*bersihin lumut* *jatuh pingsan*

Maafkan aku yang tidak tahu diri... Tugas kuliahku observasi kemana-mana, muke gile bener. Sampe berkali-kali salah ngetik tugas di lembaran chap ini, bukan di lembar laen huhu T_T

Ya Tuhan, ini review TERBUANYAK yang pernah aku terima! Jeongmal gamsahamnidaaaaaa :'D *bungkuk90derajat*

Kebanyakan pada penasaran Hae jadian apa ga sama Hyuk ya? Hehehe... ikutin aja ceritanya deh. Aku akan berusaha buat chingudeul! (^^)9 Jangan kapok review ne chinguuu... Yang punya akun silakan cek PM masing-masing


Guest : Iya ini udah lanjut.. maaf yaa :) *nyengir kuda no-jutsu*

Hyunhee98 : Hehehe... semangatin aku terus yaaa^^

Cho eun ji : Iyaa bener banget makanya dikasih judul Forget it for A While :3

Makasih saran sama perhatiannya ya chingu.. cuman gimanapun review tetep penting buat evaluasi aku, biar tahu apa-apa yang kurang. Kalo cuma 'lanjut' ato 'bagus' kemampuanku kan jadi stagnan... hiks T_T

Kyuminnnnnn : Astaga, anak ini lagii? *garukpantat* jempol eonni jadi berotot nih kebanyakan mencet N (-_-')a

Bahahah syukur deh kalo menghibur :) di sini Kyu kebagian derita dari Sungmin terus pokoknya, sesuai maumu :*

Guest, Junho : ini udah dilanjut.. gomawo^^

Anchofishy : Enggak tau deh kalo Haenya diem terus -_-' baca aja ne? :)

Chinderella cindy : Annyeonghaseyo^^. Kenapa ya? karena aku suka bikin readers kesel #BUOGH

Chap ini dijelasin penyebabnya kok chingu. Bau kaki Eunhyuk mungkin kayak... nasi goreng basi? Dx

Fbkgqm : Lancang? Eeeeh... ya enggak lah chagii, komen aja kurangnya dimana. Eonni malah seneng kok nerima kritik, asal ga ngeflame^^

Guest : *ngumpet di ketek Yesung*

Mianhae mianhae... x( kemarin bad mood soalnya... jangan marah yaaa? :(

Kim Haemi : Dimaafkan... bahahaha. Gomawoo :*

PattOws : Kyaaa kamu manis banget siiih? *cium* Liat sifat Eunhyuk begitu jadi bingung mau buat moment gimana. Ada ide? -_-'

Guest (s) : You~ are~ soo~ georgeous! *niru Suju Full House*

Miho : Sebenernya itu pernah aku alamin waktu kencan 2 tahun lalu... ehehehe


Dan chapter 9 aku persembahkan pada kalian dengan penuh rasa hormat...

Keep SMILE, keep HEALTHY, and keep SUPPORT ME,,,

Best regards, Lee Shin Hye^^

-oOo-

"Annyeonghaseyo nae Hyukkie..."

"K-KYAAAAAAA!"

Eunhyuk yang baru setengah sadar secara reflek menjerit melihat sosok cantik di depannya. Orang itu mengenakan hanbok serba putih, berambut hitam sepunggung dan sangat manis. Semanis senyumnya pada Eunhyuk saat ini.

'Oh Tuhanku Yang Maha Esa, ini.. ini mimpi kan? Aku belum mati kan?'

"Jeungjomo...?" mulut Eunhyuk menganga lebar.

Sepasang tangan itu terulur, memeluk Eunhyuk dengan penuh kasih sayang. Jemari lentiknya mengusap lembut pucuk kepala Eunhyuk "Nde. Aku Choi Minhyuk, chagi... senang sekali cucuku ini rupanya masih mengingatku..."

Eunhyuk yakin bahwa sekarang ini dia berada di alam mimpi. Teringat perkataan Sungmin dulu, bahwa satu-satunya cara roh berkomunikasi dengan manusia hanyalah lewat mimpi.

Eunhyuk melirik tempatnya berpijak. Dia berada di bukit kecil berumput hijau, dikelilingi pohon sakura pendek yang sedang penuh berbunga. Sepertinya dia sedang berada di musim dan dimensi yang berbeda.

Minhyuk lalu membimbing cucunya duduk di atas rumput. Kedua insan berlainan jaman ini sama sekali tidak menampakkan kecanggungan.

"Kenapa tadi cucuku yang manis ini berteriak?"

"Jeungjomo membuatku takut!" kata Eunhyuk sambil mengerucutkan bibirnya "Manusia mana yang tidak terkejut melihat orang yang sudah meninggal tiba-tiba berkata 'annyeong~' dengan santai begitu? ?"

"Menunggumu membaca buku harian Jongin sampai selesai kurasa akan butuh waktu lama, jadi kudatangi saja. Hihihi..." Minhyuk menjawab seenaknya sambil tertawa jahil.

