Itik Buruk Rupa
Chapter 13
Naruto by Masashi Kishimoto
Itik Buruk Rupa by Akuma-Kurama
Rate T
Pair: SasofemNaru, a little bit SasufemNaru & ItafemKyuu.
a/n: hummm… sejujurnya Kuu kehabisan ide, dan lagi tugas Kuu numpuk seabrek! Oh astaga kenapa dosen BLK Kuu begitu sayang banget sama kelas Kuu ya, sampe ngasih anak-anak di kelas Kuu tugas yang bejibun. Hahh…#curcol
ehehe, Kuu malah curhat, tapi nggak apa ya. Ini Kuu coba buat cerita semenarik mungkin, diamana ide mepet dan yang ngetik juga mepet. Habisnya senin Kuu udah deadline ngumpulin tugas, tapi Kuu juga pengennya senin itu Kuu update, paling nggak satu chapter lah. Dan Kuu pilih Itik Buruk Rupa deh buat di-update. Langsung aja ya…
.
.
Itik Buruk Rupa
.
.
"jadi, ternyata Naru-chan itu sepupu kita juga ya?" ucap Nagato buka suara, karena terlalu lama hening setelah duo Uzumaki bersaudara itu mendengar cerita Kyuubi di kediaman Namikaze.
"ya. Jadi kalian nggak bisa menjadikan Naru incaran kalian." Tegas Kyuubi.
"kenapa? Kan cuman sepupuan aja. Nggak kakak adik seperti dirimu." Banah Menma, untungnya saja saat ini Naruto sedang ada dikamar.
"kalian pikir ayah akan memberikan restunya? Dan lagi, Naru sudah mempunyai seseorang yang disukainya." Jelas Kyuubi tidak mau kalah.
"kalau untuk masalah itu, kami sudah tau kok. Tenang saja Kyuu, aku nggak mengincar Naru-chan sebagai lawan jenis, aku akan berusaha untuk memandangnya sebagai adikku yang manis." Sepertinya disini Nagatolah yang memiliki pemikiran kedepannya. Menma terlihat mendelik marah kearah kakaknya itu, tapi sama sekali tidak ditanggapi oleh Nagato.
"baguslah kalau kau bisa berpikir begitu. Aku yakin kalian juga pasti akan bertemu dengan gadis impian kalian." Nasehat Kyuubi bijak. Tidak lama Naruto sudah kembali berkumpul dengan Kyuubi, Menma dan Nagato di ruang tengah. gadis pirang bermarga Namikaze tersebut kembali dengan setumpuk buku dipelukkannya.
"astaga Naru-chan... buat apa buku sebanyak itu? Dan lagi ini kan bukan buku yang kau butuhkan."
"aku butuh kok, aku mau coba buat robot tanpa bantuan Sasori-senpai." Jawab Naruto, wajahnya terlihat berbinar antusias.
"maksudmu kau mau membuat robot secara otodidak?" tanya Menma.
"uhm! Aku mau membuat kejutan untuk Sasori-senpai. Aku yakin senpai pasti akan terkejut karena aku bisa membuat robot ini." Jelas Naruto, memperlihatkan rancangan robot kecil berbentuk kalajengking yang ada di layar laptop miliknya.
"woaah... meskipun aku bukan anak teknik, tapi aku tau, ini jenis robot yang cukup rumit. Kamu yakin bisa Naru-chan?" tanya Nagato, sepertinya Uzumaki sulung ini sedikit tidak mempercayai tekad adik sepupunya.
"kenapa kak Nagato pesimis sih? Yang optimis dong. Toh aku juga nggak minta Nagato-senpai untuk membantuku kok. Jadi tenang saja." Protes Naruto, karena sudah diremehkan oleh Nagato.
"ahaha, iya-iya… maaf. berjuanglah"
"yah, kalau Naru-chan sih sudah pasti bisa." Puji Menma memberikan semangat ala Menma. Sedangkan Kyuubi terlihat sibuk dengan ponsel yang ada ditangannya.
"makasih kak Nagato, kak Menma..." senyuman tulus terukir diwajah manis Naruto setelh mendapatkan dorongan semangat dari kedua kakak sepupunya itu.
