Title: Big Secret
Disclaimer : God & Themselves
Rate : T+++++ (dusta ding:p)
Genre : Romance, Drama, Friendship
Cast : Park Chanyeol, Byun Baekhyun
Other Cast: Kim Suho, Kris Wu, temukan sendiri/?
Warning : OOC, cerita pasaran, alur kecepatan, Typo(s), YAOI, fict enggak nyambung sama judulnya-_-, ceritanya maksain banget
Summary: Kehidupan Chanyeol dan Baekhyun, siswa biasa yang selalu terlihat saling membenci satu sama lain. Tapi, siapa sangka sebenarnya hidup mereka berdua selalu penuh dengan kepura-puraan dan sandiwara di dalamnya? / Yaoi, BL, School-Life, DLDR, RnR please!
.
.
Big Secret © FyxHunKai
Gak suka? OUT!
Masih ga OUT juga? Berarti anda terlalu memaksakan diri/?
No Siders! No FLAME!
.
.
.
[WARNING! TYPO(S) BERKELIARAN!]
.
.
"sialan! Gadis kolot itu benar-benar cari masalah rupanya!" desis Chanyeol.
'ini benar-benar masalah besar.' Batin Chanyeol nelangsa.
"eh, tapi.. ngomong-ngomong istriku itu sedang ceburu ya? Astaga, manis sekali hehe."
[Chapter 4]
"Loh? Ini masih jam setengah tujuh Baek. kenapa kau sudah mau berangkat? Bukankah sekolah kita masuk jam delapan?" bingung Chanyeol yang baru saja bangun saat mendapati Baekhyun akan berangkat sepagi ini.
"Aku dijemput Kris." Jawab Baekhyun acuh dan melenggang meninggalkan Chanyeol yang hanya bisa mendesah pelan.
'Satu-satunya cara adalah dengan mencari masalah dengan Baekhyun nanti di sekolah.'
"Baek, ku dengar tadi pagi kamu berangkat pagi sekali ya? Memangnya kenapa? Kamu piket? Tapi kalau piket nggak harus berangkat sepagi itu kan? Kamu kenapa? Kamu ngapain disini?"
"Berisik! Aku lapar. Ayo ke kantin."
"Kamu tadi pagi berangkat sama siapa? Kata anak-anak kamu diatar mobil mewah, memang kamu punya uang buat beli mobil mewah ya?"
Ctak
"Berisik ah!" Desis Baekhyun sebelum mempercepat langkahnya menuju kantin. Meninggalkan sosok Suho yang menggerutu sambil mengelus pelan keningnya.
"Cepetan hyung! Manusia apa siput sih?" teriak Baekhyun yang sudah berada di depan kantin.
"Baek, semua meja sudah penuh." Ucap Suho sembari melongok ke kanan kiri depan belakang guna melihat tempat yang kosong sambil berjinjit mengingat tinggi tubuhnya yang minim.
"Aku tahu badanmu itu kerdil hyung. Tapi masa kamu nggak bisa lihat kalau dipojok sana ada meja kosong sih?" sontak Suho melolot mendengarnya, "Cepatan. Sebelum ditempati orang lain." Baekhyun melangkah cepat menuju meja pojok sana.
Tap
Tap
Tap
.
.
Sreet
Tep
.
"Hai Byun, apa yang kau lakukan disini?"
.
Tunggu. Sepertinya Baekhyun sangat mengenal suara ini, "Chanyeol?" Baekhyun menoleh cepat kerah sumber suara yang sekarang sedang memicing berbahaya kearahnya.
"Kau pikir kau siapa? Seharusnya aku yang tanya begitu." Kedua bola mata sipit Baekhyun semakin menyipit, "Apa yang kau lakukan disini? Seenaknya saja merebut meja orang." Baekhyun memastikan bahwa suara dan kalimatnya penuh penekanan. Secara tak langsung ia ingin mengultimatum bahwa meja ini MILIK-NYA.
Tapi entah orang itu tak tahu diri atau apa, ia malah cuek dan tetap memakan makanan yang sudah di pesannya.
Brak
Baekhyun menggebrak meja dengan keras, "Brengsek! Aku duluan yang mendapatkan meja ini idiot!"
"Hei bung, aku duluan yang duduk di meja ini kalau kau lupa. Siapa cepat, dia yang dapat kan?" Chanyeol berujar santai sambil tetap memakan makanannya lalu tersenyum kecil dalam kunyahannya. Baekhyun mendesis melihat senyuman kecil menyebalkan –menurut Baekhyun- itu sebelum menarik makanan Chanyeol menjauh dari pemiliknya.
"Tetap saja ini mejaku, IDIOT!"
"Kembalikan makananku."
"Pergi!"
"Tidak akan! Kembalikan makanan ku kerdil!"
Baekhyun mengerang frustasi, "Mengalahlah sedikit, aku sangat lapar tahu."
"Begitu juga aku."
Baekhyun berdecak sinis, "Oh ya ampun, lihat ini. Kau musuhku yang sangat jahanam, sangat ingin makan semeja dengan ku ya."
Chanyeol melolot, "Bukankah kau yang sangat ingin makan denganku sampai mejaku pun kau akui."
"Nggak sudi!"
Chanyeol dengan cepat mengambil makanannya dari tangan baekhyun yang lengah, "Ya sudah. Tak ada yang memaksamu untuk makan disini kok. Karena jelas-jelas meja ini adalah MILIK KU."
Suho menghela nafas pelan saat sudah sampai di depan meja kantin paling ujung yang sudah menjadi 'medan perang'. Suho melirik ke sekeliling, dan benar saja perang Chanyeol dan Baekhyun selalu menarik perhatian seluruh isi kantin.
"FAK! JANGAN GIGIT TANGANKU UDIK!"
