Mengabulkan keinginan para readers untuk update kilat XD, dan selamat menikmati.
Reproduk Murni
By: FloZhaKi
(Collaboration of Floral White, zhaErza, and Kiyuchire)
Naruto Belong Kishimoto Masashi
Haruno Sakura & Sasuke Uchiha
.
.
.
Chapter One
Emerald itu melotot. Bagai ingin keluar dari balutan kulit yang menahan bolanya. Beberapa tetes keringat jatuh melewati pipi pemilik emerald tersebut. Bahkan rambut pink sepunggungnya terlihat sudah mulai lepek oleh ulah sang keringat.
Menundukkan kepala, menenggelamkannya di atas meja dengan tangan yang dilipat tepat di bagian perut menjadi pilihan satu-satunya guna menahan rasa nyeri tersebut.
Nyeri tak terkira terasa jelas di bagian perut sejak ia bangun di pagi hari. Awalnya, ia mengira itu hanya sakit perut biasa ketika kotoran-kotoran ingin keluar dari perut —mungkin juga pengaruh masuk angin karena cuaca yang amat dingin dalam musim dingin ini. Akhirnya ia memilih untuk ke toilet dan melepaskan hasratnya tersebut. Memang, rasa sakit yang luar biasa itu sedikit berkurang, namun siapa sangka bahwa hal tersebut mengundang rasa sakit yang lebih luar biasa perihnya ketika ia sudah duduk di kelas hingga siang hari ini.
Ia juga merasakan beberapa tetes cairan serasa keluar setetes demi setetes di bagian bawahnya, bahkan ia merasa lembab pada bagian yang tersebut.
Astaga! Ada apa ini? Kenapa rasanya begitu luar biasa nyeri?! rutuknya dalam hati seraya memejamkan matanya erat-erat.
"Haruno-san! Tolong perhatikan saya ketika saya sedang menerangkan," suara itulah yang terdengar di gendang telinganya. Dengan perasaan tak menentu, ia mengangkat kepalanya dan berusaha menatap sensei yang sudah berkacak pinggang di depan kelas. Ia terkejut ketika melihat soal-soal yang tertulis di papan tulis seraya menjerit dalam hati karena ia tak mengerti maksud dari soal tersebut —bahkan sedari tadi tidak ia perhatikan dari tadi.
"Sekarang juga, jawab pertanyaanku yang di depan!" titah sensei dengan rambut berwarna putih panjang tersebut.
Dengan sedikit getir dan cemas Sakura berdiri dari tempat duduknya, meninggalkan beberapa bercak darah di kursi putihnya yang tak ia sadari. Teman-teman sekelasnya juga mulai memerhatikan bercak darah yang nampak jelas di rok belakangnya. Beberapa di antaranya pula juga mulai berbisik-bisik perihal hal tersebut yang menjadi hal asing.
BRUKK!
Baru beberapa langkah ia ciptakan guna mendekati papan tulis elektronik di depannya, ia terjatuh.
"ARGHHH,"
Akhirnya ia berteriak dengan tak menentu. Rasa sakit tak terkira yang melanda perutnya membuatnya sulit untuk berdiri dan berjalan.
"SAKURA!"
Kelas pun menjadi ricuh sekejap. Beberapa murid di kelas tersebut berlari meninggalkan tempat duduk.
"Haruno-san! Ada apa?" tanya sensei panik. Sakura hanya berguling-guling kecil di lantai sambil memegangi perutnya yang sudah tak tertahan sakitnya tersebut.
Hm, mungkinkah ini adalah hal yang buruk? Atau justru hal yang baik mengingat Haruno Sakura menjadi terhindar dari soal-soal yang sebenarnya tidak menarik perhatiannya sedari tadi karena nyeri tak tertahan tersebut? Atau...
"A-Aku tidak tahu, sensei," ucap Sakura sedikit terbata karena menahan sakit.
Mata hitam pemilik rambut putih panjang tersebutpun terbelalak ketika melihat bercak darah yang kebetulan terjiplak di lantai berwarna putih bersih tersebut. Beberapa siswa yang berada di kelas tersebut mulai mengelilinginya dengan panik.
Tetapi mereka tidak tahu...
