Nothing On You
.
.
Cast:
Cho Kyuhyun (namja)
Lee Sungmin (yeoja)
.
Rate: M
.
Chaptered, Genderswitch
.
Chapter 1
Tidak membutuhkan waktu yang lama, gadis ini sudah selesai merapikan pakaian dan juga perlengkapannya di dalam lemari dinding yang cukup besar, di dalam kamarnya. Tidak sebanding dengan isinya, pakaiannya bahkan tidak sampai seperempat lemari ini. Gadis itu mengikat rambutnya sampai atas dan mengipaskan tangannya ke wajahnya, kemudian menghirup napas panjang. Berpikir sejenak tentang kehidupan masa depannya yang ia yakini ia tidak salah mengambil keputusan. Ia menggelengkan kepalanya lantas ia membalikkan tubuhnya dan betapa terkejutnya ketika di depan pintu sudah berdiri sosok yang baru saja menjadi suaminya. Sejak kapan pria itu ada disini? Di dalam kamarnya, lebih tepatnya di depan pintu lemarinya.
Tatapannya tajam mengintimidasi. Sorot matanya terus tertuju padanya. Ia meneguk ludahnya, gugup. Dia berhadapan dengan pria dingin dan tampan, bahkan samngat tampan. Ya, pria ini kini menjadi suaminya. Demi Tuhan, dengan rambut yang sudah acak-acakan justru pria di depannya ini terlihat sangat tampan dan sexy juga hot. Kemeja putih yang melekat pas, menunjukkan dada bidangnya. Dengan kedua kancing dua kancing atas yang sudah terbuka dan lengannya yang di gulung sampai siku. Seketika Sungmin menegang. Buru-buru ia mengalihkan tatapannya, sedikit menunduk.
"Aku ingin bicara." Perintah pria di depannya. Suaranya terdengar serak dan tegas. Tak lama kemudian terdengar pintu kamarnya tertutup. Pria itu telah pergi dari kamarnya. Sungmin menghembuskan nafasnya lega, tapi jantungnya masih berpacu dengan cepat. Bagaimana bias pria itu begitu mempengaruhinya, bahkan sangat mempengaruhinya. Ini gila. Dia tidak bias berpiir jernih. Selalu seperti ini reaksi tubuhnya jika berhadapan dengan pria tersebut.
Dengan kekuatan yang ia miliki, ia segera keluar dari kamarnya. Mencari dimana keberadaan suaminya. Apartement penthouse cukup menyusahkannya karena begitu luas dan mewah. Saat ia akan turun ke lantai bawah, ia menoleh ke samping kiri.
"Disini…" suara suaminya terdengar sangat dingin. Sungmin melihat punggung pria yang berdiri menghadap kaca besar, kedua tangannya dimasukkan ke dalam saku celananya. Sungmin menghampiri suaminya, sekarang ia sudah berada disamping tubuh tegap suaminya. Sungmin ikut menatap ke depan. Menatap indahnya kota Seoul di malam hari, dengan segala gemerlap lampu dan gedung pencakar langit. Termasuk gedung yang dengan angkuhnya berdiri tegak, paling tinggi diantara semua gedung pencakar langit yang terlihat. Tempat ia bekerja dua bulan yang lalu, sampai sekarang. Cho International Commerce Centre, dua gedung yang saling berhubungan berdiri begitu kokoh, mewah dan sangat menakjubkan. Kebanggaan Seoul dan Asia, bahkan dunia. Tidak heran pemiliknya juga menunjukkan betapa berkuasanya dia. Pria yang berdiri di samping Sungmin ini adalah Cho Kyuhyun, pria yang baru menjadi suaminya.
Pikiran Sungmin melayang pada pertemuan pertamanya dengan Cho Kyuhyun di sebuah club malam. Sebulan yang lalu, Sungmin, gadis yang tidak suka pergi ke club malam, bahkan teman-temannya heran, kenapa di zaman sekarang masih ada gadis seperti Lee Sungmin yang bahkan selama 24 tahun usianya tidak pernah ke club malam. Dia memang bukan tipe gadis yang seperti itu. Walau berada dalam keluarga sederhana dan tidak ada apa-apanya disbanding dengan kekayaan Cho Kyuhyun, tapi prinsip kedua orang tuanya-lah yang membuatnya seperti itu, hidup dengan kesederhanaan.
Flashback
Malam itu, Kim Jungmo, kakak sepupu Lee Sungmin, merayakan keberhasilan kerjasama dengan perusahaan yang menjadi incaran atasannya, dan hasilnya ia naik tampan dan berhati malaikat itu terbilang sukses sekarang. Siapa wanita yang tidak tertarik padanya? Ya, Sungmin sendiri pun menyukai sosok kakak sepupunya itu. Ia memang anak tunggal dan sejak kecil ia terbiasa dengan hadirnya Jungmo sebagai teman bermain. Jungmo selalu ada jika Sungmin membutuhkan bantuannya. Dan sejak ia tumbuh menjadi seorang remaja, ia sada bahwa ia menyukai sepupunya bukan sebagai kakak, melainkan sebagai seorang pria.
