Title: Big Secret
Disclaimer : God & Themselves
Rate : T
Genre : Romance, Drama, Fluffy/?
Cast : Park Chanyeol, Byun Baekhyun
Other Cast: temukan sendiri/?
Warning : OOC, cerita pasaran, alur kecepatan, Typo(s), YAOI, fict enggak nyambung sama judulnya-_-, ceritanya maksain banget
Summary: Kehidupan Chanyeol dan Baekhyun, siswa biasa yang selalu terlihat saling membenci satu sama lain. Tapi, siapa sangka sebenarnya hidup mereka berdua selalu penuh dengan kepura-puraan dan sandiwara di dalamnya? / Yaoi, BL, School-Life, DLDR, RnR please!
.
.
Big Secret © FyxHunKai
Gak suka? OUT!
Masih ga OUT juga? Berarti anda terlalu memaksakan diri/?
No Siders! No FLAME!
.
.
.
[WARNING! TYPO(S) BERKELIARAN!]
.
.
Baekhyun melangkahkan kakinya riang di koridor apartemen itu, dan saat tiba di depan kamar yang bernomor 614 dia langsung mengetikan beberapa digit angka keaman. Saat pintu terbuka, Baekhyun segera masuk dan meletakan sepatunya di rak sepatu dekat pintu masuk apartemen itu. Baekhyun tersenyum tipis saat matanya mengangkap seseorang sedang melihat televisi dengan santai tanpa mengetahui kedatangan Baekhyun sedikitpun.
Baekhyun menghempaskan tubuhnya di sofa yang sama dengan orang itu dan membuat orang tersebut sedikit terkejut dengan kehadiran Baekhyun di sampingnya.
"menikmati kencanmu dengan namja itu heh, Park Baekhyun?"
[Chapter 2]
"jangan mulai lagi, Park." Gumam Baekhyun.
"aku tidak akan memulainya jika aku tidak melihat sendiri kau dengan 'mesra'nya menggandeng tangan namja itu dan menyentuh wajah jeleknya itu di depanku, Park Baekhyun."
"aish, kau fikir aku juga tak melihatmu merangkul pundak Kyungsoo huh?" sungut Baekhyun kesal.
"aku hanya merangkul pundaknya kau tahu."
"aish aku bisa gila jika setiap ini setiap hari, Park Chanyeol. Kenapa aku bisa menikah dengan namja sepertimu."
"karna kau mencintaiku, Park Baekhyun. Dan aku juga mencintaimu." Chanyeol memeluk Baekhyun dan sesekali mencium pelipis pemuda mungil itu.
"mengejutkan sekali." Balas Baekhyun datar dan mengeratkan pelukan Chanyeol sembari tersenyum simpul.
.
"apakah kau sudah makan malam, Park?" tanya Baekhyun saat retina matanya menangkap Chanyeol yang sedang manatap layar televisi yang sedang menayangkan acara masak itu dengan raut wajah yang –menurut Baekhyun- sangat tidak elit.
"hng? Belum. Aku daritadi menunggumu pulang kencan dengan si Suho itu."
"bisakah kau tidak memulainya lagi Park? Aku sungguh lelah dan kesal denganmu hari ini. sekali lagi kau membuatku kesal aku akan memkulmu."
"aku hanya... YA! Kau sangat tidak sopan memanggil suamimu sendiri seperti itu, Park."
"terserah. Aku tak peduli." Baekhyun membuka tas-nya dan mengeluarkan bungkusan bulgogi yang tadi ia beli untuk Chanyeol.
"makanlah. Tadi kaubilang kau belum makan malam." Ucap Baekhyun setelah meletakan bulgogi itu diatas meja.
"huh? Tunggu. Makanan itu yang membeli kau atau si Suho itu? jika si Suho itu yang membelinya, jangan harap aku akan memakannya."
"makanan itu aku yang membelinya tadi." Jawab Baekhyun datar.
