Qtalita is back..

Wonkyu As Always..

.

.

Check it

.

.

Donghae berjalan bolak balik sambil sesekali mendecih dan mengacak rambutnya kesal, ia melirik seorang namja yang tengah asik mengepulkan asap berbentuk bulatan ke udara.

Langkah Donghae terhenti di depan jendela, ia menatap namja itu lalu beralih ke sahabatnya Siwon yang duduk mengamati sang namja dengan begitu fokus.

"Siwon hentikan menatapnya seperti itu, Oh God!" Keluh Donghae menarik lengan Siwon agar duduk dengan posisi yang lebih 'wajar'.

"Hae, can you see that? Dia sangat mirip dengan Kyuhyun, wajah, kulit bahkan warna matanya" Bisik Siwon.

Donghae mengusap wajahnya kasar.

"Apa kau sudah buta? Kyuhyun? Seperti dia? Okay fisik nyaris menyerupai tapi lihatlah, Kyuhyun bahkan tidak pernah menyentuh pahitnya kopi, apalagi sebatang tembakau kemasan itu" Balas Donghae berbisik.

"Ehm"

Guixian yang sedari tadi merasa menjadi bahan perbincangan berdehem nyaring, dengan sekali hisapan ia menghabiskan sebatang lalu melempar puntungnya ke sebuah kotak kayu kecil di atas meja.

"Well, sebaiknya aku menjelaskan beberapa hal disini, pertama aku Guixian bukan KyuKyu like u said"

Guixian berdiri dari duduknya, berjalan ke depan Siwon dan Donghae yang mamperhatikannya dengan dahi berkerut.

"kedua, aku disini bukan karena keinginanku, tapi paksaan dia.. eum dia siapapun namanya, whatever" Guixian menunjuk Siwon tepat di depan hidungnya. Siwon menyingkirkan jemari guixian dengan senjata yang masih ia pegang sejak tadi.

Guixian berjengit ketika Siwon berdiri tegap di depannya.

"Siapa kau sebenarnya?"

Guixian semakin berkerut, Siwon tidak hanya mengajukan pertanyaan tapi juga sebuah intimidasi, matanya tidak lagi menyiratkan keingintahuan seperti pertanyaannya.

"Guixian"

"Witch hunter?" Celoteh Donghae.

Guixian terkekeh, ia menarik rambutnya kearah belakang, memperlihatkan dahi dengan bekas luka goresan di sisi pelipisnya.

"Witch hunter? Tapi tidak serendah kalian" Ejek Guixian.

Donghae siap menerkam Guixian andai saja tidak ditahan Siwon. Siwon menggeretakkan giginya, jelas sudah jika namja di depannya bukanlah Kyuhyunnya, namja kasar dan angkuh di depannya adalah orang lain.

"Apa maksudmu?" Siwon melempar tatapan sedikit tidak suka atas sikap merendahkan dari namja di depannya.

Guixian menghela nafas panjang, ia memperhatikan Siwon maupun Donghae dari ujung kaki hingga ujung rambut. Ia lantas menggeleng lalu beranjak pergi dengan kembali mengenakan hoodie hitam panjangnya, memasukkan kedua samurainya dan menenteng tas ransel miliknya.

"Kalian bisa saja menjadi Witch hunter yang di takuti banyak penyihir.."

Guixian mendecih sejenak.

"Jika saja namja kecil itu tidak ada" Lanjutnya santai berjalan keluar, Rahang Donghae mengeras, ia tidak terima dikatakan namja kecil oleh namja yang menurutnya berwajah yeoja itu.

"Brengsek!" Donghae berusaha memberontak namun Siwon menatapnya tajam.

"Jangan berulah Lee Donghae, biar aku yang meminta penjelasan darinya"

Siwon bergegas mengikuti Guixian yang terlebih dahulu keluar dari rumahnya, ia masih cukup penasaran untuk membiarkan namja itu pergi.

"Tunggu!" Seru Siwon di ambang pintu, Langkah Guixian terhenti tanpa berbalik.

"Kau mau kemana?" Siwon menghampiri Guixian yang masih berdiri membelakanginya.

"Kemana saja, yang penting aku bisa menemukan Yunho" Singkatnya. Siwon mencekal lengan Guixian saat namja itu melangkahkan kakinya.

