Terimakasih kepada para pembaca yang setia menantikan fic ini :)

Kami telah memutuskan untuk rajin meng-update fic ini paling telat setiap hari sabtu pukul 19.00 :D

Kami akan mengusahakan ketepatan waktu kami, tetapi apabila ada suatu sebab yang membuat kami telat, mohon maaf :') kami berusaha sebisa mungkin menepati tenggang waktu kami.

Selamat membaca!

Reproduk Murni

By: FloZhaKi

(Collaboration of Floral White, zhaErza, and Kiyuchire)

Naruto Belong Kishimoto Masashi

Haruno Sakura & Sasuke Uchiha

.

.

.

Chapter Two


Sakura melemparkan diri di kasur queen size yang sudah tersedia di dalam kamarnya. Emerald-nya menatap kosong pada langit-langit kamar yang warnanya hampir senada dengan rambutnya, namun sedikit lebih gelap. Dia tidak terima, bagaimana mungkin ia yang masih bernapas hingga sekarang ini bisa dikatakan sudah meninggal karena pendarahan?

Sebenarnya apa yang terjadi? Apa yang salah dengan semua ini. Bagaimana dengan ayah dan ibunya? Apakah mereka akan membuat bayi kloning baru untuk menggantikannya? Memikirkan ibu dan ayahnya yang melupakan dirinya dan sibuk mengurus bayi baru mereka membuat Sakura marah. Dia ingin menemui mereka. Mengatakan pada mereka kalau ia masih hidup. Namun bagaimana caranya? Otaknya mencoba untuk berpikir mencari jalan keluar, tapi sama sekali tidak ditemukannya. Pikirannya buntu. Malah, ia kembali terngiang dengan perkataan beberapa suster yang mengatakan padanya bahwa ia sangat beruntung.

Bagaimana mereka bisa mengatakan dia beruntung? Perutnya sakit dan bagian kewanitaannya mengeluarkan cairan merah yang terlihat menjijikkan. Dan sekarang ia dipindahkan ke tempat asing seperti ini. Meskipun Sakura sering mendengar tentang asrama khusus dari kalangan RM ini, namun ia sama sekali tidak merasa beruntung bisa menginjakkan kakinya di sini. Apalagi ia diharuskan untuk melakukan "kegiatan reproduk" dengan seorang yang sangat angkuh seperti Sasuke.

Cih! Dia tidak sudi. Meskipun Sakura sama sekali belum mengerti maksudnya, tapi ia bisa membayangkan hal itu tidak akan akan menyenangkan. Apalagi harus berpasangan dengan bajingan sombong seperti Sasuke.

Atau mungkin ia harus kabur dari tempat ini dan pulang ke rumah orang tuanya?

Pemikiran yang bagus. Tapi, bagaimana caranya? Dia sama sekali tidak tahu berada di mana sekarang.

Sakura sudah mencoba untuk menghubungi orang tuanya, namun hasilnya nihil. Ponsel canggih yang dihadiahkan ayahnya saat usianya menginjak lima belas tahun itu sudah raib saat ia dibawa ke sini. Entah ke mana ponselnya itu. Padahal di ponsel itu tersimpan semua hal-hal pribadinya. Termasuk foto-foto ia dan ayahnya, juga ibunya dan fotonya saat masih kecil. Dan sekarang, harta karun paling berharga miliknya lenyap sudah. Namun bagaimana jika orang tuanya memilih untuk benar-benar membuat bayi kloning untuk menggantikan dirinya? Untuk sementara, Sakura tidak ingin memikirkan hal itu dulu. Dia tidak boleh berprasangka buruk pada orang tuanya.

o0o

Semenjak Sakura dibawa ke laboratorium, ia sama sekali belum pernah bersentuhan dengan air—kecuali saat minum. Meskipun malas, Sakura turun dari ranjang nyaman tersebut. Kaki jenjang tanpa alasnya menapaki lantai yang terbuat dari marmer tersebut. Sebelum memasuki kamar mandi, ia terlebih dahulu menyiapkan baju yang akan dikenakannya nanti. Sepasang piyama berwarna turquise polos.

