Itik Buruk Rupa

Naruto is Masashi's mine..

Itik Buruk Rupa punya Kuu, judulnya emang sama ama yang ada di walt disney. Hehehe, tapi ceritanya 100% beda!

Rate: T

Genre: Romance [garing]

Pair: SasoNaru and many more..

A/N: huwe.. minna…. Maafkan Kuu ya, soalnya nggak bisa memenuhi permintaan kalian yang berharap wordnya di chap ini banyak! Kuu nggak bisa kabulin itu. Habisnya Kuu kena wabah penyakit Galau sih. Terlebih lagi… entah kenapa beberapa waktu belakangan ini Kuu kok males banget megang lappy, tapi juga nggak tau mau ngapain.

Akhirnya Kuu kan mainan laptop, eh niat hati mau ngelanjutin cerita ini, Kuu malah lanjutin cerita yang laennya. Nggak kompeten banget kan. Yah beginilah Kuu, buat cerita kalau ada mood, kalo nggak ada ya… Kuu nggak bisa berbuat banyak. Paling Cuma mantengin -mlototin- lappy sambil dengerin music, atau liat-liat fitur doang.

Dah setelah perjuangan Kuu –yang nggak seberapa besar-, Kuu bisa selesaiin nih cerita. Meski nggak sesuai target dan nggak sesuai selera minna sekalian. Oh iya, buat konflik dan persaingan cinta yang memperebutkan si manis Naruto, mungkin chap depan akan Kuu mulai. Kandidat cowok yang naksir Naru… apa kalian masuk kasih masukan? Saso dan Sasu dah pasti masuk kok.

Ne minna, selamat baca…

Chapter 8

"Naru…" panggil Kyuubi. Dia sudah ada di depan kelas Naruto dengan kotak bekal yang ada di tangannya. Mendengar namanya dipanggil, Naruto menoleh dan menghampiri Kyuubi.

"Kyuu-nee? Ada apa?"

"makan bareng yuk. Aku buat bekal nih." Ajak Kyuubi. Dia menarik tangan Naruto untuk ikut dengannya menuju ke taman yang ada di universitas tersebut. Naruto sedikit heran juga, kapan Kyuubi menyiapkan bekal? Padahal sedari pagi tadi Kyuubi kan sibuk mendandaninya.

"iya nee…" dua gadis berparas manis ini berjalan bersama menuju taman, pemandangan disana benar-benar indah, terasa sejuk dan rindang. Karena peraturan kampus yang mengharuskan setiap taman di setiap samping gedung fakultas untuk menanam pohon dan merawatnya dengan baik. Dengan desain yang sedemikian rupa, memadukan antara naturalism dengan futuristic, sebuah maha karya yang sedap dipandang mata.

"hmm… emag kappa nee-chan buat bekalnya? Dari tadi nee-chan kan sibuk sama aku." Tanya Naruto, menyuap sushi isi salmon yang dibuat Kyuubi.

"sebelum datang ke rumahmu pagi tadi. Bagaimana? Apa rasanya aneh?" tanya Kyuubi, dia sedikit was was juga, karena ini adalah pertama kalinya dia masak.

"hmmm… yummie nee-chan. Enak banget. Nee-chan pinter masak ya." Puji Naruto tulus, masakan Kyuubi memang enak, nggak kalah dengan masakan yang biasa Iruka buat.

"eha? Benarkah? Kamu nggak bohong?" Naruto mengangguk.

"anoo… ini pertama kalinya aku masak. Jadi mana mungkin seenak itu, kamu jangan bohong deh, Naru." Rasanya Kyuubi tetap nggak percaya kalau hasil masakannya enak, tadi dia memang sepat mencicipinya, tapi menurutnya itu biasa saja.

"aku nggak percaya kalau ini pertama kalinya nee-chan masak." Pujian yang tersirat dari ucapan Naruto ini membuat Kyuubi senang.

"ahaha… yang penting kau suka bento buatanku, itu udah cukup kok." Mereka berdua mulai makan dengan damai sampai Uzumaki bersaudara datang bersama duo Uchiha datang mengganggu acara makan keduanya.

"wah wah… ada bento."

"hai Naru-chan." Sapa Menma, Nagato udah duluan duduk di samping Naruto, melihat bento di pangkuan Naruto dengan pandangan mupeng dan mata bling bling.

"hay Kyuu-chan." Sapa Itachi, kakak dari Uchiha Sasuke. Sedangkan Sasuke cuman diam dan memperhatikan Naruto.

