Title: Big Secret

Disclaimer : God & Themselves

Rate : T+++++ (dusta ding:p)

Genre : Romance, Drama, Friendship

Cast : Park Chanyeol, Byun Baekhyun

Other Cast: Kim Suho, Kris Wu, temukan sendiri/?

Warning : OOC, cerita pasaran, alur kecepatan, Typo(s), YAOI, fict enggak nyambung sama judulnya-_-, ceritanya maksain banget

Summary: Kehidupan Chanyeol dan Baekhyun, siswa biasa yang selalu terlihat saling membenci satu sama lain. Tapi, siapa sangka sebenarnya hidup mereka berdua selalu penuh dengan kepura-puraan dan sandiwara di dalamnya? / Yaoi, BL, School-Life, DLDR, RnR please!

.

.

Big Secret © FyxHunKai

Gak suka? OUT!

Masih ga OUT juga? Berarti anda terlalu memaksakan diri/?

No Siders! No FLAME!

.

.

.

[WARNING! TYPO(S) BERKELIARAN!]

.

.

[SEDIKIT PERUBAHAN BAHASA!]

.

.

'Chanyeol? Jinri? Menyukai? Pelukan? Hampir ciuman? Koridor sepi? kenapa aku tak pernah mengetahuinya sama sekali jika Chanyeol sedekat itu dengan adik kelas bernama Jinri itu?'

'jadi.. kau mulai bermain-main dibelakangku ya Park Chanyeol?'


[Chapter 3]

"Hoy Baek! Ikut yuk."

"Kemana?" tanya Baekhyun malas sembari memasukan buku-bukunya kedalam tas.

"Ke atap sekolah. Aku penasaran sekali dengan Jinri yang ingin menyatakan perasaanya kepada Park sialan itu hehe." Suho tersenyum lebar saat Baekhyun menatapnya dengan pandangan kau-sungguh-kurang-kerjaan-kim-suho.

"Ayolah, ikut denganku. Dari atap sekolah, kau akan dengan jelas melihat mereka berdua Baek, yaaah meskipun tak bisa mendengarnya. Lagipula, memang kau tak penasaran huh? Aku saja sangat penasaran."

"Tidak. Jangan samakan aku sama kamu hyung."

"Ayolaaah~ plisplisplisplisplisplis—"

"Haaah." Baekhyun menghembuskan nafasnya pelan, "Ya sudah ayo."

'Sedikit mencari tahu tentang kedekatan Chanyeol dengan adik kelas itu tak salah kan?'

"Hng.. apa kabar sunbae? Sunbae sudah makan siang?" tanya Jinri pelan pada sosok Chanyeol yang berdiri di depannya.

Chanyeol mendengus pelan tanpa suara.

.

Apaan sih! SKSD banget.

.

Kenal aja engga.

.

"...Sudah."

"..."

"..."

"Chanyeol sunbae, aku menyukaimu. Aku ingin sunbae menjadi kekasihku." Ucap Jinri pelan sambil menunduk guna menutupi rona di wajahnya.

"Hah?" baiklah. Bahkan hanya kata itu yang bisa ia ucapkan. Sungguh, ia benar-benar terkejut mendengar perkataan gadis di depannya itu.

"Aku menyukai sunbae." Ulang Jinri lagi masih dengan wajah meronanya.

"..."

"..."

Hening untuk beberapa saat sebelum Chanyeol membuka suaranya, "Ta-tapi aku tidak bisa Jinri-ssi. aku tidak bisa menjadi kekasihmu, maaf."

"Kenapa sunbae?" tanya Jinri dengan wajah sendunya.

"Hng? Karena aku—"

"Kau tak menyukaiku sunbae?"

"Maaf."

"Kenapa? Bukankah aku cantik?"

"Ya."

"Sunbae menyukai orang lain?"

"Ya."

"Sunbae gay?"

"Ya."

"Dengan Baekhyun sunbae?"

"Ya. E-eh? A-apa yang kau katakan Jinri-ssi? kenapa kau jadi membawa-bawa nama si pendek sialan itu?"

"Kenapa wajahmu kaget sekali sunbae? Kenapa kau terlihat gugup sekali?"

"Ti-tidak. Hanya saja, kenapa kau bisa bertanya hal seperti itu? aku dengan si pendek Byun itu? Haha lelucon macam apa ini. apa kau tak melihat wajah itu menyeramkan sekali seperti pawang singa huh? Hahahahha kau dengar itu? PPFFTT.. PAWANG SINGA HAHAHAHAHHAHAHAHA—"

"..."

"—HAHAHAHAHAHAHA"

"..."

"—AHAHAHAHA—"

"..."

"...hahahaha..."

"..."

"...hahaha."

"..."

"ha-ha."

"..."

"...ha."

"..."

"..."

"..."

"Ekhem." Chanyeol mengambil nafas pelan, "Oke, maksudku bagaimana bisa kau mengatakan aku dan si pendek udik itu pasangan huh?"

"Tidak, hanya saja aku pernah melihat sunbae berjalan bersama dengan Baekhyun sunbae sambil bergandengan tangan." Jinri menjawab dengan mata mengerjab polos.

"Huh? Tentu saja kau salah lihat Jinri-ssi. bahkan aku tak akan sudi untuk menggandeng tangannya."

'Tapi aku akan menggenggam tangannya, hehehe.'

"Hmm begitu ya? Tapi sepertinya mataku belum rabun untuk mengeali sosok orang yang aku sukai." gumam Jinri. Dan mereka diliputi dengan keheningan lagi, "Sunbae, apa kau benar-benar tidak bisa mempertimbangkan perasaanku kepadamu?" tanya Jinri pelan.

"Maafkan aku Jinri-ssi. aku tidak bisa."

TAK AKAN PERNAH BISA!

Jinri mengehela nafas pelan sebelum mengedarkan pandangannya guna untuk menghilangkan suasana kaku tersebut. Dan matanya sontak membulat ketika matanya mendapati dua orang lelaki tengah menatap kearahnya dan Chanyeol dari atap sekolah.

Jinri sedikit memicingkan matanya guna memperjelas siapa dua orang lelaki itu. dan sedetik kemudian, senyuman simpul bertengger di bibirnya.

'Benarkah tidak ada hubungan apa-apa?'

"Eum sunbae, jika kau tidak bisa menerima perasaanku bisa kah kau menciumku kali ini saja? Untuk sebuah tanda bahwa kau menolakku."

.

