It's My Secret, Mr. Dong-Hm
Rated: T, Indonesian, Mystic, Romance&Friendship
Warning : OOC, GS, typos, garing, abal, penasaran
New cast: Lee Sungmin as. Lee Sungmin (Hae's sister)
Cho Kyuhyun as. Cho Kyuhyun (Hyuk's cousin)
KangTeuk as. Hae&Min's parents
HanChul as. Kyu's parents
DON'T LIKE? JUST CLOSE THIS PAGE PLEASE^^
0o0o0o0o0o0o0
"Kau yeojachingu adikku?"
"...dan mulai hari ini aku jadi kakakmu juga..."
"Aku tidak mau tahu. Kubuka saja sekarang!"
0o0o0o0o0o0o0
.
.
.
Kediaman HanChur #PLAAK
(Maksud saya HanChul)
Seorang yeoja cantik berambut coklat sebahu bernama Kim Heechul (sekarang sudah jadi Cho Heechul, sodara) dan seorang namja oriental yang berwajah innocent atas nama Cho Hangeng tampak ngobrol berdua di ruang keluarga, sambil menunggu anak semata wayang mereka yang sejak dipanggil setengah jam lalu belum juga keluar dari kamarnya.
"Han, anak itu sedang apa sih?"
"Sudah kupanggil dari tadi, mungkin sedang mengerjakan tugas" jawab Hangeng kalem.
"Setidaknya dia mendahulukan panggilan orang tua! Dasar anak setan!"
Hangeng melotot,"Jangan suka bicara begitu, yeobo. Kan sama saja kau mengatai dirimu setan..."
'Halah. istriku ini sadar diri tidak sih, itu sifat turunan siapa lagi kalau bukan dia?' ('-_- ), batin Hangeng miris.
Heechul menghentakkan kaki dengan perasaan kesal. "Kelamaan! Kususul saja dia ke kamarnya!". Terdengar kemudian langkahnya gedebak-gedebuk menaiki tangga. Hangeng hanya bisa memijit kepala, pusing melihat tingkah istri 4D-nya.
Beruntung sekali Heechul dapat suami yang sabar macam Hangeng, sodara-sodara. Kalau suaminya Kangin, mungkin uri Cinderella sudah dilempar ke planet Mars saking menganggunya.
Tok tok tok tok. Heechul mengetuk pintu kamar bertuliskan PRINCE CK'S AREA itu.
Tak ada jawaban.
Tok tok tok tok tok tok tok tok tok tok!
Masih hening.
Akhirnya kesabaran Heechul habis sudah. Setelah mengumpulkan seluruh tenaga di kaki, Heenim kita yang agung menendang pintu tak berdosa di depannya dan...GOOOOOOOAAAAAAAAAAAALLL! Fantastik! Tidak terduga tendangan yang mulia Heenim berakibat fatal dengan mencelatnya gagang pintu tepat di kepala sang suami, sodara-sodara!
Namja Cina kita yang berada di lantai bawah kontan terkejut."Yeobo! apa yang—"
"Yaissshhh! Cho Kyuhyuuuun!" teriak Heechul menghampiri anaknya yang tertangkap basah sedang menghadap laptop, menggunakan headphone dan khusyuk bermain game. Tanpa ampun, dijepitnya kepala namja ikal itu dengan dua kepalan tangan sekaligus.
"Rasakan! Rasakan! Rasakan!"
"Aduh, appo eomma! Ampun!"
Heechul menarik paksa headphone dari telinga anaknya"Kau ini anak macam apa, hah? Dipanggil orangtua bukannya datang malah main game!"
"Mianhae eomma, tapi permainanku tanggung kalau dihentikan. Biasanya eomma dan appa mau menunggu." Kyuhyun masih saja ngeyel. Diusap-usaplah kepalanya yang pusing setelah dihajar Heechul.
Sambaran petir muncul dari mata sang eomma."Kau, kutugaskan membeli tiket konser duet Kim Taeyeon dan Bi Rain sekarang juga!"
"Hah? Aduh eomma kuno sekali sih, kan bisa pesan di internet!"
"Jaga bicaramu, tuan Cho!"
"Lalu kenapa harus aku yang repot-repot ke Myeongdong?"