"Bagaimana caranya jeungjomo bisa menemui aku?"

"Dengan izin Tuhan, untuk menyelesaikan masalahku yang belum tuntas di dunia. Dan itu berarti menyelesaikan masalahmu juga, cucuku"

Eunhyuk tersenyum kecil. Sulit dipercaya setelah sekian puluh tahun ternyata Minhyuk masih memikirkan tentang hal itu. Padahal setahu Eunhyuk, jika manusia telah meninggal maka urusannya di dunia telah selesai.

Tapi, yah, rahasia Tuhan siapa yang tahu?

Minhyuk menangkupkan kedua tangannya di pipi Eunhyuk, meminta gadis itu menatapnya.

"Kau pasti bertanya-tanya bagaimana kutukan ini bisa terjadi, bukan?" tanya Minhyuk. Eunhyuk mengangguk bersemangat.

"Tutup matamu. Akan kubawa kau pada saat dimana langit mengabulkan setiap kata yang diucapkan oleh para pembawa petaka..."

Eunhyuk menuruti perkataan Minhyuk. Tak lama kemudian dia merasa angin hangat berhembus cepat memutarinya, pikirannya mendadak kosong dan pelipisnya berdenyut.

"Nah, sekarang buka matamu" perintah Minhyuk setelah hembusan angin itu berhenti. Tepat di hadapan Eunhyuk ada bayangan beberapa orang yang terpecah menjadi dua kubu. Dia bisa melihat nenek buyutnya di antara mereka, sedang dipegangi erat-erat oleh seorang pria tegap berusia empat puluhan tahun. Di pihak lain ada Donghwa yang juga sedang dipegangi oleh namja muda yang Eunhyuk yakin adalah Jongin, serta satu pria berwajah kaku yang jauh lebih tua dan berpakaian bangsawan.

"Pria itu... Lee Jonghun?" bisik Eunhyuk sembari menunjuk seseorang di sebelah Jongin.

Minhyuk mendesah sedih. "Benar..."

Eunhyuk bisa membaca dengan jelas dari raut wajah Lee Jonghun kalau dia memang orang yang keras hati. Melihat sorot matanya saja Eunhyuk sudah merasa merinding. Padahal sekarang dia tidak sedang berhadapan langsung dengan orang itu.

"Dengarkan baik-baik apa yang mereka katakan, Hyukkie-ah..."

-oOo-

.

.

.

It's My Secret, Mr. Dong-Hm

Rated: T, Indonesian, Supernatural, Romance&Friendship

Warning : OOC, GS, typos, garing, abal, dll.

Cast: Lee Hyukjae as. Choi Eunhyuk

Lee Donghae as Lee Donghae

Lee Sungmin as. Lee Sungmin (Hae's sister)

Kim Ryeowook as. Kim Ryeowook (Hyuk's pal)

Kim Jongwoon as. Kim Jongwoon/Yesung (Wook's namjachingu)

Suju official pairing as. Parents

Some EXO, CN Blue, SHINee and FT Island member's names as. other secret casts

Disclaimer : Semua tokoh dalam ff ini milik Tuhan, nama-nama cast hanya dipinjam untuk kepentingan cerita. Donghae tetap suami saya sampai kapanpun... :p

.

.DON'T LIKE? JUST CLOSE THIS PAGE PLEASE^^

.

.

.

Siang itu para namja sudah bersiap-siap pergi ke pantai dengan kostum masing-masing. Donghae dan Kyuhyun dengan pedenya memakai celana pendek dengan singlet ketat yang menggugah selera (?), lengkap dengan kacamata pelindung matahari. Sementara Yesung memilih tetap menggunakan kaos oblong. Alasannya? Untuk menutupi perut one pack-nya tentu saja. Dia berkilah sangat sibuk mengurusi tugas akhir sehingga tidak sempat ke gym sama sekali. Padahal setahu Donghae, selama ini Yesung lebih suka ke penangkaran serangga daripada pergi ke gym.

"Kita ke pantai saja duluan, biar yeojadeul menyusul. Ingat, bersikap wajar dan tutup mulut." Yesung mengingatkan dongsaeng-dongsaengnya.

Kyuhyun malah tersenyum bejat. "Aku sungguh tak sabar melihat penampilan Sungmin noona. Pakai bikini model apa ya dia... "

"Hahaha! Bermimpi saja terus, dasar mesum!" Donghae menggeplak kepala Kyuhyun dengan topi. "Noonaku orangnya jaim, tidak mungkin dia pakai bikini di tempat umum"

"Ya ya hyung! Jangan sembarangan tertawa!"

"Waeyo Kyu? Ish, kau ini namja, perutmu tidak akan berisi bayi."

"Tetap saja aku takut. Sekarang kan jamannya male pregnancy, hyung!"

.

.

.