"PENDEK SIALAN, KAU DULUAN YANG MENJAMBAK RAMBUTKU NORAK!"
"e-emm B-Baek—"
"APA MASALAHMU SIH BYUN? KALAU MAU MAKAN TINGGAL MAKAN SAJA!"
"MEMANG! TAPI AKU NGGAK SUDI SATU MEJA DENGANMU TENGIK! UDIK!"
"Baekhyun—"
"KALAU BEGITU CARI SAJA TEMPAT LAIN!"
"TAPI AKU JUGA NGGAK SUDI SATU KANTIN DENGAN MU!"
"B-baek.. a-anu Baek—"
"KALO NGGAK MAU YA GAK USAH MAKAN DI KANTIN! GITU AJA KOK REPOT!"
"IDIH, KAU SAJA—"
"WOY KALIAN BERHENTILAH BERTENGKAR! BERISIK TAHU!"
"..."
"..."
.
SIIING
.
Seketika Hening.
.
Keduanya tampak diam. Mereka dibuat beringsut tak berdaya di meja itu dengan teriakan lantang Suho. Ciut sudah nyali mereka saat mendengar teriakan lelaki yang berparas lembut tersebut.
"Nah, kalau begini kan enak." Aura gelap yang sempat mengelilingi Suho pun lenyap seketika. Ia melihat kearah Baekhyun dan Chanyeol, Suho tersenyum manis pada Baekhyun dan Chanyeol yang menatapnya ngeri.
"Mari makan, teman-teman."
•
"Aku tidak tahu kalau kalian berdua bisa makan dengan tenang seperti ini,"
Suho terkikik melihat Baekhyun dan Chanyeol makan dalam diam tanpa perang mulut seperti biasanya, "Kupikir kalian musuh."
"MEMANG IYA!"
Keduanya berteriak kompak sambil menatap Suho dengan pandangan membunuh.
Suho memutar matanya malas, "Gzzz.. baiklah."
"Autis." Gumam Chanyeol pelan yang tentu saja dapat dengan jelas di dengar Baekhyun yang memiliki telinga peka, berbeda dengan telinga Suho yang sudah terkontaminasi dengan kotoran.
"WOY!" Baekhyun berseru tak terima, "Ngaca dulu dong. Kau pikir, kau lebih baik daripada aku?"
"Oh, tentu saja."
"Dasar Idiot!"
"Pendek!"
"Tua-tua keladi!"
"Lelaki jadi-jadian!"
"Jerapah Afrika!"
"Cacing pita!"
"Jerawat gajah!"
"Bisul anoa!"
"Panu badak!"
"Koreng rayap!"
"Gzzzz... Aku sumpahin kamu nggak akan bisa ereksi lagi sampe burungmu karatan!"
"Ohok-ohok.. B-baek kau—"
"ENAK SAJA!"
"AMIIIN YA TUHAAAN!"
"JANGAN DIAMININ BODOH!"
"DOH STOP WOY STOP!"
Sekali lagi. Suara menggelegar Suho menghentikan adu mulut mereka.
'Astaga, bisa-bisanya mereka bertengkar sampai membawa-bawa ereksi dan burung di kantin yang ramai seperti ini.'
"Baek, kembali kekelas sekarang!" Suho menarik kerah seragam Baekhyun berdiri dan segera menyeretnya pergi dari situ sebelum ada pertumpahan darah.
"URUSAN KITA BELUM SELESAI YA ORANG UDIK!" teriak Baekhyun sambil menengok kebelakang dan memandang orang itu sinis.
"AKU TAK PERDULI, PENDEK!" balas Chanyeol sambil tersenyum lebar kearah Baekhyun.
"Astaga Baek, apa masalahmu sebenarnya. Kenapa kalian berdua selalu berteriak, memaki, dan saling mengejek seperti itu." desis Suho sambil memijat pelipisnya yang sekarang mulai berkedut-kedut hebat.
"Salahkan saja dia yang mukanya sepeti kotoran singa." Jawab baekhyun acuh, Suho hanya mengela nafasnya pelan, "Astagaaa.."
•
"Buka halaman sembilan puluh empat dan kerjakan kuis di halaman itu sekarang!"
"Brengsek! Park Brengsek! Orang paling udik, norak, sampah masyarakat!"
"Baek—"
"Kerjakan sekarang dan jangan ada yang ribut."
"Dasar unta! Bodoh, sialan, udik, kampay, brengsek!"
"Tas ku Baek~"
"Jika saya mendengar satu keributan, kalian akan tahu hukumannya."
"Gzzz.. aku kesal sekali dengan manusia kotoran singa itu aarrgghhh.."
"Baek, lepaskan tas ku~"
"Kenapa ada manusia macam Park itu sih? Gzzzzz."
"Baek—"
"Grrrr..."
Srak
Krauk
"FAK BAEK! JANGAN GIGIT SAMA DITARIK-TARIK GITU! NANTI SOBEK, MAHAL TAHU!"
"KIM JUNMYEON! BYUN BAEKHYUN!"
Suho dan Baekhyun sontak melotot mendengar lengkingan dari depan kelas itu. mereka mentap takut-takut guru di depan sana yang mukanya menjadi berkali-kali lipat lebih menyeramkan dari sebelumnya.
"M-maaf pak.. m-maaf"
"Sekarang kalian pilih, mau membersihkan toilet, berdiri di lapangan, atau membersihkan gudang?"
"..."
"..."
"Cepat pilih hukuman kalian! Jangan Cuma diam saja! Tadi saja ribut, sekarang diam. Mendadak bisu ya?"
"Pilih membersihkan gudang saja pak."
Itu suara Suho.
Yeah, masalah hukuman begini mana Baekhyun mau menjawabnya sih.
.
