Hai ini part 5nya, jujur aku sedikit ngerasa males karena ada review yang kurang mengenakan bagi aku. Tapi mungkin dia maksudnya nunjukin kalau sangat penasaran tapi kenapa begini. Ya aku juga kadang kaya gitu cuma gak terlalu ditunjukin, okey happy reading. Awas typo bertebaran.


Luhan mematikan sambungan teleponnya, emosi sudah berada di ubun-ubun. Luhan membalikan badannya lalu tertegun melihat Kai menatapnya.

"Kau..."

"Yeah aku mendengarnya nuna. Sampai kapan nuna begini? Nuna tak kasian dengan Baekhyun, dia juga sedang hamil" Luhan menghela napas.

"Nan molla, Kai. Aku hanya tak bisa membiarkan orang lain bahagia diatas penderitaan orang terdekatku"

"Aku tahu, jadi katakan padaku siapa yang kau ingin bunuh tadi?"

"Dia Kr.."

"Kai, kau kemana saja eoh?" teriak Sehun yang sedang berjalan menghampiri mereka berdua.

"Jangan berteriak, albino. Ada apa mencariku?" Sehun melirik Luhan sebentar.

"Aniya, hanya Baekhyun tadi mencarimu" Kai mengangguk lalu berjalan meninggalkan Luhan dan Sehun.

"Ngapain kau terus disini?" tanya Luhan sinis.

"Aku juga mau pergi, kelamaan disekitarmu membuatku darah tinggi" ucap Sehun meninggalkan Luhan.

"Dasar albino.." decak Luhan kesal.


Chanyeol membuka matanya perlahan sesekali ia mengernyit merasakan sakit di kepalanya. Apa yang rusa sialan itu berikan padanya? Chanyeol memandang ruangan ini bingung, baunya tidak seperti rumah sakit tapi ia sangat asing dengan ruangan ini.

"Syukurlah kau sadar..." Chanyeol menoleh kearah pintu dan mendapati namja mungil yang ia cintai berjalan menghampirinya.

"Kenapa aku ada disini?" Kyungsoo hanya diam dan pura-pura sibuk menatap keluar jendela.

"Kau tanya pada dirimu sendiri, apa yang akan kau lakukan pada Baekhyun?" tanya Kyungsoo balik tanpa menatap Chanyeol.

"Mianhae, dia menghalangi hubungan kita"

"Aku tidak tanya tentang Baekhyun menghalangi atau tidak, aku tanya kau akan melakukan apa pada Baekhyun?"

"Aku akan membunuhnya" Kyungsoo memejamkan matanya.

"Ini adalah terakhir aku menolongmu, jika kau tertangkap lagi aku tak peduli" ucap Kyungsoo meninggalkan Chanyeol.

'Apa sih jimat yang digunakan Baekhyun itu? Bahkan Kyungsoo yang tak mengenalnya, melindungi dia' gumam Chanyeol dalam hati.

Sehun membungkukkan badannya, ia baru saja selesai tampil di salah satu channel televisi.

"Gamshamnida. Kalian sudah bekerja dengan keras" ucap Sehun pada seluruh staff dengan membungkuk.

"Sehun~ahh" Sehun menoleh lalu tersenyum simpul.

"Hai panda, sedang apa kau disini?" tanya Sehun kepada Tao yang berdiri menatapnya dengan malu.

"Menunggumu" jawab Tao lirih namun masih bisa di dengar Sehun dan membuatnya terkekeh.

"Baiklah panda, tunggu sebentar lalu kita ke kedai bubble tea. Setuju?" Tao mengangguk antusias. Sehun berjalan menghampiri managernya dan mengelap keringatnya.

"Kau masih berpacaran dengan Tao?" tanya managernya seraya merapihkan peralatan Sehun.

"Ne, ada apa?" Manager Sehun menggeleng.

"Hanya bertanya, tapi kuharap berhati-hati" ucap manager Sehun lalu meninggalkan Sehun di dalam kebingungan.

'Apa maksud manager hyung?'


Kai menutup pelan kamar Baekhyun, dia menghela napas lega karena Baekhyun sudah di perbolehkan pulang. Kai mengkerutkan keningnya melihat Luhan keluar dari kamarnya sambil menyeret sebuah koper.

"Nuna, kau mau kemana?" Luhan tersentak lalu meninggalkan kopernya dan menghampiri Kai.

"Kai aku harus ke China, eommaku sedang sakit. Jaga Baekhyun untukku, aku hanya 3 hari disana. Dan jangan katakan aku ke China, arra?" Kai mengangguk, ia tidak bisa menolak Luhan.

"Gomawo Kai, jeongmal gomawo. Aku berangkat"

"Hati-hati di jalan Nuna" Luhan tersenyum. Sesaat setelah mobil Luhan, Baekhyun berdiri di sebelah Kai dengan panik.

"Kai, Luhan kemana? Kenapa dia tidak pamit kepadaku?" Kai menelan ludahnya paksa.

"Luhan..Dia..Dia.. ada urusan pekerjaan ke luar kota, dia tidak akan lama kok" Baekhyun menatap Kai tak percaya.

