Qtalita present

.

WonKyu supranatural

.

.

Check it

.

Siwon kembali melirik Guixian sementara tangannya cekatan membereskan perlengkapan mereka, ini masih terbilang cukup gelap, mungkin sekitar pukul 3 dini hari, namun ia merasa tidak cukup aman jika berlama-lama di tengah hutan. Guixian sendiri tengah duduk melamun sambil menyandarkan tubuhnya di batang pohon tempatnya beristirahat.

Pasca penyerangan tengah malam itu mereka lebih banyak diam, terlebih Donghae, ia lebih banyak mendengus, terlihat menahan emosi.

Flashback

Saat sadar Donghae mendorong tubuh Guixian yang melindungi dirinya dan Siwon, matanya memerah, ia tidak lagi mengindahkan lengan Siwon yang menahan tubuhnya, dengan cepat ia membalik tubuh Guixian dan melemparinya sebuah pukulan keras di pelipis kirinya. Guixian yang mendapat serangan tanpa terduga akhirnya jatuh tersungkur.

"Yak!"

Donghae kembali menerjang tubuh Guixian bertubi-tubi yang anehnya namja pucat itu tidak membalasnya sedikitpun, seakan ia menerima semuanya.

"Donghae! Berhenti! Kau bisa membunuhnya" teriak Siwon memisahkan tubuh Donghae dari Guixian yang kini terbatuk-batuk memeluk perutnya.

"Hentikan? Huh? Dia yang seharusnya dihentikan Siwon! Kau tidak lihat atau kau berpura-pura? Dia! Dia menerjang petir itu tanpa terluka Siwon, ingat! Tanpa terluka!"

Guixian berdiri, masih terbatuk, ujung bibirnya berdarah, matanya juga membiru, sepertinya Donghae memukulnya dengan sangat keras.

"Dengar! Aku hanya berkata satu kali dan ini final, berhenti membahas masalah ini, arra! Kita lanjutkan perjalanan!" Siwon menarik paksa Donghae, menjauh dari Guixian yang kini bersandar lemah.

Flashback End.

"Ck" Donghae berdecih kala melewati Guixian yang memejamkan matanya.

"kajja, kita harus berangkaat sekarang" Siwon menepuk bahu Guixian, mata terpejam itu membuka pelan, sedikit merah.

"kau tampak kelelahan"

Guixian menggeleng, Siwon membantunya berdiri, dahi Siwon berjengit.

"Suhu tubuhmu panas sekali"

Siwon berjengit dari posisinya, ia mundur selangkah, sebelum melihat bibir Guixian menyinggungkan senyuman.

"Apa hal aneh jika tubuhku panas eoh? Kau ingat? Aku tersambar petir beberapa jam lalu"

Siwon kembali ke posisinya, membantu Guixian bangun, tubuh kokoh itu sedikit oleng dan bergetar.

"Gwenchana? Kita bisa mencari tempat istirahat lain jika kau tidak cukup baik"

Guixian menggeleng.

"Aku masih cukup kuat untuk meremukkan rahang kawanmu itu"

"huh?"

"Jangan melihatku seperti itu, aku juga tidak akan tega meremukkannya"

Guixian mengenakan hoodie coat nya, berjalan melewati Siwon. Siwon menoleh sebentar sebelum menyusul, dahinya kembali berkerut, permukaan pohon tempat Guixian duduk tadi kini tampak mengelupas, dan meninggalkan sisa terbakar, berwarna kehitaman, dan berasap kecil.

Siwon melirik Guixian sekali lagi.

"Kau memiliki rahasia" lirihnya.

...

Disatu sisi..

Iceman mengiris daging yang masih memerah di piringnya, memotongnya dengan ukuran cukup besar, lalu melemparkannya ke sisi tubuhnya, dimana 2 serigala berbulu putih menanti dengan mulut terbuka. Sisanya ia potong lebih kecil lalu melahapnya pelan, bibir putih pucatnya berwarna merah, kontras.

Kyuhyun berjengit, ia duduk di sisi meja lainnya, berhadapan dengan jarak yang lumayan jauh. Ia menimang-nimang apel merah di tangannya, membekukannya, lalu mencairkannya lagi.

"Tak bosan bermain?"

Kyuhyun berdecih, ia berdiri, mendekat ke sebuah jendela besar bertirai beludru merah, sama dengan zirah yang ia kenakan, di sudut ruang makan Yunho menatap mawas 'majikan' barunya itu, ia waspada, apalagi setelah Iceman mengatakan jika Kyuhyun memiliki kemampuan lebih dahsyat darinya, hanya saja namja itu sudah berjanji tidak menggunakannya lagi.