Ketiga namja tampan kita sedang berbaring berjauhan di atas hamparan karpet masing-masing, menikmati hembusan angin segar dari arah laut dengan dilindungi payung lebar. Tempat yang mereka gunakan adalah area VVIP yang sudah dipesan khusus oleh Sungmin, sehingga tidak ada orang lain yang lalu lalang di sekitar mereka. Semilir angin Gyeongpo begitu menenangkan, membuat mereka terhanyut dalam kegiatan masing-masing.


YeWook side

Yesung yang asyik memakai headset tidak sadar bahwa di sampingnya sudah ada orang. "Oppa!"

"Eh? W-wookie? Sejak kapan kau di situ?" Yesung tergagap kaget karena colekan tangan Ryeowook.

"Baru saja kok"

Ryeowook duduk selonjor di sebelah Yesung seraya melepaskan kain pantai penutup tubuhnya dengan wajah merona, kemudian mengoleskan sunblock. Yesung mati-matian menelan ludah melihat Ryeowook yang mengenakan atasan bikini putih motif kupu-kupu bermodel sport bra, dan underwear mini yang kedua sisinya disambungkan semacam ring hitam. Walaupun badan Ryeowook tidak sintal seperti Sunhmin, tapi kekencangan kulit halusnya tetap memikat siapa saja.

"Jangan melihatku seperti itu oppaaa, malu..." cicit Ryeowook sambil memalingkan wajah dari Yesung.

"Ng... habisnya bikinimu bagus sih..." Yesung menyahut lirih sambil menggosok hidungnya.

"Jinjja? Padahal aku tidak pede pakai ini oppa, kalau saja semalam aku tidak kalah bermain aku jelas tidak mau memakainya" keluh Ryeowook.

"Aku tahu kok"

"MWO? ? ?"

Ups, sepertinya ada yang keceplosan.

"Oppa... hiks... jangan-jangan yang mengintip semalam itu oppa ya?" mata Ryeowook mengeluarkan cairan bening "Hiks... oppa tega..."

Eunhyuk dan Sungmin memang sengaja tidak memberitahunya bahwa Yesung juga tersangka dalam rencana pengintipan itu. Yesung sontak kelabakan mendengar isakan yeojachingunya "B-bukan begitu maksudku, chagi"

"Hueeeeeeeeee aku benci oppa! Aku tidak mau punya namjachingu mesum seperti oppa!"

"Chagiya! Tunggu! Aiish.."


KyuMin side

"Ehm"

Mata Kyuhyun yang sedari tadi tertuju pada PSP kesayangannya beralih pandang. Wow, lihat siapa yang tengah berdiri di sampingnya!

"Well, well, well" Kyuhyun bergumam cool "Polisi cantik kita rupanya"

Tanpa permisi Sungmin mendudukkan diri begitu saja di sebelah Kyuhyun yang tak melepas pandangan sedikitpun dari Sungmin. Sebetulnya dia agak kecewa karena kata-kata Donghae terbukti. Sungmin masih menjaga image berpakaiannya dengan memakai jins setengah paha dengan kaos tipis pink(lagi). Rambut yeoja itu pun tak berubah seperti biasa, digelung hair bun dengan rapi. Tapi bagaimanapun dandanan Sungmin, Kyuhyun tetap terpesona dengan kecantikan alami wajahnya. Juga kemampuan berkata-kata yang mampu mengimbangi kejahilan Kyuhyun.

"Selalu mengesankan, Minnie noona. Dengan gaya begitu pun kau masih terlihat seksi" puji Kyuhyun disertai senyum iblisnya.

Sungmin membalas dengan senyum tak kalah iblis. "Terima kasih. Tapi pujian dari tukang intip sepertimu sama sekali tak membuatku senang" sindirnya enteng.

HEGH! "H-hah? Enak saja noona bicara begitu. Siapa yang tukang intip?"

"Biasanya kelakuan namja memang begitu, iya kan?"

"Tentu saja aku tidak termasuk namja seperti itu!" bantah Kyuhyun.

"Lalu kenapa wajahmu terlihat gugup?"

"I-itu karena noona menuduhku sembarangan!"

"Silakan berbohong sesukamu, tuan Cho. Toh Yesung sudah mengakui semuanya."

'Ck, induk kura-kura itu! Tadi dia sendiri yang menyuruh tutup mulut!', maki Kyuhyun dalam hati. Kalau sudah begini mau apa lagi?

"Dasar ember!" namja itu menggeram tanpa sadar, membuat Sungmin tertawa penuh kemenangan. "Aku benar tidak?"

"Hhh... apa boleh buat. Semalam kami bertiga kurang kerjaan, jadinya iseng, jadi—"

"Hiahahahaha! Gampang sekali kau dibodohi, bocah! Padahal Yesung sama sekali TIDAK MENGATAKAN APA-APA padaku."

"..."


HaeHyuk side

"Hmm... segarnya"

Segelas lemon tea dingin mengalir perlahan ke dalam kerongkongan Donghae. 30 menit terlena dengan pemandangan laut tak urung membuatnya haus juga. Direnggangkan bergantian otot kaki dan tangannya yang terasa kaku.

