Qtalita
.
.
Wonkyu
.
Last Chapter
.
.
Guixian membuka pelan matanya, pandangannya kabur sepintas sebelum dahinya mengerut, ia menggerutu. Berusaha bangkit namun terjatuh kembali.
Siwon, Donghae dan Kyuhyun berdiri di depan salah satu gerbang, dengan Siwon masih mengacungkan panahnya, ia tersenyum senang, salah satunya menyentuh Iceman, Donghae yang akhirnya menyadari duluan jika Jaejoong juga berada disana, terpaku di gerbang dengan sekeliling tubuhnya di selimuti es.
"Jae!" Donghae mendekati Jaejoong memukul es yang sepertinya membuat tubuh jaejoong membeku. Kyuhyun yang masih memandangi Guixian akhirnya mengangkat kaki, mendekati namja yang sekilas sangat mirip dengannya itu, ia menaikkan kepala Guixian di pangkuannya.
"Well, ini seperti sebuah reuni kecil, eum jika tidak termasuk namja itu" Iceman menunjuk donghae yang tengah menarik Jaejoong keluar dari cengkraman es.
Dahi Siwon mengernyit, ia menurunkan panahnya berganti dengan sebilah pisau bermata dua yang ia genggam dengan kuat. Iceman berjalan tenang mendekati Siwon, ia memandang Siwon dari ujung kaki hingga ujung rambut.
"Sedikit berubah, namun tetap berkarisma"
Kyuhyun memandang Iceman seakan berkata untuk tidak mengungkapkanya sekarang. Iceman terkekeh, ia kini berjongkok di depan Kyuhyun, memiringkan kepalanya.
"Sepertinya namja cantik ini lupa memberitahumu Siwon, atau.."
"..."
".. mereka memang sengaja menutupinya darimu"
Siwon memperhatikan Kyuhyun dan Guixian bergantian, tidak lupa ia melirk jaejoong dan Yunho. Ada apa ini?
"Apa maksudmu?" Siwon menurunkan pisaunya. Iceman memasang wajah tertarik
"Wow, jadi benar perkiraanku? Kau tidak tahu apa-apa?"
Yunho memandang Jaejoong yang sudah sadar, lalu Kyuhyun dan Siwon. Ia mengepalkan tangannya.
"beratus-ratus tahun silam, di sini, mansion tua dan megah ini terjadi peperangan besar, perebutan kekuasaan, dan cinta"
"..."
"Sayang sekali semuanya harus jatuh disaat yang tidak diinginkan, Seorang Bloody witch, yang seharusnya bisa menjaga clannya harus mati didepan rakyatnya, terkapar tidak berdaya.. di tanganku"
Siwon memasang kuda-kudanya saat Iceman membungkuk, meraih dua katana yang ia ketahui milik Guixian.
"Ia tertidur untuk selamanya, namun meninggalkan kekuatan besar untuk penerusnya, meninggalkan seorang ratu, dan.. anak"
Iceman memainkan katana di tangannya, lalu mengangkat bahu.
"Sayang sekali, ia belum membekali sang anak dengan kekuatan yang benar-benar bisa membunuhku"
Siwon terdiam, ia masih tidak mengerti. Iceman menancapkan kedua katana itu ke tanah.
"Ini sudah tidak berarti apa-apa, meskipun Bloody Witch terlahir kembali, bereinkarnasi kembali, namun ia terlahir menjadi seorang manusia biasa"
Siwon menunduk, dahinya mengernyit.
"manusia yang bahkan tidak menyadari siapa dirinya sendiri"
Siwon tertegun. matanya bergerak gelisah, ia mengumpulkan sesuatu dari apa yang Iceman ungkap, mulai dari pertemuannya dengan Kyuhyun dan Jaejoong, saat Kyuhyun menghilang, lalu Guixian muncul, dan kini.. ia sama sekali tidak merasa ketakutan apapun meski ia berada di tengah-tengah arena yang bisa saja membunuhnya.
Siwon melirik Kyuhyun dan Guixian, 2 namja dengan wajah yang sama, ia tidak pernah tahu berapa umur Kyuhyun, atau Guixian. Ia tidak pernah tahu darimana Kyuhyun berasal, ia bahkan tidak memiliki niat untuk bertanya, Siwon memandang Guixian, mata itu berwarna caramel namun tajam seperti matanya. Tubuh putihnya seperti begitu ringkih namun sangat kuat, seperti tubuhnya. Rahang tegas, seperti dirinya, dan senyum kekanakan, seperti Kyuhyun. Ada apa ini?
