Itik Buruk Rupa
Naruto is Masashi Kishimoto's mine, but this fic is real mine..
Rate T
Disini mulai ada romancenya dikit, Kuu juga kurangi genre familynya. Dan buat pairnya, kalian bisa nemuin disini, kira-kira sama siapa ya my little Naru-chan akan bersanding…
Pair: …xnaru [disini sedikit ada hintnya kok]
Chapter 6
Udah sekitar satu bulan lebih, Naruto dan Kyuubi menjadi dekat, bahkan saat ini Minato pun juga ikut akrab dengan Naruto. Perasaan seorang ayah, meski nggak sepeka perasaan ibu, tapi rasa itu ada. Minato semakin merasa yakin dengan asumsinya, karena keahlian dan kecerdasan Naruto mirip Kushina.
Tapi Minato masih ragu untuk menanyakan langsung ke Naruto, takut Naruto tersinggung dan menjauh darinya. Ada-ada aja alasan pak tua Minato ini –meski tua, tapi tetep ganteng kok. Malah awet muda.–
"Naru, tumben Kyuubi nggak dateng. Apa kalian sedang bertengkar?" tanya Iruka. Pasalnya hampir setiap makan malam, Kyuubi datang untuk ikut makan malam.
"nggak kok yah, mungkin kak Kyuu ada urusan." Jawab Naruto, ia juga merasa heran dengan ketidakhadiran Kyuubi.
"lalu bagaimana dengan kuliahmu, sayang?" tanya Iruka lembut, ah dia memang selalu sayang pada Naruto.
"uhmm… nggak ada yang merepotkan kok yah. Senior Naru juga baik-baik. Mungkin?" jawabnya, nggantung.
"kok mungkin?"
"kan Naru belum kenal mereka semua ayah. Eh iya yah, ada satu senior Naru yang … uhmm… tampan?" Naruto mulai bercerita tentang kehidupan remajanya, Iruka yang mendengar nada malu malu dari Naruto, mengernyit heran.
"kamu suka padanya?"
"um. Tapi dia sepertinya termasuk orang yang dingin. Cuek gitu yah, meskipun baik sih." Gumam Naruto.
"wah? Siapa namanya? Boleh ayah tau?"
"namanya…. Senior Sasori yah. Dia tampan, tapi juga imut, baby face lagi. Kak Sasori itu pintar sekali merakit robot. Bahkan Naru sering di kasih lihat hasil karyanya. Baik yang ada di gedung Galeri maupun yang ia bawa." Sepertinya Naruto sangat antusias saat menceritakan tentang seniornya yang memang tampan itu.
Iruka tersenyum lembut menanggapi ocehan Naruto itu, pasalnya baru kali ini Naruto bercerita tentang ketertarikannya pada lawan jenis. Maklum saja, usianya kan baru beranjak 15 tahun saat ini –masih kurang beberapa bulan lagi sih-
"hmmm… kamu menyukainya?" tanya Iruka, tentu saja hal itu membuat wajah Naruto merona seketika.
"a…apaan sih. Ng..nggak kok." Jawab Naruto, tergagap. Ketahuan banget kalau dia ada rasa sama Sasori.
"hahaha…. Dasar, bagaimana kalau lain kali kamu aja seniormu itu untuk main ke rumah? Ayah ingin melihatnya." Usul Iruka. Jujur saja, sebenarnya Naruto enggan untuk mengajak Sasori datang ke rumahnya yang kecil ini. Bukan karena malu, tapi lebih kea rah egonya, dia nggak mau sampai di cap gadis 'buruk' sama Sasori. Tapi karena ini permintaan ayah tercinta, jadi mau nggak mau ia harus mau.
"baiklah, akan Naru coba yah. Udah ah, Naru mau belajar dulu."
"iya… belajar yang rajin ya."
"siap bos!" Naruto segera pergi menuju ke kamarnya, tentu saja setelah membantu Iruka berbenah.
"pagi Naru-chan…" sapa Kyuubi, pagi ini Kyuubi memang ada niat untuk menjemput Naruto, jadi nggak heran kalau dia saat ini ada di depan rumah Naruto,
"kak Kyuu? Kok pagi-pagi ada di sini?"
"hehehe, mau jemput kamu lah, ayo berangkat bareng." Ajak Kyuubi.
"huahmm… aku belum mandi kak. Lagipula ini masih jam 05.30 pagi kak. Apa paman Minato nggak omelin kakak?" tanya Naruto, matanya masih terlihat ngantuk, dia kucek matanya dengan sebelah tangan, kesannya imut gitu di mata Kyuubi.
"yaaa~~ kau ini benar-benar imut deh. Ayo aku mandiin." Kyuubi udah narik tangan Naruto masuk ke dalam rumah dan langsung membawanya ke kamar mandi.
"gyaaa…! Nggak mau! Aku bisa mandi sendiri kak." Teriak Naruto, ia nggak sangka kalau Kyuubi benar benar akan memandikannya.
"kenapa?"
"maluuu… aku mandi sendiri aja deh." Sungut Naruto, teriakkannya tadi cukup untuk membangunkan Iruka.
"ada apa Naru? Lho? Kyuu?"
"ah, selamat pagi paman." Sapa Kyuubi, tersenyum manis tanpa dosa.
"pagi-pagi kok udah ada di sini sih? Ada apa?"
"aku mau jemput Naruto paman, sekalian sama paman juga. Papa minta ke aku buat bawa kalian ke rumah. Katanya mau di ajak sarapan bareng." Jelas Kyuubi panjang lebar, mereka masih nggak sadar kalau ngobrol di depan kamar mandi. Sedangkan Naruto udah asik mandi di dalam.
