Qtalita

.

.

Wonkyu as always

.

.

BOOK IV

ANOTHER FACE

Siwon menghempaskan tubuhnya di atas karpet kamarnya, matanya menerawang kosong, ia sesekali melirik ransel penuhnya, hembusan nafas mengepul dari bibir tipisnya, ia terduduk, matanya kini terpaku sepenuhnya pada ransel hitam yang tergeletak tidak jauh darinya itu.

"Kyuhyun.." Lirihnya.

Ia membuka ranselnya mengeluarkan kotak kaca yang ia ambil dari Jaejoong tadi, meletakkan kotak itu perlahan di atas meja di depan jendela, sinar mentari yang menelusup masuk di antara tirai membuat pantulan kotak itu berkilau ke seluruh ruangan, itu tidak masalah bagi Siwon, keindahannya tidak akan menggantikan sakit dan perih yang Siwon rasakan ketika bayangan Kyuhyun terlihat samar di dalam sebuah kotak kaca, di tengah gugusan ilalang yang nyaris tertutup salju, Kyuhyunnya duduk mendekap lutut dengan wajah tenggelam disana, Siwon erulang kali membisikkan nama Kyuhyun agar namja itu bisa mendengarnya, Siwon tahu itu sia-sia, Kyuhyunnya tidak ada disana, secara klise namja di depannya itu hanya bayangan dimana Kyuhyun 'asli' nya sekarang berada.

"Siwon.."

Siwon tersentak, dengan sekali sentakan ia menutupi kotak kacanya dengan sehelai selimut, ia berbalik, terlambat, Donghae pasti sudah melihatnya.

"Siwon, itu.."

Siwon mendesah, mengusap kasar wajahnya ketika Donghae merebut selimut yang menutupi kotak kaca 'Kyuhyun'.

"Darimana kau mendapat ini?"

Siwon terdiam sejenak, ia bingung, apa ia harus memberitahu Donghae?

"Jaejoong" Dan kesimpulannya ia memilih agar Donghae juga mengetahui perihal sang kotak.

"Kau menemuinya?"

Siwon mengangguk.

"Dan ia memberimu kotak ini? Jangan bilang jika Jae Hyung mendapat benda ini dari si brengsek Yunho"

Siwon kembali mengangguk.

"Demi apapun Siwon! Kau jangan percaya pada mereka" Donghae memekik, ia memukul bahu Siwon tidak cukup keras, hanya sekedar menyadarkan sahabatnya.

"Dia tetap hyung-mu Hae"

"Dulu! Sebelum ia seperti sekarang"

"..."

"Oh God, Siwon! He's a monster"

"Dan monster itu hyung-mu Hae! Haruskah aku memberitahumu berulang kali?"

Siwon menggeretakkan giginya, dadanya naik turun menahan emosi, sementara Donghae menatap tidak percaya Siwon, mulutnya membuka dan mengatup seakan tidak tahu harus berbicara apa.

"Inikah yang kau katakan sebagai antipati mu pada Monster seperti mereka? Inikah?"

Siwon menunduk, ia memang membenci para penyihir namun bagaimanapun Jaejoong adalah korban, ia sama sekali tidak pernah menyakiti manusia, ia bahkan banyak membantu Siwon dalam upayanya menemukan Kyuhyun.

"Aku tidak bisa memastikan aku akan tetap mempercayaimu Siwon" Ucap Donghae sebelum ia pergi dari kamar Siwon.

Siwon menghela nafas panjang, ia mengerang tertahan, ingin menumpahkan kemarahannya namun entah pada siapa.

Siwon meletakkan telapak tangannya di atas kotak kaca, mencoba merasakan Kyuhyun dari tempat itu, namun sia-sia.

Kyuhyunnya tidak disana.

...

Meanwhile

...

Yunho mendapati sang pemimpin, memainkan beberapa bulir salju di tangannya, melayang-layangkannya dengan ringan lalu meniupnya hingga terjatuh menjadi aliran air.