Emang ada yang seperti itu ya?

.

Bilang saja modus.

.

"Huh? Tapi aku tidak bisa mencium orang yang tidak aku cintai Jinri-ssi." ucap Chanyeol.

"Lalu siapa yang kau cintai? Baekhyun sunbae?"

"Te-tentu saja bukan!" elak Chanyeol.

"Buktikan jika orang yang kau cintai bukan Baekhyun sunbae. Kau berani?" tantang Jinri.

"Heh? Tentu saja."

"Cium aku di depan Baekhyun sunbae."

"Sudah kubilang aku tidak bisa mencium sembarang orang yang tidak ku cintai Jinri-ssi. lagipula si pendek itu tidak ada disini."

"Baiklah. Cium keningku saja kalau begitu."

"Itu sama aja aku menciummu Jinri-ssi."

"Berarti benar dengan Baekhyun sunbae ya?"

.

Gzzzzzz—ASDFGHJKL!

.

Gadis kolot itu,

.

Sampah masyarakat!

.

"Baiklah-baiklah. Aku akan mencium keningmu." Pasrah Chanyeol setelah melihat ada Baekhyun atau tidak di tempat itu.

'Kening? Hanya kening tidak akan menimbulkan masalah besar kan? lagipula, Baekhyun tidak akan mengetahuinya.'

Chup

"Terimakasih sunbae, aku tidak akan menghilangkan bekas bibirmu di keningku. Aku akan menutupinya jika aku mandi." Ucap Jinri girang dan memeluk Chanyeol dengan erat.

"Hah?"

"Aku percaya padamu sunbae. Kau sudah membuktikannya, kau menciumku di depan baekhyun sunbae." Chanyeol menaikan sebelah alisnya bingung.

'Cantik sih, tapi otaknya itu loh...'

"WATEFAK! Jadi si Park itu sudah resmi menjadi kekasih Choi Jinri? Aku sungguh tak percaya ini." Suho melogo tak percaya melihat Chanyeol yang tadi sedang mencium kening Jinri dan kemudian Jinri memeluk Chanyeol erat dengan tersenyum bahagia.

"Baek? Kau lihat itu?"

"..."

"Baek?"

"..."

"Baek? kamu belom tuli kan?" tanya Suho sedikit gusar saat mendapati wajah Baekhyun pucat dan sedikit berkeringat.

.

Yah, sebenarnya Suho tak begitu perduli mau Baekhyun mimisan sekalipun saat itu.

.

Yang jadi masalah adalah hanya ada dirinya dan Baekhyun disitu.

.

.

Kalau Baekhyun pingsan,

.

Dia yang akan repot!

.

Harus menggotong Baekhyung ke UKS, gitu?

.

.

Hoek, nggak sudi! ew!

.

"Sialan." desis Baekhyun pelan. Bahkan terdengar seperti bisikan.

"Huh? Kau mengatakan sesuatu baek?"

.

Hening...

.

"Hyung." panggil Baekhyun setelah mereka berdua berdiam beberapa menit.

"Hng?"

"Hari ini aku pulang denganmu ya. Kau membawa mobil kan?" Tanya Baekhyun mencoba terlihat seperti biasa.

"Aku selalu membawa mobil Baek."

"Oke. Hyung harus jadi supirku seharian ini." Ucap Baekhyun telak.

"Idih, ngapain? Males banget. Aku nggak mau. Nggak sudi juga lagian."

"Oh, hyung nggak mau? Hng.. hyung mau masuk rumah sakit dulu atau mau langsung ke rumah abadi?"

SIALAN!

"Fine Baek! fine!"

.

Suho pasrah.

.

Pasrah se-pasrah-pasrahnya!

.

Lagipula, tak ada gunanya juga menolak. Baekhyun itu pemaksa kelas tinggi.

Kelas kakap.

.

Baekhyun itu jago hapkido lagian,

Sedangkan Suho?

Halah! Megang seragam bela diri aja nggak pernah.

.

Jadi prinsip Baekhyun itu,

.

'Siapapun kau, turuti atau mati.'

.

Hell yeah, tentu saja Suho lebih memilih menuruti daripada harus mati di tangan psycho gagal macam Baekhyun itu.

.

.

"Watefak Baek, sebenarnya kita mau kemana? Kita sudah berkeliling Seoul selama delapan jam. Dan kita sudah melewati kawasan desa ini sebanyak tiga kali. Aku capek! Pantat ku pegal Baek!"

Baekhyun menatap jendela dengan datar, "Gangnam hyung."

CKITT

Suho mengerem mendadak. Wajar saja kan? Ia sudah berada di pedesaan yang terletak di pinggiran Seoul. Dan sekarang apa? GANGNAM?

.

Suho Kaget?

.

Tentu saja!

.

Dia kira Gangnam itu tinggal melangkah sampai apa!

.

Dan, oh oh oh jadi dia ini dianggap supir begitu?

.

Suho mana sudi menjadi supir orang macam Baekhyun!

.

"Aku capek. Aku butuh tidur bodoh!"

"Ya sudah tidur tinggal tidur saja! Repot sekali."

.

Suho melotot.

.

Sumpah, dibuat dari apaan sih sebenarnya otak Baekhyun ini kok bebal sekali?

.

"Kalau aku tidur, siapa yang menyetir mobil? Memang kamu bisa menyetir mobil apa? Mobil saja nggak punya."

.

Sialan.

.

Baekhyun benar-benar mengutuk Suho dalam hati.

.

"Ya tetap kamu yang menyetir mobilnya."

Suho mengerutkan kening bingung, "Loh? Kan aku tidur."

"Ya pokoknya tetap kamu yang nyetir hyung! Aku kan nggak bisa nyetir bodoh!"

"Loh? Emang orang tidur bisa sambil nyetir ya?"

"YA ENGGAK LAH! PINTAR DIKIT KENAPA SIH HYUNG! Aku nggak mau tahu ya, tugas mu itu menyetir disini hyung. Terserah kamu mau tidur kek, buang air besar kek, bahkan mati sekalipun. Yang pasti mobil harus tetep jalan."

.

Apa yang—ASDFGHJKLMNBVCXERFGHJK! Sumpah demi apapun, bocah labil yang satu ini! ingin sekali ia menjambak rambut kecoklatan itu, mengacak-acak wajahnya, menusukan jari-jarinya kedalam lubang hidungnya yang sok imut itu, dan membuat kutu bumi yang satu ini menghilang dari dunia dengan satu jentikan jari! HAH!