"ASTAGA! SAKURA MENGALAMI PENDARAHAN! CEPAT TELEPON RUMAH SAKIT!"
...bahwa hal tersebut adalah bukti nyata pertama yang mengubah hidup seorang Haruno Sakura.
.
.
.
Sakura Haruno dapat merasakan dirinya di bawa dengan mobil khusus milik Yukoen Gakuen —sekolah tempatnya menimba ilmu, menuju rumah sakit terdekat guna memeriksa penyebab pendarahannya.
Yang terakhir ia ingat, seorang suster yang mengangkatnya dari mobil menuju kasur dorong tersebut menyuntikkan sesuatu ke dalam tubuhnya yang membuat tubuhnya mati rasa sekejap.
—juga kesadarannya yang perlahan mulai lenyap. Sepertinya, bisa diasumsikan suntikan itu merupakan obat bius.
o0o
"Ini tidak mungkin," sebuah suara masuk ke pendengarannya.
"Tapi ini kenyataannya, Dok! Sistem reproduksinya sangat lancar dan subur! Kau lihat sendiri hasilnya, 'kan?" Ia berusaha bergerak, namun rasanya begitu sulit mengingat pengaruh obat bius yang mungkin disuntikkan oleh suster tadi masih belum hilang total.
"Tapi... Bagaimana bisa?" Suara itu akhirnya membuat Haruno Sakura berhasil membuka emerald-nya. Dan yang tampak di indera penglihatannya hanyalah langit-langit berwarna putih cerah. Ia cukup tahu di mana ia dibawa dan berada.
"Sudahlah, Dok. Kita memang harus memisahkannya dari kalangan sekarang juga," ucap suara itu sebelum beberapa wanita berjalan mendekati tubuh Haruno Sakura. Entah sudah berapa lama ia tertidur oleh pengaruh obat bius.
Dahi Sakura sedikit mengerut, menandakan dirinya yang sedang terlanda perasaan bingung dan tanda tanya besar —juga menahan pusing tak terkira. Ia tak mengerti; apa yang baru saja terjadi, juga apa maksud pembicaraan kedua suara yang ia duga sebagai salah satu dari lima wanita berbaju putih di dekatnya. Dan ah! Rasa sakit perutnya sudah mulai berkurang, apa pihak rumah sakit berhasil menanganinya?
"Kau sudah sadar, Nona Haruno?" tanya seorang berambut hitam pendek dari mereka yang di duga salah satu pemilik suara tadi. Sakura hanya mengangguk lemah.
"Dok, apa yang sedang terjadi pada saya?" tanya Sakura sopan dan lembut. Namun tidak dapat menyembunyikan nada khawatir, juga bingung.
Lawan bicara Sakura tersenyum, begitu juga dengan para perawat yang lain. Membuat Sakura menatap heran terhadap senyuman misterius tersebut. Membuat pertanyaan Sakura bertambah banyak dan rumit.
"Astaga, seseorang harus menjelaskanku maksud dari mereka! Ini semua membuatku takut!" erang Sakura dalam hati.
"Aku tidak bisa menjelaskannya di sini. Tapi kau beruntung, Haruno-san," ujar yang lainnya singkat seolah mengerti apa yang ada dipikiran Sakura.
Mendengar ucapan tersebut membuat Sakura semakin menaikkan alis matanya.
"Apa maksud dokter? Bagaimana dengan pendarahan saya?" tanya Sakura lagi seraya mengubah posisi tidurnya menjadi terduduk. Ya, walau ia berhasil terduduk karena sedikit paksaan dalam dirinya yang menahan sakit. Sepertinya perlahan namun pasti, pengaruh obat bius tersebut mulai hilang.
Tetapi, ia kurang yakin, namun ia merasa ada sesuatu benda yang tertanam di celana dalamnya ketika timbul suara "kresek" saat ia bangkit.
"Tenanglah, pendarahan yang kau alami itu karena sel telurmu mati akibat tidak dibuahi, sebut saja periode ini dengan haid atau menstruasi," jelas wanita berambut hitam tersebut. Sakura mulai menggaruk lehernya, pertanda agak bingung.