Ketika memasuki kamar mandi, Sakura sedikit terhenyak dengan kemewahan ruangan itu. Sakura meneliti setiap sudut kamar mandi yang menurutnya sangat luas tersebut, bahkan luasnya tiga kali lipat dari kamar mandi di rumahnya. Sebuah westafel berwarna seperti batu ruby dengan keran perak yang menjulang di atasnya berada di dekat pintu masuk. Ada juga bathub yang ukurannya lumayan besar, dan di sebelahnya ada tempat shower yang dibatasi oleh sekat menyerupai kristal.

Dari pertama masuk, manik emerald itu sudah tertarik pada bathub mewah itu. Dan tanpa pikir panjang lagi, Sakura segera menghampiri tempat yang akan menjadi favoritnya di kamar mandi itu. Sakura memilih untuk mandi dengan air hangat kali ini, ia juga telah mencampurkan beberapa wewangian di dalamnya untuk menambah relaksasinya. Setelah airnya sudah cukup di bathub, Sakura kemudian membuka seluruh pakaiannya dan masuk ke dalam air. Baju dan rok yang dikenakannya ia lemparkan ke dalam keranjang cucian yang tidak jauh darinya.

Sakura membenamkan seluruh tubuhnya hingga ke bawah hidungnya. Matanya terpejam menikmati sensasi menyegarkan dan wangi relaksasi yang dihasilkan oleh wangi lavender bercampur vanili. Sakura juga menambahkan aroma bunga sakura di sana. Entah bagaimana jadinya perpaduan wewangian tersebut, hanya Sakura yang tahu.

Beberapa menit, Sakura sangat tenang dan nyaman dengan tubuhnya yang terasa ringan. Kini ia tengah bersandar dengan kedua tangan menyangga kepalanya.

Sakura tahu, segala sesuatu yang ada di asrama ini memang sangat menakjubkan, bahkan kamar mandinya. Namun, Sakura yakin orang-orang disini pasti isinya manusia brengsek semua. Lihat saja si Sasuke, lelaki angkuh nan mengesalkan itu. Ugh, memikirkannya saja membuat perutnya mual.

Hoek!

.

.

.

Sakura keluar dari kamar mandi setelah tiga puluh menit berada di sana. Dengan sehelai handuk yang melilit tubuh mungilnya, Sakura keluar dari kamar mandi. Gadis merah jambu itu melirik jam digital yang berada di atas tempat tidurnya. Baru jam setengah delapan malam rupanya, dan perutnya sudah mulai berontak meminta untuk diisi.

Dengan cepat, Sakura mencari baju ganti dan mengeringkan rambutnya dengan hairdryer yang sudah tersedia di meja rias. Benda tersebut tidak menghasilkan udara panas yang akan merusak rambut, melainkan terasa sejuk dan dalam satu menit rambut basah akan langsung mengering sempurna.

"Cepat sekali, padahal punyaku dua menit baru bisa kering," komentar Sakura. Sakura mendecih, kenapa teknologi untuk para manusia RM lebih canggih dari kalangan dirinya? Pemerintah benar-benar tidak adil, pikirnya kesal.

o0o

Sasuke yang baru selesai mandi membuka tirai jendela balkonnya. Ia bisa melihat jelas menara tertinggi yang yang berada di pusat kota. Manik kelamnya menatap tajam bangunan mewah itu dengan pandangan yang sulit di artikan. Irisnya terkadang terlihat sendu namun dalam sedetik langsung berubah penuh kebencian. Meskipun bangunan tersebut sangat mewah, namun Sasuke sama sekali tidak terkesan. Bahkan ia membencinya, karena di bangunan itulah semuanya di mulai. Membuat hidupnya menjadi seperti ini, semuanya hancur begitu saja.