"Hae..."

Seketika yang dipanggil bangkit terduduk. "Hyukkie?" ucapnya senang. Eunhyuk menghampirinya? Sendirian? What a miracle!

(Tanpa tahu bahwa Eunhyuk sedang merencanakan sesuatu. Jangan bilang-bilang Donghae ya sodara :D)

Eunhyuk menyampingkan poni coklatnya perlahan. "Boleh aku duduk di sampingmu?"

"T-tentu saja! Silakan-silakan!" '...mau duduk di pangkuanku juga boleh... Mwoya!? Otakku kenapa jadi kotor begini sih? Aigooo pasti konslet gara-gara semalam!'

Mengingat itu wajah Donghae tiba-tiba memanas hebat. Untung saja Eunhyuk sedang sibuk memperhatikan ponselnya karena ada pesan masuk.

From : Chubby-Ming Eonnie

Kyuhyun tidak sengaja mengakuinya. Terserah apa yang mau kau lakukan pada adikku. Kekekeke~

Sekilas rahang Eunhyuk mengeras. Dengan cepat dibalasnya pesan dari Sungmin, kemudian otaknya berpikir balasan apa yang sekiranya tepat untuk makhluk kurang ajar di sebelahnya ini.

Normal POV end

Eunhyuk POV

Apa-apaan ini? Jadi Donghae...

Sial, wajahnya saja yang terlihat polos. Ternyata kelakuannya tak jauh beda dengan ahjussi mesum! Kau ingin bermain-main dengan Choi Eunhyuk ya? Kita lihat saja!

"Uuufhh... gerah sekali sih..." aku memulai aktingku. Bagian depan tank topku sengaja kukibaskan agak lebar. Bisa kulihat jakun Donghae naik-turun menelan ludah, entah malu atau mulai tergoda dengan perbuatanku. Segitu saja kekuatan pertahananmu? ?

Hah. Kujamin sebentar lagi sifat aslimu yang mesum akan terbongkar, Lee Donghae!

"Hmm... Kau kepanasan? Mau kubelikan kipas elektrik? Kurasa di salah satu kios sana ada yang jual" tawarnya canggung. Cih, sekarang dia berlagak perhatian! Kemana sifat baiknya saat mengintip kami tadi malam? Maaf Lee Donghae, tapi kali ini usaha apapun tidak akan mempan untukku.

"Aku tidak mauu~" kataku semanja mungkin. Tanganku menarik-narik ujung singletnya. "Aku ingin kau tiupi saja Hae..."

Zzzzrrraaaaaaassssshhhhhh...!

Krik... Krik... Krik... Krik...

"MWOYAAAAA?! Nan micheosseo?!" jerit Donghae dengan mata membelalak selebar jidat Yoochun sunbae. Ekspresinya sungguh menggambarkan pertanyaan 'Ciyus? Miapah?' atas permintaan konyolku, dan aku bersumpah akan sangat 'ciyus' menghukummu! "M-mana mungkin aku melakukan itu Hyuk, yang benar saja..."

"Ayolaaaaah..."

"Aku tidak bisa!"

"Daripada kau jauh-jauh pergi, lebih baik kau tiupi leherku sekarang... Aku tak tahan panasnya, Haee~"

Tunggu. Apa aku kelihatan murahan? Ah masa bodoh, biarlah kelihatan murahan untuk sebentar. Yang penting dendamku akan segera terbalaskan!

Eunhyuk POV end

Normal POV

5 menit.

Donghae masih bengong menghadapi kejadian tidak masuk akal yang sedang dia hadapi sekarang. Otak uri fishy tentu saja tidak sebabo itu, sodara-sodara. Instingnya mengatakan ada yang tidak beres dengan yeoja manis yang masih setia berpose sensual di depannya ini. Ayolah, kalian tahu sehari-hari bagaimana galaknya Eunhyuk kan? Kemarin dipuji seksi saja dia sudah marah-marah, sekarang kok jadi genit begini?

Tapi, tidak dipungkiri Donghae agak goyah juga sih.

'Hanya meniupi dia saja kok Hae, tidak lebih. Apa salahnya dicoba?'

'Jangan Hae, nanti kau bisa tergoda melakukan yang tidak-tidak. Anak baik tidak boleh kurang ajar pada wanita'

'Kesempatan lho Haeee~'

'JANGAAAAAAAAN pokoknya jangan!'

'Aaaargh apa yang harus aku lakukan?!' Donghae menggigit bagian dalam pipinya, gemas atas peran batin tidak penting dalam otaknya. Eunhyuk benar-benar membuatnya kalang kabut.

Masih dalam suasana awkward, secara mendadak Eunhyuk berucap "Ya sudahlah kalau kau tak mau menolongku. Tapi aku punya kejutan untukmu lho"

"Hm? Kejutan apa? Ulang tahunku masih lama..."

