Gomawo yang sudah review di chapter pertama, aku benar-benar terkejut. Ini lanjutannya, semoga sesuai harapan. Maaf atas segala kekurangannya.
Kai tak pernah melepaskan padangannya dari wajah imut Baekhyun yang sedang melahap es krim strawberry kesukaannya itu, Baekhyun yang merasa diperhatikan menaruh cup esnya.
"Jangan melihatku seperti itu, Kai" Kai terkekeh lalu mengacak rambut Baekhyun.
"Geumanhae, kau merusak tatanan rambutku" Baekhyun mengkerucutkan bibirnya.
"Mian.. Sudah sangat sore, kajja kita pulang tapi aku harus ke rumah sepupuku"
"Sepupu? Kau punya saudara?" Kai mendengus.
"Kau kira aku anak hilang, ya aku punya lah. Kajja~" ucap Kai mengulurkan tangannya dan tanpa ragu Baekhyun menerima uluran tangan itu.
Chanyeol keluar dari mobilnya seraya bersiul senang, akhirnya ia tiba di Busan. Tempat pujaan hatinya itu sedang syuting sebuah drama. Senyumannya bertambah lebar saat ia menemukan sosok mungil yang ia cari.
"Hai baby~" Kyungsoo memutar bola matanya malas saat mendengar suara Chanyeol. Namja seperti Chanyeol seolah tak punya malu.
"Minie eonnie, mahkluk itu datang lagi. Urusi dia!" ucap Kyungsoo meninggalkan Chanyeol tapi Chanyeol telah menahan tangannya.
"Jangan coba pergi lagi, kau sebenarnya kenapa? 1 tahun yang lalu hubungan kita baik-baik saja" Kyungsoo menghela napas kasar.
"Begini Park Chanyeol..." Chanyeol membelalakan matanya saat Kyungsoo menyebut nama lengkapnya, ini berarti yeojanya sedang serius.
"Memang baik-baik saja, tapi tak lebih dari teman kan? Dan dulu kau tidak sebrengsek ini, aku benar-benar kecewa padamu"
"Kyung..."
"Geumanhae! Aku tak ingin berbicara apapun lagi, kembali ke kantor mu"
"Tapi..."
"Kyungsoo telah memintamu pergi, Chanyeol~ssi" ucap Xiumin yang telah memberanikan diri untuk mendekati mereka berdua.
"Arasseo, aku pergi" Chanyeol mengalah, dia pergi. Dan dendam pada Baekhyun makin berkobar di hatinya. Kyungsoo menatap punggung Chanyeol yang menjauh, ia hanya berharap Chanyeol sadar. Sadar kalau menyakiti Baekhyun itu salah, sebenarnya Kyungsoo tidak tahu seperti apa Baekhyun itu. Yang ia tahu Baekhyun adik dari pengusaha terkenal bernama Luhan, yang kebetulan sahabat dari manager Kyungsoo. Xiumin menceritakannya dengan sangat baik, dan tak mungkin Xiumin nuna membohonginya.
FLASHBACK ON
Kyungsoo baru saja pulang dari ajakan makan malam bersama Chanyeol sekaligus pernyataan cinta dari namja itu. Kyungsoo sama sekali belum menjawabnya, dia merasa ada yang janggal disini. Dia mendudukan dirinya seraya memejamkan matanya.
"Ahh neo wasseo kyungie?" suara familiar terdengar di telinga Kyungsoo.
"Nde eonnie.." jawab Kyungsoo sekenanya karena ia masih menimbang jawaban untuk Chanyeol.
"Kau memikirkan apa? Sepertinya kau bingung sekali" tanya Xiumin seraya duduk disamping artisnya sekaligus orang yang ia anggap sebagai adik
"Kau tahu Park Chanyeol kan? Dia menyatakan perasaannya padaku" Xiumin terlihat membulatkan matanya.
"Jangan di terima Kyungie, dia itu menghamili dongsaeng temanku" Kyungsoo menatap Xiumin tak percaya.
"Hamil? Dongsaeng temanmu?"
"Ya, sepertinya aku masih mempunyai pesan tentang itu" ucap Xiumin mencari pesan yang ia maksud.
"Ige Kyungie..." Kyungsoo menunduk, ia tak boleh egois. Ia harus meminta namja itu untuk bertanggung jawab lebih dahulu.
"Aku akan segera menolaknya eonnie, tenang saja"
FLASHBACK END
Kai menekan bel suatu rumah dengan tidak sabaran, ini sudah hampir 30 menit ia berada disini dan namja albino (sebutaan Kai untuk sepupunya) itu tak kunjung membuka pintu.
"Mungkin dia tidak ada Kai, kita pulang saja" Baekhyun angkat bicara.
"Sebentar lagi, dia pasti ada di rumah"
"YA ALBINO! KUBUNUH KAU, BUKA PINTUNYA" Baekhyun menutup telinganya.
"Jangan berteriak, telingaku sakit"Raut wajah Kai berubah menjadi panik.
"Kemari aku tiup" Kai mendekatkan wajahnya kepada Baekhyun.
"Jika kau ingin bermesraan jangan di depan rumah orang, kkamjong" Kai langsung menjauhkan dirinya saat mendengar suara yang sangat ia kenal.
"Babo~ya, dari tadi kau kemana? Aku lelah menunggumu sejak 30 menit" Namja yang Kai sebut albino hanya menunjukan wajah datarnya.
"Aku kira wartawan jadi aku tak membukanya" Kai mendelik lalu memukul kepala namja itu.
