It's My Secret, Mr. Dong-Hm
Rated: T, Indonesian, Mystic, Romance&Friendship
Warning : OOC, GS, garing, kegilaan sementara(?)
New cast: SiBum as. Hyuk's parents
Other fiction casts
DON'T LIKE? JUST CLOSE THIS PAGE PLEASE^^
.
.
o0o0o0o0o0o0o
"Jika anda merasa cukup dewasa untuk menggombaliku, tentunya anda tahu bahaya menyetir tanpa seat belt, tuan."
"Oppa, kau berhutang dua cerita padaku. Pertama, soal kutukan itu. Kedua, soal Lee Donghae."
"Neorago"
"Membantu bukan dalam artian hal mesum kan?"
o0o0o0o0o0o
Eunhyuk POV
"..."
"Ne, ahjumma. Kyu sudah bersamaku"
"..."
"Siwon appa? Nado molla, ahjumma. Appa cuma bilang eomma ikut ke Jepang"
"..."
"Kyu, kata ahjumma jangan pulang terlalu malam"
"Berisik! Kalau itu aku juga sudah tahu!"
"Ahjummaaaa~ Kyu membentakku!"
"...!"
"Kata ahjumma kau tidak dapat jatah makan malam, Kyu"
"Cih, dasar tukang lapor!"
"..."
"Baik ahjumma... Annyeong..." aku menutup lipatan ponselku dengan riang. Kulihat wajah Kyuhyun sudah tertekuk saja sejak menjemputku tadi.
"Ada apa dengan ekpresimu?"
"Aku kesal sekali hari ini!"
"Wae?"
Flashback (Kyuhyun POV)
Setelah hampir budek mendengar omelan eomma,
Setelah dimarahi appa karena membuat eomma merusak pintu,
Setelah jatuh di depan rumah karena tersandung,
Dan setelah melampiaskan amarah pada kodok tak berdosa di atas pot kaktus,
Aku melajukan mobil menuju Myeongdong. Kuputuskan membeli tiket pesanan eomma dulu sebelum pergi ke tempat noona. Sudah beset, hidungku mampet pula gara-gara cuaca dingin ini. Huh, andaikan saja eommaku bukan tukang suruh aku pasti bisa tidur nyenyak sekarang! Yang lebih menjengkelkan lagi, aku lupa kalau penghangat mobil sedang rusak. Salahku juga yang terlalu cuek memasrahkan seluruh urusan mobil pada appa.
'Anak laki-laki harus terampil mesin Kyu, paling tidak pahami bagian-bagiannya.' kuingat nasehat appaku waktu itu.
'Kan ada bengkel, appa~'
'Hhh... Suatu saat kalau ada kejadian mendadak kau pasti menyesal'
Dan sekarang kata-kata appa terbukti.
"Aagh, kulepas sajalah seat belt ini! Benar-benar mengganggu pernapasan!"
Namun sepertinya aku lupa sudah memasuki kawasan ketat lalu lintas. Sedikit kupercepat laju mobilku, berusaha agar segera sampai sebelum ada polisi sadar.
O ow, andwae... Apa di belakang itu sirine polisi? Beruntung sekali memang BENAR. Mobil polisi tahu-tahu sudah merapatkan bodinya ke mobilku sebagai isyarat agar aku menepi. Aku menggebrak setir dengan kesal.
"Sial! Kenapa bisa lengah sih?" tapi bagaimana lagi? Mau tidak mau terpaksa kuhentikan mobilku tepat di bawah pohon akasia penghias jalan.
Sedikit curiga polisi yang turun adalah yeoja, aku memperhatikan seksama gerak-gerik polisi yang baru turun dengan berbalut mantel tebal, masker, dan kacamata hitamnya. Gotcha! Sepatu pantofelmu tak bisa menipuku, nona. Sebuah seringaian tersungging di bibirku.