Baekhyun dan Suho kini tengah berada di rooftop sekolah setelah selesai dengan tugas mereka mari-membersihkan-gudang-sekolah itu.
Baekhyun terus menatap keatas langit yang cerah dengan pandangan kosong yang membuat Suho mengernyitkan dahinya tak mengerti.
"Haaaaah." Baekhyun menghela nafas berat.
"...?"
"Aku tidak tahu kenapa aku bisa kena sial terus,"
"Hah?"
"Ya tuhan, apakah kau benar-benar membenciku? Ya, aku tahu aku mempunyai banyak dosa di dunia ini,"
"Baek—"
"Aku bahkan sering bertengkar dan menghina si idiot itu, sering berkata kasar. Aku juga sering memanfaatkan dompet Suho hyung. Selalu menyiksa Suho hyung,"
"Baek kau—"
"Aku juga sering membolos pelajaran jika aku sedang malas dengan gurunya. Sering makan saat pelajaran. Tidak suka belajar, lebih suka membaca majalah dan komik dewasa ketimbang membaca buku pelajaran,"
"H-hah Baek—"
"Aku suka memfitnah orang, dan aku juga pernah menaburkan paku payung di kursi guru, dan malah menuduh Suho hyung—"
"—HAH?! JADI KAU YANG—"
"Aku bahkan pernah mengambil uang Suho hyung diam-diam di dompetnya. Pernah mengambil jam tangan Suho hyung yang mahal dan membuangnya di selokan karena kesal. Astaga, kalau dihitung-hitung dosaku bisa menembus angka miliyaran triliun,"
"BAEK—"
"Maafkan aku tuhaan,"
"HENTIKAN ITU BAEK! MUNCRAT SEMUA TAHU!" teriak Suho sambil menutupi mukanya dengan telapak tangannya sendiri, dan Baekhyun hanya menetap Suho dengan pandangan datar dan tak berarti.
•
Baekhyun memainkan ponselnya malas. Sekarang ini langit sudah gelap dan ia harus tetap di sekolah karena akan ada pelajaran tambahan. Ya, tentu saja, ia sudah siswa tingkat akhir dan itu wajib diikuti.
Baekhyun sekarang sedang sendiri di kelas. Entah kemana semua teman-teman kelasnya yang bar-bar itu. Suho juga sedang tidak ada di sampingnya, sedang ke kemar kecil katanya.
.
Drrtt Drrtt
Baekhyun berjengkit kaget saat ponselnya bergetar menandakan ada pesan masuk.
'Dari Chanyeol.. baca tidak ya? Atau langsung ku hapus saja?'
Baca.
Tidak.
Baca.
Tidak.
Baca.
Tidak.
Ah tidak usah.
Langsung hapus saja ah...
Option
Delete message?
.
.
.
'Eh, baca saja deh.. kan kepo'
.
Cancel
From: Idiot Park
Subject: Aku merindukanmu
Aku merindukanmu, Istriku. Aku minta maaf jika aku salah. Itu hanya salah paham, aku berani bersumpah. Aku akan menjelaskannya saat dirumah. Ikuti kelas tambahan itu dengan benar, supaya kita bisa segera lulus dan bersama-sama lagi.
Aku mencintaimu, Sweetheart.
.
.
MAIGAT MAIGAT MAIGAAAT!
.
.
.
Dear jantung, kalem plis.
.
.
Asdfghjkl!
Siapa pun tolong selamatkan Baekhyun sekarang. Kenapa ia merasa Chanyeol manis sekali sih sekarang.
Baekhyun menggigit bibir bawahnya gemas, dan ketika ia mendongakan kepala—
"AAAAAAAAH!"
Baekhyun menjerit keras, dan tangannya spontan meraih buku paket Sains yang tebalnya 390 halaman dan memukulkannya ke sisi wajah Suho.
.
Brugh
.
"AAAAAAAAAH!"
.
.
Eumm.. yeah,
.
Sekarang giliran Suho yang berteriak keras.
.
"Kau apa-apaan sih!" Suho mendelik menyeramkan sambil mengelus kepalanya yang tiba-tiba pening, "Mau membunuhku hah!?"
"Oh, dengan senang hati, hyung." Baekhyun memutar bola matanya malas, "Kau itu yang apa-apaan! Seenaknya muncul di hadapan orang! Kalau aku jantungan bagaimana?" bentaknya, diam-diam Baekhyun mencengkram seragamnya bagian dada. Merasakan degup jantungnya yang berdetak cepat dan tak beraturan.
.
Oh, jangan pernah berpikir Baekhyun menyukai Suho.
.
HELL NO!
.
Ia hanya kaget saja oke.
.
.
Bagaimana tidak kaget jika tadinya kelas dalam keadaan tak ada orang, dan tiba-tiba seseorang muncul dihadapanmu tanpa suara? Apalagi ini sudah malam dan kelas ini tidak ada orang.
Baekhyun menatap Suho malas, "Ada apa sih? Mengagetkan saja."
Suho mencibir pelan, "Siapa juga yang mau mengagetkanmu." Suho memutar matanya malas, "Tadi aku sudah memanggilmu berkali-kali. Tapi kau nya saja malah senyum-senyum tak jelas di depan ponselmu itu."
"Baiklah, jadi?"
"Jadi apa? Apanya yang udah jadi? Kapan buatnya kok udah jadi?"
Baekhyun memutar matanya malas, "Apa mau mu hyung?"
"Ohh.." Suho sedikit mempoutkan bibirnya, "Nggak jadi. Tiba-tiba aku jadi males ngomong sama kamu."
"Idih dih dih. Yaudah sih, aku nggak ada untungnya juga kok ngomong sama kamu sebenernya hyung."