Tetapi Sasuke tahu, bangunan megah bertahtakan berlian itu menyimpan sebuah rahasia besar. Dia ingat, dulu ibunya pernah memberitahunya. Bahwa di dalam bangunan itu, tersembunyi semua jawaban dari segala penelitian yang tengah dilakukan ibunya. Saat itu, Sasuke sempat ingin masuk ke sana jika saatnya tiba dan akan membantu ibunya memecahkan misteri yang tengah ditelitinya. Namun, kejadian malam itu membuatnya mengubur semua keinginan itu. Malam tragis yang membuatnya kehilangan wanita yang paling berarti dalam hidupnya, dan malam itu juga ia dikhianati oleh orang yang paling dipercayanya.

Malam Sasuke kehilangan semuanya. Ibunya, kakak yang sangat dikaguminya dan tujuan hidupnya.

Sasuke tersadar dari pikirannya, ia masih mengenakan handuk putih polos yang melilit bagian pinggangnya. Mengambil napas panjang, kemudian menghembuskannya perlahan. Berharap pikirannya bisa melupakan masa lalunya sejenak. Pemuda enam belas tahun itu menghampiri lemarinya yang langsung terbuka otomatis hanya dengan sebuah jentikan jari saja. Sasuke lalu mengambil celana pendek dan T-shirt biru dengan lambang Uchiha di bagian lengannya. Dan setelah selesai, pintu lemari akan tertutup dengan sendirinya.

Rambutnya masih basah, namun Sasuke hanya mengeringkannya dengan handuk saja, terlalu malas menggunakan pengering rambut. Setelah menaruh handuk di dalam lemari khusus untuk pengering pakaian, Sasuke lalu mengambil sebuah benda yang biasanya dipakai untuk berkomunikasi itu.

Sasuke melihat ada sepuluh pesan yang diterima oleh ponselnya. Sasuke lalu memilah untuk membaca pesan yang berasal dari orang yang dikenalnya saja. Isinya sama saja, tidak ada yang penting. Semua teman-temannya hanya menanyakan tentang pasangan reproduknya. Sasuke lalu menghapus semua pesan yang masuk dan mulai melihat-lihat folder di dalam ponselnya itu.

Selang beberapa saat, ponselnya bergetar menandakan sebuah pesan yang masuk. Dan ternyata itu dari sahabat berisiknya, Naruto. Pemuda aneh yang terkadang menyeretnya ke dalam kekacauan karena keingintahuan besarnya. Namun, hal itu terkadang membawa masalah bagi mereka. Sampai sekarang, Sasuke masih bingung bagaimana ia bisa berteman dengan orang seperti Naruto yang sangat bertolak belakang dengan dirinya. Dan hingga saat ini, Sasuke belum tahu jawabannya. Bahkan ia sudah malas mencari tahu tentang hal itu.

Ternyata, Naruto mengirimkannya sebuah video berdurasi kurang dari sepuluh detik. Sasuke membuka kiriman Naruto dari ponselnya dan dia hanya mendengus mendengar perkataan Naruto. Melalui ponselnya yang ditaruh di atas meja, sebuah hologram menyerupai Naruto tengah berbicara dengan suara keras di sana. Sedangkan Sasuke hanya bisa mneggerutu tidak jelas karena Naruto mengirimkan video bodoh seperti itu.

"Kau harus menceritakan bagaimana first time-mu dengan pasanganmu, Teme! Selamat bersenang-senang!" hologram yang menyerupai Naruto itu berkata dengan kedua jempol yang diacungkan pada Sasuke. Tidak ketinggalan, seringai mesumnya terpatri di bibirnya.

"Dobe!" desis Sasuke pada hologram yang sudah menghilang tersebut.

Lalu, bau aneh tercium oleh hidungnya. Bauh tidak enak yang bisa merusak saluran pernapasannya. Dalam sekejap, pemuda itu sudah keluar dari kamarnya mencari sumber masalah.

.

.

.

.

.