.

.

... Tapi sayang, semua hanya sebatas mimpi Suho.

.

"Apa yang kau tunggu hyung? Menunggumu tinggi? Mustahil! Cepat ke Gangnam!"

.

SIAL! ASDFGHJKLMNBV! Ingatkan Suho untuk mengunyah kepala orang ini nanti!

.

.

"Kau gila ya? Aku sudah sangat lelah dan mengantuk tahu! kita tidur disini saja Baekhyun-ah." Suho membuka jendela mobilnya dan menghirup udara malam desa itu.

"Aku tidak mau! Lagipula hell, apa kata orang nanti jika melihat Byun Baekhyun tidur di mobil dan di tengah desa. Apalagi denganmu hyung, EW! Norak sekali. Seperti orang susah."

"Hidup mu saja sudah susah. Jangan suka ngeledek orang susah lainnya deh. Tambah susah, tau rasa kamu."

"Gzzzz... terserah! Ayo jalan hyung!"

"..."

"Jalankan mobilnya hyung! Cepaaat!"

"..."

"HYUNG!"

"..."

"KIM JUNMYEONN!"

"..."

"KIM SUHOOO!"

"..."

"SUHOOOOOO!"

KRAUK!

"FAK! JANGAN GIGIT BAHUKU SIALAN!"

"SUKURIN! CEPETAN JALAN HYUNG!"

"..."

"SUHOSUHOSUSHOSUHOSUHO HYUUUUUUUUUUUUUNG!"

"..."

"SUHO HYUNG! BANTET! KERDIL! LILIPUT!"

"Apaan sih? Berisik banget. Kalo mau ngehina orang itu ngaca dulu dong. Kaya sendirinya tinggi aja."

.

Oh...

.

.

Mothafakar!

.

"..."

"..."

"Cepat jalankan mobilnya Hyung!"

"..."

TINTINTINTINTINTINTINTINTINTINTINTINTIN

TIIIIIINNNNNNN

"Astagan Baek! kamu apaa-apaan sih! Kamu bisa membangunkan warga desa ini jika seperti itu bodoh!"

"Salahmu sendiri tak mau men—"

"—OI JANGAN PADA BERISIK DISINI DONG! ANAK ORANG MAU TIDUR NIH! RESE."

"TAU NIH! RUSUH BANGET TAN TIN TAN TIN DI KAMPUNG! DASAR UDIK—"

"—DASAR ORANG KAYA BARU! NORAK BANGET MAENIN KLAKSON!"

"...WOY! SIAPA SIH BERISIK BANGET!"

"MALEM WOY MALEM! JANGAN PADA BERISIK KELES—"

.

Nah kan..

.

Suho bilang apa tadi.

.

"I-IYA M-MAAF OM TANTE.. MAAFFFF!" Teriak Suho sambil melongokan kepalanya keluar.

.

Dan Suho menjalankan mobilnya dengan kecepatan penuh.

.

Dia bukan ingin bergaya seperti pembalap, oke.

.

Suho hanya ingin menghindari amukan warga karena tindakan brutal Baekhyun dengan klakson mobil mahalnya.

.

Detik berikutnya hening di dalam mobil itu.

"Hyung." Panggil Baekhyun pelan.

"Hng?"

"Tadi, kau mengatakan jika kau lelah kan?" Suho mengangguk pelan sambil menolehkan kepalanya ke Baekhyun yang juga sedang menatapnya dengan senyuman.

'Ah tidak. Jangan senyuman itu. aku yakin di otaknya pasti ada rencana busuk yang tidak akan jauh-jauh dari—

"Lebih cepat hyung! Kita cari hotel mewah berbintang lima di sekitar Lotte World."

Dompetku.'

"Hah?"

"Kita cari hotel sekarang! Tadi kau bilang kau lelah kan? Cepat!"

"HOTEL?! KENAPA HARUS HOTEL SIH?! KAU GILA YA! KAU MAU MEMPERKOSA KU KAN DISANA?! AKU TIDAK MAU! AKU MASIH PERAWAN BAEK, JANGAN DULU! LAGIPULA, LOTTE?! KENAPA JAUH SEKALI SIH? CARI VILLA KECIL SAJA DI DAERAH SINI."

'Astaga. mati saja sana hyung.'

Plak

"Aku nggak sudi memperkosamu hyung! Bisa tidak hanya TURUTI KEMAUAN KU dan JANGAN BERTERIAK DI DEPAN WAJAHKU! AIR LIUR MU MUNCRAT SEMUA TAHU! DAN ASTAGA HYUNG, MULUTMU ITU BAU JEMPOL KAKI PENGEMIS!" pekik Baekhyun setelah dengan sayangnya menampar pipi Suho hingga memerah.

"Sialan! Sakit tahu! Tindakan kriminal! Kau bisa kutuntut, kau sudah melakukan tindakan kriminal kepada orang kaya. Dasar lelaki asusila." Baekhyun mendelik mendengarnya.

'Haruskah predikat kayanya disebut juga?.' Batin Baekhyun mendengus malas.

"Kau lebih sialan! Bagaimana jika wajahku yang tampan ini terkena alergi karena air liur mu huh? Bagaimana jika wajah tampanku besok langsung mengeluarkan nanah? Dan bagaimana jika besok wajah ku akan melepuh dan mengeluarkan nanah yang berbau amis dan akhirnya aku kejang kejang lalu mati? Kamu mau tanggung jawab hyung?"

.

Sialan!

.

Memang separah itu apa bau mulutnya?

.

Tapi sepertinya tidak.

.

Baekhyun saja yang lebay.

.

Alay.

.

Eew!

.

Tapi dalam diam, Suho tersenyum kecil.

'Sudah kembali ya..'

"Kau benar-benar berlebihan Baek." Ucap Suho sembari menjalankan mobilnya dengan kecepatan penuh. Menuruti perkataan Baekhyun yang ingin pergi ke hotel bintang lima di dekat Lotte World.

"Biarkan saja. Kau juga berlebihan, berlebihan BAU MULUTMU."

"Hell."

"Tapi sumpah ya hyung, katanya kamu itu orang kaya tapi bau mulut mu itu kaya bau mulut orang susah yang nggak punya uang cuma buat beli pasta gigi."

"Baek, denger ya... Itu bau karena hidungmu deketan sama mulutmu."