"benarkah? Setahu ku kau itu kan selalu—"
"Kenapa kau hari ini seperti ini sih? Kau menyebalkan sekali tau! Kalau kau tidak mau memakanannya ya tinggal buang saja! Sudahlah aku ingin istirahat." Potong Baekhyun cepat dan bangkit meninggalkan Chanyeol sendiri di ruangan itu.
"kenapa anak itu sensitif sekali hari ini? apakah ia sedang PMS?" gumam Chanyeol pelan. Namun, sedetik kemudian ia melirik bulgogi didepannya dengan pandangan tak bisa diartikan.
"aku tidak akan memakanmu! Kau tahu!" ucap Chanyeol memelototi bulgogi di depannya itu.
'kryuuk'
"ah sial! Kenapa parutku harus berbunyi di depanmu? Aku jadi tidak tega membiarkan pengemis-pengemis di dalam perutku kelaparan. Ini semua salahmu! Baiklah aku akan memakanmu jika kau memaksa."
"ternyata, kau sangat enak ya. Baiklah aku akan menghabiskan mu. Hahaha." Baekhyun sudah sering mengatakannya kan jika Chanyeol itu idiot? Ya memang, dia memang idiot dan sedikit err—.
.
"baby, apakah kau sudah tidur?" tanya Chanyeol saat menemukan Baekhyun sudah berbaring di ranjang mereka dengan selimut yang menutupi seluruh tubuhnya. Chanyeol ikut mambaringkan tubuhnya di samping Baekhyun dan membenamkan tubuh mungil itu di dekapan besarnya.
"aku tahu kau belum tidur baby"
"..."
"Baekie~"
"..."
"Byun Baekhyun~"
"..."
"Park Baekhyun~"
"..."
"Baby~"
"..."
"istriku~"
"..."
"eomma~" ah tidak! Wajah Baekhyun memerah mendengar panggilan 'eomma' yang Chanyeol berikan kepadanya. Yah, meskipun ia tahu ia tak akan bisa hamil, tapi tetap saja panggilan itu terlalu manis untuk didengarnya dari mulut suaminya sendiri.
"..."
"Ish! Dasar bacon pendek tuli!"
"YA!" Baekhyun membalikan tubuhnya menghadap Chanyeol dengan tatapan tajam dan hanya di balas dengan cengiran bodoh dari Chanyeol.
"baby~ jangan merajuk. Jika kau merajuk, aku akan menginap di rumah Kyungsoo malam ini."
"huh? Apakah kau mengancamku Park Chanyeol? Yasudah sana pergi saja! Menginaplah di tempat Kyungsoo-mu dan tidak usah pulang lagi. Anggap saja kau tidak mempunyai istri dan kita sudah ber-cerai."
"Ya! Kenapa kau berbicara seperti itu? Ish! baby~ jangan merajuk seperti itu. aku minta maaf jika aku salah. Tapi aku mohon hentikan acara mari-merajuk-kepada-Park-Chanyeol mu itu."
"Ya! Apakah kau tidak sadar jika kau itu sangat menyebalkan, Park?" desis Baekhyun mentap Chanyeol mengerikan.
"ya, aku juga tahu jika aku memang menyebalkan. Kyungsoo juga sering mengatakan itu kepadaku." ucap Chanyeol dengan polosnya yang menyebabkan Baekhyun ingin sekali membuang namja di depannya itu ke dalam lubang buaya.
"Ya! Kenapa selalu Kyungsoo Kyungsoo dan Kyungsoo yang ada di kepalamu?! Sebenarnya istrimu itu aku atau Kyungsoo hah? Sana pergi dan nikahi saja Kyungsoo!"
"YA! Park Chanyeol! Cepat sarapan dulu. Kita hampir terlambat bodoh!" Teriak Baekhyun mengahancurkan pagi yang –mungkin- indah itu.
"hmm ne." Chanyeol mengecup pelan bibir Baekhyun. "Morning kiss baby~ hehe." Chanyeol menduduki kursi makan yang ada di depan Baekhyun dan mulai memakan roti panggang buatan Baekhyun.
"ingat! Jangan membuatku terlalu kesal hari ini atau aku akan berbuat sesuatu yang lebih menyebalkan dari kemarin." ucap Baekhyun setelah menegak susunya.
