Title: Sensitive Pornograph

Chapter: 2/6

Cast: Jung Yunho, Kim Jaejoong

Rate: T

Genre: Romance, Drama, Humor (failed)

Warning: BL, Shounen-ai

.

Remake dari manga Sensitive Pornograph ©Ashika Sakura, 2003

Ide cerita seluruhnya milik Ashika Sakura-sensei, ane cuma remake jadi YunJae version, yang ga suka ya ga usah baca.

.

Note: tolong dibaca sampai bawah agar ga ada kesalahpahaman

.

Happy reading

.

.

.

.

.

Chapter 2: Please Kiss Me

.

.

Momen pertama saat aku melihatnya adalah kurasakan sebuah panah Cupid telah menusuk hatiku, hati Jung Yunho. Semua itu berawal di bulan April disaat bunga Sakura bermekaran, dan itu saat penerimaan murid baru.

Dia terlihat berbeda dari yang lain, diantara barisan murid baru Paran High School yang seluruhnya adalah namja, dia terlihat bersinar dan juga cantik. Dan hatiku berdebar kencang saat pertama kali melihatnya.

"Yunho hyung, sedang apa kau disini? Ayo kita masuk ke kelas, upacara penerimaan murid barunya sudah selesai" ajak seorang namja bersuara melengking mirip lumba-lumba.

Bukannya mengikuti ajakan namja yang mengajaknya masuk ke kelas barunya, Yunho malah berjalan mendekati namja yang sudah menarik perhatiannya sejak pertama kali dia lihat, Kim Jaejoong. Namja cantik berkulit putih dengan doe eyes dan bibir merah yang membuatnya terlihat seperti manequin hidup daripada manusia jika kau menyingkirkan sisi hitam dari seorang Kim Jaejoong.

"Apa kau Kim Jaejoong, yang sering dipanggil 'Hero' dari Chungnam saat junior high school?" tanya Yunho pada namja cantik yang sedang berjalan ke arah pintu keluar gedung olah raga tempat upacara penerimaan murid baru.

Merasa namanya disebut, Jaejoong menolehkan kepalanya lalu menatap Yunho dengan ekspresi datar.

"Siapa kau?" tanya Jaejoong dingin.

"Dengar ya, dia ini adalah Jung Yunho. Orang yang meraih nilai tertinggi saat tes masuk sekolah ini, seharusnya kau menunjukan rasa hormatmu padanya" ucap teman sekaligus sepupu Yunho, Kim Junsu si namja bersuara melengking yang sedang berusaha menyeret Yunho ke kelasnya.

Yunho mendekati Jaejoong yang sama sekali tidak perduli dengan penjelasan Junsu dan hanya menatap Junsu dengan ekspresi datar.

"Yo! Namaku Jung Yunho salah satu dari murid baru di sekolah ini, senang berkenalan denganmu. Sebenarnya aku ingin bisa akrab denganmu" Yunho menarik tangan Jaejoong tiba-tiba dan membuat Jaejoong sedikit kaget.

Yunho lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Jaejoong dan berbisik pelan. "Kita bisa memulainya sebagain teman, bagaimana menurutmu?"

Jaejoong yang didekati Yunho merasa bulu ditengkuknya meremang dan mundur menjauh dari Yunho perlahan-lahan.

Bagh

Bugh

Tiba-tiba Yunho terkapar di tanah dengan wajah lebam setelah dipukuli oleh Jaejoong. Ternyata gosip yang beredar benar adanya, Jaejoong yang dikenal sebagai 'Hero' ternyata memang sangat jago berkelahi, terbukti dia bisa membuat Yunho babak belur dalam sekejap. Hero adalah sisi hitam Jaejoong, di balik cover Jaejoong yang terlihat indah, tersimpan iblis mematikan yang siap menghabisi siapa saja.

Dan setelah memukuli Yunho, Jaejoong pergi begitu saja tidak memperdulikan Yunho yang sekarat akibat pukulannya.

Pukulan yang hebat, Kim Jaejoong. Bahkan pukulanmu lebih hebat dari petinju profesional.