"Selamat datang kembali Bloody Witch"
Siwon menjatuhkan pisau di tangannya, ia terjerembab ke permukaan tanah, berlutut, kepalanya terasa sakit, seperti dihantam godam. Ia berteriak, disaat yang bersamaan Iceman menghantam tanah dengan kekuatan miliknya, membuat tanah yang tenang menjadi bergetar, terpecah, menuju ke arah Siwon.
Sedetik lagi serangan itu mencapai tubuh Siwon seandainya sebuah lapisan es tebal tidak menjadi dinding di depan Siwon.
Siwon yang baru terlepas dari masa transisinya membuka mata, ia menatap Kyuhyun yang berdiri di depannya, merentangkan tangan, lapisan es tebal semakin bertambah tinggi, membentuk dinding yang cukup melindungi mereka.
Siwon mendapatkan semuanya, semua yang sempat ia lupa atau memang pernah terjadi di kehidupan sebelumnya, kenangannya bersama Kyuhyun, clan nya, dan juga Guixian.. anaknya.
Ia mengingat semuanya, saat Iceman atau dulu lebih ia kenal dengan panggilan Kibum, memberontak ingin menguasai clan nya, membunuh orang tua Siwon, bahkan orang tua Kyuhyun yang juga orang tuanya dan Jaejoong.
Siwon menatap Guixian yang masih terbaring hampir tidak sadarkan diri, memeluk namja itu.
"Anakku.." lirihnya. Siwon mengingat Guixian sekarang, namja kecilnya, namja yang terlahir dengan kemampuan seperti dirinya, ia tidak menyangka anaknya tumbuh kuat seperti ini.
Kyuhyun jatuh terduduk, tenaganya terkuras habis, ia melirik Jaejoong yang dirangkul Donghae dan Guixian di pangkuan Siwon. Ia tidak boleh menyerah, mereka tidak boleh jatuh lagi.
Kyuhyun berusaha bangkit, dari tangannya sebuah kekuatan putih menyebar, ia melangkah, Tidak,! Sedikit melayang menembus dinding pertahanannya, seringai tercipta dari bibirnya saat Iceman muncul di depannya.
"kau berurusan denganku sekarang" Suara Kyuhyun terdengar lebih dingin dari biasanya, menggetarkan Yunho yang terpaku di tempatnya. Ia melangkah pasti hingga berjarak beberapa langkah dari Iceman. Tangannya membuka, menyebarkan hawa yang sangat dingin bahkan mampu Iceman rasakan.
Mata caramel itu berubah putih, seakan tidak memiliki bola hitam, tubuhnya melayang beberapa senti, Kyuhyun muncul dengan sosok berbeda, Yunho menatap iceman dan Kyuhyun bergantian sebelum melirik katana yang menancap beberapa meter dari tempat ia berdiri, ia harus membuat keputusan, Yunho bergerak perlahan, agar Iceman tidak memperhatikannya, mencabut katana-katana itu dan menatap Jaejoong lama, ia tersenyum. Sudah saatnya Yunho berada disisi yang benar.
"Jae.." Yunho berbisik lirih di depan lapisan es tebal namun transparan, ia mengetuk-ngetukkan katana milik Guixian beberapa kali hingga Jaejoong menyadarinya, mata cantik itu berkedip-kedip sebelum ia mendorong Donghae agar memapah dirinya mendekati Yunho.
"Entah bagaimana caranya, ambil ini" Yunho melirik iceman yang masih terpaku pada sosok Kyuhyun sebelum mengetuk lapisan es lagi.
Jaejoong mengangguk, ia memejamkan matanya, berkonsentrasi, tangannya terjulur ke depan dan dengan sekali hentak ia menembus lapisan itu, sangat halus. Sedikit lagi jaejoong meraih katana kebanggaan clannya saat..
Brakkkk.
Praanng.
"Aaarrrgghhh"
.. Iceman menyadari apa yang mereka lakukan, tubuh Yunho terjerembab, setelah menampar dinding, katana-katana itu terhampas sedikit jauh, sedangkan lapisan pelindung yang Kyuhyun buat kini pecah berkeping-keping.
