"Hun-ah, temani aku ke kamar mandi ayo." Suara Zitao setengah berbisik pada Sehun yang duduk di belakangnya itu. Sesuatu yang sedari tadi ditahannya sudah dipucuk batas, Zitao tidak sanggup untuk menahannya lagi. Yifan tidak sedang berada kelas waktu itu.
"Permisi Mr. Choi, bolehkah aku ke toilet?" Zitao memberanikan diri menyela omongan gurunya yang akan mengatakan "A— iya silahkan saja Zitao, tidak ada yang membegalmu untuk itu."
"Tolong paksa Sehun-ah menemaniku Mr. Choi, aku takut." Ucapnya agak lirih namun cukup jelas didengar anak sekelas, termasuk Mr. Choi yang mulai memasang tampang datarnya.
"Biar aku yang menemaninya." Ucap suara bass seseorang menyebabkan Zitao dan teman lainnya, termasuk Sehun menoleh pada asal suara. 'Rupanya si mesum' Zitao membatin, tapi senyum manisnyalah yang dia beri pada anak mesum itu, Mino.
"Ayo Mino, aku sudah tidak tahan." Mino dengan senang hati menerima ajakan si cantik nan sexy itu. Sehun hanya bermuram durja menanggapi senyum Zitao yang ditujukan pada Mino. Well, Sehun memang lagi malas berjalan jadi biar saja.
.
.
Mino menoleh tak paham pada Zitao yang masih tertinggal beberapa langkah dibelakangnya. Katanya sudah tidak tahan kenapa langkahnya pelan sekali, dan apa-apaan itu jalannya malah terlihat seperti orang ambeien.
"Zi perlu kugendong? Jalanmu aneh sekali." Mino menghentikan langkahnya dan menunggu si cantik dengan gemas. Memang dasar tidak sabaran, Mino langsung menghampiri tempat Zitao dan menggendongnya paksa di bahu layaknya menggotong karung beras.
"Yak yak, turunkan aku dasar mesum!" Zitao meronta dalam gendongan karung Mino, yang hanya dibalasnya tawa kemenangan. Roknya yang sudah pendek sekali itu makin tertarik keatas dan bentuk pantat Zitao jelas terlihat disamping kepala Mino. Sungguh beruntung…
"Jauhkan tanganmu dari pantatku, hei hei hei! Rok-ku jangan disingkap begitu Minoooo…" Tawa Mino dan cerewetan Zitao menemani langkah mereka sampai ke toilet. Zitao segera turun begitu saja dan berjalan cepat ke salah satu biliknya.
'Beruntungnya aku, bisa melihat pantat menggembungnya sejelas itu oh wow'
.
.
Mino mematut dirinya di cermin sudah sejak 15 menit yang lalu dan kegiatannya juga tidak berubah sampai sekarang, masih mematut. Tidak ada seorang pun murid lain yang masuk ke toilet. Mino bolak-balik menghampiri bilik dimana Zitao masuki tadi, dia ketuk berulang kali pintunya namun jawaban Zitao selalu sama 'tunggu sebentar'. Memangnya dia benar-benar ambeien?
"Ah maafkan aku, tadi g-stringku terpeluntir." Penjelasan polos Zitao setelah seabad lamanya berdiam di toilet, membuat Mino yang ingin memelototinya jadi memasang senyum mesum. Tangannya sudah ingin menggendong Zitao lagi, saat Zitao malah berjongkok sambil berdiri membelakangi, menyapu kotoran pada slip-on loafer imutnya.
Melihat aksi —yang menurutnya— erotis didepannya, Mino yang kalap langsung memegang masing pipi pantat Zitao yang terpampang jelas, menarik masing-masingnya berlawanan, mempertontonkan tali tipis ketat g-string perak itu melingkupi belahannya, dan menarik tali itu dengan giginya. Setelah menggigitnya agak jauh, barulah dia melepasnya hingga bunyi keras terdengar menyapa belahan pantat Zitao itu. Kedua hidungnya bahkan dapat mencium belahan pantat Zitao tadi saat mendekatkan giginya.
Zitao shock dengan perilaku Mino terhadapnya barusan, kakinya dengan kuat menendang sesuatu yang bertengger abadi di selakangan Mino dan meninggalkan lelaki mesum yang tengah merintih itu begitu saja.
'Belahan pantatku sakit sekali huweee Yifan-ge, Sehun-ah'
.
.
.
.