Sakura mengelus perut ratanya yang mengeluarkan bunyi aneh, pertanda untuk segera minta diisi. Ketika membuka kulkas, ia hanya menemukan beberapa sayuran dan daging ayam fillet. Karena Sakura belum pernah memasak sebelumnya, gadis itu langsung memasukkan semua bahan utuh ke dalam panci dan memberinya sedikit air. Lagipula, teknologi RM lebih canggih dari milik para kloning, jadi benda-benda ini pasti bisa membuat sup enak, pikirnya. Sakura juga menambahkan bumbu-bumbu yang tidak ia ketahui namanya itu. Dan setelah semuanya siap, Sakura lalu menaruh panci di atas sebuah benda berwarna silver berbentuk bulat yang ukurannya sagat pas dengan panci yang digunakannya. Setelah menekan tombol "cook" dan mengatur temperatur dan waktunya, Sakura lalu menyiapkan sebuah piring dan sendok di atas meja. Yang harus dilakukannya sekarang, hanya tinggal menunggu supnya matang sempurna.

Setelah lima menit, Sakura menguap karena merasa bosan. Dan tanpa sadar, kepalanya jatuh perlahan di atas meja diikuti kelopak matanya yang mulai terpejam. Sakura tertidur, dia tidak menyadari uap yang mengepul keluar dari dalam panci. Semakin lama, uap yang keluar semakin banyak. Sedangkan Sakura, ia semakin terlelap dalam tidurnya. Bahkan saat uapnya berubah menjadi warna hitam, Sakura masih terbuai di alam bawah sadarnya. Meskipun masakanya sekarang sudah menimbulkan bau yang kurang sedap, Sakura sama sekali belum menyadarinya.

"Bangun bodoh! Apa kau mau membuat udara beracun?!"

Sakura yang masih tertidur hanya mengernyitkan dahinya, namun setelahnya ia kembali terlelap kembali mengabaikan seorang pemuda yang tengah berdiri dengan wajah kesal di sampingnya.

Gadis itu belum menyadarinya.

Sasuke yang kesal kemudian menggebrak meja, dan kali ini berhasil. Sakura terbangun dengan wajah shock dan mata melebar.

"Apa yang kau lakukan, bodoh!" geram Sakura marah. Tidak terima waktu tidurnya diganggu. Dia memang agak sensitif jika baru bangun tidur, meski tidurnya hanya sebentar.

Iris emeraldnya menatap tajam manik kelam Sasuke yang seolah mengebor matanya itu.

"Cih, dasar kalangan rendahan. Lihat, apa yang telah kau lakukan," ujarnya menahan kekesalan karena telah dipanggil dengan sebutan bodoh oleh gadis asing di depannya.

Sakura mengikuti arah pandang Sasuke, dia langsung terkejut melihat panci yang berisi supnya mengeluarkan asap hitam pekat.

Sial! Supnya gosong, bagaimana bisa, geram Sakura dalam hati.

Sakura langsung menekan tombol off dan membuka penutup panci yang gagangnya terbuat dari bahan anti panas. Karena itu Sakura tidak perlu menggunakan kain untuk melapisi tangannya.

Bagaimana kecewanya Sakura saat melihat supnya hangus, menyisakan wortel utuh namun sudah berubah menjadi hitam. Begitu juga dengan kentang, dan sayur-sayuran yang lainnya. Bahkan ayamnya sudah seperti abu gosong. Apa yang salah? juga sudah mengatur timer dan juga temperatur suhunya. Tapi kenapa jadi gosong begini. Kalau begini jadinya, sepertinya ia harus menahan lapar hingga pagi. Sakura hanya bisa menghela napas, mengasihi dirinya sendiri.

Pindah ke asrama khusus RM memang sebuah bencana.

Sakura tidak menyadari Sasuke yang tengah berdiri di belakangnya, gadis itu masih sibuk meratapi sup gosongnya, dan kemungkinan ia tidur dengan perut kosong.