"Wae?"

Guixian mengerutkan keningnya bingung, ia menarik lengannya yang masih di cengkram Siwon.

"Wae?" Tanyanya balik.

"Kenapa kau ingin membunuh Yunho?" Siwon berdiri di depan Guixian, membuat namja pucat itu mendongak.

"Kenapa kau mau tahu? Minggir!" Guixian mendorong tubuh Siwon agar menyingkir dari hadapannya, tentu saja itu tidak semudah perkiraannya, Siwon tetap tak bergeming.

"Karena aku membutuhkan Yunho untuk menemukan Kyuhyun"

Guixian menatap Siwon tajam.

"Lalu kenapa itu menjadi masalahku?"

Siwon menunduk, ia tahu ini salah, tapi hanya seperti ini ia akan membuktikan sesuatu. Membuktikan jika namja di depannya bukanlah Kyuhyun.

"Kita bisa menjadi gabungan yang kuat untuk menghabisinya bukan?"

Guixian mendecih, ia membuang wajahnya lalu terkekeh kecil.

"Bukankah kau bilang kalau kau bukanlah kelas rendahan?" Lanjut Siwon, Guixian mengeras.

"Kau bisa mengajari kami cara mengejar mereka"

Guixian kembali menatap Siwon yang tampak bersungguh-sungguh, wajahnya menyiratkan usaha untuk meyakinkan Guixian agar bisa ikut dengannya, sementara namja itu hanya mendengus dan menggeleng kecil.

"Kau membuang waktumu Siwon, aku bukanlah namja lemah berhati yeoja seperti yang kau kira selama ini"

"..."

"Aku tidak seperti Kyuhyunmu"

Guixian melewati Siwon, meninggalkan namja itu dengan wajah tidak percaya. Siwon bahkan tidak menyadari jika Guixian telah hilang dibalik kerumunan pepohonan.

Siwon tertegun, ia merasa gagal, entah karena apa.

...

Yunho memegangi dadanya yang terasa panas terbakar, kaki-kaki jenjangnya mulai membiru beku, aneh. Sang Master, The Iceman berdiri di depannya dengan wajah murka, tangannya mengepal erat, ksatrianya tampak lemah, ia tidak bisa tinggal diam, sayatan kecil di dada Yunho semakin membuatnya geram, luka sayatan menganga tanpa darah namun melepuh.

Iceman sangat mengenali senjata yang mampu membuat sayatan seperti itu, senjata yang mau tidak mau membuatnya waspada.

"Dia datang tuanku.." Lemah Yunho, Iceman menatap Yunho dalam, sebuah tatapan waspada yang tinggi. Sang Iceman menunduk, meletakkan telapak tangannya yang beku di dada Yunho, menghembuskan energi berbeda dari manusia, seketika luka sayatan melepuh itu menutup, membentuk jaringan kulit baru yang sempurna, Kaki-kakinya pun kembali normal, Yunho menghela nafas dalam, lega. Ia pun mengecup jemari Tuannya, pertanda rasa terima kasih yang dalam.

"Kita harus menjalankan rencana ini secepatnya Yunho" The Iceman berdiri membelakangi Yunho, matanya menerawang dalam kilatan biru bongkahan es. Dingin.

"Ne Tuanku" Yunho membungkuk hormat.

"Secepatnya, Rebut Bloodlight dari tangan manusia itu"

Yunho mengangguk, ia tahu persis kecemasan tuannya akan sepasang samurai yang dimiliki namja itu, samurai yang dibentuk bukan sekedar dari baja biasa, namun dengan Titanium berlapis darah Bloodie Witch, penyihir terkuat yang menguasai semua elemen.

Ya, Samurai itu kini berada di tangan Guixian, namja berwajah yeoja namun keras seakan tak memiliki hati.

"Lalu.. hancurkan penduduk kota hingga ke pelosok hutan"

Yunho kembali mengangguk, kecemasan berikutnya yang mampu ia baca dari Sang iceman, ialah Siwon. The Witch Hunter yang tidak bisa mereka anggap remeh, insting kuat dan naluri membunuh yang tinggi membuatnya sulit untuk di taklukkan. Luka sayatan di dadanya mungkin tidak akan separah itu jika saja luka itu tidak bertambah seiring terhunus anak panah milik Siwon.