Jungmo tidak mengajak banyak temannya pada malam itu. Hanya teman terdekatnya saja. Sungmin tidak bias menolak ajakan Jungmo karena ini merupakan hal penting bagi sepupunya. Setidaknya ini untuk pengalaman pertamanya ke club malam. Tapi entah mengapa, Sungmin ingin berkeliling sekitar club yang terkenal di Seoul ini. Lagipula pakaiannya juga tidak seminim wanita kebanyakan disini, jadi ia pikir ini aman.
Dia memakai mini dress berwarna pastel yang melekat pas ditubuh rampingnya, serasi dengan warna kulitnya yang putih bersih. Dengan rambut coklat panjangnya yang sedikit bergelombang, ia terlihat cantik sekaligus manis. Banyak pria yang menatapnya kagum. Beberapa pria pun bersiul menggodanya ketika ia berjalan, dan ada pula yang mengajak Sungmin untuk minum bersama. Sungmin merutuki dirinya sendiri yang begitu bodoh. Sbaiknya ia kembali ke tempatnya semula.
Tanpa ia duga, tiba-tiba ada tangan jahil yang sengaja menyentuh bokongnya. Dengan segera ia menampar pria kurang ajar tersebut, tapi naas pria itu menangkis tangannya dan bergerak mendekap tubuhnya. Sungmin seketika meronta dengan sekuat tenaga, tiba-tiba…
BUG…BUG…BUG
"Pergi atau mati!" suara seorang pria terdengar begitu tegas. Syukurlah, pria itu datang tepat waktu. Sungmin menutup mulutnya dengan tangannya. Jantungnya berdebar dengan cepat melihat kejadian dihadapannya. Kemudian, pria kurang ajar tersebut pergi dengan terseok-seok tanpa melakukan perlawanan.
"Ga..gamsahamnida." ucap Sungmin gugup. Pria didepannya hanya merapikan jas yang melekat pas di tubuh tegapnya, kemudian menatap Sungmin. Matanya menyipit,"Tidak perlu. Sudah kewajibanku untuk mengusir bajingan seperti dia dari kawasanku." Sungmin gugup mendengar jawaban yang keluar dari mulut pria dengan setelan jas hitam dan rambut yang acak-acakan itu. Pria itu adalah Cho Kyuhyun.
"Ma..maaf. kalau begitu aku permisi dulu." Ucap Sungmin segera berbalik dan akan meninggalkan tempat ini. Namun… "Apakah kau tidak ingin membayar karena aku sudah menyelamatkanmu, nona?" Sungmin terdiam saat ia mendengar nada pria ini yang sedikit serak namun sangat tegas. Ia mengerjap sesaat, "membayar?" Tanya Sungmin bingung. Sial. Jangan sampai pria ini memanfaatkanku. Jangan sampai. Ucap Sungmin dalam hati.
Kyuhyun bergerak mendekat kearah Sungmin,seperti predator yang akan memangsanya. Sungguh membuat Sungmin takut, ia berdebar. Pria ini tampan, sexy dan juga hot. Dan kenapa Sungmin menjadi terpesona. Ya ampun, pria ini satu-satunya pria yang bias mengalihkannya dari Jungmo.
Tidak memakan waktu yang lama, Kyuhyun sudah berada tepat didepan Sungmin, menatapnya dengan tajam. Jantung Sungmin berdebar lebih cepat, keringat dingin seketika keluar dari pori-pori seluruh permukaan kulitnya. Demi Tuhan, Sungmin sulit bernapas saat itu karena aroma Kyuhyun begitu menyeruak ke dalam indra penciumannya. Memabukkan. Napas Kyuhyun kini bahkan terdengar sangat berat dan terengah. Sungmin sendiri bahkan tidak tahu penyebab Kyuhyun seperti itu, apa karena sehabis menghajar pria tadi?
Sedikit menunduk, kini kepala Kyuhyun tepat di samping kepala Sungmin. Dengan mulut Kyuhyun yang berada di telinga Sungmin, ia berbisik dengan suara seraknya.
"Aku ingin memilikimu," Sungmin tercekat, seketika membulatkan matanya dan menoleh sedikit ke samping. Tatapannya bertemu dengan sorot tajam milik Kyuhyun. "Di ranjangku…bagaimana, hm?" lanjut Kyuhyun dengan tatapan gelapnya.
.
.
TBC
