Reproduk Murni
By: FloZhaKi
(Collaborations of Floral White, zhaErza and Kiyuchire)
Naruto Belong Kishimoto Masashi
Haruno Sakura & Sasuke Uchiha
Chapter 4
.
.
.
Bibir mereka saling menempel. Dengan penuh nafsu tersembunyi, sang lelaki yang di atas memaksa memasukan lidahnya ke dalam mulut sang gadis. Jari tangan kanannya ia paksa untuk bertaut dengan jemari mungil perempuan bermanik emerald tersebut, sementara tangan kirinya ia gunakan untuk memegangi kepala berambut pink milik gadis di bawahnya.
Sakura yang menerima perlakuan itu, hanya berusaha menutup bibirnya rapat-rapat. Sungguh, ia sangat tidak suka semua perlakuan laki-laki di atasnya yang terkesan terlewat kasar. Dan, hey! Kenapa ia melakukan hal mengerikan ini lagi?
Sasuke tak mau kalah. Ia merasa tak puas terhadap penolakan Sakura. Insting lelakinya memaksanya untuk melakukan cara yang lebih kasar, menggigit bibir Sakura hingga mau tak mau Sakura membuka mulutnya dan meringis kecil.
Kesempatan emas. Tak mungkin akan dilewatkan seorang Uchiha Sasuke. Dengan nafsu yang masih mengendalikannya, ia terus mengeksplor seluruh isi mulut Sakura dengan lidahnya. Ada saat di mana sesekali Sakura menolak dengan mendorongkan lidah Sasuke menggunakan lidahnya —karena hanya itu benda bergerak yang masih bisa ia kendalikan secara sempurna. Namun, tentu hal tersebut percuma mengingat Sasuke berada di atas Sakura. Hal yang berhubungan dengan gravitasi membuatnya harus menggunakan gaya yang lebih kuat apabila melawan gravitasi. Benar-benar tidak menguntungkan untuk Sakura yang ingin cepat terlepas dalam jerat setan —menurutnya.
Sasuke menyeringai tipis dalam ciumannya saat Sakura menghentikan perlawanannya. Mungkin hal itu karena Sakura sudah terlalu lelah melawan kekuatan nafsu Sasuke dan gravitasi. Tentu hal tersebut tidak dibiarkannya. Dengan insting yang terus menuntunnya, ia berhasil mengeksplor dan mengabsen satu demi satu deretan gigi Sakura tanpa terlewat satupun.
Tanpa Sasuke sadari, tangan kanannya mulai melepas tautannya dan memilih berpindah ke benda menonjol yang sedari tadi terasa menyentuh dadanya.
Ia merasa begitu panas. Dalam dirinya tergejolak banyak perasaan yang sulit ia definisikan. Yang ia tahu, hanya satu; ia sangat menyukai sensasi tersebut hingga bisa dirasakan ereksinya sudah menonjol.
Dia meremas dada Sakura tanpa ampun, membuat Sakura meracau tak karuan dalam ciuman panas mereka.
Sasuke merasa amat puas. Setiap racauan tak jelas Sakura membuatnya tambah bergairah. Tanpa sadar tangannya mulai bergerak ke tingkatan yang lebih tinggi, membuka kancing Sakura satu demi persatu. Sungguh, ia bisa merasakan dengan jelas detak jantungnya yang berdetak tak karuan dan membuatnya serasa ingin mati, namun begitu menyenangkan.
'ini tidak menyenangkan! Dasar laki-laki brengsek! Tak tahu diri!' Sakura langsung mengigit lidah Sasuke saat dirasanya kancingnya sudah hampir terbuka semua. Ia benar-benar tidak menyukai ini semua hingga beberapa tetes air matanya keluar. Ia takut dengan banyak hal asing yang dilakukan laki-laki di depannya itu.
Sasuke tersentak. Ia langsung menarik tubuhnya sedikit menjauh. Ia sedikit merintih menahan rasa sakit pada lidahnya yang digigit oleh Sakura.
Tanpa sengaja, onyx-nya justru melihat hal yang lebih menyedihkan.
Rambut pink yang acak-acakan.