"ah, sepertinya paman nggak bisa Kyuu, paman berangkat pahi. Jam 06.00 paman harus udah ada di tempat kerja." Tolak Iruka halus, dia tentu nggak mau menyinggung perasaan Kyuubi juga Minato.
"ah… sayang sekali, tapi lain kali paman harus bisa ya?"
"akan paman usahakan."
"tapi Naruto boleh ku bawa kan paman?" tanya Kyuubi lagi.
"iya. Asal di jaga aja putri paman itu. Kamu tau sendiri kan, dia kurang terbuka kalau nggak sama orang yang benar-benar dia kenal."
"tenang saja paman." Jawab Kyuubi, membuat Iruka sedikit tenang.
"ya sudah, kalau begitu paman berangkat dulu ya. Naru, ayah berangkat dulu." Pamit Iruka di depan pintu kamar mandi.
"iya paman."
"ya ayah! Hati-hati…" jawab Naruto dari dalam kamar mandi. Setelah Iruka pergi, Kyuubi memutuskan untuk menunggu naruto di kamar si pirang.
"ah? Kak Kyuu ada disini toh. Kukira kemana." Kata Naruto saat ia memasuki kamarnya.
"hmm.. buruan ganti baju gih. Atau mau ku bantu?" tanya Kyuubi dengan pandangan yang menggoda.
"ish. Aku bisa sendiri tauk." Meskipun begitu, Kyuubi tetap saja membantu Naruto menata rambutnya. Dia senang sekali bisa menata rambut Naruto seperti ini. Rambut pirang cerah itu terasa halus dan lembut, mirip sekali dengan rambut sang bundanya dulu.
"ne, Naru… ada apa? Kok kamu terlihat lebih ceria dari biasanya?" ah dasar. Insting seorang kakak yang dimiliki Kyuubi ternyata sangat tajam,
"hehe… kok kak Kyuu tau sih?"
"hei. Kamu piker aku ini siapa, huh? Tentu saja tau, aku kan adikku sekarang. Jangan pernah remehkan instingku ya." Oceh Kyuubi, membuat Naruto terkikik geli mendengarnya.
"jadi?"
"umm… mau tau aja." Jawab Naruto, berusaha untuk menggoda Kyuubi, yah itu berhasil. Nyatanya Kyuubi langsung cemberut mendengar jawaban Naruto.
"kasih tau nggak? Kalau nggak, nggak akan kubelikan ramen lagi." Ancam Kyuubi, sadis. Karena dia tau banget betapa Naruto sangat suka ramen.
"ehh…? Jangan dong kak… iya deh iya.." akhirnya Naruto bercerita tentang berasaannya yang berbunga bunga. Emang dasarnya Kyuubi yang terlalu over atau apa ya, mendengar nama Sasori di sebut, ia jengkel tapi juga senang.
Jengkel karena ia nggak mau kalau Naruto pacaran dulu, apa lagi jika terlalu mengharapkan sesuatu terhadap orang dingin itu. Tapi disisi lain dia juga senang karena Naruto yang terlihat ceria dan bahagia.
"tapi Naru, jangan terlalu berharap, oke?"
"iya, aku tau kok kak."
"ini cinta pertamamu ya?"
"um! Cinta pertama ku selama 15 tahun hidupku." Kata Naruto riang, Kyuubi tertegun sebentar. Ia jadi makin yakin kalau Naruto itu adalah adiknya. Karena umur Naruto dan umur adiknya sama, bahkan tanggal ulang tahun mereka hamper berdekatan.
"kak Kyuu? Ada apa?" tanya Naruto saat melihat Kyuubi hanya berdiam diri saja sambil menatapnya intens.
"hm? Nggak ada kok. Tapi kau jenius ya. Bisa duduk di bangku kuliah saat umurmu 15 tahun." Puji Kyuubi tulus.
"nggak juga kok kak. Oh ya kak, menurut kak Kyuu, tipe gadis yang disukai senior Sasori yang seperti apa?" ahh, sepertinya Naruto benar benar telah jatuh ke dalam pesona Sasori.
"hmm… nanti akan kucoba tanyakan." Meski sebenarnya Kyuubi nggak rela, tapi dia nggak mau mengecewakan 'adik' tercintanya ini.
"hehehehe…. Ayo kita berangkat kak." Ajak Naruto yang udah rapi. Penampilannya pagi ini bisa di bilang penampilan terbaiknya, karena Kyuubi yang mendadani Naruto sedemikian rupa, membuat aura Naruto yang selama ini tersembunyi kini memancar.
"ah… cantiknya adikku ini.. yuk" mereka berdua pun bergegas menuju ke kediaman Namikaze.
"oh Tuhan… kau cantik sekali sayang.." ucap Minato seraya memeluk Naruto penuh sayang. Pujian dari Minato tentu saja sukses membuat Naruto merona malu.
"terima kasih paman…"
"panggil aku ayah sayang. Kan ayah kemarin sudah memintamu." Pinta Minato.
"uhm… terima kasih ayah." Dan pagi ini pun keluarga itu makan bersama. Yah rasanya Minato dan Kyuubi benar benar nggak sabar untuk mengajak Naruto tes DNA. Missal nggak cocok pun, Minato berencana untuk mengadopsi Naruto.
Manusia emang bisa berencana sebanyak maupun serumit apapun, tapi tetap saja hasilnya hanya Tuhan yang tau. Meski ayah beranak itu menginginkan Naruto untuk menjadi keluarga mereka, tapi kita kan nggak tau bagaimana keinginan Naruto, dan jangan lupakan Iruka selaku ayah Naruto saat ini.
.
.
.
.
To be continued…
Maaf sedikit, tapi idenya buntu. Ada yang mau bantu kasih Kuu ide?
Mind to Review?