"Kamu itu nggak punya rasa bersalah banget ya? Minta maaf kek gitu sama aku. Sakit tahu."
"Ngapain banget. kan itu salah mu sendiri yang muncul tiba-tiba hyung. Siapa juga yang nggak kaget kalo kaya gitu."
"Tapi tetep aja ini sakit, melarat people!"
"Bodo amat."
"Kamu bakalan nyesel nggak mau tau berita dari aku, Baek."
"Nggak guna."
"Baek, kau pulang dengan siapa malam ini?" Suho menatap Baekhyun dengan pandangan lucunya, berniat merayu Baekhyun, "Naik subway dengan ku yuk. Aku sedang tidak membawa mobil soalnya."
"Hng? Tumben sekali," Baekhyun menatap bingung Suho, "Tapi sepertinya tak bisa hyung. Aku sudah mengirim pesan kepada orang yang akan menjemputku."
"Kau dijemput? Ijinkan aku ikut Baek. Aku mohon, kau tak kasihan dengan lelaki manis dan imut seperti ku pulang sendiri naik subway lalu digoda preman. Lalu aku diperkosa? Aku tidak mau Baek."
"Bilang sendiri saja kepada orang yang menjemputku hyung."
"Hmm.. baiklah aku akan bil—"
Tin Tin.
Baekhyun dan Suho menoleh ke sumber suara tersebut. Baekhyun sontak tersenyum manis saat mengetahui pemilik mobil itu keluar dan mengehampiri mereka berdua.
"Sudah menunggu lama?" tanya Kris langsung merangkul pundak Baekhyun dan mengecup pelan kening Baekhyun.
"Tidak. Aku dan Suho hyung baru saja keluar." Jelas Baekhyun dan menolehkan kepalanya kearah Suho, "Hyung? Kau kenapa? Kau mengenal Kris?" tanya Baekhyun saat menemukan wajah Suho yang terkejut dengan mata berbinar dan menatap wajah Kris lama.
"YI FAN?!" pekik Suho yang sontak membuat dua orang disana terkejut.
Kris mengerutkan kening heran, "Hah? Junmyeon?" tanya Kris tak yakin.
Baekhyun lebih terkejut lagi sekarang, "Loh? Darimana kalian bisa saling mengenal?" Baekhyun menatap Kris dan Suho bergantian.
Suho tersenyum lebar dan mendekat kearah Kris, "Tentu saja Baek! dia pangeran ku Baek! dia adalah pengeran yang pernah kuceritakan padamu."
Baekhyun memutar bola matanya malas, "Ohh."
"Kau mengenal Junmyeon Baek?" tanya Kris heran seraya memeluk Junmyeon sebentar.
Baekhyun mengangguk, "Tentu saja! Ini adalah orang bar-bar yang pernah ku ceritakan kepadamu saat makan. Kenapa kau tidak bilang kau mengenal suho hyung sih Kris malam itu!"
"APA?! Kau mengatakan apa tentangku kepada Yi Fan huh? Orang bar-bar? Kurang ajar!" desis Suho sambil menatap sinis Baekhyun, "Seperti kau lebih baik dariku saja."
Kris hanya tersenyum melihat interaksi keduanya yang terlihat begitu dekat, "Mana ku tahu dia yang kau sebut suho. Yang kutahu ya namanya Kim Junmyeon, bukan suho." Kris menepuk-nepuk pelan puncak kepala Suho.
Baekhyun mengeritkan kening, "kau mengenal Suho hyung dimana Kris? Kalian tampak akrab sekali."
"Dia? Aku mengenalnya di jalanan." Jawab Kris asal dan tersenyum jahil kearah Suho, "YA! Kau tega sekali denganku, Yi Fan." Rajuk Suho
"Hahahaha, dasar lelaki jalanan. Berapa tarif mu semalam, manis?"
"WOY, NGAJAK RIBUT YA?"
.
"Selamat malam Baek, mimpikan aku ya hehe." Suho tersenyum lebar dari dalam mobil Kris saat sudah sampai di depan gedung apartement Baekhyun.
"Tak sudi hyung! Malas sekali aku memimpikan manusia bermulut bau seperti mu."
Suho melotot mendengarnya, "YA! Kau benar-benar ingin mati ya," desis Suho kesal, sedikit melirik kearah Kris yang berusaha menahan tawanya, "Baik-baiklah aku juga tak mau di mimpikan oleh orang mesum sepertimu. Bisa-bisa di dalam mimpimu nanti aku kau perkosa."
Baekhyun memutar matanya malas, "Idih. Males banget memperkosa orang sepertimu hyung. Bisa-bisa aku nggak bisa ereksi lagi kalau memperkosamu."
"Grrrr... Aku sumpahin kamu supaya burung mu hilang sekalian!"
"Aku bersumpah jika sampai kau menyumpahi ku seperti itu aku akan mencincang burungmu hyung!" ancam Baekhyun, "Dasar maniak! Penjahat kelamin." Baekhyun memeletkan lidahnya di depan Suho dengan pandangan minta di geplak.
Kris memelototkan matanya sebelum,"Bwahahahaha" tawanya meledak dengan sempurna saat mendengarkan pertengkaran mesum dua lelaki bertubuh minim itu.
.
Suho mengelus pelan dadanya,
.
Sabar, sabar~
Orang sabar disayang pacar..
.
Eh,
.
Tapi kan,
.
Suho nggak punya pacar..
.
.
.
Damn...
.
"Mati saja sana! Yi Fan ayo antar kan aku pulang sekarang. Baekhyun menyebalkan sekali."
"Baiklah aku pulang dulu, sayang. Jika ada apa-apa hubungi aku oke." Ucap kris sebelum meninggalkan gedung apartement Baekhyun.
Suho mengernyitkan alisnya tak mengerti, 'Huh? Tapi bukankah..'
