WHAT?! (Hydrangea : Terima kasih sudah memahamiku) Chap- 5

Sebelumnya …

"Hai" Seseorang menepuk bahuku

Kutolehkan kepalaku kebelakang dan hampir saja aku terjungkal saking kagetnya.

"Ah! Pangeran Kyuhyun! Bagaimana bisa kau disini?" Tanyaku sembari memiringkan kepalaku dan menatapnya dengan pandangan heran. Dan.. risih.

Sebisa mungkin aku membiasakan diri dengan yang namanya 'keakraban' karena sejujurnya itu menggangguku. Aku adalah seseorang yang tidak mudah bergaul. Maka dari itu, aku merasa sedikit risih dengan peran yang kumainkan. Karena itu berarti, aku harus membiasakan diri dengan pergaulan atau semacamnya untuk membuat siapapun percaya jika aku adalah putri Rayoung. Bukankah pangeran Cho sangat dekat dengan putri Rayoung?

Pangeran Kyuhyun menatapku sekilas kemudian tersenyum kecil.

"Jangan canggung begitu Youngie-ah atau harus kupanggil kau..…"

.

.

.

.

.

"…..Nona Lee Sungmin?"

DEG!

"Ka-kau?"

"Kau ketahuan Nona" Pangeran Kyuhyun mengeluarkan smirknya

Hehh?

Astaga, Ini sama sekali tidak menghilangkan beban!

Author : AngELF 137

Tittle : What?! (Hydrangea : Terima Kasih Sudah Memahamiku) Chap-5

Main Cast : Lee Sungmin, Cho Kyuhyun

Genre : Fantasy, Drama, Romance, GS

Rate : T (pengennya sih M *taboked)

Story © AngELF 137

Cast(s) © God

WARNING! OOC, GAJE, TYPO(S), GENDERSWITCH!

silakan baca ^^ maaf kalo mengecewakan :* Maklum masih NEWBIE

Di ff ini, saya akan sangat jarang ngasih tau POV nya siapa aja.

Kalian tebak sendiri aja lah ya 8-)

Don't copas! Don't PLAGIAT PEASE ;)

GAK SUKA? JANGAN BACA! MASIH NGEYEL? JANGAN SALAHIN SAYA KALO KALIAN MUNTAH. SAYA UDAH KASIH PERINGATAN!

"Bagaimana kau bisa tahu?" Sungmin menatap pangeran Kyuhyun kaget. Dengan mata foxy-nya, Sungmin menelisik lebih jauh arti dari tatapan lelaki tampan tersebut padanya. Kenapa lelaki dengan seribu kharisma ini mengetahui hal yang sepertinya sangat dirahasiakan pihak kerajaan Shion?

"Itu tak penting. Bisa kau jelaskan lebih rinci nona Lee?"Pangeran Kyuhyun menatap Sungmin. Bibir tebalnya melukiskan seringaian yang semakin menambah pesonanya.

"Bagian mana yang ingin kau tahu?" Sungmin menengadahkan kepalanya menatap langit biru yang indah. Demi Tuhan, dia sama sekali tidak pernah berpikir akan seperti jadinya. Kenapa lelaki dihadapannya mempunyai pesona mengerikan seperti itu? Lagi dan lagi. Sungmin harus sadar jika lelaki dihadapannya sudah memiliki calon pendamping hidup. Dan entah mengapa jika mengingat hal tersebut, nyeri amat terasa didadanya. Apa ia benar-benar sudah jatuh pada pesona pangeran tampan ini?

"Aku.. emm.. apa putri Rayoung benar-benar koma?"Pangeran Kyuhyun bertanya lirih. Dia masih ragu dengan apa yang ia dengar saat itu, dan ini adalah saat yang tepat untuk memastikannya.

"Aku yakin kau tahu jawabannya dengan pasti pangeran Cho"

Sungmin mengepalkan jarinya dengan kencang. Kenapa rasa sakitnya semakin menjadi? Kenapa gadis dengan wajah imut ini merasa tak suka saat mendengar nada khawatir yang keluar dari bibir lelaki didepannya? Ada apa dengannya?

"Ah ya kau benar. Lantas kenapa kau bersedia menggantikannya?" Tanya pangeran Kyuhyun mencoba memulihkan suasana yang mendadak canggung.

"Hanya penasaran juga kasihan. Ini petualangan yang menyenangkan bukan?" Sungmin terkekeh kecil.

Suasana mendadak canggung. Dari kedua pihak, sama-sama belum mau membuka mulut.

"Apa..kau tak marah?" Tanya Sungmin pelan membuka kembali pembicaraan mereka.

