Qtalita

.

.

Wonkyu

.

.

Donghae berjalan gelisah, sesekali meremas tangannya sendiri, ia berkali-kali menggumam, menggelengkan kepalanya atau bahkan diam berjongkok.

"berhentilah seperti itu, kau membuatku pusing" Siwon masih tidak mengalihkan pandangannya dari Kyuhyun yang belum juga sadarkan diri, di lengan pucatnya terdapat beberapa garis bekas cakar, dan memar di sekitar wajah dan kaki.

"See? Aku sudah menyangka ini Siwon, dari awal aku merasa aneh dengan Guixian, dan lihat?"

"..."

"Setelah Guixian pergi, Kyuhyun muncul"

Trak.

Siwon berdiri, ia memandang Donghae dengan tatapan tidak percaya.

"Kini kau merasa jika Guixian itu adalah Kyuhyun begitu? Donghae, Listen! Kau sendiri yang tidak percaya sejak awal, jangan membuatku bingung" Siwon kembali duduk. Memperhatikan Kyuhyun lebih lekat.

"A-aku.. itu.. Ah sudahlah.." Donghae duduk membelakangi Siwon, semua yang ia lihat dan lewati begitu tidak masuk akal, begitu mustahil untuk ia cerita. Terlalu terlontar jauh dari nalar logikanya.

"Aku tidak tahu harus bagaimana sekarang.." Lirihnya. Siwon menunduk. Niat awalnya menemukan Kyuhyun sudah selesai, Kyuhyun muncul sendiri, lalu apa ia tidak perlu bertemu Iceman lagi? Lalu Guixian, dimana anak itu? apa ia masih mengejar Iceman seperti sumpahnya?

"Kita melanjutkan perjalanan" Putus Siwon, Donghae beranjak duduk disampingnya, di atas sebuah batu besar di tepi sungai.

"Apa? Kyuhyun is here Siwon, apa yang kau fikirkan? Untuk apa kita mencari masalah dengan makhluk mengerikan itu?"

Donghae menepuk bahu Siwon, mencoba menyadarkan tentang langkah besar yang akan mereka tempuh. Siwon terdiam, ia teringat dengan Guixian, biar bagaimanapun, namja itu sudah berapa kali menolongnya, membesarkan tekadnya untuk menemukan Kyuhyun, apapun yang terjadi.

"Kita mencari Guixian, bukan Iceman"

"Apa?"

"Ya, untuk membuktikan kecurigaanmu tentang Guixian dan Kyuhyun, apa cukup"

Donghae memijit pelipisnya, nafasnya naik turun, ia melirik Kyuhyun lalu Siwon bergantian.

"Terserah kau, tapi jika kau membawa Kyuhyun ataupun aku dalam kesulitan, kau akan berhadapan denganku Siwon, bukan Iceman, ingat itu"

Siwon tersenyum, ia menggenggam jemari pucat Kyuhyun yang mulai menghangat.

...

Lutut Yunho bergetar, apalagi sejak satu jam lamanya ia harus menghadapai kemarahan sang tuan, Iceman. Jemari tuannya itu terkepal dengan buku-buku membiru, wajah dan bahkan hampir seluruh tubuhnya berubah warna menjadi biru es, sangat beku. Kamar yang awalnya terlihat rapih kini berubah berantakan dengan sudut-sudt kamar dipenuhi bunga es.

"Sudah aku katakan berulang kali, agar menjaganya dengan baik"

"Ampun.. ampun tuanku, hamba bersalah, hamba telah lalai" Yunho membungkuk, dengan tubur bergetar hebat.

Ctaarrr.

Braak.

Tubuh Yunho melayang beberapa meter sebelum jatuh menghantam ranjang antik dengan tirai merah itu, Yunho memegangi dadanya yang terasa membeku, matanya bisa menangkap bagaimana aliran es keluar dari punggung sang tuan, membentuk seperti pecut berwarna biru dan menarik kakinya, membenturkan tubuhnya cepat.

"A-ampun tuan.." lirihnya sangat pelan.

"Kau sudah membuang kesabaranku Yunho, kau sudah tidak berguna"

Ctaarr.

Tubuh Yunho kembali terangkat, melayang dengan kepala berada dibawah, menggantung. Kepala Yunho serasa mati, aliran darah berkumpul di otaknya, ia meringis, kepalanya menjadi dingin. Sangat.

Drap. Drap drap.

Suara langkah kaki membuyarkan konsentrasi Iceman, pecut yang muncul dari balik tubuhnya menghilang, mengntarkan Yunho terjerembab ke lantai marmer tua. Wajah biru Iceman berubah normal, menjadi putih pucat seperti kertas.