"Tuanku.."

"Ah, Yunho, kau sudah datang rupanya, kau sudah membawakan apa yang aku perintahkan?"

Yunho tidak menjawab, ia hanya mengangguk patuh, menyerahkan beberapa lembar pakaian untuk sang tuan. Iceman mendekat tanpa melangkah, tubuhnya terangkat begitu saja, melayang, dengan sihirnya pakaian yang tadi Yunho pegang kini terangkat, membentang, Iceman menyeringai, sesuai dengan keinginannya.

"You always be my great warrior Yunho" Lirihnya.

Yunho tersenyum simpul, hatinya bimbang, entah ini adalah yang terbaik atau hanya akan memperburuk keadaan.

...

2 Weeks later..

Namja dengan rokok di mulutnya itu membenarkan letak ransel di punggungnya, ransel yang berisi beberapa senapan dan senjata lainnya, ia juga membenarkan letak 2 samurai di masing-masing pinggangnya sebelum menghisap panjang rokoknya dan mengepulkan asap putih di udara, ia melempar rokoknya asal, melangkah mendekati sebuah keramaian yang sudah lama ia perhatikan.

Orang-orang menatapnya curiga, beberapa lainnya berbisik satu sama lain, namun namja berkulit pucat dengan rambut coklat berantakan itu tidak begitu peduli, ia masih saja berjalan angkuh di tengah-tengah mereka, tangan kanannya terangkat menarik hoodie dari jaket tebalnya untuk menutupi kepalanya.

Namja itu terhenti tepat di tengah, semua orang menepi, entah takut atau sekedar merasa aneh.

Semua orang, kecuali sosok namja lain yang berdiri tegap menghadap namja berhoodie.

"You found me huh?"

"Aku sudah katakan kau tidak akan bisa lari, Yunho"

Yunho tergelak, ia tertawa lebar, orang-orang disekitarnya menjauh, ia bisa merasakan jika kini sekelilingnya telah sepi, menyisakan dirinya dengan namja berhoodie di depannya.

Yunho menatap siaga ketika jemari namja di depannya sudah memegangi samurainya, bersiap menariknya keluar. Matanya mawas, tajam tepat ke arah Yunho, bibirnya tertarik menciptakan seringai yang tidak biasa.

Sreettt

Ia berlari cepat dengan kibasan samurai mendekati Yunho, menyerangnya dengan beberapa gerakan ahli, Yunho berulangkali terlihat setengah melayang, berputar, mengelak.

Hosh..Hosh..Hosh..

Desah nafas terdengar kuat, Yunho masih berada diatas sana, melayang, bertumpu pada tegap kokoh ranting sebatang pohon, Sementara namja lain berada dibawah dengan memasang kuda-kuda penyerangannya, samurainya masih dipegang kuat, masing-masing dalam keadaan siaga.

"Wae? Kau tidak mampu menjatuhkanku?" Yunho melepas satu lengannya, hingga tubuhnya merendah.

"..."

"Guixian.." Lanjutnya dengan senyuman yang menyeramkan.

...

Donghae berlari kencang membelah hutan, menapaki jalan yang biasa ia tempuh untuk sampai ke rumahnya, ia bahkan sudah tidak menghiraukan ranting kayu yang nyaris merobek lengan jaket atau bahkan dagingnya.

Brakkk

Hosh..hosh..hosh..

Donghae membuka pintunya dengan keras, matanya mengitari seluruh ruangan rumahnya, mencari sesuatu atau bahkan seseorang.

"Siwon! Siwon!" Panggilnya, ia tidak lagi peduli dengan situasi diantara mereka yang sedikit bermasalah belakangan ini, Donghae harus menyampaikan satu ha.

Siwon muncul dari arah lantai bawah tanah, ia masih penuh dengan keringat, sepertinya namja itu tengah membuat senjata lagi atau sekedar melatih dirinya.

"Wae?"