"Ne" Singkat Yunho. The Iceman melepas jubah panjangnya, dengan gerakan halus ia kembali ke dalam kotak kaca yang telah Yunho siapkan.

"Biarkan aku istirahat, menyembuhkanmu membuat seluruh tubuhku letih" Bisiknya, Yunho dengan sigap menutup kotak itu perlahan, membiarkan Tuannya beristirahat dalam kotak transparan berselimut sihir kuat.

Yunho menghela nafas, nafas yang bahkan tidak nampak seperti sebuah nafas, ia makhluk immortal, makhluk yang entah berada pada sisi hidup atau mati.

...

Jaejoong meletakkan beberapa buku bekas beraroma lapuk ketika namja itu melintas di depannya, dahinya mengerut, Siwon tidak pernah seburuk itu semenjak Kyuhyun menghilang.

"Wow wow wow, kau kenapa? Ada apa dengan wajahmu?" Jaejoong terkekeh mengejek, Sementara Siwon mengeluh dengan menghempaskan tubuhnya di tumpukan kardus di sudut 'gudang' yang menjadi rumah Jaejoong.

"Gwencana"

Jaejoong duduk disamping Siwon memperhatikan lekat wajah namja tampan itu dari dekat, Jaejoong tersenyum.

"Kau menyembunyikan sesuatu, Siapa Guixian? Pengganti Kyuhyun?"

Siwon mengernyit tidak suka, ia tidak suka siapapun akan menggantikan Kyuhyunnya, dan ia tidak suka jika namja setengah penyihir itu membaca asal fikirannya.

"Berhenti membaca fikiranku Jae, dan tidak akan ada yang mampu mengganti Kyuhyun, ingat itu"

Jaejoong meringis, namun kembali tertawa kecil.

"Lalu siapa Guixian?"

Siwon menghela nafas mendapat pertanyaan seperti itu, ia memainkan jemarinya, memainkan beberapa bekas luka di tangannya itu.

"Dia, seorang witch hunter, ugh Jae.. kau tidak perlu bertanya jika kau bisa membaca fikiranku" Kesal Siwon, Jaejoong mengulum senyumnya.

"Apa dia benar-benar sangat mirip dengan Kyuhyun?"

Siwon menunduk, ada apa dengannya? Ia sedikit kecewa, bukan karena ia jatuh pada pesona Guixian, bukan! Hanya saja, ia kecewa karena namja itu terlalu cepat pergi, terlalu cepat berlalu lagi, padahal Siwon bisa menyalurkan kerinduannya terhadap Kyuhyun dengan hanya menatap wajah Guixian, ia benar-benar merindukan Kyuhyun, sangat.

"Ingat Siwon, dia bukan Kyuhyun, dia Guixian. Mereka berbeda. Sekarang katakan padaku apa yang bisa aku lakukan untukmu"

"..."

"..."

"Jae.. bisakah kau memberi tahu dimana Yunho sekarang?"

Jaejoong menelan ludahnya sulit, ia berada di pihak Siwon namun secara tidak langsung ia juga sudah menyembunyikan musuh dari sahabatnya. Sahabat macam apa dirinya.

"Huh, tentu saja! Seperti biasa, kau tidak akan bisa mengatakannya bukan?" Terka Siwon, Jaejoong tidak menjawab.

"Aku harap kemampuanmu membaca fikiran itu tertukar padaku Jae" Siwon berdiri, tidak peduli dengan Jaejoong yang memanggil lirih namanya, ia kecewa.

...

Donghae memasukkan beberapa buah apel ke dalam kantung, sebuah lainnya terlihat ia kunyah, setelah perdebatan pagi tadi dengan namja menyebalkan bernama Guixian, ia memutuskan untuk berkeliling kota, mencari apa saja yang bisa ia makan untuk menyalurkan rasa kesalnya. Ingin pulang? Bertemu Siwon? Itu sama saja, namja itu bahkan kini sedikit membela Guixian, apa mungkin Siwon sudah berpaling dari Kyuhyun?

Donghae menghentikan kunyahannya, pemikirannya sendiri membuatnya tersentak.