PECULIAR
Huang Zitao, Wu Yifan, Oh Sehun and others
AU / Boys Love / OOC / PG-17
Romance
Semuanya milik yang punya kecuali cerita punya aku
"Apa jadinya kalau Zitao suka memakai g-string dan mini skirt?
Kalau Zitao seorang gadis itu wajar. Tapi tidak, Zitao adalah laki-laki."
.
.
.
.
Suara pintu diketuk berulang kali oleh seseorang dengan sabar sejak 5 menit yang lalu.
"Peach, makan malam sudah siap. Ayo, nanti keburu dingin."
"Peach, Sehun sudah menunggu dari tadi. Kau lapar, dan perut rampingmu itu butuh asupan."
"Peach, kau hibernasi? Ayo keluar. Kita sudah keroncongan."
"Peach, jangan marah begitu dong. Kau tak lapar? Badanmu terlalu kecil sekarang, nanti mini skirt-mu pada longgar. G-string-mu bisa-bisa jadi tak mini lagi."
"Peach, besok kutemani berburu g-string sampai puas. Sekarang keluarlah."
Yifan mulai lelah. Bujukannya tak mempan.
Sehun pun sudah terkulai diatas meja makan.
Baru saja Sehun akan membalik piringnya yang telungkup, baru saja Yifan akan menghampiri meja makan, terdengar suara jeritan dari arah kamar bertempelkan sticker panda disertai bunyi benda-benda jatuh serentak. Tanpa babibu, sehun bergegas ke tempat asal suara lengkingan tinggi. Yifan yang sudah mengantongi kunci ganda sedari dia memanggil Zitao untuk mengajaknya makan malam, dengan tidak sabaran membuka kuncinya.
Semuanya rapi dan khas Zitao sekali, bahkan bau parfum 212 VIP by Carolina Herrera mengudara ke seluruh ruangan yang didominasi warna pastel dengan wallpaper panda di salah satu dindingnya. Kamarnya tidak ada unsur laki-laki sama sekali —itulah pikiran Yifan dan Sehun.
Berdua masuk secara perlahan, Sehun menghampiri satu-satunya pintu hijau toska yang tertutup di pojok kanan ruangan, telinganya ia tempelkan pada pintu. Mencoba bermain detektif-detektif-an ternyata.
"G-string-ku jadi melebar begini sih. Memangnya aku salah apa…"
"Ya ampun hotpants-ku jadi kedodoran juga, apa pantatku tak cembung lagi sekarang…"
Suara samar-samar itulah yang berhasil ditangkap Sehun dari hasil mengupingnya. Dilihatnya, Yifan malah tidur-tiduran memeluk guling bermotif panda di queen-size bed Zitao.
"Tingkah konyolmu seperti menguntit seorang gadis saja." Yifan berjalan mendekat dan memposekan diri seperti Sehun.
"Husssh, kau pasti penasaran juga kan?" Jawab Sehun malas, karna ternyata Yifan ikut bermain detektif-detektif-an seperti dirinya juga setelah mengatainya.
"Pastinya aku tid—"
"AW YAK!" "ADUH!" Koor keduanya mendapati pipi mereka menyapa lantai marmer toilet, dan terlihatlah kedua kaki Zitao tepat didepan mereka.
"KENAPA SIH KALIAN MESUM SEKALI! GO AWAY BRATS!"
.
.
Ketiganya tinggal bersama di apartment tak jauh dari kawasan sekolah elite yang mereka hadiri tiap jam produktif. Satu bulan sudah mereka tinggal dalam satu atap yang sama. High class apartment yang berada di daerah strategis namun termasuk dalam jalanan yang sepi orang berlalu lalang. Maklum, kawasan orang kaya kan selalu begitu. Sepi, tenang, dan damai.
Pertemuan Zitao dan Sehun dengan Yifan juga cliché, ketiganya dipair dalam kelompok mata pelajaran Geografi Korea. Yifan-lah yang menawari Zitao untuk tinggal bersama, mengingat jarak rumah Zitao terhitung jauh. Karena Zitao selalu tergantung pada Sehun, dengan terpaksa Yifan menawarinya juga. Dan karena Sehun setuju, maka Zitao setuju. Mama Huang selalu percaya terhadap Sehun dalam berteman dan berkelakuan terhadap putra uniknya itu.
"Besok bawa mobil, Ge. Siapkan mental juga. Berburu g-string itu tidak mudah."
"Ja-jadi kau mendengar ne-negoisasi-ku Peach?"
"Telingaku sensitif mendengar kata g-string, otomatis kadar pendengaranku menjadi tajam. Sampai besok."
