Itik Buruk Rupa
Naruto is Masashi's mine..
Itik Buruk Rupa punya Kuu, judulnya emang sama ama yang ada di walt disney. Hehehe, tapi ceritanya 100% beda!
Rate: T
Genre: Romance [garing]
Pair: untuk saat ini, Kuu suka SasofemNaru, tapi ada selipan Sasu yang lagi cemburu kok.
A/N: wah… Kuu hanya bisa menyajikan segini saja. Jadi semoga kalian suka. Meskipun cerita ini nggak nyambung sama sekali sama chappy sebelumnya. Tapi Kuu harap kalian puas dengan chappy nine. Dan lagi, cerita ini Kuu buat tanpa Kuu edit, jadi maaf ya kalau ada banyak sekali typo. Dan kalau kalian memperhatikan, maka kalian akan tau, ada perbedaan bahasa yang Kuu pake. Mulai dari cahp lalu, dan penggunaan bahasa ini menular sampai ke cerita sebelah. Hehehehe…
Selamat membacaa… :D
Chapter 9
"Naruto… kamu mau membuat robot yang seperti apa?" tanya Sasori saat melihat Naruto tengah sibuk mencari alat dan komponen robot yang akan dibuatnya. Pulang kuliah tadi, NAruto langsung menemui Sasori di depan kelasnya.
"uhmmm… aku masih bingung, senpai."
"hm? Kenapa harus bingung? Apa yang ada dipikiranmu, keluarkan dan salurkan saja melalui karya seni. Jadi, hal seperti apa yang ada di pikiranmu sekarang, Naruto?" Sasori mengambil tempat duduk di samping NAruto, saat ini mereka ada di lab khusus yang ada di kampus.
"bendal kecil…. Mungkin lebah? Ya! Aku mau merakit sebuah robot dengan bentuk lebah, tapi ukurannya kecil.!" Seru Naruto, menyuarakan ide yang terlintas dipikirannya.
"lebah ya? Untuk ukuran pemula sepertimu, ini akan sedikit sulit…" gumam Sasori kecil, mengomentari ide yang tadi disuarakan Naruto.
"tapi nggak ada yang nggak mungkin, selama kamu mau berusaha dengan giat dan selalu bersabar." Lanjut Sasori, membuat semangat NAruto yang tadi sempat turun, kembali lagi.
"apa… senpai mau membantuku?" tanya Naruto, menatap Sasori penuh harap. Selain dia berharap agar mendapat robot yang ia inginkan, Naruto juga memiliki motif lain, yaitu supaya dia bisa berduaan dengan Sasori lebih lama lagi. Dasar kau Nar!
"dengan senang hati, aku akan membantumu sampai selesai," Sasori yang dingin dan cool aja udah ganteng, apalagi ditambah sebuah senyum tulus yang terpatri di wajahnya, bikin hati Naruto berdesir dan meleleh aja.
"benarkah?! Horee….!" Seru Naruto kegirangan, saking girangnya, Naruto bahkan tanpa sadar memeluk Sasori yang duduk di sampingnya. Tentu saja hal tersebut membuat Sasori terkejut, tapi ada satu sisi di hatinya yang merasa senang.
Tak Sasori pungkiri, kalau dirinya memang tertarik dengan bocah blondie ini. Dari awal ia melihat Naruto, entah kenapa hati dan pikirannya seolah telah terpatri pada sosok manis yang memeluknya ini. Meskipun jarak usia mereka terpaut cukup jauh sih. Awalnya Sasori tak percaya dan cukup kaget saat tau usia sebenarnya Naruto. Naruto yang masih 15 tahun bisa lolos ujian masuk di Universitas Konoha, jadi nggak salah kan kalau Sasori bisa jatuh hati pada gadis semanis dan sepintar Naruto.
"Naruto…. Pelukanmu terlalu kuat.." gumam Sasori, menyadarkan Naruto dari tindakan tak sengajanya. Dengan wajah merah merona, Naruto melepaskan pelukannya.
"eh… senpai." Naruto meminta maaf dengan wajah yang menunduk karena malu. Siapa sih yang nggak malu meluk orang yang kita sukai tanpa sadar, mana yang menyadarkan kita itu orang kita peluk lagi. Uhh… rasanya Naruto ingin sekali gali lubang dan mengubur dirinya di lubang tersebut.
"nggak apa kok. Ayo kita mulai, pertama kamu cari komponen utama yang ingin kamu masukkan ke dalam robot rakitanmu dulu, oke?" Naruto mengangguk dan mulai mencari semua komponen yang ingin dia pasang, sedangkan Sasori menyiapkan peralatan yang dibutuhkan. Bagi Sasori, merakit sebuah robot lebah dengan ukuran lima kali lipat ukuran aslinya bukanlah hal yang sulit, bahkan ia bisa menyelesaikan robot tersebut dalam waktu dua puluh empat jam. Tapi bagi Naruto yang masih pemula, tentu membutuhkan waktu yang lama. tapiSasori memiliki keyakinan kalau Naruto bisa menyelesaikan robot itu dalam kurun waktu tak lebih dari seminggu.
"ini… apa ini terlalu kompleks, senpai?" ntanya Naruto yang menunjukan semua komponen utama yang ingin ia pasang di robot rakitannya nanti.
