It's My Secret, Mr. Dong-Hm

Rated: T, Indonesian, Mystic, Romance&Friendship, OOC, GS

Cast: Lee Hyukjae as. Choi Eunhyuk

Lee Donghae as. Lee Donghae

Kim Ryeowook as. Kim Ryeowook (Hyuk's pal)

Kim Jongwoon as. Kim Yesung (Wook's namjachingu)

Yang lain masih rahasia :D *dilemparbatu*

.

.

.

DON'T LIKE, JUST CLOSE THIS PAGE^^

0o0o0o0

"Apa yang sedang kau lakukan? Singkirkan tanganmu!"

"Kau tidak merasa ini sebuah kutukan?"

"Butuh tumpangan, Eunhyuk-ssi?"

"Kau siapa?"

0o0o0o0o0

Ryeowook yang masih memegang tangan Eunhyuk terjingkat, begitu pula Eunhyuk. Sontak mereka menoleh ke pemilik bentakan tadi.

"Singkirkan tanganmu dari tangan Hyukkie, chagi! Hus! Hus!" Yesung secara brutal menarik tangan Ryeowook dan mengelus-elusnya.

"Apa sih oppa? Baru datang sudah marah-marah..." kata Ryeowook.

Yesung mencak-mencak tidak jelas "Kenapa kau pegang-pegang tangan makhluk ini, chagiiii?"

"Memangnya kenapa hah? Kau bicara seolah aku hama!" Eunhyuk naik darah

Yesung melotot ke arah Eunhyuk " Aku tidak suka Wookie-ku memegang tangan orang lain begitu mesra. Pacar Wookie itu aku, Yesung yang tampan!"

"Jadi maksudmu aku penyuka sesama jenis?" Eunhyuk balik melotot

"Mungkin saja melihat gerak-gerikmu"

"Kubunuh kau, Kim Jongwoon!"

"Hei, aku ini sunbaemu loh"

"Lalu kalau sunbae kau boleh bicara seenaknya?"

"Aigoo~ hentikaaaaaaan!" Ryeowook menjambak rambut keduanya. "Kalian lupa ada banyak orang?" anak itu membungkuk ke segala arah dengan tatapan mohon-maklum-atas-tingkah-orang-gila-di-dekatku-ini.

"Duduklah, oppa" perintah Ryeowook lembut. Yesung menurut, walaupun wajahnya masih agak cemberut.

"Tadi aku memegang tangan Hyukkie untuk menenangkannya. Dia sedang ada masalah..."

Yesung tampak tertarik "Oh. Masalah apa? Siapa tahu aku bisa membantu"

Ryeowook menatap Eunhyuk, meminta izin memberitahu Yesung.

'Apa aku yakin mau menceritakannya pada Yesung oppa?' batin Eunhyuk. Namun akhirnya dia menyerah dan mengangguk pasrah.

Normal POV end

Eunhyuk POV

Di luar dugaan, Yesung oppa tidak menertawaiku. Wajahnya malah tampak serius berpikir.

"Jadi begitu ya..." gumamnya

"Menurutmu bagaimana oppa?" tanya Ryeowook. Aku berharap dia tahu sebuah solusi.

"Kau tidak merasa ini sebuah kutukan?"

Aku dan Ryeowook mendelik kaget "Mwo? Kutukan?"

Dia mengangguk "Ne, mungkin saja ini kutukan..."

"Oppa masih percaya hal semacam itu? Aku rasa kecil sekali kemungkinannya"

"Muahahahaha. Kalau kau tak bisa memberiku solusi jangan mengarang deh, oppa!" aku tertawa mengejek. Yesung menatapku sebal.

"Ini serius. Appa pernah mengalami hal semacam ini, katanya-"

"Oh ya? Muaahhahahahaha. Kapan dia mendongengkannya padamu? Waktu kau berumur 3 tahun?"

Ryeowook buru-buru melerai kami lagi "Sudah, Hyukkie diam. Lanjutkan oppa"

"Appaku bilang, saat seumuran kita dulu pernah kena kutukan akibat perbuatan kakek buyutnya" Yesung mulai bercerita."Selama 7 hari 7 malam, tubuhnya bau kotoran ayam"

"Awal mulanya appa tak sadar. Appa baru curiga melihat halmeoni tiba-tiba muntah saat dia lewat. Appa pikir halmeoni hamil lagi. Saat dia melewati ruang TV, ahjumma ikut muntah-muntah. Appa pikir pasti ahjumma juga hamil lagi. Kemudian saat dia melewati haraboji..."

"Appamu mengira harabojimu hamil lagi?" tebakku dan Ryeowook kompak

"Tentu saj-eh? YAAA, mana mungkin haraboji bisa hamil! Kalian ini!"

