The Hate Ons
Shin Ri Rin
HunHan
No Summary
FF ini milik saya dan cast semuanya milik tuhan dan orang tua mohon maaf bila ada kesamaan alur cerita atau apapun itu saya hanya seorang manusia biasa yang tak luput dari dosa.
OOC,Typo(s),Yaoi, Tak sesuai EYD,Alur gaje,AH,Beta Fic,Death Fic,ER,Lime,Lemon,Slash,Song Fic,Cerita pasaran,Cerita jaka sembung bikin Mual.
I TOLD YOU BEFORE YOU READ THIS FF
ITS YAOI IF YOU NOT LIKE DONT READ OKEY!
©2015 Shin ri rin present
.
.
.
.
Happy Readingᴥ
About Sehun pov*
Dia pergi,ya dia pergi lagi dia pergi meninggalkanku usap bibirku rasanya masih sama
Manis
Aku melangkahkan kakikukeluar dari toilet menuju atap aku butuh sendiri saat ini mungkin membolos satu pelajaran tidak akan mengurangi kadar kejeniusanku berkurang.
.
.
Ceritanya sangat panjang bila aku ceritakan kenapa rusa kecilku itu menjauh begitu tidak pernah ada kata putus yang pernah keluar dari mulut kami berdua,itu berarti dia masih miliku bukan?
Tapi berjauhan dengannya membuat hidupku tidak Dulu kami tinggal bersama di apartementku,kami selalu bersama-sama sampai saat itu terjadi kami menjadi seperti ini.
Tuhan tolong bantu aku mendapatkan rusa kecilku itu lagi
Aku mohon
Aku akan melakukan segala cara untuk mendapatkanya kembali.
Rusa kecil !
Tunggulah aku akan segera menangkapmu kembali padaku.
Aku tersenyum kecil dengan pemikiranku sedang berjalan menyusuri jalanan seoul yang sedikit sepi Karena saat ini sedang turun duduk di taman,apa yang aku lakukan di taman?Tentu saja mengenang kebersamaanku bersama kekasihku itu dan siapa tahu bila aku dapat bertemu dengannya disini,tak ada yang tahu bukan?
Dingin
Aku beranjak dari duduku menuju caffe terdekat untuk membeli segelas minuman hangat sudah mendapatkan minumanku,aku mulai duduk di tempatku semula sebelum aku melihat seluet tubuh mungil yang duduk di bangku panjang taman sendirian yang tak jauh dari tempatku.
Itu Luhan
Tanpa pikir panjang lagi aku mendekatinya,aku berdiri di butuh waktu lama untuknya menyadari keberadaanku disampingnya.
Ia hendak beranjak pergi,namun sebelum itu terjadi aku menahan pergelangan tangganya,ia berontak mencoba melepaskan genggaman tanganku,aku semakin mengeratkan genggaman itu hingga bisa di katakan aku mencengkram pergelangan tanggannya sekarang.
"Lepaskan"ucapnya dingin
"Tidak,sebelum kau mendengarkan penjelasanku"ucapku
Dia menarik tangannya dengan keras membuat cengkramanku pada tanganya menarik nafasnya dalam-dalam lalu menghembuskanya berat.
"aku sungguh tidak tahu,apa itu benar atau tidak tuan aku hanya percaya pada keyakinanku sendiri aku percaya PADA APA YANG AKU LIHAT DENGAN MATA APA LAGI YANG HARUS AKU DENGARKAN DARI PENJELASANMU HAH"
Ia tersengal-sengal mencoba mengatur nafasnya setelah merangkai kata-kata dna meneriakan itu semua di depan sungguh aku sedih melihatnya seperti itu.
Matanya mulai berair,wajah merah menahan amarah dan kedua tangan mungil itu mengepal erat di kedua sisi tubuhnya.
Tuhan kenapa jadi seperti ini
"yang kau lihat itu tidak sepenuhnya benar Lu,jadi ku mohon dengarkan penjelasanku dulu"ucapku mencoba tak tersulut amarah
"Yang ku lihat itu tidak sepenuhnya benar?lalu selebihnya ITU ADALAH BENAR BEGITU MAKSUDMU ?"