"Ih, sorry ya kalau aku punya nafas naga kaya kamu hyung. Aku selalu gosok gigi dua kali sehari dan kumur-kumur pakai listerin tahu. Memang kamu, kumur-kumur pakai air kobokan."

"Masa sih? Memang kamu punya uang buat beli listerin? Buat beli roti aja sering ngutang sama aku."

.

Baekhyun kicep.

.

"..."

"Punyalah! Meskipun aku suka ngutang ke kamu ya hyung, sebenernya aku gak melarat-melarat banget kok."

"Beneran? Kamu yakin itu listerin? Bukan sabun cuci piring yang di masukin botol listerin kan?"

.

Suho itu ngomongnya emang kalem,

Tapi maksudnya itu dalem.

.

Dan lagi,

Tebakannya itu bener!

.

SIAL!

.

.

Baekhyun kicep.

.

.

LAGI.

.

.


Baekhyun— 2310097

Suho— 9102345678


"Aish bocah itu, kemana dia sebenarnya? Ini sudah tengah malam dan dia belum juga pulang? Kenapa ponselnya tidak aktif sih? Ada apa dengannya? Dia sedang apa sebenarnya? Dan dia dengan siapa? Lalu dia dimana? Jika dia pulang aku benar-benar akan menghukumnya karena berani membuatku cemas seperti ini." gerutu Chanyeol yang terilhat sangat berantakan sambil berjalan kesana-kemari dengan gusar.

"Astagaaa.. aku benar-benar bisa gila jika seperti ini."

"Haaah." Chanyeol mengehala nafas untuk kesekian kalinya malam ini.

Dia pernah mendengar, jika kita terlalu sering menghela nafas akan menghilangkan kebahagiaan kita. Tapi bahkan kali ini Chanyeol tidak perduli dengan hal itu. ia benar-benar kacau sekarang. Istri mungilnya hingga tengah malam belum pulang dan ia tidak tahu istrinya berada dimana dan dengan siapa sekarang.

"Woah hyung, kau benar-benar menuruti ku ya? Kamar hotel ini benar-benar mewah. Kau benar-benar kaya ya?" gumam Baekhyun saat matanya menangkap interior di dalam kamar yang dipesan si rich man –Suho- itu terlampau besar dan mewah hanya untuk dua orang siswa tingkat akhir seperti mereka berdua.

Sekarang Baekhyun yakin –sangat yakin malah- jika Suho itu anak orang kaya. Sebenarnya ia sudah yakin dari dulu, hanya saja setiap ia melihat wajah Suho entah kenapa keyakinannya untuk membenarkan bahwa Suho itu seorang rich man luntur begitu saja. Salahkan wajah suho yang seperti wajah seorang yang butuh dikasihani, bukan meng-kasihani orang lain.

.

.

.

HELL

.

Untung saja Suho tak mendengarnya.

.

Bisa di deplak ia dari sini kalau sampai Suho tahu.

.

"Huh? Ah ternyata ponselku sedari tadi tidak aktif ya?"

Saat Baekhyun menghidupkan ponselnya, disaat itu pula ponselnya bergetar seperti kesetanan. Ponsel itu terus bergetar selama beberapa menit setelahnya.

"Apa dia gila? Dia mengirimi ku pesan dan pesan suara sebanyak ini? bahkan ponselku tadi sampai bergetar seperti vibrator, ckck." Gumam Baekhyun setelah mengetahui bahwa semua pesan dan pesan suara sebanyak itu hanya dikirim oleh contact yang bernama 'Idiot Park'.

Baekhyun memilih langsung menhapus semua pesan dan pesan suara yang dikirim Chanyeol. Ia tidak akan mau repot-repot membukanya.

.

Huh, nggak sudi,

.

Kurang kerjaan saja.

.

Buang-buang waktu.

.

.

To: Idiot Park

Subject: JANGAN MENGGANGGU!

Aku bermalam dengan Suho hyung di HOTEL. Kau tidak perlu tahu ini dimana. Jangan ganggu aku, Park! Aku sedang bersenang-senang diakhir pekan dengan Suho hyung-KU!

'Rasakan pembalasan ku, idiot!' batin Baekhyun tertawa nista setelah menekan Send pada layar ponselnya.

Tidak sampai satu menit, ponselnya sudah bergetar. Dan ID 'Idiot Park' lah lah tertera disana.

"Hal—"

"YA! APA YANG KAU LAKUKAN DENGAN SI SUHO ITU DI HOTEL HUH?! KAU BERCANDA KAN? KAU MAU SUAMIMU YANG TAMPAN INI MATI TERKENA SERANGAN JANTUNG YA? AKU SUNGGUH TERKEJUT MEMBACA PESANMU TAHU!" teriak orang di sebrang line telepon sana. Baekhyun menjauhkan ponsenya dan menggosok pelan telinganya yang bedengung karena teriakan orang itu.

"Kenapa harus berteriak sih? Yasudah kalau mau mati yasudah mati saja sana." Baekhyun menjawab acuh.

"Park Baekhyun! aku serius. Kau dimana sekarang? Kenapa ponselmu tak aktif tadi?"

"Bukankah sudah kubilang aku tadi bersenang-senang dengan Suho hyung? Ya supaya tidak ada yang mengganggu, jadi kumatikan saja ponselku." Baekhyun mengeluarkan seringaiannya ketika mendengar helaan nafas frustasi si sebrang sana.

"Katakan padaku kau dimana sekarang, sayang?" Uh. Oh. Tidak. Baekhyun berusaha tidak luluh kali ini, ia ingin memberi pelajaran kepada lelaki Park ini.

"Aku sedang di kamar hotel dengan Suho hyung. Dia sedang mandi, badannya lengket katanya. Sebenarnya badanku juga sih. Tapi aku menunggunya selesai. Tadi sebenarnya aku ingin mandi bersamanya setelah mengetik pesan untukmu. Tapi karena kau menelepon.. yasudah."

.

HAHAHAHA! RASAIN!

.

Emang enak!

.

"Ap-apa? Ba-baek, kau ti-tidak melakukan apa-apakan deng—"

"Kau sedang menghubungi siapa Baek?" tanya Suho yang tiba-tiba muncul sambil mengeringkan rambutnya yang basah.

.

Sebenarnya pose itu cukup keren.

.

Tapi jika yang melakukannya Suho, Baekhyun harus berpikir dua kali.

.

Hoek, Baekhyun tak akan pernah sudi mengatakan dengan mulutnya sendiri jika Suho itu keren meski di suap sekalipun.