Kancing-kancing baju yang sudah terlepas secara kasar.
Baju yang nampak begitu berantakan.
Bibir yang nampak sedikit berdarah karena digigit oleh Sasuke.
Tangan dan kakinya yang nampak memerah karena ikatan tali yang terlalu kencang dan ia memaksa untuk melepaskan tali tersebut.
Semua ulah Uchiha Sasuke.
Dan yang paling menyakiti perasaan Sasuke, adalah bulir-bulir air mata yang terlepas bebas dalam mata emerald Sakura yang memandang ke arah lain.
Tanpa ia sadari, beberapa perasaan asing yang menyesakkan dadanya masuk begitu saja dalam lorong hatinya tanpa ijin.
"Pergi!" Sakura berucap tanpa memandang Sasuke.
Sasuke tak bergeming. Ia masih menatap tak percaya, terutama sedikit perasaan takut yang mulai menjalar setiap lorong hatinya. Ia merasa, tak seharusnya ia seperti ini dan ia sangat membenci setiap perasaan yang mampir seenaknya dalam hati.
"AKU BILANG PERGI BRENGSEK! SEBELUMNYA BUKA TALI INI! SIALAN!" bentak Sakura yang membuat Sasuke tersentak.
Jantung Sasuke berdetak amat cepat, lebih cepat dari saat ia mencium paksa Sakura dan hampir melakukan hal tak menyenangkan —bagi Sakura. Kalau tadi ia menyukai detakan tersebut, justru kali ini ia amat membenci debarannya.
Ciri kedua kau jatuh cinta adalah: kau tidak bisa menahan diri untuk melakukan hal lebih padanya. Dan kau akan merasa sangat menikmatinya.
Ciri ketiga kau jatuh cinta adalah: kau akan merasa jatuh terpuruk saat ia menolakmu secara terang-terangan.
Sedikit demi sedikit potongan memory-nya terngiang. Ia mengingat jelas isi dari buku hijau kesayangannya.
Ia pun akhirnya memilih untuk diam, menundukkan kepala dan melangkah menjauhi Sakura. Tak lupa, ia memencet beberapa tombol yang membuat Sakura terbebas dari ikatan tali.
Ia merasa amat iba, ingin sekali ia mengucapkan kata 'maaf' atau semacamnya. Tapi kenapa...
"Dasar gadis kalangan rendahan. Kau menyedihkan."
...justru kata-kata mencela yang keluar dari bibir itu sebelum ia menghilang dari balik pintu?
.
.
.
Sakura melangkahkan kakinya dengan sebal. Dirasanya sedikit rasa sakit dan nyeri bersatu dalam pergelangan tangan dan kaki Sakura, pula di bibirnya yang masih nampak merah dan nampak noda darah kering di sana.
Tapi bukan itu yang membuatnya merasa semakin sebal.
"MAU APA LAGI KAU MENGIKUTIKU BRENGSEK!" geram Sakura menengok ke belakang dengan empat siku-siku yang nampak jelas di keningnya.
"Hn."
"Apanya yang Hn?! Sialan!"
Sasuke hanya tertawa meledek.
"Apa yang kau tertawakan?!" Sakura tetap menatapnya dengan tatapan membunuh. Hal tersebut tentu tidak mempan terhadap aura angkuh Sasuke.
"Kau terlalu bodoh. Kita sudah disiapkan kendaraan. Jangan membuat aku lelah," ucap Sasuke singkat.
"Ya sudah! Kalau begitu tidak perlu mengikutiku, 'kan?" Sakura mulai geram.
"Tidak mungkin. Kita tidak mungkin bisa masuk sekolah kalau tidak bersama,"
Sakura langsung terdiam. Berurusan dengan laki-laki brengsek macam Uchiha Sasuke tentu tak akan ada habisnya. Sangat menyebalkan. Hanya membuang waktu dan tenaganya saja.
Tiba-tiba sebuah mobil berhenti tepat di sebelah mereka. Sasuke langsung menaiki mobil tak bersupir itu sesudah menengok ke arah Sakura dengan tatapan yang penuh dengan emosional terpendam. Perasaan bersalah tentu menyeruak dalam setiap lorong hatinya.
