Itik Buruk Rupa
Naruto is Masashi's mine..
Itik Buruk Rupa punya Kuu, judulnya emang sama ama yang ada di walt disney. Hehehe, tapi ceritanya 100% beda!
Rate: T
Genre: Romance [garing]
Pair: SasoNaru [karena ada yang minta harem kebalik, alias allfemNaru, kecuali Kyuu, Mina, ma Iruka loh ya, akan Kuu usahain buat Naruto jadi pusat perhatian cowok cowok yang ada di Itik Buruk Rupa ini.]
A/N: Disini mulai ada romancenya dikit, Kuu juga kurangi genre familynya. Meskipun bilang ada romance nya, tapi tetep aja masih tahap awal. Jadi harap maklum. Ahh… maaf kalau banya typo ya. Habis Kuu tiap kali buat ceritanggak pernah di baca ulang sih. Takutnya nanti Kuu malah jadi gak pe-de buat di publish. Hehehe.
Oke minna, selamat menikmati….
Chapter 7
"Sasori senpai…" Sasori yang merasa namanya di panggil pun berhenti berjalan dan menoleh ke arah orang yang telah memanggilnya.
"ya, Naru?" Naruto segera menghampiri Sasori, Sasori sedikit tertegun dengan penampilan Naruto hari ini, mungkin bisa di bilang dia terpesona? Entahlah, hanya Sasori yang tau.
"hari ini, senpai mau merakit robot lagi?" tanya Naruto setelah dia berada di samping Sasori.
"hmm… iya, kau mau ikut?" tawar Sasori setelah pulih dari rasa terpesonanya. Naruto mengangguk semangat dengan sedikir rona merah yang hinggap di pipinya.
Sasori dan Naruto berjalan berdampingan menuju ke kelas Naruto. Lalu dimana Kyuubi berada? Ternyata tadi saat Naruto melihat Sasori berjalan sendirian, Naruto meminta Kyuubi untuk pergi duluan, sedangkan dirinya menghampiri Sasori. Dan sekarang Kyuubi ada di belakang mereka, mengendap-endap untuk membuntuti Sasori dan Naruto.
"tumben kamu berangkat sendirian hari ini, Naru?" Sasori membuka percakapan setelah beberapa menit mereka berdua diam, sama sama canggung untuk membuka pembicaraan.
"uhm, tadi berangkat sama Kyuu nee, tapi kami pisah di depan gerbang." Jawab Naruto, dia nggak bohong kok, karena dia tadi memang berpisah dengan Kyuubi di depan gerbang, hanya saja perpisahan itu karena Naruto yang menyuruh Kyuubi.
"begitu." Setelah percakapan singkat itu, suasana kembali tenang dan sunyi. Padahal Naruto bukanlah tipe gadis yang terlalu pendiam, sedangkan Sasori juga nggak terlalu diam juga. Biasanya mereka membahas tentang robot yang akan dan sudah di rakit oleh Sasori, tapi entah kenapa hari ini rasanya mereka terlalu canggung untuk mengobrol.
"Naru-chaaaan~~" panggil Uzumaki bersaudara, Nagato dan Menma. Mereka berdua berlari menghampiri Naruto, tapi langsung terkesikap atas penampilan Naruto yang lebih manis hari ini.
"whoaaa… hari ini kamu manis sekali Naru-chan." Puji Nagato, dia memperhatikan Naruto dari atas sampai bawah. Yah hari ini Naruto tanpa kaca mata, dan juga rambutnya di gerai. Jauh lebih cantik dan manis saat ini.
"waah… cantik sekali. Naru-chan mau kencan denganku hari ini?" celetuk Menma yang di hadiahi jitakan oleh Nagato, dan death glare tak terlihat dari Kyuubi, tentu saja tak terlihat karena Kyuubi kan mengikuti mereka secara diam diam. Tapi aura membunuh yang terpancar dari death glare Kyuubi tetap dapat dirasakan oleh Menma.
"dasar Menma bodoh."
"uhm, maaf yang Menma senpai. Tapi hari ini aku mau merakit robot bersama Sasori senpai." Jawaban Naruto membuat Uzumaki bersaudara itu langsung menoleh cepat kearah Sasori, tak lupa death glare yang sama sekali nggak ngaruh buat Sasori.
"huhh… tumben kau Sasori, mau merakit robot bersama orang lain. Biasanya juga kau nggak mau di ganggu saat merakit robot kan?" sindir Menma, yah kebiasaan Sasori saat merakit robot memang seperti itu. Tapi itu dulu, dia nggak akan pernah mau merakit robot saat ada orang lain.
"eh? Benarkah? Tapi saat pertama ketemu, Sasori senpai mau mengajariku kok." Naruto sedikit penasaran juga dengan hal yang di utarakan Menma tadi.