"hmm. Dan kau baby, Jangan terlalu berdekatan dengan si malaikat pencabut nyawa itu. aku tak suka melihatkau berdekatan dengannya." Chanyeol sedikit memajukan bibirnya dan itu sukses membuat Bakehyun ingin mengeluarkan apa yang baru saja ia makan.
"Ya! Namanya itu Suho bukan malaikat pencabut nyawa bodoh! ish! Kau saja selalu berdekatan dengan Kyungsoo." Baekhyun sedikit mempoutkan bibirnya.
Chuuu~
"jangan mempoutkan bibirmu seperti itu Byun.. ah tidak, Park Baekhyun. Itu membuatku ingin melakukan sesuatu yang 'iya-iya' padamu." ucap Chanyeol setelah mengecup pelan bibir menggoda –menurutnya- itu.
"ish! Kau saja yang mesum! Sudah ayo kita berangkat" Baekhyun bangkit dari duduknya dan segera menarik lengan Chanyeol.
"kadang aku berpikir, kenapa kita harus pura pura bermusuhan jika di sekolah. Padahal kita adalah pasangan suami ist–"
"tolong koreksi ucapanmu, Tuan Park." Potong Bakehyun cepat.
"ya ya ya pasangan suami suami. Ya baby! Itu sangat tidak enak di dengar tahu. lagipula, kau memang yang berstatus sebagai pihak 'dimasuki' disini." Sontak Baekhyun memerah mendengarnya.
"kau sangat berisik Park Chanyeol. Cepat sana kau berangkat dulu nanti baru aku menyusul. Aku tak mau jika ada yang melihat kita keluar bersama dari apartemen." Baekhyun mendorong pundak Chanyeol agar segera pergi dari apartemen mereka.
"kau saja dulu yang berangkat baby. Aku akan menjagamu dari balakang. Aku berjanji akan menjaga jarak darimu." Baekhyun terlihat bepikir sebentar sebelum akhirnya mengangguk dan berjalan mendahului Chanyeol sebelum tangan Chanyeol mencekal lengan mungilnya.
"berhati-hatilah di jalan. Aku sungguh berharap kita segera lulus dari sekolah itu dan bisa berangkat kuliah bersama sama." Chanyeol menangkup pipi Baekhyun dengan tangannya yang besar dan mendaratkan kecupan kecupan ringan di bibir mungil Bakehyun yang sekarang sedang menyunggingkan senyuman manis.
"hati-hati di jalan baby. Balajarlah dengan benar! Jangan bertingkah terlalu menyebalkan nanti di sekolah. Oh iya, setelah bel pulang sekolah berbunyi, jangan meninggalkan kelas dulu, kita akan pulang bersama seperti biasanya. Dan satu lagi, jangan terlalu berdekatan dengan si malaikat pencabut nyawa, arra?"
"kau terlalu banyak bicara bodoh! Sudahlah aku berangkat."
Chuuu~
"aku mencintaimu, Park Chanyeol." Baekhyun berlalu setelah mengecup singkat bibir Chanyeol yang selalu menyungingkan senyuman lebar itu.
"AKU JUGA MENCINTAIMU PARK BAEKHYUN~! AKU AKAN MENYUSUL SEKITAR 10 MENIT LAGI." Teriak Chanyeol pada sosok Baekhyun yang sudah hilang ditelan pintu apartemen mereka.
'andai saja kita tak harus berpura-pura menjadi musuh di sekolah seperti ini. pasti hidupku lebih terasa bahagia dari sekarang.'
"eung.. Chanyeol sunbaenim, ada yang ingin aku katakan padamu hari ini. datanglah setelah pulang sekolah di taman belakang sekolah ne. Aku mohon sunbaenim." Ucap seorang yeoja berparas cantik yang sedang beridiri di hadapan Chanyeol dengan pandangan berharap yang sangat kentara di matanya.
