LABIL – Chapter 2


Main Cast :

-Cho Kyuhyun

-Lee Sungmin

Dll

Genre : Romance, Drama, School Life, Genderswitch

Rated : T

Summary : "Aku menyukaimu. Tapi aku tak nyaman dengan hubungan ini. Apa yang harus kulakukan?"-Lee Sungmin / "Aku tak tau apa yang terjadi meninggalkan aku begitu saja. Membuatku harus diam dalam kebingungan"-Cho Kyuhyun/"Aku hanya sahabatnya. Tak ada yang bisa kulakukan selain membantunya. Tapi kenapa dia mencoba lari dari kenyataan yang ada?"-Kim Ryeowook/"Aku? Aku hanya mengikuti alur yang ia berikan."-Lee Donghae/

Warning! GS here! Typos everywhere! NEWBIE NEWBIE NEWBIE!


22 OKTOBER 2014

Aku tak tahu harus memulainya dari mana. Tapi sungguh, aku benar-benar ingin menghajar seorang Kim Ryeowook sekarang juga.

Bagaimana bisa bocah setan itu berpikiran abstrak seperti you-know-it-lah.
Apa yang harus kulakukan? Bagaimana jika Kyuhyun menganggap apa yang dikatakan Wookie adalah sungguhan? Lalu aku harus bagaimana? Argh! Sialan kau Kim Ryeowook!

Kulangkahkan kakiku menyusuri lorong kelas yang masih sepi ini. Ketika melewati kelas Kyuhyun, kulirik melalui sudut mataku. Ternyata sudah ada kumpulan anggota Eleven Groups. Berarti…

Apa Kyuhyun sudah datang?

Oke, beri aku waktu untuk menjelaskan grup yang berisi berbagai macam karakteristik ini.
Eleven Groups sebenarnya punya arti yang mudah ditebak. Ya setidaknya untukku yang berotak cerdas. Maaf, aku tidak bermaksud menyombongkan diri. Ehem.. baiklah lupakan saja.
Eleven Groups sendiri mempunyai arti angkatan kelas 11 atau lebih jelasnya adalah kelas 2 SMA.

Ya. Memang terdengar biasa saja. Tapi aku tegaskan pada kalian. Grup ini berisi orang-orang yang emm.. bagaimana aku menjelaskannya ya?

Yah.. Sedikit gila mungkin?

Grup yang semua anggotanya adalah teman baikku. Kyuhyun tidak dihitung, oke?
Anggotanya sendiri terdiri dari Kim Jaejoong si primadona sekolah bersuara emas, Lee Donghae yang suka memainkan hati wanita, Lee Hyukjae gadis berambut pirang yang hyperaktif dan jangan lupakan dia adalah kekasih dari Lee Donghae, Amber si gadis tomboy yang suka mencari masalah, Jung Yunho si tampan yang merupakan kekasih dari Kim Jaejoong, dan emm.. Kyuhyun si pemalu. Hahh..

"Hoi!" Seseorang menepuk bahuku dari belakang

Aku tersadar dari lamunan panjangku. Dengan tergesa, aku segera melanjutkan langkahku yang tadi terhenti karena memandangi para anggota Eleven Groups. Oh bahkan aku tidak sadar jika sedari tadi aku masih didepan kelas orang lain seperti orang bodoh.

"Ya!"

Dengan tampang bodoh aku membalikkan tubuhku. Kenapa aku bisa lupa dengan orang yang menepuk bahuku tadi? Padahal umurku masih muda. Aigoo, paboya!

"Ah! Jaejoongie" Masih dengan tampang bodoh, aku menggaruk kepala bagian belakangku, semakin membuat kesan tolol diwajah imutku.

Jaejoong terkikik melihat wajah bodohku. Ck! Ini bukan hiburan gajah!

"Apa yang kau tertawakan, huh?" Sungutku kesal

"Ah, tidak ada Minnie-ah" Jawabnya masih sambil terkikik kecil

Dengan sekali mendengus kesal, aku membalikkan badanku berniat untuk menuju kelasku yang hanya dipisahkan 1 tembok dari kelas Kyuhyun dan kawan-kawan.

"Hey! Tadi aku disuruh anak-anak EG (Eleven Groups) untuk menanyakan hal ini padamu" Ucapnya seraya menarik tanganku untuk kembali berdiri disampingnya.

"Apa?" Tanyaku melepaskan genggaman tangannya lalu melipat kedua tanganku di depan dada dan menatap primadona sekolah ini dengan tajam.

"Kau menyukai Kyuhyun?"

Eh?

"ya?"

"Jadi kau benar-benar menyukainya?" Pekik Jaejoong

"Ma-maksudku, a-aku emm bukan begi-"

"Kau bahkan terbata-bata saat mengucapkannya. Jadi, apa benar kau menyukainya?" Kini gantian Jaejoong yang menatapku dengan tatapan ala detektif yang sama sekali tidak cocok untuknya yang mempunyai wajah kelewat cantik.