Konsentrasi Kyuhyun ikut terpecah, dan itu tidak Iceman lewatkan, dengan hempasan yang kuat, tubuh Kyuhyun terdorong beberapa meter, tubuhnya mengejang, Kyuhyun menahan serangan dengan menghembuskan cahaya putih dari tangannya. Tubuh iceman membeku, benar-benar beku. Kyuhyun terjatuh dengan tubuh lemah, kekuatannya memang besar, namun ia sudah berjanji untuk tidak menggunakannya lagi.
Guixian terduduk dengan Siwon yang menahan bahunya, Siwon mendekati Kyuhyun setelah memastikan kondisi Guixian telah pulih. Ia merangkul bahu Kyuhyun yang berkeringat deras, Siwon menatap sekelilingnya, ia merasa tidak berguna, seharusnya ia bisa melindungi mereka.
"Damn" Siwon marah pada dirinya sendiri.
Tubuh Iceman masih dalam kondisi beku, Siwon membutuhkan cara agar bisa melenyapkan makhluk mengerikan itu. Pandangannya seakan diperintah untuk menatap katana di dekat gerbang terakhir, ia meletakkan Kyuhyun, kakinya melangkah ragu namun ia merasa perlu untuk mencoba, ia ingat, dulu.. ya beratus-ratus tahun yang lalu, katana itu setia di masing-masing pinggangnya, jika saja ia terlahir kembali, tidak menutup kemungkinan katana itu akan bekerja padanya.
Siwon menggenggam sebuah katana, matanya nyalang mencari satunya lagi yang menancap di gerbang ke dua.
"Well, kau mau mencoba?"
Deg.
Siwon menatap waspada Iceman yang merentangkan tangan, sepertinya sihir Kyuhyun tidak bertahan lama padanya, ataukah memang seperti itu karena mereka berdarah sama.
Siwon memasang kuda-kuda, meski hanya berbekal katana yang belum ia rasa bereaksi pada tubuhnya.
"Aku rasa ini saatnya kau kembali mati.. di depan clan mu"
Sraak.
Trang.
Siwon dengan lincah berkelik, menghancurkan serangan Iceman dengan sekali tebasan katana di tangannya, dahi Iceman berkerut kagum.
"Hebat juga, kita coba sekali lagi"
Srak.
Sraak..
Sraak.
Trang.
Siwon kembali bergerak, menghempaskan tubuhnya menumbuk pecutan es yang Iceman lemparkan ke depan Kyuhyun, ia meringis sebelum menahan serangan dengan katana, menebas-nebaskan benda tajam itu ke udara berulang kali.
"Hhh.. hhh.. hhhh..." Siwon menahan tubuhnya dengan berlutut, keringat mengalir dari pelipisnya, tubuhnya serasa remuk. Guixian menepuk bahu Siwon, Siwon mengernyit, wajah Guixian terlihat seperti tak bernyawa, Guixian melirik Donghae yang melemparkan satu katana lainnya.
"Kita selesaikan bersama.. Appa"
Siwon tersenyum, mengangguk. Ia hendak berdiri sebelum Guixian menarik lengan kirinya. Namja muda itu membuka telapak tangan Siwon, mengiris kecil hingga beberapa tetes darah mengalir, Siwon ingin bertanya namun segera Guixian bungkam dengan meletakkan katana itu di telapak Siwon.
Siwon merasakannya, aliran darahnya menjadi panas, dari jari-jemari hingga keseluruh tubuhnya, jantung dan otaknya seakan sinkron, berdetak dan berputar cepat. Siwon mengedip-ngedipkan matanya yang terasa panas dan perlahan berubah merah, kelam. Katana-katana ditangannya mengeluarkan cahaya.
Iceman yang memperhatikan itu memasang kuda-kuda, rahangnya mengeras, bagaimana mungkin Siwon yang terlahir kembali mampu membangkitkan kekuatannya, bukankah Siwon hanya manusia biasa, ataukah..
"Iceman, mungkin waktumu telah habis" Guixian melangkah mendekati Iceman dengan pandangan menusuk, rambut legamnay kembali memutih, mata memerah dan cahaya merah mengelilingi tubuhnya. Iceman mengeluarkan serangan, menutupi tubuh Guixian dengan kepingan Es, mulanya ia merasa berhasil, namun matanya memicing ketika kepingan itu meleleh bagai terkena panas api, Guixian melangkah lebih kokoh, kekuatannya terasa membesar,ia membuka genggaman tangannya, memunculkan bola api yang cukup besar.
