Qtalita back after long time..
A wonkyu fanfic
Action fiction
.
.
Check it
.
Yunho mendecih, tatapan Guixian terlalu mengintimidasi dirinya, ia merasa dilecehkan hanya dengan mata bulat boneka itu.
"SIALAN!"
Guixian terkekeh, menikmati aliran darah Yunho yang terlihat menetes dari samurainya ke permukaan tanah, Darah kental berwarna biru. Sementara ekor matanya memperhatikan raut tersiksa di wajah Yunho, raut kesakitan, perih dan terbakar dalam waktu bersamaan.
"Ups, kau terluka Yunho" Ejeknya, ia berjalan mendekat, menyeret samurainya yang berkilau. Donghae berusaha berdiri dengan bersandar pada pohon, dadanya masih sesak.
"Kau tidak seharusnya berada disini!" geram Yunho, ia masih memegangi lengannya yang melepuh.
Donghae menyaksikan semuanya, bagaimana Guixian melompat dari ujung pohon dan bagaimana samurai itu mengiris lengan Yunho, lalu perlahan luka itu melepuh, Bagaimana bisa Guixian melompat tanpa bersuara, dan lekukan luka yang terbentuk akibat sayatan terukur begitu detail, Donghae masih ingin berfikir lebih jauh, namun kepalanya terasa berat hingga pandangannya mengabur dan gelap.
Guixian melirik Donghae yang kembali jatuh ke tanah, ia yakin jika Donghae sudah tidak sadarkan diri.
Sreett.
Ia memasukkan samurai-samurainya kembali ke dalam sarungnya, dengan langkah ringan berjalan melewati Yunho lalu memapah Donghae.
"Aku bisa saja membunuhmu detik ini juga Yunho"
Yunho mendecih, menggenggam bandul kalungnya lalu menghilang.
...
Siwon bersandar di sisi pintu sambil melipat kedua tangannya di depan dada, pandangannya tidak terputus dari Donghae yang tidak sadarkan diri dan Guixian yang asyik mengepulkan asap di depan mulutnya, Siwon juga melirik sepasang samurai yang tidak pernah lepas dari tubuh pemiliknya itu, samurai dengan pegangan berukir, berkilau putih, ukiran yang sangat ingin ia perhatikan lebih mendetail, andai saja Guixian memperbolehkannya menyentuh dua benda miliknya itu.
"So, kalian bertemu Yunho?" Siwon memulai membuka suara, ia melangkah lebih dekat, duduk di depan Guixian, yang kembali menghisap tembakau kemasannya yang kedua.
"Yes"
"Dan Donghae terluka?"
Guixian mengangguk.
"Sepertinya begitu, dilihat dari kerusakan kota, aku yakin sebenarnya Yunho tidak ingin menyakiti Donghae" Ringan Guixian, Siwon mengernyit.
"Kerusakan Kota? Kau hanya melihat itu, kau tidak memperhatikan Donghae? Jika memang Yunho hanya ingin merusak kota atau mencari mangsa baru, Donghae tidak mungkin seperti ini"
Guixian tertawa, sedikit mencibir, analisa Siwon menggelikan di telinganya.
"Seekor harimau berburu antelope, ia tidak akan menyia-nyiakan kelinci kecil diantaranya"
"Tapi-"
"Ugh.."
Siwon mengalihkan pandangannya dari Guixian ketika mendengar lenguhan Donghae, namja kekanakan itu terlihat memegangi dadanya dan mencoba bangkit. Guixian sedikit memperlihatkan rasa ibanya dengan membantu memapah lengan Donghae.
"Are u okay?"
Donghae terhenyak, kesadarannya kembali sempurna, ia menjauhkan tangan Guixian dari tubuhnya.
"Kau? Siapa Kau?" Teriak Donghae, Guixian mengangkat kedua tangannya.
"Wow..wow.. tenanglah, kau lupa aku sudah menyelamatkanmu?"
