Title: Sensitive Pornograph
Chapter: 5/6
Cast: Jung Yunho, Kim Jaejoong
Rate: M
Genre: Romance, Drama
Warning: BL, Yaoi, NC (failed)
.
Remake dari manga Sensitive Pornograph ©Ashika Sakura, 2003
Ide cerita sepenuhnya milik Ashika Sakura-sensei, ane cuma remake seenak jidat lebar Yoochun jadi Yunjae version, jadi buat yang ga suka ya ga usah baca
.
Chapter ini remake dari chapter kelima manga Sensitive Pornograph yang juga part kedua dari anime OVA-nya.
.
Happy reading
.
.
.
Chapter 5: House of the Little White Rabbit / Trophies Belong in the Bedroom (anime version)
.
.
.
"Yunho hyung!"
Merasa namanya dipanggil, seorang namja tampan bermata mirip rubah menghentikan langkahnya lalu membalikan tubuhnya dan melihat namja dengan tinggi badan menjulang berjalan -sedikit berlari- mendekatinya.
Changmin? Aku yakin pasti dia akan mengajakku berkumpul bersama teman-temannya lagi.
"Hyung, kami ada acara kumpul bersama mahasiswi dari universitas Sejung, kau mau ikut tidak? Kami kekurangan orang" ucap si namja tinggi.
Gotcha, tepat seperti dugaanku.
"Mianhae, Changmin-ah. Hari ini aku ada kerja sambilan" ucap Yunho, si namja bermata rubah dengan senyum terpasang di wajah tampannya.
"Memangnya kau tidak bisa ijin atau bolos saja sekalian, mahasiswi universitas Sejung cantik-cantik loh, hyung" bujuk Changmin, si namja tinggi. "Jika kau beruntung, kau bisa berkencan dengan mereka"
Yunho hanya tersenyum mendengar bujukan Changmin. "Aku sudah meminta ijin kemarin untuk mengerjakan tugas kuliahku, jadi hari ini aku harus bekerja, lagipula ada banyak anak anjing dan kucing yang lucu menunggu untuk aku jaga"
Changmin mengerutkan keningnya. "Kau masih bekerja sambilan sebagai penjaga hewan peliharaan, hyung?"
"Ne, dan itu pekerjaan yang sangat menyenangkan, Min. Kau bisa bermain bersama hewan-hewan kecil dan imut" ucap Yunho dengan wajah ceria.
"Jadi kau memilih bersama hewan dan yakin tidak mau bergabung dengan kami, hyung? Ada banyak yeoja cantik dan manis yang bisa kau ajak berkencan, jangan salahkan aku jika kau menyesal karena tidak ikut bersamaku" Changmin masih berusaha membujuk Yunho.
Changmin berpikir jika Yunho ikut bersamanya, maka ada kemungkinan Yunho bisa memiliki kekasih, karena yang Changmin tahu sampai saat ini Yunho masih tetap menjomblo dan lebih memilih bersama hewan dibandingkan yeoja-yeoja cantik yang akan mereka temui nantinya.
"Mianhae, Min. Mungkin lain kali saja aku akan ikut denganmu" Yunho lalu meninggalkan Changmin yang gagal membujuknya.
Sebenarnya aku ingin ikut bersama dengan Changmin karena mungkin saja aku bisa berkencan dengan salah satu yeoja seperti yang dikatakan Changmin, tapi sayangnya aku harus menjaga hewan-hewan lucu yang ditinggal sementara oleh pemiliknya dan aku tidak bisa melewatkan yang satu ini.
Aku mengambil pekerjaan sambilan sebagai penjaga hewan karena memang pekerjaan yang cukup menguntungkan, selain karena aku sangat menyukai hewan, gaji yang kudapatkan juga lumayan.
Trrrt trrrrt
Yunho yang hendak menuju tempat kerja sambilannya merasakan getaran di saku celananya dan ternyata sebuah panggilan masuk untuknya.
"Yeoboseo? Ne, hyung. Hari ini aku tidak ada tugas dan jam kuliahku juga sudah selesai, waeyo? Menjaga kelinci selama dua hari dan pemiliknya menyuruhku untuk mengambilnya langsung? Baiklah, kau kirimkan saja alamatnya, aku akan segera kesana" ucap Yunho lalu memutuskan sambungan dengan bosnya di tempatnya bekerja sambilan.