"Dan yang sedang kau gunakan di dalam celana dalammu bernama pembalut, terkadang juga disebut sebagai roti jepang pada jaman dulu. Itu berguna untuk menyaring cairan darah dari rahimmu agar tidak merembes keluar, nanti kami ajari cara menggunakan, juga peraturannya," lanjutnya seolah tahu perasaan tak nyaman Sakura.
"Dan kau, hmm... 15 tahun? SMP tahun ketiga?"
Sakura hanya mengangguk. Sebetulnya semua penjelasan orang-orang yang ia duga sebagai dokter tersebut cukup merumitkan pikirannya. Namun yang bisa ia lakukan saat ini, hanyalah percaya bahwa dokter pasti memberikan yang terbaik untuknya —karena itulah sebab para dokter dibayar.
Sakura tak ingin mengambil pusing dengan mencerna semua penjelasan asing mengenai haid, roti jepang, atau apapun itu namanya. Yang ia tahu, rasa nyeri sudah mulai menghilang dari bagian perutnya.
Tetapi perihal bagian dalamannya —yang disebut sebagai pembalut atau roti jepang, sepertinya Sakura harus mendengar dan mencerna bagian tersebut.
.
.
.
.
"Saat ini kau akan berada dalam kalangan Reproduk Murni. Tentu kau sudah tahu soal kalangan tersebut. Sakura, kau akan dipindahkan ke asrama khusus RM, dan pasangan Reproduk mu adalah Uchiha Sasuke."
Kalimat itu terus mengiangi indera pendengaran Haruno Sakura. Bahkan sampai dirinya sudah berada di depan pintu tempat asing yang mewah.
Sudah seminggu ini ia tinggal dalam ruangan laboratorium, entah karena suatu alasan Sakura tidak diperbolehkan pulang atau meminta ijin pada kedua orangtuanya.
Ia terus menimang-nimang ingatannya seminggu yang lalu perihal penjelasan terhadap apa yang harus ia lakukan.
"Kalian akan diikat bagai pasangan suami istri, dan kalian akan melakukan reproduk secara alami untuk memiliki keturunan. Tugasmu selama berada di kalangan ini adalah melakukan hubungan tubuh —ah kau pasti akan menyukainya karena itu adalah kegiatan yang paling menyenangkan. Kami menamai kegiatan tersebut dengan seks. Yang perlu kau lakukan adalah mengumpulkan sperma hasil dari orgasme pasanganmu dan kau akan mendapatkan bayaran dari hal tersebut."
Ia bahkan tak mengerti, apa itu seks atau mengumpulkan sperma yang dijelaskan. Itu amat asing dalam pendengarannya selama 15 tahun ini. Mendapatkan bayaran? Jadi itu bagaimana cara mereka mendapatkan uang untuk membayar oksigen dan makanan yang lainnya? Luar biasa. Mungkin bayarannya cukup mahal, pikir Sakura.
Tapi hey! Ia berusaha untuk tidak peduli dengan itu semua. Yang jelas ia merasa senang bisa masuk dalam kalangan langka ini —yang katanya tidak pernah mungkin bisa dimasuki oleh mereka kalangan biasa. Ia merasa spesial dan beruntung. Apalagi mengingat kegiatan bernama seks tersebut dikatakan sebagai kegiatan yang menyenangkan.
Lagi pula, sekarang periode bernama haid tersebut sudah berakhir. Rasanya amat lega tidak perlu merasakan sakit seperti seminggu yang lalu. Tetapi mengingat hal itu akan terjadi padanya setiap bulannya, sepertinya ia tidak bisa bersikap terlalu lega.
"Nah, ini adalah kamar asramamu, Haruno-san dan seperti yang disampaikan oleh Shizune-sensei, kau akan dipasangkan dengan Uchiha Sasuke," ucap sebuah suara yang membuat Sakura tersadar dari pikirannya. Sakura tersentak, ia langsung menatap wanita berambut merah di sebelahnya sambil tersenyum manis.
"Terimakasih sudah bersedia mengantarku," ucap Sakura berusaha bersikap seramah mungkin di kalangan yang baru saja ia masuki. Di mana kalangan tersebut hanya pernah ia dengar dalam buku-buku sejarah dan ditakuti mereka kalangan biasa.