Kenapa aku malah senang jika didatangi polisi wanita? Jawabannya simpel saja. Ketampanan wajah yang kelewat batas selalu dapat meloloskanku dari hukum pelanggaran jalan—dalam bentuk apapun. Cukup dengan melepas dua kancing kemeja teratasku, suara yang dibuat seseksi mungkin, tak lupa tatapan maut ala Cho Kyuhyun adalah senjata ampuh untuk menaklukkan yeoja-yeoja seluruh dunia bahkan polisi sekalipun!
Yeoja itu mengetuk kaca mobilku. "Selamat siang, tuan. Mohon tunjukkan surat-surat anda."
Yak! Inilah saatnya' Prince Kyu' beraksi. Kubuka separuh kaca dengan perlahan
"Wah, wah, sepertinya aku dalam masalah ya? Tapi mohon tunjukkan wajahmu dulu, nona polisi. Tidak sopan berbicara dengan mulut tertutup masker"
Angin perlahan bertiup menggoyangkan poniku seperti iklan sampo di TV *author megangin kipas angin*. Yakin deh, semerbak wangi cemara dari rambutku terbawa sampai hidungnya. Ke ke ke ke~
"Jika anda merasa cukup dewasa untuk menggombaliku, tentunya anda tahu bahaya menyetir tanpa seat belt, tuan."
Ck, aku diacuhkan!
"Hei, nona..." kataku dengan nada semanis mungkin "Mana ada yeoja berbicara sekaku itu? Mintalah dengan lembut. Jangankan hanya surat-surat, apapun yang kau mau akan kuberikan"
"Oh, jadi anda ingin langsung saya tahan?" ancamnya dingin. Edan! Baru kali ini ada yeoja yang kebal dengan rayuanku!
"Baiklah, baik." aku mengangkat kedua tangan sambil tersenyum remeh. Pura-pura kurundukkan tubuhku mencari SIM dan STNK di bawah lipatan kursi, padahal sebenarnya aku sedang mempersiapkan jurus pemikat lanjutan. Membuka dua kancing kemeja teratas...dan seterusnya kau tahu kan? Kekekekekekekekeke~
"Kemana sih benda-benda itu? Aah, ini dia. Silahkan anda periksa, nona polisi..."
Dia dengan sigap meraih SIM dan STNK di tanganku. Memeriksanya sebentar, lalu menulis sesuatu—sepertinya surat tilang—sambil menghela napas pendek.
"Anda sudah 13 kali terkena tilang, tuan Cho Kyuhyun. Polisi daerah sini sampai hafal nomor kendaraan anda!" aku tercengang. Sebegitu parahnya kah pelanggaran yang kulakukan?
"Oleh karena itu, terpaksa anda kami sanksi dilarang menyetir selama 4 minggu. Terhitung mulai besok"
"M-mwo? Jangan bercanda!" ayo Kyu, gunakan otakmu. Jangan sampai kalah!
Kaca mobil kubuka penuh sekarang. Dengan gerakan seduktif, aku mendekatkan wajahku ke wajah yeoja ini."Tak adakah keringanan untukku, nona...?" pintaku manis. Perlahan kugeser bibirku ke dekat telinganya. "Atau...aku harus melakukan sesuatu untukmu...?"
Yeoja di depanku diam tak bergerak. Hahah! Kena kau!
Namun sial entah yang keberapa kali, yeoja ini malah menunjukkan reaksi yang tak kuharapkan. Tidak, dia tidak meleleh seperti yang lain. Tanpa kuduga dia malah membuka item yang menyembunyikan tubuhnya satu persatu, diawali dari mantelnya.
Glek. Tampar aku sekarang.
Tubuh yeoja satu ini sangat SEKSI. Aku berani bertaruh dialah polisi wanita terseksi di Seoul! Seragam yang lumayan ketat membuat pinggang ramping dan dada montoknya terekspos sempurna. Lengannya kencang berotot, seperti mengancam bisa meremukkan mukaku sejelek yang dia mau.