Tempat kerja sambilan Yunho sebenarnya adalah sebuah pet shop yang menerima jasa penitipan hewan, biasanya para pemilik hewan akan menitipkan peliharaan mereka saat akan bepergian. Dan pekerjaan Yunho adalah merawat dan menjaga hewan termasuk memberinya makan, terkadang Yunho juga mendatangi rumah si pemilik hewan untuk mengambil hewan yang akan dititipkan di tempat kerjanya.
"Jadi hari ini aku akan menjaga kelinci kecil. Aku jadi tidak sabar, pasti imut dan lucu" ucap Yunho dengan wajah berseri saat membayangkan seekor kelinci kecil yang lucu. "Alamatnya di apartemen Bolero, nomor 1903. Baiklah, aku segera kesana"
Dengan semangat Yunho mengikuti alamat yang diberikan oleh bosnya hingga sampai di depan sebuah apartemen mewah lalu masuk kedalamnya, tanpa menyadari seseorang mengawasinya dengan seringai terpasang di sudut bibirnya dari dalam sebuah mobil hitam yang terparkir di dekat apartemen tersebut.
Setelah keluar dari lift dan menemukan alamat yang dimaksud, Yunho mencari kunci yang diletakan di bawah pot bunga disamping pintu sesuai petunjuk dari bosnya. Yunho lalu memasukan kunci dan masuk kedalam apartemen tersebut, walau agak sedikit merasa aneh dengan suasana apartemen tersebut, terkesan mewah tapi terlihat sepi.
"Namanya Jaejae dan berjenis kelamin jantan, nama yang manis untuk kelinci jantan, pasti kelinci kecil yang lucu" gumam Yunho saat membaca pesan dari bosnya. "Tapi pemiliknya bilang dia sangat kesepian karena tinggal sendirian, kasihan sekali"
"Jaejae-ah! Dimana kau, Jaejae-ah?"
Yunho mencari kelinci yang seharusnya dia jaga, tapi malah tidak menemukan apapun didalam apartemen tersebut.
"Dimana dia? Apa benar ini alamatnya? Kenapa aku tidak menemukan kelinci disini" ucap Yunho saat tidak menemukan tanda-tanda keberadaan kelinci.
Kenapa aku merasa ada yang aneh, aku sudah mencari ke setiap ruangan di apartemen ini tapi tidak menemukan seekor kelinci pun, apa mungkin aku salah alamat.
"Jaejae-ah, apa kau ada di sini?" ucap Yunho saat kakinya melangkah masuk ke dalam ruangan yang terlihat seperti ruangan untuk bersantai yang berbatasan dengan dapur.
Mata rubahnya meneliti setiap sudut ruangan yang hanya terdiri beberapa barang, hanya sebuah kursi panjang berwarna merah dan sebuah televisi dengan layar cukup besar berhadapan dengan kursi, selebihnya tidak ada barang apapun di ruangan itu, hanya sebuah pintu geser yang menempel di dinding.
Dug dug
Terdengar suara gaduh dari balik pintu geser yang tampak mencurigakan bagi Yunho.
"Apa mungkin di dalam sana? Tapi orang bodoh mana yang tega menaruh kelinci di tempat tertutup seperti itu, bisa kehabisan nafas dan mati mengenaskan" ucap Yunho lalu mendekati pintu geser yang menimbulkan suara-suara gaduh dan membukanya.
Mata Yunho membesar seketika saat membuka pintu geser tersebut dan melihat sesuatu di dalamnya.
"Huwaaa! Mayat!"
Bruk
Kaki Yunho lemas seketika dan jatuh terduduk saat melihat sesosok namja berkulit putih tanpa sehelai benang di tubuhnya berada di balik pintu geser yang ternyata adalah sebuah lemari penyimpanan barang, menatapnya dengan kedua kakinya terikat tali dan kedua tangannya terborgol, dimulutnya terdapat gag ball dan sekujur tubuhnya terdapat tanda bekas ikatan.
Aku tidak menemukan seekor kelinci tapi malah menemukan mayat di dalam lemari, pantas saja apartemen ini mencurigakan.