•
Ceklek
Blam
Chanyeol menoleh ke asal suara, "Eh? Kau sudah pulang baby?"
Blam
Bagus sekali!
Baekhyun mengacuhkannya lagi
Chanyeol menghembuskan nafasnya pelan dan segera menyusul Baekhyun ke kamar mereka sebelum pintu kamar itu akan dikunci dan dia harus tidur di luar lagi.
.
HELL NO!
.
Chanyeol sudah kapok oke.
.
Chanyeol memasuki kamar itu dengan pelan. Dan matanya tidak menangkap sosok Baekhyun berada di kamar itu. mungkin masih mandi, pikirnya saat mendengar gemercik air di kamar mandi.
Chanyeol memutuskan untuk duduk di pinggir kasur sambil menunggu Baekhyun selesai dengan mandinya.
.
Oh baiklah, ini sudah menit ke dua puluh lima Chanyeol menunggu Baekhyun selesai mandi. Chanyeol sudah akan beranjak mendekati pintu kamar mandi,
Ceklek
"Astaga Baek, kukira kau ketiduran di kamar mandi. Lama sekali sih cuma mandi saja."
Baekhyun melirik, "Berisik!" Baekhyun melewati Chanyeol begitu saja dan duduk dengan tenang di pinggir kasur sambil mengeringkan rambut basahnya. Menawan.
Chanyeol menghela nafas, "Ini sudah bukan di sekolah, sayang. Kenapa kau masih menghiraukan ku sih?" Chanyeol ikut mengambil tempat di sebelah Baekhyun.
"..."
"Aku bisa jelaskan kesalah pahaman ini okay. Aku bersumpah tidak ada apa-apa dengan Jinri. Memang, kemarin Jinri itu menyatakan perasaanya kepadaku," Chanyeol menatap Baekhyun yang acuh, "Dan aku menolaknya. Aku mengakui kalau aku gay."
"..."
"Lalu tentang aku mencium keningnya, itu karena ia pernah melihat aku dan kau jalan berdua dengan bergandengan tangan," Baekhyun menoleh cepat kearah Chanyeol, "Jinri memintaku untuk membuktikan bahwa aku dan kau tidak ada hubungan dengan ciuman di kening itu."
.
Baekhyun menatapnya.
.
Masih dengan ekspresi datar dan lempeng.
.
"Kalau masalah pelukan itu karena dia senang aku menuruti kemauannya. Sumpah hanya itu Baek. masa kau tidak percaya kalau aku sangat mencintaimu sih? Aku tak mungkin menghianatimu."
"..."
"Well yeah, aku sungguh tak tahu kau ada disana saat itu. Dan aku tahu saat itu aku tolol sekali tidak mengerti maksud ucapannya yang tentang 'menciumku di depan Baekhyun sunbae'."
"..."
.
Oke, sekarang ekspresi Baekhyun berubah.
.
Menjadi lebih...
.
Eerr— Ya, seperti itulah.
.
"eung.. Baek, kenapa kau diam saja sih? Aku sedang minta maaf kepadamu Baek. kau hanya salah paham sungguh. Aku menjelaskan ini dengan yang sejujur-jujurnya. Tapi— Sori, bisakah kau ubah ekspresimu? Geli, tahu."
Baekhyun melotot tak percaya.
"Oi, situ minta di geplak pake pedal ya?" Baekhyun melipat tangan di depan dada. Sebal, "Dan ngomong-ngomong tentang menjijikan, kau yang paling menjijikan disini tahu."
"Maksudmu?" Chanyeol menautkan alisnya tak mengerti.
"Ah tidak, lupakan saja," Baekhyun menghela nafas pelan, "Seharusnya aku yang minta maaf sudah bertindak kekanakan sekali. Seharusnya aku tahu kalau kau tak mungkin menghianatiku."
Grep
Baekhyun memeluk Chanyeol yang duduk di sebelah nya dengan erat. Mengenggelamkan wajahnya di dada Chanyeol. Dan tentu saja Chanyeol membalasnya dengan senang hati.
"Kau sudah membuatku tak tidur semalaman, membuatku cemas memikirkanmu, membuatku marah dan cemburu kepada dua manusia yang sangat kontras tingginya badannya itu, dan membuatku frustasi karena sikapmu, Baekhyun." Baekhyun mendongak pelan dengan takut-takut.
Ludah diteguk, keras.
"O-oh oke. Aku sadar tak sepatutnya juga aku melakukan hal itu. Aku—" satu helaan nafas panjang, "Maaf.." cicit Baekhyun.
"Apa?"
"Maaf.."
"Bisa kau ulangi? Sepertinya aku tak mendengarnya."
"Aku minta maaf."
"Hah?"
"Maaf!"
"Kau bilang apa?"
"... Lupakan saja."
"Oh tidak bisaa~ tadi kau bilang kau mau meminta maaf."
"Aku memang mi—WADEHEL Chanyeol, itu kau dengar!"
"...Oh iya."
Baekhyun mengumpat.
Chanyeol memasang pose berpikir yang terlihat menyebalkan di mata Baekhyun, "Aku akan memaafkanmu, kalau kau mengatakannya dengan benar sayang."
"Maksudmu?"
"Ikuti perkataan ku okay."
"Tidak mau!"
"Mau ku maafkan tidak?"
"..."
"Yasudah sih aku menginap di apartement Kyungsoo sa—"
"JANGAAAN! Uh oh m-maksudku, eum, o-oke, baiklah."
"Bagus. Sekarang ikuti kata ku."
"...Hn."
"Aku..."
"..."
"Baby!"
"Iya, iya! Aku..."
"Park Baekhyun yang hina dan kerdil ini—"
"Fak yu."