"memangnya apa yang akan kau bicarakan Jinri-ssi? Mengapa tidak mengatakan sekrang saja disini hmm?" ucap Chanyeol masih dengan senyuman yang bertengger dibibirnya setelah melirik sedikit name tag yeoja itu.
"eung.. a-aku ingin mengatakannya nanti saja C-Chanyeol sunbaenim. Apakah sunbaenim bisa nanti setelah jam pulang sekolah?" tanya Jinri penuh harap dengan tatapan yang errr sedikit mengeluarkan jurus aegyonya.
'aish bocah ini! setelah pulang sekolah kan aku ingin pulang bersama Baekki-Ku kenapa ada saja halangan untuk menuju kebahagiaan keluarga ku tuhaaaaan.'
"aku sebenarnya ada acara sepulang sekolah Jinri-ssi dan mungkin acara itu memakan waktu sangat lama dan aku akan sangat terlambat jika menemuimu dulu." elak Chanyeol berusaha tenang dibalik senyum lebarnya.
"tidak perduli kau akan datang jam berapa sunbaenim, aku tetap akan menunggumu hari ini setelah pulang sekolah di taman belakang." Jinri sedikit mem-poutkan bibirnya.
'AISH! JIKA DIA MENUNGGUKU BAGAIMANA BISA AKU PULANG DENGAN BAEKKI-KU SAYANG!'
"ah.. k-kau akan menungguku sampai aku datang? Bagaimana jika aku tak datang? Bagaimana jika kau malah di goda oleh preman-preman yang terkadang suka berkeliaran di daerah sekolah ini? kau benar benar akan tetap menungguku?"
"eoh? Kau khawatir denganku sunbaenim? Tak apa aku akan menunggumu." Ucap Jinri dengan rona merah tipis yang menghiasi wajah cantiknya.
"haaaaah~ arra arra aku akan datang setelah pulang sekolah. Tapi kau hanya punya waktu 15 menit, bagaimana apakah kau mau?"
"Yeeeaayy~ baiklah sunbaenim gomawo. Aku akan menunggumu setelah bel sekolah berbunyi ne. Gomawooo" Jinri berlalu dengan wajah gembira sembari melewati Chanyeol yang sedang memasang senyum –palsu- lebarnya.
"Aish! Kenapa harus ada halangan lagi ya tuhaaaaaan." Chanyeol mengacak rambutnya frustasi setelah ia tak melihat bayangan yeoja tadi menghilang di balik koridor. Segera ia mengambil ponselnya dan mulai mengetikan pesan untuk Baekhyun-Nya.
To: Sexy Baekkie
Subject: menyebalkan!
Baekki baby~ hiks maaf ya sepertinya aku sedikit terlambat ke kelasmu setelah pulang sekolah nanti. ada seseorang yang sepertinya mempunyai kepentingan denganku nanti. haaaah~ mengapa jalan berdua dengan 'istri' ku sendiri bahkan setelah pulang sekolah dan sembunyi-sembunyi sekalipun tetap saja terasa sulit sekali T.T
Tapi aku berjanji setelah menemui orang itu itu aku akan langsung menemuimu baby. Jadi, jangan pergi barang sejengkalpun dari tempat dudukmu. Kau mengerti?
Aku mencintaimu:*
Nb: aku sedang dalam mood buruk untuk saling bertengkar seperti biasa dengan mu baby, jadi sebisa mu jauhilah tempat yang memungkinkan aku dan kau berada di sana di waktu yang bersamaan, arra? I Love You.
.
Baekhyun sedikit menghela nafas saat membaca pesan dari Chanyeol. Benar apa yang dikatakan suaminya itu, mengapa sangat sulit jalan berdua dengan pasanganmu bahkan setelah pulang sekolah dan sembunyi-sembunyi sekalipun. Baekhyun menatap layar ponselnya lagi dan segera menulis balasan untuk suaminya tersebut.
To: Idiot Park
Subject: Reply
Iya. tak apa Chayeollie. baiklah aku tidak akan berpindah dari tempat dudukku sebelum kau datang menemuiku di kelasku.
Aku juga mencintaimu, Park Chanyeol.