"hey Kyuu. kau lagi apa sih?" tanya Menma, dengan lancangnya pemuda bersurai hitam itu merebut ponsel yang ada ditangan Kyuubi dan secara otomatis membaca apa yang tertera dilayar ponsel berwarna orange tersebut.
"a..aaa..."
"kau kenapa Menma?" tanya Nagato, heran dengan reaksi Menma setelah memlihat sesuatu dari ponsel Kyuubi.
"Menma!? Kembalikan!" teriak Kyuubi setelah sadar bahwa ponselnya direbut sang sepupu. Kira-kira apa yang tertera di layar ponsel Kyuubi ya?
"Nagato, tangkap ini!" seru Menma yang langsung melemparkan ponsel Kyuubi kearah kakaknya tersebut, saat sirinya hendak diterjang Kyuubi, beruntung Nagato memiliki reflek yang bagus, kalau tidak maka ponsel kesayangan Kyuubi itu pasti sudah mendarat tepat di atas laptop Naruto.
"Menma!?" geram Kyuubi yang kini jatuh tersungkur bersama dengan Menma dibawahnya.
"memangnya ada apa dengan ponselmu Kyuu?" tanya Nagato, penasaran juga dia langsung menilik hal yang ada dilayar ponsel Namikaze sulung tersebut. Dan betapa kagetnya Nagato, bahkan ekspresinya sama seperti Menma tadi.
"astaga... kau? Bagaimana bisa? Oh ya ampun, paman Minato harus tau ini." Pekik Nagato, entah hal apa yang membuatnya jadi seperti itu.
"kak? Ada apa?" tanya Naruto, cukup cemas juga dengan perubahan sikap Nagato.
"baca ini Naru-chan." Perintah Nagato, dia menyodorkan ponsel orange tersebut kedepan wajah Naruto, dengan maksud agar Naruto segera membacanya sebelum Kyuubi berbalik arah menerjangnya.
"eh? Keriput mesum? Siapa itu?" gumam Naruto saat membaca pengirim pesan tersebut, tapi kemudian ekspresi Naruto berubah, dari heran menjadi cukup terkejut karena isi pesan singkat tersebut.
"kak Kyuu pacaran sama kak Itachi?" tanya Naruto memastikan. Membuat Kyuubi yang hendak menerjang Nagato langsung diam di tempat dengan wajah yang cukup merona.
"si-siapa bilang. Si-siapa juga yang mau pa-pacaran dengannya…" elak Kyuubi dengan suara tergugu dan wajah yang makin merona, sayangnya wajah Kyuubi berpaling arah, tidak mau menatap adiknya.
"jadi nggak pacaran? Tapi kenapa kak Itachi sampai bilang seperti itu? Seolah kakak habis nerima lamaran kak Itachi saja." Celetuk Naruto, yang mendapatkan tanggapan berbeda dari ketiga orang yang ada disana. Kyuubi yang mendadak bisu dengan wajah merah padam, Menma dan Nagato yang menahan tawa karena pertanyaan dan ekspresi Naruto saat bertanya, seolah menanyakan kabar sehari-hari saja.
"coba aja baca kotak keluarnya Naru-chan, pasti ketahuan apa benar Kyuu pacaran dengan Itachi atau nggak." Saran Menma. Wajah Kyuubi yang tadinya malu dan gugup kini berganti menjadi wajah panik.
"benar juga."
"jangan!" teriak Kyuubi, tapi dianya sama sekali tidak berani merebut ponsel tersebut dari tangan sang adik.
"hmm… jadi kak Kyuu nggak mau berbagi cerita denganku? Kupikir kak Kyuu kakakku." Sepertinya gadis remaja ini mulai belajar bagaimana memanfaatkan situasi. Terlihat raut kebingungan diwajah Kyuubi.
"bu-bukan begitu… iya, iya aku ngaku. Aku memang pacaran dengan keriput itu!" seru Kyuubi akhirnya menyerah, membuat tawa meledak diruangan itu, ternyata kakak dari Naruto Namikaze ini benar-benar tsundere. Meskipun Kyuubi sudah mengaku, tapi rasa penasaran di hati Naruto masih saja ada.