Sasuke terkekeh geli melihat bahan makanan yang sudah berubah menjadi hitam tersebut. "Dasar kalangan rendah, teknologi seperti ini saja kau tidak tahu," ejeknya sinis.

Sakura yang tidak terima langsung berbalik dan melotot tajam pada pemuda yang tengah menyeringai merendahkan padanya.

"Aku bukannya tidak tahu teknologi, hanya belum bisa memasak, bodoh!" semburnya marah. Iris hijaunya kini berubah agak gelap, menandakan betapa kesalnya Sakura. "Dan berhenti memanggilku kelas rendahan, bajingan! Namaku Haruno Sakura, apa otakmu terlalu kecil hanya sekedar untuk mengingat nama seseorang, heh?!" Sakura menatap Sasuke dengan pandangan sinis dan meremhkan.

Warna wajah Sasuke sedikit memerah karena marah. Berani-beraninya gadis pink berjidat lebar ini mengatainya seperti itu. Apa dia tidak tahu siapa itu Uchiha Sasuke. Ah, tentu saja. Dia 'kan dari kalangan kloning rendahan itu. Tetapi, bukannya dia sangat terkenal bahkan hingga kalangan manusia kloning? Atau mungkin gadis di depannya ini sangat bodoh sehingga tidak tahu dirinya. Ya, mungkin pemikiran yang terakhir yang benar.

"Aku tidak sudi mengingat nama gadis bodoh dari kelas rendahan sepertimu!" balas Sasuke tidak kalah sinis. Pemuda itu menyeringai, "Aku akan membuatmu merasa menyesal karena telah hidup," ancamnya kemudian. Manik kelamnya bersinar penuh kebencian.

Sedangkan Sakura yang diancam seperti itu hanya bisa tertawa.

"OH, lakukan saja, bajingan! Aku tidak akan mundur," tantangnya. Seringai tipis tersungging di bibir peach-nya. "Mungkin sebaliknya, aku yang akan membuat hidupmu seperti di neraka. Dari dulu, aku memang tidak suka orang-orang dari kalangan kalian. Dan setelah bertemu denganmu, aku semakin membenci mereka. Khususnya kau, Uchiha Sasuke-teme!" Sakura menutup sesi ceramahnya dengan sebuah senyum simpul yang terpatri manis di wajahnya.

Warna merah semakin menjalar di kulit pucat Sasuke, pemuda itu seolah ingin meledak dan melempar gadis di depannya keluar dari dalam asrama ini. Mereka baru bertemu beberapa jam, sekarang emosinya sudah meningkat drastis seperti ini. Hal ini tentu tidak baik untuk kesehatannya.

Dengan tatapan mematikan, Sasuke melangkah dan berdiri tepat di hadapan Sakura. Kedua ujung sendal mereka bertemu. Onyx milik Sasuke kini menatap tepat pada iris emerald gadis di depannya, mencoba mengintimidasinya. Namun ia bisa melihat kalau gadis dari kalangan rendahan itu tidak gentar sedikitpun. Karena tahu ancaman biasa tidak berdampak apa-apa pada gadis keras kepala ini, akhirnya Sasuke memilih cara yang pernah diajarkan oleh kakaknya dulu. Sekilas, perasaan kehilangan muncul di benaknya sata mengingat tentang pemuda yang paling dikaguminya. Namun dengan cepat, Sasuke mengesampingkan perasaannya saat ia ingat dengan gadis pink yang masih berdiri membalas tatapannya.

"Tidak takut, eh. Bagaimana kalau ini?" batin Sasuke kejam.

Dengan sigap, Sasuke memegang tengkuk Sakura dengan tangan kanannya. Sedangkan lengan kirinya melilit pinggang ramping gadis itu. Dan dalam hitungan mili second, Sasuke sudah menempelkan bibirnya pada bibir kenyal Sakura.