Donghae menggeleng.
"Aku tidak peduli, sebaiknya sekarang kau katakan siapa kau sebenarnya?!"
Donghae ingin berdiri namun Siwon menahannya, ia meminta Donghae agar tenang.
"Bisa kau jelaskan apa yang terjadi pada kalian berdua?" Pinta Siwon, Guixian mengangkat bahunya tidak mengerti.
"Aku sama sekali tidak mengerti" Lirihnya.
"Bohong! Ugh!" Donghae meremas dadanya yang sesak, ia kembali meringkuk. Siwon melirik Guixian.
"Kita harus bicara, biarkan Donghae istirahat sebentar"
Guixian tidak menjawab, ekor matanya mengikuti langkah Siwon yang memapah Donghae masuk ke dalam kamarnya.
...
Guixian membersihkan samurainya ketika pintu kamar Donghae terbuka, Siwon berdiri disana, ia hanya melihat Guixian sebentar sebelum ia berbelok ke arah dapur, Guixian tidak ambil pusing ia kembali menyeka samurainya dengan serius.
Sesaat kemudian Siwon kembali muncul dengan dua gelas coklat.
"Minumlah"
Guixian hanya melirik singkat sebelum kembali tenggelam dengan rutinitasnya.
"Aku masih bertanya-tanya dengan penyerangan Yunho, apa ini ada kaitannya dengan Kyuhyun?"
Sret.
Guixian memasukkan kembali samurainya lalu menatap Siwon tajam.
"Aku ragu jika memang mereka menyerang karena Kyuhyun, bagaimana kalau mereka menculik Kyuhyun karenamu"
Siwon terdiam. Ia merasa dirinya tidak memiliki kelebihan apapun untuk dijadikan alasan.
"Aku tidak merasa memiliki peran untuk mereka" Sanggah Siwon.
"Lalu apa Kyuhyun memiliki peran untuk mereka?"
Siwon kembali terdiam.
"Kyuhyun bisa saja sudah mati seperti mangsa mereka lainnya, sebaiknya kau mencari tahu alasannya bukan keberadaannya" Lanjutnya.
Siwon terdiam cukup lama, namja itu ada benarnya, Jika memang dirinya menguntungkan bagi Iceman, untuk apa ia menculik Kyuhyun, Toh dengan kekuatannya yang luar biasa ia bisa saja langsung menculik Siwon, Sebaliknya jika memang Iceman membutuhkan Kyuhyun, untuk apa ia masih saja menyerang penduduk kota dan mengincarnya dirinya, pasti ada alasan lain. Ada.
"Lalu menurutmu?"
Guixian terkekeh, pembicaraan yang menurutnya tidak bermanfaat malah memancing dirinya dan Siwon saling mengatur siasat.
"Kenapa kau memintanya padaku? Misi kita berbeda"
"tak ada yang berbeda, kau mengincar Iceman , aku juga sama"
"Jika ternyata Kyuhyun sudah mati, apa kau masih mengincarnya?"
Siwon terkesiap.
"Jujurlah pada dirimu sendiri, kau mengincar Iceman karena kau yakin Kyuhyunmu masih hidup bukan?"
"..."
"berbeda denganku"
Guixian meremas jemarinya, ia ingin bercerita namun ia tidak ingin lemah dihadapan orang.
Braakkk.
Siwon dan Guixian sontak berbalik ketika terdengar suara pintu terbanting kuat.
"Hae?" Siwon berdiri, Donghae dengan nafas memburu berdiri tidak jauh dari mereka, memegang sebilah pisau bermata.
"Hae? Apa yang kau lakukan? Letakkan senjatamu" Siwon melihat hal mencurigakan, ia mendekati Donghae, namun namja mungil itu malah mendorong tubuh Siwon hingga Siwon jatuh tersungkur.
Bruk.