"Yunho hyung, bertahanlah!" ucap Junsu heboh.

Aku rasa aku baru saja dipanah oleh Cupid, dan aku jatuh cinta padanya. Jatuh cinta pada si cantik Kim Jaejoong dan aku harus memilikinya, apapun yang terjadi.

"Damn you, Kim Jaejoong! Aku pasti akan memilikimu suatu saat nanti, tunggulah waktunya! Hahahahahaha, aku tidak sedang bercanda!" ucap Yunho semangat walau dengan kondisi babak belur dan terkapar di lantai.

"Aku rasa otak Yunho hyung sudah sedikit bergeser dan rusak akibat pukulan Kim Jaejoong" ucap Junsu yang menatap Yunho horor.

"Ne, kurasa juga seperti itu" ucapan Junsu diamini oleh temannya yang lain.

.

.

Ding dong ding

Suara bel istirahat terdengar di seluruh Paran high school, para siswa langsung menuju kantin untuk mengisi energi mereka kembali, sama halnya dengan Yunho yang langsung keluar dari kelasnya menuju kelas Jaejoong.

Setelah Jaejoong membuatnya terkapar sebelumnya, Yunho mulai melancarkan aksinya mendekati Jaejoong. Aksi Yunho selanjutnya adalah mengajak Jaejoong makan siang bersama.

"Jaejoongie, ayo kita makan siang bersama" ucap Yunho saat tiba di depan kelas Jaejoong sambil menunjukan sekotak bekal di tangannya dengan wajah tersenyum lebar.

Jaejoong yang melihat Yunho berdiri di depan pintu kelasnya, melewatinya begitu saja dan langsung pergi tanpa memperdulikannya sedikitpun.

"Yah! Kenapa kau meninggalkanku? Apa salahnya kita makan siang bersama?" tanya Yunho yang mengekori Jaejoong.

Jaejoong tidak perduli dengan pertanyaan Yunho dan malah berjalan menuju atap sekolah.

"Jaejoongie, tunggu aku!"

"Jaejoongie!" panggil Yunho.

"Jangan memanggilku dengan panggilan seperti itu, terdengar menggelikan" ucap Jaejoong dingin sambil bersandar pada pagar besi sesampainya di atap sekolah.

"Padahal itu manis dan cocok untukmu. Hey, apa kau tidak makan?" tanya Yunho saat melihat Jaejoong hanya membawa sekaleng minuman.

"Jam makan siang hampir berakhir, bagaimana jika kita makan bersama" Yunho menyodorkan kotak makan siangnya.

Jaejoong hanya melirik ke arah Yunho. "Makan satu kali sehari sudah cukup untukku" ucapnya sambil meneguk minumannya.

"Kau hanya makan satu kali sehari?" tanya Yunbo sedikit terkejut.

Greb

"Tidak heran jika tubuhmu kurus, seharusnya kau lebih banyak makan agar tubuhmu sedikit lebih berisi" ucap Yunho saat memeluk tubuh Jaejoong dari belakang.

Duag

"Jangan menyentuhku, bodoh!"

Jaejoong langsung menonjok Yunho saat tubuhnya tiba-tiba dipeluk dan membuat Yunho sedikit terhuyung akibat tonjokan Jaejoong, siapa yang mengira jika Jaejoong yang bertubuh kecil dan kurus memiliki tenaga seperti kuli pasar.

"Apa kau itu gay?"

"Sebenarnya sih tidak"

"Lalu kenapa kau menggangguku terus?"

"Itu karena kau sangat imut dan manis, Jaejoongie. Dan aku bersedia menjadi gay jika kau mau menjadi kekasihku, menjadi uke tentunya. Menjadi bottom yang selalu mendesah untukku" ucap Yunho dengan senyum lebar yang malah terlihat seperti senyum mesum di mata Jaejoong.

Bagh

Bugh

"Dasar pervert!" ucap Jaejoong kesal lalu pergi meninggalkan Yunho yang kembali terkapar setelah dihajar olehnya.