"jadi tebakanku tadi benar ya? Kak Itachi melamar kakak? Dan kakak menerimanya? Wah, selamat ya kak." Ucap Naruto tulus dengan polosnya, sama sekali tidak peduli dengan efek yang ditimbulkannya. Yaitu ledakan tawa yang menggema di ruang tengah, tentu saja tawa tersebut milik duo Uzumaki.
"ahaha... aku masih ingat dengan jelas lho. Waktu kau menolak mentah-mentah pertunanganmu dengan Itachi." Seru Nagato yang masih tertawa geli.
"ya, ya. Aku yakin, waktu itu dia cuman gengsi aja." Sahut Menma. Dan keributan kembali terdengar, serta suara pukulan yang cukup keras yang dilayangkan Kyuubi ke kepala Nagato dan Menma. Benar-benar hari yang menyenangkan, kecuali bagi Kyuubi.
.
.
Itik Buruk Rupa
.
.
"benarkah? Wah... kalau begitu, ayah sangat merestui hubungan kalian..." timpal Minato saat mendengar cerita putri bungsunya tentang hubungan asmara sang kakak.
"ayah!"
"kenapa Kyuu? bukankah kamu sendiri yang menerima lamaran itu? Bahkan ayah masih nggak percaya kalau ternyata kalian diam-diam pacaran." Sahut Minato, diselingi tawa renyah, bahkan Iruka yang juga makan malam dikediaman Namikaze ikut tersenyum.
"aku juga setuju dengan ayah Minato. Lagipula kak Itachi orangnya baik kok..." Naruto ikut menimpali obrolan tersebut,
"paman... bantu akuu..." mohon Kyuubi ke Iruka.
"paman harus membantu apa? Hmm... bukankah bagus kalau kamu sudah dapat ijin dan restu dari Minato-san? Dan juga Naruto sepertinya juga menyukai nak Itachi." Kata Iruka, membuat Kyuubi semakin terpuruk. Hahh, andai dia tau kalau hasilnya akan begini, lebih baik dia tadi tidak usah memberitahukannya pada Naruto.
"kak Kyuu, kak Itachi kulihat sangat menyayangi kakak. Kak Itachi baik kok, bahkan kak Itachi mau mentraktirku ramen. Dia baik kan?" runding Naruto, ah ternyata persepsi orang yang baik menurut Naruto adalah orang yang mau mentraktirnya ramen, dasar ramen freak!
"kau itu… kenapa nggak coba urus hubunganmu dengan Akasuna itu." Sungut Kyuubi, mencoba balas dendam pada sang adik. Yah karena sejak makan malam tadi dirinyalah yang terus-terusanmenjadi bahan obrolan. Sekarang giliran dirinya yang membuat sang adik jadi bahan obrolan.
"e-eh?" mendengar nama Sasori disebut, secara otomatis membuat wajah Naruto merona merah.
"Akasuna? Siapa dia?" tanya Minato, maklum karena Minato sama sekali belum pernah bertemu dengan Sasori. Yang Minato tau kalau putri bungsunya tersebut tengah dekat dengan seorang pemuda bernama Sasori. Akasuna dan Sasori kan sama aja.
"ah, maksudku Sasori yah." Ralat Kyuubi.
"wah, jadi kalian sekarang sudah lebih dekat?" sahut Iruka, jangan heran karena Iruka sudah bertemu Sasori beberapa kali.
"Sasori ya? Coba kapan-kapan ajak dia main kerumah, ayah kan juga pengen lihat seperti apa sih lelaki yang bisa membuat putri kecil ayah ini jatuh cinta." Goda Minato.
"a-aku nggak ada hubungan apa-apa kok sama Sasori-senpai… cu-cuman berteman aja…" jawab Naruto dengan terbata. Membuat tawa Kyuubi meledak, balas dendam memang selalu mengasyikan baginya. Dasar kakak gila!
"hehh? Bukankan minggu lalu kau bingung dan panik, karena Sasori yang tiba-tiba menhilang. Bahkan tadi dikampus kau sama sekali nggak berani ngomong sama dia." Ledek Kyuubi. Kekehan kecil terdengar darinya.