"Besok aku ikut juga. Bye."
.
.
.
Di menit-menit terakhir sebelum sekolah usai, Zitao menengok ke belakang tempat Sehun duduk, yang kelewat suntuk menyimak layar putih di dinding depan kelas menarasikan sejarah Raja Sejong —pencipta abjad Hangeul. Zitao juga merasakan hal serupa, dia butuh hiburan dan hiburan yang dia maksud—
"YAY, LET'S GET SHOPPING YOOHOO!" Teriaknya bersautan dengan bel sekolah, bahkan suaranya terdengar lebih lantang di telinga teman sekelasnya. He's such a happy-go-lucky child.
—tentu bukan di dalam ruangan persegi ini, bersama pentol korek seperti mereka.
Yifan pura-pura sibuk menyerahkan flashdisk berbentuk angry bird pada Mrs. Park, menulikan telinga pada satu rengekan yang mengikuti langkahnya, menghampiri tempat Mrs. Park berbenah. Sehun menghampiri bangku Zitao, memasukkan barang yang tergeletak di meja itu segera. Kemudian berjalan santai kearah princess-nya, yang masih setia mengekori sosok Yifan.
"Zi, cepat ganti seragammu. Jangan kesorean, nanti kau salah pilih ukuran lagi." Tangan Sehun mengelus pinggang Zitao, hanya dua kali gerakan keatas kebawah, namun raga Zitao langsung tersentak karenanya. Keterkejutan Zitao sekaligus tatapan datar Yifan, mengundang kekehan halus serta lemparan picingan mahogany dari iris Sehun.
Pergerakan Yifan kearah bangkunya, menyadarkan syaraf-syaraf Zitao yang sempat kaku. Sehun dengan senang hati menunjukkan senyum tampan, agar otak Zitao kembali bekerja normal.
"A-ah, haruskah aku ganti di toilet sekolah, Hun-ah? A-ku jadi me-merinding." Tawa Sehun kembali terdengar, namun bagi Zitao itu bagai sebuah penghinaan. Bibir kucing pinkish-nya sudah maju beberapa mm malah. Tangannya siap menjambak sulur cokelat terang diatas kepala Sehun, saat tangan Yifan menggandeng cepat pinggang rampingnya, diikuti ucapan "Ambil mobil, Hun" dengan tolehannya ke belakang bertemu pandang mata Sehun, sembari mencuri satu kecupan singkat di pipi kanan Zitao.
.
.
.
Volkswagen sewarna kulit telor asin sudah terparkir apik, Yifan dan Sehun terlihat siap dan masing-masing telah memakai outfit santai namun tetap stunning. Celana chino warna khaki dengan t-shirt hitam polos terbalut bomber jacket membuat Yifan out-standing dan semakin tampan. Sehun mengenakan t-shirt senada dengan kemeja tak dikancing sebagai outwear, dan ripped jeans juga sudah menyempurnakan penampilannya.
Berbeda, Zitao masih saja sibuk membenahi high waist velvet mini skirt berwarna mint-green segar di dalam mobil. Puas dengan tampilannya, Zitao meraih rose-beige clutch bag di dashboard mobil lucu Yifan. Kurang sadar kalau dua teman tampannya sudah meninggalkannya sedari tadi. "Kok aku ditinggal sih, jadi yang butuh g-string mereka atau aku…"
Ternyata Zitao mendapati Yifan dan Sehun menyandar pada tembok dibalik pintu masuk mall. Zitao mengangakan mulut bergumam 'Ya ampun mereka tampan sekali' dengan aura bling-bling mengelilingi. Yang dipuja-puja semakin berpose cool seakan tembok itu dinding bongkar pasang bertuliskan nama-nama sponsor yang terpajang saat red carpet digelar.
'Sekarang kau sadar juga Zi, bahwa aku yang tertampan.' —Oh Sehun.
'Peach, kau memang jeli mana yang paling tampan.' —Wu Yifan.
"Em… permisi anak muda, kalian menghalangi tempatku." —Bapak Security.
.
.
.
Tulisan Victoria's Secret terpampang jelas, Zitao tak dapat menahan rasa yang membuncah, jalannya semakin dipercepat meninggalkan dua orang dengan duck face riang. Toko ini bagai surganya Zitao. Surganya aset berharga Zitao. Rasa gatal pada daerah bawahnya mulai muncul, gemas tiap kali menjejakkan kaki di toko bernuansa pink hitam itu. Dan rasa gatal itu harus digaruk dengan mencoba berbagai g-string imut yang menggoda mata. Kali ini Zitao ingin yang transparan.