Oh tidak,dia berteriak menggeleng mencoba meraik kedua tanggan mungilnya yang terkepal erat di kedua sisi tubuhnya,namun dia menepis tanganku.
"Meski begitu cobalah mendengar penjelasanku dulu,setelah itu kau boleh-"ucapanku terputus karena luhan menyelanya
"ck ! sudah ku duga"ucapnya lalu mengambil langkah untuk manahanya lagi,aku tidak akan pernah bosan melakukan hal itu agar dia tidak pergi dariku.
"Setidaknya kau mengetahui se-"ucapanku terputus lagi karenanya
"aku sudah tahu"ucapnya lalu membuang pandanganya kearah lain dan menarik tanggannya dari genggamanku.
Okey,aku sudah tidak bisa lagi menahan membuat darahku meninggi,ia selalu memotong perkataanku sebelum aku menyelesaikanya,aku mulai geram.
Ku tarik kasar dia menap wajahku sekarang,tapi terlanjur aku sudah tersulut emosi yang sedari tadi aku tahan.
"LALU APA SEBENARNYA MAUMU HAH?"teriakku di depan mukanya,ku liat dia mulai bergetar,cairan bening menggenang di pelupuk matanya yang indah tak butuh waktu lama untuk mereka keluar dari pelupuk mata itu dan menuruni pipi mulus luhanku.
"MAU KU?KAU BERTANYA APA MAUKU?MAUKU ADALAH BERPISAH JANGAN PERNAH BERTERIAK DI DEPAN WAJAHKU…HIKS…HIKS…HIKKSS"oh tidak tangisnya pecah setelah membalas teriakanku membalikan tubuhnya,tubuh itu bergetar hebat karena ingin memeluknya.
Ku coba membalikan tubuhnya dan merengkunya ke dalam dekapanku,namun gagal luhan mendorong bahuku berlari menjauh dariku.
.
.
Luhan pov*
Aku terus berlari entah kemana yang penting menjauh dari si brengsek Oh terus berlari dan airmataku tak henti-hentinya mengalir sampai di depan berhenti sejenak.
Aku perlu menemui tuhan
Aku langkahkan kaki ku masuk kedalam sana,aku masih sesenggukan karena menangis.
Disana sangat sepi tak ada siapapun,meski begitu disana begitu maju menuju tempat pastur biasa berkutbah,ku nyalakan lilin menangkup kedua tanganku membuat gesture memohon dan mulai berdoa.
"Tuhan Aku menghadapmu lagi,Aku tahu kau bisa melihat keadaanku kenapa semuanya jadi begini?Sungguh Aku sangat lelah semua ini berahir"Ku ucapkan Semua hal yang ada di pikiranku saat ini.
Aku menutup mataku masih dengan keadaan semula
"Sungguh Aku tidak tahan lagi"lirihku lalu membuka mataku lagi
"Aku mohon tuhan ahiri semua tegarkan hatiku dan kuatkan diriku tuhan-"
"Mama~"
Doaku terhenti saat pendengaranku menangkap suara anak kecil yang sepertinya tengah ketakutan.
"Mama~"lagi suara itu terdengar lagi lebih kencang sekarang.
"Mama~"Dan Ini sudah kesekian kalinya.
Aku membalikan diriku mencari sumber suara itu berharap menemukan anak kecil itu
Aku yakin itu suara anak kecil
"Mama~"Suara itu terdengar lagi.
Aku mengecek semua tempat duduk yang ada terus mengecek semuanya hingga aku mengecek bangku pojok paling belakang
GOTCHA
Aku menemukan seluet anak kecil sedang meringkuk yang memeluk kedua kakinya dengan kedua lengan mungilnya.
"Hai kau siapa?"Tanyaku hati-hati takut dia kaget
Anak kecil laki-laki itu mengangkat kepalanya.
lihatlah wajahnya penuh dengan airmata kasihan sekali anak ini,ukh sayang jangan menangis !