"Wa..wae? Kenapa menatapku seperti itu?" Baekhyun hanya menggedikan bahunya lalu merogoh sakunya saat merasa ponselnya bergetar. Mata Baekhyun terbelalak melihat sang penelpon.

"Chan..Chanyeol?"


Xiumin menatap Kyungsoo dari ekor matanya, wajah Kyungsoo terlihat sangat frustasi berkali-kali seseorang yang Xiumin anggap sebagai adiknya mengusap kasar wajahnya. Mengingat alasan frustasi Kyungsoo, Xiumin jadi ingin tahu apa yang dibicarakan Kyungsoo dengan Chanyeol sebelum namja itu pergi 15 menit yang lalu.

"Apa yang kalian bicarakan?" tanya Xiumin to the point. Kyungsoo terlihat menghela napas.

"Aku hanya menanyakan apa yang akan dia lakukan kemarin" Xiumin membuang muka.

"Kenapa kau bisa bodoh menyukainya?" gumam Xiumin dan berhasil membuat Kyungsoo tersentak.

"Unnie kau..."

"Aku tahu, tanpa kau mengatakannya. Aku tahu, dan aku benci mengetahuinya" Kyungsoo menunduk.

"Kau boleh menerimanya setelah anak Baekhyun lahir dengan selamat, aku melarangmu karena tak ingin namja itu menjadikanmu orang jahat" ucap Xiumin lalu meninggalkan Kyungsoo sendiri.

"Argh.. kenapa jadi seperti ini?" erang Kyungsoo frustasi.


Sehun baru saja mengantar pulang Tao, dia menjalankan mobilnya dengan santai. Saat ia menatap kaca yang ada diatasnya, dia mengernyit.

"Itu seperti Tao? Tapi dengan siapa? Ada hubungan apa Tao dengan namja tinggi itu?" gumamnya lalu dia berinisiatif menghentikan laju mobilnya.

"Brengsek" umpat Sehun saat melihat namja itu mencium Tao. Dengan kemarahan yang di ubun-ubun, Sehun menghampiri mereka.

BUGH

"Se..Sehun?" Sehun hanya menatap Tao sebentar.

"Siapa dia?" tanya Sehun pada Tao dengan tatapan dingin.

"Aku kekasihnya, kau mau apa?" bentak namja itu.

"Aku bertanya pada Tao, brengsek" BUGH. Sehun kembali menghajar namja itu.

"Hun, sudah berhenti! Ge, gege sebaiknya pulang" Namja menatap Tao tak percaya.

"Kau... argh baiklah aku pulang" ucap namja itu lalu berjalan pergi.

"Hun, Tao bisa jelasin!" Sehun membuang muka.

"Dia mantan kekasih Tao, dia tadi memaksaku untuk..."

"Aku pulang!" ucap Sehun tanpa mendengarkan penjelasan Tao lalu melenggang pergi.

"Hun.." Tao menahan lengan Sehun.

"Penjelasannya besok saja, aku capek. Managerku sedang mencariku" Tao menunduk.

"Ba..ba..baiklah, hati-hati di jalan"


Xiumin mendudukan dirinya di sebuah Caffe, dia butuh refreshing setelah penat memikirkan pekerjaannya dan Kyungsoo. Xiumin mengaduk minumannya sambil melamun hingga tak sadar ada seseorang duduk di depannya.

"AAA.." jerit Xiumin saat menyadari ada seseorang didepannya.

"Kau suruhan Luhan kan? Untuk apa disini? Mengejutkan orang saja" tanya Xiumin beruntun kepada Chen yang terus menatapnya.

"Ya aku suruhan Luhan, tapi aku disini bukan karena perintahnya" Xiumin mengangkat satu alisnya, Chen menyeringai lalu mendekatkan wajahnya ke telinga Xiumin. Xiumin sempat memundurkan badannya tapi Chen menahan punggungnya.

"Untuk menemui seseorang yang merebut hatiku" Xiumin membulatkan matanya, dan Chen menyeringai melihat reaksi Xiumin.


Kai menahan Baekhyun yang akan menemui Chanyeol, setelah Chanyeol menghubungi Baekhyun untuk menemuinya. Baekhyun sudah mengatakan bahwa semuanya akan baik-baik saja, tapi Kai tidak percaya mengingat percobaan Chanyeol membunuh Baekhyun.

"Kai, aku yakin dia tidak akan mencoba membunuh lagi" ucap Baekhyun meyakinkan Kai.

"Tapi Baek..."

"Baiklah, kau boleh ikut tapi kuharap kau tak terlihat oleh Chanyeol. Arra?" Kai mengangguk setuju, setidaknya ia bisa menjaga Baekhyun dari jauh.

'Kita akan bertemu appa, kuharap ini kabar baik' batin Baekhyun sambil mengelus perut buncitnya. Lalu mereka pergi dengan mobil Kai.

TBC!

Hah akhirnya part 5 selesai, maaf kalau mengecewakan. Aku sudah berusaha memanjangkan part ini, maaf kalau masih kurang panjang. Okey, sekian cuap-cuapku. Yang sudah review jeongmal gomawo, review jusyo~