-oOo-
Author's note :
Hai hai haiii! here we go chapter 8... aku persembahkan buat pembaca dan reviewers setiaku dari awal sampe chap segini... :)
Sebelumnya mohon maaf, aku pengen ngomong...
Jumlah viewsku membludak sampe 5000an.. tapi kenapa kayaknya susah banget gitu ya ninggalin jejak sedikiiit aja. Padahal tiap aku baca ff selalu komentar untuk ngehargain authornya, dan ga ngerasa terbebani sedikitpun.
Aku udah usaha update paling lambat 2 minggu sekali, cuman makin lama yang review kok makin dikit. Jujur aja aku sedih, jadi enggan nerusin kalo kayak gini. Lanjutpun pasti bakal lama bgt.
Kalo readers ada yang bosen ngikutin gapapa, tapi kenyataannya jumlah views makin nambah pesat. Mau berhenti tapi aku mikirin yang setia nongol di kotak review... Terus aku kudu gimana dong? T_T
Aku tau aku bukan author populer, aku newbie di sini. Karena itu aku butuh support + masukan dari kalian untuk memperbaiki kekurangan, bukan pengen banyak-banyakan review...
Terserah readers ff ini masih pantas dilanjutin apa enggak. Kalo enggak, ff ini aku stop di chap ini. Kalo masih mau lanjut ya... kalian tahu lah harus gimana.
Maaf belum bisa edit ato balas review di chap ini, kuota abis :(
Maaf juga kalo ada kata-kata yang nyinggung perasaan readers...^^
Saranghae always and always, Lee Shin Hye :*
-oOo-
.
.
.
Rated: T, Indonesian, Supernatural, Romance&Friendship
Warning : OOC, GS, typos, garing, abal, dll.
Cast: Lee Hyukjae as. Choi Eunhyuk
Lee Donghae as Lee Donghae
Lee Sungmin as. Lee Sungmin (Hae's sister)
Kim Ryeowook as. Kim Ryeowook (Hyuk's pal)
Kim Jongwoon as. Kim Jongwoon/Yesung (Wook's namjachingu)
Suju official pairing as. Parents
Some EXO, CN Blue, SHINee and FT Island member's names as. other secret casts
Disclaimer : Semua tokoh dalam ff ini milik Tuhan, nama-nama cast hanya dipinjam untuk kepentingan cerita. Donghae tetap suami saya sampai kapanpun... :p
.
.DON'T LIKE? JUST CLOSE THIS PAGE PLEASE^^
.
.
.
"Noona membuatku malu"
Sungmin tertawa keras sampai perutnya kram melihat wajah adiknya yang seakan berkata brengsek-betul-kau-hancurkan-momen-indahku
"Kau sendiri kenapa main sosor saja? Hahahahhahahaha.. hahahahahaahhahaha..."
"Noona! Aku tidak nyosor!" elak Donghae, blushing.
"Hahahahaha...! Hae-ah, omo... noona sungguh tak mengerti apa yang terjadi padamu. Kau mau mengulang sejarah, eoh?"
"Peduli sejarah atau bukan, tadi instingku menyuruh begitu"
"Oooh... sekarang pintar beralasan yaa..." Sungmin mengedipkan mata genit sambil menoel-noel wajah Donghae yang sudah jadi ungu. Tawa Sungmin meledak lagi melihatnya. Donghae yang biasanya cool, Donghae yang tidak pernah tertawa sedang malu-malu?
"Kau mau aku buat hamil, noona?"
"Huh, ancaman macam apa itu!" protes Sungmin "Baiklah, mau bicara apa?"
Donghae celingak-celinguk waspada, kemudian berbisik di telinga noonanya.
"Noona bisa ambil cuti seminggu tidak? Ng... aku ingin mengajak Hyukkie berlibur saat musim panas nanti, tapi aku yakin dia tidak akan mau jika tanpa noona..."
"Um... Cutiku belum aku ambil sama sekali, kurasa bisa"
"Daebak! Tolong rencanakan semuanya ya noona. Jangan sampai Hyukkie tahu ini ideku."