Wanita yang diberi senyuman itu hanya mendelik tak suka.
"Tak usah sok manis. Kau hanya beruntung karena satu-satunya laki-laki yang sudah bermimpi basah hanya tinggal Sasuke, Haruno-san," jawab gadis berambut merah darah itu memandangi Sakura dengan tatapan tak suka sebelum pergi meninggalkannya.
"Menyebalkan, bagaimana mungkin gadis kalangan bawah bisa masuk ke kalangan ini, ditambah dapat berpasangan dengan Uchiha pula," gumam wanita tersebut tak didengar Sakura.
Sakura hanya menatap wanita itu bingung.
"Apa aku melakukan kesalahan hingga ia tidak menyukaiku?" tanya Sakura Haruno dalam hati.
Sakura pun memilih untuk tidak peduli, akhirnya ia mengangkat bahunya dan membuka pintu di depannya. Walau sebetulnya ia sedikit jengkel mendapat perlakuan seperti tadi, juga tatapan-tatapan tak suka di sekitarnya ketika ia datang ke asrama ini.
Iapun mengangkat tangannya menyentuh sebuah panel.
Klik
Dengan sebuah sidikan jempolnya, pintu tersebut terbuka.
.
.
Laki-laki bermata onyx tersebut membelalak kaget. Walau wajahnya masih terlihat tenang dalam ukiran sempurnanya, namun masih terkuar samar-samar aura terkejutnya.
Berulang kali ia membolak-balik buku berwarna hijau di tangannya. Entah bagaimana caranya buku tersebut benar-benar menyita penuh perhatiannya.
"Perasaan cinta dihasilkan oleh hormon dopamine, endorfin, feromon, oxytocin, dan neuropinephrin, eh?" gumam laki-laki berambut raven tersebut. Ia mengerutkan alisnya, menandakan perasaan ingin tahunya semakin besar.
"Lalu kenapa hormon-hormon tersebut sudah tak pernah didengar lagi? Apa karena memang obat yg diberikan perbulan tersebut?" gumamnya lagi masih tetap membolak-balikan buku hijaunya tersebut.
"Hormon apa?"
Tubuh laki-laki tersebut sedikit tersentak. Namun ia tetap menahan ekpresinya agar tidak menimbulkan ekspresi yang terlalu berlebihan.
Mata onyxnya berputar, menengok ke belakang tempat asal suara tersebut berada.
Ia langsung memejamkan matanya tak peduli, menutup buku hijaunya tersebut rapat-rapat lalu bangkit dari tempat duduknya. Diletakannya buku hijau tersebut dalam rak lemari buku.
"Tidak sopan masuk seenaknya. Ia pasti si kalangan bawah itu", gerutu Sasuke dalam hati.
"Hey, kenapa kau mengabaikanku?" ucap Sakura yang justru masih tak dipedulikan laki-laki tersebut.
Ia pun berjalan menuju hadapan laki-laki yang memiliki tubuh atletis tersebut.
"Namaku Haruno Sakura, dan kau?" lanjut Sakura tersenyum manis seraya mengulurkan tangannya di depan laki-laki tersebut.
Lelaki tersebut berdengus, menarik nafasnya panjang dan memilih untuk duduk mengabaikan gadis berambut pink tersebut.
Sakura yang merasa diabaikan mulai menarik tangannya dan tetap diam di tempat.
"Sepertinya orang-orang dalam kalangan ini kurang ramah," pikir Sakura mengingat perlakuan wanita berambut merah yang mengantarnya kemari.
"Kau tak perlu bersikap ramah denganku, kalangan bawah," sebuah suara akhirnya membuat Haruno Sakura berbalik. Hm, sepertinya laki-laki berambut raven tersebut mulai berbicara.
"Tak perlu bersikap sok tidak tahu, aku yakin kau sudah tahu bahwa aku adalah Uchiha Sasuke. Jangan pernah berpikir aku akan melakukan tugas yang menjadi alasan kita terkumpul di sini. Aku sama sekali tidak tertarik," ucap Sasuke sinis seraya meninggalkan ruang tamu tersebut.