Sreet
"Eh! Kau masih hidup?" tanya Yunho pada namja yang sebelumnya dia kira mayat saat melihat tubuh namja tersebut bergerak. "Apa kau baik-baik saja? Tunggu sebentar, aku akan mengeluarkanmu dari sana"
Yunho melepaskan gag ball dan tali yang mengikat kaki si namja berkulit putih yang ternyata berwajah sangat cantik.
"Apa kau punya kunci untuk membuka borgolmu?" tanya Yunho karena tidak menemukan kunci dimanapun untuk membuka borgol yang melingkar di tangan namja cantik yang sedang menatapnya.
"Jika kau datang ke sini untuk melakukan 'itu' atas perintahnya, maka lakukan dengan cepat, oke" ucap si namja cantik.
"Hah?"
Ucapan si namja cantik malah membuat Yunho bingung.
"Dia mengundangmu datang kemari bukan?" tanya si namja cantik menatap Yunho dengan doe eyes beningnya.
"Dia siapa?" tanya Yunho bingung.
Apa maksud namja ini, aku tidak mengerti.
"Kau tahu namaku, dia pasti yang memberitahukannya padamu, benarkan?"
"Namamu?" Yunho semakin bingung dengan pertanyaan si namja cantik.
"Jaejae adalah nama panggilanku, namaku adalah Jaejoong. Jadi kau datang kesini untuk mencariku, bukan?"
"Aniya, aku kesini karena seekor kelinci. Aku adalah penjaga hewan peliharaan, tugasku menjaga hewan peliharaan selama pemiliknya pergi" jelas Yunho. "Aku mendapat tugas untuk menjaga kelinci bernama Jaejae yang ditinggal selama dua hari oleh pemiliknya, dan aku kesini untuk menjemputnya dan akan membawanya ke tempat kerja sambilanku"
Jaejoong tersenyum mendengar penjelasan Yunho. "Aku mengerti, dia juga sering sekali memainkan jenis permainan seperti ini dan sepertinya kau juga jadi terlibat dalam permainan gila ini. Kurasa dia sedikit bosan dan ingin aku bermain denganmu"
"Tunggu dulu. Jika kau yang bernama Jaejae, lalu dimana kelincinya? Jangan katakan jika kau adalah kelincinya!" ucap Yunho menunjuk wajah Jaejoong lalu mengacak-acak rambutnya frustasi.
Ya Tuhan, aku jadi pusing. Apa maksud semua ini? Jika namja ini Jaejae, lalu dimana kelinci yang harus aku jaga? Aku tidak mau dipecat karena gagal melakukan tugasku.
Bruk
Sreet
"Hah? Apa yang kau lakukan?" Yunho tersadar dari ke frustasiannya saat Jaejoong mendorongnya hingga kembali jatuh terduduk.
"Aku sarankan kau mengikuti permainan yang sudah dibuatnya, karena jika kita tidak melakukan apa yang dia mau, dia akan menjadi kesal. Maka kau juga akan dapat masalah" ucap Jaejoong berusaha membuka celana Yunho. "Aku tidak masalah jika harus berperan sebagai kelinci"
Permainan? Permainan apa yang dimaksud namja ini? Dan apa maksudnya dengan menjadi kelinci?
"Tenang saja aku tidak memiliki penyakit apapun, dan aku juga tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi. Dan jika kau tidak terbiasa melihat namja melakukan hal ini padamu, maka tutuplah matamu" ucap Jaejoong saat mengeluarkan penis Yunho.
Apa? Namja ini akan melakukan oral sex padaku?
Slurrrp sluurp
Damn! Aku jadi hard! Padahal dia hanya menjilati penisku, ini berbahaya.
Yunho merasakan perasaan yang cukup aneh saat Jaejoong menjilati penisnya yang semakin lama menjadi keras dan basah oleh saliva Jaejoong.
"Milikmu besar juga ya" ucap Jaejoong saat memandangi penis Yunho yang sudah membesar hingga ukuran maksimal.
"Mungkin akan terasa sedikit sakit, tapi aku tidak punya lotion yang bisa kugunakan saat ini"
Tunggu dulu, apa yang dia katakan? Lotion? Jangan katakan dia akan melakukan anal sex.