Nb: aku mengerti, aku tidak akan keluar kelas hari ini supaya tak bertemu denganmu Chanyeollie. TAPI JANGAN BERDEKATAN DENGAN SIAPAPUN! JIKA KAU BERANI MACAM-MACAM, KAU MATI! HAHA
"jika aku tidak bertemu denganmu di sekolah hari ini aku akan merindukanmu Yeollie." gumam Baekhyun pelan.
Dan Baekhyun menemukan ponselnya bergetar lagi menandakan ada pesan balasan yang Chanyeol berikan setelah pesannya ia kirim tadi. Baekhyun sedikit melirikan matanya di layar ponselnya yang menampilakan deretan kata-kata yang dikirimkan Park Chanyeol yang bermakna sama namun dengan kaliamat berbeda. Baekhyun hanya tersenyum tipis membacanya dan terkadang bergumam kecil.
"dasar bodoh."
.
"Baekhyun-ah! Kau sudah dengar berita heboh belum pagi ini?" tanya Suho heboh saat melihat Baekhyun sedang bermain dengan ponselnya.
"huh? Aku tidak tertarik. Aku bukan penggosip sepertimu hyung." Jawab Baekhyun menyebalkan.
'pletak'
"YA! Apa yang salah dengan mu huh? Kenapa kau memukulku hyung?" kesal baekhyun karena Suho dengan seenaknya memukul kepalanya dengan kepalan tangannya yang 'indah'.
Ya, benar-benar indah sampai rasanya Baekhyun ingin memotongnya dan menggantinya dengan tangan beruang.
"aku bukan penggosip bodoh!"
"ya ya ya terserahlah. Sekarang apa maumu hyung? Apa yang mau kau bicarakan?" tanya Baekhyun setelah menyimpan ponselnya kedalam saku celana sekolahnya.
"berita itu Baek! Aku yakin kau akan terkejut mendengarnya hahaha." Suho tertawa sendiri seperti orang tak waras dengan wajahnya yang... bukankah Baekhyun harus mejadi orang yang jujur? Baiklah Baekhyun akan jujur. Sebenarnya wajah Suho saat tertawa itu sangat jelek dan menggelikan untuk dilihat.
"ya ya ya. Apa itu?" tanya Baekhyun masih dengan malas.
"kau tahu Choi Jinri? Gadis cantik adik kelas kita itu. dengar-dengar dia akan menyatakan perasaanya dengan seseorang." Ucap Suho sambil tersenyum –sok- misterius.
"haaah aku tak tertarik hyung. Ganti topik saja." Ucap Baekhyun.
"tapi, Jinri akan menyatakan perasaanya kepada musuhmu tahu. si Park sialan Chanyeol itu! haaah aku tak menyangka si Jinri, si gadis kelewat imut itu menyukai Chanyeol. Jinri akan menyatakan perasaanya nanti sehabis pulang sekolah di taman belakang sekolah. Kau terkejut?"
JDEEER
Benar kata Suho. Baekhyun akan terkejut. Bahkan, sekarang ia bukan hanya terkejut saja, tapi sangat terkejut. Bahkan Baekhyun sampai mematung mendengarnya.
"benarkah?" hanya kata itu yang bisa dikeluarkan Baekhyun meskipun ia mencoba biasa saja.
"iya. Dan kau tahu? bahkan dengar-dengar juga, Chanyeol juga menyukai Jinri. Karna ada yang pernah melihat waktu itu mereka berpelukan dan hampir berciuman di koridor sepi Baek. Waaahh, Chanyeol daebak!"
"..."
'Chanyeol? Jinri? Menyukai? Pelukan? Hampir ciuman? Koridor sepi? kenapa aku tak pernah mengetahuinya sama sekali jika Chanyeol sedekat itu dengan adik kelas bernama Jinri itu?'
'jadi.. kau mulai bermain-main dibelakangku ya Park Chanyeol?'
