It's My Secret, Mr. Dong-Hm
Rated: T, Indonesian, Mystic, Romance&Friendship, OOC, GS
Cast: Lee Hyukjae as. Choi Eunhyuk
Lee Donghae as. Lee Donghae
Kim Ryeowook as. Kim Ryeowook (Hyuk's pal)
Kim Jongwoon as. Kim Yesung (Wook's namjachingu)
DON'T LIKE? JUST CLOSE THIS PAGE PLEASE^^
o0o00o0o0o
"Kau siapa?"
"Harus kuakui, kau ini yeoja yang tak kenal takut"
"Jawablah Donghae-ssi!"
"Tanya apa dia mempunyai teman bernama Lee Donghae! Cepat!"
o0o0o0o0o0
.
.
.
Eunhhyuk POV
Aku mendengar seseorang memanggil namaku. Hei, who the hell is this namja? *author sok inggris*
"Kau siapa?" tanyaku dengan ekspresi kepo. Dia menunjukkan senyum 5 senti yang menawan.
"Hm? Aku Lee Donghae. Satu jurusan denganmu dan aku sahabat Yesung-ssi"
Aku menyelidiki garis wajah namja di depanku. Mirip... seekor DINOSAURUS pemakan tumbuhan, mata yang teduh, dan rambut hitam mengkilat yang berpotongan simpel. Muahaha. Apa sih yang sedang kupikirkan? Bukankah aku sedang mencari kejujuran dalam diri makhluk ini?
Seakan bisa membaca pikiranku, dia berucap tenang "Aku bukan orang jahat kok. Masuklah ke mobilku, nanti kau sakit"
"Baik. Awas kalau berani macam-macam" ancamku.
"Hm..."
.
.
.
"Jadi, kau tinggal di dekat Myeongdong?"
"Ne." jawabku sok cuek, padahal diam-diam kulirik terus wajah orang ini. Sorot matanya bukan orang jahat, terkesan lembut dan lovely. Kuakui aku sempat terpesona.
Eh, tahu-tahu dia menoleh dan membuat pandangan kami bertemu. Aku sebenarnya hampir melonjak kaget, tapi berhasil kutahan. Tidak lucu kan tiba-tiba ada pintu mobil jebol gara-gara kutubruk.?
"Kenapa memandangiku terus? Apa aku aneh?" tanya Donghae
"Sedikit. Omong-omong badanku masih kedinginan"
Donghae memutar tombol penghangat "Harus kuakui, kau ini yeoja yang tak kenal takut"
Aku menunggu kalimat selanjutnya.
"Kau tidak khawatir aku berniat menculikmu?" hei! Apa Donghae baru mengatakan maksud sebenarnya dia memberikan tumpangan? Dan buodohnya aku tidak tahu. Jujur. Aku tidak tahu kenapa instingku bisa percaya begitu saja padanya. Bagaimana jika nanti dia membiusku? Lalu aku diikat dan...diperkosa? OH-NO-NO-NO!
Sambil bergidik aku pelan-pelan beringsut menjaga jarak dengannya.
"Aku tidak pernah melihatmu di kampus, kantin, perpustakaan, kelas, koridor, tempat sampah, loker, apalagi berjalan bersama Yesung oppa. Agaknya memang kau pembohong" pancingku. Sebenarnya, aku ingin dia bercerita lebih banyak sih..hehe.
Sudut bibir kirinya terangkat.
"Hm"
.
.
.
Sudahgituaja.
.
.
.
&(#*vz&$$ _%*^+=&^ %gh%^$"?*p_! Aku menCURIGAInya dan reaksinya hanya HM begitu? Menyebalkan!
"Jawablah Donghae-ssi! Kau ini sebenarnya siapa?" bentakku kesal sambil memukul lengannya. Tapi Donghae tak merubah ekspresinya sedikitpun. GRRRRRRRRRRRRRRRRR...
"Kita bahas itu nanti saat sampai di rumahku"
"Rumah?"
Rupanya jalan menuju Myeongdong sudah terlewat dari tadi. Dan sekarang...aku sudah ada di depan gerbang tinggi berwarna perak. Donghae menekan klakson 2 kali dan secara ajaib gerbang itu langsung terbuka. Aku perlahan meraba kantong celana mencari pisau lipat yang biasanya kusiapkan untuk jaga-jaga. Lho? Kemana benda itu?
Sial, rupanya tidak kubawa. Matilah aku.
"Mau apa bawa aku ke rumahmu? Kuhajar kau!"
"Hm? Lalu dirimu ingin pulang jalan kaki?"
"..."
"Jangan berprasangka buruk terus. Aku hanya tak mau kau pulang dalam keadaan basah"
"Juga...kau pasti sedang lapar kan?" TET-TOT. Satu piring cantik atas tebakan anda, tuan Lee!
"Aniya! Pulangkan aku!"
Kriuuukkk...Grrrrbbbb...Krckrckrckrkk...
Hiks. Perutku memang tidak bisa diajak kompromi. Diam-diam Donghae tersenyum geli tanpa sepengetahuanku.
o0o0o0o0o0o
"Oppa! Oppa! Cepat kemari!"
Yesung tergopoh menuju dapur apartemen Ryeowook, dia kira tangan Ryeowook teriris pisau atau apa "Wae, chagi?"
Ryeowook menunjukkan layar ponselnya dengan panik, "Pesan dari Hyukkie"
From:Monkey D. Hyukkie
Wookie! Kau bersama Yesung oppa?"
"Apa sudah kau balas, chagi? Tumben monyet laknat ini menanyakanku?"