"Sebenarnya aku sangat ingin. Namun, apa yang kau lakukan sekarang adalah hal terbenar. Kau akan tahu itu suatu saat nanti." Ucap pangeran Kyuhyun tegas namun lembut. Memandang gadis didepannya dengan tatapan memuja. Ya. Kalian tidak salah. Pangeran Kyuhyun menatap Sungmin dengan pandangan memuja. Seharusnya Sungmin sadar akan hal itu. Atau seharusnya keduanya yang sadar?

"Terima kasih sudah memahamiku pangeran Cho" Sungmin tersenyum hangat pada pangeran muda tersebut kemudian membungkukkan badannya.

"Jangan ucapkan itu sekarang. Suatu saat kau juga akan membutuhkan sesuatu yang lebih dari terima kasih untuk kau ucapkan padaku." Ucap pangeran Kyuhyun lalu melenggang pergi begitu saja.

Setetes air mata jatuh dari mata foxy Sungmin. Pandangan Sungmin masih terfokus pada punggung lelaki yang merupakan calon raja yang bahkan sudah hampir tidak terlihat lagi.

"Hm. Itu pasti" Sungmin bergumam lirih.

_AngELF 137_

"Ayah, apa keputusan ini yang terbaik? Apa tidak sebaiknya kita tanyakan pada penasihat Jung atau mungkin.. Dewa Penentu Takdir?"

Putri sulung dari raja Shion tersebut mengeluarkan pertanyaan yang sedari tadi terngiang di kepalanya.
Sebagai putri dari seorang raja dan kakak bagi adiknya yang sedang terbaring tak sadarkan diri, putri Ji Ae harus memastikan semua berjalan dengan lancar dan sesuai rencana. Jika tidak, oh.. putri cantik itu tidak bisa membayangkan kekacauan apa yang akan terjadi kelak.

"Ayah tak tahu, tapi berdoalah putriku" Jawab raja Shion lirih. Bukan hanya putrinya, ia dan para petinggi istana sebenarnya juga tidak cukup yakin dengan rencana ini.

"Emm Dayang Lee, bisakah kau adakan pertemuan dengan kerajaan Cho?" Raja Shion bertanya pada Kepala Dayang Lee yang sedari tadi berdiri dekat pintu masuk ruangan kerja raja.

"Ah! Tentu Yang Mulia" Dayang Lee membungkukkan badannya lalu segera pergi untuk melakukan tugas yang diberikan raja.

_AngELF 137_

TOK TOK TOK

Seseorang mengetuk pintu kamarku. Isshh apa lagi ini? Baru saja ingin istirahat, sudah ada yang mengganggu lagi. Menyebalkan! Ah ya Tuhan! Sudah berapa kali aku merutuk kesal semenjak menginjakkan kakiku di istana ini?

"Nona bisakah kau buka pintunya?" Itu suara putri Ahn Ji Ae kan? Hebat! Akhirnya ada juga keluarga kerajaan ini yang kuingat suaranya. Karena apa? Karena mereka semua memiliki suara yang hampir sama dan memiliki kemerduan dengan tingkat yang hampir sama pula. Benar-benar sempurna! Tapi.. enngg sebenarnya aneh juga karena mereka mempunyai suara dengan tingkat kesamaan yang hampir mendekati sempurna.

"Hn. Masuklah" Masa bodoh dengan yang namanya kesopanan. Sekarang aku benar-benar lelah. Dan aku harap tidak ada protes saat ini.

CKLEK

"Apa kabar?" Dia menatapku dengan senyum ramah. Tapi sayang aku malas membalasnya karena aku benar-benar lelah.

"Seperti yang anda lihat putri Ahn" Jawabku seadanya

Putri Ahn Ji Ae tersenyum maklum. Yah! Dia memang harus begitu. Aku yakin dia mengerti keadaanku. Begitupun kalian kan?

"Ada pertemuan dengan kerajaan Cho"

"Ya?!"

Oh Tuhan! Aku harus rela kembali untuk membiarkan kasur ini tidak membelaiku barang sedetikpun.

Dan disinilah aku. Ruang makan keluarga kerajaan.
Dengan riasan yang ala kadarnya. Oh Tuhan! Ini memalukan!
Aku benar-benar tidak nyaman dengan mereka semua yang melihatku dengan pandangan aneh. Terang saja, aku hanya mengenakan hanbok putih polos sedangkan mereka semua? Hanbok yang mereka pakai seperti hanbok orang yang mau menikah saja! Penuh dengan berbagai warna dan blink-blink yang menyilaukan mata namun tampak pas saat mereka pakai. Hebat!

Oh ayolah Sungmin-ah, bukankah pengantin wanita bisanya menggunakan pakaian berwarna putih? Lantas apa yang kau pakai saat ini bodoh!