Sakura menggertakkan giginya kesal, "Astaga! Bagaimana bisa diriku direndahkan seperti ini."
Ia benar-benar sebal, apalagi dengan semua tatapan mereka para Reproduk Murni yang selalu menatapnya dengan tatapan tak suka. Baru tadi ia mendapat perkataan tak sopan, sekarang ia mendapatkannya lagi dari orang yang berbeda.
"Astaga! Apa mereka tidak diajari sopan santun dalam bergaul? Walaupun aku kalangan non RM, tapi aku juga tidak berkekurangan di kalangan tersebut karena ayahku adalah seorang pengusaha! Tak pernah aku direndahkan seperti ini!"
Dengan satu gerakan gesit gadis bermata emerald tersebut sudah mendorong kasar laki-laki bermarga Uchiha tersebut.
Sasuke terkejut, hingga terjatuh. Ditambah pandangan marah dari gadis berambut pink tersebut membuatnya merasa sedikit bingung. Bagaimana bisa ada ekpresi semengerikan tersebut? Rasanya, ia mengenal ekpresi tersebut. Namun sudah sangat lama ia mendapati ekpresi tersebut hingga ia nyaris melupakannya.
"Aku tahu bahwa diriku mungkin berbeda dari kalian, tapi bukan berarti kalian semua mencaci tak sopan padaku!" bentak Sakura keras.
Uchiha Sasuke sedikit terkejut, namun ia tetap berusaha menyembunyikan ekpresinya tersebut. Dengan sikap tenang, ia bangkit meninggalkan Sakura dalam ruang tamu. Bisa di rasanya Sakura masih menatapnya dengan tatapan amarah.
Sakura Haruno masih menatap sebal pada pemilik onyx yang menurutnya tak sopan tersebut. Bahkan sampai pintu ruangan yang diduganya sebagai ruang tidur tersebut berdecit tanda tertutup, Sakura masih menatapnya sebal.
Selang beberapa menit, Sakura memilih untuk mengalihkan pandangannya karena ada hal yang lebih menarik mencuri pandangannya.
"Sakura Haruno, ditemukan meninggal karena pendarahan luar biasa yang akhirnya langsung di kubur oleh para dokter Konoha."
Sepertinya ia tidak bisa pulang lagi.
.
Mata onyx tersebut berkelut. Penuh perasaan yang tak menentu. Dalam seketika sekelibut wajah terukir dalam benaknya. Wajah yang sering menunjukkan ekspresi sama dengan gadis yang baru saja datang tersebut.
Wajah ekspresif yang selalu menunjukan ekspresi wajahnya tanpa memandang siapa dirinya atau apa statusnya. Wajah dengan ukiran yang sama dengan wajah tampannya, bedanya rambut panjang dan bibir merahnya membuat wajah wanita dalam benaknya terlihat amat cantik.
Namun, sudah cukup lama ekspresi tersebut hilang dalam ingatannya.
"Kaa-chan...,"
Ia langsung mengambil beberapa obat yang berada di laci dekat kamarnya. Sudah cukup lama ia mencoba untuk tidak meminum obat yang diduga sebagai pembunuh hormon-hormon penghasil perasaan cinta.
Awalnya ia ragu terhadap hipotesisnya karena sudah hampir satu tahun sejak ia mendapatkan mimpi basah pertamanya, ia tidak pernah meminumnya lagi. Ia kira, dengan begitu ia bisa merasakan cinta seperti yang ditulis dalam buku hasil penelitian mendiang ibunya. Namun ia tidak pernah merasakan apapun yang bernama ketertarikan untuk melindungi pasangan yang ditulis ibunya.
Ciri-ciri kau jatuh cinta yang pertama adalah kau akan merasakan degupan jantung tak terkira.
Apa mungkin dirinya sedang merasakan cinta?
Ia menggenggam erat obat-obat tersebut, berusaha menimbang.
Akhirnya ia meremas obat-obat tersebut dan langsung membulatkan tekadnya. Ada banyak hal yang harus ia selidiki. Terutama tentang cinta yang sudah menjadi dongeng di zamannya. Juga menyelidiki penyebab kematian sang ibu yang berusaha mempertahankan semua hasil penelitiannya —yang sekarang entah disimpan dimana sehingga Sasuke hanya bisa melanjutkan penelitian yang ada di rumahnya.