Donghae menghampiri Siwon, ia menyerahkan jaket dan beberapa perlengkapan yang biasa ia pakai memburu penyihir.

"Pakai dan ikuti aku"

Siwon mengernyit namun tetap memakai perlengkapannya. Donghae menarik lengan Siwon.

"Tunggu! Katakan ada apa?"

Donghae berkacak pinggang.

"Listen, aku ke pusat kota, ada keributan, penyihir, Yunho. Mengerti" Ucap Donghae singkat ia kembali menarik Siwon.

"Yak! Apa maksudmu?" Siwon kembali bertahan, Donghae mengacak rambutnya frustasi.

"Dengar Siwon! Aku tidak akan menceritakan detailnya, tidak cukup waktu, ada Yunho di tengah kota" Lirih Donghae seakan Yunho bisa saja menghilang ketika suaranya terdengar.

Mata Siwon membulat. Yunho? Namja yang bisa jadi kunci untuk mencari Kyuhyun?

"Yunho?"

Donghae mengangguk ia berlari duluan, disusul Siwon yang baru saja tersadar dari rasa terkejutnya.

Sreett.

Donghae berbalik, ia menghentikan langkah Siwon sejenak.

"But Siwon, eum, berjanjilah padaku, apapun yang kau lihat dan temukan itu tidak sesuai dengan apa yang ada dalam fikiranmu okay"

Dahi Siwon mengernyit, ia mengeratkan senjata titanium di pinggangnya.

"Apa maksudmu? Donghae, kau berbicara seperti anak aneh"

"Aku memang aneh, tapi untuk kali ini, aku mohon percaya padaku, arra"

Siwon tidak mengerti namun ia tidak ingin kehilangan jejak Yunho untuk kesekian kalinya, maka Siwon hanya mengangguk pasrah dengan permintaan Donghae yang tidak masuk akal menurutnya.

...

Guixian menyeka sudut bibirnya yang berdarah, sobek akibat hantaman Yunho, ia mendecih.

"Hanya sebatas itu kemampuanmu?"

Yunho mendelik, ia tertawa angkuh.

"Kau masih berani menantangku?" Yunho melompat dari dahan yang ia pijaki ke dahan terdekat dimana Guixian berlutut, bertumpu dengan kedua samurainya yang menancap di tanah. Wajah namja pucat itu menengadah, menatap tajam Yunho yang menyeringat.

"Aku masih dan akan selalu berani, menambah luka di lenganmu sepertinya tidak terlalu buruk" Ucap Guixian kembali bangkit, mengibaskan samurainya yang bernoda cairan berwarna biru, sama seperti cairan yang keluar dari luka sobekan di lengan kiri Yunho.

"Brengsek!" Yunho melompat dengan keras, menghasilkan patahan ranting dan tanah yang berdebum. Guixian menyeringai, ia kembali melangkah maju menyerang Yunho tanpa ampun.

Yunho mengelak lincah, sesekali kepalan jemarinya nyaris menghantam dada Guixian namun namja itu terlalu ahli untuk tersentuh, gerakan samurainya bahkan sempat menyentuh pipi Yunho meski tidak sampai menggores pahatan rahang kuatnya.

Tranng.

Samurai Guixian terlempar, menancap di sebuah batang pohon, keduanya.

Guixian memasang kuda-kuda, terlalu membutuhkan banyak waktu jika ia harus mengambil senjata lain di dalam ranselnya untuk ia gunakan saat ini.

Jemarinya terkepal di depan dada, tatapannya masih sengit mengawasi langkah Yunho yang berjalan mengitarinya.

"Sudah mengaku kalah Guixian?" Kekeh Yunho. Guixian meludah, meremehkan.

"Tidak akan"

"Meski kau sebentar lagi harus merenggang nyawa?" Yunho mendekat, Guixian semakin mengepalkan jemarinya, bela diri dan Thai boxing sudah ia kuasai, ia tidak akan pernah takut.