Tanpa menoleh, mantel tebal itu terlempar mulus ke dalam mobil dinasnya. Selanjutnya masker dan kacamata hitam menyusul dia lemparkan. Oh My Dear God... jauh dari bayanganku semula, wajahnya cantik sekali! Pipi mulus segembul bakpao, bibir dengan lekuk indah berwarna pink, ah, dan jangan lupakan mata rubah yang secara lancang membuat jantungku berdetak di luar kewajaran. Dia mendekatiku perlahan, membalas perlakuanku tadi diiringi senyum licik.
Tolong! Sejak kapan evil smirk-ku pindah majikan?
"Jika kau ingin beradu seksi denganku..." dia berbisik manja sambil melepas gelung rambutnya erotis, sementara telunjuknya bermain-main di dadaku yang sudah tersingkap. Napasku tersengal, serasa berjarak Senin-Kamis.
Hafuuuuuhhhhhhh tenangkan dirimu Kyu!
Aku pasrah saat dia mengangkat daguku. "...aah... sayang sekali, kau salah orang tuan Cho..." tak sanggup menatapnya, aku memejamkan mata. Terasa sekali hembusan napasnya tepat di atas bibirku.
PLAK. Sebuah benda menempel keras di dahiku. Apa-apaan ini?
BRUUUMMMM.
"Itu surat tilangnya. Nikmati hukumanmu, BOCAH!"
Flashback end (Kyuhyun POV end)
"Muaaahahahahaaha! Neomu baboya! Aduduuh..." aku memegangi perutku yang kaku menertawakan Kyuhyun.
"Aish, diam noona! Senang kau ya kalau aku susah?"
"Kkkkkkkh~ Kau saja yang keterlaluan, Kyu. Sok-sok menantang polisi segala."
"Mana aku tahu kalau aura seksinya lebih besar dari aku! Awas saja nanti kalau hukumanku sudah usai, akan kuberi pelajaran dia!"
"Seperti kau tahu identitasnya saja"
Kyuhyun mendengus. "Name tag-nya. Lee Sungmin."
Hoh?
Lalalaa~ pura-pura tidak kenal ah...
0o0o0o0o0o0
Kantin kampus, keesokan harinya...
Ryeowook terus mencecarku soal kemarin. Sudah kuceritakan sampai berbusa masih minta diperdetail lagi. Dia pikir aku sedang mendongeng?
"Aku bosan mengulang-ulangnya, Wookie-ah. Lagi pula Yesung oppa yang harusnya kau tanyai!"
"Aku juga tidak tahu yang mana Lee Donghae. Kemarin aku cuek saja, kupikir sih tidak penting-penting amat."
"Hhh.. coba saja jin kura-kuramu di sini. Aku gemas setengah mati dengan si dinosaurus Lee itu!"
"Siapa yang jin kura-kura?"
.
.
"WAAAAW!"
"Oppa! Hobi sekali sih muncul tiba-tiba!" Ryeowook mengusap-usap dada menenangkan kagetnya. Lama-lama dia bisa kena serangan jantung dini kalau Yesung oppa begitu terus. Belum lagi ekspresi datarnya itu lho.
Yesung oppa menaruh bokongnya di samping Ryeowook tanpa rasa bersalah sedikitpun.
"Oppa, kau berhutang dua cerita padaku. Pertama, soal kutukan itu. Kedua, soal Lee Donghae." tagihku berapi-api.
"Kenapa kau ingin tahu tentang Donghae?"
Aku mengetukkan telunjuk di meja. "Penasaran saja. Kemarin dia mengaku sahabatmu"
"Tapi di kampus tidak pernah kelihatan" timpal Ryeowook.
"Betul, betul, ayo beritahu kami semuanya!"
Yesung oppa menatap aku dan Ryeowook bergantian, "Semangat sekali kalian ini..."
.
.
.
Fakta pertama yang kudengar : Donghae seangkatan denganku dan Ryeowook, itu biasa saja.
Fakta kedua : Donghae mengambil konsentrasi berbeda dengan kami. Memang sama-sama jurusan seni, tapi dia memilih fokus pada bidang akting (aku sendiri tari, sedang Ryeowook musik dan vokal). Itu juga tidak surprise.