Jaejoong merangkak naik ke atas tubuh Yunho, melebarkan pahanya dan memposisikan holenya di penis Yunho, memasukannya secara perlahan sambil menggigit bibirnya menahan sakit. Jaejoong membiasakan tubuhnya dengan penis Yunho setelah sepenuhnya masuk dalam tubuhnya lalu mulai menggerakan tubuhnya naik turun dan menjadikan perut Yunho sebagai tumpuannya.
Cleb cleb
"Aahh... aahh... aahh..."
Shit! Demi semua anak kucing dan anjing yang pernah kurawat dan kujaga, dia melakukan anal sex, tapi entah kenapa rasanya nikmat sekali. Aku tidak pernah tahu jika melakukan sex dengan namja bisa senikmat ini, hole sempitnya menjepit penisku dan ini tidak bagus.
Jaejoong terus menaik-turunkan tubuhnya di atas tubuh Yunho perlahan-lahan hingga akhirnya mempercepat gerakannya dan terus mendesah, tanpa mereka sadari seseorang sedang melihat permainan panas mereka dari kamera yang terpasang secara tersembunyi dengan sebuah seringai di sudut bibirnya.
"Aahh... aahh... ngh..."
Yunho melihat penis Jaejoong yang juga sudah keras dan mengacung ke atas lalu sedikit meremas dan menggerakan tangannya naik turun di penis Jaejoong.
Jaejoong merasakan sensasi aneh di tubuhnya saat Yunho melakukan hand job pada penisnya.
Jaejoong mendekatkan wajahnya. "Kau tidak perlu melakukan apapun padaku, biar aku saja yang melakukannya dan memuaskanmu"
Yunho terus memainkan penis Jaejoong dan mengabaikan perkataan Jaejoong.
"Aahh... berhenti... aahh..."
Jaejoong bangun dari atas tubuh Yunho lalu menjatuhkan diri kembali ke lantai dengan posisi terkelungkup -dengan kaki dilebarkan- membelakangi dan memperlihatkan holenya pada Yunho.
"Masukan... masukan kembali milikmu" ucap Jaejoong terengah yang terlihat sexy dimata Yunho.
Ini benar-benar berbahaya, namja ini sangat sexy dan hot. Dan sepertinya namja ini sangat berpengalaman memuaskan patner sexnya.
Yunho mendekati Jaejoong lalu memasukan kembali penisnya kedalam hole Jaejoong dan menggerakan pinggulnya maju mundur dengan ritme teratur.
"Aahh... aahh... aahh... "
Desahan Jaejoong membuat Yunho semakin mempercepat gerakannya, lalu membalik tubuh Jaejoong hingga Yunho dapat melihat ekspresi Jaejoong yang entah kenapa sangat menggoda dimatanya.
Yunho menahan kaki Jaejoong di bahunya, membuat hole Jaejoong semakin terbuka lebar dan membuat penis Yunho masuk semakin dalam di hole Jaejoong. Yunho juga memposisikan tubuh Jaejoong menyamping dan membuat desahan Jaejoong semakin kencang.
"Aahh... aahh... ahhh"
"Kau hebat, pemainanmu benar-benar hebat" ucap Jaejoong lalu mengalungkan kedua tangannya yang terborgol di leher Yunho kemudian mencium bibir Yunho.
Ciuman berubah menjadi lumatan dengan lidah keduanya yang saling membelit dan Yunho semakin kencang menghujamkan tusukannya di lubang Jaejoong, hingga mencapai batas akhir.
"Aku rasa aku akan keluar, apa yang harus aku lakukan?" tanya Yunho yang akan segera mengalami orgasme lalu menarik tubuh Jaejoong agar duduk dipangkuannya.
"Keluarkan saja di dalam"
Cleb cleb
Sruut
"Aahh... aaaahhh!" desah Jaejoong saat mencapai orgasme dan mendekap kepala Yunho di dadanya yang juga mencapai orgasme bersama dirinya.
Bruk
Tubuh Jaejoong jatuh ke lantai dan terengah setelah orgasme, Yunho lalu menarik keluar penisnya dari hole Jaejoong dan memakai kembali celananya.
