Qtalita
.
.
WonKyu Fantasy
.
.
Check it
.
BOOK III
FOUND BUT NOT END
Namja pucat bermata biru itu memiringkan kepalanya dengan alis terangkat sebelah, ia berada di sebuah ruangan lain dibanding mansion tuanya, zirah panjangnya berubah memendek, menyisakan sebuah jubah sepanjang lutut yang memerangkap tubuh dibaliknya.
Ia menyaksikan setiap detail gerakan sosok di atas ranjang kayu, kepala yang bergerak tidak nyaman, dan alis yang bergerak ke tengah. Siwon.
Sang Ice Man, namja pucat itu menyeringai, tangannya terulur tepat diatas kepala Siwon, mengirim sebuah memori baru di kepala Siwon, menanamkan sugesti.
"KYUHYUN!"
Namja pucat itu tersentak, jalinan sugestinya terputus, Siwon berteriak nyaring dalam tidurnya.
Ice man menatap telapak tangannya yang masih mengepul asap berwarna biru, ia kembali menyeringai.
"Kyuhyun?" Lirihnya. Ia berbalik menghadap jendela besar di kamar Siwon, menyentuh gagangnya, mengirim getaran es yang membekukan. Meletakkan bongkahan itu seakan memberi tanda bagi Siwon untuk menemukannya.
"Aku menunggumu Siwon..."
Srett. Ice Man menghilang bersamaan dengan pintu kamar Siwon yang terbuka.
...
Siwon membuang sepuntung rokok yang tidak habis ia hisap, matanya nyalang mendekati sebuah gudang tua dekat pelabuhan ikan. Asap tipis keluar dari mulut Siwon, sisa kepulan rokok.
Ia masih tidak habis fikir dengan mimpinya semalam, Kyuhyun membutuhkannya, meminta pertolongannya, tapi bagaimana caranya? Ia bahkan tidak tahu Kyuhyun berada dimana, kecuali jika bongkahan es pagi tadi di jendela kamarnya adalah satu petunjuk untuk menemukan Kyuhyun.
Siwon memang tidak tahu apa-apa tentang Ice Man, tentang apa makhluk itu, berbentuk apa, terbuat dari apa atau ia berada dimana, hanya saja sejak wabah menyerang kotanya, ia tahu satu hal. Ice Man telah menyebar virus di sekitarnya berada. Dan sekarang saatnya Siwon mencari tahu pusat kegiatan itu.
Siwon membuka pintu geser gudang menimbulkan suara berderak nyaring, pelabuhan tua ini cukup sepi bahkan teramat sepi. Dan Siwon yakin akan menemukan sesuatu atau seseorang disini.
"Hell yeah keluarlah" Teriaknya, walau tempat ini sepi dan hanya berselimut debu, Siwon tahu dan sangat yakin makhluk itu ada disini, makhluk setengah manusia dan setengahnya lagi monster.
"Well kau menemukanku" Sosok namja berbalut jaket coklat keluar dari sebuah ruangan dengan membawa sebuah kotak kaca. Siwon melangkah mundur, berjaga-jaga.
"Woah, kau takut? Tenang saja, benda ini bukan senjata" Namja itu meletakkan kotak kaca yang masih tertutup beludru merah ke atas sebuah meja kayu berplitur coklat gelap.
"Lalu ada apa kau memanggilku ke tempat ini Jae?" Siwon mendekat, mencoba mencuri celah pada kotak kaca di depannya.
Namja bernama Jaejoong itu tertawa sarkastik. Ia berjalan menuju sudut gudang, mengambil beberapa kotak lainnya yang jauh lebih kecil, hanya kotak biasa yang Siwon mampu lihat.
"Maaf, aku lupa jika kau salah satu Witch hunter, sama seperti adikku itu. Oh bicara soal adikku, bagaimana keadaan Donghae?"
Siwon memutar bola matanya malas, Jaejoong tidak pernah berubah, sejak ia masih berwujud manusia dan kini ia yang berwujud penyihir, monster yang sama seperti yang Siwon kejar.
"Donghae baik-baik saja, kecuali dengan tangannya yang kau gigit"
Jaejoong tertawa, ia membuka beludru merah pelapis kotak kaca.
"Well kau ingin bertemu Kyuhyun bukan?"
Siwon tidak menjawab, ia malah membungkuk di depan kotak kaca, memperhatikan isinya yang hanya dipenuhi salju putih.
"Jae?"
Hup
Srak
Kotak-kotak kecil lainnya melayang, terpecah lalu seakan terhisap masuk ke dalam kotak kaca terbesar di antaranya.
Siwon tetap memasang wajah datar, ia mengingat satu hal, jika Jaejoong adalah salah satu penyihir, penyihir yang selama ini membantu menurutnya.
"Coba kau lihat sekali lagi"
Siwon kembali membungku, dan demi apapun Siwon hendak berteriak dan memecahkan kotak kaca di depannya jika saja Jaejoong tidak menahannya.