"Aku selalu menyukai kekerasan yang sering kau lakukan padaku, karena itu membuatku bersemangat untuk mendapatkanmu, Jaejoongie" ucap Yunho dengan wajah penuh lebam.

Junsu yang sebelumnya mengikuti Yunho ke atap sekolah, baru berani mendekati Yunho setelah Jaejoong pergi. Junsu masih menyayangi nyawanya dan berusaha untuk tidak berurusan dengan 'Hero' dari Chungnam yang terkenal jago berkelahi karena pernah mengalahkan tiga puluh orang sekaligus, padahal saat itu dia masih kelas dua junior high school dan Junsu tidak ingin berakhir seperti Yunho, babak belur.

"Hyung, berhentilah mendekati Kim Jaejoong. Kau itu selalu babak belur setiap kau mendekatinya, apa kau itu masokis?" ucap Junsu yang kasihan melihat Yunho terkapar di lantai akibat ulahnya sendiri lalu membawanya ke klinik sekolah.

Sementara itu, Jaejoong yang sedang berjalan sendirian di lorong menuju kelasnya setelah membuat Yunho babak belur di atap sekolah dihadang oleh beberapa orang namja.

"Apa kau murid kelas satu yang bernama Kim Jaejoong?" ucap salah satu namja yang menghadangnya.

"Ne, waeyo?" ucap Jaejoong dengan ekspresi datar.

"Sejak kau masuk sekolah ini, kau menjadi pembicaraan dan terkenal dengan sangat cepat. Selain wajah cantikmu, kudengar kau juga sangat jago berkelahi. Jadi apa kau mau bermain sedikit dengan kami?"

Jaejoong hanya menghembuskan nafasnya pelan, dia tahu yang dimaksud mereka yang menghadangnya adalah menantangnya berkelahi dan kebetulan mood Jaejoong sedang buruk karena diekori terus oleh Yunho, bahkan sampai kedalam toilet. Maka tidak heran Jaejoong menghajar Yunho hingga babak belur. Jaejoong lalu mengikuti namja yang menghadangnya ke arah gudang belakang sekolahnya yang sepi karena jarang dilewati orang.

.

.

"Kau lagi, kau lagi. Apa kau tidak bosan keluar masuk tempatku, Yunho-ah?" ucap seorang yeoja cantik memakai jas putih sambil menatap bosan pada Yunho yang sebelumnya diantar Junsu yang langsung pergi setelah mengantar Yunho.

"Maafkan aku karena selalu mengganggumu, Park seonsangnim" ucap Yunho pada yeoja yang ternyata adalah dokter sekolah.

"Sebenarnya tidak masalah untuku, karena ini memang tugasku. Jadi sebaiknya kau duduk dulu, aku akan mengambil obat untuk luka-lukamu" ucap Park seonsaengnim lalu berdiri dari kursinya dan mengambil perban dan beberapa plester juga obat luka untuk mengobati Yunho, pasien langganannya.

"Aku jadi penasaran, sebenarnya apa yang kau lakukan hingga babak belur begini? Berkelahi?" tanya Park seonsaengnim yang penasaran asal dari semua luka Yunho.

"Sebenarnya tidak juga" jawab Yunho yang duduk santai disalah satu kursi sambil memainkan ponselnya.

"Kau itu sebenarnya memiliki tubuh yang kuat, tapi kenapa kau selalu babak belur? Apa kau tidak pernah berpikir untuk membalas orang yang sudah membuatmu seperti ini?" tanya Park seonsaengnim lagi sambil menempelkan beberapa plester luka di wajah Yunho.

"Aku tidak bisa memukul wajah cantiknya" ucap Yunho singkat.

Park seonsaengnim mengerutkan dahi. "Itu terdengar seperti kau sedang melindungi seekor hewan liar yang buas"

"Lebih tepatnya adalah mahluk cantik yang kejam"

"Hah?" Park seonsaengnim bingung dengan ucapan Yunho.

Brak

Pintu dibuka tiba-tiba dengan sangat kencang oleh Junsu membuat Yunho dan Park seonsaengnim terkejut bersamaan.