Chanyeol tak memperdulikannya, "...Ingin meminta maaf kepada suaminya Chanyeol yang tinggi, tampan, agung, terhormat, mulia, baik hati, berhati suci, tidak som— YA! Baekhyun! mau kemana kau? BAEKHYUN!"
"BERISIK!"
"JADI MEMINTA MAAF TIDAK?"
"TAK SUDI EWW!"
Chanyeol hanya tersenyum lebar melihat punggung istrinya keluar dari kamar itu.
.
Chanyeol ikut menghempaskan tubuhnya di sebelah Baekhyun dengan sebelah tangnnya yang merangkul pinggang Baekhyun erat.
"Sedang menonton drama ya?"
Baekhyun memutar malas matanya, "Pertandingan tinju!"
"Oh ya? Siapa lawan siapa?"
"Gzzzz... PINTAR SEDIKIT KENAPA SIH! Jelas drama lah, kau bisa lihat sendiri itu!"
Chanyeol terkekeh, "Kenapa kau galak sekali sih, seperti singa betina saja." Chanyeol mencubit pelan pipi Baekhyun.
"Aku singa betinanya, kau kotorannya ya."
"WATEFAK."
.
Hening.
.
"Chanyeol..." panggil Baekhyun pelan, "Eng.. aku ingin bertanya kepadamu." Baekhyun menghadapkan tubuhnya kearah Chanyeol dan menatapnya serius.
Dahi Chanyeol mengerut bingung, "Bertanya apa?"
"Benarkah kata anak-anak sekolah bahwa kau dan gadis yang menyatakan perasaanya kepadamu itu bernah berpelukan di koridor sepi dan hampir... berciuman?"
"HAH?! KAPAN?! MASA SIH? PERASAAN AKU TID—"
Ctak
"Tidak usah bertiak. Telingaku belum tuli kok." Ucap Baekhyun setelah menyentil dengan keras dahi Chanyeol.
Chanyeol nyengir lebar, "Maaf. Itu terbawa suasana, sayang." Dan menatap Baekhyun serius, "Aku tidak pernah melakukan itu Baek. merasa bertemu dengan gadis itu saja sepertinya baru waktu itu. gadis itu saja yang mengarang cerita karena terlalu menyukai ku ew!"
"eerr— tolong ubah ekspresimu, Yeol. Saat kau serius itu membuat ku geli."
Chanyeol mendengus, "Sialan. Kau minta disodomi ya."
"Tapi aku bersumpah jika ekspresimu itu benar-benar memalukan tahu."
"Hm, bagaimana ini? aku memalukan tapi kau tetap mencintaiku."
"God damn it, Chanyeol—" belum sempat Baekhyun menyelesaikan ucapannya, terasa Chanyeol menarik Baekhyun ke dalam sebuah pelukan yang sangat erat.
Wajahnya terbenam ke dada Chanyeol. Mulut terbekapnya membuat kata-kata yang tidak dapat dimengerti ketika ia meminta Chanyeol untuk melepaskannya. Baekhyun meronta hebat dalam pelukan erat itu, Chanyeol hanya mentertawakannya.
"Kau harus mengakui bahwa aku pria yang tampan dan kau sangat menyukaiku, baru akan kulepaskan."
Baekhyun meresponnya dengan mengacungkan jempol pada Chanyeol sebagai persetujuan. Terasa tubuhnya sedikit dilepaskan dari pelukan Chanyeol,
Baekhyun meraub oksigen sebanyak-banyaknya, "Sialan, Chanyeol! Kau membuat ku hampir mati tahu!" dan menghembuskannya kasar, "Tubuhmu bau bawang busuk! Bau tubuh pemulung! Hooeekk."
.
Hoax . Hoax
.
HOAX!
.
Tentu saja!
.
Mana mau dia mengakui kalau Chanyeol itu baunya wangi.
.
Jaim dong. Gengsi juga.
.
"tapi kau tetap menyukainya kan?" Chanyeol menatapnya menggoda dengan alis yang terangkat satu.
"Kau menyebalkan." Komentar Baekhyun kesal, namun Chanyeol masih dapat mendengar Baekhyun tersenyum dari nada bicaranya tersebut, "Well, yeah kau memang tampan dan …"
"Dan?"
"Dan tetap menyebalkan." Katanya, kemudian tersenyum berseri. Sebuah ciuman mendarat di pipi Baekhyun. Chanyeol juga ikut tersenyum berseri bersamanya.
"Sepertinya aku semakin jatuh cinta padamu setiap hari." Kali ini Chanyeol menarik Baekhyun ke dalam sebuah pelukan yang hangat. Ia belai rambut Baekhyun pelan dan sesekali memainkannya, "Ya Tuhan, aku terdengar begitu menggelikan."
Baekhyun terkekeh geli mendengar Chanyeol berkomentar seperti itu, "Kau terdengar menggelikan, tapi aku suka. Sangat menyukainya."
Chanyeol tiba-tiba melepas pelukan eratnya, menatap pipi Baekhyun dengan pandangan berbinar yang membuat Baekhyun haruus mengernyitkan keningnya tak mengerti.
"Kenapa? Ada yang salah dengan pipi ku?"
"Hehehe tidak. Hanya saja—" Chanyeol menggantung ucapannya, membuat Baekhyun gemas sendiri menunggu kelanjutan ucapannya.
"Hanya saja apa?" Desak Baekhyun.
"Hanya saja—"
"Apa? Jangan bikin orang kepo plis."
"Hanya saja ini—"
Krauk
"FAK OF CHANYEOL! SAKIT BODOH! KENAPA MENGGIGIT PIPIKU?"
"Aku suka pipimu, istriku. Terlihat seperti mochi saat wajahmu terbenam di dadaku tadi. Aku jadi gemas sendiri."