Heechul berkacak pinggang. "Karena eomma juga akan menyuruhmu mengantar bingkisan ke tempat Eunhyuk. Kusarankan cepat siap-siap atau kugunduli kepalamu!" Kyuhyun langsung terbirit-birit menuju kamar mandi. Lebih baik menuruti perintah yang mulia Heenim, daripada kehilangan rambut indahnya sebelum wamil.
0o0o0o0o0o0
Eunhyuk POV
Namja ini sinting? Berapa rumah cadangan yang dia punya hingga dengan enteng mengatakan 'boleh saja' seperti tadi? Oke, kuanggap sekedar intermezzo untuk mengesankanku saja. Tanpa banyak bicara lagi aku mengikuti Donghae masuk . Benar 100% tebakanku, semua perabot di dalam sana tampak simpel dan elegan. Tak ada pajangan aneh-aneh seperti guci kuno berumur 1000 tahun, kepala rusa, keris (?), atau semacamnya. Kedatangan kami disambut seorang maid berpakaian turqoise yang tersenyum ramah.
"Selamat siang, tuan muda. Wah, anda membawa yeojachingu rupanya. Selamat datang, nona" ucap maid cantik itu sambil membungkuk hormat.
Aku balas membungkuk sedikit, "Annyeonghaseyo, Eunhyuk imnida. Tapi anda salah sangka nona, aku bukan yeojachingu Donghae-ssi" kulirik Donghae di sebelahku terdiam, seperti sedang menahan kentut-coret-senyum.
"Nona Shin, tolong siapkan air panas dan makanan untuk nona ini"
"Baik, tuan muda"
"Kau tunggu saja nona Shin kembali ke sini, aku ganti baju dulu" kata Donghae.
"Ne"
Langkah Donghae diikuti oleh dua orang pelayan lagi hingga mereka menghilang di balik tangga.
"Eunhyuk?"
Tiba-tiba seekor kelinci—maksudku seorang yeoja berwajah kelinci menuruni tangga dari lantai atas dengan anggun. Rambutnya digelung rapi, memakai dress rumahan bermotif floral wana pink dan flat shoes yang juga berwana pink. Dari dandanannya, aku tahu yeoja ini sedikit lebih tua dariku.
"Ne, sunbaenim" kok dia bisa tahu namaku...?
"Kau yeojachingu adikku?"
"Aniyo, sunbaenim" jawabku, masih berusaha sopan. Zzzzz, tatapannya tajam menusuk. Mengamatiku dari atas sampai bawah, padahal sebenarnya aku paling tidak suka dilihat dengan cara seperti itu. Kalau kejadian ini di kampus mungkin sudah kucolok matanya, tak peduli dia orang kaya atau anak presiden sekalipun.
Mata yeoja itu menyipit, "Jinjja?"
"Benar, sunbaenim. Aku baru kenal Donghae sejam lalu kok..."
Di luar dugaan, tiba-tiba dia tertawa dengan suara cempreng."Hiahahahaha!"
"A-ada apa?" aku celingukan ke mana-mana, kukira di belakangku ada yang memakai kostum badut atau apa.
"Tidak ada. Tak kusangka ditanya begitu saja kau jadi malu, lihatlah wajahmu sampai merah padam. Hahahahaha..."
Demi sandal Neil Armstrong,, orang inii benar-benar minta dicubit! Baru ketemu sudah mengoceh hal-hal tak jelas padaku. Sudah begitu masih tidak peka kalau dari tadi aku menahan marah, bukan malu!
Dia beranjak menghampiriku dan memelukku tanpa sungkan,"Akhirnya kita bertemu juga, Hyukkie. Panggil aku Sungmin eonni saja. Aku kakak Donghae..."
Oooooooooohhhhhh, kukira 'anu'nya...
"...dan mulai hari ini aku jadi kakakmu juga..." ucapnya dengan mata berbinar sambil menggenggam tanganku. Maksudnya?
"Nona, air mandi sudah siap"
"Arasseo. Antarkan Hyukkie ke kamar mandi ya, nona Shin. Setelah itu bawa dia ke meja makan." Sungmin eonni mengedipkan mata padaku dan beranjak ke arah Donghae pergi tadi. Aku pasrah digandeng nona Shin dengan langkah terseok, bertekad segera menyelesaikan mandi, makan sepuasnya, lalu pulang. Tubuhku benar-benar sudah lemas, bahkan untuk sekedar bertanya kenapa Donghae mengenalku, kenapa Sungmin eonni bisa tahu namaku...