"Sepertinya kita kedatangan tamu"

Yunho merintih, mencoba bangkit, berjalan setia dibelakang Iceman. Sebagai salah satu makhluk yang diciptakan oleh makhluk es itu, membuat jantungnya separuh dikendalikan oleh Iceman, menjadikan dirinya tunduk patuh sepenuhnya.

"Well.. Selamat datang" Iceman berjalan angkuh menuruni anak tangganya, matanya tidak lepas dari sosok yang berdiri tegak di depan pintu mansionnya.

"Aku tidak sangka kau bisa menemukanku, menemukan mansion tuaku ini" Iceman berdiri beberapa meter dari sosok itu.

"Ini bukan mansionmu, ini mansion milik kami"

Iceman tertegun, suara itu benar-benar menggugahnya untuk tertawa.

"kau tahu, aku sangat merindukan suaramu, sangat merdu" Iceman berjalan maju.

"Cih" Decihan itu membuat mata iceman memicing, ia menyeringai, semakin mendekat hingga hanya berjarak 3 langkah dari sosok berpakaian serba hitam itu.

"Well kalau begitu, sebaiknya aku mengatakan, Selamat datang kembali..Guixian"

...
Siwon mengusap dahi Kyuhyun yang berkeringat dalam tidurnya, wajahnya gelisah, Donghae mengernyit takut.

"Is he okay?"

Siwon mengangguk.

"Dia hanya bermimpi buruk" Siwon menepuk-nepuk pipi Kyuhyun, mencoba menyadarkan namja itu.

"Uhuk..uhuk.." Kyuhyun terbatuk, Siwon membantunya untuk bangkit duduk, memberinya air minum lalu menyandarkan tubuh Kyuhyun di dadanya.

"Wonnie.." Lirih Kyuhyun. Siwon memeluk Kyuhyun erat.

"Ne, ne, aku disini sayang" Siwon mengecupi pucuk kepala Kyuhyun lembut.

Donghae tersenyum, sudah lama ia tidak melihat pemandangan seperti ini, saat sahabatnya, dan namja yang sudah ia anggap adik sendiri saling memadu kasih, Kyuhyun melirik Donghae, ia tersenyum lemah.

"hae hyung.."

"Ne, saeng.." Donghae menggenggam tangan kanan Kyuhyun.

"Aku senang bisa bertemu kalian lagi" Kyuhyun berbisik lirih, ia tersenyum, semakin senang. Siwon memeluknya makin erat, menggenggam tangan kiri Kyuhyun posesif.

...

Kyuhyun menyelimuti Donghae yang terlelap nyenyak di atas bebatuan kecil berbantalkan ransel, Ia mendekati Siwon yang duduk di tepi sungai di atas batu terbesar.

"Melamun?"

Siwon tersenyum, membuka lengannya, meminta Kyuhyun agar masuk kedalam rengkuhan tubuhnya. Kyuhyun menurut, ia juga benar-benar merindukan Siwon.

"Aku merindukanmu hyung" Kyuhyun berbisik di dada Siwon.

"nado sayang, aku juga sangat merindukanmu" Siwon mengusap lengan Kyuhyun lembut, mengecup dahinya sayang.

"..."

"Aku tidak menyangka bisa bertemu lagi denganmu, di tempat ini" Siwon mengangkat Kyuhyun ke atas pangkuannya, memeluknya dari belakang.

"Aku juga hyung.."

"lalu, bagaimana kau bisa kabur sayang?" Siwon mau tidak mau tetap penasaran bagaimana Kyuhyun bisa berada di tempat yang sama dengannya, dengan tubuh penuh luka.

"Aku..aku..aku melompat dari mansion menyeramkan itu hyung, mansion yang penuh dengan kegelapan, mansion tua yang.." tubuh Kyuhyun bergetar, menegang.

"Sssstt.. tenanglah.." Siwon membalik tubuh Kyuhyun dengan memeluknya ala koala, ia menangkup wajah Kyuhyun, mengamati wajah ketakutan namja pemilik hatinya itu, pipi yang sedikit tirus dan mata yang berlingkar hitam, Siwon mengecup dahi Kyuhyun, lalu bergerak ke kedua pasang matanya, menggeser ke pucuk hidung, kedua pipi, lalu perlahan berhenti di depan bibir plumy yang tidak berubah dari wajah Kyuhyun, Siwon bernafas pelan di depan bibir itu tanpa membuka matanya, mengecupnya ringan berulang kali, sebelum melumat bibir Kyuhyun dalam, mengisap bibir-bibir manis itu ke dalam mulutnya. Siwon menahan kepala Kyuhyun, menariknya semakin merapat ke wajahnya. Kyuhyun melingkarkan lengannya di leher Siwon, tangannya meremas rambut Siwon gemas.