Sungmin kemudian tersenyum mengerti."Akan kulakukan segera, kau tenang saja..."
"Gomawo nae noona~" Donghae memeluk Sungmin sambil melonjak-lonjak kegirangan.
"Hei, hei, jangan seperti bocah umur 5 tahun! "
.
.
Donghae senyam-senyum gaje mengingat perbuatan konyolnya saat itu.
Sebenarnya, selama ini dia menjadi penguntit setia Eunhyuk tanpa sepengetahuan siapapun, termasuk Yesung. Sejak masa ospek namja ini sudah mulai tertarik pada Eunhyuk. Mengamati dan mengaguminya secara tersembunyi mulai dari kantin sampai ruangan klub dance. Sosok Eunhyuk yang serampangan, kadang lemot kadang cerdas, justru berhasil membuat Donghae tergila-gila. Setelah terungkap bahwa Eunhyuk adalah jodoh masa lalunya, barulah Donghae berani menampakkan diri di depan gadis tersebut.
Ciat ciat ciat ciat ciat...! *tangan author kejepit*
Apa yang dipikirkan ikan itu tadi?'JODOH' masa lalu?
Kenapa Donghae jadi pede sekali?
"Hae, bibirmu bisa kram kalau tersenyum terus" sindir Sungmin dari kursi pengemudi. "Melamunkan Hyukkie yaaa?"
Semburat pink muncul di pipi Donghae. "T-tidak kok"
"Teruslah berbohong pada noonamu! Hiahahahaha!" Sungmin tertawa mengejek, dia amat yakin tebakannya barusan benar.
Donghae membuang mukanya ke arah jalan raya."Aaaagh sudah-sudah, noona menyetir saja!"
0o0o0o0o0o0
Destinasi pertama mereka adalah apartemen Ryeowook. Yesung dan Eunhyuk ikut menunggu di sana. Karena memang apartemen Ryeowook yang paling dekat dengan rumah Donghae, mereka jadi tidak usah memutar terlalu jauh. Donghae yang bertugas naik menjemput, sementara Sungmin menunggu di mobil.
TING-TONG
"Neee, sebentaaar..." terdengar suara seseorang dari dalam.
Ternyata Eunhyuk yang membukakan pintu. "Kau rupanya. Ayo masuk dulu, Ryeowook dan Yesung oppa masih membereskan koper." ajak gadis iu pada Donghae yang masih terbengong di depan pintu. Bengong.
Tanya kenapa?
Mata Donghae tertuju pada pakaian yang Eunhyuk kenakan. Celana jins pendek setengah lutut dengan aksen belel, dipadukan kaos kerah sabrina pas badan berwarna putih, rambutnya dikuncir acak seperti Ren NU'EST saat debut. Baru kali ini Donghae melihat Eunhyuk berpenampilan begitu. Biasanya dia paling banter pakai skinny jeans dengan kaos kebesaran. Dan sekarang Donghae bisa menikmati pemandangan kaki jenjang Eunhyuk yang seputih tembok #PLAKK maaf, seputih susu maksud saya.
(Jangan lupakan juga bonus tali bra hitam yang menyembul sedikit)
"Hm... Hyukkie-ah..." celetuk Donghae di sela langkahnya mengikuti Eunhyuk.
"Ne?"
"Kau seksi hari ini"
Sumpah, Donghae bermaksud memuji. Tapi rupanya Eunhyuk sama sekali tak suka dengan pujian yang dilontarkan Donghae.
"Jangan mesum! Tidak bisa baca tulisan di punggungku ya?!" semburnya seraya membalikkan badan menuju kamar Ryeowook.
-DON'T LOOK AT ME OR I'LL KILL U MTF-
Mulut Donghae terkatup seketika. Oke, lebih baik dia diam daripada mendapat tendangan gratis pagi-pagi.
.
.
.
