Annyeonghaseyo ~~ :)
Sudah lama sekali ya? :')
Baiklah. Mohon maaf dan terima kasih sebesar-besarnya untuk kalian yang masih menunggu...
Semoga kalian belum lupa dengan fanfic ini.
XOXO, Lee Shinhye
"Jadi ini berkas yang berhasil aku kumpulkan tentang 5 keluarga bermarga Jung... yang kira-kira ada hubungan darah dengan Jung Yonghwa. Sengaja aku print untuk mempermudah perubahan data"
Sungmin menaruh setumpuk file di atas meja. Donghae memeriksa kertas-kertas itu satu persatu.
"Aku sudah mengecek data di Kantor Kebudayaan Seoul, kawanan rampok Tangan Iblis cukup terkenal sejak muda sampai tercatat dalam sejarah. Anggotanya tidak banyak, dan hanya Yonghwa yang bermarga Jung. Setelah sekian lama, akhirnya mereka berhasil tertangkap semua lalu dipenjara seumur hidup. Jung Yonghwa tercatat berasal dari Gangneung, namun keluarganya dipindah oleh pemerintah ke Seoul demi alasan keamanan"
"Bagaimana noona bisa menyimpulkan mereka yang di file ini ada garis keturunan dari keluarga Jung Yonghwa?"
"Marga Jung di kota ini hanya ada 15, Hae. 10 di antaranya tidak memiliki kerabat dari Gangneung"
"Oh, baiklah" memang marga kita yang pasaran, tambah Donghae dalam hati.
"Tapi, sebentar noona," kata Donghae sambil berpikir "Apakah tidak ada kemungkinan keluarga Jung Yonghwa telah menjual cincin itu kepada orang lain? Mana kita tahu cincin itu sekarang masih disimpan, atau ada di toko barang antik, atau bahkan berpindah ke lain orang selain Jung."
Sungmin mengetukkan jarinya di tepian sofa "Iya sih... Akan sangat sulit dilacak pastinya."
Hening beberapa saat.
"Setidaknya kita kabari teman-teman Hyukkie dulu untuk berbagi tugas. Besok malam mintalah mereka kemari, kuusahakan segera pulang"
.
.
.
.
It's My Secret, Mr. Dong-Hm
Rated: T, Indonesian, Supernatural, Romance&Friendship
Warning : OOC, GS, typos
Cast: Lee Hyukjae as. Choi Eunhyuk
Lee Donghae as Lee Donghae
Lee Sungmin as. Lee Sungmin (Hae's sister)
Kim Ryeowook as. Kim Ryeowook (Hyuk's pal)
Kim Jongwoon as. Kim Jongwoon/Yesung (Wook's namjachingu)
Suju official pairing as. Parents
Some idols as other casts
Disclaimer : Semua tokoh dalam ff ini milik Tuhan, nama-nama cast hanya dipinjam untuk kepentingan cerita. Dan meskipun banyak berondong baru bermunculan, Donghae tetap suami saya sampai kapanpun :p
.
.
.
.
.
Eunhyuk POV
"Kenapa aku harus ada di sini..."
Hampir 10 menit Eunhyuk mematung di depan pintu kamar sebuah flat.
"Kalau masuk nanti aku harus bilang apaaaa? Melihat wajahnya saja aku sudah sebal!"
Tangan Eunhyuk terulur hendak memencet bel, agak gemetar. Padahal sudah menyentuh tombol bel, tapi kemudian dia galau lagi.
"Pencet, tidak, pencet, tidak, pencet, tidak, penc-"
TING TONG.
"Ne, ne, tunggu sebentar"
Sial.
Langkah kaki makin dekat ke arah pintu.
Sial.
Kunci pintu dibuka.
Siaaaaaaall!
Flashback
Sungmin, Donghae, Kyuhyun, Ryeowook dan Yesung duduk melingkar di sofa ruang privat rumah keluarga Lee. Mereka mendiskusikan rencana untuk menelusuri keberadaan cincin berlian yang hilang itu. Kyuhyun, secara mengejutkan mau ikut membantu dengan alasan:
Masih penasaran dengan Sungmin
Tidak pernah puas mencuri-curi pandang wajah cantik Sungmin
Biar dekat Sungmin
Eommanya adalah pelanggan salah satu target
Prihatin pada Eunhyuk, walaupun malas mengakui
Poin nomor 1, 2 dan 3 dirahasiakan, tentu saja. Karena Kyuhyun masih ingin makan nasi.
Ryeowook menekuni lembaran kertas berisi data diri, riwayat hidup, catatan kriminal dan informasi penting mengenai anggota keluarga mereka. Dia kagum betapa berpengaruh dan dipercayanya Sungmin, sampai bisa mendapatkan semua ini.