"Apa katamu sajalah" Ucapku datar dan segera membalikkan tubuh dengan cepat lalu berlalu dari Jaejoong yang masih terpaku dengan wajah abstraknya menuju kelasku. Aku harus cepat pergi darinya sebelum gajah cantik itu bertanya yang lebih aneh dari pertanyaannya tadi.

"YA TUHAN LEE SUNGMIN MENYUKAI CHO KYUHYUN!"

Sejak awal aku tahu ini akan menjadi awal yang buruk. Oh, semoga Tuhan memberiku kesabaran yang lebih.

Poor uri Bunny Ming…


Istirahat tengah berlangsung. Benar-benar menyebalkan karena ulangan matematika diadakan secara tiba-tiba tadi. Walaupun aku cerdas, tapi matematika adalah kelemahanku. Aku benar-benar membenci pelajaran itu.

Dengan segera kudongakkan kepalaku yang sedari tadi tertelungkup di meja. Perutku sudah berbunyi dan aku harus segera menuntaskannya.

"Wookie" Panggilku pelan pada Wookie yang sedang menulis sebuah fanfiction. Hobi yang sama sepertiku. Tapi sayangnya ini bukan saat yang tepat untuk membuat hobiku itu terlaksana.

Ada yang lebih penting dari itu.

Perutku. Ya perutku.

"Hm" Gumamnya tak jelas

"Ayo ke kantin"

"Aku malas"

"Ayolah"

"Aku malas Minnie-ah"

"Lalu aku pergi dengan siapa Wookie?" Tanyaku kesal karena sedari tadi bocah setan ini menolak ajakanku ke kantin.

"Pergi dengan Henry saja" Ucapnya santai masih sambil menulis fanfictionnya dibuku.

What the Hell?

"Dan membuatnya terus bertanya tentang aku-menyukai-Kyuhyun? hal bodoh yang kau ucapkan waktu itu? Oh tidak. Terima kasih untuk tawarannya" Sungutku kesal. Oh ayolah, aku malas sekali mengajak si penyebar gosip itu ke kantin.

"Itu urusanmu. Kau tak lihat aku sedang apa?"

"Ayolah Wookie aku malas sekali harus bersama si penyebar gosip itu"

"Sudah kubilang bukan urusanku"

Lelah karena harus membujuk bocah setan ini, akhirnya aku memutuskan pergi ke kantin sendiri.
Tak kupedulikan orang-orang yang memperhatikanku. Mungkin gosip sialan itu sudah menyebar. Ah sudahlah! Kepalaku bisa membengkak jika harus memikirkan hal gila itu.

"Aku bingung. Kenapa seorang Lee Sungmin yang populer dan pintar itu menyukai Kyuhyun yang pemalu ? Ada-ada saja"

Jika aku bisa, mungkin mulut 2 siswi centil ini sudah kubungkam dengan danau dibelakang sekolahku.

"Kalau kalian tidak tahu apa-apa, lebih baik diam saja" Ucapku datar disamping mereka tanpa melihat wajah menor mereka. Kenapa aku bisa tahu kalau wajah mereka menor? Ck! Dari sudut mataku saja sudah terlihat.

Dengan tampang melas, mereka mendegus kesal lalu berlalu dari hadapanku. Bagus! Begitu lebih baik sebelum aku menghajar wajah penuh bedak tebal milik kalian. Dasar tukang gosip!

"Sungmin-ah"

Kubalikkan badanku menghadap seseorang yang memanggilku dengan suara bassnya.

DEG

"K-kyuhyun" Ucapku terbata

"Hai" Sapanya dengan senyum polos seperti anak kecil

"A-ah Hai" Balasku gugup

Terang saja, dihadapanku ini Cho Kyuhyun. Bagaimana jika dia sudah dengar tentang gosip itu?

"Aku hanya mau mengatakan….."

Hening

Hening

Hening

Hen-

".. jika aku juga menyukaimu"

Ehh?

Menyukaiku?

-Tbc-

Sekedar ngasih tau, ada atau nggaknya yang mau ngereview ff aku itu nggak masalah. Karena aku bakal tetep lanjutin ff milikku sampe end. Nggak kaya ff aku sebelumnya (series: what?!) Yang berenti ditengah jalan. Mohon maaf untuk itu. Padahal di laptop aku ff itu udah end :3 #gubrak

Ini pendek ya? Iya sengaja karena sebenarnya ini masih awal dan aku masih pengen bikin semuanya gak terasa kecepetan tapi aku yakin ini kecepetan (-_-") maka dari itu bagi yang ingin menolong aku buat memperbaiki ff ini, tolong review tapi kalo gak juga gapapa karena aku gak terlalu peduli sama review #labil_mode_on (3_3+)
Aku Cuma sekedar minta sedikit pertolongan aja. Nggak juga gapapa.

Oh iYa makasih ya buat kemaren udah review di chap 1. makasih banget #bow

Siyu \(^.^)/

-Jeje1003-

Mind to Review?