"Aku sudah berumur 124 tahun, mainan apa yang belum aku mainkan huh?"

Iceman terkekeh, kekehan yang seharusnya terdengar renyah namun kini terdengar menyeramkan, ia bangkit tanpa menimbulkan suara derit kursi, melangkah sangat halus, ia berdiri disamping Kyuhyun, ingin menyentuh bahu namja itu namun tangannya terasa membeku.

"Ugh"

Kyuhyun menoleh, ia menyeringai dengan mata yang berwarna biru gelap, Yunho mengernyit, wajah yang ia lihat kini tidaklah sama dengan wajah kekanak-kanakan Kyuhyun beberapa menit lalu.

"Jangan pernah menyentuhku"

Suara itu, suara berat dan sedikit serak. Yunho mendekat, apalagi setelah ia melihat gurat bergetar di wajah Iceman, sang majikan, sang tuan.

Seettt.

Langkah yunho terhenti, kakinya membeku hingga betis, ia hendak melangkah namun kakinya malah terasa meremukkan tulang-tulangnya, ia membeku, wajahnya sudah membiru akibat dingin di sekujur kakinya.

"Jangan macam-macam denganku"

Kyuhyun memejamkan matanya sejenak, mata biru itu sudah berubah, ke wujud mata Kyuhyun yang berwarna cokelat. Yunho terduduk berlutut, nafasnya memburu, ia memijit pelan kakinya yang mampu ia gerakkan kembali, sementara Iceman menyeringai, ia menggerakkan jemari-jemarinya yang sempat dibekukan Kyuhyun sepersekian detik.

"Menarik"

...

Di sebuah gudang tua, namja lainnya berjalan mondar mandir dengan meremas jemarinya yang masih dingin, beberapa kali pula ia menghembuskan nafas hangat ke sekitar jemarinya itu. rasanya masih sama, ia nyaris beku.

"Jae"

Namja itu berbalik, senyumnya mengembang kala orang yang sedari tadi ia tunggu akhirnya muncul juga. Setengah berlari ia menumpukan semua beban tubuhnya dalam pelukan namja bertubuh tinggi kekar itu.

"Yunho bagaimana dengan Kyuhyun?"

Rahang Yunho mengeras, ia mengingat kejadian pagi di mansion tuannya. Kakinya seakan kembali merasakan dinginnya es hanya dengan mendengar nama Kyuhyun disebut.

"dia.. baik-baik saja" Senyumnya.

"kau berbohong"

Yunho menghela nafas, ia menarik Jaejoong agar duduk disampingnya.

"kekuatannya sangat besar, aku takut"

Dahi namja cantik itu berkerut, Yunho yang ia kenal tidak pernah takut pada apapun, bahkan saat Iceman merenggut sisi 'manusia' yang ia miliki, Yunho masih bisa berdiri tegap dan melindungi Jaejoong, meskipun mereka kini sama.

"Apa yang kau takutkan? Kyuhyun? Bukankah kau sendiri yang mengatakan jika Kyuhyun sangat lucu"

"Ck, ia berbeda jae, dia.. dia.. dia sangat menyeramkan, matanya.."

"Aku tahu"

Yunho menatap Jaejoong lama, nafasnya berat.

"Sejak kapan?"

Jaejoong menarik lengan bajunya sepanjang siku, memperlihatkan sesuatu dibalik kulit putihnya yang semakin nyata, garis-garis melintang membentuk ukiran tercetak, Yunho tertegun, ia ingin menyentuhnya namun garis-garis itu menghilang, Jaejoong kembali menutupi lengannya.

"Sejak kami dilahirkan"

...

Guixian mengepulkan asap putih dari mulutnya, sembari berdendang kecil namja itu hanya mengikuti Siwon dan Donghae yang menjadi pemandu jalan.

"Yak! Kau mengganggu konsentrasiku" Donghae berbalik, matanya msih menyimpan kebencian yang dalam pada namja bernama cina itu. Siwon memutar bola matanya malas, mereka sudah berjalan 2 jam dan dua namja itu masih saja menebar ketegangan.

Guixian mengangkat bahunya tidak peduli, ia menghisap dengan 1 tarikan hingga pupus dan membuang tembakau filternya itu, menginjaknya hingga remuk.

"Fine!"

Guixian hanya diam mengikuti dua namja lain di hadapannya, sesekali matanya melirik bentuk pepohonan yang berlekuk di sekitarnya, dahinya mengernyit, ia menghitung sesuatu menggunakan jarinya lalu terhenti tepat di hitungan ke 9, ia merunduk, meraba tanah yang sedikit lembab lalu memperhatikan embun di pucuk dedaunan, dahinya kembali mengernyit lebih kuat.