Aku tertawa terbahak-bahak bersama Ryeowook.

"...haraboji bukannya muntah, malah memandangi appaku dengan sedih. 'Saatnya sudah tiba', begitu katanya"

Mendadak tawa kami berhenti. Sepertinya kali ini memang kejadian nyata. Aku jadi makin penasaran dengan kelanjutan cerita Yesung oppa.

"Appaku kaget, dan...dan kata haraboji... appa menanggung dosa yang diperbuat kakek buyut" Aku melongo. Dosa seberat apa yang diperbuat kakek buyut Yesung oppa hingga cicitnya harus menanggung beban? Dan kenapa bukan harabojinya yang mendapatkan kutukan itu?

Eunhyuk POV end

Normal POV

Tepat saat Yesung hendak melanjutkan cerita, ponselnya berbunyi.

"Yeoboseyo?"

"..."

"Ah, ye seonsaengnim, saya segera datang"

"Chagi, Hyukkie, mianhae. Jung seonsaengnim memanggilku lagi" ujarnya menyesal. Sebenarnya Eunhyuk kecewa cerita Yesung terpotong di tengah jalan. Rasanya bagaikan minum susu stroberi tanpa stroberi (?)

Ryeowook menepuk pundak namjachingunya, "Gwenchana, oppa pergilah. Lain kali saja ceritanya" Setelah mengecup pipi Ryeowook, Yesung berpamitan dan langsung melesat pergi keluar kantin. Eunhyuk yang melihat kejadian itu memajukan bibir, iri.

"Kapan ada yang menciumku seperti itu? Huh"

"Tenang saja, Hyukkie... wajahmu sangat manis, kau juga keren dan pandai menari. Percayalah suatu saat pasti ada kok" ujar Ryeowook menyemangati.

Eunhyuk menunjuk kakinya dengan tampang memelas. Tidak bisa. Selama bau kaki itu belum hilang, didekati namja setampan apapun dia tidak akan mau membuka diri.

"Sudahlah. Kaja, kita masuk kelas. Kuliah bahasa Inggris akan dimulai 5 menit lagi"

Diam-diam, tanpa Eunhyuk sadari ada sepasang telinga yang mendengar percakapan mereka dari awal.

"Tidak mau didekati namja ya? Hmm... berarti dia belum pernah berkencan dengan siapapun. Ini bagus."

.

.

.

Eunhyuk melirik ponselnya dengan cemas, sudah jam 4 sore tapi belum ada bus lewat. Ryeowook sudah pulang dari tadi bersama Yesung. Awan di langit perlahan berubah kelabu.

Tes...tes... benar saja, tidak lama kemudian rintik hujan datang dengan menggila.

"Tuh, kan. Hujan." Rutuknya. Dia menggerutu sendiri di bawah halte bus. "Sudah dingin, sepi, lapar lagi! Ayolaaah"

5 menit...

"Hujan, tolong berhenti...aku lapar... Busnya kemana..."

10 menit...

"Taksi... saranghae... cepat lewatlah..."

15 menit...

"HUJAN SIALAN! KAPAN SIH KAU BERHENTI? BRENGSEK BENER DAH!"

CTAAAAAAAAAARRRRRRRRR! *ga pake membahana loh ya, inget*

Eunhyuk membatu di tempat. Sepertinya Tuhan baru saja marah.

Hujan belum mau berhenti juga. Setengah jam lebih menunggu dan bolak-balik menengok jalan, akhirnya dari kejauhan muncul sebuah taksi. Hati Eunhyuk bersorak gembira. Baru saja dia mengulurkan tangan hendak menyetop...

Bruuusssshhh

Masih dengan pose tangan terulur dan mulut menganga, Eunhyuk shock seperti mayat baru diformalin. Ternyata taksi itu jalan terus dengan kecepatan tinggi, dan...

TBC

.

.

.hehehe. becanda :p

.

.

.

...membuat Eunhyuk basah kuyup karena genangan air yang muncrat. Tak ayal lagi, seluruh nama hewan di kebun binatang dia sebutkan sambil mengacung-acungkan tinju ke arah taksi yang tentu saja tidak akan mendengarnya.

Lelah memaki membuat Eunhyuk terduduk lemas di kursi halte."Omo, bagaimana ini? Aku kan gampang masuk angin!"

...

"Butuh tumpangan, Eunhyuk-ssi?"

Eunhyuk menoleh ke samping. Alisnya mengkerut.

"Kau siapa?"

TBC

.

.

.

Gimana? geje kah? garing? wahahahahahahah :D

Semoga puas dgn chap ini yaa, review aku balas di chap depan

Big Hug, Lee Shin Hye^^