.
.
.
Masakan koki rumah Donghae enak! 3 porsi ddeokbokki, belasan kimbap, dan bergelas-gelas jus stroberi (sebenarnya juga puding...es krim...muahaha) tadi kulenyapkan begitu saja tanpa ampun. Peduli setan lewat, aku sangat kelaparan. Dan lagi aku tidak perlu membereskan piring sendiri seperti saat makan di rumah atau kost, hahaha. Sekali-sekali manja boleh kan...
Sekarang aku sedang bersantai di sofa kamar tamu sambil mengisi baterai ponsel. Beruntung sekali salah satu pelayan Donghae punya charger yang cocok dengan ponselku. Begitu kuaktifkan, beberapa pesan masuk secara bersamaan.
From : Ryeowookie
Benar Hyuk, Donghae itu teman Yesung oppa. Apa yang terjadi padamu?
Aiisshh, telat! Telat sekali! Aku berniat membahas hal ini besok saja ah. Kucek isi pesan kedua.
Ng? Dari sepupuku?
From : Fucking Evil Kyu
Noona, kau dimana? Aku mau ke tempatmu.
Kulihat rincian pesan, ternyata baru 5 menit yang lalu dikirim. Baguslah. Kutelfon saja dia.
"Yeoboseyo! Lama sekali sih balasnya?" omel Kyuhyun di seberang sana.
"Bisa pakai nada biasa saja? Bateraiku habis, dan aku sedang ada urusan penting di rumah temanku!"
Kyuhyun terdengar mendengus,"Aku disuruh eomma mengantar barang untukmu. Mau kujemput sekalian, tidak?"
Mataku membulat gembira. "Apa? Makanan? Wowowowo arasseo, sebentar lagi kukirimi alamat rumah ini. Tunggu ya"
"Ha? Bagaimana bisa kau tidak tahu alamat rumah temanmu sendiri? Dasar bodoh!"
"Nanti saja kujelaskan! Daaaah..."
Heechul ahjumma memang baik. Walaupun cerewet dan galak, tapi aku tahu dia orang yang sangat perhatian. Tidak jarang dia mengirimiku makanan, vitamin, kosmetik impor, bahkan baju dari koleksi butiknya sendiri. Dia juga yang dulu memarahi eommaku Kibum karena membiarkan keponakannya hidup terpisah di kota. Eomma bilang aku bukan anak kecil lagi, jadi sudah pantas untuk dilepas mandiri. Namun Heechul ahjumma masih ngotot bahwa aku tetap anak perempuan yang harus selalu dijaga. Apalagi sekarang angka kriminalitas makin tinggi, makanan luar tidak sehat, bla bla bla bla... yah, walaupun akhirnya aku berhasil meyakinkan Heechul ahjumma sih.
"Telfon siapa, Eunhyukkie?"
Aku menoleh ke asal suara. Sungmin eonni mendekat dan duduk di sisi kasur "Sepupuku eonni. Oh ya, bisa aku minta alamat rumah ini?"
Dia menyebutkan alamatnya dan segera kukirimkan pada Kyuhyun.
"Sepupuku yang akan menjemput , kebetulan dia sedang perjalanan ke rumahku" aku menjelaskan sebelum Sungmin eonni bertanya. Dia manggut-manggut sambil tersenyum aegyo.
"Kau tinggal dengan orangtuamu?"
"Tidak, eonni. Orangtuaku ada di Daegu..."
"Wah, rupanya kau mandiri juga ya!" hehehe. Bangga sekali rasanya.
"Ng... Eonni?"
"Ne?"
"Orang tua kalian di mana?"
"Mereka sedang pergi ke luar negeri. Leeteuk eomma adalah duta nasional anti narkoba dan Kangin appa adalah duta nasional olahraga... Biasalah, tugas negara" jelasnya bangga
Mulutku menganga saking kagumnya."Daebaak!"
"Lalu, kenapa Hae dan eonni bisa tahu aku, bahkan berbaik hati seperti ini? Kalian kan baru saja bertemu denganku?"
Orang yang kutanya hanya melempar senyum yang sulit diartikan.
"Karena kami sudah mengenalmu jauh sebelum kau mengenal kami"
"..."