Mercedes-Benz B-Class 7 silver berhenti di depan sebuah rumah. Beberapa ornamen taman bertema budaya Tiongkok menghiasi halaman yang tampak asri tersebut. Eunhyuk bergegas turun dari mobil, berniat menjemput seseorang yang juga akan ikut dalam liburan mereka hari ini.
"Hyukkie, chakkaman!" seru Sungmin sebelum Eunhyuk menjauh dari mobil.
"Ada apa eonni?" tanya Eunhyuk.
"Aku ikut, kan aku yang punya ide liburan ini. Setidaknya bersopan santun sedikit dengan orang tua sepupumu"
Eunhyuk mengangguk setuju. Mereka berdua berjalan beriringan kemudian Eunhyuk langsung masuk tanpa sungkan. "Ahjussi, ahjumma, Hyukkie datang!"
Seorang namja tampan berusia paruh baya muncul dari ruang tengah. Wajahnya sumringah melihat kedatangan Eunhyuk. "Wah, wah, wah. Keponakanku yang manis. Sini peluk ahjussi dulu..."
Eunhyuk menghambur manja ke pelukan namja itu. "Aku rindu sekali pada Hangeng ahjussi!"
"Hahaha. Rindu tapi kau sudah 4 bulan tidak mengunjungi kami! Sudah minta izin appa dan eommamu kan?" tanya Hangeng memastikan.
"Tentu saja, ahjussi. Akhir bulan ini mereka akan pulang dari Jepang!"
"Hao de xiaoxi. Dan siapa nona cantik ini?" Hangeng beralih pandang pada Sungmin.
"Annyeonghasimnika. Nama saya Lee Sungmin, sajangnim..." kata Sungmin sambil membungkuk hormat.
"Jangan formal begitu. Teman kuliah Hyukkie?"
"Ah, bukan. Saya sudah bekerja"
"Jinjja? Wajahmu imut sekali, Sungminnie~" puji Hangeng. Sungmin tersenyum malu-malu.
"Siapa Han? KYAAAAA! Keponakanku!" Heechul yang baru muncul dari belakang Hangeng tiba-tiba langsung memeluk dan menciumi pipi Eunhyuk. Apron yang dipakainya kentara sekali masih berbau kue.
"Anak nakal! Berani sekali kau tidak pernah menjengukku hah?" pekik Heechul. Rambut Eunhyuk diacak-acaknya gemas.
"Mianhae, ahjumma. Kuliahku padat sih... Oh ya kenalkan, ini Sungmin eonni. Dia yang mengajakku liburan."
"Neomu kyeopta~ siapa namamu anak cantik?"
"Saya Lee Sungmin..." yeoja itu kembali membungkuk dengan sopan. Sungmin mengenakan kaos longgar putih, celana pendek berwarna pink pucat, rambutnya tergelung rapi di samping kepala, dipermanis jepit kelinci mungil berwarna pink pula. Seperti anak SMA saja dandanannya, sama sekali tidak terlihat seperti polisi.
Heechul mencium pipi kanan dan kiri Sungmin sebagai salam perkenalan. "Nah, panggil aku Heechul ahjumma ne? KYUUUUUUU CEPAT TURUN! KAU SUDAH DITUNGGU!"
Sungmin yang terkejut membatin dalam hati, 'ya ampun, ahjumma ini heboh sekali... bagaimana anaknya ya?'
"Iya eomma, sabar sedikit kenapa sih!" seorang namja ikal berambut coklat menyeret kopernya mundur-mundur sehingga Sungmin hanya bisa melihat punggung namja itu. Dan saat namja itu berbalik, mereka berdua melotot kaget.
"Kau!" seru Kyuhyun dan Sungmin bersamaan. Eunhyuk berusaha keras menahan tawanya.
"Ini sepupumu Hyuk?" Sungmin menunjuk Kyuhyun dengan tampang stoic. Sadar berada di rumah orang dia menahan emosinya.
"Iya eonni. Lho, kalian berdua sudah saling kenal ya?" kata Eunhyuk, memasang ekspresi innocent.
"Noona monyet, kau..." desis Kyuhuyun pada sepupunya yang tentu saja tidak digubris. Sementara Hangeng dan Heechul berpandangan heran.