.

Liat Suho sok-sok an ngerayu orang aja Baekhyun kadang eneg,

.

Masa mau bilang keren.

.

BIGNONO!

.

"Ohh, dia kakekku hyung." Jawab Baekhyun asal.

"YA!" teriak orang di sebrang sana tidak terima.

"Huh? Bukannya kakekmu sudah meninggal Baek?"

Skakmat, Baby.

Baekhyun tidak mungkin jujur bahwa ia sedang menghubingi suami –Chanyeol- nya kan? meskipun Suho sahabatnya, tetap saja.

Suho itu suka ber-gosip.

Mulutnya ember.

Benar-benar tak bisa diandalkan untuk menjaga rahasia besar seperti ini.

"Hahahahaha." terdengar suara tawa menggema diujung sana.

SIAL!

"Aku tak tahu hyung. Dia mengaku sebagai kakeku. Mungkin salah sambung."

"Oohh. Mandilah Baek. Aku tahu, meskipun tadi kau hanya diam dan aku yang memegang kendali pasti kau tetap saja lelah. Delapan jam lebih bukanlah waktu yang sebentar Baek. berendamlah dengan air hangat, itu bisa menghilangkan rasa lelah dan pegal di punggung dan pinggangmu."

"ASTAGAAA! SEBENARNYA APA YANG KALIAN LA—"

"Baek, lihatlah. Bekas gigitanmu di bahu ku tidak mau hilang. Kau menyeramkan sekali tadi sih,"

"Hehehe."

"WHAT THE—"

Ini benar-benar mengejutkan, bahkan Baekhyun tak menyangka Suho sudah selesai mandi dan langsung mengucapkan kalimat yang benar-benar ambigu. Ia bahkan ingin tertawa dengan kencang saat mendengar suara yang tercekat itu.

Suho benar-benar membantunya kali ini meskipun tanpa sepengetahuannya. Ingatkan Baekhyun untuk mengucapkan banyak terimakasih dan membelikan lolipop favorit Suho setelah ini.

'Ini baru saja dimulai, Park.'

Baekhyun berjalan lemas si sepanjang koridor hotel menggunakan baju tidur yang tadi dibeli Suho entah dimana. Ia tak perduli, ia sedang kesal dengan lelaki kaya namun sialan –menurutnya- itu. bagaimana bisa Suho itu dengan teganya menghabiskan semua makanan yang di pesannya saat ia sedang mandi.

Dan sekarang akibatnya, perut Baekhyun minta diisi dengan makanan. Dan parahnya saat ia menelpon untuk diatarkan makanan ke kamarnya, pihak hotel menolak dengan halus karena alasan "Koki kami baru saja pulang, tuan. Dan kebetulan kami tidak memiliki koki yang shift malam lagi."

.

Hornyshiet!

.

.

Ah sori, maksudnya—Holyshiet!

.

Dan well, jangan salahkan Baekhyun jika ia mengumpat dan menjelek-jelekan hotel ini di depan wanita yang itu langsung. Ia tidak perduli, ia sangat lapar.

Bruuk

"Sialan. Oh pantatku yang indah." gumam Baekhyun. Baekhyun jatuh terduduk dan besiap akan memaki orang yang dengan kurang ajarnya –menurutnya- menabraknya yang sedang lapar.

"Jalan yang benar. Jangan nunduk-nunduk gitu, nyari koin ya? Miskin banget mencari koin di koridor hotel berbintang lima."

APA?!

KURANG AJAR!

Baekhyun sudah akan meledak sebelum ia kembali mengingat suara dan nada yang digunakan orang itu.

'Sepertinya sangat familiar ya?'

Baekhyun perlahan mendongak dan matanya membelalak melihat orang itu berdiri di depannya dengan senyuman khasnya.

"Merindukan ku sayangku?" tanya orang itu dengan senyuman kecilnya.

"Ka-kau?"

"Kau benar-benar merindukanku ya sampai tergaket seperti orang bodoh seperti itu? haha." Orang itu mengulurkan tangannya dan disambut Baekhyun dengan senang.

"Kris Wu! kapan kau kembali? Aku benar-benar merindukanmu tahu!"

"Sebenarnya aku sudah seminggu yang lalu sampai di Korea. Hanya saja aku masih malas menghubungimu, apalagi sampai bertemu denganmu." Baekhyun merengut lucu mendengar orang yang dipanggilnya Kris berbicara seperti itu.

"Jahat."

"Haha baiklah baiklah aku hanya bercanda sayang. Apa yang kau lakukan tadi hmm? Kenapa kau berjalan menggunakan piyama imut seperti ini? kau wanita atau pria huh?" Baekhyun tambah cemberut medengar perkataan Kris di depannya.

"Kenapa kau tambah menyebalkan sih? Aku gigit baru tahu rasa kau!" sungut Baekhyun yang mengundang kekehan kecil orang di depannya.

Kris tersenyum menggoda, "Gigitlah bibirku saja sayang." Baekhyun memandang Kris malas, "Aku lapar. Carikan aku makanan." Rengek Baekhyun manja kepada Kris.

"Baiklah kita cari makanan. Kau mau berjalan sendiri atau ku gendong hmm?"

Pletak

"Kris! berhenti menggodaku! Aku sangat lapar sekarang."

"Sepertinya, aku lebih tua. Kenapa kau tidak memanggilku dengan panggilan hyung?" Protes Kris.

"Karena aku menyayangimu Kris. Hahaha."

.

"Kenapa bisa kau berada di hotel? Kau dengan siapa Baek?" tanya Kris setelah Baekhyun menghabiskan semua makannya di kedai malam itu.

"Aku dengan temanku. Aku menginap di hotel dengannya."

"Malam ini kau tidur di kamar ku saja Baek. aku tidak rela kau tidur satu ruangan dengan temanmu itu."

"Kenapa kau sangat protective kepadaku kris? Dia sahabatku!"

"Karena aku menyayangimu, sayang." Kris tersenyum sambil mengusap pelan surai Baekhyun.

"Huh, menyebalkan!"

"Tapi, temanmu yang bersamamu di hotel itu dia apa?" tanya Kris bodoh. Baekhyun mengerutkan kening tak mengerti.

"Huh? Tentu saja dia manusia. Eh? Tapi aku juga tidak yakin dia itu manusia."

.

Tentu saja! Mana ada manusia seperti Suho itu.

.

Hewan juga tak mungkin, hewan spesies apa memang?