"Tunggu!" Guixian menahan langkah Siwon dan Donghae, Siwon berbalik sementara Donghae hanya berdiri di tempatnya, ia hanya berdecih dengan kelakuan Guixian.

Siwon berjongkok disamping Guixian. Ikut memperhatikan embun yang terlihat aneh.

"Ini.."

Guixian meletakkan telunjuknya di depan bibir, meminta Siwon agar diam, Donghae yang sedari tadi hanya mengintip kini ikut berjongkok di antara Siwon dan Guixian, ia meraba tanah, merasakan teksturnya yang lebih mirip ke pasir.

Siwon mengeluarkan belatinya, menjulurkan ujungnya ke arah embun.

"Ini seperti.. darah" Bisiknya, Guixian mengangguk, ia melirik Donghae yang tengah memasukkan segenggam pasir ke dalam botol spesimen miliknya.

"Apa? Aku hanya berantisipasi" Lirihnya menjawab tatapan Guixian.

Sret.

Guixian mengeluarkan samurai hingga setengahnya, waspada, memperhatikan sekitarnya dengan ekor matanya, ia memberi Siwon kode agar meninggalkan tempat itu dengan cepat dan tenang. Siwon memimpin, ia berjalan paling depan, sedikit merunduk diikuti Donghae dan Guixian yang berjalan mundur, sangat waspada.

...

Yunho memeriksa pintu utama mansion saat ia tidak sengaja beradu pandang dengan Kyuhyun yang duduk di anak tangga teratas, ia menyeringai.

"Menemui jae?"

"Cih, bukan urusanmu"

Kyuhyun tersenyum lirih, ia meluruskan lengannya.

"Hhh, tentu saja itu urusanku, kau berhubungan dengan hyungku"

Yunho melintasi Kyuhyun, ia berdiri di samping railing, bersandar, bercakap dengan Kyuhyun tidak ada salahnya bukan?

"Kau belum tidur?" Tanyanya. Melihat betapa pucat kulit Kyuhyun.

"Aku tidak membutuhkan tidur" Kyuhyun menolak namun tetap menengadah sambil memejamkan matanya.

"Sebaiknya kau kembali ke kamar, aku tidak ingin Iceman melihatmu disini" Yunho mengangkat kakinya, beranjak menuju ruangannya sendiri.

"Ia sedang berburu"

"Huh?" Dan Yunho berbalik. Menatap Kyuhyun dengan dahi mengerut, tidak biasanya Sang Tuan berburu tanpa dirinya, tanpa Yunho, pengawal setianya.

"Sepertinya ada mangsa yang mendekat" Kyuhyun ikut beranjak, berbisik di telinga Yunho sebelum menyeringai.

...

Donghae membeku di tempatnya, ia berhenti 3 langkah dari Siwon, dadanya terasa panas seperti terbakar. Guixian yang melihat itu menepuk bahu namja yang selalu menatapnya jengkel.

"Waeyo?"

Donghae tidak menjawab, ia hanya menunjuk sebuah pemukiman di depan mereka, jemarinya bergetar. Tatapan Guixian terhenti pada sosok Siwon yang berdiri di depannya. Siwon menunduk.

"Ada apa ini?"

Guixian memperhatikan pemukiman yang sepi dan berbau asap seperti habis terbakar, dan benar saja, beberapa rumah bahkan masih mengepulkan asap tebal, dan beberapa lagi masih mengobarkan api kecil.

"Siapa?"

"Iceman"

Siwon berbisik.

"Donghae sudah melacak tempat ini, dan masih tersisa banyak penduduk beberapa menit lalu, namun.."

"Sekarang tidak ada yang tersisa.." Lanjut Donghae, ia mengusap wajahnya, matanya bahkan sempat berkaca-kaca.

"Keparat!" Geram Guixian. Giginya bergemeletuk menahan emosi.

"Apa yang dia inginkan" Lanjutnya berbisik lirih.

"Sudahlah, sepertinya kita tidak bisa beristirahat disini, sebaiknya kita melanjutkan perjalanan" Siwon menepuk bahu Guixian.

"Simpan emosimu itu" Donghae menimpali, namja kecil itu kembali membuka mesin pelacaknya, meninggalkan Guixian di belakang.

"Setelah melewati sungai sepertinya masih ada pemukiman.."