"Ada apa ini?" tanya Hangeng curiga.
"Dia polisi yang dulu menilangku, appa!" Kyuhyun menunjuk wajah Sungmin seakan-akan yeoja itu pembunuh yang baru saja tertangkap basah.
Normal POV end
Eunhyuk POV
"Dia polisi yang dulu menilangku, appa!" adu Kyuhyun sambil menunjuk wajah Sungmin eonni. Hei! Sopan sekali ya anak ini!
"Sungmin eonni itu sudah baik hati mau mengajakmu liburan! Jangan seenaknya!" marahku, tak terima dia menyalahkan noonanya Donghae. "Lagian siapa suruh saat itu kau tidak pakai seat belt, hah?"
Kyuhyun memasang tampang bete saat aku malah membela Sungmin eonni. Biar saja. Biar sekalian ahjussi dan ahjumma tahu kelakuan Kyuhyun yang seenaknya sendiri di jalan. Sudah untung aku tidak membocorkan kebiasaannya yang suka menggoda polisi wanita.
"Jadi Sungminnie seorang polisi? Aigoo, kalau begitu ahjumma minta tolong awasi little Cho-ku ne? Kalau dia berbuat onar tendang saja" sela Heechul ahjumma tanpa perasaan. Kulihat Kyuhyun makin merengut saat eommanya malah memberi akses lebih pada Sungmin eonni. Muehehe... jalannya balas dendam pada Sungmin eonni tertutup sudah. Rasakan itu Kyu!
Aku yang merasa hari mulai siang menggamit lengan Sungmin eonni agar segera berpamitan. Hangeng ahjussi memberiku uang saku tambahan, dan Heechul ahjumma mengambilkan bungkusan besar yang kuyakini berisi bekal dan kue-kue kecil untuk camilan. Ah yeorobeun... aku sangat mencintai kalian!
Ahjussi dan ahjumma mengantar kami sampai halaman depan. Mobil kami pun berangkat diiringi lambaian tangan mereka berdua. Kyuhyun kudepak duduk di kursi paling belakang bersama Yesung. Awalnya dia memaksa duduk di tengah karena ingin menggoda Sungmin eonni, tapi tak lama kemudian kudengarkan mereka berdua sudah berbincang akrab soal musik. Ryeowook yang awalnya diam ikut-ikut nimbrung. Hingga tiga perempat perjalanan berlalu (Ryeowook sudah mendengkur di sebelahku), mereka masih saja mengoceh seperti DJ radio Sukira.
Yah, sesama makhluk halus (BACA: vampir dan jin kura-kura) memang ditakdirkan untuk bersama kan? Bahahahahahah :D
Sedangkan Donghae seperti biasa, anteng. Sesekali membetulkan letak kacamata hitamnya atau mengobrol dengan Sungmin eonni. Apa mungkin agak sungkan ya sejak kukatai mesum tadi pagi?
"Hei Hyukkie, lihat! Kita hampir sampai!" celetuk Sungmin eonni padaku.
"Wohooooooo pantai Gyeongpo, kami dataang!" aku berteriak sekeras-kerasnya saat deretan resort mulai tampak di ujung sana. Kepalaku kusembulkan dari celah kaca mobil yang terbuka, menikmati lengketnya angin daerah pesisir.
"YA! YA! Monyet berisiiiik!"
Eunhyuk POV end
.
.
.
Donghae POV
Akhirnya, Gyeongpo.
Kami sudah sampai di parkiran hotel yang sudah dipesan noona. Hotel ini luas sekali, tiap paviliun dibagi menjadi kamar-kamar yang terpisah secara individu. Tembok masing-masing kamar tidak menyambung seperti hotel pada umumnya. Baguslah, jadi jika Hyukkie berisik tidak akan mengganggu ketenangan kamar sebelahnya.
Eh? Kenapa jadi... Hyukkie?