"Apa kabar putri Ahn?" Tanya ratu Cho sambil tersenyum ramah mencoba melelehkan susana canggung yang kental hanya karena pakaianku. Dan aku sungguh membenci topik -tentang-baju-yang-kupakai-saat-ini.

"Baik/baik" Jawabku dan putri Ahn Ji Ae

Mengapa bisa?
Jelas saja. Disini ada dua putri Ahn -jika sandiwaraku tidak masuk dalam hitungan- kan?

Ratu Cho terkekeh kecil. Sedangkan Raja Cho Jeno menatap kami -aku dan putri Ji Ae- sambil tersenyum kecil.

"Kalian terlalu bersemangat" Tanggap raja Cho

"Ah! Biasa saja Yang Mulia" Ucapku agak kaku. Well, raja Cho sedang menatapku dengan intens saat ini. Entah apa yang ada dipikirannya aku tidak tahu.

Hening..

Hening..

Hen-

"Emm.. Bisakah kita langsung ke acara inti?" Raja Shion akhirnya membuka suara setelah hening sejenak

"Apa yang ingin anda bicarakan Shion-ssi?"Tanya ratu Cho to the point

Jangan tanya aku kumohon! Kerajaan Cho dengan kerajaan Shion memang sudah akrab. Sudah jadi hal lumrah jika mereka memanggil satu sama lain tanpa embel-embel 'Yang Mulia'. Ya kan?

"Kapan anak kita bisa dinikahkan?"

DEG!

"EH?!" Ini adalah saat yang tepat untuk berhisteris ria bukan?
Apa-apaan itu? Menikah? Ya Tuhan ampuni dosa-dosaku. Kenapa semua ini semakin rumit?

"Ada apa putri Rayoung?" Kini giliran raja Cho yang bertanya. Sedikit kutelisik kedalam manik matanya, ada rasa heran juga…. Curiga?

"Ah! Mungkin dia hanya kaget ayah. Kalian bisa melanjutkannya" Sahut pangeran Kyuhyun menengahi pembicaraan ini.

Kutatap dalam mata pangeran Kyuhyun. Seakan mengucapkan 'terima kasih' padanya. Aku tidak tahu bagaimana jadinya jika dia tidak membantuku tadi.

Pangeran Kyuhyun tersenyum tipis dengan pandangan mata yang seolah mengatakan 'itu belum seberapa'. Che! Sombong sekali pangeran tampan ini.

"Oh. Baiklah. Jadi kapan mereka akan menikah?" Raja Shion kembali melanjutkan pembicaraannya

"Secepatnya" Sahut ratu Cho

"Bagaimana jika 3 hari lagi?" Saran raja Cho sembari menatap kami satu persatu.

"APA?" Jeritku histeris

Oh ini bukan gaya seorang putri. Aku tahu itu. Dan sekarang biarkan aku mati barang sebentar saja. Kumohon..

-In Other Place-

"Penasihat Jung! Kami punya kabar penting!" seru seorang dayang sembari berlari dengan terbirit-terbirit dan napas yang satu-satu.

"Hm?" Sahut seorang wanita datar

"Putri Ahn Rayoung sudah sadar!" Pekik dayang tersebut.

"APA?!"

Well, takdir macam apa yang akan datang di kerjaan ini?
Entahlah.. tidak satupun yang tahu. Biarkan mereka menjalani apa yang sudah tertulis.

-TeBeCe-

Cuap2: im bekkkkkkkkkk Ehehe ganti penname dari Jeje1003 ke AngELF 137 :D oh iya, mungkin aku akan sibuk dengan sekolah well, bentar lagi uts -_- mohon doanya^^. Dan gak terlalu fokus ke ff ini mianhae *bow tapi tenang! Aku bakal tetep ngelanjutin ff ini ampe end :D itupun kalo masih ada yang mau baca. Dan untuk yang kemaren nanya di fb tentang jumlah chap ff ini, jawabannya yah yang jelas gak banyak banget lah yaw :D untuk chap ini masih pendek ya? Ehehe maap deh :D

Apakah masih ada yang mau ff ini dilanjut? Kayaknya udah pada bosen ya? -_-

Its okey. Semua tergantung respon yang aku dapet. Dan dukungan kalian semua. Pasti fic aku gak terlalu complicated ya? Pasti ngebosenin -_- Aku gak jago soalnya -_- -_- -_- maap buat yang kecewa. Maap buat yang nunggunya kelamaan. sekolah nyita waktu banget -_- sekali lagi aku minta maap *bow1000kali
See you in the next part!

papai :*

Salam hangat,

^AngELF 137^