.

Alien? Halah. Bahkan predikat alien terlalu keren untuk Suho.

.

"Haaah~." Kris mendesah pelan, "Maksudku, dia termasuk pihak yang 'memasuki' atau 'dimasuki'? jika dia pihak yang 'memasuki', kau tidak disentuhnya kan? kau tidak diperkosanya kan? atau malah kau yang memperkosanya?" Baekhyun membelalak tak percaya dengan apa yang diucapkan Kris.

'Kenapa orang ini menjadi seperti Suho hyung sih.'

Ctak

"YA! Mulut dan otakmu kotor sekali Mr. Wu. Ini tempat umum bodoh, jaga ucapan kotormu itu." desis Baekhyun setelah menggeplak kepala Kris dengan sendok alumunium di depannya.

"Aku kan hanya bertanya, love."

"Hng.. sebenarnya aku juga tidak tau dia itu apa. Tubuhnya pendek, dia suka bergosip, bibirnya kecil, tingkahnya bar-bar sekali, orangnya berlebihan, terkadang sifatnya seperti malaikat, wajahnya.. menurutku ya lumayanlah jika di sebut manis dan imut. Tapi dia juga bisa bertingkah cool, yah walaupun harus ku akui itu sering kali membuatku mual dan tidak terlihat cool sama sekali di mataku. Dia suka merayu pria-pria manis di sekolah. Tapi dia juga suka melakukan aegyo yg eww menurutku. Menurutmu, dia itu apa Kris?" tanya Baekhyun setelah mengakhiri celotehan panjangnya tentang Suho.

"Huh? Aku tidak tahu. sepertinya orang itu absurd sekali." Jawab kris sekenannya.

"Ya. Dia memang absurd sekali." Dan Baekhyun menyutujuinya.

Tentu saja! Hahaha.

"Jadi bagaimana? Tapi, kau harus tidur di kamarku malam ini! aku tidak mau tahu!"

"Baiklah. Aku akan tidur denganmu Kris. Tapi, aku mengambil barang-barangku dan berpamitan dulu dengan orang bar-bar itu."

"Silahkan, Princess." Baekhyun hanya tersenyum kecil menaggapinya.

"Eh? Tapi, apa yang kau lakukan di hotel itu Kris? Ada apa dengan apartement mu?" Baekhyun menatap Kris. Detik berikutnya tatapan itu berubah menjadi memicing tajam, "Kau habis menyewa pelacur dan melakukan sex di hotel itu ya? Kalau begitu aku tidak mau tidur di kamar mu!"

"Tck! Apa bedanya pikiran dan mulut kotorku dengan mu sekarang ini?" Kris berdecih pelan, "Jangan berpikir macam-macam. Aku hanya lupa dengan pasword apartementku dan akhirnya memilih untuk mengganti pintunya. Lagipula apartementku sedang di rombak ulang oleh eomma saat ini."

"Benarkah?"

"Tentu saja. Kapan aku pernah berbohong padamu, sayang." Dan Baekhyun menganggukan kepalanya mengerti mendengar Kris mengucapkan itu.

.

"Kris.. kau sudah tidur?" tanya Baekhyun pelan saat mendapati suasana di kamar itu hening.

"Hng? Belum."

"Eung.. Kris, aku ingin meminta bantuanmu. Bolehkah?" tanya Baekhyun pelan sambil menghadapkan tubuhnya kearah Kris yang juga sedang menatapnya.

"Bantuan apa hmm? Kau ada masalah?"

"Eum.. sedikit masalah kecil." Ucap Baekhyun ragu.

Chup

"Katakanlah, apapun untukmu sayang." Ucap Kris setelah mengecup sekilas kening Baekhyun.

"Apapun?" tanyanya berbinar.

"Ya. Apapun untuk Baekhyun-KU." dan jawaban itu membuat senyuman cerah Baekhyun bertambah cerah.

"Kau tidak mampir Kris? Masuklah dulu, aku masih merindukanmu tahu." ucap Baekhyun saat Kris mengantarnya sampai di depan pintu apartemennya dengan Chanyeol.

"Aku boleh mampir?"

"Tentu saja. Siapa yang bisa melarangmu mampir? Sudahlah, ayo masuk." Ajak Baekhyun sambil menggandeng tangan Kris masuk.

"Eh? Baby ka— dia siapa?" Chanyeol dengan tidak sopannya menunjuk wajah Kris dengan telunjuknya.

"Ck! Duduk lah dulu Kris. Aku akan membuatkanmu minuman." Baekhyun mengacuhkan Chanyeol dan berjalan menuju dapur setelah menepuk pelan pipi kanan Kris di depan Chanyeol yang melotot shock melihat interaksi keduanya.

"Jangan lama-lama, sayangku." Dan mata Chanyeol seakan akan keluar dari tempatnya saat mendengar Kris memanggil Baekhyun dengan panggilan itu.

"Kau mau minum apa Kris?" teriak Baekhyun dari arah dapur.

"Apapun itu sayang."

"Hei kenapa kau terus memanggil istriku sayang hah?! Kau itu—" protes Chanyeol tidak terima.

"Jangan hiraukan dia Kris! Dia tidak penting." Ucap Baekhyun memotong ucapan Chanyeol. Dia berjalan melewati Chanyeol dan duduk di sebelah Kris.

"Sepertinya, dia tidak menyukai aku Baek. lihatlah matanya yang menatap ku itu." ucap Kris dengan seringaian tipisnya.

"Tak usah kau perdulikan. Minulah Kris." Kris meminumnya pelan dan berseringai tipis lagi.

"Apakah itu manis? Apa itu enak? Segarkah?"

"Semua minuman di dunia ini tidak ada yang semanis, seenak, dan sesegar bibirmu sayang." Jawab Kris santai sambil mengacak surai Baekhyun.

"YA! Berani-beraninya kau—"

"Sepertinya aku harus kembali ke hotel. Aku harus mengecheck apakah petugas hotel sudah membereskan kekacauan yang kita buat semalam atau belum. Jika kau merindukanku, datanglah ke apartement ku dan kita akan bersenang-senang lagi my Princess." Kris mengedipkan sebelah matanya menggoda.

Chanyeol mngepalkan tangannya guna menahan emosi yang akan meledak.

"Hati-hati dijalan Kris. Aku menyayangimu. Jangan lupa besok kau harus menjemputku untuk berangkat sekolah." Baekhyun memeluk Kris erat dan dibalas sama eratnya oleh Kris.