Oke, baiklah. Untuk selanjutnya aku tidak tahu harus percaya atau tidak.
Yesung oppa menjelaskan kegiatan perkuliahan Donghae yang bisa dibilang so-so-so-amazing. Dia mengikuti kelas khusus lewat monitor yang tersambung dengan speaker dan kamera yang telah diatur sedemikian rupa oleh dosen pengajar. Jika ada pertanyaan dia cukup berkomunikasi langsung dengan dosen melalui earphone. Saat ujian tulis pun Donghae mengerjakannya sendirian, tentunya masih dalam pengawasan dosen. Kini terkuak sudah kenapa hampir di setiap kelas yang kuikuti semua dosen berlagak seperti mata-mata, memakai earphone dan sering komat-kamit sendiri (aku pernah menyangka mereka gila massal).
Fakta yang paling mengagetkan, alasan Donghae menyembunyikan diri dari pergaulan adalah...
"...dia bisa membuat seorang yeoja hamil hanya dengan tertawa"
Aaaaaakk! Apa yang terjadi dengan dunia iniii?
"Oppa," Ryeowook bertanya dengan nada khawatir "Semua ini, ada hubungan dengan kutukan kakek buyutmu?"
Yesung oppa menghela napas, "Ne..."
"Hyukkie, Donghae, aku, pendahulu kita memiliki hubungan serius di masa lalu. Rahasia ini kudapat langsung dari Sungmin"
"Jadi, Donghae memang menghindari para yeoja? Agar dia tidak menghamili seseorang tanpa sengaja?"
"Benar, Hyukkie. Pernah kejadian ahjumma penjual ikan di pasar hamil tepat setelah bercanda dengan Donghae dan membuatnya tertawa terbahak-bahak. Ahjumma itu tidak tahu kalau Donghae adalah appa dari anak yang dikandungnya"
Aku mengusap peluh yang menetes deras."Lalu bagaimana?"
"Terkuak saat melahirkan, anaknya persis Donghae. Sama sekali tidak mirip kedua orang tuanya. Untung saja ahjumma itu bilang pada suaminya kalau saat hamil dia suka ngidam melihat wajah Donghae."
"Syukur bukan ngidam melihat wajahmu, oppa" kataku iseng-iseng berhadiah pukulan sendok di kepala.
"Loh, berarti selama ini Donghae sudah memakan banyak 'korban' ?" tanya Ryeowook.
Yesung oppa menggeleng. "Saat itu dia bersama Sungmin. Begitu sadar adiknya kelepasan, Sungmin langsung memarahi Donghae habis-habisan dan melarangnya berdekatan dengan yeoja manapun. Tapi yang membuatku heran, perlakuan Sungmin noona berbeda pada Hyukkie."
Ryeowook menyentil salah satu tindikanku. "Hyuk, kau bisa menebak apa artinya kan?"
Tidak ada pilihan lain, aku harus kembali ke rumah Sungmin eonni dan meminta dia menjelaskan yang sebenarnya. Aku tak mau terlarut dalam lingkaran kutukan misterius ini. Secepat mungkin masalah ini harus diselesaikan... sebelum semuanya menjadi lebih buruk.
"Hyuk," panggil Yesung oppa.
"Apa?"
Tanpa berbicara, Yesung oppa menyerahkan ponselnya padaku. Aku terbelalak kaget membaca pesan singkat yang tertulis di sana.
From : Lee Donghae
Hyung, aku tahu kau bersama Eunhyuk. Bilang padanya untuk menemuiku di Happy Pasta jam 4 nanti, ada yang mau kubicarakan.
"B-bagaimana bisa..."
Sumpah, kepalaku pusing.
Eunhyuk POV end
.
.
.
Normal POV
"Haaahh..."