"Yunho hyung! Ada berita buruk! Kim Jaejoong..."

Yunho melebarkan mata sipitnya saat mendengar nama Jaejoong disebut Junsu.

"Apa yang terjadi dengan Jaejoongie?" tanya Yunho sambil menggoyang-goyangkan tubuh Junsu.

"Pu-pusing, hyung"

"Katakan apa yang terjadi dengan Jaejoongie?" Yunho masih terus menggoyangkan tubuh Junsu.

"Tadi saat aku akan kembali ke kelas, aku melihatnya dibawa oleh beberapa orang anak kelas dua ke arah gudang belakang sekolah, sepertinya mereka akan..."

Belum sempat Junsu menyelesaikan ucapannya, Yunho langsung berlari keluar dari klinik sekolah menuju gudang sekolah dengan tergesa setelah mendengar Jaejoong dibawa oleh beberapa siswa kelas dua tanpa memikirkan kondisinya yang babak belur, yang ada dipikirannya hanyalah Jaejoong.

"Apa hubungan Yunho dengan Kim Jaejoong?" tanya Park seonsaengnim pada Junsu saat melihat Yunho pergi dengan sangat tergesa setelah mendengar nama Jaejoong.

"Yunho hyung sedang jatuh cinta, seonsaengnim" jawab Junsu singkat.

"Apa Kim Jaejoong yang dimaksud 'mahluk cantik yang kejam' oleh Yunho?"

"Ne. Kim Jaejoong lah yang selalu membuat Yunho hyung babak belur" ucapan Junsu membuat Park seonsaengnim menganggukan kepala paham.

"Cinta memang rumit dan membutakan siapa saja" ucapan Park seonsaengnim diamini Junsu.

.

.

"Kim Jaejoong, kau pasti tahu alasan kenapa kami membawamu kesini bukan?" tanya seorang namja yang merupakan pemimpin dari namja yang membawanya ke gudang sekolah.

Jaejoong melihat beberapa namja sudah menunggunya di dalam gudang yang minim pencahayaan, ada sepuluh orang namja yang menurutnya adalah kelas dua dan penampilan mereka seperti siswa bermasalah. Jaejoong sendiri tidak merasa takut karena pernah mengalami hal yang sama saat di junior high school.

"Kudengar kelakuanmu saat di junior high school sangat buruk karena kau pernah menghajar beberapa orang hingga babak belur dan kami bermaksud memberimu salam perkenalan agar kau tahu jika saat ini kau bukan lagi berada di Chungman dan agar kau tidak mencari masalah dengan kami"

"Mmppft" Jaejoong sedikit tertawa saat mendengar ucapan sunbaenya.

"What the fuck, apa yang kau tertawakan, berengsek? Apa kau meremehkan kami semua?" tanya salah satu namja yang berpenampilan seperti preman.

Pertanyaan dari salah satu sunbaenya yang terdengar seperti tantangan, membuat Jaejoong kembali memasang wajah datar dan menatap mereka dingin.

"Aku tidak menyukai tatapanmu dan semua kelakukanmu yang membuatmu sombong hanya karena kau dikenal sebagai 'Hero' dari Chungnam"

"Jadi hanya itu yang ingin sunbae katakan?" tanya Jaejoong datar.

"Kim Jaejoong!"

Jaejoong yang hampir ditinju salah seorang namja kelas dua yang tersulut emosi dengan ucapannya sedikit terkejut saat seseorang memanggil namanya.

"Kalian berengsek, jika kalian berani menyentuh Jaejoong walaupun hanya sehelai rambut. I'll fucking kill you all!" ancam namja yang sebelumnya memanggil Jaejoong yang tidak lain adalah Yunho yang datang dengan perban dan plester menghiasi wajahnya.

"Ada apa dengannya?" tanya salah seorang namja kelas dua pada temannya.

"Dia itu kan anak kelas satu, orang yang selalu mengikuti Jaejoong kemanapun" ucap salah seorang namja yang bertubuh gempal.