Mata Zitao menelusuri manekin berg-string, ketika "Peach, perlu kubantu?" terucap dari bibir Yifan dengan kedua tangan berada dalam saku celana. Deheman singkat dan arah telunjuk Zitao sudah menjelaskan maksud si cantik. Sehun kemudian muncul membawa 2 g-string yang berlubang memanjang ditengah kain segitiga bagian depan —open g-string.
"Coba yang ini Zi, pasti membuatmu makin seksi dan tembus pandang." Sehun tak menyangka, dua panties milik para gadis itu langsung disambar Zitao dan kata "Terima kasih Hun-ah" didengarnya lembut karna Zitao membisikinya begitu intim, yang langsung direspon Sehun "Untukmu selalu, Cantikku". Yifan jadi sebal, dirinya tak pernah mendapat kesempatan seintim itu.
"Well, bro. Memang dari awal kau sudah kalah start hahaha." Yifan menjejali mulut Sehun dengan beberapa g-string yang dia ambil di dekatnya dan berjalan mengikuti arah tujuan Zitao —fitting room.
Sembari menunggu, matanya berpendar dan fokus menatap g-string yang berbentuk aneh. Tidak ada tali tipis yang mengikat, biasanya ada tali dari ujung kain berbentuk segitiga di bagian depan hingga (masuk) ke (dalam celah) pantat dan berakhir menyambung dengan tali tipis yang memutari pinggang. G-string itu hanya berbentuk huruf 'C' jika dilihat dari samping, dengan pinggiran kaku. "Hmm mungkin Zitao bisa mencobanya juga."
"Ehem… Ge-gege… Yifan ge, aku sudah mencobanya. Sini mendekat, ayo ikut masuk." Kepala Zitao melongok keluar.
"Sini biar aku saja. Kan aku yang memilihkan kain tipis itu, Zi." Sehun secepat kilat menghampiri ruang persegi mungil yang berada di sudut paling kiri toko, bertepatan dengan tangan Yifan menarik dan memutarkan tubuhnya ke belakang. Seketika Sehun memutar balik badannya lagi, kedua tangannya menggapai pinggiran jaket belakang Yifan, yang berhasil membuatnya berhenti.
"Hei lepaskan tangan zombie-mu Hun! Kau menghalangi pangeran menengok sang puteri saja." Secepat angin, keduanya malah bergulat saling tarik-menarik, gerak tangan Sehun yang sempat tersikut lengan Yifan, menyenggol manekin putih gundul di sebelah barat mereka hingga roboh dan tersungkur di lantai.
"Aku tutup pintunya. Kesempatan kalian sudah habis!" Geram Zitao menutup pintu fitting room, mukanya terlihat memerah karena malu. Untung mereka tampan, jadi bebas.
.
.
.
.
Huang Zitao adalah pelajar normal, dan terbilang baik dalam segala sisi. Sisi depan, kontur wajah tirus berbentuk segitiga terbalik dan segala isinya, mengambil penuh semua komentar perfect dari orang-orang. Dari samping, mau sisi kanan maupun kiri, tetap tak tergoyahkan predikat sexy mengenai lekuk melengkung pantat dan kaki jenjang menggodanya. Apalagi dari sisi belakang, orang baik mana yang sanggup tidak meremas bulatan itu.
Mengenai status keluarga, Zitao single dan tidak merana. Mau merana bagaimana, hidup Zitao kan dipenuhi laki-laki tampan yang keren dan menyayangi Zitao yang penuh keindahan itu. Tidak hanya sejak Zitao mulai hobi memakai g-string dan (super) mini skirt saja yang dilakoninya semenjak SMA, dari masa kanak-kanak pun iya. Zitao dulunya lebih suka digandeng di pantat, bukan di pinggang. Katanya sih lebih geli gitu.
Liburan transisi dari jaman ingusan di hidung ke jaman ingusan diantara selakangan —SMP ke SMA, diisi Zitao dengan maraton film Mission: Impossible series pada sore di hari pertama. Melihat sosok Tom Cruise yang memukau dalam film action spy itu, tangannya mencari-cari gadget canggih yang tergeletak diatas kasur, tertutup tumpukan snack.
"Apa ini, laki-laki tampan itu hobi memakai g-string?!" Tangannya tak henti men-scroll layar berisi artikel si idola barunya. Keingintahuan berlebih akan benda mini yang hobi dipakai Tom Cruise, harus dia pahami dengan jeli terlebih dulu.
