membawaku kemari pasti kau ingin membicarakan sesuatu kan?" Tanya Karma. Nagisa tetap terdiam. Karma menatapnya datar. Memutuskan untuk menunggu sebentar lagi. Ia tau mungkin Nagisa baru sadar apa yang dilakukan dan sekarang tengah bingung setengah mati untuk menjelaskan apa yang ia lakukan. Karma diam-diam tersenyum. Ia bahagia dengan reaksi Nagisa. selain itu ia membayangkan ia bisa menggoda Nagisa satu minggu penuh dengan pembahasan ini. namun setelah dua menit berlalu, Nagisa masih tidak mengucapkan apapun.

"Nagisa? apa yang ingin kau bicarakan?" tanya Karma mulai bingung. Kemudian ia memutuskan untuk sedikit menyinggung peristiwa barusan.

"Hei.. kalau kau tidak cepat mengatakannya, Kayano bisa bingung menungguku." Ujarnya dengan nada santai. Nagisa masih diam. Karma mulai tidak sabar.

"Nagisa, kalau kau masih tidak mau bicara, aku akan kembali kepada Kaya-"

"Diam!" potong Nagisa pelan. Karma sukses terdiam.

"Jangan ingatkan aku, Karma-kun." Ujarnya. Nagisa mengangkat wajahnya pelan. Ia menatap Karma tajam. Sedangkan Karma menatap Nagisa bingung. Kenapa.. kenapa mata biru itu berkaca-kaca?

Ansatsu Kyoushitsu

TBC

Iya..iya.. maaf (?)

Kencan mereka jadi terganggu aksi Nakamura dkk. Wkkwwkwkwk.. Karma galau-galau ga jelas dia kan iblis-iblis malaikat.. XD

Aeon zealot Lucifer: hiks… memang kehidupan itu berputar nak.. biar mereka istirahat dulu (?) hehehe maaf kalau chapter ini emang masih kurang banget. Belum.. belum.. masih TBC noh XD Terimakasih sudah mampir ^^/

nanaiseID7: iya Karma cakep. Karma juga bahagia kayanya di atas*tunjuk cerita XD. Terimakasih sudah mampir ^^.

Cinta Killua: iyaa… terimakasih sudah menunggu J

Guest: kali ini ga seekstrem yang dulu ( atau ekstrim tapi kena sensor?). iya.. tapi Karma sabar kok.. sabar.. dia juga mengerti situasi dan kondisi ^^. Terimakasih sudah mampir :D

Hani Ninomiya Arioka: ya itulah Nagisa yang polos.. iya.. Isogai terlalu mengenal anak buahnya dengan baik XD. Terimakasih sudah membaca fic ini ^^.

Team Karunagi: hohohoho.. karena saya berfikir… iblis akan memelihara iblis/nggak! Iya.. kebentur kegiatan dan ide yang buntu*serta author malas. Terimakasih sudah ^^

Dragovianwerwolf: Saya juga bersyukur anda mampir disini hiks..*terharu* tenang.. Nagisa lebih suka api cemburu daripada api beneran.. dia polos-polos sayang nyawa xD. Ok~ saya suka tebar senyuman kok buat mereka.. yang penting fic ini bisa menghibur banyak orang itu sudah cukup*alah. Terimakasih sudah mampir ^^

Akatsuki akane: iyaaaaa Nagisa ga sadar kalau itu lagi kencan. Nggak! Dia polos :3. Yah.. Nagisa galau tuh.. galau.. hanya tuhan dan Koro sensei yang tau XD. Terimakasih sudah mampir ^^

BlueSky Shin: hyaaa disaranin sama Asano XD. Karma bukannya ga cemburu. Hanya saja…*baca cerita diatas XD. Terimakasih sudah mampir ^^

Karen Ackerman: dia cemburu kalem.. dia sadar Nagisa belum menjadi miliknya fufufufu~. Terimakasih sudah mampir :D

ParKyu: tenang,.. Nagisa anak baik-baik. Atau anak polos-polos sampai ga tau aneh-aneh itu yg gimana , terimakasih dukungannya ^^

Fallyn: mereka punya tugas masig-masing XD. Terimakasih sudah mampir ^^

Maya Akabane: ada tuh nyelip satu XD terimakasih sudah membaca fic ini :D

Yukihana Nokawa: hmm… keren ya.. udah tuh pas di badai salju. Asano jadi korban XD. Terimakasih sudah membaca J

Denia: um. Terimakasih untuk supportnya J.

Dan unuk yang sudah Follow, Fav, Review dan PM, TERIMAKASIH ILOP YUU… semoga fic ini masih bisa menghibur ^^

Jaa!