"Sebaiknya kau cepat pergi, dia pasti akan segera pulang" ucap Jaejoong lalu duduk dengan posisi membelakangi Yunho.
Yunho menatap punggung polos Jaejoong.
"Apa orang itu menahanmu disini?" tanya Yunho yang dijawab anggukan kepala oleh Jaejoong.
"Mungkin pertanyaanku sedikit aneh, tapi..." Yunho menarik nafasnya. "...apa kau baik-baik saja?"
Jaejoong menoleh kearah Yunho kemudian tersenyum. "Aku tidak pernah merasakan perasaan seperti ini sebelumnya, dan yah aku baik-baik saja. Gomawo, kau bisa pergi sekarang"
Yunho tidak bisa berkata apa-apa saat mendengar ucapan Jaejoong yang seperti mengusirnya lalu pergi meninggalkan Jaejoong dan keluar dari apartemen tersebut dengan sedikit berlari, dan tanpa sengaja bertabrakan dengan seorang namja di dekat pintu lift.
Sedangkan namja yang ditabrak Yunho hanya menyunggingkan seringai lalu masuk kedalam apartemen dimana Yunho keluar sebelumnya.
"Aku pulang, Jaejoong-ah" ucapnya saat melihat Jaejoong tertidur di lantai dengan posisi menyamping dan memunggunginya. "Apa dia memperlakukanmu dengan baik? Aku melihat permainan kalian yang lumayan panas dari kamera yang kupasang secara tersembunyi"
Namja itu mendorong tubuh Jaejoong dengan kakinya hingga terkelungngkup lalu menginjak butt Jaejoong membuat sperma Yunho mengalir keluar dari holenya.
"Sepertinya dia mengeluarkan banyak sekali di dalam tubuhmu, apa terasa sangat nikmat?" tanya namja itu saat melihat banyaknya sperma yang mengalir dari hole Jaejoong dan mengalir hingga menetes ke lantai, Jaejoong sendiri diam dan tidak merespon.
"Aku tidak menyangka jika namja itu akan mengikuti permainanku dengan berpura-pura memintanya menjaga kelinci, dan ternyata kelincinya sendiri adalah slut. Tapi aku puas dengan permainan panas kalian, dan aku yakin kau juga menikmatinya. Kau bahkan menyuruhnya mengeluarkan spremanya di dalam tubuhmu, kau benar-benar slut"
Jaejoong bangun dan duduk di lantai lalu memandang namja yang sedang berdiri di hadapannya.
"Aku memang sangat menyukaimu sebelumnya, dan melakukan semua yang kau perintahkan padaku hingga aku rela menjadi sex slave-mu, tapi sekarang tidak lagi. Mulai sekarang kau carilah mainan baru untuk kau mainkan sesukamu dan mengikuti semua permainanmu, Master 'kecil dan pendek'. Kau bisa kan lakukan hal itu?" ucap Jaejoong dengan senyum terukir di bibirnya membuat namja yang dipanggil master oleh Jaejoong menggertakan giginya.
Duagh
.
.
"Haaaaaa" helaan nafas keluar dari mulut Yunho saat dirinya sedang berjalan di taman universitasnya.
Setelah kejadian itu aku memutuskan untuk mengundurkan diri dari kerja sambilanku, lagipula aku takut hal itu terjadi lagi padaku, sungguh mengerikan. Aku rasa aku harus mencari pekerjaan baru.
Dan masalah Jaejoong, aku rasa aku tidak akan pernah bertemu lagi dengannya. Aku jadi penasaran apa yang terjadi dengannya setelah itu, entah kenapa aku jadi ingin bertemu lagi dengannya.
Akibat terlalu fokus memikirkan kejadian yang terjadi padanya kemarin, Yunho tidak memperhatikan jalan dan menabrak seseorang.
Dug
"Mianhae" ucap Yunho pada orang yang ditabraknya dan matanya membesar saat melihat orang yang ditabraknya sedang tersenyum kearahnya.
"Annyeong"
Mata sipit Yunho membesar saat melihat sesosoak namja cantik yang tanpa sengaja dia tabrak. "Jaejoong? Sedang apa kau disini?"
"Aku? Aku kuliah di sini" jawab Jaejoong singkat.