"Woah, tidak kusangka sebagian di antara mereka adalah selebriti dan sosialita. Coba lihat nama ini! Omona"
"Aku kenal baik dengan Jinwoon dan Daehyun bersaudara. Aku ambil mereka saja"kata Yesung. Sungmin tampak senang mendengarnya.
"Oke. Jadi 2 sudah terhandle, ne? Jinyoung biar Donghae, Hoseok jadi urusanku." kata Sungmin. "Ah sebentar, atasanku telepon!" dan dia buru-buru berlari keluar ruangan.
Kyuhyun berdiri."Aku mau ke toilet hyung"
Yesung juga berdiri. "Aku boleh menemui Park ahjussi? Kemarin kau cerita dia baru membuka petshop kan?"
Donghae tersenyum. "Iya, tapi anaknya yang mengelola. Dia menjual kura-kura brasil lho."
"JEONGMALYO? Ayo chagiya! Kita cari Park ahjussi sekarang juga!"
Donghae geleng-geleng kepala.
"Permisi, tuan muda..." nona Jang muncul di depan pintu, membungkuk hormat "Saya mengantar nona Eunhyuk kemari"
Donghae mengangguk, "Suruh dia masuk. Terima kasih nona Jang"
Pelayan mungil itu membungkuk sekali lagi, kemudian undur diri. Sejurus kemudian Eunhyuk masuk dengan muka lelah.
"Mianhae terlambat, aku ketiduran. Hari ini praktik dance sedang gila-gilaan"
Eunhyuk langsung menyandarkan punggung di sofa seberang Donghae duduk. Geser kanan, geser kiri, menguap, dan akhirnya tiduran. Tanpa bicara, Donghae menyodorkan segelas air dingin.
"Ah, gomawo. Apa orang-orang sudah pulang?"
"Belum. Mereka cuma... ada urusan sebentar." terang Donghae "Jadi, kita berbagi tugas untuk menyelidiki satu persatu target yang sudah dikumpulkan oleh noona. Tinggal 1 target lagi yang akan menjadi bagianmu"
Eunhyuk beringsut mengambil tumpukan kertas di meja. Matanya lalu membulat melihat nama-nama yang ada di situ, satu-persatu. Donghae memperhatikan Eunhyuk berkomentar.
"Daehyun, Jinwoon, omo. Mereka yang satu keluarga semua penyanyi itu kan?"
"Omooo. Jung Hoseok? Aku lihat berita penangkapan dia di TELEVISI!"
"Jessica, Krystal, Jinyoung, ini siapa lagi. Masa bodohlah."
"Ew, si Jung Ilhoon"
Dahi Donghae berkerut, tertarik "Kenapa dengan Jung Ilhoon?"
"Aku tidak suka dengan orang ini." Eunhyuk cemberut "Dia host yang menyebalkan. Apa kau tidak lihat gayanya berbicara? Selalu seenaknya sendiri. Menghina orang, kemudian tiba-tiba sok cute, di acara reality show pun sukanya menyuruh-nyuruh hoobaenya. Kalau aku jadi mereka sudah kutampar"
"Hm..."
"Apa? Kau mau bilang apa?"
Tepat saat itu juga Kyuhyun keluar dari toilet"Ya, noona monyet!" Serunya tidak sopan, seperti biasa. Cengiran nakal tersungging di bibir putra semata wayang Heechul itu. Sama sekali tidak mempedulikan Eunhyuk yang melotot ke arahnya.
"Sudahkah Hae hyung memberitahu kalau Ilhoon sunbaenim adalah target bagianmu?"
Eunhyuk ganti melotot ke arah Donghae.
Donghae flustered. "Apa? Aku salah apa?"
(Flashback end)
Eunhyuk POV
"Well, hello there?" sambut Ilhoon dengan wajah agak kebingungan melihatku. Matanya terpicing memperhatikan aku dari bawah sampai atas. Aku menarik napas dalam-dalam, rileks Hyukkie, rileks. Oke, sekarang kau harus tenang. Cool. Hembuskan napas pelan-pelan. Jangan bentak dia sekarang. Oke, waktunya berakting sebagai seorang kurir suruhan Donghae, yang harus memakai bahasa formal, huf.
"Annyeonghaseyo, Jung Ilhoon sunbaenim. Nama saya Eunhyuk, saya orang suruhan tuan muda Donghae dari keluarga Lee" aku memperkenalkan diri sesopan mungkin seraya menyodorkan tanda pengenal.