"TAPI EMANG HARUS GIGIT BENERAN YAH?"
"Ya enggak sih sebenernya. Cuma pengen gangguin kamu aja."
"RESE! TAU AH!"
"Jangan marah ah."
Chup
Chanyeol mengecup pelan pipi Baekhyun yang tercetak bekas gigitannya tadi.
"..."
"Nah, suka kan abis dicium? Nggak sakit lagi kan? Langsung diem gitu."
"Jangan menggodaku!"
"Hehehe bukannya aku memang menggoda ya?"
"Pengen banget?"
"Bukannya bener ya? Buktinya kamu tergoda sama aku kalo udah diatas ranjang kan?"
"Hell."
"Loh salah ya? Bukannya kamu ketagihan sama—"
"MESUM! STOP STOP JANGAN DILANJUTIN!"
"Oohh.. Maunya di lanjutin dikamar aja ya? Ayok yok sekarang."
"MIMPI!"
"HAHAHAHAHA—"
.
.
Ya, dengan ini Baekhyun tahu satu hal,
.
Tuhan tidak benar-benar membecinya.
.
.
.
.
Yeah, setidaknya saat ia sedang tak berada di dekat Suho.
.
Ingatkan Baekhyun untuk menjauhi Suho mulai besok dan seterusnya.
.
•
Pikiran Suho masih berkecamuk, ia masih memikirkan kenapa Kris memanggil Baekhyun dengan sayang seperti itu. menyebabkan keadaan di mobil itu menjadi hening.
Suho mendesah pelan, "Yi Fan.."
"Hmm?"
"Baekhyun itu siapamu?" Tanya Suho pada akhirnya, ia tak tahan dengan sifatnya yang kadang suka terlalu ingin tahu. Kepo.
"Dia sepupu ku. tapi, tidak benar-benar sepupu." Suho mengerutkan kening tak mengerti, "sangat rumit untuk menjelaskan kepadamu, Junmyeon." Lanjut Kris setelah melihat raut wajah Suho. Suho mengangguk mengerti.
Hening.
Lagi.
"Baekhyun sepupumu? Tapi sepertinya kau tidak terlihat seperti itu. kau tampak berbeda saat menatap matanya." gumam Suho pelan.
Kris menoleh kearah Suho dan menatap Suho dengan pandangan tak mengerti, "Maksudmu?"
Suho menjadi gugup sendiri jika ditatap seserius itu, "Eum.. bagaimana ya cara menjelaskannya, maksudku kau tampak seperti... menyukainya." Suaranya memelan di akhir.
Kris menganggukan kepalanya pelan, "Memang." jawabnya santai.
Suho membelalak tak percaya, "Benarkah?" Suho menatap Kris bingung, "Benarkah kau menyukai sepupumu sendiri?"
"Hmm."
Suho menundukan kepalanya, "Tapi Baekhyun sudah menikah, Yi Fan."
"Aku tahu."
"..."
"..."
"..."
"Bagaimana jika denganku saja? Aku belum menikah looh." Suho mendongakan kepalanya dan tersenyum cerah kearah Kris.
Kris terkekeh pelan, "Kau masih belum berubah ya?" Kris mengacak pelan rambut kecoklatan dan halus milik Suho.
Suho menatap Kris berbinar, "Tentu saja! Ayooolah~ Yi Fan, aku sudah lama menyukaimu. Ayo kita mencoba kencan besok." Suho mengguncangkan pelan lengan Kris.
"No."
Suho cemberut, "Why?"
Kris tersenyum jahil, "You're not my style, Junmyeon." Suho membelalakan matanya tak percaya dan menatap Kris kesal.
.
Detik berikutnya hening.
.
.
.
Masih hening.
.
Kris masih memikirkan kata-kata Suho tadi yang terdengar ganjil di telinganya.
'HAH?! Astagaaa.. darimana Junmyeon tahu kalau Baekhyun sudah menikah?'
"Junmyeon.." panggil Kris pelan, Suho menoleh dan menatapnya bingung, "Kau... tahu kalau Baekhyun sudah menikah?" Kris menatap Suho tak percaya
"Tentu saja." Jawab Suho mantap, "memang kenapa? Aku sudah mengetahuinya sejak lama kok. Tak usah menatapku seperti itu, Yi Fan." Suho memutar bola matanya malas melihat ekspresi berlebihan Kris padanya.
"Bahkan aku tahu kalau Baekhyun itu menikahnya dengan Chanyeol, musuh pura-puranya."
'Oh my god.'
TBC
AYEM BEK PEMIRSAAAHHH:'D /ciumin satu-satu/?
Chap ini lebih pendek dari kemaren kan? memang. Tapi lebih baik pendek daripada tidak sama sekali kan? :p
Tapi kan yang penting ini ada momentnya hahaha
Kayanya di chapter depan bakalan terungkap itu Chanbaek kenapa nikah muda.
Sebenernya, alasan bodoh dan simpel banget wkwkwk
Maaf banget kalo bahasanya tambah blangsak. Soalnya kalo 'perang' pake kata2 dan bahasa formal itu agak errrrr—
oh iya, HADOOOHH MAKASIH YA INI YANG PADA NUNGGIN FF INI:'3 APALAGI YANG PADA NGE DEMO DI PM WKWKWK AKU PADAMU LAH BEB:*
Lagi sibuk banget iniT_T kenapa k2013 itu menyiksa para siswa yang memiliki otak pas-pasan seperti sayah ini:'( kan susah. SAKITNYA TUH DISINI/g
Nih, yang minta chabaek baikan udah dikabulin kan? sekarang mana beliin aku pulsa paket:3/g
Eh iya, kalo semisal Ch. 5 nya lama apdet –lagi- maaf ya. Soalnya aku kebiasaan kalo nulis ff pasti suka ngadat di Ch. 4 wkwk
Ada yang familiar sama adegan chanbaek waktu maafkan kah? Wkwkwkwkwk
Itu adegan gara-gara aku keinget ftv. Sumpah itu kocak banget di ftv.