"Siwon, nyawa kekasihmu tergantung dari kotak ini"
Siwon menurunkan kembali senjatanya, dengan tangan bergetar ia menyentuh kotak kaca yang terasa dingin, Kyuhyun, Kyuhyunnya berada di dalam, meringkuk dengan mata terpejam, namun dengan degup jantung yang masih terdengar jelas, Kyuhyunnya masih hidup, namun terperangkap.
"darimana kau dapatkan benda ini jae?"
Jaejoong beringsut duduk, wajahnya terlihat masam.
"Dari seseorang yang membuatku menjadi seperti ini"
Siwon tersentak, ia menatap tidak percaya namja cantik yang duduk bersimpuh dekat sebuah jam besar.
"Tidak mungkin" Bisik Siwon.
Ia tidak percaya jika namja yang ia tetapkan sebagai orang kedua terkuat setelah Ice Man itu akan memberikan hal seperti ini kepada Jaejoong yang merupakan namja yang berada di klan yang sama dengannya.
"Dia ingin kau membebaskan Kyuhyun, ia tulus Siwon"
"Cih, aku tidak akan percaya padanya, jangan karena ia dekat denganmu lalu kita harus termakan tipuannya" Decih Siwon, Jaejoong berdiri menatap nyalang Siwon dengan matanya yang berubah merah lalu kembali sendu.
"Maaf"
"Cukup beritahu dimana namjamu itu lalu aku akan percaya padanya Jae" Pinta Siwon, Jaejoong menunduk.
"Maaf, aku tidak bisa"
Siwon mengacak rambutnya frustasi, ia berkeliling mencari Ice Man, sementara Jaejoong, kakak dari sahabatnya malah memegang rahasia dimana Yunho, namja yang membuatnya menjadi monster, namja yang menjadi kaki tangan Ice Man, berada sekarang.
"Hahahaha, tentu saja kau tidak akan memberi tahu Jae, kau mencintainya bukan? Namja monster itu"
"..."
"Ayo katakan saja"
"Siwon, maaf, hanya ini yang bisa aku lakukan, yang jelas Kyuhyun baik-baik saja"
Siwon mendengus, ia memasukkan kotak kaca kedalam ransel besarnya, meraih senjatanya kembali ke tempat semula, mengeratkan jaketnya lalu meninggalkan ruangan dimana Jaejoong masih setia dengan penyesalannya.
"Jae, gomawo. Paling tidak kau membantu"
Siwon menutup pintu gudang dengan keras, tempat dimana ia bisa menyembunyikan Jaejoong dari amukan warga.
...
Sementara itu di suatu tempat.
Seorang namja terbangun dari tidurnya, ia merentangkan tangannya namun wajahnya berubah meringis, ia melirik bahu kirinya yang masih ditutup perban. Namja itu berdiri pelan lalu meraih kemejanya yang teronggok di kursi kayu tua.
Sambil berjalan keluar namja itu mengancingkan setengah kemejanya, ditariknya kebelakang rambut yang tumbuh lebat di dahinya, ia merogoh saku celananya, mengeluarkan sebungkus rokok, mengambil sebatang lalu menyulutnya.
Asap mengepul dari mulut sang namja, ia memejamkan mata, menikmati nikotin merasuk paru-parunya. Namja bertubuh tinggi itu menopang lengannya di sebuah pembatas di teras belakang, menikmati senja dengan mata karamelnya.
"Kau sudah bangun?" Seseorang muncul dari balik pintu kamar, ia membawa segelas entah minuman apa.
"Lukamu cukup serius, tapi aku sudah menutup beberapa luka yang sobek di bahumu" lanjutnya menyerahkan segelas coklat panas ke namja tadi.
"Gomawo" Balas namja berkulit pucat itu. Ia tersenyum kecil sembari menyesap coklat panasnya pelan. Ia meletakkan gelasnya di atas meja kecil, ia kembali menghisap dalam rokoknya, mengepulkan asapnya ke udara.
"Eum, maaf jika aku bertanya, hanya saja aku cukup bingung, kau darimana sampai mendapat luka sebesar itu?" Namja yang sepertinya pemilik rumah itu kembali bertanya, ia menatap kepulan asap di depannya. Membuat sang pembuat asap menatapnya dengan dahi berkerut.
"Ah, mianhe aku belum memperkenalkan diri, aku Lee Hyukjae" Namja bernama Hyukjae itu mengulurkan pergelangan tangannya.
"..."
Hening sesaat, tangan Hyukjae menggantung di udara, ia nyaris menarik kembali tangannya andai namja di depannya tidak segera membalas ulurannya.
"Guixian.. namaku Guixian, aku seorang witch hunter"
...
TBC
Nah loh, Guixian itu siapa pula? Hahahahaha
Gimana lanjutannya ya? Eummmm, hehehehe
QAI