"Aishh... kau tak pernah berubah, Oh Sehun. Aku lupa kau kan dancer terkenal. Lalu, kau tega padaku berada di luar?" Sehun memutar bola matanya malas lalu ia mengalihkan padangannya pada yeoja asing yang bersama Kai.
"Dia siapa?" tanya Sehun menunjuk Baekhyun.
"Dia..." ucapan Kai terpotong oleh Baekhyun yang memperkenalkan diri.
"Ahh.. anyeonghaseyo Baekhyun imnida, aku sahabatnya Kai" Kai tertegun mendengar jawaban Baekhyun lalu menunduk, Sehun yang melihatnya mengerti kalau Kai menyukai yeoja manis ini.
"Sehun imnida... Baiklah ayo masuk" Kai dan Baekhyun masuk ke dalam rumah Sehun.
"Baek, aku ke kamar Sehun dulu. Kau duduklah disini" Baekhyun mengangguk lalu duduk disofa yang ditunjuk oleh Kai.
Tangan Luhan mulai mengepal saat melihat Chanyeol ada di depan rumahnya dengan mengendap-endap, Luhan melihatnya dari kamera pengintai yang ia pasang. Luhan dengan santainya turun untuk menghampiri Chanyeol padahal ia melihat Chanyeol datang membawa tongkat baseball. Normalnya Luhan datang dengan tangan kosong tapi ia membawa beberapa suntikan bius untuk melumpuhkan namja itu di balik saku baju kerjanya.
"Percuma kau disini, Baekhyun sedang pergi" ucap Luhan saat ia tiba tepat di belakang namja tinggi itu. Chanyeol berbalik dan mendapati Luhan.
"Geosjimal, Luhan~ahh.. Kau hanya melindunginya kan?" Luhan tertawa keras lalu berjalan mendekati Chanyeol dengan tangannya bersiap dengan suntik biusnya.
"Tentu saja aku melindunginya, dia adik ku. Tapi dia benar-benar tidak ada bodoh"JLEB... Sebelum Chanyeol menyadari serangannya, cairan itu sudah memasuki tubuh Chanyeol. Brukk... Chanyeol pingsan seketika.
"Istirahatlah selama 12 jam, dan kau akan terbangun di tempat yang tidak kau duga" Luhan menyeringai, walau dia yeoja tak menghindari Luhan dari kekejaman.
"Chen, dia di rumahku. Bawa dia untuk bertemu hadiahnya" ucap Luhan pada sambungan telepon pada Chen. Setelah mendengar kata 'Ya', Luhan menutup sambungan teleponnya dan menatap miris Chanyeol. Ia berjongkok dan membelai wajah Chanyeol.
"Beginilah jadinya jika kau berurusan denganku" Luhan menepuk telapak tangannya seolah menyentuh Chanyeol sama dengan menyentuh debu lalu meninggalkan Chanyeol yang tergeletak di tanah.
Baekhyun memegangi perutnya, entah kenapa perutnya sakit sekali. Baekhyun menatap terkejut kakinya saat ada darah mengalir.
"Kai...arghh... tolong.. Appo hiks... Kai" Kai yang baru saja keluar dari kamar Sehun langsung panik melihat begitu banyak darah di bawah Baekhyun.
"Kau pendarahan, Baek. Ayo kita ke rumah sakit" ucap Kai seraya berusaha membawa Baekhyun menuju mobil.
Sehun yang baru saja keluar dari kamar sama paniknya lalu memilih mengikuti Kai membawa Baekhyun.
Luhan berjalan dengan tergesa-gesa di lorong rumah sakit, tadi ia mendapat kabar kalau Baekhyun pendarahan. Dan pikirannya mulai dipenuhi dengan banyak pikiran. Luhan membuka pintu rawat Baekhyun namun seseorang menariknya.
"Kau siapa? Baekhyun sedang di periksa, tidak ada yang boleh masuk" Luhan mengkerutkan keningnya mendengar perkataan namja seputih susu itu.
"Kau yang siapa? Aku ingin melihat Baekhyun"
"Kenapa kau balik bertanya? Kau siapa sih?" Kai yang baru saja dari toilet menatap terkejut pada Luhan dan Sehun yang sedang bertengkar. Dia berlari menghampiri mereka sebelum mereka menganggu pasien yang ada di rumah sakit ini.
"Cukup! Ini rumah sakit, jangan bertengkar" ucap Kai melerai.
"Dia siapa sih Kai? Menyebalkan sekali" tanya Luhan pada Kai, tak lupa dengan lirikan tak sukanya pada namja berkulit putih itu. Sehun hanya memutar bola matanya malas.
"Dia itu sepupuku, nuna. Baekhyun sedang diperiksa, duduklah dulu"
"Aniya, aku berdiri saja. Aku akan bertambah khawatir"
"Ck berlebihan" dengus Sehun.
"Apa kau?"
"Apa? aku tak melakukan apapun"
"Sudahlah, nuna. Jangan ditanggapi" ucap Kai lalu melempat death glare pada Sehun.
Ponsel Luhan berdering, dia langsung berjalan menjauhi Kai dan Sehun saat mengetahui siapa yang menghubunginya.
"Yeoboseyo? Jangan bercanda denganku bodoh... Baik-baik" Luhan mengusap mukanya kasar.
"Eomma... hiks.."
TBC!
Akhrinya chapter 2 selesai, sampai bertemu chapter selanjutnya. Paipai~ Review juseyo