Aduh duh ketauan deh kalo suka nonton ftv (/.\\\)
Ah udah ah, aku terlalu bawel:p langsung balesin review chap kemaren aja yaaaa;)
Chanchanhwang : Ya itu lah Chanyeol, si makhluk tuhan yang tercipta yang paling seksi cuma chanyeol yang bisa membuat Baekhyun terus menjertit ah ah ah uh uh uh /APA
aprilbambi : Kacau sekali hiks seperti perasaan hayati kepada akang/g. Ngakak btw aku baca serbuk jasjusxD
Sniaanggrn : Mereka pas karena mereka ada yang men setting/?
chanyurr : Pasar apa btw? Wkwk. Ah bikin KrisBaek aja ah. Berubah pair aja/?. Hapah? Rate M? hng... itu bukan bakat karena aku hanyalah makhluk polos yang ditugasi tuhan untuk menulis ff ber rate aman/?
lolamoet : Hapah? Kamu dagdigdug? Jangan bilang kalo kamu jatuh cinta sama aku? Aduuuhhh aku malu(/.\\) /ditabok.
Re Tao : Gabisa apdet asap masa:( asap knalpot trek ya yg item item gitu kek kai/?
BLAUESKI : Gapapa kok gapapa aku ngertiin kamu kok. Selalu/?
Guest 3 : Jujur ya.. aku bingung mo bales apa'-'
guest 2 : Kok kamu galak?:( jangan galakin aku ato aku gamau apdet lagi!/g wkwkwkwk
Guest 1 : JAHAT! DASAR MANIAK!/?. WKWKWK IYA KOK IYA KRIS ITU SUAMI KE DUANYA BAEKHYUN. BESOK CAHP DEPAN AKU BIKIN EDISI NIKAHAN BAEKHYUN KRIS;)
94's : Jangan sotau ah aku gasuka/? Kris itu selingkuhannya Baek yang kesekian kok;p
Baekhyun92 : Waduuuhh, maaf ya kalo kamu agak ga nyaman sama gaya bahasa mereka yang baru. Ini buat selipan humor doang kok ga lebih.
DinAlya : Gapapah kok. Aku ngertiin kamu kok. Kamu ngertiin aku nggak?/g
ChanBaekLuv : Iya yah Baekhyun kan cabe banget;( bisa deh bisa besok pan kapan aku buat Chanyeol yang marah sama Baek sampe Baek stress:3
Caramelyeol : Es meloonn waaahh sampe tumpeh tumpeh es nya/g wkwkwk
baekhugs0420 : Iya.. mungkin baek khilaf/? Dia kan semacam cabe berjalan/? wkwk
Syifa Nurqolbiah : Yah, masa ini lanjutnya lama wkwk
Oline : Sudah ya:) makasih:)
FriederichOfficial : Iya mereka sodara kembar kok;) tapi waktu di dalem rahim, waktu pembagian jatah tinggi badan si Baekhyun itu ketiduran terus jatah tingginya masuk di Kris semua. /Ngomongapasih
thirteenapril : Laf yu tu lah:*/? Waaahh aku malah ga tau kalo ff kaya gini punya feel sama taste wkwkwk
aquariusbaby06 : Oemji helooo kamu habis threesome sama ChanBaek tapi ga ngajak aku?! Kan lumayan kia bisa foursome/? wkwkwk
Nenehcabill : Oemji jugaaa.. kamu review panjang banget. Aku suka^^ tapi... aku jadi bingung mau balesnya gimana'-'
rika maulina 94 : Sulle i love you.. Sulle i need you.. prikitiw prikitiw prikitiw/?
indrisaputri : Kris itu –calon- suami aku yang direbut Baekhyun waktu di pelaminan kita/? /g
ByunCaBaek : HAHAHA DUH INI UDAH ADA APA BELOM HUMOR BEGINIANNYA/? BEDEWE CAPS LAGI JEBOL YAH?;D
park baekyeol : Wah.. iya makasih. Tp ini ga lebih panjang dari yang kemaren masa'-'
byvn88 : Sakitnya tuh disini~/g. Wah bapanya Baekhyun duren dong yaaa:3
followbaek : Maafkan dirikuh yang tak sempurna dimatamu ini:'( aku tau kamu kurang suka sama model bahasanya. Tapi gimana doong, ini terlanjur dibuat masa:'(
nam mingyu : Kris bakalan jadian sama Baekhyun. kan ceritanya threesome/?
N-Yera48 : Kenapa kamu tahu semuanya? Kenapa kamu gitu? Kamu bisa baca pikiran aku ya? Apa jangan-jangan kamu anaknya dukun?:(
Thiiya : Sudah dilanjut yaaa:)
Shouda Shikaku : Kenapa aku harus suka sama review kamu? Kata-katanya lumayan tuh buat ngeledek temen aku;p
baeksounds : Kris itu pacar+tunangan+suami aku:3 tapi... dalam mimpi;(
meliarisky7 : udah di lanjuuuuuutttt yaaa:)
Dhea485 : Chanbaek udah bersatu kan? yah meskipun semrawut gini cara bersatu nya/? Wwkwk
HAHA cukup ya cuap-cuapnya.
Sumpah, aku bawel banget kayanya kali ini:3
Eh iya, maaf juga kalo ada yang ketinggalan, atau salah nulis Pen-Name.
Aku Khilaf kok wkwk
Makasih loh sama yang udah Review. Aku padamu lah:3
And Last,
R
E
V
I
E
W