Yesung hyung menepuk bahuku untuk membantu yeojadeul menurunkan koper mereka. Koper Ryeowook malah hampir melebihi besar tubuhnya sendiri. Memangnya apa saja sih yang dia bawa? Kasur? -_-' Kulihat noonaku juga tampak kelelahan menyetir sekian jam sejak Seoul. Andai saja kemampuan menyetirku tidak di bawah rata-rata pasti aku dengan senang hati menggantikan noona. Namun dia bersikeras memilih capek daripada harus mati muda sebelum menikah, katanya. Huh... sebenarnya tidak tega, tapi apa boleh buat?
"Nde, eomma. Hyukkie sudah sampai. Nama hotelnya Summer Breeze..."
"Aneh-aneh apanya? Hyukkie bisa jaga diri, eomma... iiih"
"Arasseo. Bogosipeo... cepat pulang ya eomma. Nanti Hyukkie kenalkan teman-teman Hyukkie pada eomma..."
"Iya. Ada yang seperti ikan, kelinci, kura-kura, jerapah. Macam-macam deh!"
"Nado saranghae. Annyeong eomma..."
Sudut bibirku naik mendengar sayup-sayup percakapan Eunhyuk dengan eommanya di telfon. Memanggil diri sendiri dengan Hyukkie? Neomu kyeopta.."..GYAH! APPO!"
"Melamun lagi, melamun lagi..." noona menggosok tangan yang habis digunakan untuk menggeplak kepalaku di pantatnya. Hiyaks. Kelakuannya di luar dinas benar-benar menyebalkan.
"Ish, noona! Tidak bisa membiarkan aku senang ya?"
"Kalau fantasimu indah sih tidak masalah, aku takutnya yang jorok-jorok." ucapnya santai lalu meninggalkanku duluan.
Kata-kata noona menohokku. Dia pikir adiknya ini om-om yadong?!
Kami check in ulang di resepsionis, kemudian noona memberikan instruksi pembagian kamar.
"Dengarkan baik-baik. Kamar yeojadeul di paviliun Rose nomor 4, sedangkan namjadeul di paviliun Orchid nomor 15. Kunci kuserahkan padamu Yesung."
"Arasseo, Sungminnie" Yesung hyung meraih kunci yang disodorkan noona. 4 dan 15? Beda paviliun?
"Ya, noona... kenapa kamarnya berjauhan?" aku melayangkan protes.
Dia mendengus bete. "Ini masa liburan, ikan bawel! Sudah banyak yang pesan tempat jauh-jauh hari sebelum kita. Masih untung dapat kamar." noona menggandeng Hyukkie dan Wookie pergi dari hadapanku yang masih cengo melihatnya ngomel. Memang harus berhati-hati bicara dengan orang capek.
Kalau saja noona tahu maksud protesku tadi... Sebenarnya aku...
Aku... hm...
Ah, tidak jadi saja!
Donghae POV end
Normal POV
Boys' Room
Jam 8 malam. Acara makan sudah selesai sejam lalu. Para yeoja menolak untuk jalan-jalan di luar, alasannya capek. Padahal para namja sudah mempersiapkan rencana untuk melek sampai malam bersama mereka.
"Hae, aku bosan" keluh Yesung.
"Hm..."
Donghae melirik ke arah Kyuhyun yang khusyuk memainkan PSP di pojokan kasurnya. Anak itu tampak tidak berminat 'ngapa-ngapain' saat ini.
Cukup lama mereka terdiam, tiba-tiba di atas kepala Yesung muncul lampu neon(?) yang bersinar terang benderang. Senyum jahilnya muncul.
"Hei, bagaimana kalau kita mengintip kamar yeojadeul?"
Donghae melotot."Kau gila, hyung!"
"Kenapa? Bukannya kegiatan begini normal dilakukan namja?" kilah Yesung.
"Main yang lain saja hyung"
"AKU SETUJU!"
Donghae dan Yesung serempak menoleh ke sumber suara. Yeah, our evil magnae with his evil smirk suddenly getting excited. Donghae menatap Kyuhyun ngeri.