Sakura yang sangat terkejut dengan tindakan Sasuke menjerit kaget. Namun mulutnya yang terbuka memberikan akses muda bagi Sasuke untuk menyerangnya lebih dalam. Sakura merasakan sebuah benda hangat tak bertulang memasuki gua hangatnya. Rasanya geli, benda yang ternyata adalah lidah Sasuke itu membelai semua bagian dalam mulutnya. Dan sekarang, Sakura tidak bisa berkutik saat lidah Sasuke melilit lidahnya dengan ganasnya. Sakura merasakan paru-parunya mulai kekurangan oksigen.

Meskipun Sasuke terlihat lihai dengan aksinya, namun ini adalah pertama kalinya ia melakukan hal seperti itu. Tetapi mengai teknik-tekniknya, dulu Itachi pernah menjelaskannya sedikit. Menurut kakaknya itu, ini adalah salah satu cara untuk menutup mulut wanita yang cerewet. Maklum saja, Itachi memang mendapat pasangan reproduk yang tidak kalah cerewetnya dengan Sakura. Makanya, Sasuke mencoba cara yang telah diberitahukan Itachi sebelumnya. Dan sepertinya berhasil, gadis di pelukannya tidak berkutik sama sekali. Sakura memang sempat mencoba keluar dari kungkungannya dengan memukul dadanya, namun tidak berhasil. Tenaga Sasuke lebih kuat dari tenaga Sakura.

Eh, apakah ini artinya Sasuke menerima Sakura sebagai pasangan reproduknya? Entahlah, hanya waktu yang bisa menjawab.

o0o

Lima menit telah berlalu, namun Sasuke masih berusaha untuk menaklukkan Sakura dengan caranya itu. Dia bisa merasakan napas Sakura yang sudah mulai tersengal-sengal, namun tidak dipedulikannya. Sasuke masih saja terus melumat semua yang ada dalam rongga mulut Sakura, entah kenapa terasa sangat adiksi. Mendengar napas Sakura yang semakin berat, menimbulkan rasa iba di hati Sasuke. Pemuda itu mencoba untuk menepis perasaan yang paling dibencinya itu, namun tidak bisa. Akhirnya, ia melepaskan pagutannya dan membiarkan Sakura menghirup oksigen sebanyak-banyaknya.

Bekas saliva terlihat jelas di sudut bibir keduanya. Wajah Sakura sudah sangat merah. Dengan mulut terbuka, ia mencoba meraup oksigen sebanyak-banyaknya, mengisi kembali paru-parunya yang kosong. Dadanya naik turun dengan cepat, menandkaan betapa hebatnya serangan yang telah dilakukan Sasuke.

Tidak berbeda dengan Sakura, Sasuke juga terlihat hampir sama. Namun, pemuda itu masih bisa mengendalikan ekspresinya. Tetapi, bekas saliva nampak jelas di kedua sudut bibirnya.

"K-Kau!" geram Sakura, napasnya masih belum stabil. Ia ingin memaki pemuda di depannya karena hampir membunuhnya.

Sasuke mengernyit, apa masih belum cukup pikirnya. Sepertinya dia harus melakukannya lagi.

Dan benar saja. Sasuke kembali merengkuh pinggang Sakura, dan tangan besarnya menekan tengkuk gadis itu. Dalam sekejap, bibir mereka kembali menyatu. Namun kali ini, bibir Sakura tertutup rapat membuat Sasuke kesal. Tanpa Sasuke ketahui sebabnya, ia ingin kembali menjelajah gua hangat milik Sakura. Ada perasaan aneh yang bersarang di dadanya saat melakukan hal itu tadi, perutnya juga ikut berkontraksi. Dan Sasuke ingin merasakan sensasi itu lagi.

Sakura masih megatupkan bibirnya kuat, kali ini, ia tidak ingin kalah dari pemuda berengsek ini. Karena itu dengan sekuat tenaga ia menutup bibirnya, tidak membiarkan lidah Sasuke kembali menyerang mulutnya. Bisa-bisa ia mati jika Sasuke melakukannya lagi.