"hhhh..hhh.." Kyuhyun menarik nafas dengan rakusnya saat ciuman dalam mereka terputus, Siwon menyeka saliva yang menghiasi bibir Kyuhyun dan bibirnya. Ia tersenyum, masih dengan dahi yang melekat, saling menggesekkan hidung masing-masing. Mereka tertawa kecil.

"It was awesome" Bisik Kyuhyun, Siwon mengecup bibir Kyuhyun sekali lagi sebelum memeluk tubuh namjanya.

"It always awesome babe" Siwon menggoyang-goyangkan tubuh Kyuhyun dalam pelukannya. Menikmati momen kebersamaan mereka yang sempat terputus.

...

Guixian menatapi Iceman yang mengelilingi tubuhnya, mata tajamnya berusaha menangkap gerak-gerik makhluk immortal itu dengan seksama.

"Aku tidak menyangka, kalian bersedia menukar diri" Iceman menyentuh rambut Guixian, memilinnya, lalu menariknya dalam gerakan cepat, Guixian mendongak dan meringis pelan.

"Ah, bukan bersedia, tapi salah langkah" Lirihnya meniup permukaan tangannya di mana ada beberapa helai rambut Guixian disana.

Guixian menahan nafasnya saat Iceman mencengkeram rahangnya kuat, jemarinya terkepal menggenggam ujung samurainya, Tidak! Ia tidak boleh gegabah, salah melangkah maka rencananya bisa jadi akan gagal. Guixian melonggarkan genggamannya, ia mengatur nafasnya menjadi tenang lalu menyeringai, membuat Iceman melepas cengkramannya.

"Aku fikir ini langkah yang paling tepat" Iceman mengernyitkan dahinya, ia memandang Guixian dalam sebelum mata yang ia pandangi berubah merah darah, menyala.

"Wow, ini akan menyenangkan Guixian"

"..."

Iceman melangkah membelakangi Guixian yang sudah kembali normal, nafasnya teratur bersamaan dengan warna matanya yang kembali menjadi caramel.

"Aku tidak sabar menunggu mereka"

Guixian menunduk, ini mungkin sangat berbahaya, namun, hanya ini satu-satunya cara mengembalikan kejayaan mereka yang sudah terenggut beratus-ratus tahun yang lalu.

Ya, jika kalian berfikir siapa Guixian, maka kalian akan dihadapkan dengan makhluk yang kalian sangka berasal dari neraka, penguasa api, ia mampu menggenggam api dalam tangannya, membakar semua hal yang ia inginkan, bahkan mengirim panasnya melalui telepati. Guixian bukanlah namja biasa, ia terlatih untuh bertarung, ia sudah mengalami kekalahan, dan tidak ingin mengulangnya kini.

"Perlu kutunjukkan kamarmu Prince?" Iceman menyeringai di ujung tangga. Guixian melangkah mendekati Iceman yang menuntunnya menuju 'kamar' yang ia maksud, ia harus bertahan dengan permainan ini, atau ia akan kalah untuk kesekian kalinya.

"Suatu kehormatan bagiku"

"..."

"Selamat beristirahat, aku harap kau punya banyak tenaga nanti"

...

"Apa? Jadi kau juga berfikiran sama dengan Siwon?" Donghae memekik tidak percaya dengan ucapan Kyuhyun, baru saja namja manis itu menyetujui keinginan Siwon untuk mencari Guixian.

"Aku dengar namja bernama Guixian itu banyak menolong kalian, jika ingin mencarinya? Kenapa tidak?" Kyuhyun mengerjapkan matanya polos, Siwon setia disampingnya, mengasah pedang pendeknya.

"No, No, No, jangan menambah Kyu, ingat apa yang Iceman lakukan padamu? Kau ingin mengulanginya huh?" Donghae menggeleng di depan Kyuhyun.

"Siapa yang bilang kita akan bertemu Iceman, kita hanya mencari Guixian"

Siwon angkat suara, ia merangkul bahu Kyuhyun, lalu tersenyum.