Yesung lantas terkekeh senang."Lihat Hae, Kyuhyun saja setuju. Eotteokhe?"
"Ng.. mengintip dalam konteks apa, nih?"
"Everything!"
"Haaaaah? Maksudmu..."
Kyuhyun memegang bahu kiri Donghae dengan tatapan serius. "Hyung, mari kita menjadi lelaki dewasa!"
Donghae sweatdrop. Kegiatan begini mananya yang dewasa?!
Yesung ikut memegang bahu kanan Donghae, tak kalah seriusnya."Lee Donghae, tunjukkan padaku kalau kau memang sahabat sejati!"
"Ta—tapi hyung—"
Sebelum selesai protes, Yesung sudah membekap mulut Donghae kuat-kuat lalu Kyuhyun menyeretnya keluar kamar. Entah kecepatan dari mana, tak sampai 5 menit mereka sudah berada di bawah jendela kamar yeoja. Yesung memberikan kode pada dua temannya agar waspada.
"Hati-hati, jangan bersuara"
"Mmmmpph! Hmph!"
"Oh, maaf Hae"
Yesung segera melepas tangannya dari mulut Donghae.
"Kalian keterlaluan! Kalau ketahuan bagaimana?" bisik Donghae kesal.
Kyuhyun menggoyangkan telunjuknya. "Ck ck ck, hyung. Gunakan otakmu dong. Kita ini namja, punya 1001 akal untuk sekedar tidak ketahuan." Pelototan mata Donghae sama sekali tak dia pedulikan. Pokoknya acara mengintip ini harus terlaksana.
"Kyaaaaa~ eonni hebat sekali!"
Lengkingan Ryeowook membuat ketiga namja ini reflek menaikkan posisi kepala mereka. Kyuhyun terbelalak kagum melihat Sungmin sedang split.
"Omo..."
"Ya! Jangan menatap noonaku seperti itu!" bentak Donghae tak suka.
"Sssssh!" Yesung menjewer telinga Donghae "Lebih baik kau lihat saja Hyukkie-mu sedang apa"
Donghae mengarahkan pandangan kembali ke jendela. Ya Tuhan, wajahnya merah melihat Eunhyuk keluar dari kamar mandi dengan hanya berbelit selembar handuk!
Antara speechless, panas dingin, senang, gemetar.
"Hah! Kau sendiri juga mesum begitu, hyung!" ejek Kyuhyun membuat Donghae mendelik. Namja normal mana sih yang tidak salting kalau disuguhi pemandangan macam begitu?
"Kok kakimu tidak bau Hyuk?" tanya Sungmin dengan posisi kaki masih split.
"Ahjumma membawakan salep anti bau, eonni. Paling tidak bisa bertahan setengah jam..." Eunhyuk nyengir, kemudian melangkah menuju lemari baju.
"Kau siap menonton adegan selanjutnya Hae?" goda Yesung.
Donghae rasanya ingin lari saja, tapi... rejeki mana boleh ditolak...
"Aku dan Yesung hyung tidak lihat deh... kekeke" Kyuhyun menambahi sambil menarik Yesung agar berjongkok. Membiarkan Donghae bersenang-senang sendirian.
"Yaaah..."
"Eh? Wae?" Yesung heran mendengar desahan kecewa dari bibir Donghae.
"Dia ganti di balik pintu lemari, hyung." ujar Donghae lesu.
"Pffffftttt... kkkkkhhh..."
"Diam kau Kyu!"
.
.
Setelah berpakaian lengkap dan memakai kaos kaki, Eunhyuk bergabung dengan Sungmin dan Ryeowook. Mereka tampak riuh bercanda dengan seru. Rupanya saat Eunhyuk mandi, kedua yeoja itu sedang bermain truth or dare menggunakan putaran botol. Permainan masih berlanjut, Sungmin memutar botol dan sekarang Ryeowook yang kena. Sungmin berteriak kegirangan.
"Aku pilih dare saja.."
"Cha! Wookie-ah, kau kutantang untuk..."
Di luar, Yesung menunggu dengan antusias.