Hold on, proses orang saling mengenal kan diawali bertemu, menyapa, lalu berkenalan. Kalau belum pernah bertemu dan berkenalan, sejak kapan disebut 'kenal'?
"Apa kau percaya takdir, Hyukkie?"
Aku mengangguk,"Tentu saja eonni..."
"Mungkin Tuhan belum mengarahkanmu pada skenario cerita yang sebenarnya. Tapi aku yakin, sebentar lagi kau pasti akan merasakan kehidupan yang berbeda setelah bertemu kami" ujarnya, dan LAGI-LAGI MEMBUATKU BINGUNG. Aduuh. Aku menyerah deh untuk ingin tahu lebih lanjut, karena seluruh pertanyaanku selalu berujung dengan ketidakjelasan.
Mau bagaimana lagi, kutanggapi saja dengan 'cengiran bodoh-no jutsu'(?)
Perhatian Sungmin eonni tiba-tiba teralihkan pada kakiku,"Lho, kenapa kau tidak ganti sepatu juga Hyukkie? Pelayan lupa membawakan?"
...
Keringat dingin sebesar kepala Yesung-coret- jagung langsung mengalir di pelipisku."A-a-a-anu, tadi mereka memberiku high heels eonni, aku tidak bisa pakai high heels..." bohongku.
"Aiih, kenapa tidak bilang? Aku punya sepatu kets kok, kurasa ukuran kita sama"
"Ahahaha. T-tidak usah repot eonni, aku pakai yang ini saja"
Sungmin eonni mendecih,"Jangan keras kepala! Sepatumu kan sedang lembab, nanti kau kena kutu air. Ayo buka..."
Seketika aku merasa sedang diiringi backsound film horor."Eonni, a-aku jamin eonni akan menyesal j-jika sepatuku kubuka..."
"Kenapa? Eh, jangan-jangan kau memang kena kutu air ya? Sini biar kuobati"
Kumohon JANGAN! "I-i-ini lebih parah dari k-kutu air, eonni" aku menelan ludah dengan sangat gugup.
"Aku tidak mau tahu. Kubuka saja sekarang!" Tanpa basa-basi Sungmin eonni berjongkok dan menarik paksa sepatu yang sebelah kanan. Aku memegangi sepatuku dengan gigih sambil berkali-kali mengatakan bahwa dia akan menyesal. Percuma saja, sama sekali tak digubris. Tak kusangka tenaga Sungmin eonni kuat sekali hingga sepatu naas itu terpental hebat ke belakang.
"Nah, begini apa susahnya sih! Hmh? Bau apa..."
BRUUKKKKK. Kaaaaan? Sebelum menyelesaikan kata-katanya, dia bahkan sudah pingsan duluan!
"Eonni, ireona! Aduh, Hae! Hae! Siapapun tolong aku!" dengan panik aku langsung berlari keluar meminta bala bantuan, hingga lupa kalau kaki kananku sedang telanjang—dan pastinya—menguarkan bau kemana-mana.
Bisa ditebak keadaan selanjutnya tak menjadi lebih baik, beberapa pelayan yang menghampiriku malah ikut pingsan di tempat. Yang lain? Bukannya ke kamar menolong Sungmin eonni, melihat rekan-rekannya roboh massal justru jerit-jerit ketakutan dan berlari ke sembarang arah. Suasana langsung heboh seketika. =_='
Oh Tuhan, kirimi jurang sekarang. Aku ingin terjun ke jurang saja!
Euhyuk POV end
Normal POV
Sungmin yang masih terduduk lemas di kasur kamar tamu sedang dipijat-pijat tengkuknya oleh Donghae. Eunhyuk membungkuk berulang kali di depan Sungmin karena merasa bersalah atas ulahnya. "Eonni, aku minta maaf. Aku minta maaf. Aku minta maaf. Aku—"
"Hyukkie, sudahlah. Aku tak apa" potong Sungmin lembut "Seharusnya tadi aku mendengarkanmu, ini salahku juga"
"Tapi aku jadi mencelakakanmu, eonni..." Eunhyuk menggigit bibir bawahnya, masih merasa tidak enak hati. Matanya juga sembab menahan tangis.