"Mwo? Kau mahasiswa universitas ini?" tanya Yunho yang dibalas anggukan oleh Jaejoong.
"Lalu apa yang terjadi dengamu? Kenapa kau terluka seperti itu?" tanya Yunho saat melihat perban melilit di kepala dan lengan Jaejoong juga mata kanan Jaejoong dan beberapa plester menghiasi wajah cantiknya.
"Ini akibat aku melawan masterku, dia membenturkan kepalaku ke dinding lalu mematahkan lengan kananku dan setelahnya dia membuangku begitu saja" ucap Jaejoong dengan senyum terpasang di bibir merahnya.
"Master?" tanya Yunho bingung.
"Ne. Apa kemarin kau bertemu dengan seseorang saat keluar dari apartemen?" Yunho menganggukan kepala. "Dia adalah masterku"
"Sebenarnya dia adalah kekasihku, tapi mungkin hanya aku yang berpikir seperti itu. Aku sangat mencintainya hingga rela melakukan apapun yang dia ucapkan padaku, termasuk melakukan permainan yang tidak masuk akal" ucap Jaejoong sedikit tersenyum.
"Dan apa yang kemarin kita lakukan, itu merupakan permainan yang dia buat, dia juga melihat semua yang kita lakukan dari kamera yang dia pasang secara tersembunyi"
Yunho shock mendengar Jaejoong mengatakan bahwa seseorang melihat permainan panas mereka.
"Dan saat dia pulang kemarin, aku meminta putus dengannya dan menyuruhnya mencari mainan baru. Dia kalap dan langsung menghajarku, lagipula permainannya tidak pernah memuaskanku dan ukurannya tidak sebesar milikmu. Dan jika kau mau, kau boleh melakukannya lagi padaku" ucap Jaejoong sambil tersenyum menatap Yunho.
"Eh!"
"Tapi sebelum itu, bagaimana jika kau memberi makan dahulu kelinci kecil ini, makan di kantin juga tidak masalah dan kau harus menyuapiku, karena tangan kananku tidak bisa digunakan dan aku bukan kidal" tunjuk Jaejoong pada tangan kanannya yang terbalut perban.
"Baiklah, aku akan mentraktirmu. Tapi aku sudah keluar dari pekerjaanku, jadi apa aku masih bisa menganggapmu kelinci yang harus kujaga?" ucap Yunho pelan.
"Gwaenchana. Jika kau mau, kau bisa menganggap aku kelincimu. Oh ya, aku belum tahu siapa namamu. Aku Jaejoong, Kim Jaejoong"
"Namaku Jung Yunho"
"Umm... Yun, aku mau B-lunch saja" ucap Jaejoong tiba-tiba.
"B-lunch? Apa itu?" Yunho bingung dengan maksud Jaejoong.
Jaejoong mendekati Yunho dan berbisik pelan di telinganya dengan sedikit mendesah. "B is Bed"
"Mwo! Bukankah kau sedang sakit?" tunjuk Yunho pada luka-luka Jaejoong.
"Tenang saja, aku akan baik-baik saja jika kau melakukannya dengan lembut" ucap Jaejoong dengan ekspresi menggoda. "Aku ingin merasakan lagi milikmu yang besar itu, tapi kali ini di ranjang"
Ternyata kelinci putih yang satu ini benar-benar liar, berani menantangku bergulat di ranjang. Tapi itu tidak masalah karena selain cantik, kelinci putih ini juga sexy dan hole sempitnya membuatku ketagihan untuk merasakannya kembali. Aku juga tidak perduli dengan yeoja-yeoja yang Changmin coba kenalkan padaku, jika aku punya kelinci putih yang cantik dan sexy seperti Jaejoong.
.
.
.
.
.
Chapter 5: House of the white Little Rabbit / Trophies Belong in the Bedroom
- END -
.
.
.
Sensitive Pornograph
(TBC)
.
.
Note:
Chapter kelima FF ini berdasarkan manga, tapi ada beberapa bagian dari anime OVA-nya, buat yang udah lihat animenya gomen kalo ceritanya jadi absurd dan hancur, jauh dari perkiraan dan alurnya ngebut.
Next chapter itu oneshoot terakhir dari manga Sensitive Pornograph
-Kuro-