Namun, pertahanan Sakura runtuh, Sasuke menggigit bibir bawah Sakura membuat gadis itu tanpa sadar membuka mulutnya karena merasa terkejut. Tanpa membuang kesempatan, Sasuke langsung melesatkan lidahnya dan menyantap mulut Sakura yang memberinya rasa baru yang tidak dikenalnya.

Seperti sebelumnya, Sakura berontak. Namun tetap kalah oleh Sasuke, apalagi tenaganya yang tersisa sudah sangat limit, ditambah dia belum makan malam. Mau mendapatkan energi darimana, coba?

Tangan mungil Sakura mengepal erat di baju Sasuke, ia mencari topangan karena merasakan kakinya sudah tidak sanggup menahan berat badannya. Sasuke yang masih belum ingin melepaskan Sakura, mengeratkan pegangannya pada pinggang Sakura. membuat gadis itu kembali berdiri sempurna.

Sesungguhnya, Sasuke juga tidak tahu apa yang sedang dilakukannya ini. Ia hanya mengikuti instingnya belaka, mengikuti cara Itachi saat membuat pasangannya tutup mulut dan mengikuti semua perintahnya. Dan Sasuke ingin melakukan hal yang sama pada Sakura. Dia ingin membuat Sakura bertekuk lutut padanya, dan menyuruhnya melakukan apa saja permintaannya. Karena golongan dari kelas rendahan seperti Sakura seharusnya menajdi budaknya. Begitulah yang ada di pikiran Sasuke.

.

.

.

Tanpa terasa, Sasuke menjalajahi mulut Sakura hampir sepuluh menit. Namun tidak ada niatan untuk berhenti. Sasuke masih menikmati kegiatannya ini. Apalagi Sakura sekarang sudah pasrah dan mengikuti alur lumatannya.

Namun, suara pintu terbuka memaksa menghentikan kegiatannya. Dan Sasuke juga dengan sangat enggan melepas pagutannya. Tanpa melepaskan Sakura, Sasuke menengok pada tamu tak diundangnya. Di depan pintu dapur, berdiri seorang lelaki berumur tiga puluhan dengan rambut perak yang melawan gravitasi.

"Sepertinya, kau sudah memulai tahapannya, Sasuke?" pria itu tersenyum di balik topengnya, namun matanya terlihat berkedut pertanda ia memang tengah tersenyum.

Sasuke hanya mendengus, "Ada apa?" tanyanya kesal. Sasuke masih memegang Sakura yang telah lemas di pelukannya.

" Hormonmu mengerikan," cibir Kakashi melihat Sasuke yang marah-marah seperti itu.

"Tutup mulutmu, dan jawab pertanyaanku?" kesal Sasuke.

"Kau ini," ujar Kakashi mendesah. "Tsunade-sama ingin bertemu denganmu juga pasangan reprodukmu," katanya menjelaskan seraya melirik Sakura yang telah pingsan di pelukan Sasuke. "Sasuke agresif sekali sampai membuat pasangannya pingsan hanya dengan ciuman," batin Kakashi bangga.

"Tapi, aku akan mengatakan padanya bahwa kalian tidak bisa bertemu sekarang." Kakashi myyeringai mesum pada Sasuke, "Kau bisa menemuinya besok, dan jangan lupa bawa pasanganmu itu," imbuhnya kemudian.

"Hn." Sasuke bergumam sebagai jawaban.

"Aku akan pergi, dan kau bisa melanjutkan kegiatanmu sebelumnya," goda Kakashi lalu menghilang di balik pintu.

Sasuke mendengus sebal mendengar godaan Kakashi. Lalu perhatiannya kembali pada gadis merah jambu di pelukannya. "Bangun bodoh!" desisnya. Namun tidak ada jawaban sama sekali. Menggeram kesal, Sasuke mengangkat Sakura dengan bridal style dan membawa gadis itu kembali ke kamarnya.