From: Monkey D. Hyukkie
Tanya apa dia mempunyai teman bernama Lee Donghae! Cepat!
Satu pesan lagi masuk.
From: Monkey D. Hyukkie
Baterai ponselku hampir habis Wookie...
Alis Yesung terangkat," Donghae?"
"Aiissh oppa, ayolah!"
Baru saja Yesung hendak menjawab, di tempat lain layar ponsel Eunhyuk menghitam dan logo Samsung muncul. Sebelum akhirnya matot-mati total- dengan sempurna.
Brengseekk!
Kenapa harus tewas di saat seperti ini sih? Biar kutebak, pasti si kepala besar itu yang kelamaan menyatukan sel-sel memori di otaknya. Duh, mana sudah masuk ke dalam lagi. Kulirik spion tengah, gerbang tadi menutup dengan sendirinya. Gyaaaah, habislah peluangku untuk kabur gara-gara Yesung!
Mobil yang kunaiki melaju perlahan mendekati semacam terowongan pendek beratap transparan.
Eh? Di ujung sana itu rumah apa istana? Mewahnyaaa~
Tak berselang lama, seorang ahjussi paruh baya membukakan pintu mobil dari luar,"Selamat siang, tuan muda Lee"
Heuh? Panggilan macam apa itu? Memangnya dia putra mahkota kerajaan?
Namja di sebelahku tersenyum membalas sapaan ahjussi tadi dengan gumaman :
"Hm"
DOENG. Lagi-lagi kata keramat itu - -"
"Bersiaplah turun. Biar Hwang ahjussi membukakan pintumu" kata Donghae padaku
"T-tidak usah, aku bisa sendiri" tolakku cepat-cepat.
Begitu aku keluar dari mobil, rasanya kakiku mendadak lemas. Selain udara dingin akibat hujan, pemandangan di sekitarku sungguh membius mata sampai aku lupa kalau tadi mau kabur. Bagaimana tidak? Bumi yang kutapaki sekarang terbuat dari kaca tembus pandang, berisikan hamparan batu-batu berwarna biru safir berkilau-dan sumpah ada ikannya! Ikan-ikan koi sungguhan beraneka warna seliweran dengan jelas, tepat di bawahku. Kenapa tidak ambrol saat dilewati mobil tadi ya? Ah, pasti bahannya kaca impor bernilai puluhan juta won. Aku jadi tidak tega menginjak-injaknya.
Di kedua sisi jalan ada deretan bunga tulip berselang-seling dengan mawar biru. Semuanya rimbun berbunga dan makin terlihat segar akibat tetesan hujan. Juga ada semprotan air tersembunyi di sela-sela hamparan rumput golf yang bisa berubah-ubah bentuk. Indah sekali.
"Nona, ini payung untuk anda" Hwang ahjussi entah sejak kapan sudah ada di sebelahku.
"Gomapta. Kami cukup pakai satu, ahjussi. Anda bawa saja mobilku ke garasi"
"Ah, baiklah tuan. Saya permisi..." dan Audi biru yang membawaku tadi melesat pergi menembus rintik hujan. Jalan setapak ini bercabang menjadi tiga arah. Yang kanan dan kiri melengkung, arahnya ke halaman belakang rumah Donghae (dan tidak terbuat dari kaca). Sedangkan yang lurus hanya berjarak 8 meter dari pintu depan. Rumah bernuansa biru laut ini terkesan damai, kusimpulkan orang tua Donghae pasti penyuka ketenangan.
"Mmm... bolehkah aku bertanya, Donghae-ssi?"
"Hm? Panggil Hae saja"
"Arasseo. Hadeehh." Aku bosan mendengar 'hm'-nya
"Biasanya orang kaya kan tidak mau repot. Mereka menghentikan mobil tepat di depan teras dan hap! Langsung sampai. Kenapa kau memilih jalan kaki dulu?"
"Karena aku gemar berjalan sambil menikmati pemandangan sekitar, Eunhyuk-ssi..." ujarnya lembut.
"Kau suka rumahku?" sambungnya, sambil menatapku serius.
"Memangnya kalau aku bilang suka, kau akan memberikannya padaku?"
Dia menatapku dan tersenyum misterius. "Boleh saja"
TBC
.
.
.
.
Chap 3 updateee! yeyeyeyeye~
Joha, mari balas review dolo^^
.
.
aprilchoi elfishy jewels & ChoI Jaeseumin Hyangsu : okee ini udah lanjut^^ makasih udah ngikutin
nvyptr : tuuh udah aku munculin. silahkan dipeluk-dipeluk Haeppanya, semenitnya sejuta ya #BUAGH
Guest : sudah terjawab tuh di chap 2 chinguu~
KyeoptaBunny : wahahaha. kalo itu masih rahasia..^^ jelas aja tahan, kan Hae sayang Unyuk...
10rh : hayo kaki kamu bau juga ga? siapa tahu kutukan loh.. wkwkwkwk^^
Guest : gomawo yaa...^^tuh udah aku jawab di chap ini
Arum Junnie : ini bau kaki stadium akhir chingu, bisa menyebabkan infeksi saluran pernapasan #BUGBAGBUG. hahaha gpp kok, itu tandanyachingu sudah berkenan ngikutin ff saya...^^
.
.
.
ternyata dari sekian ratus viewers masih ada 8 yg perhatian sama saya... jeongmal gomapta :') doain cepet apdet lg nee?^^
Saranghanda readerdeul~ #mumumumumumu
Lee Shin Hye