Donghae menubruk tubuh Guixian hingga bersandar pada dinding, tangannya yang memegang pisau melayang 3 senti di depan mata Guixian, Donghae bisa saja menusuk Guixian andai namja bermata boneka itu tidak menahan tangan Donghae.
"Donghae!" Teriak Siwon, ia berusaha menarik sahabatnya dri tubuh Guixian.
"Siwon! Lepaskan aku, kau harus sadar! Dia salah satu kawanan Yunho"
Brukk.
Siwon membanting tubuh Donghae, ia melirik Guixian penuh tanya.
"Kau fikir kenapa selama ini mereka menyerang kita huh?"
Siwon beralih melirik Donghae.
"Karena dia!"
"Apa maksudmu?" Suara Guixian terdengar, dahinya mengerut, wajahnya memerah.
"Siwon, dengarkan aku! Saat pertama kali dia datang dan kejadian tadi membuatku berfikir, banyak!"
Donghae bangkit tapi berusaha bersikap tenang, Guixian masih berdiri dibelakang Siwon, menatap tidak suka ke arah Donghae.
"Jika bocah itu ingin menghabisi Yunho, ia pasti sudah melakukannya dari awal, aku melihatnya! Aku melihat samurainya mampu membuat lengan Yunho melepuh seketika, tapi apa yang ia lakukan? Ia membiarkan Yunho pergi begitu saja"
Siwon terdiam.
Guixian pun terdiam.
Hanya nafas Donghae yang terdengar menderu, menstabilkan emosinya yang tidak terkendali.
"Dengan kekuatannya ia bisa saja membunuh Yunho detik itu juga!"
Donghae berlari, menyeruak diantara Siwon dan Guixian, senjatanya menyayat lengan atas Guixian, membuat namja itu berteriak kesakitan.
"Aaarrrgghhh.."
Bruuk..
Guixian jatuh terduduk.
"Donghae!"
"Seorang penyihir tidak akan bisa membohongi darahnya" Dengus Donghae, memperhatikan lengan Guixian yang sobek, menunggu cairan berwarna biru yang keluar dari daging itu.
"Hentikan Hae, apa yang kau lakukan"
Tes..
Tes..
Cairan merah pekat menetes dari lengan Guixian, mata Donghae membulat, senjata yang ia genggam erat kini terjatuh ke lantai kayu.
"Tidak mungkin, tidak mungkin darahmu berwarna merah" Bingung Donghae, ia melangkah selangkah, namun membeku seketika, ia tidak mampu mengatakan apapun. Namun ia juga tidak bisa mempercayai sepenuhnya namja penyelamatnya itu.
"Berhenti, dan kau berhutang penjelasan Hae"
Siwon membantu Guixian yang berlutut menahan nyeri, membawanya ke dalam kamar, meninggalkan Donghae dengan rasa ingin tahunya.
...
Siwon mencoba menarik lengan baju milik Guixian agar luka di lengannya bisa ia obati, berkali-kali mencoba dan berkali-kali pula ia kesulitan, lengan namja yang tengah duduk di ranjangnya itu ternyata tidak sekecil yang ia kira, lengan keras dan kokoh meski dibungkus kulit pucat nan lembut.
"Eum, bisakah kau melepas pakaianmu, aku sedikit kesulitan" Pinta Siwon, Guixian tidak menjawab, ia melepas coat hitam panjangnya, mata Siwon membelalak, bukan karena 'rasa' yang timbul seperti saat ia melihat tubuh Kyuhyunnya, namun karena rasa berbeda, rasa tidak percaya dengan bentuk tubuh Guixian yang menyaingi tubuhnya.
"Waaw, bentuk tubuhmu bagus" Puji Siwon, Guixian mengerutkan keningnya.
"Terdengar aneh jika kau memuji seperti itu"
Siwon mendesah, Guixian jelas-jelas bukan Kyuhyun, tidak ada semburat merah di pipi namja itu ketika Siwon tersenyum padanya, tidak ada tatapan lembut dan kata-kata manis, yang ada hanya kata-kata kasar dan perlakuan kerasnya.