Lalu langsung bingung ada apa dengan anak ini?namun tetap saja aku membalas mendekapnya.
"Mama~" serunya terdengar sedikit rasa kelegaan dari sana.
"Hei nak tenang"ucapku sambil mengelus-elus punggungnya mencoba menenangkan anak dalam dekapanku ini.
"Mama~"ucap anak kecil itu lagi
"Em Apa kau kehilangan mamamu?"tanyaku
Anak kecil itu melepaskan dekapanya lalu memandangku
"Kau mamaku"Ucapnya polos
Aku terberalak kaget,Apa ? yang benar sangat ingat Tadi Aku baru saja bertengkar dengan namja brengsek Oh sehun juga Aku belum menikah Dan seandainya aku aku menikah Apa aku akan melahirkan?
Sedetik kemudia aku tersenyum lembut padanya,
"Nak Siapa nama Mamamu?"Tanya ku lagi menepis semua keterkagetanku
"Luhan, Han itu Kau Mama Itu Namamu bukan?"ucapnya lagi kelewat polos
"Tapi aku tidak pernah merasa mengandung seorang bayi ! jangan bercanda sayang"ucapku lalu terkekeh anggap itu hanya gurauan
"Aku tidak bercanda Mama Aku anakmu Oh Zhi anakmu dari Masa harus percaya itu"ucapnya terlihat agak kesal melihatku terkekeh karena ucapanyanya.
Aku menghentikan kekehanku memandangnya sejenak dari ujung kaki hingga rambut,ia terlihat seperti seseorang.
Tidak lebih tepatnya ia terlihat dia benar anakku?
"Itu tidak mengapa marga mu Oh?"-seperti marga namja brengsek itu saja
"Mama percaya Zhi Yu anakmu Mama~"ujar anak itu lagi dengan mata yang berkaca-kaca.
Aku tidak tahan Ku rengkuh tubuh mungil itu mengusapnya punggung kecil itu dengan ~ Aku tidak tahan melihat orang menangis.
Mungkin aku harus membawanya jadi aku sekarang mempunyai anak?
.
.
Author pov*
"Mama aku ikut !"Rengekan khas anak kecil itu terus menggema di rumah minimalis itu sejak beberapa menit yang lalu.
Rengekan?Ya,itu rengekan anak yang di temukan Luhan di Gereja tadi sudah bertekad untuk mempercayai ucapan anak kecil itu.
"Tidak bisa Zhi yu,Mama tidak bisa membawa Zhi yu ke sekolah nanti Mama di tendang saem karena membawa anak ke sekolah."
Zhi yu mengerucutkan lihatlah betapa imutnya anak ini !
"Zhi yu tunggu Mama di penampungan anak dulu ne ? Disana baanyak anak seumuran Zhi yu,Nantikan Zhi yu bisa dapat teman Mama sudah pulang mama akan jemput Zhi yu disana,Eotte?"Luhan berusaha membujuk si kecil.
Tapi,Si kecil terlihat tidak tertarik,Ia masih mengerucutkan bibirnya.
"Shireo !"Ucap Zhi yu mantap.
Luhan terlihat Frustasi,Baru saja ia jadi Ibu beberapa jam yang lalu sekarang ia sudah di Buat repot mengacak rambutnya caranya menyakinkan Zhi yu untuk mau di tinggal?
"Zhi yu,Mau ya?Kalau Zhi yu seperti ini terus nanti Mama Di marahi Saem"Luhan masih berusaha membujuk Zhi yu.
Tapi,Anak itu masih dalam posisi Merajuknya.
"Baiklah Mama akan Belikan Zhi yu Es Krim kalau Zhi yu mau Ke Apa Zhi yu mau Es Krim?"
Sepertinya rayuan Luhan kali ini mata Zhi yu yang berbinar saat mendengar kata 'Es Krim' yang Luhan Zhi yu mau di bawa ke penampungan anak sementara,dan luhan pun bisa selamat dari amukan Choi Saem yang kebetulan mengajar jam pertama di kelas Luhan.
.
.
To Be Countinue