"...memakai bikini two pieces besok!"
"MWOYA? Aaaa... shirreo eonni, aku malu..." protes Ryeowook. Tanpa dia ketahui, tantangan Sungmin membuat Yesung ber 'yes-yes-yes' ria sambil mengepalkan kedua tangannya.
"Tidak bisaaa, salahmu sendiri memilih dare!" Eunhyuk memeletkan lidahnya. Ryeowook akhirnya pasrah, tidak ingin dibilang pengecut.
"Huh, baiklah. Aku putar lagi!"
SWIIINGG...
TAP. Ujung botol itu mengarah kepada Eunhyuk. Si terdakwa mengerang sambil berguling-guling kesal. Ryeowook tertawa penuh kemenangan.
"So, truth or dare?"
"Truth saja"
Sejenak Ryeowook diam.
"Hyukkie-ah, jawab jujur. Apa kau sedang menyukai seseorang?"
Blush. Melihat pipi Eunhyuk yang bersemu jantung Donghae tiba-tiba berdetak kencang. Mungkinkah...?
"Um... itu... hehehe... itu..."
"Kyaaa benar kan? Siapa namja itu, Hyuk?" Ryeowook berteriak histeris.
"Aku... aku menyukai..."
"Ya? Ya? Ya?"
Donghae memegangi dadanya.
"Sebentar!" potong Sungmin.
"Eh? Ada apa eonni?"
Sungmin menoleh ke arah jendela dengan galak.
"Aku mendengar suara mencurigakan di luar."
"Jinjja? Kita periksa saja, eonni" sahut Eunhyuk.
DEG!
"Hyung, bagaimana ini?" kata Kyuhyun panik.
"Kabur! Ayo kabur!"
"Eh? Aku masih penasaran jawaban Hyukkie, hyung!"
TAP TAP TAP TAP TAP.
"Kau mau disembelih mereka berdua?! Ayo lari!"
SRAK!
Sungmin menggeser jendela ke samping dengan kasar. Mata rubahnya yang tajam mengamati keadaan sekitar. Begitu pula dengan Eunhyuk. Mereka berdua lantas bertatapan penuh arti.
"Eonni, Hyukkie, eotteokhe?" tanya Ryeowook takut-takut setelah Sungmin kembali menutup jendela.
"Tidak ada apa-apa Wookie. Sudahlah, ayo tidur saja." perintah Sungmin lembut. Semua kunci dia periksa dengan seksama, sedangan Eunhyuk menutup tirai jendela dengan rapat.
Sebenarnya Eunhyuk dan Sungmin tahu kalau ada yang mengintip mereka, karena pasir di bawah jendela berbekas beberapa jejak kaki yang dalam. Menandakan cukup lama diinjak oleh lebih dari satu orang. Mereka tidak tahu sejak kapan diintip, tapi biarlah. Toh tidak ada yang terang-terangan buka baju atau bertingkah gila. Hidung Sungmin yang peka juga hafal dengan bau parfum Donghae, begitupun Eunhyuk yang hafal bau parfum Yesung. Pernah dengar mitos parfum mahal, walaupun pemakainya sudah pindah tempat tapi baunya masih tertinggal?
"Ketiga namja itu sudah bosan hidup rupanya..." Eunhyuk dan Sungmin menggerutu lirih bersamaan.
Eunhyuk menghidupkan lampu tidur, tak lama kemudian mereka pun terlelap dalam mimpi.
Normal POV end
0o0o0o0o0oo0
Eunhyuk POV
"Hyukkie-ah... ireona..."
Samar-samar aku merasa dibangunkan seseorang. Ck, baru berapa menit aku tertidur kenapa sudah diganggu!
"Chagiya... ireona..." kali ini sebuah tangan halus menyentuh pucuk kepalaku. Dengan malas aku membuka mata. Siapa sih?
"Annyeonghaseyo nae Hyukkie..."
"K-KYAAAAAAAAAAAA!"
0o0o0o0o0o0o0
.
.
.
TBC/END?