"iya. Dulu dia seperti itu. Sampai sampai dia mendapat julukan. Mysterious skill, karena kemampuannya yang nggak pernah di lihat orang lain." Sahut Nagato menanggapi. Sedangkan Sasori dari tadi hanya diam.
"karena nggak ada yang seperti Naruto. Rasa penasaran yang ada di matanya itu murni, bukan karena maksud tertentu." Jawab Sasori. Yah itulahkenyataannya, kenapa Sasori memilih menyendiri. Karena dari dulu orang yang minta diajari merakit robot olehnya hanya karena maksud tertentu.
Misalkan karena ingin mendekatinya, karena mau namanya juga tenar dan lain sebagainya. Sedangkan saat Naruto bertemu Sasori pertama kali, ia melihat bahwa rasa penasaran dan keingintahuan yang NAruto miliki benar benar dari hatinya. Bukan karena maksud tertentu.
Jawaban Sasori itu tentu saja membuat wajah Naruto memerah, tapi dia segera sadar maksud dari jawaban Sasori. Di awal dia memang penasaran akan robotika, dia juga tertarik dengan robotika. Tapi seiring waktu berjalan, rasa cintapun tumbuh di dalam hatinya, yang bermula dari rasa kagum.
"huh, kau ini alasan saja."
"kalian ini. Uhm, ada apa Menma senpai dan Nagato senpai tadi memanggilku?" tanya Naruto, ingat akan panggilan Menma dan Nagato tadi.
"hehe, hanya mau menyapa saja sih. Tapi Menma malah mengajakmu kencan."
"biar saja!"
"dasar nggak tau waktu."
"dari pada dirimu."
Dan pertengkarang Uzumaki bersaudarapun dimulai, Naruto hanya tertawa kecil menyaksikan pertengakarang antar saudara itu di depannya, Sasori yang awalnya mengabaikan pertengkarang kecil itu, jadi memperhatikannya dan melihat betapa manisnya saat Naruto tertawa ringan seperti itu.
"Uzumaki bersaudara itu benar benar hebat dalam mengganggu suasana, meskipun tadi sempat membuat masalah, tapi setidaknya saat ini Naru chan nggak berduaan saja dengan si Sasori itu." Gumam Kyuubi. Kenapa Kyuubi seperti tak mendukung kedekatan Naruto dan Sasori? Sebenarnya Kyuubi bukan tak mendukung, tapi dia terlalu cemas pada Naruto, Karena dia tau kalau Sasori itu emang nggak begitu pandai bersama perempuan.
Kembali ke tempat Naruto berada. Perjalanan menuju ke kelas Narutopun sekarang menjadi sedikit ramai, karena ada Menma dan Nagato, dan tentu saja mereka berempat menjadi pusat perhatian. Tiga cowok tampan berjalan bersama dengan seorang gadis manis yang sepertinya dikenal mereka.
"kurasa mereka semua juga kaget melihat penampilanmu hari ini, Naru chan. Lihatlah mereka, tatapan mereka ada yang terpesona, kagum, kaget, dan beragam lainnya." Celetuk Nagato yang memperhatikan sekitar mereka.
"yup. My Hime memang harus selalu menjadi pusat perhatian." Deklarasi Menma ini sukses mendapatkan jitakan sayang dari Nagato dan lirikan sinis dari Sasori. Sedangkan Naruto hanya tersenyum saja.
"kita berpisah disini. Nanti kutunggu di tempat biasa." Ujar Sasori, dia langsung pergi karena Naruto udah tiba di depan kelasnya.
"waaaah, mencurigakan sekali."
"kau benar Nagato."
"kalian mulai lagi. Apa kalian nggak ada kelas? Sudah sana pergi." Usir Naruto, wajahnya kini sudah semerah buah apel. Benar benar malu dan juga senang mendengar ucapan dari Sasori dan Uzumaki bersaudara itu.
"iya, iya."
"selamat belajar Naru chan." Dengan begitu, lenyaplah dua Uzumaki yang dari tadi ada di sekitar Naruto. Dia segera masuk ke kelas, nggak enak juga kan lama lama berdiri di depan kelas.
.
.
.
.
.
To be continued….
Ahahahahahaha…. Gila! Kuu udah gila!
Maaf ya minna tachi, Kuu nggak bisa memenuhi standar minna tachi sekalian. Kuu cuman bisa buat sekian word aja. Karena inilah kemampuan Kuu. Maaf ya? Yang penting cerita tetap di lanjut.
Kalau dari minna tachi sekalian ada yang mau kasih ide buat chappy depan. Kuu terima dengan hati lapang. Kalau ada yang kasih kritik juga bakal Kuu terima kok. Itu lebih baik, karena Kuu bisa koreksi diri.
Nah sekian dulu, ada yang bersedia Review? ^^