"Babo! Memangnya memberi kejutan harus menunggu ulang tahun?!" Eunhyuk menampar lengan Donghae tanpa kelembutan sedikitpun "Aku hanya ingin memberikan balasan atas semua yang 'kau lakukan padaku' saja kok!"

Nah, nah, dia kumat lagi"Arasseo... mana kejutannya?"

"Tutup dulu matamu!"

"Nanti kau melakukan hal aneh padaku. Tidak mau"

"...Hal aneh apa?" Eunhyuk tiba-tiba takut ketahuan.

"Hm.. misalnya memasukkan pasir ke mulutku?"

"..."

"Jangan menatapku horor begitu, Hyuk. Ya sudah, aku tutup mata..." kata Donghae sambil memejamkan matanya. Eunhyuk memunculkan senyum aneh. Dengan langkah mengendap-endap seperti kucing, dia berjalan ke belakang Donghae dan—

BUAAAAAKKKKKK!

—menendang pantat Donghae hingga muka tampannya tersungkur belepotan pasir. Secepat kilat kaki Donghae dijepitnya kuat, kemudian dari belakang leher Donghae ditarik paksa menyebabkan namja itu terpaksa jatuh duduk di antara kaki Eunhyuk (bisa bayangkan posisi mereka sekarang?).

"GYAAAA AFFOOOOO! AFFOFOFOFOOOO!"

"Namja mesum tukang intip! Kurang ajar! Ikan bau! Sarden kalengan! Matilah kau sekaraaang! Matimatimatimatimatimati!" Eunhyuk memaki Donghae tanpa ampun, sementara kedua jempolnya sudah masuk ke dalam pipi Donghae dan mengowok-owok(?)nya emosi.

"Amfuuun! Ahu hinta haaf!"

"Minta maaf katamu? Katakan apa saja yang kau lihat semalam!"

"Ahu hidah hihah hafa-hafa!"

"Geotjimaal!" Eunhyuk makin keras melanjutkan kegiatannya. Donghae yang merasa kesakitannya sudah di ambang batas mengumpulkan kekuatan, dan serta merta membalikkan tubuh Eunhyuk sehingga mereka bertukar posisi.

"Kyaaaaaaaa!"

Eunhyuk berusaha melepaskan diri, tapi kedua tangan Eunhyuk Donghae kunci dengan kedua tangannya. Mata teduhnya menatap yeoja yang terbaring itu disertai napas terengah kelelahan. Eunhyuk seketika membatu, tatapan Donghae membekukan seluruh emosinya.

"Mianhae, kalau tidak begini kau tidak akan mau mendengarkanku..." bulir-bulir kecil keringat mengalir di sela lehernya.

Donghae menghirup oksigen sebanyak mungkin dan menghembuskannya dengan lembut.

"Sungguh Hyuk, aku sebenarnya menolak keras. Tapi Yesung hyung dan Kyuhyun menyeretku paksa begitu saja."

"Dan lagi, mana berani aku mengintip orang tersayang seperti Sungmin noonaku sendiri. Apalagi..." Donghae menggantung kalimatnya agak lama.

"A-a-apa?"

"Dirimu" mata Donghae tidak berbohong.

Jantung Eunhyuk berdetak kencang dan hidungnya memanas. Dari jarak sedekat ini, aroma segar parfum Donghae memenuhi rongga penciumannya.

Ng... Dafidoff Cool Water, mungkin? #PLAK

Donghae masih menatap Eunhyuk. "Kau percaya padaku kalau aku sama sekali tidak berniat mengintipmu kan?"

Lidah Eunhyuk terasa kelu. Donghae menurunkan jarak wajahnya lebih dekat lagi. "Kau belum mempercayaiku?"

DEG DEG DEG DEG DEG DEG DEG

Entah itu bunyi jantung siapa. Yang jelas posisi tubuh mereka saat ini memang tidak bisa tidak membuat orang salah paham.

"Baiklah, aku percaya padamu." Eunhyuk akhirnya menyerah "Tapi singkirkan tubuhmu dari atasku PPALLIIIIIIIII! KAU SEPERTI INGIN MEMPERKOSAKU, TAHU!"

Nona monyet yang maaanisss bagai gulali, kalau memang tidak nyaman dengan perlakuan Donghae kenapa tidak dari tadi saja mintanya?

0o0o0o0o0o0o0

"Hahaha, iya eonni... tentu saja aku kaget mengetahui dia anakmu" Kibum sedari tadi asyik mengobrol dengan seseorang melalui ponsel yang dijepit di telinga kirinya. Tangannya sibuk menuangkan air panas ke dalam cangkir, kemudian mengaduk isinya perlahan.

"Tidak kusangka jadinya begini juga, Kibumie. Apa kita harus menjodohkan anak kita?"

"Ah, main jodoh-jodohan begitu sudah tidak jaman lagi eonni. Lama kelamaan mereka juga akan akrab sendiri"

"Matta. Baiklah, kita biarkan saja bayi-bayi mungil itu berkreasi. Kau sedang apa?"