"Donghae..? Ah, maksudmu Donghae putra Kangin dan Leeteuk sunbaenim?" ekspresi si songong ini berubah ceria. "Masuklah, Donghae sudah menghubungiku. Aku hanya memastikan saja."
Aku pura-pura canggung saat melangkah memasuki ruang tamunya. Kesan yang aku dapat adalah: orang ini perfeksionis dan detail. Semua furnitur tertata sangat rapi, efektif dan enak dilihat. Hiasan dinding dan lain-lain tidak too much. Dominan warna-warna kopi yang modern.
Ilhoon mempersilakan aku duduk.
"Aku suka langsung pada pokok pembicaraan" ujarnya sambil membuka bungkus permen karet dan mengunyah isinya. "Kau datang ke sini untuk memperjelas bahwa aku akan diminta menjadi host di acara ulang tahun Leeteuk sunbaenim. So how is it?"
Dasar sok Inggris!
"Benar sekali, sunbaenim. Acaranya tepat 2 minggu lagi. Mohon maaf bila terkesan mendadak karena kurang dari sebulan kami mengabari anda, namun kami sempat kesulitan karena anda sangat sibuk"
Ilhoon tertawa kecil. "Ne, ne. Seperti kau tahu lah, aku memang sedang bersinar. Gayaku kan khas, mana bisa ditiru host lain? Ahahahaha."
Kumbang kotoran!
"Ahaha...ha... benar sekali sunbae, anda tidak ada duanya." Aku benar-benar bekerja keras menahan rasa sebal yang menumpuk di mulutku. Dengan sigap kukeluarkan map berisi surat kontrak dan pulpen. Menyodorkannya pada Ilhoon untuk dipelajari terlebih dahulu sebelum ditandatangani. Ilhoon membaca isi map itu sambil menggumamkan beberapa lagu BTOB terbaru. Yang aku heran adalah dia walaupun memang bermulut besar, tapi imej yang dia keluarkan sekarang berbeda dengan di televisi. Dari awal dia tidak bertanya macam-macam soal kausiapadarimanaanaksiaparumahmudimanaapakaupunyacatatankriminalatautidak.
Pokoknya begitulah.
Sudah jadi rahasia umum idola Hallyu memiliki imej berbeda saat manggung dan sehari-hari. Aku hanya tidak menyangka saja si songong ini cukup santai pada orang baru. Bisa dibilang ramah sih. Apalagi saat dia menceritakan tentang betapa baiknya appa dan eomma Donghae (dia pernah bertemu mereka saat wawancara sebagai juri Idol Championship) dengan senang, baiklah, aku merubah sedikit pendapatku soal orang ini. Dia juga menanyakan siapa idol favoritku, apakah aku sering menonton acaranya, dan lain-lain. Plis deh, manusia narsis.
"Ah, sebelum saya pamit, ini ada titipan dari tuan muda Donghae. Harap sunbae bersedia menerima."
Aku menyodorkan sebuah goodie bag berisi kotak kecil, entah apa isinya. Jelas tidak mungkin kalau kalung, apalagi cincin. Eeew. Memangnya Hae homo.
"Aku buka sekarang ya?" tanya Ilhoon. Kujawab dengan anggukan, dan sedikit senyum. Tidak butuh waktu lama untuk Ilhoon mengetahui isi hadiahnya.
Oh Ya Tuhan- isinya arloji Rolex dan Swiss Army. Hae pasti sudah sinting!
"Aku tidak tahu bagaimana mengatakannya... dua jam ini sangat bagus. Tapi jangan bilang Donghae kalau aku lebih suka yang emas ini ya!" dia terkikik sambil mengacungkan Rolexnya, lalu dipakai di pergelangan tangan kanan dan mengagumi kecocokan jam itu di tangannya sendiri.
"Wah, anda suka perhiasan emas, sunbae?"
"Oh yeah," seru Ilhoon bersemangat. "Emas sangat berkilau di tubuhku. Aku rasa kegemaranku soal benda-benda emas untuk perhiasan memang sudah dari sananya."
"Ah.."aku tersenyum, otakku berpikir cepat mencari kebohongan "Apakah keluarga anda suka mengoleksi perhiasan mewah juga, sunbae? Kalau haraboji saya suka sekali batu mulia. Saya pernah melihat koleksinya sebelum dia sakit parah dan menjual semuanya"
"Aigoo, aku turut berduka untuk kakekmu. Tidak, aku dan keluargaku hanya suka emas. Batu-batu berkilau membuat mataku sakit saat kena cahaya. Aku sendiri kan sudah berkilau begini ahaahaahahahaaha"
Eunhyukkie, sepertinya jalanmu buntu.