Sepertinya, hubungan Uchiha Sasuke dan Sakura awalnya memang akan buruk. Namun akan ada hasrat terpendam yang tak pernah diketahui publik.
Dan, sebuah misteri baru akan terpecahkan oleh Uchiha Sasuke.
To Be Continue
A/N:
Kiyuchire: Terimakasih kepada para reviewer yang sudah masuk ke kotak review kami. Kami sangat menghargai dan menerima dengan senang hati setiap masukan yang ada (bahkan flame) selama dapat meningkatkan mutu penulisan kami sekaligus mendekatkan fic ini dari kata sempurna—walau mungkin masih amat sangat jauh dari kata itu :)
Floral White : Tugasku untuk chap ini cuman mem-beta saja. Tapi jika masih ada typos yang tertinggal, mohon maaf yaa. Terima kasih juga untuk kalian yang sudah menyempatkan diri untuk me-riview prolognya, dan tentu saja untuk para silent reader yang sudah mampir. Oy, ini pertama kalinya kami membuat fic dengan tema scifi kayak begini, jadi harap sedikit maklum jika masih banyak hal-hal yang masih mengganjal —atau mungkin tidak dapat diterima logika— di fic ini. Terima kasih^^
zhaErza: Holaa... Kalau aku tugasnya cuma mempublish dan membalas para reviews di prolog... hehe *bingung mau bilang apa lagi, soalnya udah diwakilkan sama Kichan dan Linchan. :3 ok deh mungkin tugas ku juga baca-baca ulang lagi, agar ff ini bebas dari typo. Yup, untuk akhir kata... terima kasih untuk semuanya ya. :D
Balasan:
BronzeQueen18290: Sip... udah lanjut nihhh...
febri feven: Okehhhh...
ichiro kenichi: Terima kasih... okeh dah lanjut, dan salam kenal juga dari FloZhaKI :D
chika zhee: Terima kasih ya... memang menguras otak sih. Semoga kalian ikut berkhayal juga ya XD
Kumada Chiyu: He'em ini masih prolog... soalnya kan temanya masa depan, jadi di jelasin aja dulu. :D Terima kasih ya, dan okeh deh di update kilat.
uun inu1415: Terima kasih, Wokeh di lanjut :D
Aozora Straw: Iya, lanjut kok... ini hasil khayalan tingkat dewa kami FloZhaKi, hehe dan tentunya juga dari diskusi kami yg cukup alot. XD
Hotaru Keiko: Terimakasih, wokeh deh.
Lukireichan: Hemmm serem apanya ni? hehe
Uchiha Cherry Rania17: Terima kasih, akan diusahakan ya update kilat...
sawada shizu: Oy, Shizuchan. Ini ane (Zha Erza) hehe Sankyuu... :* Makasih ya atas dukungannya. Yosss... udah lanjut nih dan silahkan baca ya.
whoever: Oh ya, gomen... lupa soal itu. Memang bener itu berbeda, dan terima kasih atas pemberitahuannya ya. Itu sangat membantu... Tapi nanti kami akan membuat cerita yang berbeda mengenai Kloning dan Bayi tabung, dan kami juga membawakan tema masa depan. Jadi, kami akan membuat apapun yang kami khayalkan di masa depan dan kemungkinan akan berbeda dengan fakta sekarang ini. Tapi, kami menerima masukan kamu dan sudah membuat bahwa kloning dan bayi tabung berbeda. :D Hmmm...yang jelas nanti kami akan sedikit merubah tentang kedua hal itu dan membuatnya sesuai dengan konsep dan khayalan kami. :D
Guest: Wokeh deh.
guest: Terima kasih :D memang khayalan yg lumayan sulit hehe :D
hanazono yuri: Ok deh dilanjut kok.
Black Night Sky: Terima kasih, ok.
missgamb: He'em udah lanjut nih... semoga suka ya. :)
Hanna Hishiko: Hai juga, yup ini masih prolog. Udah lanjut nih.
Salam sayang,
FloZhaKi