Kibum menaruh cangkir itu di tatakan. "Membuat kopi untuk Siwon. Eonni kapan pulang dari Singapura?"

"Tiga minggu yang lalu. Oh iya, Kibumie?"

"Ne? Ne? Waeyo eonni?" sepasang tangan kekar melingkari pinggang Kibum tiba-tiba, mengagetkan yeoja itu.

"Kalau terjadi hal buruk pada kedua anak kita, kita harus saling membantu ne? Tapi masalahnya anakku belum mengatakan apa-apa sejauh ini."

"Itu dia eonni, Hyukkie juga sama. Makanya aku pura-pura tidak tahu—aw, Siwonie!" Kibum reflek memekik karena Siwon menggigiti pundaknya.

"Kekeke~ aku bertaruh Siwon pasti sedang menggodamu sekarang. Ya sudah lanjutkan saja kegiatan kalian. Lain kali kutelfon kau lagi ya. Annyeong..."

"Iya eonnie. Annyeong..."

Siwon buru-buru merebut ponsel putih Kibum dan meletakkannya di meja makan. "Pantas lama sekali kopinya datang. Ternyata istriku sedang bergosip..." goda Siwon sambil mencubit gemas ujung hidung Kibum. Setelah 20 tahun lebih menikah keganjenannya pada sang istri tidak pernah berubah.

Kibum mendengus "Aku tidak seperti Heechul eonni yang sekali buka mulut bisa nyerocos ribuan kilometer. Minumlah kopimu, keburu dingin nanti"

"Arasseo. Siapa yang kau telfon barusan? Nenek tua itu?"

"Yaaa jangan memanggilnya nenek tua! Di mana sopan santunmu?"

"Sudah hilang di toilet tadi" kata Siwon cuek sambil menyesap kopinya, membuat Kibum memelototkan mata sebal. "Bagaimana kabar anak kita, yeobo?"

"Baik-baik saja. Aku dikirimi foto saat dia makan bersama teman-temannya"

"Kabar... kakinya?"

"Ha? Tumben sekali kau menanyakan hal itu?"

"Aku hanya khawatir" Siwon berucap singkat.

"Dia tidak bilang apa-apa. Jadi kurasa tidak ada masalah"

Siwon terdiam untuk beberapa saat, seperti memikirkan sesuatu. Kibum menatap suaminya heran.

"Kalau kau masih merasa bersalah telah melanggar aturan ibumu soal nama, sudah terlambat" cetus Kibum tiba-tiba.

"Yah... apa boleh buat. Nama Eunhyuk indah sih"

Kibum tersenyum getir "Indah memang, tapi membawa bencana. Dia tidak bisa hidup dengan keadaan begini terus, Siwonie. Sudah cukup sejak dia puber sampai sekarang harus menanggung malu"

"Lalu kau ingin diubah jadi apa? Eunji? Eunmi? Atau Soeun?"

"Hhh... ternyata sifat mari-jangan-berpikir-repot anak kita diturunkan olehmu" tangan Kibum menepis tangan Siwon yang hendak menjawil pipi tembamnya.

"Begitu saja maraaaah" rajuk Siwon. "Karena sudah terlanjur, mau tidak mau kita harus mempertahankannya kan?"

"Yah, dan kau tentunya tahu kutukan itu hanya bisa hilang atas usaha dan kemauannya sendiri. Aigoo, aku merasa jadi ibu dan istri yang buruk..."

"Eh? Kenapa?" raut wajah tampan Siwon berubah kebingungan.

"Karena harus diam selama 20 tahun dan karena tidak bisa mencegahmu melakukan hal konyol saat itu!" seru Kibum. Alih-alih merasa bersalah, Siwon malah menggenggam jemari istrinya dengan erat. Memaksa Kibum menghentikan omelannya.

"Dengarkan aku, yeobo" kata Siwon dengan nada lembut "Tidak ada yang salah dengan nama Eunhyuk. Dia adalah permata kita, belahan jiwa kita yang manis. Alasanku melakukan itu karena tidak ingin kutukan keluarga ini berlanjut. Cukup sampai di sini..."

"Dengan mengorbankan anak gadis kita satu-satunya? Tega sekali kau!" mata Kibum berkaca-kaca menahan emosi.

"Sssh, uljima" Siwon mencoba menyabarkan Kibum "Kutukan yang dia dapat bukan kutukan mematikan dan masih bisa disembuhkan, bukan? Itulah kenapa aku membiarkannya liburan ke Gyeongpo."

Alis Kibum sontak bertaut "Apa hubungannya dengan Gyeongpo?"

"Entahlah, firasatku mengatakan dia akan mendapat petunjuk di sana. Sudah ya, jangan menangis lagi. Aku sangat mencintai kalian berdua. Sejak dulu aku yakin kalau Hyukkie akan jadi gadis yang tegar sepertimu dan kuat sepertiku. Kita hanya perlu percaya padanya, aracchi?"