Guixian sudah tidak mendengar lagi apa yang Donghae katakan, ia berbalik, mengenakan Hoodienya, matanya terpejam pelan, nafasnya seakan terhenti. Ia menggenggam erat jemarinya, rambut-rambut kelam di kepalanya berubah memutih, mata bulat itu terbuka, berwarna merah gelap seperti darah.

Guixian menggenggam samurainya yang membuat ukiran-ukiran disekelilingnya bercahaya, merah, terbakar.

Seet.

Bruk.

Guixian jatuh, tubuhnya melemas, rambut dan matanya kembali seperti semula, nafasnya tersengal seakan ada beban di dadanya.

"Guixian, kau tahu tentang.." Siwon berbalik dan tidak menemukan Guixian di belakang Donghae, Donghae sendiri mengernyitkan dahinya saat Siwon memandang sekelilingany dengan tatapan bingung.

"Wae..Eh, Dimana bocah itu?" Donghae menyimpan GPS yang sedari tadi ia pegang ke dalam saku mantelnya. Matanya membulat saat melihat tubuh Guixian yang tergeletak lumayan jauh dari posisinya sekarang.

"Disana! Itu Guixian!"

Siwon dan Donghae berlari kecil ke tempat Guixian terbaring lemah bahkan tidak sadarkan diri.

"Guixian.. Guixian.. bangun" Siwon menepuk-nepuk pipi namja pucat itu. sementara Donghae memeriksa pergelangan tangan Guixian, memeriksa denyut nadi namja itu.

Deg.

"Nadinya sangat lemah"

"Ya Ampun! Kita bawa dia ke tempat yang lebih aman"

Siwon menggendong Guixian yang ternyata tidaklah ringan, merebahkan tubuhnya di sebuah pondok kecil yang hanya terbakar sebagian, Donghae yang memeriksa situasi sekelilingnya berbisik jika kondisi mereka saat ini masih aman.

"Apa yang terjadi?"

"Mungkin dia kelelahan, semalaman dia tidak sempat tertidur sebelum kita diserang"

Donghae mengangguk-angguk, ia kembali memeriksa denyut nadi Guixian.

"Sebaiknya kita berjaga-jaga disini, dan matikan alat pelacakmu" Siwon menutup pintu pondok dan menutup jendela. Ia duduk bersandar di belakang pintu.

...

"Aaaarrrggghhhh.."

Kyuhyun membuka matanya, sebuah teriakan melengking datang dari sebuah kamar di lorong, ia beranjak bangun, mendorong pintunya hingga terbuka, langkah kakinya tergesa, di persimpangan ia bertemu dengan Iceman yang menyeringai.

"Seseorang sedang bermain rupanya"

Pintu kamar itu terbuka, memperlihatkan Yunho yang terbaring dengan penuh luka bakar di sekujur tubuhnya, namja itu masih bergerak-gerak gelisah, pakaiannya berubah menghitam seakan terbakar meskipun tidak ada api disekitarnya.

Wooossshhh.

Iceman menjulurkan lengannya, seketika tubuh Yunho terbaluri cahaya biru bening, menutupi tubuhnya.

Sraak.

Cahaya itu berubah beku beberapa waktu dan pecah menjadi berkeping-keping, tubuh Yunho kembali seperti semula, seakan tidak terjadi apapun, ia kembali terlelap.

"A-ada apa ini? Kau?"

Iceman menyeringai, ia menahan bahu Kyuhyun yang hendak mendekati Yunho.

"Seseorang sedang bermain" Bisiknya, Iceman menarik Kyuhyun agar meninggalkan kamar Yunho.

"Guixian.. Guixian masih hidup? Kau? Kau berbohong padaku!" Kyuhyun menampik jemari Iceman yang masih berada di bahunya. Seketika rahang penguasa Es itu mengeras, ia tidak lagi menatap Kyuhyun dengan lembut.

"Sebentar lagi ia akan mati, sama seperti Sang Bloody Witch"

Kyuhyun tersentak. Matanya membulat, jemarinya teremas kuat. Ia membiarkan Iceman menghilang dari pandangannya, lalu masuk ke dalam peti.

'Tidak, ini tidak boleh terjadi untuk kedua kalinya' Bathinnya.

...

TBC..

Hhhhh, sudah ada yang bisa menebak siapa Guixian itu? lalu Kyuhyun? Iceman? Jaejong?

Hhhmm, sepertinya ff kayak gini kurang banyak peminatnya ya, qai lihat-lihat sih begitu, padahal qai suka alur yang kayak gini lho, misteri, dan bikin penasaran hehehe

So, hope u like it.

*ini tumben-tumbennya qai sering banget update ff*

LOVE

QAI_