"Aku tidak akan melupakan janjiku, love. Aku pulang dulu, Baek. I Love You."

Chup

Kris mengecup pelan kening Baekhyun dan Baekhyun hanya memejamkan matanya menerima perlakuan itu.

Cukup sudah! Chanyeol sudah geram dengan semua ini! Chanyeol menarik kerah kemeja hitam Kris yang sialnya harus Chanyeol akui sangat pas jika di kenakan Kris. Dan itu sangat tampan.

Buagh

Buagh

Brak

"CHANYEOL! APA YANG KAU LAKUKAN?!" teriak Baekhyun saat tiba-tiba Chanyeol menarik Kris dan langsung menghajarnya seperti orang kesetanan.

Buagh

"HENTIKAN ITU SEKARANG PARK CHANYEOL!" Baekhyun mendorong Chanyeol yang sedang kalap itu hingga terjerembab kebelakang.

"Kris? Kau tidak apa-apa kan? aku minta maaf Kris. Ini salahku, maafkan aku." Baekhyun mencoba membantu Kris berdiri dengan memeluk pinggang lelaki tinggi itu.

"Tidak apa-apa. Kau kawatir sekali ya denganku sampai matamu berkaca-kaca begitu?" Kris terkekeh kecil saat melihat mata Baekhyun berkaca-kaca.

"Bahkan disaat seperti ini pun kau masih sempat bercanda Kris! Ayo aku obati dulu lukamu."

"BRENGSEK! PERGI KAU SEKARANG JUGA DARI APARTEMEN KU DAN ISTRIKU!" teriak Chanyeol yang sudah bersiap menghajar Kris lagi.

"PARK CHANYEOL! KAU AKAN MELUKAINYA LAGI!" teriakan Baekhyun dengan lantang membuat Chanyeol yang sudah siap menghajar Kris langsung terdiam. Ia tidak menyangka istrinya akan bertiak seperti itu untuk orang lain.

Chanyeol menatap Baekhyun tak percaya, "Kau membelanya huh? Kau itu istriku, kenapa kau mau saja di perlakukan seperti itu oleh nya? Kau tidak murahan kan?"

"JAGA UCAPAN MU BRENGSEK!" teriak Kris. Ia tidak terima Baekhyun-nya yang sangat ia sayangi di hina seperti itu terlebih oleh suaminya sendiri.

"Kris sudahlah. pulanglah dan obati lukamu. Aku akan bereskan orang ini." ucap Baekhyun melembuat saat menatap kris yang hanya dibalas dengan senyuman kecil kris. Kris menagngguk kecil dan berjalan keluar.

"Bisa kau jelaskan semua ini, Park Baekhyun?" Chanyeol mendesis menyeramkan. Entahlah, Baekhyun hanya merasa menyeramkan saja mendengarkan nada suara Chanyeol yang seperti itu.

"Apa yang perlu di jelaskan? Kau sudah bisa melihat sendiri tadi." Baekhyun duduk di sofa yang tadi di duduki Kris dan meminum bekas minuman Kris.

"Lihat, bahkan kau meminum dengan gelas yang sama dengan orang itu huh?"

"Apa salahnya? Aku sering melakukan ini ke orang-orang." Jawab Baekhyun cuek. Chanyeol mengehela nafas lelah dah menjatuhkan tubuhnya di samping baekhyun.

"Jelaskan kepadaku Baek. jangan buat aku salah paham kepadamu. Kau tahu, aku semalaman tak tidur karena menungguimu pulang. Kau tak lihat mataku ada lingkaran hitam? Aku sangat mengkhwatirkanmu baby."

"..."

"Katakan sesuatu kepadaku, istriku."

"Aku membencimu." Baekhyun bangkit dan ingin melangkah pergi sebelum tangan besar Chanyeol menceganhnya untuk melangkah.

"Kenapa kau membenciku? Apa salahku? Apa karena aku menghajar lelaki tadi?"

"Kau menghianatiku di depan mataku sendiri, Park." Ucap Baekhyun tanpa menoleh sedikitpun kearah Chanyeol.

"Aku bersumpah tidak pernah melakukan itu Baek. seharusnya aku yang mengatakan itu kepadamu."

"Cih. Kau pikir mata ku sudah buta untuk melihatnya ya?" Baekhyun tersenyum sinis dan menghetakan tangan Chanyeol kasar.

"Melihat apa? Memang aku melakukan apa?"

"Jangan sok bodoh, Park! Dasar bermuka dua." Desis Baekhyun tajam.

Blam

Ceklek

Bagus sekali! Baekhyun mengunci pintunya dari dalam. Bersiaplah tidur diluar malam ini Park Chanyeol.

Chanyeol terdiam dengan pikirannya sendiri sembari mengingat-ingat apa yang salah dengan yang dilakukannya.

"Melihat? Memang melihat apa? Menghianati? Aku melakukan ap—

JINRI?!"

"Tapi bagaimana bis—" Pikirannya melayang mengingat kata-kata gadis cantik nan kolot itu kemarin.

"Cium aku di depan Baekhyun sunbae."

"Aku percaya padamu sunbae. Kau sudah membuktikannya, kau menciumku di depan baekhyun sunbae."

"Sialan! Gadis kolot itu benar-benar cari masalah rupanya!" desis Chanyeol.

'Sialan! Baekhyun marah itu masalah.' Batin Chanyeol nelangsa.

"Eh, tapi.. ngomong-ngomong istriku itu sedang ceburu ya? Astaga, manis sekali hehe."


TBC


HWAAAHHH...

Maap ya agak lama. Aku baru aja dioprasi soalnya huhuhu T_T

Eh iya bahasa sama gaya penulisan Baekhyun sama Suho macem berubah dikit ya. Sengaja kok. Soalnya kalo sama temen, aku mikir gak akan nyaman kalo ngomong terlalu formal. Apalagi temenan macem Baekhyun sama Suho itu banyak ributnya HEHE

Soalnya, menurut saya. Kehidupan sekolah tanpa lawakan temen dan kata-kata non-formal kita itu bagaikan Sayur tanpa sayur-nya(?) rite?

Diselipin bahasa blangsak gitu kan biar gak terlalu flat juga ff nya.