Dering dan getaran konstan menyentak keseriusan Zitao, tangannya menggeser layar ke kanan diikuti rebahan diri di tengah kasur, tidak menghiraukan aneka makanan berbungkus yang mungkin ikut tertindih.
"Huang Zitao disini." Jawabnya, baru matanya mengamati tulisan di layar setelah benda itu dimajukannya di depan wajah dengan cepat. "Oh hai Hun-ah, kenapa menelfon?" Salah satu tangan meraba bagian punggung, terasa ada sesuatu yang mengganjal dan berhasil menemukan kemasan susu pipih yang sisa isinya telah muncrat pada belakang baju dan kasurnya.
"Kau sibuk? Aku kangen. Kalau mau, kita bisa keluar nanti malam." Tak ada keraguan pada nada bicara Sehun, semua terlontar lancar dan santai. Sehun itu sahabat tampan Zitao sejak tingkat menengah di SMP. Mereka memustuskan untuk memasuki sekolah elite lanjutan yang sama, karna Zitao yang takut sendiri dan karna Sehun juga tak mau terpisah darinya.
"Jemput aku, jangan telat, dan bawakan sesuatu untuk Mama. Kau tahu maksudku Hun-ah." Sahut Zitao cepat, tidak bertele dan sedikit ada unsur pemaksaan disana.
"Sekotak macarons akan siap, dear. Aku ini tipe lelaki idaman, mana mungkin terlambat. Jam 7 dan tidak ada kata menunggu untukku." Tanpa perlu kata penutup yang manis, keduanya langsung mengakhiri panggilan itu. Sehun tidak suka menunggu ucapan penutup Zitao, karna Zitao tidak mau repot-repot mendesahkan untaian kata itu padanya.
.
.
.
"Tolong jangan semakin aneh Zi. Kau tidak kasian denganku? Sudah 2 tahun menjadi teman dekatmu, yang kuterima hanya keluhan anehmu terus." Sang objek malah asyik menghisap cangkir latte berlukiskan kepala panda dipermukaannya, bentukan foam yang bercampur bubuk cokelat.
Hening melanda kedua insan, yang memutuskan untuk mengunjungi coffee shop favorit. Pesan Mama Huang mengalun ke telinga Sehun sesaat setelah memberi beliau kotak krem persegi panjang berpita —box macarons. 'Kembalikan anak virgin ini, sebelum jam malamnya berakhir, Hun' ya begitulah kira-kira.
"Kupikir memakai mini skirt bukan hal yang buruk, ketimbang pantatku menjadi korban remasan tangan nakal mereka."
"Hilangi saja kata hobi dalam kamus hidupmu. Kau mau pamer tubuh seksimu itu ya? Cukup aku saja yang paham lekuk tubuhmu, Zi."
"Ngelindur Hun? Paham lekuk tubuhku bagaimana, kau pernah melihatku telanjang ya?" Sembur Zitao cepat, tubuhnya dicondongkan ke depan mendekat kearah kursi Sehun yang berseberangan, rambut Sehun menjadi korban sekarang. Tidak terima Sehun sudah melihat tubuh virginnya, yang hanya boleh ditatap oleh suaminya kelak.
"Hehehe, hanya sedikit. Cuma terlihat lekukan pantat telanjangmu saja kok." Cengir Sehun menambahkan 'dan kau berhasil membuatku mendekam lama di kamar mandi' dalam batin.
"Hun, kau mencuri start apa yang harusnya dilihat suamiku nanti…" Hatinya masih dongkol, manusia mesum itu kan memang suka mengikutinya ke kamar mandi sekolah dulu. Meskipun alasan 'kau kan penakut' terus diutarakan Sehun waktu itu.
"Jangan cemberut, calon suamimu ini bosan melihatnya. Ya sudah, coba saja pakai mini skirt keluar rumah. Kalau kau betah, aku ijinkan."
Bibir cemberutnya makin maju 'Apakah Sehun baru saja mengkodenya sesuatu atau hei! Dia sudah mengijinkanku mencoba hal baru, yes!'
"Aaaw terima kasih Hun-ah, kau yang terbaik."
"Sama-sama sayang, kau yang tercinta."
Zitao tidak mengungkap maksud asli ingin memakai g-string seperti Tom Cruise. Alibinya memakai mini skirt saja sudah mendapat tatapan no-way pada awalnya. Sekolah baru nanti, diputuskan Zitao memakai rok mini dengan g-string juga tentunya. Dia tidak sabar… hingga hari-harinya berlanjut saat bertemu Yifan dan Sehun hanya pasrah saat tahu maksud asli Zitao dulu.