"kak Kyuu..!"
"ahahaha..." dan tawa kembali pecah dikediaman Namikaze malam itu. Mereka terlalusenang menggoda bungsu Namikaze yang polos ini.
.
.
Itik Buruk Rupa
.
.
"aniki gila." Kata Sasuke tanpa perasaan.
"biarlah kau bilang gila. Toh Kyuu tetap mencintaiku." Jawab Itachi tidak peduli, bahkan dari kemarin Uchiha sulung ini selalu saja menatap layar ponselnya dengan antusias dan senyuman yang terukir di wajah tampannya. Jadi nggak salah kan kalau adiknya sendiri mengatai dirinya gila.
"cih."
"makanya, kau harus segera bertindak Sas. Kalau ngak incaranmu itu baal jatuh ke pelukan Sasori loh. Yah aku sihnggak masalah juga, toh Sasori juga sahabatku." Celetuk Itachi, membuat emosi Sasuke sedikit tersulut.
"hn." Dengan begitu, tuan muda Uchiha tersebut melangkah pergi meninggalkan sang kakak di dalam mobil, pikirannya cukup berkecamuk memikirkan cara yang akan dia gunakan. Pasalnya setiap dirinya mendapat ide, pasti selalu gagal untuk merealisasikannya. Uchiha Sasuke terlalu memandang harga dirinya.
"selamat pagi senpai…" sapa Naruto yang kebetula saja melewati Sasuke yang sedang melamun di taman.
"…." Sama sekali tidak ada sahutan dari Sasuke,
"senpai? Kau baik-baik saja?" tanya Naruto, melambaikan tangannya didepan wajah Sasuke. Tentu saja hal tersebut membuat Sasuke keluar dari dunianya sendiri.
"hn, dobe." Gumamnya, kembali bersikap cool didepan gadis manis pujaan hatinya ini.
"hahh… senpai, pagi-pagi jangan melamun, dan jangan panggil aku dobe. Namaku Naruto. N-A-R-U-T-O. Bukan dobe." Tegas Naruto, bahkan kini wajahnya cemberut dengan lucunya, membuat jantung Sasuke berdetak dengan cepat.
"urusai."
"cih, dasar teme-senpai menyebalkan. Huh." Setelah mengucapkan kalimat tadi, Naruto segera pergi meninggalkan Sasuke sendirian, dirinya tidak mau berdebat dengan senpainya itu pagi-pagi begini.
"kabur eh?"
"siapa yang kabur. Aku nggak mau membuang tenagaku buat berdebat denganmu senpai. Jaa." Meskipun begitu, Sasuke tetap mengikuti Naruto dari belakang.
"berdebat? Alasan saja."
"aku nggak beralasan. Dan berhenti mengikutiku senpai."
"siapa yang megikutimu?'
"kau," Naruto berhenti dan menunjuk wajah Sasuke dengan tidak sopan.
"apa buktinya aku mengikutimu?"
"karena dari tadi kau berjalan dibelakangku dan mengikuti kemanapun aku pergi."
"hey hey... kelas kita sama, jadi siapa yang mnegikutimu, hm?" elak Sasuke, ah harga diri Uchiha, mungkin tingginya melebihi langit.
"jadi senpai mau kekelas?"
"hn."
"ya sudah, kekelas saja." Naruto melenggang pergi, berbalik arah dari arah kelas mereka, membuat kernyitan diwajah Sasuke.
"kau mau kemana dobe?"
"bukan urusan ssenpai."
"mau membolos eh?" tanya Sasuke, berjalan di belakang Naruto lagi, begitu nggak mau dibilang mengikuti, dasar Uchiha.
"bukan urusan senpai, dan berhenti mengikutiku!" seru Naruto, kesal juga dengan sikap menyebalkan senpainya ini. Tampan sih, tapi kalua menyebalkan buat apa.
"beri tau aku dulu, kau mau kemana" perintah Sasuke yang sudah menahan lengan Naruto.