Sraaakk.
Guixian melempar bola-bola api yang keluar dari tangannya secara terus menerus ke arah Guixian, namun Iceman tidak selemah itu, ia memadamkan api dengan hembusan kristal esnya.
"tidak semudah itu bocah nakal" Iceman melontarkan hembusan yang cukup keras hingga tubuh Guixian terjerembab, Iceman mengucap mantra yang membuat tubuh Guixian terangkat, Guixian berusaha melepas cengkraman ditubuhnya namun kekuatannya melemah, nafasnya memendek.
"Satu persatu.. Guixian" Iceman menarik Guixian ke arahnya, mencengkram lehernya dengan kuat, airmata Guixian menetes.
"Saatnya kau mati"
SRAKKK.
BRUUKK.
Bertepatan dengan itu Siwon yang telah menguasai tubuh barunya menebaskan katana di tangan kanannya, cengkraman di tubuh Guixian terlepas membuat tubuh itu terhempas ke tanah dan kehilangan kesadarannya. Iceman membulatkan matanya terkejut, Siwon muncul dengan mata menyala dan katana berwarna terang, wajahnya memerah marah.
Sret..
Srett..
Sreet..
Iceman mengeluarkan kekuatan terbesarnya namun dengan mudah Siwon halau dengan membuat perisai tidak kasat mata di sekelilingnya. Iceman menatap kedua jemarinya, ia tidak percaya jika kekuatannya bahkan tidak mampu menembus perisai milik Siwon, bukankah dulu ia pernah mengalahkan Siwon? Mata Iceman tertuju pada sebuah gelang yang terpasang di lengan kiri Siwon, gelang yang pernah ia lihat dikenakan Guixian. Iceman mengalihkan pandangannya ke tubuh Guixian yang terbujur lemah, benar saja, gelang itu sudah tidak ada di lengannya.
Iceman mundur beberapa langkah. Tubuhnya kaku. Gemetar. Berbeda dengan Siwon yang melangkah maju, menyeret katananya. Siwon berhenti 6 langkah di depan Iceman, menatap Iceman dengan pandangan menyeringai.
"Iceman.. Kibum.." Datarnya, ada suara berbeda dari mulut Siwon, sedikit berat dan penuh penekanan.
"..."
"Ku kembalikan kau ke neraka"
Siwon menancapkan kedua katananya ke tanah, membuat gelombang kecil namun cukup melelehkan semua kristal es disekitarnya dan melempar tubuh Iceman menumbuk dinding. Tidak berhenti sampai disitu, Siwon memejamkan matanya, dan saat terbuka, tubuh Iceman dipenuhi cahaya merah hingga merobek seluruh tubuhnya tak bersisa.
Gelombang itu mereda, menyisakan abu yang beterbangan, Siwon merasa tubuhnya tidak bertenaga, ia berlutut sebelum terjatuh, tidak sadarkan diri.
...
...
Siwon membuka matanya yang terasa berat dan panas, semuanya buram sejenak lalu menjadi terang dan wajah Kyuhyunlah yang pertama ia temui, ia berusaha tersenyum namun kepalanya seakan berputar.
"Ssstt, pelan-pelan" Kyuhyun membantu Siwon untuk bangkit dan bersandar di kepala ranjang, dahi Siwon mengernyit, sejak kapan ia berada di tempat ini, di sebuah kamar besar dengan ornamen klasik dan ranjang bertirai beludru.
"Semuanya telah berakhir Siwon" Kyuhyun tersenyum sambil membelai wajah Siwon, namja itu mengecup jemari Siwon.
"Ugh.." Kepala Siwon berdenyut, Kyuhyun berubah khawatir.
"Ada apa? Apa sakit? Aku akan memanggil Jaejoong" Kyuhyun akan bangkit namun lengannya ditahan, Siwon menggeleng.
"Kalian membohongiku" Datarnya. Kyuhyun menggigit bibir bawahnya, ia duduk di samping ranjang dengan menunduk.
"Siwon, a-aku.."
Chup.
Siwon tidak membiarkan Kyuhyun untuk berbicara, ia mengulum bibir Kyuhyun dalam, menuntut bibir itu menari bersamanya.