Duag

Tanpa peringatan lebih dahulu, Yunho menonjok salah satu namja yang sebelumnya hendak menonjok Jaejoong dan langsung membuatnya terkapar.

"Apa kau baik-baik saja? Apa mereka melakukan sesuatu padamu?" tanya Yunho pada Jaejoong.

"Apa kau idiot sampai nekat datang kesini lalu menantang mereka?" tanya Jaejoong datar.

"Yup, terserah apapun yang ingin kau katakan" ucap Yunho dengan senyum manis.

Mata Jaejoong membesar saat melihat salah seorang teman namja yang ditonjok Yunho memegang sebuah balok kayu dan mengayunkannya ke arah kepala Yunho.

"Awas!" ucap Jaejoong sambil berusaha menarik tubuh Yunho.

Dugh

Terlambat, Yunho sudah dipukul oleh sebuah balok kayu, dan tubuhnya langsung jatuh tapi berhasil ditangkap Jaejoong sebelum menyentuh tanah.

"Dasar bodoh, cari mati rupanya" ucap namja yang memukul kepala Yunho.

"Hey, bertahanlah" ucap Jaejoong pada Yunho yang tidak sadarkan diri.

"Sekarang giliranmu, Kim Jaejoong. Matilah kau, berengsek" umpat namja yang sudah memukul kepala Yunho sambil mengarahkan balok kayu ke arah Jaejoong.

Jaejoong menaruh tubuh Yunho yang tidak sadarkan diri lalu menatap ke arah namja yang sudah mencari masalah dengannya. Sebenarnya Jaejoong sudah bosan dan jenuh dengan perkelahian, itu sebabnya Jaejoong selalu memilih untuk menyendiri, tapi karena sudah memakan korban mau tidak mau Jaejoong harus meladeni mereka yang sudah menantangnya.

"Kalian semua, dua, tiga... ah lima orang yang disana, juga sisanya" hitung Jaejoong pada namja yang sudah membawanya ke gudang sekolah. "Aku akan membuat kalian menyesal sudah mengganggu waktuku yang berharga dan melukai temanku"

Jaejoong langsung menerjang ke arah namja yang sudah mencari masalah dengannya dan menghajar mereka satu persatu hingga jatuh terkapar babak belur, sedangkan dirinya tidak terluka sedikitpun.

.

.

"...ho..."

"Hey, Jung Yunho"

Panggilan seseorang menyadarkan Yunho dari pingsannya lalu membuka mata dan langsung membulatkan mata sipitnya.

"Sukurlah kau sudah sadar, apa kau baik-baik saja" ucap orang yang berusaha menyadarkan Yunho yang terbaring di lantai berbantalkan pahanya.

Aku berbaring di paha Jaejoong? Di pahanya? Ini bukan mimpi kan?

"Hey, Jung Yunho" ucap Jaejoong masih berusaha menyadarkan Yunho

"Ci... ci..."

Jaejoong menatap Yunho, dia sama sekali tidak mengerti maksud ucapan Yunho yang terdengar aneh.

"Apa maksudmu dengan 'Ci'? Cilukba? Kau tidak sedang bercanda denganku kan?" tanya Jaejoong.

"Ci-cium aku, aku akan merasa lebih baik jika kau melakukan itu di sini" tunjuk Yunho pada bibirnya yang malah membuat perempatan siku muncul di dahi Jaejoong.

"Aku sedang terluka, aku orang yang sedang terluka. Tenanglah, jangan marah dulu. Aku cuma bercanda" ucap Yunho berusaha membujuk saat melihat wajah Jaejoong mengeras hendak marah.

Jaejoong hanya menghembuskan nafasnya mendengar bujukan Yunho.

"Tutup matamu dan jangan bernafas" ucap Jaejoong singkat.

"Hah?" Yunho malah bingung dengan ucapan Jaejoong.

"Cepat lakukan apa yang kukatakan" ucap Jaejoong dengan wajah memerah.

"Mwo?"