"Ya, aku setuju dengan Siwon, ayolah hae hyung, pleaseee" Jawab Kyuhyun mantap, matanya menyiratkan keinginan yang kuat untuk bertemu Guixian, Donghae bisa apa, 2 lawan 1, tentu saja ia kalah. Maka dari itu Donghae mengangkat kedua tangannya di depan wajah.

"Fine, aku menyerah, kita mencari Guixian"

Kyuhyun dan Siwon tertawa melihat Donghae yang menggerutu menyiapkan perlengkapannya, membereskan bekas 'rumah' mereka.

Siwon menatap Kyuhyun, mengira jika ini hanya mimpi, ia kembali tersenyum dan tanpa diduga Siwon mendaratkan kecupannya di pelipis Kyuhyun.

"Aku benar-benar senang kau kembali"

Kyuhyun mengelus pipi Siwon.

"Aku juga hyung"

Siwon mengelus pipi Kyuhyun sebelum membantu Donghae mengemasi barang bawaan mereka. Tanpa ia perhatikan Kyuhyun menatap jauh dengan pandangan kosong, nafasnya bahkan tidak berhembus beberapa menit sebelum ia tersenyum tenang, kembali normal.

...

Jaejoong berjalan cepat menembus beberapa ranting pepohonan di hutan, ia tidak menghiraukan kakinya yang lecet akibat terburu-buru menuju mansion megah tua di tengah hutan hujan itu, ia perlu memastikannya sendiri, apakah yang dikatakan Yunho itu benar atau hanya kebohongan.

Drak.

Pintu ruangan megah yang terbuat dari kayu antik terbuka pelan, Sungguh jaejoong tidak ingin bertemu Iceman untuk saat ini, apalagi setelah ancaman yang ia terima waktu itu.

Jaejoong berlari cepat menaiki anak tangga, hidungnya mendengus, mencari aroma tubuh yang sudah lama tidak ia temui. Dan langkah Jaejoong terhenti di depan sebuah pintu berkayu pinus, ia mengatur nafasnya sebelum mendorong pintu yang tidak tertutup rapat itu.

"Guixian.." Lirihnya, ia tidak salah, namja yang berdiri memunggunginya sekarang itu benar-benar Guixian, Guixian yang sama seperti yang pernah Siwon ceritakan, tapi kenapa? Kenapa namja itu ada disini, bukankah tempat ini berbahaya baginya.

Guixian berbalik, bibirnya melengkungkan senyuman kecil.

"Jae.."

Bruk.

Tubuh jaejoong seakan melayang, terbang ke dalam pelukan Guixian, lengannya melingkar di leher Guixian, memeluknya erat.

"Akhirnya aku bisa bertemu denganmu" Lirih jaejoong, tidak bisa ia pungkiri, sudah lama ia tidak bertemu Guixian, sejak peristiwa itu, saat dirinya, Kyuhyun dan Guixian terpisah. Ia sama sekali tidak mengira Guixian masih hidup, namun setelah Siwon mengatakan tentang namja yang sangat mirip dengan Kyuhyun padanya, ia mulai ragu, ragu akan berita kematian Guixian, ia mulai merasa jika namja bernama oriental itu masih hidup. Guixian, Guixian mereka masih hidup.

"Kau selamat?"

Guixian melepas pelukannya lalu mengangguk, ia menggenggam samurai yang tidak pernah lepas dari pinggangnya.

"Berkat benda ini"

Jaejoong tersenyum, paling tidak ia bisa bernafas lega, namun ia kembali mengingat satu hal.

"Apa yang kau lakukan disini, tempat ini bahaya untukmu" Jaejoong menggenggam jemari Guixian.

"Tidak, aku terlahir sebagai petarung, aku tidak akan menyerah begitu saja, lagipula.." Ucapan Guixian menggantung, ia menatap jauh dari arah balkonnya.

"Sudah terlambat untuk mundur, Iceman telah menabuh genderang peperangannya.. kita tidak akan mampu mengelak"

"tapi.. kau berada disini, berarti.."

"Tidak, ini caraku jae.. aku mohon percaya padaku, lagipula Queen Kyuhyun sudah memberi izin padaku" Lirih Guixian.

"..."

"Akan aku kembalikan kejayaan kita"

TBC..

Naaaahhh, sisa 1 ronde lagi eh 1 chapter lagi sebelum ff ini END, why? Semua rahasia akan terbongkar saat Iceman bertemu Siwon Cs.

Ada yang penasaran?

Atau ada yang bosan dengan genre begini?

Sebenarnya qai tau ff kayak gini itu ga banyak yang berminat, but tenang, bentar lagi end hihihii

So, can u wait for me?

LOVE

QAI_