"eh? Ada senpai-senpai sekalian… selamat siang.." sapa Naruto, dengan senyuman matahari yang menyusul. Membuat etiga pasang mata berbeda warna itu silau, terpukau maksudnya. Lho? Kok cuman tiga? Oalah… itu karena sepasang mata onyx yang diketahui milik Uchiha sulung tak lepas dari wajah Kyuubi, calon kakak ipar Sasuke.

"apa liat-liat?!" kata Kyuubi, nyalak banget. Entah kenapa tiap ada Itachi, emosi Kyuubi selalu saja labil.

"ah… nggak kok."

"oh ya Naru, bagi bentonya dong." Mohon Nagato, wajahnya dari tadi mupeng banget deh. Keliatan banget kalo kelaparan.

"hum? Boleh kok. Ini bento handmade, special yang Kyuu-nee buatin." Mendengar kata handmade serta special dari Kyuubi, membuat keempat pemuda itu mengeluarkan ekspresi horror, kecuali Itachi tentu saja. Dia malah jadi keliatan mupeng.

" ?" tanya Menma, gugup. Ngeri buat ngebayangin gimana rasanya.

"iya. Enak loh. Nih coba aja." Naruto secara reflek menyuapi Nagato yang duduk di sampingnya. Membuat Sasuke, Menma dan Kyuubi melotot horror. Sedangkan Nagato tercengan dan bahagia lahir batin tuh.

"hummm… iya! Enak sekali." Puji Nagato. Ternyata rasanya benar benar enak. Nggak disangka kalo Kyuubi yang super galak dan judes itu pinter masak.

"aku juga mau…" gumam dua pemuda dengan model rambut yang hamper sama. Berharap supaya nasib keduanya bisa beruntung seperti Nagato, disuapi Naruto.

"kalian mau? Ini." Kata Naruto, menyodorkan bento tadi ke Sasuke dan Menma. Membuat keduanya pundung kalo aja nggak inget dengan sang bidadari yang duduk di depan mereka ini.

"ah… arigato.." jawab keduanya lemas.

"Naru-chan… aku boleh minta juga?" tanya Itachi penuh harap.

"tentu!/nggak!" jawab Kyuubi dan Naruto bersamaan.

"eh? Memangnya kenapa Kyuu-nee?" tanya Naruto bingung. Yap, dia heran kenapa Kyuubi melarang Itachi untuk memakan bentonya.

"eh.. … pasti nggak sesuai dengan seleranya si keriput ini. Jadi lebih ba-"

"ini adalah makanan favoritlku loh." Potong Itachi, skakmatt. Kyuubi udah nggak bisa ngebantah lagi. Dengan tidak relanya, dia melihat Itachi mulau memakan sedikit bentonya.

"hummm… enak sekali. Kau memang calon istriku yang baik Kyuu." Perkataan Itachi membuat Kyuubi hamper naik darah. Wajahnya udah semerah tomat yang ada di kotak bento itu.

"eh? Kyuu-nee itu tunangannya Itachi-nii toh?" dnegan polosnya, Naruto menyuarakan isi hatinya. Yang di sambut berbeda antara Itachi dan Kyuubi.

"iya/nggak!" tau kan mana yang jawaban Itachi dan mana yang jawaban Kyuubi…

"tapi kalian cocok loh." Celetuk Nagato.

"iya. Itachi-nii cocok jadi pendamping Kyuu-nee." Sahut Naruto setuju, membuat Itachi senang, tapi nggak buat Kyuubi, dia malah depresi. Tapi mau membantah, Kyuu nggak akan tega ngebuat wajah Naruto itu jadi sedih. Halah bilang aja kau juga suka ama si keriput, dasar rubah tsundere.

.

.

.

.

.

To be continued…

Aaaaarrrghh! Oh my God! Kenapa Kuu bisa kehilangan mood buat ni fic sih. Padahal pas pertama itu, Kuu udah kepikiran soal ending ni fic. Tapi….

Hueee… somebody help me…..!

Jadi… begitulah minna. Maaf ya kalau daya tarik ni fic ancur dan lebur dan ilang. Mohon di maklumi ya, kalo Kuu lagi G-A-L-A-U! gegara mau lebaran dan sibuk mikirin mau pulkam. Udah kangen banget sama kampong Kuu soalnya. Hehehe, jadinya Kuu galau deh.

Aduuuhh… chap ini dikit banget ya wordnya, harap minna maklumin ya.

Nah minna…. Kalau ada yang berbaik hati mau membantu Kuu, bisa kasih kritik dan saran kalian melalui review kok. Thanks buat kalian semua yang udah mau baca dan me-review cerita Kuu ini. Jaa na.

Sampe ketemu habis lebaran minna…! ^^/