"Naik saja, kau tidak akan mungkin diijinkan masuk sekolah kalau tidak bersama pasangan reprodukmu. Lagi pula aku tahu kau lelah bukan? Jangan membuang waktu lebih lama lagi," ucap Sasuke panjang lebar yang hanya direspon dengan tatapan sebal Sakura.
Sakura mendengus sebal menghadapi kenyataan bahwa dirinya memang merasa lelah. Matanya bengkak karena menangis semalam dan hal tersebut tentu membuatnya merasa kurang tidur.
"Baiklah. Aku kalah."
Dan akhirnya, Sakura menaiki mobil tersebut sementara Sasuke tersenyum puas karena merasa menang.
.
Ini sangat menyebalkan.
Hanya kata itu yang terlintas di benak Sakura terhadap kesan pertamanya masuk tahun kedua kelas A di sekolah khusus anak-anak kalangan murni.
Dimulai dari tatapan-tatapan mengintimidasinya, pula dengan pelajaran tahun kedua yang harus ia kebut secara gesit. Padahal, baginya awal tahun ajaran baru seharusnya tidak dimulai dengan langsung belajar seperti ini. Tapi nyatanya? Semuanya amat sangat berbeda.
Kalau seandainya pelajaran yang harus ia kejar adalah fisika atau matematika yang notabene adalah pelajaran favorit-nya, hal itu tentu tidak masalah. Begitu pula bila harus menghadapi pelajaran-pelajaran normal lainnya seperti Sejarah, Bahasa Jepang atau Bahasa Inggris mungkin masih sedikit bisa ditoleransi akal sehat dan semangat belajarnya.
Namun pelajaran pertama yang harus ia pelajari adalah pelajaran yang amat jarang ditemukan di kalangan aslinya —biologi.
Apa itu sistem reproduksi? Melakukan seks dan praktek-praktek membuat pasangan terangsang secara baik?
Uggh, rasanya hal itu membuat kepalanya pusing tujuh keliling. Semua yang ia baca sangat amat asing dan ia harus mengejar memahami setiap penjelasan sensei di depan layar belajar mereka. Juga beberapa materi yang ia buka secara diam-diam untuk bahan referensi di komputer mejanya.
"Nah, bagaimana? Apa kalian mengerti? Bagaimana? Apa kau bisa menjelaskan apa yang tertangkap oleh otakmu, Haruno-san?"
Sakura tersentak. Apalagi kata-kata sensei di depannya yang seolah meremehkan. Namun ia coba untuk tetap tenang dan memasang headsetnya rapat-rapat. Sakura langsung mengaktifkan komputernya agar tersambung dengan LCD di depan kelasnya.
"Yang ini bernama sel indung telur. Dan yang ini adalah sel sperma," ucap Sakura seraya menggerak-gerakan mouse-nya memutari beberapa sel-sel yang ada di layar.
"Saat sel telur siap dibuahi tetapi tidak dimasuki oleh sel sperma, maka ia akan mengalami pembusukan hingga mengeluarkan cairan darah melewati vagina," tambah Sakura.
Beberapa anak-anak di kelas cukup tercengang. Pasalnya, tidak pernah ada yang mempelajari secara serius siklus tersebut. Namun, Sakura yang baru saja datang dari kalangan bawah justru dapat memahami dan menerangkannya dengan nyaris sempurna.
"Periode tersebut terjadi setiap sebulan sekali. Dan itu dinamai Haid atau menstruasi atau datang bulan," lanjut Sakura.
"Luar biasa. Walau ini adalah kelas biologi pertama seumur hidupmu, kau dapat menerangkannya dengan hampir sempurna," jawab sensei berambut putih panjang tersebut.
Sakura pun tersenyum. Setidaknya ia mendapatkan sedikit pengakuan dan beberapa anak di kelasnya —yang mengatakan diri mereka adalah agung mulai menatapnya dengan tatapan takjub.
.
Bel telah berbunyi, Sakura Haruno tidak ingin repot-repot untuk berkomunikasi terlebih dahulu dengan para kalangan murni di kelasnya. Ia sudah cukup kapok bersikap ramah —mengingat kasus Karin dan Sasuke beberapa hari yang lalu.