"Lebih baik seperti itu daripada menjadi pengecut sepertimu!" Teriak Guixian, teriakan yang bahkan menggelikan di telinga Yunho. Yunho menyeringai.

"Maka matilah kau di tangan seorang pengecut!"

Yunho mengeluarkan aura biru disekitar tubuhnya, dengan teriakan hebat ia berlari menerjang Guixian yang sama sekali tidak beringsut dari tempatnya, ia bahkan semakin merentangkan posisi kuda-kudanya. Memejamkan mata. Bertahan.

Sraatttt.

Bruukkk.

Guixian membuka matanya, ia sama sekali tidak merasakan sakit di tubuhnya akibat hantaman Yunho, bahkan namja musang itu kini terkapar tepat di depannya dengan sebuah anak panah di lengan kanannya, tepat di bahu, simpul syarafnya.

"Hai Yunho"

Sebuah suara mengalihkan pandangan Guixian, ia membuka hoodienya, memperjelas pandangannya, dimana sesosok namja lain tengah berdiri agak jauh di sebelah kirinya, namja dengan panah di tangannya, bukan! Itu bahkan bukan sekedar panah biasa, tapi sebuah Crossbow dengan anak panah titanium, itu bisa dilihat dari lengan yunho yang nampak terbakar.

Namja itu menatap Guixian, tatapannya membeku. Panahnya terjatuh, ia sama sekali tidak mengindahkan Yunho yang beringsut bangkit lalu memegangi kalungnya, namja bernama Siwon itu juga tidak lagi mengejar Yunho yang hilang bersama dengan sekelebat asap biru. Ia kini terpaku dengan sosok lain di depannya, sosok yang mengenakan jaket kulit sepanjang lutut dengan hoodie yang baru saja ia turunkan, sosok dengan kulit pucat dan rambut coklat berantakan, sosok dengan mata bulat tajam dan bibir merah terluka.

"Kyu-Kyuhyun?" Siwon tertegun, melangkahpun ia tidak sangkup, ia membeku di tempatnya, sementara Guixian pun hanya terdiam di posisinya.

"Hosh.,Hosh..,Hosh.., Siwon apapun itu kau jangan percaya dia bukan Kyuhyun" Donghae yang baru saja tiba menepuk bahu Siwon sambil menggeleng, meyakinkan sahabatnya agar tidak mengira Guixian adalah Kyuhyun, seperti dirinya kala melihat Kyuhyun pertama kali.

Guixian menghela nafas, ia melangkah santai melewati Siwon menuju sebuah pohon dimana samurai-samurainya tertancap. Ia kembali memasukkan sang samurai ke tempatnya, menaikkan kembali Hoodienya.

Guixian melangkah tanpa sedikitpun berbalik, namun itu hanya beberapa langkah.

"Gomawo sudah menolongku" Lirihnya tanpa berputar.

"Dan aku Guixian"

...

Siwon masih saja mengikuti langkah namja tinggi di depannya, dahinya sedari tadi berkerut, memperhatikan Guixian dari ujung kaki lalu naik ke kepala yang tertutup hoodie, ia benar-benar tidak percaya jika namja di depannya adalah orang yang berbeda dari Kyuhyunnya, terlalu sulit untuk membedakan mereka secara visual.

Namun Siwon kembali tersadar ketika matanya terpaku pada dua benda di masing-masing sisi pinggang Guixian, ransel, serta bagaimana namja di depannya begitu terlatih dengan samurainya. Kyuhyunnya tidak seperti itu, Kyuhyunnya membunuh seekor nyamuk pun sepertinya tidak akan tega.

Tapi, sanggahan lain muncul di kepala Siwon, Kyuhyunnya sudah menghilang beberapa tahun belakangan, bisa saja Kyuhyun menempa dirinya bukan? Mungkin saja Kyuhyun melupakan dirinya karena satu hal lalu kini kembali lagi, mungkin saja..

"Kau mengikutiku?"