"Sudah bodoh, menyebalkan, merepotkan pula," gerutu Sasuke sepanjang jalan menuju kamar Sakura yang terletak tepat di samping kamarnya. "Dasar kalangan rendahan," lanjutnya.

o0o

Sasuke mendesah panjang. Manik kelamnya masih bersinar di dalam kegelapan. Dia tidak bisa tidur, mengingat apa yang telah dilakukannya dengan gadis dari kalangan bawah itu. Telapak tangan kirinya masih memegang dadanya, merasakan detak jantungnya yang masih berdetak di atas normal.

Apa yang salah dengan dirinya? Apakah dia terserang penyakit karena sudah melakukan kontak dengan gadis merah jambu itu. Rasanya tidak mungkin, gadis itu pasti sudah melakukan segala macam pemeriksaan terlebih dahulu sebelum masuk ke asrama ini. Sasuke tahu, pengecekan kesehatan yang diterapkan di sini sangat ketat. Jadi, sangat kecil kemungkinan jika Sakura terkontaminasi penyakit. Lalu apa penyebab jantungnya yang berdebar-debar tidak seperti biasanya ini?

Apa ini gara-gara Sakura?

Oh, tidak! Sasuke mengutuk dirinya karena otaknya ternyata menyimpan nama gadis dari kalangan rendah itu.

Sial! Kenapa bisa?

.

Dan malam itu, baik Sasuke maupun Sakura tidak bisa tidur tenang. Mimpi-mimpi Sasuke dihantui oleh gadis bermahkota soft pink yang menjadi pasangan reproduknya, sedangkan Sakura terganggu oleh rasa lapar karena belum makan semenjak siang.


To be Continued


A/N:

Floral White : Ah~ Akhirnya selesai juga chap ini. Kichan dan Zhachan, maaf kalo hasilnya kurang memuaskan. Otak lagi buntu ide nih #alasan. Kalian pasti bisa memperbaikinya di chap selanjutya 'kanXD

Untuk readers dan riviewers, tidak bosannya kami mengucapkan terima kasih karena sudah membaca dan meninggalkan tanggapan kalian di fic ini. Sankyuu minna!

zhaErza: Hai hai minnasan... Yosssaaa... Akhirnya chap 2 selesai juga Hehehe... Terima kasih ya atas partisipasinya untuk kalian semua yang sudah RnR juga untuk silent Reader ya...
Hn, di sini tugas aku hanya sebagai beta ya... hehehe. Dan salam semangat muda dari FloZhaKi. :D

Kiyuchire: wah! Kaget aku lihat semua review yang masuk :D Terimakasih atas perhatiannya! Tugasku sekarang sih, cuma balas review dong XD tapi gomen, aku sedang ada masalah keluarga yang membuat hapeku disita dan sekarang terpaksa ke warnet :') gomenasai!

Special thanks for:

keybaekyixing, ryugasaki, Sawada Shizu, Wong Kurang Kerjaan, Kiki RyuEunTeuk, Cherryma, Eysha 'CherryBlossom, , Hikari Ciel, vannychan, rikaochan, Lhylia Kiryu, Reako Mizuumi, SASUrasakuKE, Ser-Chan3, Arufi, .7, amu-b, Kiyouko Akane, missgamb, hanazono yuri, Aozora Straw, Yuki Hibari, Hotaru Keiko, Ai Nekozawa Dark Angel, Sasusakuforever, Uchiha Cherry Rania17, Kumada Chiyu, dechaideicha1, Ulandari, Hikari Matsushita, sami haruchi 2, Hadni, ichiro kenichi, KunoichiSaki Mrs Uchiha Sasuke, E.S Hatake, Hana Kumiko, Lukireichan, VILocKey, mio, Anka-Chan, Racchan Cherry-desu

Yang telah mereview chapter sebelumnya :D maaf pertanyaannya belum bisa dijawab. Tapi aku (Kiyuchire)janji akan membalasnya lewat PM bila sempat :D

Juga Tuhan yang masih memberiku kesempatan untuk mengetik AN saya ke bawah walau keadaan sedang begini :')

Pula, para silent reader! :D