Disini emang sengaja gak dikasih moment kok

MOMENTNYA CHAP DEPAN. NAH ITU DAH BUAT CUCI MATA SAMA YANG SEPET SAMA MOMENTNYA CHANYEOL JINRI WKWKWK

DAN MAAF KALO MISALNYA FF NYA ALURNYA LAMBAT, GAPAPA LAH LAMBAT YANG PENTING SELAMAT *eh=_="

Hayoo, siapa yang bisa nebak Kris itu siapanya Baekhyun? Kenapa interaksinya sampe kaya gitu? Dan kenapa mereka gitu padahal Baekhyun udah nikah? Hubungan gelap kah?

YANG BISA NEBAK NANTI SAYA KIRIMIN CHANBAEK KE RUMAH MASING-MASING *hah? #ditabok

Eh cie, yang pada penasaran kenapa ChanBaek musuhan kalo di sekolah ciee.

Cie yang penasaran kenapa ChanBaek udah nikah padahal masih sekolah ciee.

Tunggu aja, nanti bakalan terungkap kok kenapa haha

Bales Review lagi ah :3 wkwk

Nenehcabill : Cerita ini enggak sekeren yang kamu bayangin kok/? Membunuh? Jangan dibunuh dong Chanyeolnya, nanti ff nya berubah genre jadi suspense criminal gimana dong? Ini udah panjangan dikit kan?^^

Shouda Shikaku : Lol. Pastilah berdasar cinta dong, engga mungkin mba juga. Emang sinetron indonesia? Haha. Yang punya ide bersandiwara? Pasti aku dong/?

Nopiefa : Hanya ada Chanbaek di muka bumi ini? terus aku apaan dong? Engga nyata gitu? Haha.

Dhea485 : Kurang puas yah? Maap aku nggak bisa memuaskan kamu/? #nahloh. Kecepetan ya? Maapin aku yang suka lambat-lambat. Aduh duh maap lagi loh, disini malah tambah engga ada moment nya. Gimana dong? Momentnya buat Chapter depan masalahnya sih hehe.

ChanBaekLuv : Iya? Short movie DBSK? Beneran? Aku malah belom pernah nonton._. entar coba kapan-kapan aku nonton. Iya, ada perang dunia ke III besok #halah

Followbaek : Yang suka sama Baek terus ngejar-ngejar Baek? itu, si Kris-nya udah muncul hehe. Update fast? Maap ya beneran deh suer aku itu tipikal orang yang memegang teguh prinsip "lambat asalkan selamat." Jadi mohon maklum haha.

Caramelyeol : Salam kenal juga ya^^. Demi apa? Ff ini gak se KEREN yang kamu pikirin kok chingu. Iya, aku juga waktu ngetik ff ini mikir kalo mereka berdua kaya punya alter ego hehe. Aduh duh chingu, jangan marah-marah dulu sama Sulli. Sebenernya masalah terbesar disini bukan sulli nya kok. Serem banget chingu jambak2 gitu kaya jupe vs depe haha.

indah byunjungkim : Hoho kenapa waktu baca reviewnya jadi berasa serem ya? Berasa di todong sama preman pasar aku nya-_- haha. Maaf kalo lama, ini lebih lama lagi ya?

neli shawolslockets (Ch 1 & 2) : Yosh. Pcy sama bbh pasangan suami suami. Udah terjawab kan? hehe.

rika maulina 94 : Yes yes. Baekhyun kan tsundere hahahha. Semua bakal kejawab di chapter chapter yang akan datang ya^^ makasih loh udah suka sama fanfic nosense ini.

indrisaputri : Gapapa baru review juga. Kamu udah review aja aku udah seneng^^ udah lanjut ya;)

nam mingyu : Kurang panjang? Aku jarang bisa dan suka bikin yang panjang-panjang sing, tapi bakalan tetep aku usahain. Ini udah lebih panjang kan?

94's : Berarti buat Baekhyun jeles aja terus ya gausah akur lagi biar makin tambah seru ff nya/? Hehe. Selipan humor? Aduh maaf buat yang satu itu. ujur aku ngerasa enggak bisa ngetik ff humor. Nanti kalo jadinya garing gimana?. Oke, maaf ya agak lama apdet haha

Guest : Ff dahsyat? Berarti ff ini alay dong ya? Tapi... emang bener ff nya alay sih-_-". Ya itulah ChaBaek, mereka antimainstream.

byvn88 : Alesan mereka berdua kaya gitu bakal terjawab di chapter chapter yang akan datang ya:) masa sih kocak? Garing malah menurut ku-_-" hehe

aquariusbaby06 : Chanyeol udah selingkuh kok dari dulu di belakang Baekhyun sama saya/? /Slap/ bisa dong. Tapi jawabannya bakalan kejawab di chapter chapter yang akan datang ya:)

Syifa Nurqolbiah : Iya nih ah, gara-gara Sulli nih dasar pho kan ya? Haha. Udah lanjut ya chingu;)

Parklili : Yosh. Mereka memang antimainstream

FriederichOfficial : Amasa? Ciyus? Miapah? Enelan? Hahaha tapi makasih ya chingu^^ udah lanjut oke;)

Baekhugs0420 (Ch 1 & 2) : Wah wah wah kita sehati chingu. Jangan-jangan kita jodoh ya? /slap/ Yosh yosh yosh selamat review chingu semua aku jadiin beneran. Baek bales dendam, mesra2an sama namja lain, dan Yeol dikerjai. Complete kan? hehehe. Udah lanjut yaa;)

Thiiya : Yaaaahh, Chanbaek sweet momentnya di chap depan chingu:( disini emang Cuma buat mereka waktu berantem aja hehe.

Majey Jannah 97 : /ikutan tepuk tangan/ /? /Plak/

Special bubble : lol. Baekhyun gamau kalah juga dong. Itu udah ada Kris haha.

park baekyeol: Hah? Loh? Apanya yang sakit? Udah lanjut yaa;)

meliarisky7 : Waah berarti gampang ditebak dong ya ceritanya? Yosh. Hanya aku yang tahu haha.

N-Yera48 : Iya nih alay banget yang melebih-lebih kan gosip murahan itu. kan tidak ada kebahagiaan tanpa kesusahan terlebih dahulu kan? nah Chanbaek ini lagi mengalamai masanya kesusahan haha. Okee udah anjut yaa;)

HAHA cukup ya cuap-cuapnya.

Maaf juga kalo ada yang ketinggalan, atau salah nulis Pen-Name.

Aku Khilaf kok wkwk

Makasih loh sama yang udah Review. Aku padamu lah:3

And Last,

R

E

V

I

E

W