TBC
BWAHAHAH APA INI?! /NANGIS DARAH/
MAAP YA GAJELAS BANGET T_T KALO FF BUATNYA WAKTU LAGI SAKIT YA GINI. GAJELAS T_T
OH IYA, GA NYANGKA LOH ADA YANG NGERESPON FF NYA HAHAHA KIRAIN GA BAKALAN ADA YG NGERESPON WKWK
Oh iya, karena saya lagi dalam mood bagus saya bakalan balesin review disini :3
Chensing: Iya mereka maennya rahasia2an nih sok misterius banget/? Haha udah lanjut kok;)
Rika maulina 94: Belom kok mereka belom nikah, nanti mereka nikahnya sama saya/? Haha gak ding bercanda:p iya mereka udah nikah. Iya ini udah lanjut;)
Oseha: Waaa makasih. Waaa maaf ya kurang panjang. Waaa saya emang gak bisa sama yang yang panjang-panjang #Ini ambigu ya maaf. Waaa iya ini udah lanjut #digampar
Dhea485: Udah lanjut ya;)
Nadyadwiandini10: Ga ngerti ya? Masa ga ngerti sih? Disini udah kejawab kan? iya ini udah lanjut;) jangan ingetin tentang BaekYeon lagi dong kamu T_T nanti mood nulis aku down lagi:( huhuhu.
Flamintsqueen: Iyaa mereka udah nikah kemaren di depan rumah aku/?. Iya yg HunKai itu Kai uke wkwk. Penasaran? Palingan kalo yang HunKai itu lebih 'ngena' kalo ngeledek di sekolah. Apalagi si Kainya itu. abisnya, muka Kai enak di bully sih #Plak. Nanti disini juga ada Hunkai kok jadi anak2 #Ini Bocoran Loh! wkwk
Chika love baby baekhyun: Harus lanjut ya? Kalo aku gamau gimana? /Slap/ haha. Udah kejawab kan disini? Udah lanjut ya;)
Majey Jannah 97: Deng Dong! Anda salah! #Plak Baek istrinya Chayeol kok. Udah lanjut ya;)
Indahwidya31: DengDong! Anda juga salah. Bisa dong, kan aku yang nulis/?. Sudah lanjut;)
Special bubble: 'sesuatu' apa ya itu? hahaha. Disini belom ada perang-perangnya lagi di sekolah. Kan kasian juga capek, masa ChanBaek suruh perang terus. Masih adem ayem disini. Chap depan baru perang besar! /gak #Bocoran lagi!
Parklili: Iya ya kaya Tom&Jerry. Tom yang tinggi kaya Chanyeol. Baek yang pendek berisi/? Kaya Jerry. Ya sudah terjawab disini:) sudah lanjut;)
N-Yera48: Haha reviewnya semacem maksa ya? Wkwkwk. Eh tapi jangan salah, peliharaan kucing sama tikus putih aku adem ayem aja gapernah kaya ChanBaek wkwk. Udah nekseu ya;)
Kkamjongie: Hah? Hahahaha plis ya siapapun kamu kenapa harus pake kata 'kawin'. Kenapa kesannya jadi ambigu gitu. Gatau kata itu yang ambigu apa memang otak aku yang ambigu/?. Sudah lanjut ya;)
Anonymous: Kudu lanjut ya? Kudu banget? bener? /Slap. Jangan terlalu greget chingu, ff ini gak se greget yang kamu baca kok/?
Nam mingyu: Ada apa ya? Ya aku juga gatau ada apa dengan ff ini/? terimakasih:)
FriederichOfficial: Chingu, jangan pernah kamu nungguin ff dari saya. Karna percayalah, saya itu tukang PHP/? Hahaha. Tapi makasih ya:)
ChanBaek HunBaek HardShipper: Jangan ditungguin chingu. Kasihan kamunya kalo nungguin ff saya. Saya itu tukang PHP looh. Iya saya juga suka ChanBaek yang beginian/? Wkwk.
CUKUP SEKIAN CUAP-CUAPNYA. MAAF YA JIKA ADA KESALAHAN PENULISAN PEN-NAME. MAAF JUGA BUAT TYPO.
TERAKHIR,
R
E
V
I
E
W