"hm? Apa kamu mau membuat perangkat mata-mata, Naruto?" tanya Sasori, betapa tidak, komponen utama yang dipilih Naruto itu seolah menunjukan kalau Naruto ingin membuat sebuah perangkat mata-mata, penyadap, pengintai sekaligus untuk menghibur diri.
"eh? Apa terlalu berat?"
"tentu saja, meskipun kamu ingin membuat sebuah robot yang kompleks, tapi ini terlalu dini untuk kamu pelajari Naruto. Jujur saja, aku masih belum begitu menguasai untuk sebuah mini robot dengan komponen sekompleks ini." Sahut Sasori, dia menjelaskan pada Naruto sehalus mungkin, karena Sasori nggak mau membuat Naruto sakit hati.
"maaf senpai. Jadi, kalau hanya untuk hiburan, apa senpai bisa mengajariku?"
"Naruto, kalau kamu mau membuat robot dengan komponen yang ini pun -kompleks-, alu pasti akan membantumu." Naruto menatap Sasori dengan mata berbinar. Dan merekapun mulai untuk membuat robot perdana milik Naruto.
"cih… kenapa si dobe itu betah sekali sih berduaan sama manusia robot itu!" rutuk Sasuke, dia marah-marah sendiri dengan di temani Itachi –nah lho? Katanya sendiri… hehehe-.
"kupikir itu wajar, Sasuke. Naruto-chan kan berguru pada Sasori. Dia saat ini sedang membuat robot pertamanya. Sejak tiga hari lalu kalau nggak salah." Tanggap Itachi, dia memang kakak yang sabar, karena mau-maunya menemani Sasuke yang uring uringan. Cinta tuh memang gila, bisa membuat orang gila. Sang pangeran es pun bisa meleleh bahkan mendidih dibuatnya.
"tapi aniki…"
"jangan protes. Kalau misalkan Naruto-chan berguru padamu, apa kau bisa membantu Naruto-chan merakit robotnya? Waktu kulihat mereka bekerja sama kemarin, Naruto-chan terlihat sangat berkonsentrasi sekali. Jadi untuk apa kamu cemburu, otouto? Dan lagi, apa kamu sudah menyatakan perasaanmu pada Naruto-chan?" sebenarnya tak perlu Itachi tanyakan, karena jawabannya pasti belum.
"hn." Jawaban Sasuke membuat Uchiha sulung itu maklum. Yah dia juga kan merasakan cinta bertepuk sebelah tangan dari Kyuubi, jadi bagaimana dia nggak paham perasaan sang adik tercinta, yang ternyata cintannya juga bertepuk sebelah tangan. Kakak adik sama aja. Hahahaha…
Karena terlalu asik mengerjakan robot pertamanya, Naruto sampai lupa waktu. Dia juga lupa kalau Kyuubi menunggunya di gerbang masuk, karena tadi Kyuubi mengajak Naruto pulang bersama.
"Naru-chan… masih sibuk ya?" tanya sebuah suara yang ternyata milik Kyuubi, saking lamanya dia nunggu Naruto, sampai Kyuubi sendiri datang menemui Naruto.
"eh? Nee-chan… maaf… aku lupa waktu." Ucap Naruto dengan perasaan bersalah. Sasori yang dari tadi menemaninya juga ikut membungkuk minta maaf ke Kyuubi.
"sebaiknya kita pulang dulu Naru-chan… kan masih bisa di lanjutkan besok." Saran Kyuubi, Naruto terlihat memperhitungkan saran Kyuubi, tak lama kemudia ia mengangguk setuju.
"um! Tunggu sebentar ya Kyuu-nee… senpai, terima kasih untuk hari ini.." Sasori hanya mengangguk dan tersenyum tipis, lalu membantu Naruto membereskan alat-alat yang berserakan.
"senpai juga mau pulang kan? Ayo kita pulang sama-sama." Ajak Naruto, yang menuai reaksi berbeda antara Kyuubi dan Sasori. Tentu saja Sasori akan dengan senang hati menerima tawaran Naruto, tapi tidak untuk Kyuubi.
"bukankah arah rumahmu berbeda dengan arah rumah Naru-chan?" tanya Kyuubi, nada yang ia gunakan telah menunjukan perasaannya.
"ya."
"Kyuu-nee…. Kan kita bisa jalan sama-sama sampai gerbang." Dan ucapan Naruto ini membuat Kyuubi diam tak bisa berkutik.
"ayoo.." dan akhirnya mereka bertiga berjalan bersama sampai gerbang depan. Naruto ada di tengah dengan Kyuubi disamping kiri dan Sasori di samping kanannya. Tak menyadari ada dua orang yang berjalan di belakang mereka dengan jarak yang cukup jauh.
.
.
.
.
.
To be continued….
Gaah! Selesai juga chap 9. Meski nggak sesuai dengan permintaan para pembaca sekalian. Juju raja ya, Kuu udah usaha buat cerita yang wordnya lebih dari 1k, tapi kok tetep nggak bisa? Jadinya Kuu buat sebisa Kuu aja.
Hmm…. Kira-kira siapa ya dua orang yang mengikuti Kyuubi Naruto dan Sasori? Penasaran?
Baca aja di chap depa, [kalo Kuu bisa buat lanjutannya… XD]
Mind to review?
A-K