Lebih baik, ia menjadi seorang pendiam dan belajar dengan tekun agar dapat mengerti segala hal yang sebenarnya sangat tersembunyi di kalangan non-murni.
Hanya untuk memenuhi keingintahuan kecilnya. Lagi pula ia tidak mungkin bisa kembali ke kalangannya saat ini, ia harus menunggu dengan sabar hingga waktunya datang. Saat ini dia sangat tidak tahu menahu tentang arah kembali —mengingat dirinya memang sedang berada di tempat yang amat asing.
Sakura yang merasa lapar mulai mengelus-elus perutnya. Uggh, lapar juga. Apalagi ia belum memakan sesuap apapun dari pagi karena tidak ingin bertatap wajah dengan si baka Uchiha Sasuke.
Sialnya, justru Sasuke sudah mengikutinya sejak ia keluar dari asrama.
"Hey, aku lapar. Ayo ke kantin," ucap sebuah suara.
Sakura tidak perlu repot-repot menengokkan kepalanya ke arah asal suara karena ia tahu betul siapa pemilik suara berat tersebut.
"Pergilah sendiri. Untuk apa mengajakku?" ucap Sakura sinis.
"Kau itu dari kalangan rendah tolonglah bersikap sedikit sopan padaku. Bagaimanapun kau dan aku akan sangat saling membutuhkan untuk bertahan hidup," ucap Sasuke geram.
"Apa peduliku? Aku tidak merasa membutuhkan orang kejam sepertimu," balas Sakura tetap sinis namun tenang.
"Arghh! Kenapa kau begitu sulit diatur?! Aku tahu kau lapar dari tadi hingga mengelus-elus perut jelekmu itu!"
"A-apa kau bilang?! Perutku tidak jelek! Dan aku tid—"
Kriukkk!
Seketika wajah Sakura langsung memerah. Perutnya sungguh tak bisa diajak berkompromi dengannya.
Sasuke tertawa kecil melihat ekspresi wajah Sakura yang menurutnya sangat lucu tersebut. Ia benar-benar menjadi bukan seperti dirinya lagi.
Sakura hanya memalingkan wajahnya sebal menahan malu.
"Maaf atas semalam. Mungkin aku terlalu kasar," ucap Sasuke nyaris berbisik dan membuat Sakura kembali menoleh ke arahnya tak percaya.
"Apa? Kau bilang apa tadi?" ucap Sakura memastikan bahwa ia tak salah dengar.
"Tidak ada siaran ulang!" ucap Sasuke sedikit keras.
"Kalau kau tak mau makan, yasudah. Kasihan perutmu itu, sih. Aku sih tidak peduli," lanjutnya lagi.
Sakura tersentak. Dengan cepat berdiri dan berusaha menyetarakan langkahnya bersama dengan Sasuke.
Sesaat tadi, ia merasakan sisi hangat dari Sasuke. Ia pikir, mungkin Sasuke tidak sejahat itu. Mungkin itu hanya karena gengsinya yang tinggi.
Hm, ia harap dugaannya tidak salah.
"Hey! Tunggu, baka! Aku juga mau ikut!"
Sasuke pun tersenyum tipis sejenak. Sangat tipis dan sejenak hingga tak dilihat oleh Sakura Haruno. Senyuman yang menyimpan rahasia tersendiri.
Ciri ke-empat kau jatuh cinta adalah: Kau selalu tersenyum saat tahu ia telah memaafkanmu. Kau bahagia setiap berada di sisimu.
Sepertinya, ia sudah mulai tenggelam amat dalam dalam perasaan terkutuk pada jamannya. Perasaan yang berhasil ia dapat diselingi penelitian tersembunyinya.
—dan sepertinya, kisah mereka akan sungguh di mulai bersama dengan tinta kasih yang menggores indah dalam setiap kata-kata di kisah mereka. Tinta kasih berwarna merah yang berlabelkan kata "cinta". Entah cinta itu akan menjadi menyakitkan seperti pada cerita jaman itu atau justru sebaliknya, hanya mereka sang pemain skenariolah yang akan mengetahuinya ke depan.