.
.
.
.
Zitao memutuskan membeli 5 g-string; yang dipilihkan Sehun, g-string berbentuk 'C' yang disarankan Yifan, dan 2 sisanya adalah g-string transparan yang diinginkan Zitao. Membeli barang kecil seperti itu saja membutuhkan waktu 2 jam di satu toko. Yifan dan Sehun terlihat lelah namun tetap memasang senyum menawan yang kaku. Apa yang tidak sih untuk Zitao mereka.
Seharian berkutat dengan g-string, memilih bahan yang nyaman dengan bentuk unik yang makin menonjolkan keseksian, rasa lelah itu akhirnya melingkupi Zitao saat memasuki kamarnya. Paper bag dia taruh asal dibawah samping kasur, tanpa repot mencuci muka dan berganti piyama, badannya langsung pasrah tengkurap di kasur hingga dengkuran halus terdengar.
Tidak berbeda, Sehun langsung menuju kamarnya dan kesenangan tercetak kala berjumpa dengan permukaan kasur yang empuk. Sedang si pemilik apartment, mengecek satu persatu keadaan huniannya, mematikan lampu pada tiap-tiap ruang yang tidak perlu menyala saat waktu istirahat panjang tiba dan menghampiri kamar Zitao.
Pintu kamar Zitao dia buka sedikit kemudian melongokkan kepalanya, mendapati Zitao sudah pulas masih dengan mini skirtnya yang sedikit tersingkap. Dengan perlahan Yifan mendekat pada Zitao, lalu tangannya ia bawa keatas mini skirt Zitao, membuka pengaitnya dan satu tangannya dia selipkan ke perut si cantik, mengangkat tubuh ramping itu sedikit supaya gampang melepaskan mini skirtnya. 'Shit, bulat sekali kau Zi. Pantat rakusmu bahkan memakan penuh tali g-string.'
Namanya ada kesempatan, Yifan dengan lancang meletakkan tangan kanannya pada pantat Zitao. Mendiamkan tangan itu agak lama diatas sana, juga sedikit memainkan tali tipis yang melingkari pinggang Zitao. 'Terima kasih Tuhan, kau mengabulkan salah satu doaku.'
Setelahnya Yifan memutuskan mengambil celana piyama untuk menutupi bagian bawah Zitao, dan menemukan celana longgar yang bentuknya juga mini. Hatinya terasa berat, dia ingin melihat keindahan ini dalam waktu yang lama. Meski belum puas dan sama sekali tak akan puas, tangannya mulai memasang celana itu, menutup segala keindahan untuk Yifan. 'Selamat tidur, peach dan terima kasih hadiahnya'.
.
.
.
.
.
.
A/N
Haaaiii, sori banget kalo gaje, aneh dan mboseni.
Btw kalo ngeliat tao tuh, mau dia pake outfit apapun entah kerasanya di aku kok dia pake mini skirt atau hotpants gitu ya lol /otak yadong/. Ah ya, aku jg bingung gimana jelasinnya kalo mau coba searching aja, ada kok cowo pake g-string tapi ya gitudeh hahaha
Kalo kalian tanya gimana kehidupan tao pas di sekolah, udah anggep aja semua normal /nangis bahagia bareng Sophia/
Thanks a lot:
Aiko Michishige, Harumi Shiba0068, anis l mufidah, icegreentealatte, luphbepz, Lullaby Dik, YuRhachan, LVenge, Vermilion Prussian, Eclaire Oh, KissKris, BabyWolf Jonginnie'Kim, daunj97, Xyln, Ko Chen Teung, deveach, NagiNaginee, dhiraad, Kirei Thelittlethieves, AulChan12, TKsit, YasKhun, jihan fakhriyah 5, ShinJiWoo920202, Panpan894, aldiz ksh, Couphie, G, nawna, Guest 1, kaname, pembantunya tao, kimmie, medya ulfa, minseokbun, Guest 2, Guest 3, parkyou, peachpetals, BlackCrush, vee
MAKASIH BANGET BUAT REVIEWNYA CANTIK-CANTIKKU MUAH. Yaampun terhura deh dapet positif-positif dari kalian. Senpai-senpai ff favorit aku jg kasih komen omgggggg aku mah apa atuh langsung jadi tirisan indomie /ea/ Maaf banget belom bisa balesin reviewnya hiks.
Review lagi dong cantik? smooch