"Aniya! Siwon tidak mungkin mengganti Kyuhyun dengan namja menyebalkan seperti bocah itu" Monolognya, ia kembali asik memasukkan 3 sisa apel terakhir ke dalam kantung dan bergegas membayarnya.

Sreett!

Langkah Donghae nyaris menjadi langkah terakhirnya andai saja namja itu tidak mengelak lebih cepat. Donghae memicingkan matanya, di depannya tertancap anak panah dengan ukiran kayu rumit, dengan cekatan Donghae berbalik, waspada. Sementara warga kota berlarian di sekitarnya, berhamburan menjadikan batas penglihatan Donghae berkurang.

Namja berwajah kekanakan itu menarik senjata kecil yang ia bawa, sebilah pisau pendek bermata 2 yang setia tersampir di pinggang kirinya.

"Damn!" Racaunya ketika tubuhnya terasa melayang dan terhempas ke tanah, dadanya berdenyut sakit.

Donghae berusaha berdiri dengan bertumpu pada lututnya, wajahnya mawas, warga kota terlihat bersembunyi, bahkan berlari menjauh menyisakan Donghae.

BRAAKKK!

"Arrgghh" Donghae meringis, menyadari tubuhnya kembali menghantam bumi, kini dengan hantaman lebih kuat. Nafasnya putus-putus, ia tak mampu bergerak.

"Yak! Siapa kau? Tunjukkan dirimu!" Maki Donghae, ia berusaha bangkit kembali dan memegang kuat satu-satunya senjata yang ia miliki.

"Wow.. kau bernyali juga bocah cilik"

Donghae berbalik, namja lain terlihat menggantung di sebuah pohon, lengkap dengan tatapan seringainya.

"Yunho!" Serunya. Namja bermata elang yang ia panggil Yunho itu melompat dan mendarat mulus tanpa suara di depannya, tangannya terangkat mencengkram rahang Donghae.

"Ugh" Erang Donghae.

"Masih mengingatku?"

Donghae mengangkat tangannya dan menghunuskan pisau bermatanya ke arah dada Yunho, namun namja tangguh itu malah dengan lincah memutar keadaan dengan posisi Donghae yang hendak menikam jantungnya sendiri.

"Kau jangan pernah macam-macam denganku bocah cilik, ingat yang terjadi dengan hyung-mu?"

Cuiih!

Yunho memejamkan matanya saat Donghae dengan lancang melempar ludah di wajahnya.

"berani sekali kau!"

"Ugh"

Donghae meringis, ujung senjatanya mulai mengiris kulit dadanya, perih.

"A-apa maumu huh? K-kau hanya memiliki urusan denganku! B-bukan mereka" Donghae menantang.

"Hahahahha.. Aku sama sekali tidak berurusan denganmu bocah, aku bahkan memiliki urusan dengan mereka"

"..."

"Tapi bertemu denganmu disini, membuatku ingin menghabisimu juga"

Donghae meronta dalam kungkungan cengkram Yunho, tubuhnya terangkat beberapa senti.

"Matilah Kau Lee Donghae, sampaikan salamku pada Siwon dengan wujud mayatmu"

Sreettt!

Bruukk!

Cengkraman Yunho terlepas, membuat Donghae terjatuh dengan terbatuk. Yunho meringis, lengannya terasa panas, ia melirik ke belakang tepat dengan Guixian memiringkan kepalanya mengejek, tangannya memegang samurai yang menghunus ke depan wajahnya,

"Kita bertemu lagi"

TBC...

Ciaaattt..Ciaaattt.. lagi hahahaha

Hai hai.. ketemu lg sm Qai, setelah hiatus sekian lamaaaa.. hehehe

Maaf yaa udah dibuat nunggu, biasalah.. banyak kesibukan :p

Oia, FF lainnya nyusul ok, Soalnya baru bisa tembus ffn nih, kyknya udah ada rasa-rasa bakal di blok deh web satu ini..

Lama aksesnya baru deh bisa Qai bobol hahahahaha..

Ya udah biar bisa menyelamatkan ff lainnya sebelum ffn benar-benar di blok, mending Qai share dmna ya guys? Blog? Wordpress? Atau asianfanfic?

Mohon idenyaaa...

Qai