"Noona benar Hyukkie, dan kau tidak perlu malu tentang kakimu." tambah Donghae. Eunhyuk menunduk malu karena hal itu akhirnya ketahuan juga oleh Donghae.
Yang mengherankan sampai sekarang, sejak kejadian tadi Donghae sama sekali tidak menunjukkan reaksi yang sama seperti Sungmin dan para pelayannya. Padahal Eunhyuk yakin, namja itu pasti mencium bau kakinya juga. Kalau orang lain sih, mungkin langsung menduga kalau Donghae memiliki sesuatu yang 'spesial'. Tapi dasar Eunhyuk berotak konyol, kesimpulan yang ada di kepalanya adalah : 'Bulu hidung Donghae mungkin lebat atau upilnya sedang banyak, jadi bau kakiku tidak sempat tercium dalam-dalam' - -"
TOK TOK. "Tuan muda, nona muda, di gerbang depan ada pemuda bernama Cho Kyuhyun yang mencari nona Eunhyuk..." suara seorang maid menyusul setelah ketokan itu.
"Ah, itu sepupuku datang!" seru Eunhyuk.
Donghae memicingkan mata. "Sepupumu? Berarti kau...tidak jadi kuantar pulang?"
"Ne, aku tak mau merepotkanmu lagi Donghae-ssi. Dia memang ingin ke tempatku, kusuruh saja sekalian menjemput" jelas Eunhyuk kembali. Entah sadar atau tidak, pandangan mata Donghae berubah... kecewa?
"Hmmm..."
Eunhyuk sweatdrop. "Ya ampun, namamu Donghae atau Dong-hm sih? Dari halte sampai sini itu saja yang kau katakan!" cerocosnya setengah kesal.
Sungmin buru-buru angkat bicara,"Jangan dipikirkan Hyukkie, Donghae memang tidak pandai berekspresi sepertimu. Arasseo, ayo berkemas dan pulanglah. Kasihan sepupumu menunggu lama"
"Eonni benar sudah baikan?" tanya Eunhyuk memastikan dan dijawab anggukan oleh Sungmin.
"Suruh Hwang ahjussi membawa sepupu Eunhyuk masuk, nona Jang. Lalu bantu Eunhyuk membereskan bawaannya" perintah Sungmin. Nona Jang membungkuk hormat lalu undur diri. Donghae membimbing kakaknya turun dari kasur untuk mengantarkan Eunhyuk ke bawah.
"Aku sudah kuat jalan Hae, tidak usah dituntun lagi" kata Sungmin.
"Hm? Yang benar?"
"Um!" angguknya mantap "Ah, tiba-tiba aku ingin ke toilet. Kalian duluan saja sana!"
Eunhyuk menyikut Donghae pelan setelah Sungmin pergi, "Hae, kakakmu kuliah di mana?"
"Tidak kuliah, sudah bekerja"
"Wow, apa pekerjaannya? Pasti dia punya butik sendiri ya? Atau mungkin fashion designer?"
Donghae tersenyum. "Absolutely no, dia seorang polisi"
"Jinjayooo? Yeoja seimut ituuu?"
0o0o0o0o0
.
.
.
.
TBC
.
.
.
Chap 4 is up...huuff~ sori kalo kurang memuaskan readerdeul, aku lagi rempong ngatur jadwal kuliah yang numpuk. Hiks. Tolong doakan aku melewati semua ini T^T ceritanya jadi kayak mbulet di setting yang sama. Jeongmal mianhae... x(
Aku ada ide KyuMin moment sih, tapi Ada yang minta KyuMin moment ga? Review ne...komentar kalian penting banget buat aku :( buat yang pm soal masalah intinya muncul kapan, aku ga bisa jawab. Mungkin chap depan...aku ada beberapa pertimbangan cerita dan masih bingung mau make yang mana. Sekali lagi maaf kalo ngebosenin...jangan bunuh saya T_T
Dan tolong panggil aku chingu, dongsaeng, ato eonni aja yah. Kalo author kok kayaknya kaku gitu. Wkwkwk. Aku 92line pokoknya...
Thanks to: Lee Ah Ra, lyndaariezz, ChoI Jaeseumin Hyangsu, RianaClouds, Arum Junnie, 10rh, KyeoptaBunny, nvyptr, aprilchoi elfishyjewels, Guest(s), and 800 SiDers...
Love You More, Lee Shin Hye^^
