Hai ketemu lagi dengan saya! Sorry lama banget updatenya. Sebenarnya aku kurang yakin buat lanjut, maaf kalau makin hancur. Awas typo bertebaran! Happy reading!
Baekhyun mengerjapkan matanya beberapa kali, sinar yang masuk ke matanya benar-benar menyilaukan mata. Seorang uisa yang kebetulan sedang memeriksa Baekhyun tersenyum senang melihatnya.
"Syukur kau sudah sadar" ucap uisa itu menatap wajah pucat itu.
"Su..Suho oppa?" tanya Baekhyun dengan suara lirih.
"Aku kira kau tak akan mengenaliku, Baek" Baekhyun tertawa renyah.
"Tidak mungkin, kau adalah sunbae paling baik yang ku kenal" Suho tersenyum lagi.
"Istirahatlah, aku akan memberitahu kakakmu bahwa kau sudah sadar" Baekhyun mengangguk lalu Suho keluar dari kamar rawat Baekhyun.
"Aegy~ahh Kau merindukan appamu eoh? Mianhae, eomma tak bisa menurutimu" batin Baekhyun seraya mengelus perutnya lalu terdengar suara pintu terbuka mengalihkan perhatian Baekhyun.
"Hai rusa!" Sapa Baekhyun saat mengetahui Luhan yang masuk ke dalam kamar rawatnya.
"Sampai kapan kau memanngilku rusa?" tanya Luhan dengan nada malas.
"Bukannya Luhan artinya rusa?"
"Aku tahu, tapi aku ini eonni mu bodoh. Setidaknya panggil aku 'eonni' padaku"
"Shireo! Terlalu imut untukmu"
"Ish! Kau ini!" Decak Luhan melihat kelakuan Baekhyun yang tak pernah mau kalah.
"Apa yang kau lakukan pada Chanyeol?" DEG!
Kyungsoo menganga hebat melihat tubuh Chanyeol tak sadarkan diri dan hampir membiru, apa yang terjadi padanya?
"Dia di gigit ular sepertinya" ucap Minseok seolah tahu pikiran Kyungsoo, mendengar jawaban itu Kyungsoo panik.
"Aku sudah mengobatinya, nanti juga membaik" lanjut Minseok lalu duduk di sofa.
"Sebenarnya aku ingin pulang, tapi mengingat si brengsek ini ada di apartemenmu membuatku mengurungkan niat" Kyungsoo menunduk.
"Eonni aku jamin dia tak berbuat apapun, tubuhnya pucat begitu" Minseok berdecak.
"Diam atau kuserah.."
"Aniya..aniya.. aku diam!" ucap Kyungsoo mengalah.
'Kalau saja dia tak menghamili anak orang, aku biarkan kau dengannya Kyung' gumam Minseok dalam hati.
Sehun mengkerutkan keningnya, saat ia pikir semuanya itu aneh. Dari Baekhyun yang mengandung, siapa ayahnya? Apa itu Kai? Kai tak mungkin sebejat itu, Sehun sangat mengenal Kai. Lalu siapa? Kai mengkerutkan keningnya melihat Sehun melamun.
"Kau kenapa albino? Serius sekali" ejek Kai melihat ekspresi Sehun, dan Sehun hanya menatapnya malas.
"Baekhyun hamil anak siapa?" tanya Sehun to the point. Kai tertegun.
"Kenapa diam saja? Bukan kau kan?"
"Tentu saja bukan, aku tak akan sejahat itu merusak masa depannya" jawab Kai mantap.
"Bisa kau jelaskan padaku?" Kai menatap Sehun heran, tidak biasanya dia ingin mengetahui masalah orang lain.
"Ne aku mengerti, aku tak ada maksud apa-apa. Hanya semuanya nampak aneh" jelas Sehun yang mengerti tatapan mata Kai.
"Beberapa bulan yang lalu..."
FLASHBACK
Saat itu adalah pesta bagi perayaan kejayaan Park Coorporation, dan beberapa rekan perusahaan itu di undang untuk datang. Jam sudah menunjukan tengah malam, dan Chanyeol sudah mabuk berat. Baekhyun yang kebetulan datang bersama Luhan baru saja keluar dari kamar mandi, dia berniat berjalan pergi meninggalkan toilet namun sebuah tangan menahan lengan Baekhyun.
"Chan..Chanyeol~ssi?" ucap Baekhyun terkejut karena Baekhyun dan Chanyeol tak saling kenal hanya beberapa kali bertemu. Dan dia pertemuan pertama mereka, Baekhyun mempunyai perasaan lain.
"Aku tidak tahu kalau kau sangat cantik" ucap Chanyeol yang sudah di bawah alam sadar.
"Astaga kau mabuk, Chanyeol~ssi. Aku harus pergi" ucap Baekhyun mencoba pergi tapi cengkraman tangan Chanyeol dengan lengannya sangat kuat.
"Pergi!" pekik Baekhyun saat merasa Chanyeol mulai berusaha menciumnya, tapi entah bagaimana Chanyeol bisa mencekoki (?) Baekhyun dengan minuman keras.
"Uhuk...uhuk.." Dan Baekhyun ataupun Chanyeol tidak tahu apa yang mereka lakukan. Hingga saat pagi datang mereka memekik kaget karena bangun dengan keadaan berantakan dan tanpa sehelai benangpun. Luhan memergoki mereka, lalu marah besar kepada keduanya terutama pada Chanyeol. Luhan sudah berusaha meminta pertanggungjawaban Chanyeol tapi Chanyeol malah bertindak kasar dan mendekati Kyungsoo secara terang-terangan.
FLASHBACK OFF
"Begitulah, dan kuharap kau diam saja setelah ini. Aku harus pergi, Luhan memanggilku" ucap Kai pergi meningalkan Sehun yang mematung.
Baekhyun menatap keluar jendela seraya mengelus perut buncitnya, dia tersenyum mengingat ia akan jadi ibu. Namun senyumnya memudar mengingat namja jangkung itu. Kyungsoo menyelamatkan Chanyeol ya? Beruntung sekali mereka berdua saling mencintai, apa dia jadi pihak yang jahat disini? Baekhyun jadi merasa bersalah. Ia harus menemui Kyungsoo itu. Dia harus, tanpa diketahui Luhan. Tapi bagaimana caranya?
"Anyeong Baek" ucap seseorang dari arah pintu.
"Sehun? Kemarilah!" Sehun tersenyum tipis lalu menghampiri Baekhyun.
"Kulihat kau sedang memikirkan sesuatu, ada yang bisa kubantu?" Baekhyun terdiam.
'Tuhan, terima kasih' gumam Baekhyun dalam hati.
Kai menghentikan langkahnya saat mendengar suara Luhan yang berteriak.
"Bunuh saja! Aku tidak butuh!"
"..."
"Jangan khawatirkan adikku, brengsek" cerca Luhan emosi.
'Apa maksud Luhan? Kenapa orang itu tidak boleh mengkhawatirkan Baekhyun?"
TBC!
Akhirnya chapter 4 selesai, maaf kalau makin hancur dan makin pendek. chapter besok aku usahain buat panjang, janji! Okey, anyeong sampai jumpa chapter selanjutnya. Paipai~ Review juseyo~