Senyum manis Siwon meluluhkan hati Kibum. Benar, mereka harus percaya sepenuhnya pada Eunhyuk. Kibum mendadak bisa mengerti alasan Siwon melakukan semua ini. Walaupun kedengarannya keterlaluan, tapi jikalau Eunhyuk nanti berhasil efeknya akan sangat besar bagi kehidupan masa depan keluarga besar Choi. Mereka hanya perlu percaya.

"Maafkan aku, Siwonie" sesal Kibum "Aku terlalu takut kehilangan Hyukkie kita..."

Siwon kembali tersenyum, kali ini senyuman lega. "Gwenchana, nae sarang..." rambut panjang Kibum diusapnya dengan penuh sayang. Kemudian dikecupnya kening dan bibir Kibum untuk beberapa saat.

"Mau menu makan malam apa?"

"Dirimu sajaa~" Siwon menjawab bersamaan dengan dering telfon masuk di ponsel Kibum.

"Apa Won?" Kibum menajamkan pendengarannya yang terganggu akibat suara ponselnya.

"A-anu. Maksudku japchae. Pakai shiitake..."

0o0o0o0o0o0o0

Eunhyuk dan Donghae tampaknya sudah berbaikan. Terbukti dengan adanya banyak bungkus snack dan sebotol besar minuman ringan yang sedang mereka bagi berdua. Yesung, Ryeowook, Sungmin, dan Kyuhyun sudah menghilang entah kemana sejak tadi. Pantai kelihatan sepi karena hari mulai beranjak sore, orang-orang sudah banyak yang pulang atau kembali ke penginapan masing-masing.

"Omonganmu hari ini banyak, sulit dipercaya" celetuk Eunhyuk di sela kunyahannya.

"Hm." gumam Donghae "Terkadang susah sekali menahan untuk tidak berbicara banyak. Kau berhasil membuatku cerewet."

"Muahaha. Apakah itu sebuah pujian?"

"Terserah kau saja menganggapnya apa..." Donghae tersenyum. Diisinya gelas yang sudah kosong dengan minuman.

"Yah, yang penting jangan sampai kelepasan tertawa."

Perhatian Donghae teralihkan pada kaki Eunhyuk yang telanjang. "Wow, gelang kaki yang bagus. Kapan kau membelinya?" tanya Donghae. Dia tertarik pada benda dari emas putih yang berbandul tiga batu berkilauan berwarna merah, putih, dan biru itu.

"Oh, gratis kok. Kau sendiri tumben pakai kalung?" Eunhyuk bertanya balik.

"Semalam aku bermimpi aneh. Begitu bangun tahu-tahu sudah ada di genggamanku."

"Apa Donghwa jeungjobu yang mendatangimu?"

"Ne." Donghae tampak kaget "Apa Minhyuk jeungjomo juga datang ke mimpimu?"

Eunhyuk mengangguk."Gelang ini darinya. Beliau bilang benda ini bisa menetralisir efek radioaktif(?) dari kakiku sementara. Ah~ bersyukur sekali."

"Sampai kapan?"

"Ng... 2 purnama mendatang. Tengah malam, tepat hari di mana beliau meninggal" ucap Eunhyuk kaku. "Jika aku gagal mendapatkan 3 syarat penghilang kutukan ini sebelum batas waktu, maka kutukan ini akan terus berlanjut"

Donghae mengangguk paham. "Jadi, apa syarat pertama?"

"Belum tahu. Muehehehe." cengiran bodoh-no jutsu andalan Eunhyuk keluar lagi.

"Kau ini santai sekali. Kalau sampai terlewat dari batas waktu bagaimana? Apa sampai tua kau mau terus-terusan begini?" sepertinya Eunhyuk mulai lupa kalau hanya Donghae yang kebal dengan bau kakinya. Orang lain tentu bisa kejang mendadak -_-'

Eunhyuk mengedikkan bahunya cuek "Ya biar. Kalau nanti aku tidak laku ya tidak usah menikah saja."

"Hyukkie, bukan itu maksudku." sergah Donghae.

"Eh, bukan ya? Lagian aku belum selesai membaca bukunya. Masih tersimpan rapi di tasku"

Donghae menunjuk diari tua bersampul coklat di sebelah Eunhyuk. "Lalu itu apa?"

"Hiiiiiiiiiiiiiiiii?! Bagaimana bisa tiba-tiba ada di sini? ? ?"

-oOo-

"...Keluarga rendahan! Didik putrimu agar menjaga tindak tanduknya! Alas kaki saja tidak punya mau bermimpi jadi menantuku? ? Cuih!"

"Abeoji! Minhyuk!"

"Maaf tuan Lee, tolong jaga perkataan anda. Saya juga manusia yang punya perasaan!"

"Sudah sepantasnya kalian mendapatkannya! Orang-orang seperti kalian sama saja, gila harta!"