"Aku tahu kau tidak bermaksud seperti itu, lalu dimana kau menyembunyikanku sekian lama" Siwon berbisik di depan bibir Kyuhyun sebelum ia membawa namja manis itu untuk duduk di pangkuannya, memeluk Kyuhyun dari belakang. Kyuhyun menyamankan posisinya, bersyukur Siwon sama sekali tidak marah dengan sandiwara yang mereka telah buat.
"Kami menyembunyikanmu setelah Iceman tertidur panjang, aku dan Jaejoong yakin kau tidak sepenuhnya mati, maka malam itu Guixian mencoba masuk ke mansion, menyelinap ke ruang bawah tanah dimana jasadmu berada, anakmu itu sungguh cerdas, ia berhasil membawamu ke tempat kami" Kyuhyun tersenyum, memainkan jemari Siwon.
"Gudang di dekat pelabuhan itu?"
Kyuhyun mengangguk. Melanjutkan ceritanya.
"jaejoong merasakan denyut nadimu masih berdetak, ia meletakkanmu disebuah ruangan penuh mantra, namun celaka, Guixian tertangkap oleh Yunho, kaki tangan Iceman, Yunho mengirim jasad hangus dengan pakaian milik Guixian, aku terpukul detik itu juga, berfikir jika anak kita sudah tidak ada. Berpuluh-puluh tahun lamanya kami menutup diri, hingga suatu malam kami bertemu Donghae yang sekarat"
"..."
"Donghae hilang ingatan, lalu Jaejoong mendapat ide besar, saat Donghae terbangun kami bersandiwara sebagai saudaranya"
Siwon memeluk Kyuhyun erat, begitu banyak yang ia lewatkan, begitu banyak penderitaan yang Kyuhyun alami tanpa dirinya.
"Donghae namja yang penuh rasa ingin tahu, suatu hari ia menemukan ruanganmu, untung saja Jaejoong datang disaat yang tepat. Malam setelahnya kami gelisah, purnama ke 200, Iceman akan bangkit menjadi sosok yang tidak terkalahkan"
"..."
"Kami berfikir untuk menjalankan rencana terakhir, menghidupkanmu lagi"
Kyuhyun menegang, Siwon yang mengerti mengecup bahu namjanya.
"Lalu kau bertingkah seolah kita bertemu tidak sengaja hingga berulang kali?"
Kyuhyun tersenyum, ia mengangguk.
"Aku hanya berusaha agar kau tertarik padaku, dan itu berhasil" Kekeh Kyuhyun, Siwon membalik tubuh Kyuhyun menyusuri wajah Kyuhyun dengan jemarinya.
"Tidak ada alasan aku tidak tertarik padamu" Lirihnya. Kyuhyun mengecup bibir Siwon.
"Lalu guixian datang disaat yang tepat, kau seharusnya berterima kasih pada anakmu itu" Kyuhyun menggigit bibir bawah Siwon, lalu menyatukan dahi mereka.
Siwon melirik gelang berbatu emerald merah di lengan kirinya, gelang yang ia berikan pada Guixian saat namja itu lahir, ternyata memberinya kekuatan besar saat bertarung. Mengingat Guixian, Siwon seketika menegang.
"Dimana Guixian? Apa dia baik-baik saja?" Siwon membelai pipi Kyuhyun, namja berpredikat istrinya itu tersenyum.
"Guixian memiliki kekuatan menyembuhkan dirinya sendiri, kau ingat eunhyuk?"
Siwon mengangguk, mengingat Eunhyuk, namja riang sahabatnya, terlahir sebagai penyihir yang memiliki bakat pengobatan. Namja sama yang menolong Guixian dulu.
"Dia telah melapisi Guixian dengan kekuatannya, tenang saja, Guixian sudah baik-baik saja, sepertinya anak itu tengah asik bermain bersama Donghae"
Siwon bernafas lega, ia memeluk Kyuhyun erat, mengulum bibir Kyuhyun lagi sepintas.
"Aku merindukanmu"
"Aku juga"
"Aku mencintaimu"
"Aku lebih"
Siwon tersenyum sebelum membawa Kyuhyun ke dalam ciuman panjangnya, menikmati kebersamaan mereka yang sempat terputus.
END
Udah END, iya END.. kkkkk
LOVE
QAI^^