"lepaskan senpai. Aku mau ke Fakultas Teknik." Mendengar jawaban Naruto, entah mengapa membuat emosi Sasuke meledak. Yah bagaimana tidak, kalau Naruto sudah bilang mau ke Fakultas Teknik, sudah pasti gadis manis ini mau menemui Sasori kan. Salahkan saja sifat posesif milik Uchiha, bahkan kini Sasuke sudah menarik Naruto kedalam pelukkannya.
"senpai!" pekik Naruto kaget, dia berusaha keras melepaskan pelukan Sasuke.
"kau nggak boleh pergi."
"ini bukan urusan senpai. Toh senpai bukan siapa-siapaku. Lepaskan!" dengan keras Naruto mendorong Sasuke agar menjauh darinya, dan berhasil. Naruto menatap Sasuke dengan tajam.
"kenapa senpai selalu ikut campur urusan orang lain sih! Dasar teme-senpai!" seru Naruto, bahkan gadis itu sempat-sempatnya menjulurkan lidah ke Sasuke, setelahnya ia berlari meninggalkan Sasuke.
"ditolak sebelum menembak. Ahahaha, kasihan sekali dirimu, otuoto." Ejek Itachi yang entah sejakkapan sudah ada disana.
"urusai!" serunya kesal. Sasuke pergi meninggalkan Itachi yang masih terkikik geli. Ah melihat ekspresi lain diwajah adiknya itu memag sesuatu hal yang sangat menghibur dan menyengangkan.
.
.
Itik Buruk Rupa
.
.
"senpai..." panggil Naruto didepan kelas Sasori. Yah, Sasori memang sudah pulang, atau lebih tepatnya baru pulang semalam.
"Naruto… " Sasori segera menghampiri Naruto, lalu mereka berdua berjalan kearah taman yang ada di Fakultas Teknik.
"ada apa?"
"aku punya hadiah buat senpai." Jawab Naruto antusias, entah kemana rasa jengkelnya tadi, yang jelas sekarang dirinya tengah senang,
"hadiah?" Naruto mengangguk mantap, gadis bersurai pirang ini mengeluarkan kotak berukuran 10x10 cm dari dalam tasnya, lalu memberikannya pada Sasori.
"apa ini?"
"buka aja. Semoga senpai suka dan nggak kaget." Jelas Naruto disela tawa kecilnya. Dari pada penasaran, Sasori memutuskan untuk segera mebuka kota tersebut. Dan...
"robot kalajengking? Kau rancang sendiri?"
"uhm! Tapi maaf ya senpai kalau nggak sebgaus rancangan senpai."
"hm? Ini bagus. Kau hebat Naru. Gadis pintar." Sasori mengacak surai pirang Naruto dengan lembut, senyuman terukir diwajahnya. Ah nggak salah kalau dirinya jatuh hati pada gadis manis didepannya ini, selain manis, Naruto juga termasukgadis yang cerdas dan cepat belajar.
"hehehe"
"makasih Naru. Pasti kusimpan dengan baik. Oh iya, aku ada oleh-oleh buatmu dari Suna." Sasori mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya. Dan sesuatu itu membuat wajah Naruto merona dan juga senang.
.
.
.
.
.
To be continued….
Ah, kelar! Hehe, kira-kira hadiah apa sih yang mau dikasihin Sasori ke Naruto? Hmmm... oh iya, disini main pairnya thu SasorifemNaruto, jadi buat yang pengen SasufemNaru, Kuu harus buat kalian kecewa deh. Gomen ne... tapi ada ItaKyuu kan? Hehehe. Dan Kuu coba buat panjangin dikit, dikit banget, wordnya, semoga kalian cukup puas. Karena project Itik Buruk Rupa ini mau Kuu buat cepet kelar.
Thanks to:Arume Junnie, , hanazawa kay, 85, Keys13th, mifta cinya, Namikaze Asyifa, Dewi15, aiko no hime chan, Luca Marvell, guest, yoona ramdanii, , Ahn Ryuuki.
Makasih banget karena kalian udah mau baca dan review cerita Kuu. Satu lagi, karena Kuu sama sekali nggak paham tentang robot, jadi Kuu asal aja, bahkan Fakultas apa yang berkutat tentang robot Kuu juga nggak tau, jadi Kuu asal pilih Fakultas Teknik deh, ehehe.
Last, review kudasai… ^^