.
.
Ia menyeringai. Matanya berulang kali membaca arsip-arsip penting dalam komputernya yang menyala.
Ia merasa amat puas dalam tatapan dendam tak berujung yang tersirat jelas dalam sorot matanya.
Virus Aids di dapat karena kekebalan tubuh yang berkurang. Biasanya, penderita terjangkit virus HIV terlebih dahulu guna mematikan beberapa imun tubuhnya. Virus ini merupakan virus yang amat berbahaya karena menyerang langsung kekebalan tubuh manusia yang tentu menghasilkan berbagai virus menumpuk dan berakibat kematian.
Ia begitu puas.
"Dengan ini, sedikit lagi. Aku pasti berhasil membuat virus HIV/AIDS dalam sejarah kembali lagi." ucapnya menyeringai tajam. Matanya berkelut dengan aura gelap dan tajam.
Matanya melirik buku hijau di sebelahnya. Berusaha membuka dan membaca sekilas setiap tulisan yang ada di sana. Sebuah buku dengan tulisan "Uchiha Mikoto" di cover depan.
Ia tambah puas.
Ia tertawa. Tertawa dengan begitu lepas dengan maksud terselubung. Menjadikan sebuah misteri baru yang tersembunyi.
Sepertinya, kisah ini akan terus berlanjut menjadi suatu kisah mengerikan? Atau... Menjadi awal baru dari perubahan revolusi mereka menjadi lebih baik?
TBC
A/N:
Kiyuchire: Hai hai haiii... maaf atas keterlambatannya. aduh. aku jadi ketua panitia soalnya -,-" Oh iya, promosi dikit deh! Lomba Doujin (di bagi 2 kategori SMP dan SMA/umum), Karaoke (setiap kalangan), dan Cerdas Cermat (SMA dan umum) kebudayaan Jepang akan di adakan di SMA-ku sekitar awal mei :D dengan aku sebagai ketua panitia! XD dan mungkin akan ada costreet :') yang mau daftar atau nanya-nanya, bisa ke fb ku "Kiyuchire Tsukiyoshi" :D Maaf kalau chapter ini kurang memuaskan kalian ._.v
Floral White : Gomen, kalo lama… sekarang kami tengah sibuk-subuknya di er el.. Karena saya yang bertanggung jawab untuk chap berikutnya, mungkin akan sedikit terlambat karena akan menghadapi UAS.
zhaErza: Gomennnnn... kami terlambat, soalnya aku juga baru pulang dari kegiatan PPM yang diadakan perkuliahanku jadi selama 10 hari kemarin aku bener2 sibuk dan gak bisa net-an, ane PPMnya di desa tepencil, sih. #curhat... YUP karena ane udah pulang, jadi saatnya publishkan hehe... dan terima kasih untuk semuanya ya :D
Special Thanks:
YashiUchiHatke, parinza ananda 9, Hana Kumiko, mega naxxtridaya, Hotaru Keiko, sofia chamrina, hanna, sami haruchi 2, Nuria23agazta, Allysum fumiko, kirei- neko, Haru CherryRaven, mysaki, panglima perangcinta7, Yoshikumi Ayumu, Amu B, hanazono yuri, SASUrasakuKE, dimas priyadi524, Luca Marvell, Haruchan, Rechi, Kikyu RKY, nada nada5059601, nisachan, Lhylia Kiryu, revanpink, TsukiRIn Matsushima29, Hanna Hoshiko, Little Bee Arikuuruki, Erika Liana, Lala, Hikari Ciel, vanny-chan, Kumada Chiyu, Francoeur, yura anastasya, uchiha saara, Guest, Motohrunana, peyek chidori, Akemi Yoshi, Eysha 'CherryBlossom, cherryma, Yuki Hibari, haru no baka, Arufi, Aozora Straw, white moon uchiha, Shuki Yuzuriha, Ryugasaki, kiki RyuEunTeuk, jideragon21, mela, KimRyeona12, Dhezthy UchihAruno, Uchiha Ratih, Reako Mizuumi, Kiyouko Akane, Tsurugi De Lelouch.