"Jangan bicara seolah anda manusia paling sempurna, tuan Lee!"

"Hahaha. Ayah macam apa kau ini? Membiarkan anakmu menempel-nempel pada anakku? Menjijikkan sekali! "

"Aboeji, aku mohon hentikan!"

"Tutup mulutmu, kau membuat malu keluarga!"

"Kau si bedebah Choi! Aku bersumpah demi nama ibu dan leluhurku, siapa saja keturunanmu yang mewarisi sebagian diri putrimu akan mendapatkan tuah dari perbuatan busukmu pada keluargaku!"

"Tuan besar, hidung tuan muda berdarah!"

"Diam saat aku bicara atau kau akan mendapat hal yang sama dengan si Choi ini, Jongin!"

"Silakan hina keluargaku sesuka hati anda. Asal anda tahu, keluarga Choi bukanlah seperti apa yang anda pikirkan...

Dan kupastikan keturunan anda juga tidak akan bisa tertawa bahagia, tuan Lee yang terhormat!..."

-oOo-

"...Aku tak kuasa melihat mereka diseret paksa di pelabuhan, melihat tuan besar saling memaki dengan tuan Choi, melihat tangan Minhyuk terlepas dari genggaman Donghwa, melihat mereka menjerit memanggil nama satu sama lain..."

Eunhyuk terkesiap saat Donghae membaca kalimat itu, sekelebat bayangan mimpinya semalam lewat begitu saja. Lagi-lagi seperti deja vu.

"...di pantai Gyeongpo."

"Hae, hentikan." kata Eunhyuk.

"Waeyo?" Donghae yang baru saja hendak membalik lembar selanjutnya langsung menyetop kegiatannya.

"Um... gwenchana. Aku sudah pernah membaca yang itu. Baca yang lain saja..."

"Yang mana?"

"Haiiissshh..." Eunhyuk beringsut mendekati Donghae dan membalik-balik halaman buku itu tanpa mengambilnya dari tangan Donghae. Tanpa mereka sadari bahwa jarak kepala mereka sangat dekat dan bisa terantuk kapan saja jika Eunhyuk ceroboh.

"Nah, ini aku belum pernah baca!" seru Eunhyuk.

'...aku lari membawa serta benda yang dititipkan Donghwa padaku sejak beberapa bulan lalu (yah, kau tahu betapa sembrononya dia yang selalu merusak barang). Sebuah cincin emas bermata berlian yang dibelinya diam-diam untuk Minhyuk. Seharusnya cincin ini melingkar di jari Minhyuk saat rencana lamaran itu terjadi...tapi Donghwa dan Minhyuk sudah tiada sebelum aku sempat memberikannya. Lalu harus kuapakan cincin ini?'

"Cincin berlian? Wah..." Eunhyuk membaca dengan cepat kalimat-kalimat selanjutnya hingga sampai pada tulisan mengejutkan.

'Baiklah, mungkin aku akan dikutuk pula oleh Donghwa dan Minhyuk sekarang. Kau tahu apa yang terjadi? CINCIN ITU DIREBUT OLEH KAWANAN RAMPOK PIMPINAN SI YONGHWA TANGAN IBLIS! ! ! Aaaaarrghh... Jung Yonghwa sialan!

Baiklah, kalian berdua bunuh aku sekarang. Orang bodoh mana selain aku yang berani memandangi cincin seindah itu di hutan sepi seperti tadi?

Menyesal. Itu harta terakhir kalian yang aku punya.

Tapi mana boleh aku mati...?

Kalau aku mati, kisah kalian juga akan mati...'

Normal POV end

Eunhyuk POV

"Iiiih, apa-apaan sih si Jongin ini? Sembrono sekali!" aku yang sedang seru membaca langsung berteriak heboh akibat perbuatan Jongin. Percuma saja kan dititipkan padanya kalau akhirnya hilang juga! Mana dirampok, lagi!

"Hyuk, jangan marah-marah begitu. Kalau aku yang ada di posisi Jongin juga pasti akan sulit. Sudah untung dia tidak ikut dibunuh"

"Benda berharga milik jeungjobu-mu hilang dan hanya begitu tanggapanmu?" aku menoleh ke kanan dengan sinis. Ya, awalnya sinis. Tapi...

Omo, hidung kami bersentuhan!

Dan saat itu pula aku merasa waktu berhenti berputar. Aku kembali tenggelam dalam pesona matanya yang indah... Ya Tuhan, kenapa tubuhku tidak bisa bergerak? Aku ingin menamparnya, tapi kenapa tubuhku tidak mau bergerak? ?

'Hyukkie!'

"Eeh? S-siapa?" tersentak, aku reflek menjauhkan diri dari Donghae.

'Hyukkie cucuku, berlian itu! Carilah berlian itu!' suara jeungjomo menggema berulang kali di gendang telingaku.

"Mwo? J-jeungjomo! Cari kemana? ?"

.

.

.

TBC