Yunho yang bingung tiba-tiba merasakan sesuatu yang hangat dan basah menyentuh bibirnya, dan melihat wajah Jaejoong sangat dekat dengannya dan terpejam. Dan yang sedang menempel di bibir Yunho adalah bibir Jaejoong.

Jaejoong menciumku? Mencium bibirku? Kami berciuman? I'm so lucky!

Yunho lalu menarik kepala Jaejoong dan memperdalam ciumannya, bahkan berusaha memasukan lidahnya. Tanpa diduga, Jaejoong merespon dan akhirnya mereka saling melumat.

.

.

Keesokan harinya.

Seperti biasanya, Yunho datang merusuh ke kelas Jaejoong walau dengan wajah penuh lilitan perban dan plester.

"Jaejoongie! Selamat pagi! Kekasihmu datang!" ucap Yunho dengan nada riang di depan pintu kelas Jaejoong.

Bug

Sebuah tas melayang kearah wajah Yunho dan pelakunya tidak lain adalah Jaejoong.

"Berisik! Dasar manusia bodoh, seharusnya kau masih istirahat karena lukamu!" usir Jaejoong saat melihat Yunho muncul di kelasnya.

"Jaejoongie!"

"Berisik! Kau sungguh mengganggu, pergi sana!"

Bukannya pergi, Yunho malah mendekati Jaejoong yang sedang berusaha menghindarinya.

"Jaejoongie, mana morning kiss-ku?" tanya Yunho sambil menunjuk bibirnya sendiri.

"Berisik! Cium saja tembok!" ucap Jaejoong sambil menunjuk dinding di dekatnya.

"Tapi aku kan kekasihmu, ayolah berikan aku jatah morning kiss-ku" ucap Yunho mendekati Jaejoong dengan bibir dimajukan seolah ingin mencium Jaejoong.

"Menjauh dariku dasar Jung Yunho bodoh!" ucap Jaejoong yang terus berusaha menghindari Yunho dengan wajah memerah.

Sedangkan seisi kelas Jaejoong hanya bisa menggelengakan kepala saat melihat pasangan baru yang fenomenal di Paran high school sedang berkejar-kejaran di dalam kelas mereka.

Begitulah yang terjadi, semenjak kejadian itu hubunganku dan Jaejoong semakin dekat, walau kadang kata-katanya masih sering menusuk dan selalu menolak untuk berciuman denganku, apalagi jika di hadapan orang banyak. Tapi jika hanya kami berdua, dia tidak ragu untuk menciumku, bahkan kami hampir melakukan 'itu'.

Eh, kalian percaya? Jangan, yang terakhir itu hanya khayalanku. Karena Jaejoong pernah menonjokku saat aku memeluknya dan tanganku masuk ke dalam bajunya. Yah~ doakan saja agar aku bisa menjadi kekasih Jaejoong dan akhirnya menikah dengannya. Jika aku berhasil menikah dengan Jaejoongie, aku akan mengirimkan video rekaman malam pertama kami pada kalian.

"Jaejoongie!"

"Aaaahhh!"

.

.

.

.

.

Chapter 2: Please Kiss Me

- END -

.

.

Sensitive Pornograph

- (T)ebar (B)oxer (C)hangmin -

.

.

Kuro's note:

Q: kok ceritanya beda sama animenya?

A: iya beb, ini remakenya berdasarkan manga. Kalo part 2 yang di anime OVA di manga-nya ada di chapter ke lima, yang sabar ya beb.

.

Q: ini ceritanya oneshoot? Bukan chapter?

A: iya beb, Sensitive Pornograph terdiri dari 6 oneshoot dan kalo di anime OVA-nya yang terdiri dari 2 part, gabungan dari chapter 1 sama chapter 5. Dan chapter kedua ini satu-satunya yang shounen-ai, sisanya yaoi.

.

.

Buat nickeYJcassie sunbae, gomawo atas masukannya. Jangan bosan buat kasih masukan buat ane yang lemot ini.

Buat yang udah nge-favorit, follow dan review ff abstrak ini, gomawo. Ane tunggu masukan, kritik, saran dan lain-lain.

-KURO-