Eunhyuk duduk di salah satu meja Happy Pasta, menunggu Donghae datang. Spaghetti bolognaise pesanannya sudah datang sejak 3 menit lalu, namun yeoja berambut pendek itu tampak enggan menyentuh sedikitpun. Hatinya berkutat dengan realita yang dia hadapi sekarang. Sekeras apapun dia berpikir, tak ada satupun jawaban pasti yang bisa didapat. Kunci permasalahan yang tengah dia hadapi sekarang adalah Donghae dan Sungmin. Sedikit tirai kebingungan memang sudah dibuka oleh Yesung, tapi itu belum cukup menunjukkan titik terang.
Tangan Eunhyuk terus menggulung spaghetti di mangkuk hingga tanpa sadar sudah menjadi gumpalan besar. Mata sipitnya menerawang pada kendaraan yang berlalu lalang di luar restoran, mengacuhkan seorang namja tampan yang baru saja melewatinya dan tampak memesan sesuatu di kasir.
"Annyeong Eunhyuk-ssi..."
"Uh? Oh?" Eunhyuk gelagapan. "A-annyeong Donghae-ssi"
Donghae tersenyum, "Sudah kukatakan jangan memanggilku dengan embel-embel ssi"
"Kau sendiri masih memanggilku pakai ssi" tukas Eunhyuk. Sedetik kemudian wajahnya memerah.
'Hyuk babo, apa yang barusan kau katakan? Memang kau sedekat apa dengannya?'
"Hm... kalau begitu mianhae...kupanggil Hyukkie saja ya? " ujar Donghae lembut "Kau melamunkan apa tadi?"
"Sok tahu. Siapa yang melamun?" elak Eunhyuk.
"Spaghettimu sudah jadi bola kasti tuh..."
Eunhyuk menatap garpu di tangannya. Astaga, pasta panjang itu bahkan melilit separuh gagang garpu dan mulutnya masih bilang tidak melamun?
"Tidak perlu mengalihkan topik." nada Eunhyuk berubah ketus "Katakan, apa yang kau inginkan dariku"
"Neorago"
Jawaban singkat Donghae membuat mata Eunhyuk membulat sempurna. "Hah?"
"Iya, kau." Donghae membetulkan sikap duduknya ketika pelayan datang membawakan secangkir latte. "Yesung hyung sudah menceritakan tentang aku kan?"
"Kau ini sepertinya tahu segala hal" cetus Eunhyuk sembari menyeruput spaghetti dengan malas.
"Hmm..." bibir Donghae membentuk senyuman aneh, menahan tawanya sekuat tenaga. "Tingkahmu juga sulit membuatku untuk tidak tertawa"
"Eeeh jangan sembarangan! Aku tidak mau hamil!" bentak Eunhyuk panik. Donghae cepat-cepat menaruh telunjuknya di bibir yeoja itu.
"Kecilkan volume suaramu. Nanti orang salah paham."
Eunhyuk memberikan deathglare disertai wajah cemberut. "Kau sih!"
'Huahahahahahahahaha! Aigoo, imut sekali wajahnya kalau sedang ngambek!'. Donghae menggigit bibir bawahnya sendiri sambil terbahak dalam hati. Sejak pertama kali bertemu dengan Eunhyuk, entah kenapa selalu ada perasaan bahagia yang mekar di dadanya. Ekspresi Eunhyuk yang terang-terangan dan apa adanya terlalu indah untuk dilewatkan.
"Aku punya penawaran menarik untukmu." ucap Donghae di sela kegiatan menyesap lattenya. "Terserah kau mau atau tidak, tapi yang pasti kita saling membutuhkan"
"Ppalli malhae. Jangan berbelit-belit"
Donghae mencondongkan wajah pada yeoja di depannya. "Aku akan membantumu menyembuhkan kutukan itu, Hyukkie"
"Kau...? Kau tahu penyakit kaki ini sebuah kutukan? Benarkah?" Eunhyuk balas menatap Donghae. Hatinya agak sangsi.
"Yap. Bukankah noonaku sudah bilang kami mengenalmu jauh sebelum kau mengenal kami?" tukas Donghae santai.
"Lee Donghae, kutegaskan padamu. Aku masih bingung dengan semua ini."