"Diam dan tahan sebentar, luka di lenganmu sepertinya sedikit membutuhkan jahitan"
Siwon duduk disamping Guixian, baju tanpa lengannya kini membuat Siwon tidak kesulitan mengobati lukanya, luka yang menguak lebar.
Mata Siwon terpaku pada beberapa bekas luka lainnya di punggung Guixian yang terlihat, salah satu juga terlihat di atas dada kirinya, dekat tulang sekitar lehernya. Luka memanjang hingga bahu belakang, Siwon menyentuh bekas luka itu lembut, goresannya terlihat dalam.
"Hidupmu terlihat tidak berjalan lancar"
Guixian terkekeh.
"Kau tahu apa tentang kehidupan?" Guixian bertanya tanpa berbalik.
"Kau tahu?" Siwon membalas.
"Paling tidak aku bukan orang yang terpaku pada seorang Kyuhyun"
Skak mat! Siwon tersenyum. Guixian namja yang cerdas dan berbakat, ia bisa melihat dari cara bicara serta kemampuannya dalam mengolah dua samurai.
"Kau memiliki luka yang cukup banyak"
"..."
"Kau sering terlibat perkelahian?"
"Sampai tadi"
Siwon kembali tertawa pelan.
"Berarti kau punya banyak pengalaman untuk kau bagi padaku"
Guixian berbalik, menatap wajah Siwon yang dihiasi senyuman.
"Jika memang kau ingin mendengarnya"
Siwon mengangguk cepat, kapan lagi namja yang ia kenal sangat keras kepala itu mau berbagi dengannya, bukankah dengan mendengar ceritanya ia bisa mendapat titik terang tentang asal usul namja itu, dan selain itu dengan menyelami Guixian lebih jauh, ia juga bisa menjawab rasa penasarannya dengan sikap Donghae.
...
Sementara itu..
Sosok lain berjalan di tengah keheningan malam, membelah gelap di tengah hutan dengan daun-daun rimbun, kulitnya yang pucat berkilauan, dingin. Ia tersenyum sendiri ketika bangunan tua itu nampak di depan matanya, bangunan yang terlindungi kekuatan sihir kuat tak kasat mata, kekuatan sihir yang menyelimuti hingga ke dalam serat kayu dindingnya.
Ia tidak perlu membuka pintu atau mengetuknya untuk masuk, ia cukup memejamkan mata dan dirinya sudah berada di dalam, ikut tertutupi kekuatan sihir dan tidak mampu terlihat siapapun.
Senyumnya kembali mengembang, senyum misterius yang menakutkan, dihadapannya ia menyaksikan seorang lagi meringkuk memeluk lututnya, matanya terpejam namun desah nafasnya terdengar.
"Saatnya kau terbangun.. Kyuhyun"
Dan mata coklat itu terbuka, pupilnya bergerak cepat, desir darahnya terasa panas.
TBC..
Next chap.. apakah Kyuhyun akan muncul atau apakah Kyuhyun akan berubah menjadi penyihir juga? Walaaahhh bingung sendiri *nah lho*
Hahahah, ceritanya makin aneh, xixixixixixi
Alurnya kecepetan yaa? Hahahah, sebenarnya ceritanya baru mulai ini, hahahahah, nanti bakal lihat perjalanan Siwon, Donghae, dan Guixian membela kebenaran (?)
So, thanks udah nungguin ff ini sampai sekarang, gak bosan-bosan, n tetap review.
Oia, maaf Qai baru muncul yaa, abis libur lebaran di tempat keluarga xD. Apalagi sekarang si dedek kembarnya sering bikin ulah, pengen makan ini itu, minum ini itu, main ini itu, hahahahaha..
Ah udah ah Qai ngebacotnya ya..
Salam
Qai