Khayalan Siwon bisa saja semakin melambung andai Guixian tidak berbalik dan berdiri melipat lengannya di depan dada, Siwon berhenti beberapa langkah, matanya tidak berkedip, namja bernama Guixian itu benar-benar mengingatkannya pada sosok Kyuhyun, semuanya, sekali lagi secara visual.

"Maaf"

"..."

Siwon mendesah, kerinduannya pada Kyuhyun tidak terbendung lagi. Ia mengepalkan jemarinya erat, takut jika ia menangis di depan namja yang belum tentu Kyuhyunnya.

"Boleh aku meminta sesuatu?"

Guixian menaikkan sebelah alisnya, ia menggaruk dagunya sebelum mengangkat bahu.

"Jika itu bisa membuatmu berhenti mengikutiku, katakan saja"

"..."

"..."

"Peluk aku"

Guixian melotot, benar-benar tidak menyangka permintaan namja yang baru saja menyelamatkan hidupnya.

"Mwo?" Pekiknya. Siwon menghela nafas.

"Aku sudah tahu kau pasti menolak" Pasrah Siwon.

Guixian melangkah maju, tepat di depan Siwon, ia sedikit mendongak, mengingat namja di depannya sedikit lebih tinggi darinya, ada gurat kesedihan yang mendalam di wajah Siwon, Guixian sedikit tidak tega menolaknya, lagipula hanya sebuah pelukan bukan? Hitung-hitung sebagai balas budi karena sudah diselamatkan beberapa waktu lalu.

Namun Guixian ingin sebuah alasan.

"Kenapa?"

"Huh?"

"Kenapa kau ingin memelukku? Asal kau tahu, aku bahkan belum membersihkan diri sejak kemarin"

Siwon mengangkat wajahnya yang tertunduk, hanya sejengkal, jarak itu hanya sejengkal, Siwon bisa menghirup aroma lain dari Guixian, satu-satunya yang mungkin membedakannya dengan Kyuhyun, aroma seorang namja menguar kuat dari tubuh Guixian, berbeda dengan aroma lembut dari tubuh Kyuhyunnya.

Siwon tidak peduli, ia juga tidak peduli dengan pertanyaan Guixian, ia hanya ingin melampiaskan kerinduannya pada sosok visual Kyuhyun.

Grep

Siwon menerjang Guixian, memeluknya, memerangkapnya dalam dekapan kuat. Guixian bukannya tidak melawan, ia bahkan meronta hebat dalam pelukan Siwon, tapi rontaannya terhenti ketika ia merasakan bahu Siwon bergetar dan bahunya basah, tidak salah lagi, Siwon tengah menangis.

Karena apa? Guixian terus bertanya-tanya, lengannya yang terayun bebas kini bertengger di pinggang Siwon, mengusap punggung namja itu naik turun.

DEG

Guixian merasakan sesuatu menjalar naik dari jemarinya hingga di pusat detakan jantungnya. Sesuatu yang familiar, sesuatu yang biasa, sesuatu yang pernah ia rasakan mengerat, Guixian memejamkan matanya, merasakan detakan itu semakin kencang terasa, bersahutan dengan deru nafas Siwon.

'Apa ini?'

TBC...

Eaaaaaaaa ada adegan ciaaat ciiaattt ciiiaaattt nya kan hahahahha, blm seberapa, next chap bakal lebih banyak adegan silatnya *eh?*

Guixian disini sosoknya misterius banget, bad boy lah, naughty-naughty lah, pokoknya beda sama Kyuhyun. Dia juga jago bela diri, strong man! Tangguh! Hahahahahhaha

Siwon? Bagaimana nih? Ada double kyukyu, nanti bakal susah pilihnya..

Aaahhh si Ice man juga, ada rencana baru tuh, apakah itu?

So, thanks buat yang udah baca, review yang yaaa walaupun mungkin banyak yg kurang ngerti hehehehe maaf, ff fantasi emang kadang bikin keliyengan, Qai jug gitu pas buatnya.. lol

So, Thanks n tetap setia yaaa

Hidup WKS!

Qai