"Aku mengerti"
"Jadi, jelaskanlah"
Donghae tersenyum, "Itu tugas noona nanti. Noona yang lebih paham"
"Bawa aku padanya Hae, kumohon" pinta Eunhyuk.
"Kau tinggal bilang mau atau tidak dengan tawaranku tadi. Apa lagi yang harus kau pertimbangkan?"
Donghae benar. Seharusnya tidak ada yang perlu dirisaukan, mengingat Eunhyuk memang butuh bantuan. Tapi firasatnya mengatakan tidak mungkin Donghae membantu secara cuma-cuma... "Kau teruskan dulu penawaranmu. Aku yakin ada lanjutannya."
Kalimat Eunhyuk kembali menimbulkan senyum di bibir Donghae.
"Smart girl"pujinya.
"Setelah kutukanmu hilang, kau harus ganti membantuku."
"Membantu bukan dalam artian hal mesum kan?"
"Tentu saja tidak. Kau kira aku dukun cabul?" desis Donghae agak tersinggung.
"Bukan, bukan..." Eunhyuk salah tingkah "Siapa tahu syaratnya ada yang begitu..."
"Kau memang bagian dari syarat kesembuhanku, Hyukkie..." suara Donghae melunak "Aku... sungguh membutuhkanmu..."
Eunhyuk terdiam. Bukan karena memikirkan 'syarat' seperti apa yang Donghae maksud. Tapi saat Donghae bilang 'membutuhkanmu', kedengaran seperti namja yang hendak ditinggal oleh kekasihnya.
Aaaaaww... jantung Eunhyuk jadi berdebar sendiri!
"Baiklah, aku setuju"
"Jinjja?" mata Donghae berbinar-binar.
Eunhyuk mengacungkan kelingkingnya "Yaksok"
Donghae menyambut kelingking Eunhyuk "Gomawo..."
Mereka berdua tersenyum. Cara mengikat janji yang kekanakan, memang, Tapi ada sedikit deja vu saat jari mereka bertautan manis. Tidak seorangpun di antara keduanya yang tahu bahwa kejadian itu pernah terukir di masa lampau. Jauh sebelum mereka lahir di dunia ini...
.
.
.
TBC
.
.
.
Huuuff... *ngelap keringet*
Momen ketilang itu aku dapet inspirasi pas ada operasi di deket kos lho chingu. Hahahahaha :D untungnya aku ga ketilang kayak Kyu. Udah bisa nebak belum selanjutnya kisah mereka gimana?
sekedar info umur chara buat yang bingung :
Lee Donghae, Choi Eunhyuk & Kim Ryeowook 20th
Lee Sungmin 22th
Kim Jongwoon / Yesung 22th
Cho Kyuhyun 19th
Cho Heechul 43th
Cho Hangeng 43th
Choi Kibum 40th
Choi Siwon 41th
Lee Jungsoo / Leeteuk 44th
Lee Youngwoon / Kangin 43th
.
.
Yok ayok bales review duluu^^
10rh : Makasiih dongsaengkuuu *peluk* eonni ambil jurusan pendidikan seni... hehe. Konsentrasinya sama kayak Hyukkie^^
Arum Junnie : Bocoran dikit, Hae emang keturunan bangsawan chingu... kekekeke
Casanova indah : Hehehew. Ikutin terus ceritanya, ntar kejawab sendiri kok^^
Minmi arakida : Gomawoyo... Jeongmal gomawo...^^
Kyuminnnnnn : ebuset, n-nya banyak amaaat? xD gomawo yaa, tuh udah ada Kyumin momentnya sayang^^
Guest : Bhahahaha. awas jatoh dari kasur xD
Lyndaariezz : Bocorannya di chap depan chingu.. doain bisa apdet cepet^^
ChoI Jaeseumin Hyangsu : Okeeeehhh^^
.
.
Gomawo untuk yang sudah bersedia ngikutin dan ngereview ff ini... aku tak bisa bertahan tanpa dukungan kalian... :')
Kiss and hugs, Lee Shin Hye
